Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REVIEW

OLEH

SITI ZALEHA

NON DIK A 2019

2191210001

PENDIDIKAN BAHASA DAN SATRA INDONESIA


JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji dan syukur penyusun ucapkan kehadiran Allah SWT karena atas berkat dan
rahmatNyalah tugas mata kuliah Retorika ini dapat selesai. Sesuai dengan kontrak mata kuliah
Retorika, bahwa pada akhir menjelang ujian semester para mahasiswa diwajibkan menyiapkan
suatu Critical Book Report dari buku yang ada hubungannya dengan mata kuliah tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, penyusun memilih buku yang berjudul : “Retorika Modern”
karangan Jalaluddin Rakhmat., dan buku yang berjudul “ Public Speaking for College and
Career” karangan “Hamilton Gregory” untuk dianalisis dan dilaporkan.

Penyusun Critical book report berusaha semaksimal mungkin menelaah dan menganalisis
dari tata cara penulisan, susunan materi bahasan, tata bahasa dan gaya bahasa, serta makna yang
tersirat dalam buku tersebut. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing
mata kuliah menyimak : Muhammad Surip, S.Pd. M. Si yang telah memberikan bimbingan dan
arahan hingga Critical Book Report ini tersusun adanya.

Semoga Critical Book Report ini berguna bagi yang membutuhkan dan dapat menambah
ilmu bagi para pembaca.

Assalamualaikum Wr.Wb

Medan, 8 Maret 2021

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pidato adalah suatu kegiatan berbicara di depan khalayak, baik yang bertujuan informatif
maupun persuasif. Pidato adalah salah satu bagian dari retorika, yaitu monologika. Monologika
adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog. Dalam monologika hanya satu orang yang
berbicara kepada orang lain atau sekelompok orang.

Bentuk utama monologika adalah pidato. Komunikasi dalam pidato bersifat satu arah,
sebab hanya satu orang yang berbicara sedangkan yang lain mendengar.

Dalam berpidato, terdapat beberapa metode atau jenis penyampaian pidato. Metode itu
adalah impromptu, manuskrip, memoriter, dan ekstemporer. Dari keempat jenis atau metode
berpidato tersebut, tentu ada perbedaan dalam cara penyampaiannya serta kelebihan dan
kekurangannya.

Sebelum membuat pidato, ada baiknya kita membuat skema pidato terlebih dahulu.
Skema pidato adalah skema yang digunakan untuk menyusun kerangka pidato. Skema berguna
untuk memandu orator dalam menyusun pidatonya. Sehingga, pidato yang dihasilkan akan lebih
teroganisir dan tidak terkesan acak-acakan.

Tujuan

Untuk mengetahui persiapan pidato;

Untuk membandingkan isi dari dua buah buku tentang metode pidato;

Untuk menyelesaikan tugas Critical Book Report.

Manfaat

Mengetahui perbandingan isi kedua buku.

Menambah wawasan tentang isi buku.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................ i

DAFTAR ISI.............................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1

A. Latar Belakang............................................................................................................. 1

B. Tujuan.............................................................................................................................. 1

C. Manfaat............................................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................... 2

A. Identitas Buku.............................................................................................................. 2

B. Ringkasan Isi Buku.................................................................................................... 2

C. Kelebihan Buku........................................................................................................... 13

D. Kekurangan Buku...................................................................................................... 14

BAB III PENUTUP.................................................................................................................. 15

Simpulan....................................................................................................................................... 15

Saran.............................................................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................. 16

BAB II

PEMBAHASAN

IDENTITAS BUKU

Buku Utama (Buku pertama)

Judul buku : Retorika Modern Pendekatan Praktis

Pengarang : Jalaludin Rakhmat

Penerbit` : PT Remaja Rosdakarya

Tahun terbit : 1986

Kota Terbit : Bandung

Tebal Buku : 137 halaman

Ukuran : 14 x 20,5cm

Buku Pembanding (Buku kedua)

