Anda di halaman 1dari 25

Panduan Pelayanan Kesehatan Balita

Pada Masa Tanggap Darurat COVID-19


Bagi Tenaga Kesehatan

Disampaikan oleh
Ni Made Diah PLD - Kasubdit Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah
Pada Sosialisasi Panduan Pelayanan KIA KB 30 April 2020
SISTEMATIKA
1 Pendahuluan

2 Sosialisasi kepada Masyarakat

3 Pelayanan Kesehatan

4 Rujukan Balita Sakit

5 Pembiayaan

6 Pencatatan dan Pelaporan


BAB 1. PENDAHULUAN

COVID-19 KELANGSUNGAN HIDUP


• Diare, Pneumonia, DBD, Malaria,
• Kasus pada balita
tenggelam, dll à kematian
bertambah
balita
• Isolasi perlu
• Intervensi (SPM):
pendamping
q Imunisasi
• Pendamping dan
q Vitamin A
orang di sekitar
q Pemantauan tumbuh kembang
risiko meningkat
q MTBS
Peran Tenaga Kesehatan Terkait Sasaran Balita
• Melakukan koordinasi lintas program di puskesmas/
fasilitas Kesehatan dalam menentukan langkah-langkah
menghadapi pandemi COVID-19,
• Melakukan sosialisasi terintegrasi dengan lintas program
lain termasuk kepada masyarakat yang memiliki balita,
tentang pencegahan penyebaran COVID-19 dan informasi
gawat darurat dan RS Rujukan terdekat,
• Melakukan analisa data balita berisiko yang memerlukan
tindak lanjut,
• Melakukan koordinasi kader, RT/RW/kepala desa/
kelurahan, dan tokoh masyarakat terkait sasaran anak dan
pelayanan kesehatan rutin dalam situasi pandemi COVID-
19.
• Memberikan pelayanan kesehatan kepada balita dengan
melakukan triase, penerapan prinsip pencegahan dan
pengendalian infeksi (PPI) dan jarak fisik (physical
distancing) dalam pelayanan kesehatan yang diberikan.
BAB 2. SOSIALISASI MASYARAKAT
• Dapatkan Buku KIA dengan
MENJAGA KESEHATAN BALITA SECARA MANDIRI mengunduh (http://
kesga.kemkes.go.id/images/p
edoman/BUKU%20KIA%20201
9.pdf)
• Asupan Gizi Seimbang,
Ibu ODP àIMD, ASI E bisa
dilakukan dengan masker
PDPà IMD dan ASI E tidak
dianjurkan tapi gunakan ASI
Perah
• Stimulasi perkembangan dan
pemantauannya oleh
keluarga sesuai umur anak
• Kenali tanda Bahaya. Tunda
kunjungan ke Faskes kecuali
Gawat Darurat
KELAS IBU BALITA DITUNDA,
ALTERNATIF PELAKSANAAN:
ONLINE/ VIDEO TUTORIAL/
PENUGASAN.
KUNJUNGAN KE FASKES
Perhatikan hal hal sebagai
berikut:
• Membuat Temu janji
• Memakai Masker
• Tidak menggunakan
transportasi umum
• Setiap waktu CTPS
• Physical Distancing
• Setelah pelayanan dirumah
segera mandi dan ganti baju
IDENTIFIKASI ANAK YANG MEMERLUKAN PERLINDUNGAN

• Anak ODP /PDP dengan gejala ringan tidak Segera Hubungi


memiliki orangtua/pengasuh/tidak memiliki DINAS SOSIAL, atau
tempat tinggal
DINAS PERLINDUNGAN
• Anak dengan orang tua PDP harus menjalani ANAK
perawatan isolasi dan merupakan orang tua
Dukungan keluarga/ pengaturan
tunggal/pengasuh tunggal pengasuhan sementara:
• Keluarga terdekat
Media KIE dapat diunduh di: • Keluarga pengganti
http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/KIE%20Kesga%20Covid19%20Gabungan.pdf • LKSA
https://kemsos.go.id/upaya-kemensos-terkait-pencegahan-covid-19
https://kemenpppa.go.id/index.php/page/view/41/
BAB 3. PELAYANAN KESEHATAN

