Anda di halaman 1dari 1

Nama: I Komang Bagus Pandu Dewantara

NIM: 016.06.0046

Kelas A

Tumor sistem saraf pusat

Beberapa tumor glial jinak (tingkat mitosis rendah, keseragaman seluler, dan
pertumbuhan yang lambat) dapat menyusup ke daerah otak yang luas dan menyebabkan
kerusakan klinis yang serius dan prognosis buruk. neoplasma apapun dapat memiliki
konsekuensi mematikan jika berada di daerah yang vital, seperti ketika meningioma jinak
yang tumbuh mengompresi medula dapat menyebabkan berhentinya kardiorespirasi. WHO
memisahkan tumor menjadi satu dari empat kelas sesuai dengan perilaku biologis mereka,
mulai dari kelas I sampai kelas IV. Astrocytoma dibagi menadi 4 berdasarkan gradenya
Astrositoma piositik (grade I) yang paling sering, astrositoma diffuse (grade II), astrositoma
anaplastik (grade III), dan glioblastoma (grade IV). Biasanya ditemukan di hemisfer serebral,
otak kecil, batang otak, atau sumsum tulang belakang. Oligodendroglioma tumor banyak
ditemukan pada belahan otak orang dekade keempat dan kelima, tumor mirip dengan
oligodendrosit normal. Ependymoma paling sering timbul di samping sistem ventrikel 4 yang
dilapisi ependyma pada dua dekade pertama dan sumsum tulang belakang pada dewasa.
Medulloblastoma tumbuh pada serebelum anak- anak dan dapat membuat anak menderita
hidrosefalus. Meningiomas tumor jinak pada dewasa yang biasanya menempel pada lapisan
duramater dan di dalam ventrikel. Tumor otak juga dapat disebabkan metastasis, biasanya
bersifat karsinoma dan sringkali bersal dari paru-paru, payudara, kulit (melanoma), ginjal,
dan saluran cerna.