Judul buku : Public Speaking for College and Career Second Edition

Pengarang : Hamilton Gregory

Penerbit : Mc Graw-Hill Publishing Company

Tahun terbit : 1990


Kota Terbit : New York

Tebal buku : 353 halaman

Ukuran : 24 × 18,5 cm

RINGKASAN ISI BUKU I (RETORIKA MODERN)

TAHAP PERSIAPAN PIDATO

Ketika pengumpulan pendapat dilakukan diantara 400 profesor retorika di perguruan-


perguruan tinggi diamerika serikat, dua buah pidato dinyatakan sebagai pidato yang paling
terkenal di amerika serikat. Salah satu diantaranya ialah pidato Gettysburg, tanggal 19 November
1863. Pembicara utama pada pembicaraan itu adalah Edward everret, rektor Harvard dan
gubernur massacusets. Semula peringatan akan dilaksanakan sampai tanggal tersebut diatas. Ia
membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk membuat persiapan.

JENIS-JENIS PIDATO

Menurut ada-tidaknya persiapan, sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan,
dapat dikemukakan empat macam pidato : impromptu, manuscript, memoriter, dan ekstemporer.

A. Impromptu

Bagi juru pidato yang berpengalaman, impromptu memiliki beberapa keuntungan :


Impromptu lebih dapat mengungkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena
pembicara tidak memikirkan lebih dahulu pendapat yang disampaikannya.
Gagasan dan pendapatnya datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup.
Impromptu memungkinkan anda terus berpikir.

Kerugian dalam berpidato impromptu :

Impromptu dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah, karena dasar pengetahuan yang
tidak memadai.
Impromptu mengakibatkan penyampaikan yang tersendat-sendat dan tidak lancer.
Gagasan yang disampaikan bisa “acak-acakan” dan ngawur.
Karena tiadanya persiapan, kemungkinan “demam panggung” besar sekali.

Impromptu dapat dihindari, tetapi bila terpaksa hal-hal berikut dapat dijadikan pegangan:

1. pikirkan lebih dahulu teknik permulaan pidato yang baik. Misalnya : cerita, hubungan dengan
pidato sebelumnya, bandingan, ilustrasi dan sebagainya

2. tentukan sistem organisasi pesan. Misalnya : susunan kronologis, teknik “pemecahan soal”,
kerangka ekonomi sosial-politik, hubungan teori dan praktek.

3. pikirkan teknik penutup pidato yang mengesankan. Kesukaran menutup pidato biasanya
merepotkan pembicara impromptu.

B. Manuskrip

Pidato ini juga disebut pidato naskah. Juru pidato membacakan naskah pidato dari awal
sampai akhir. Pidato manuskrip tentu saja bukan jenis pidato yang baik walaupun memiliki
keuntungan sebagai berikut :

1. Kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya sehingga dapat menyampaikan arti yang tepat dan
pernyataan yang gambling

2. Pernyataan dapat dihemat,karena manuskrip dapat disusun kembali

3. Kefasihan berbicara dapat dicapai,karena kat-kata sudah dipersiapkan

4. Hal-hal yang menyimpang dapat dihindari

5. Manuskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak

Kerugian dari pidato manuskrip yaitu :

1. Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung dengan
mereka

2. Pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik

3. Tidak ada umpan balik terhadap pendengar

4. Pembuatannya lebih lama dan sekedar menyiapkan outlinenya saja.


Hal yang harus disampaikan dalam penyusunan dan penyampaian pidato manuskrip :

1. Susunlah lebih dahulu garis-garis besarnya dan disiapkan bahan-bahannya

2. Tulislah manuskrip seakan-akan anda berbicara

3. Baca naskah itu berkali-kali sambil membayangkan pendengar

4. Hafalkan sekedarnya sehingga anda dapat lebih sering melihat pendengar

5. Siapkan manuskrip dengan ketikan besar, tiga spasi dan batas pinggir.

C. Memoriter

Memoriter merupakan pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata. Bahaya
terbesar timbul bila satu kata atau lebih hilang dari ingatan. Seperti penulisan manuskrip, maka
naskah memoriter pun harus ditulis dengan gaya ucapan.