PELAYANAN RUTIN BALITA


SEHAT
Sesuai kebijakan Pemerintah
yang berlaku di wilayah kerja
Mempertimbangkan transmisi
lokal virus corona

PELAYANAN BALITA SAKIT


DI PUSKESMAS
PELAYANAN BALITA DI POSYANDU
Mematuhi persyaratan ketat sebagai berikut
1. Sesuai ketentuan PEMDA setempat (Kepala 5. Memastikan area pelayanan dibersihkan
Desa/Lurah) sebelum dan sesudah pelayanan sesuai prinsip
pencegahan penularan infeksi
2. Mensyaratkan tenaga kesehatan, kader, dan
anak serta orang tua/pengasuh dalam keadaan 6. Menyediakan fasiliitas CTPS, handsanitizer,
sehat dan tidak menunjukkan gejala batuk,pilek, atau cairan desinfektan bagi nakes, kader, dan
dan demam. Kader membantu skrining suhu sasaran anak serta pengantar di pintu masuk dan
tubuh dan semua menggunakan masker. area pelayanan
3. Memberikan pemberitahuan bagi masyarakat
sebelum hari pelayanan: 7. Mengatur jarak meja pelayanan:
• Anak dan pengantar dalam keadaan sehat • Jaga jarak 1-2 m antar petugas
• Jaga jarak 1-2 m antar petugas dan sasaran
• Jadwal pelayanan dibagi sasaran balita dan jam
pelayanan • Jaga jarak 1-2 m antar sasaran
• Anak dan pengantar memakai masker 8. Membatasi jenis pelayanan kesehatan yang
4. Tempat pelayanan di ruangan cukup besar diberikan yaitu Vitamin A, imunisasi dasar
dengan sirkulasi udara keluar masuk yang baik lengkap dan lanjutan
Pelayanan Vitamin A
dan Imunisasi
PEMBERIAN VITAMIN A
Umur 6 – 11 bulan : 1 kapsul 100.000 IU (biru)
Umur 12 – 59 bulan : 1 kapsul 200.000 IU (merah) 2 kali setahun (Februari dan Agustus)

IMUNISASI Menurut Umur


Saat lahir: Hepatitis
Umur 1 bulan: BCG Polio 1
Umur 2 bulan: DPT/HB/Hib1, Polio 2
Umur 3 bulan: DPT/HB/Hib 2, Polio 3
Umur 4 bulan: DPT/HB/Hib 3, Polio 4, IPV
Umur 9 bulan: Campak-Rubella1
Umur 18 bulan: DPT/HB/Hib4, Campak-Rubella2
Catatan: Pentavalent (DPT/HB/Hib) + OPV dapat diganti dengan Hexavalent (Pentavalent (DPT/HB/Hib + IPV)
Wilayah kerja dengan kebijakan PSBB
atau terdapat positif COVID-19, untuk
MENUNDA PELAYANAN KESEHATAN
BALITA DI POSYANDU
a. Pemantauan pertumbuhan, obat
cacing ditunda
b. Pemantauan perkembangan
dilakukan mandiri di rumah dengan
Buku KIA
c. Pemantauan balita berisiko,
pelayanan vitamin A, imunisasi, triple
eliminasi dilakukan dengan janji
temu/ tele konsultasi/kunjungan
rumah:
JANJI TEMU/ TELE KONSULTASI/KUNJUNGAN RUMAH
DENGAN TENAGA KESEHATAN :
1. Tenaga kesehatan memakai masker medis
2. Anak yang berisiko berat badan kurang (BB/U Bayi lahir dari ibu HIV/ Sifilis/ Hepatitis tetap ditatalaksana
dibawah -2SD) dan anak yang berat badannya sesuai Pedoman Triple Eliminasi.
tidak naik lakukan konfirmasi dengan melihat Integrasi triple eliminasi dengan janji temu imunisasi:
status gizinya (BB/TB). Anak dengan BB/PB atau 1. Bayi yang lahir dari ibu HIV AIDS mendapatkan:
BB/TB dibawah -2 SD pastikan mendapat • Profilaksis ARV sejak lahir sampai dengan enam
makanan tambahan (MT) program. minggu. Diikuti Profilaksis Cotrimoksasol.
3. Anak gizi buruk (BB/PB atau BB/TB dibawah -3 • Umur enam (6) minggu pemeriksaan EID (rujukan
specimen). Jika positif diikuti dengan
SD), harus tetap diberikan pelayanan sesuai tata
pemeriksaan konfirmasi sesegera mungkin,
laksana gizi buruk • Jika bayi mendapatkan ASI maka pemeriksaan EID
4. Anak dengan gangguan perkembangan yang telah dilakukan kembali enam (6) minggu setelah
dilakukan stimulasi di rumah selama 2 minggu berhenti menyusui. Jika tidak menyusui diikuti
tapi belum sesuai dengan umur dengan pemeriksaan rapid antibody saat 18
5. Vitamin A harus dipastikan tetap diberikan 2x bulan.
2. Bayi dari Ibu sifilis mendapatkan Benzatin Penisilin G
setahun dosis tunggal, dan pemeriksaan titer RPR umur 3
6. Balita Sakit (Diare, bapil, demam, tidak nafsu bulan dan pemantauan klinis sampai 2 tahun.
makan, kesulitan menyusu, penurunan berat 3. Bayi dari Ibu Hepatitis B reaktif diberikan imunisasi
badan, dengan edema bilateral) HB 0 dan HBsIg < 24 jam, HB 1, 2, 3 serta
pemeriksaan HBsAg umur 9-12 bulan.
PERSIAPAN JANJI TEMU DI FASYANKES
• Janji temu telah disepakati sebelum hari pelayanan PUSKESMAS

