Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN

“KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT”

DI SUSUN OLEH:

NAMA : RISNAWATI ANGRAINI BEDDU

NIM : 14420202151

PRODI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tubuh
manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis atau psikologis yang tentunya
bertujuan untuk mempetahankan kehidupan dan kesehatan (Ernawati,2012)
Kebutuhan psikologis memiliki prioritas yang tertinggi di antara semua kebutuhan
dasar yang lain umumnya seseorang yang memiliki beberapa kebutuhan yang belum
terpenuhi kebutuhan akan lebih dulu memenuhi kebutuhan fisiologisnya di bandingkan
dengan kebutuhan yang lain (Ambarwati, 2014)
Cairan dan elektrolit merupakan komponen tubuh yang berperan dalam memelihara
fungsi tubuh dan proses homeostasis. Tubuh kita terdiri atas sekitar 60% air yang tersebar
di dalam maupun diluar sel. Namun demikian besarnya kandungan air tergantung dari
usia, jenis kelamin dan kandungan lemak (Tarwoto dan Wartono, 2011).
Ketidakseimbangan akan mempercepat metabolisme, memperlambat, menghambat
penggunaan sari-sari makanan dengan benar, mempengaruhi kadar oksigen dalam tubuh
atau tubuh kita menyimpan limbah beracun.(Bennita W.vaughans,2011)

B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui kebutuhan cairan dan elektrolit
2. Untuk mengetahui penyebab dari gangguan cairan elektrolit
3. Untuk mengetahui faktor- faktor keseimbangan cairan dan elektrolit
4. Untuk mengetahui pengkajian kebutuhan cairan dan elektrolit
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. DEFINISI
Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme
tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor fisiologis
dan lingkungan. Cairan elektrolik saling berhubungan keseimbangan yang berdiri sendiri
jarang terjadi dalam berlebihan dan kekurangan. Cairan elektrolit sangat diperlukan
dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Cairan dan elektrolit sangat di perlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap
sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah salah satu bagian dari
fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan elektrolit melibatkan komposisi dan
perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari (pelarut)
dan zat tertentu (zat terlarut).
Elekltrolit adalah zat kimia yang menghasilkan pertikel- partikel bermuatan listrik
disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk kedalam tubuh melalui
makanan, minimuan, dan cairan intravena (IV) dan distribusi keseluruh bagian tubuh.
Keseimbangan cairan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total
elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling
begantung satu dengan yang lainnya, jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh
pada yang lainnya.
Keseimbangan cairan yaitu keseimbangan antara intake dan output. Dimna pemakaian
pada orang dewasa antara 1.500ml-3.500ml/hari. Biasanya pengaturan cairan tubuh
dilakukan mekanisme haus.