D. Ekstemporer

Ekstemporer adalah jenis pidato yang paling baik dan paling sering dilakukan oleh juru
pidato yang mahir. Pidato yang sudah dipersiapkan sebelumnya berupa outline dan pokok pokok
penunjang pembahasan. Tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata.
Keuntungan ekstemporer ialah komunikasi pendengar dengan pembicara lebih baik karena
pembicara berbicara langsung kepada khalayak,pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai dengan
kebutuhan dan penyajiannya lebih spontan.

MEMILIH TOPIK DAN TUJUAN

Sebelum berpidato, kita harus mengetahui lebih dahulu apa yang akan kita sampaikan
dan tingkah laku apa yang diharapkan dari khalayak kita.

Sumber-sumber topik

Untuk membantu anda menentukan topik, Prof Wayne N. Thompson menyusun sistematika
sumber topik sebagai berikut :
Pengalaman pribadi
Perjalanan
Tempat yang pernah dikunjungi
Kelompok anda
Wawancara dengan tokoh
Kejadian lua biasa
Peristiwa lucu
Kelakuan atau adat yang aneh
Hobi dan ketrampilan
Cara melakukan sesuatu
Cara bekerja sesuatu
Peraturan dan tata cara
Pengalaman pekerjaan atau profesi
Pekerjaan tambahan
Profesi keluarga
Pelajaran sekolah atau kuliah
Hasil-hasil penelitian
Hal-hal yang perlu diteliti lebih lanjut
Pendapat pribadi
Kritikan pada permainan,film,buku,puisi,pidato atau siaran pidato
Hasil pengamatan pribadi
Peristiwa hangat dan pembicaraan publik
Berita halaman muka surat kabar
Topic tajuk rencana
Artikel pada kolom yang lain
Berita radio dan televise
Topic surat kabar daerah
Berita dan tajuk surat kabar kampus
Percakapan diantara mahasiswa
Kuliah
Penemuan mutakhir
Peristiwa yang bakal terjadi
Masalah abadi
Agama
Pendidikan
Soal masyarakat yang belum selesai
Problem pribadi
Kilasan biografi
Orang yang terkenal

Kriteria topik yang baik

1. Topik harus sesuai dengan latar belakang pengetahuan anda

Topik yang paling baik adalah topik yang member kemungkinan anda lebih tahu daripada
khalayak, anda lebih ahli dibandingkan dengan kebanyakan pendengar.

2. Topik harus menarik minat anda

Topik yang enak diperbicarakan tentu saja topik yang paling anda senangi atau topik yang amat
menyentuh emosi anda.

3. Topik harus menarik minat pendengar

Kita bicara untuk orang lain, dan kalau tidak ingin ditinggali pendengar, anda harus berbicara
tentang suatu yang diminatinya.

4. Topik harus sesuai dengan pengetahuan pendengar

Betapapun baiknya topik, bila tidak dapat dicerna oleh khalayak, topic itu bukan saja tidak
menarik tetapi bahkan menyusahkan mereka

5. Topik harus terang ruang-lingkup dan pembahasannya

Topik tidak boleh terlalu luas,sehingga setiap bagian hanya memperoleh ulasan sekilas saja, atau
“ngawur”
6. Topik harus sesuai dengan waktu dan situasi

Topik dalam orasi ilmiah sudah pasti berbeda dengan topic dalam pesta jamuan makan.
Upacara, peringatan atau situasi tertentu menentukan topik apa yang diulas. Selain itu, topik
harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Waktu akan mempengaruhi luas-sempitnya
pembicaraan. Bila tersedia waktu 24 jam untuk berpidato, Anda dapat berbicara
tentang”Elektromagnetisme: pengertian, sejarah penemuan dan gejala-gejalanya” secara agak
terinci.

7. Topik harus dapat ditunjang dengan bahan yang lain

Berbicara tentang hubungan antara luasnya lingkaran lubang hidung dengan kecerdasan
memang menarik. Tetapi bahan penunjang untuk itu sukar diperoleh. Belum banyak (malah tidak
ada) buku yang menguraikan tipe-tipe lubang hidung dan kaitannya dengan kecerdasan.
Sebaliknya, teori kepribadian dapat diperoleh penjelasannya pada ratusan buku-buku psikologi.