• Pemisahan ruangan pelayanan


• Lakukan beberapa kegiatan dalam sekali temu
Misalnya
DPT-HB-HiB1 + observasi sifilis pada bayi dari ibu sifilis
DPT-HB-HiB2 + EID bagi bayi dari ibu HIV AIDS,
Campak + pemeriksaan HBsAg bagi bayi dari ibu Hepatitis
• Tenaga kesehatan dan sasaran anak serta pendamping
menggunakan masker (minimal masker kain atau
pelindung mulut dan hidung)
PELAYANAN BALITA SAKIT DI
PUSKESMAS

1
2
3
4
5
6
7
8
EDUKASI ISOLASI MANDIRI
EDUKASI ORANG TUA
Diagnosis ODP, PDP, OTG adalah diagnosis semasa pandemi untuk kepentingan
pencegahan penyebaran infeksi yang lebih luas

Diagnosis ODP, PDP, OTG digunakan untuk menskrining pasien secara cepat

Diagnosis ODP, PDP, OTG belum tentu terkonfirmasi COVID-19 (+)

Diagnosis ODP, PDP, OTG jangan membuat stigma dan jangan membuat
kekhawatiran
BAB 4. RUJUKAN BALITA SAKIT
Anak sebagai ODP/PDP sedang dan berat memerlukan perawatan di RS darurat/RS rujukan
Dalam pelaksanaan rujukan COVID-19 tidak boleh terjadi rujukan lepas/terputusnya alur rujukan balik karena
dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19
Prosedur penyiapan transportasi untuk rujukan ke RS rujukan sebagai berikut:

APD harus diganti setiap menangani pasien


Menghubungi RS rujukan untuk memberi yang berbeda dan dibuang dengan benar dalam
01 informasi pasien dalam pengawasan yang akan 04 wadah dengan penutup sesuai peraturan
dirujuk nasional tentang limbah infeksius

Petugas yang melakukan rujukan harus secara Pengemudi ambulans terpisah dari kasus, tidak
rutin menerapkan kebersihan tangan dan diperlukan APD jika jarak dapat dipertahankan.
02 mengenakan masker dan sarung tangan medis 05 Pengemudi harus menggunakan APD sesuai bila
ketika membawa pasien ke ambulans membantu memindahkan pasien ke ambulans

