Anda di halaman 1dari 2

Nama: I Komang Bagus Pandu Dewantara

Nim: 016.06.0046

Kelas: A

Partograf

LATAR BELAKANG
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup
bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain (operasi
caesar), dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). Persalinan dan kelahiran normal
umumnya terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37- 42 minggu). Untuk melihat lancar atau
tidaknya proses persalinan dan perlu atau tidaknya tindakan segera selama persalinan semua
hasil pemeriksaan dicatat sistematik dalam patograf agar semua yang membaca dapat mengerti.

ISI
Patograf merupakan catatan yang berbentuk grafik yang berisi kemajuan persalinan untuk
memantau keadaan ibu dan janin, dan merupakan alat yang digunakan untuk mengambil
keputusan. Hal yang diamati pada patograf ada 3 hal yaitu kemajuan persalinan (pembukaan
cerviks, penurunan kepala, dan his), keadaan janin (DJJ, kualitas ketuban, dan moulase), dan
keadaan ibu (vital sign, produksi urine, dan obat atau cairan IV). Kemajuan persalinan yang
diperiksa berupa pembukaan cerviks dari fase laten rata- rata 6-8 jam dan fase aktif rata- rata 6,
yang di periksa oleh orang yang sama selama 4 jam sekali. Pembukaan serviks pada patograf
ditandai dengan tanda X dan memperhatikan garis waspada atau tindakan. Peurunan kepala pada
primi pada umur kehamilan 36- 37 minggu kepala sudah harus memasuki PAP, sedangkan kalau
multi mungkin pada saat inpartu. Penilain penurunan kepal ditulis O dan ditulis 5/5 belum
memasuki panggul sampai 0/5 kepala janin sudah memasuki panggul semuanya. Untuk his
diperiksa selama 10 menit merliputi penilaian frekuensi dengan cara memberi pola pada jumlah
tabel sesuai banyak his, durasi dengan memberi pola tergantung dari lama kontraksi setiap his
(titik- titik bila kurang 20 detik, garis- garis bila 20- 40 detik, dan hitam tebal bila melebihi 40
detik), dan intensitas kekuatan dengan kode (L,S,SK,K). Untuk keadaan janin yang diperiksa
meliputi DJJ (Denyut Jantung Janin) yang diperiksa setelah his dengan cara menghitung selama
5 detik sebanyak 3 kali dan diantaranya diberi jeda istirahat selama 5 menit juga, hasil yang
didapat dikali dengan 4. Denyut jantung janin dikatakan normal bila 120- 160 kali selama satu
menit. Keadaan ketuban didapatkan dari setiap pemariksaan VT, degan mengetahui keadaan
ketuban dapat menentukan keadaan janin. Pada patograf keadaan ketuban diberi kode U bila
utuh, J bila jernih, M bila terdapat mekoneum, dan K bila kering. Moulage yang merupakan
penyesuaian kepala janin yang melalui jalan lahir yang juga diperiksa selama VT, kondisi
moulage akan sulit diketahui bila ada kaput suksadenum. Pada patograf hasilnya diberi kode
sesuai tingkatannya, mulai dari O bila tulang kepala terpisah sampai +++ bila tulang kepala
sudah tumpang tindih dan tidak bisa dipisah. Dan untuk ibu pada patograf yang dicatat berupa
nadi setiap 30 menit, tekanan darah setiap 4 jam, dan suhu setiap 4 jam. Semua pemeriksaan
akan dievaluasi ulang setiap 4 jam dan hasilnya akan dicocokkan dengan patograf apakah harus
segera dirujuk atau butuh tindakan berupa akhiri persalinan, percepat parsalinan, dan terapi
suportif

KESIMPULAN

Patograf merupakan catatan yang berbentuk grafik yang berisi kemajuan persalinan untuk
memantau keadaan ibu dan janin, dan merupakan alat yang digunakan untuk mengambil
keputusan. Hal yang diamati pada patograf ada 3 hal yaitu kemajuan persalinan (pembukaan
cerviks, penurunan kepala, dan his), keadaan janin (DJJ, kualitas ketuban, dan moulase), dan
keadaan ibu (vital sign, produksi urine, dan obat atau cairan IV). Semua pemeriksaan akan
dievaluasi ulang setiap 4 jam dan hasilnya akan dicocokkan dengan patograf apakah harus segera
dirujuk atau butuh tindakan berupa akhiri persalinan, percepat parsalinan, dan terapi suportif