Merumuskan Judul

Erat kaitannya dengan topik ialah judul. Bila topik adalah pokok bahasan yang akan
diulas, maka judul adalah nama yang diberikan untuk pokok bahasan itu. Seringkali judul telah
dikemukakan lebih dahulu kepada khalayak, karena itu judul perlu dirumuskan lebih dahulu.
Judul yang baik harus memenuhi tiga syarat: relevan, provikatif, dan singkat.

Menentukan Tujuan

Ada dua macam tujuan: tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum pidato biasanya
dirumuskan dalam tiga hal: memberitahukan (informatif), mempengaruhi (persuasif), dan
menghibur (rekreatif). Dalam kenyataannya, tidak ada pidato yang semata-mata informatif,
melulu persuasif atau murni rekreatif. Pidato kampanye yang ditujukan untuk mempengaruhi
pemilu biasanya menyandang unsur hiburan pula.

Pidato informatif ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Komunikasi


diharapkan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan
yang dibicarakan.

Pidato persuasif ditujukan agar orang mempercayai sesuatu, melakukannya atau terbakar
semangat dan antusiasmenya. Keyakinan tindakan dan semangat adalah bentuk reaksi yang
diharapkan. Bila khalayak tidak mungkin dapat bertindak karena tidak ada kemampuan untuk itu,
mereka diharapkan memiliki keyakinan saja tentang proposisi yang kita ajukan.

Pidato yang paling sukar dan paling cepat diketahui hasilnya adalah pidato rekreatif
(untuk menghibur). Perhatian,kesenangan, dan humor adalah reaksi pendengar yang diharapkan
di sini. Bahasanya bersifat enteng, segar dan mudah dicerna.

Tujuan khusus ialah tujuan yang dapat dijabarkan dari tujuan umum. Dari tujuan
menghibur dapat disampaikan ribuan jenis pidato,tetapi apa yang ingin dicapai oleh Anda pada
saat ini terlihat dari tujuan khususnya. Tujuan khusus bersifat kongkret dan sebaiknya dapat
diukur atau dibuktikan segera.

MENGEMBANGKAN BAHASAN

Bila topik yang baik sudah ditemukan, Anda memerlukan keterangan untuk menunjang
topik tersebut. Keterangan penunjang (supporting points) dipergunakan untuk memperjelas
uraian, memperkuat pesan, menambah daya-tarik dan mempermudah pengertian.

Kini terasa betapa hebatnya kesan yang kita terima. Di sini A.R. Sjahab sudah
mengembangkan bahasan dengan menggunakan penjelasan contoh dan ilustrasi hipotesis. Semua
teknik pengembangan bahasan dapat dikelompokkan dalam enam macam:

Penjelasan

Sebenarnya penjelasan yang sempura selalu menyertakan keterangan penunjang lainnya.


Dalam pidato informative, seluruh uraian merupakan penjelasan.

Contoh

Manusia sukar menerima hal-hal yang abstrak. Contoh dapat mengkongkretkan gagasan,
sehingga lebih mudah dipahami. Contoh dapat berupa cerita yang terinci dan ini kita
sebut ilustrasi.

Analogi

Analogi ialah perbandingan antara dua hal atau lebih untuk menunjukkan persamaan atau
perbedaannya. Ada dua macam analogi:harfiyah dan kiasan. Analogi harfiyah(literal
analogy) ialah perbandingan di antara objek-objek dari kelompok yang sama, karena
adanya persamaan dalam beberapa aspek tertentu.
Testimoni

Testimoni ialah pernyataan ahli yang kita kutip untuk menunjang pembicaraan kita.
Pendapat itu dapat kita ambil dari pidato, karangan, artikel makalah, laporan dan
sebagainya.

Statistik

Statistik adalah angka-angka yang dipergunakan untuk menunjukkan perbandingan kasus


dalam jenis tertentu.