Jika merujuk anak dengan status PDP COVID-19 Ambulans/kendaraan angkut harus dibersihkan
dan didesinfeksi dengan perhatian khusus pada
03 maka petugas menerapkan kewaspadaan
kontak, droplet, dan airborne
06 area bersentuhan dengan PDP. Desinfektan
mengandung 0,5% natrium hipoklorit
INFORMASI HOTLINE
PETUGAS KESEHATAN
EOC Telp 021-5210411, 081212123119
PHEOC Telp 087777591097, WA 087806783906

Hotline COVID-19 Provinsi Sulsel 085299354451,


Jabar 08112093306 081244244473, 085242088868
Aceh 081370113666 Jateng 024-3580713, 082313600560 Sulteng 082399464837
Sumut 082164902482 DIY 08112764800 Sultra IDI 082187433107, Dinkes
Sumbar WA 08217231212 Jatim 031-8430313 (layanan di hari '0401-322896
Riau 0761-23810 aktif), 081334367800 (hari libur) Sulbar 081247758484,
Kepri 0771-7335203, Bali 1500451, 0361-251177, 08114608210, 085242908201,
081378790002 085792240799 085241255494, 085390206504
Jambi 081273503486, NTB 081802118119 Gorontalo 082346631929
089627614873, 085928801153 NTT 08113877710 Maluku 081344677079 (Ramun S),
Bengkulu 085283798600 Kalteng 08125086776, 082357720665, 081343143438 (Daud S)
Sumsel 112, 081271771771, 08115230044 Maluku Utara 09216210001
081271027850 Kalbar 081212123119 Papbar 081382234265,
Babel 08117818600 Kaltim 082217966550 085254149282
Lampung 081274156087 Kalsel 082157718672, 082157718673 Papua 1500671, 081212123119
DKI Jakarta 112/WA Kaltara 081351432112, call center 112
081388376955 Sulut 085341223577
Banten 0254-7921283
Kanal informasi lainnya (telemedicine Gojek-Halodoc, Sehatpedia dan sebagainya)
BAB 5. PEMBIAYAAN
SE Menteri Kesehatan nomor Kepmenkes nomor HK.01.07/
HK.02.01/MENKES/215/2020 MENKES/238/2020
SURVEILANS ODP < 60TAHUN DENGAN PENYAKIT
INTERVENSI KESLING PENYERTA
FORMULIR PE PDP
PEMANTAUAN KONTAK KONFIRMASI POSITIF
PROMOSI KESEHATAN, KESLING, GIZI RAWAT JALAN
PENCEGAHAN COVID-19 RAWAT INAP
ALKES TERMASUK APD
KEGIATAN RUTIN KESGA, IMUNISASI RUJUKAN
(Permenkes No 86/ 2019) PEMULASARAN JENAZAH
BAB 6. PENCATATAN DAN PELAPORAN
Puskesmas melakukan pemantauan wilayah setempat
bagi sasaran balita dan anak pra sekolah melalui
REGISTER KOHORT BAYI à pelaporan dengan
menghitung pelayanan yang didapat selama setahun
hingga tepat ulang tahun ke 1, 2, 3, 4, 5 pada tahun
berjalan
Pencatatan register kohort dapat dikompilasi melalui
kesempatan kunjungan terjadwal atau tele komunikasi
BUKU KIA dengan melampirkan catatan Buku KIA/buku lainnya
• Alternatif utama
mencatatkan hasil
pemantauan kesehatan Perhitungan cakupan SPM balita selama pandemic covid-19 memperhitungkan
anak di rumah pelayanan mandiri di rumah à dibuktikan dengan Buku KIA (pemantauan tumbuh
• Pelayanan kesehatan kembang) / buku catatan lainnya
oleh tenaga kesehatan Catpor distribusi PMT dilakukan seperti biasa
Catpor balita dan anak pra sekolah dalam status ODP, PDP, dan terkonfirmasi covid-19
dilaporkan melalui gugus tugas/tim yang telah ditunjuk Puskesmas/Dinas Kesehatan
BALITA SEHAT,
GENERASI UNGGUL

BERSIH DAN SEHAT


MAKANAN BERGIZI

Email: 25
subditbalita2013@gmail.com