B. ETIOLOGI
1. Hypervolemia, ini dpat terjadi jika terdapat:
a. Stimulus kronis pada ginjal untuk menahan natrium dan air
b. Fugsi ginjal abnormal dengan penurunan ekskresi natrium dan air.
c. Kelebihan pemberian cairan intravena(IV)
2. Hipovelemia ini dapat terjadi karena:
a. Penurunan masukan cairan
b. Kehilangan cairan yang abnormal melalui kulit, gastroinntestinal, ginjal abnormal
c. Pendarahan.
C. MANIFESTASI KLINIS
1. Kelelahan
2. Kram otot dan kejang
3. Mual
4. Pusing
5. Pingsan
6. Lekas marah
7. Muntah
8. Mulut kering
9. Tekanan darah anaik turun
D. KLASIFIKASI
Cairan tubuh di bagi menjadi dalam 2 kelompok, yaitu:
1. Cairan intraseluler (CIS)
Yaitu cairan yang berada di dalam sel di seluruh tubuh, cairan ini menyusun
sekitar 70% dari total cairan tubuh. (Abdul. H,2008).
2. Cairan ekstraseluler (CES)
Yaitu cairan yang berada di luar sel dan menyusun sekitar 30% dari total cairan
tubuh. Pada orang dewasa CES menyusun sekitar 20% (abdul H,2008).
E. FAKTOR-FAKTOR KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
1. Usia
Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia karena usia akan
berpengaruh pada luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat badan dan anak-
anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding orang
dewasa.
2. Diet
Diet seseorang berpengaruh terhadap intake cairan dan elektrolit ketika intake
nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan
serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat di
perlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan
edema
3. Stress
Dapat meningkatkan metabolisme sel, glukosa darah, dan pemecahan glikogen otot.
Mekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air air sehingga bila
berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah.
4. Kondisi sakit
Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh manusia.
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan diagnostikyang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan
cairan dan elektrolit, yaitu:
1. Pemeriksaan Radiologi
Photo torak dapat mengarah ke kardio megali : pembesaran paru dengan kongestif
paru.
2. EKG
Dilaksanakan untuk mengetahui ada tidaknya infrak miokardial akut, guna
mengkaji aritma dan untuk mengenal respon kompensatori seperti terjadinya
hypertropi ventrikel.
3. Laboratorium
a. Darah
b. Urin
c. Pemeriksaan keseimbangan asam basa
G. PENATALAKSANAAN
1. Penatalaksanaan medis utama diarahkan pada pengendalian atau pengobatan penyakit
dasar: obat-obatan tersebut misalnya: prednison yang dapat mengurangi beratnya
diare dan penyakit.
2. Untuk diare ringan cairan oral dengan segera ditingkatkan dan glukosa oral serta
larutan elektrolit dapat diberikan untuk rehidrasi pasien.
3. Untuk diare sedang akibat sumber non infeksius obat-obatan tidak spesifik
4. Preparat untuk anti mikrobial di berikan bila preparat infeksius telah teridentifikasi
atau bila diare sangat berat
5. Terapi cairan intravena mungkin diperlukan hydrasi cepat khususnya untuk anak
kecil dan lansia
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