Perulangan

Sudah lama diketahui bahwa perulangan dapat menimbulkan kesan yang kuat, sehingga
Emil Dofivat memasukkannya sebagai salah satu cara untuk menggerakkan massa.
Dalam periklanan, jutaan rupiah dikeluarkan hanya untuk mengulang pesan yang sama.

RINGKASAN ISI BUKU II (PUBLIC SPEAKING FOR COLLEGE AND


CAREER)

Ada empat metode berbicara dasar yang digunakan oleh pembicara publik hari ini. Anda perlu
memahami metode yang paling cocok untuk audiens tertentu.

Impromptu

Improptu berarti berbicara dadakan, tidak ada persiapan. Sebagai contoh, tanpa
peringatan Anda diminta memberi ceramah kepada sesama karyawan Anda tentang perjalanan
konvensi baru-baru ini ke New Orleans. Dalam situasi seperti ini, Anda hanya perlu melakukan
yang terbaik yang Anda bisa. Jika Anda mendapatkan peringatan terlebih dahulu beberapa menit,
menuliskan ide sentral dan banyak ide-ide yang mendukung sebanyak mungkin. Merumuskan
pengantar dan kesimpulan. Jika Anda tidak memiliki peringatan sebelumnya sama sekali, coba
rumuskan gagasan utama Anda saat Anda berdiri untuk berbicara. Lakukan yang terbaik,
mencoba untuk menyajikan pidato Anda seperti yang disarankan dalam buku ini. Sarannya
singkat. Ketika diminta untuk berbicara dadakan, beberapa pembicara menghabiskan satu jam
mengatakan hal yang sama berulang-ulang karena mereka takut meninggalkan sesuatu yang
penting atau tidak mampu untuk menyelesaikan pidato dengan lancar. Namun, lebih berdosa jika
membiarkan audiens bosan selama satu jam ketimbang meninggalkan sesuatu yang penting.
Singkatnya hampir selalu ada kebaikan atau jalan.

Cobalah untuk meramalkan situasi di mana Anda mungkin akan dipanggil untuk
berbicara dadakan, dan mempersiapkan diri dengan sesuai. Dengan kata lain, ketika Anda
kembali dari New Orleans dan Anda pergi untuk bekerja, berlatihlah dalam pikiran Anda apa
yang akan Anda katakan jika bos meminta Anda untuk membuat pidato sedikit tentang konvensi.

Manuskrip

Menyampaikan seluruh pidato dari naskah adalah salahsatu metode lainnya . Ada dua
cara untuk menyampaikan pidato. Yang pertama adalah dengan hanya membaca naskah. Elayne
Snyder, seorang konsultan pidato, mengatakan pendekatan ini digunakan terutama "jika Anda
memberikan kesaksian pada sidang komite kongres atau sidang resmi lain di mana setiap kata
akan muncul dalam bentuk permanen dalam catatan resmi, atau jika Anda telah diminta untuk
memberikan makalah pada konferensi ilmiah atau pendidikan dan setiap kata akan muncul dalam
jurnal konferensi. "Masalah dengan pendekatan ini, kata Snyder, adalah bahwa hal itu"
menghancurkan spontanitas dan antusiasme. "Pembicara gagal untuk melihat penonton, gagal
untuk berbicara dengan ekspresi yang memadai, dan sering membaca terlalu cepat.

Cara kedua untuk menyampaikan pidato naskah adalah dengan menggunakan teks
tertulis, tetapi tidak benar-benar membacanya. Berikut adalah bagaimana metode ini bekerja:
Anda berlatih pidato berulang-ulang sampai Anda benar-benar akrab dengan itu. Ketika Anda
berpidato, Anda melirik teks untuk menyegarkan ingatan Anda, tetapi sebagian besar waktu
Anda melihat pendengar dan berbicara kepada mereka seolah-olah kata-kata itu murni dari hati
dan baru dirumuskan. Teknik ini sangat efektif, tapi saya harus memperingatkan Anda: itu jauh
lebih sulit daripada yang terlihat. Beberapa aktor, politisi berpengalaman, dan speechmakers
profesional menggunakan metode ini dengan sukses besar, tetapi kebanyakan speaker-bahkan
mereka dengan banyak pengalaman-gagal untuk melakukannya. Mereka terdengar
membosankan dan tak bernyawa, daripada yang alami dan spontan.

