Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sri RahayuYusri

NIM : H051201028

Statistika A

Tugas Pekan 9

MASYARAKAT MARITIM DAN KATEGORISASINYA

I. Definisi Masyarakat Maritim


Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, cukup lama hidup bersama,
mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yangsama, dan melakukan sebagian besar
kegiatannya di dalam kelompok tersebut.
Maritim adalah segala aktivitas pelayaran dan perniagaan/perdagangan yang berhubungan dengan
kelautan atau disebut pelayaran niaga.
Masyarakat maritim : kesatuan-kesatuan hidup manusia yang saling berinteraksi berupa kelompok-
kelompok kerja, yang sebagian besar atau sepenuhnya menggantungkan kehidupan ekonominya
secara langsung atau tidak langsung pada pemanfaatan sumberdaya hayati atau nonhayati laut serta
jasa-jasa laut.
II. Karakteristik dari Masyarakat Maritim
1. Masyarakat Maritim menggantungkan mata pencahariannya dari eksploitasi laut. Dimana mereka
hidup dari sumber daya dan alam yang masih berlimpah. Dalam perkembangannya, hasil
sumberdaya laut yang antara lain dari hasil ikan, kerang dan sebagaainya.
2. Masyarakat maritim memiliki sifat keterbukaan dalam menerima unsur-unsur dari luar. Sebagai
contoh berkembangnya agama Islam pada abad ke-15 danke-16 di Indonesia atau Nusantara,
adalah melalui daerah-daerah atau kota-kota pelabuhan seperti Samudra Pasai, Aceh, Malaka,
Demak, Gresik, Tuban dan lain-lain.
3. Masyarakat Maritim dalam hal religi yang berorientasi kepada kepercayaan adanya dunia roh dan
lebih khusus lagi penghormatan kepada roh nenek moyang mereka. Padamasyarakat pantai,
terutama masyarakat nelayan atau pelaut, upacara-upacarasemacam itu juga ditujukan kepada
tokoh-tokoh mistis penjaga laut, seperti RatuPantai Selatan dan Pantai Utara, agar mereka diberi
keselamatan dalam menjalankanpekerjaan sebagai nelayan atau pelaut
III. Kelompok-Kelompok Masyarakat Maritim Pedalaman dan Kota Pantai Setelah Indonesia Merdeka
1. Kategori Masyarakat Maritim yang Bersentuhan Secara Langsung dengan lingkungan laut
 Penduduk nelayan
 Petambak
 Pelayar/pengusaha transportasi laut
 Petambang batu karang dan pasir laut
 Petambang migas dan mineral (modern)
 Pengelola industri pariwisata bahari
 Penyelam dan olahragawan laut
 Peneliti dari kalangan akademisi yang terlibat secara langsung dalam dunia laut
 Marinir/Angkatan Laut dan Satuan-satuan Tugas Keamanan Laut, dll.
2. Kategori Masyarakat Ekonomi Maritim yang Kurang Bersentuhan dengan lingkungan Laut
 Pedagang hasil-hasil laut
 Pemodal/rentenir
 Pekerja di pelabuhan/pasar atau pelelangan ikan
 Pengelola dan pekerja industri hasil-hasil laut
 Pengusaha dan pekerja industri perahu/kapal, alat tangkap, tali-temali, dsb.
 Birokrat dan praktisi dari kementerian, lembaga non-pemerintah, peneliti dari lembaga
ilmiah yang terkait
 LSM dan pemerhati lingkungan laut, dll.
IV. Kelas Sosial-Ekonomi dan Struktur Sosial dalam Masyarakat Maritim
1. Tipe pedesaan local tradisional yang sedang berkembang dan bercirikan struktur sosial tidak
tajam, kurang berkelas/stratifikasi, dan cenderung dipedomani dengan ideology egalitarian.
2. Tipe modern perkotaan berskala besar yang kapitalis-industrial dan bercirikan struktur sosial
berkelas/berstratifikasi yang terwujudkan dalam perbedaan status dan peran dalam organisasi
sosial yang tajam serta hubungan sosial yang formal/resmi.

Anda mungkin juga menyukai