1. PENGKAJIAN
A. Identitas klien
Yaitu nama, umur, jenis kelamin, tempat tanggal lahir , pendidikan, agama dan alamat
B. Keluhan utama
C. Riwayat kesehatan
1) Asupan cairan dan makanan ( oral dan parental ).
2) Tanda dan gejala gangguan kesimbangan cairan dan elektrolit.
3) Proses penyakit yang menyebabkan gangguan homeostatis cairan dan elektrolit.
4) Pengobatan tertentu yang tengah dijalani yang dapat menggangu status cairan .
5) ( usia atau kondisi sosial )
D. Pengukuran klinik
1) Berat Badan (BB)
Peningkatan atau penurunan 1kg BB setara dengan penambahan atau pengeluaran
1 liter cairan.
2) Keadaan umum
Pengukuran tanda-tanda vital seperti suhu, nadi, pernapasan, dan tekanan darah
serta tingkat kesadaran.
3) Asupan cairan meliputi :
a) Cairan oral : NGT dan oral.
b) Cairan parental : termasuk obat-obatan intravena.
c) Makanan yang cenderung mengandung air.
d) Iritasi kateter
4) Pengukuran keluaran cairan
a) Urin : volume, kejernihan/kepekatan.
b) Feses : jumlah dan konsistensi.
c) Muntah.
E. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik difokuskan pada :
1) Integument : keadaan turgor kulit,edema, kelelahan, kelemahan otot,tetani dan
sensasi rasa.
2) Kardivaskuler : distens vena jugularis,tekanan darah,hemoglobin dan bunyi
jantung.
3) Mata: cekung,air mata kering..
4) Gastrotestinal : keadaan mukosa mulut, mulut dan lidah, muntah-muntah.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
A. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan rendahnya kadar albumin.
B. Resiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan dehidrasi.
NO DIAGNOSA INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATAN
1. Kelebihan volume Indikator Monitor Cairan
cairan Keseimbangan 1. Tentukan riwayat 1. Mengidentifikasi
berhubungan Kriteria hasil : jumlah dan tipe kebutuhan
dengan rendahnya 1. Keseimbangan intake cairan dan pengganti cairan
kadar albumin asupan dan eliminasi 2. Pengawasan
pengeluaran 2. Monitor berat status cairan
dalam 24 jam badan Untuk
2. Berat badan 3. Catat secara akurat menurunkan
stabil intake dan output penurunan risiko
3. Berat jenis urine 4. Monitor tanda dan kelebihan volume
dalam batas gejala dari edema cairan
normal 5. Pertahanankan 3. Edema terjadi
4. Suara napas catatan intake dan terutama pada
tambahan output yang akurat jaringan yang
3. Pasang urin kateter tergantung pada
jika diperlukan tubuh.
4. Monitor vital sign 4. Penurunan
haluaran urine
pekat dengan
peningkatan berat
diduga
dehidrasi/peningk
atan kebutuhan
cairan
5. Menghitung
jumlah output
cairan
6. Mengetahui
intervensi
selanjutnya
2. Resiko Keseimbangan Keseimbangan cairan 1. Takikardi,
ketidakseimbangan Cairan 1. Pantau dan catat dispnea, atau
cairan Kriteria Hasil : tanda tanda vital hipotensi dapat
berhubungan 1. Memiliki setiap 2 jam atau mengidentifikasi
dengan dehidrasi konsentrasi sesering mungkin. kekurangan
urine yang 2. Pantau warna, volume cairan
normal jumlah dan atau
2. Tidak frekuensi ketidakseimbanga
mengalami haus kehilangan cairan. n cairan dan
yang tidak 3. Kaji orientasi elektrolit.
normal terhadap orang, 2. Mengetahui
3. Memiliki tempat, dan waktu. ketidakseimbanga
hemoglobin dan 4. Pantau status n cairan dan
hemotokrit batas hidrasi (misalnya elektrolit.
normal kelembapan 3. Mengetahui haus
4. Memiliki membran mukosa, kekurangan cairan
tekanan vena keadekuatan nadi. dan elektrolit.
sentral dan Dan tekanan darah 4. Mengetahui
pulmonal dalam ortostatik ). tingkat
rentang yang 5. Mengobservasi konsentrasi pasien
diharapkan turgor kulit. terhadap
1. haluaran 6. Berikan terapi IV dehidrasi.
2. Menampilkan sesuai program. 5. Peningkatan
hidrasi yang 7. Atur ketersediaan irama jantung dan
baik (membran produk darah untuk upaya pernafasan
mukosa lembab, transfusi, bila dapat
mampu perlu. menunjukkan
berkeringat ) hipoklasemia.
3. Memiliki asupan
cairan oral 6. Turgor kulit yang
dan/atau buruk serta
intervensi yang diikuti dengan
adekuat. tanda yang lain
dapat
menunjukkan
dehidrasi atau
hipoksia.
7. Mencegah
terjadinya
dehidrasi yang
berkelanjutan.
8. Memberikan
kebutuhan cairan
yang dibutuhkan
pada pasien
dehidrasi.
9. Perencanaaan
apabila terjadi
dehidrasi
memberat.

4. IMPLEMENTASI
Merupakan tindakan-tindakan yang dilaksanakan untuk mengatasi keluhan pasien
berdasarkan intervensi yang telah dibuat.
5. EVALUASI
Evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kebutuhan cairan dan elektrolit
berdasarkan kriteria hasil pada tujuan keperawatan yaitu:
1. Pasien memiliki konsentrasi urine yang normal
2. Memiliki hemoglobin di atas normal
3. Pasien memiliki berat badan yang stabil
Pathway

Usia Temperatur Diet Stres Sakit

Kebutuhan Cairan
dan Elektrolit

kekurangan kelebihan

hipervolemi
hipovolemi

dehidrasi edema

Resiko Kelebihan
volume ciran
ketidakseimbanga
n cairan
DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, fitri respati.2014.Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Dua Satria Ofiset.

Ernawati, 2012. Buku Ajar Konsep Dan Aplikasi Keperawatan Dalam Pemenuhan Kebutuhan
Dasar Manusia . Jakarta: TIM

Burrner & Suddarth. 2002.anatomi & fisiologi.Jakarta:EKG

Fajar pujiyastuti.2014. pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit. Surakarta

Hidayat.A.Aziz Alimul.2006.Pengan tar Dasar Manusia: aplikasi konsep dan proses


keperawatan. JAKARTA. Salemba medika

Harnawati.2011. Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit.

Tarwono dan wartondi.2001. Kebutuhan Dasar Manusia Dan Proses Keperawatan.salemba


Medika.JAKARTA.

Anda mungkin juga menyukai