Memori

Menghafal memiliki satu kelebihan, yaitu Anda dapat mengetahui kata-kata yang tepat
untuk waktu berikutnya. Tetapi dibandingkan keuntungannya, akan lebih banyak kerugiannya.
Melalui beberapa pembicara terkenal berkata bahwa ingatan meraka adalah kata-kata mereka.
Saya tidak merekomendasikan metode ini untuk siapapun. Tentunya untuk pembicara yang
belum berpengalaman.

Menghafal pidato adalah ide yang buruk untuk alasan berikut.

1. Anda akan dipaksa untuk menghabiskan sejumlah besar waktu dalam melakukan pidato ke
memori.
2. Pada beberapa titik dalam pidato Anda, Anda mungkin tiba-tiba lupa apa selanjutnya. Hal ini
bisa menyebabkan Anda menjadi sangat malu atau bahkan panik. Setelah tergelincir dari pidato
Anda, Anda mungkin tidak dapat kembali ke jalur awal.

3. Bahkan jika Anda ingat seluruh pidato Anda, Anda akan berbicara dari memori Anda, bukan
dari hati Anda. Hal ini dapat menyebabkan Anda terdengar jauh tak bernyawa, tidak berenergi,
seperi robot manusia.

Ekstemporer

Metode Ekstemporer adalah gaya paling populer dari teknik berbicara di Amerika saat
ini. Idenya adalah untuk terdengar seolah-olah Anda memuncak spontan, tapi bukannya
memberikan canggung, goyah pidato yang banyak off-the-spontan speaker memberikan, Anda
menyajikan dengan indah dan terorganisir, sehingga berkembang dengan baikdan terlihat bahwa
Anda telah menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan dan berlatih.

Anda berbicara dari catatan, tetapi catatan ini tidak berisi pidato Anda ditulis kata demi
kata. Sebaliknya mereka hanya berisi ide dasar Anda, dinyatakan dalam beberapa kata kunci.
Ketika Anda berbicara, Anda membuat kata yang tepat saat . Anda melirik catatan Anda kadang-
kadang untuk mengingatkan diri Anda dari titik berikutnya, tetapi sebagian besar waktu Anda
melihat pendengar, berbicara kepada mereka dalam alam, nada percakapan suara.

Meskipun metode tanpa persiapan yang populer dan efektif memberikan jaminan
kesuksesan. Bahkan, jika Anda tidak hati-hati, dapat membuat Anda untuk kegagalan. Berbicara
ekstemporar memungkinkan fleksibilitas lebih dari membaca. Anda dapat menyesuaikan pidato
untuk memenuhi kebutuhan khalayak tertentu. Jika, misalnya, Anda melihat bahwa beberapa
pendengar Anda tidak mengerti titik, Anda dapat menyajikan kembali pesan Anda dalam kata
yang berbeda atau Anda dapat memasukkan penjelasan tambahan. Jika Anda adalah pembicara
terakhir dari malam di pesta dan Anda merasakan bahwa audiens Anda berpikir untuk pergi tidur
karena spembicara bertele-tele yang mendahului Anda, Anda dapat mempersingkat pidato Anda
dengan memotong beberapa poin kecil Anda.

Praktek Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Praktek meningkatkan rasa percaya diri Anda, memberikan Anda rasa penguasaan dan
kompetensi. Berikut adalah beberapa tips:

Mulailah. Jika Anda menunggu sampai malam Anda bicara, maka Anda tidak akan
memiliki cukup waktu untuk mengembangkan dan memoles pembicaraan Anda. Biarkan
diri Anda hari ini latihan sebelum tanggal pidato Anda.
Praktek akan melalui seluruh pidato Anda setidaknya 4 kali atau lebih jika diperlukan.
"Ide Praktek, bukan kata-kata" adalah pepatah senilai Mengindahkan; dengan kata lain,
belajar titik pidato Anda dengan titik tidak kata demi kata
Waktu sendiri selama sesi latihan.
Selama sebagian besar sesi latihan Anda
Beberapa pembicara merasa terbantu untuk berlatih di depan cermin r untuk menggunakan
video atau audio tape recorder
Beberapa pembicara merasa terbantu untuk membuat uji coba di ruang yang sangat di mana
mereka akan memberikan pidato
Selain berlatih seluruh pidato, mencurahkan waktu latihan khusus ke awal dan akhir-dua
bagian yang harus halus dan efektif
Pastikan bahwa Anda tidak menaruh terlalu banyak kata-kata di atas catatan Anda.

