Anda di halaman 1dari 2

Nama: I Komang Bagus Pandu Dewantara

NIM: 016.06.0046

Kelas A

Memilih pasangan dan konsep perkawinan


& Larangan berhubungan seksual saat haid
Latar belakang
Memilih pasangan atau disebut dengan hitbah merupakan suatu hal yang penting dilakukan karena tujuannya adalah untu
membentuk suatu rumah tangga yang dimana kita akan selalu bersama pasangan kita di dunia ini bahkan hingga akhirat. Mengenal
pasangan ini penting untuk menuju ke jenjang yang lebih serius dimana yaitu pernikahan. Dengan sudah mengenalnya pasangan
tersebut diharapkan kita juga mampu mengatasi masalah- masalah yang muncul dalam keluarga baik itu faktor dari sang suami,
istri ataupun anak. Berhubungan seksual saat haid merupakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh suami isteri menurut islam,
hal ini bertujuan menghindari penyakit ifeksi yang timbul nantinya.
Isi
Hitbah atau memilih pasangan menurut negara barat ada 3 hal penting yaitu mengetahui sifat- sifat tersembunyi dari
pasangan (baik kelebihan ataupun kekurangannya), mengetahui peristiwa- peristiwa yang dapat membebani pasangan secara
mental nantinya, dan sebagai adaptasi dari penyesuaian perbedaan kedua belah pihak. Sedangkan berdasarkan islam pasangan
merupakan cerminan diri, yang dimana wanita yang memiliki sifat keji akan dipertemukan atau dipasangkan dengan lelaki yang
keji pula. Sedangkan lelaki yang baik akan dipertemukan atau dipasangkan dengan wanita yang baik pula. Faktor- faktor dalam
memilih pasangan yaitu dari faktor orang tua, agama, teman, adat, dan media. Di dalam membangun keluarga yang sakinah,
dimana sakinah berasal dari kata sakana yang berarti tenang/ diamnya sesuatu setelah bergejolak. Perkawinan merupakan
pertemuan antara laki –laki dan perempuan yang kemudian beralih dari kerisauan antara keduanya menjadi ketenangan. Dalam
pertengkaran tentu pasti ada yang namanya konflik baik itu bersifat laten atau nusyuz (yang ditangani secara kekeluargaan) dan
bersifat terbuka atau syiqaq (yang hingga melibatkan juru hakam dalam menyelesaikan konflik). Peneyebab dari konflik ini bisa
dari suami atau istri (tidak adanya keseimbangan, nusyuz suami atau istri dan adanya syiqaq) dan dari anak (masalah akidah anak,
sikap durhaka, tidak bertanggung jawab, tidak memperhatikan ibadah, masalah aklak, dan tidak peduli pendidikan). Untuk
manajemen konflik masala keluarga berbeda” tergantung dari siapa yang menyebabkan masalah dan masalah apa yang
disebabkan.
Dalam islam dilarang melakukan hubungan seksual pada saat sang istri mengalami haid atau menstruasi, hal ini karena
darah yang keluar saat haid merupakan darah kotor yang tidak deperlukan oleh tubuh dan harus dikeluarkan. Bila tetap pasangan
suami istri ini tetap melakukan hubungan seksual pada saat hait itu dapat menyebabkan darah yang harusnya keluar dari sang istri
melalui vagina tertahan oleh penis sang suami. Tertahannya darah ini akan dapat menyebabkan pengendapan darah dan akhirnya
dapat memicu terjadinya infeksi.
Kesimpulan
Hitbah atau memilih pasangan merupakan suatu hal yang penting dilakukan karena bertujuan menuu jenjang yang lebih
serius yaitu pernikahan yang dimana kita akan selalu bersama pasangan kita di dunia ini bahkan hingga akhirat. Dengan sudah
mengenalnya pasangan tersebut diharapkan kita juga mampu mengatasi masalah- masalah secara preventif ataupun kuratif yang
muncul dalam keluarga baik itu faktor dari sang suami, istri ataupun anak.
Dalam islam dilarang melakukan hubungan seksual pada saat sang istri mengalami haid atau menstruasi, dilarangnya hal
ini berujuan untuk menghindari terjadinya infeksi pada istri ataupun suami akibat darah yang kotor.