KELEBIHAN BUKU

Buku pertama

Pada buku Retorika karangan Jallaluddin, dijelaskan tahapan persiapan pidato dan metode-
metode pidato secara lengkap dan jelas;

Pada buku ini dijelaskan cara memilih topik dan tujuan pidato dengan jelas;

Terdapat penjelasan tentang kriteria topik yang baik;

Pada buku ini dijelaskan tentang cara mengembangkan bahasan yang dikemas dengan cara
rinci;

Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, sehingga mudah dipahami oleh pembaca;

Dan buku ini, khususnya pada bab yang dibahas, materi dijelaskan secara rinci dan lengkap
sehingga dapat menjadi buku pegangan.

Buku Kedua

Pada buku Public Speaking for Collage and Career karangan Hamilton Gregory dijelaskan
tentang metode berpidato, komunikasi nonverbal, sesi tanya-jawab, praktek meningkatkan rasa
percaya diri;
Penjelasan tentang metode terasa jelas karena menggunakan contoh perumpamaan aplikasi
metode pidato tersebut.

Buku ini sangatlah rinci menjelaskan persiapan-persiapan pidato yang berasal dari diri sendiri.
Persiapannya lebih fokus ke si pembicara

Bahasanya menggunakan bahasa Inggris keseharian, sehingga jarang ditemukan kata-kata yang
sulit.

KEKURANGAN BUKU

Buku Pertama (RETORIKA MODERN)

Hanya menjelaskan persiapan dari segi materi pidatonya;

Tidak menjelaskan kelebihan dan kekurangan penggunaan metode-metode pidato.

Meskipun penjelasan cukup dimngerti,namun terkadang ada paragraf-paragraf yang kurang


nyambung antara paragraf yang lain, sehingga kadang menimbulkan makna yang ambigu.

Buku Kedua (PUBLIC SPEAKING FOR COLLAGE AND CAREER)

Tidak menerangkan faktor apa yang menentukan penggunaan metode pidato

Tidak menjelaskan skema dan tujuan pidato.

Tidak di semua point terdapat penjelasan secara rinci kelebihan dan kekurangan penggunaan
metode pidato, hanya sekilas saja.

Buku ini cenderung menerangkan persiapan dari segi si pembicara itu sendiri.
BAB III

PENUTUP

Simpulan

Adapun simpulan yang dapat penyusun ambil ialah :

Kedua buku tersebut sangatlah cocok untuk dijadikan pegangan dalam pembelajaran
berbicara di depan publik atau untuk menambah pengetahuan tentang tata cara dan
persiapan berpidato atau berbicara di depan umum;

Pada buku pertama persiapan pidato cenderung ke materi pidato tersebut, sedangkan pada
buku kedua, persiapan lebih diri seorang pembicara tersebut;

Kedua buku ini rasanya dapat saling melengkapi dalam pembelajaran pidato atau
berbicara di depan umum.

Saran

Bagi mahasiswa, agar memperbanyak pengetahuan tentang persiapan pidato ataupun publik
speaking.

Bagi masyarakat umum, agar menambah wawasan tentang retorika terutama metode pidato agar
tidak menjadi pembicara yang asal-asalan dan tanpa konsep.

Sekiranya pembaca dapat mengolaborasikan kedua buku tersebut untuk mencapai pengetahuan
yang lebih banyak lagi
DAFTAR PUSTAKA

Rakhmat, Jalaluddin. 2009. Retorika Modern. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Gregory, Hamilton. 1990. Public Speaking For College And Career Second Edition. New York:
McGRAW-HILL PUBLISHING COMPANY