Anda di halaman 1dari 3

B.

Perbedaan Teks Akademik dengan Teks Non-Akademik


Teks akademik atau yang sering juga disebut teks ilmiah berbeda dengan teks non-akademik
atau teks non-ilmiah. Teks akademik dan teks non-akademik ditandai oleh ciri-ciri tertentu.
Untuk membedakan keduanya, anda harus menelusuri ciri-ciri tersebut. Dengan memahami
ciri-ciri teks akademik, anda akan merasa yakin bahwa jenis teks tersebut memang penting
bagi kehidupan akademik anda. Terbukti bahwa dalam menjalani kehidupan akademik, anda
harus membaca dan mencipta teks akademik. Perbedaan antara teks akademik dan teks
non-akademik perlu dijelaskan secara memadai dengan mengidentifikasi ciri-cin yang ada
Pendapat tentang teks akademik yang berkembang selama ini adalah bahwa teks akademik
mempunyai ciri-ciri antara lain sederhana, padat, objektif, dan logis (lihat, misalnya,
Sudaryanto, 1996, Moeliono, tanpa tahun; Moeliono, 2004). Akan tetapi, selama ini pula
belum terdapat bukti-bukti empiris yang diajukan untuk memberikan penjelasan yang
memadai secara linguistik tentang pengertian sederhana, objektif, dan logis itu (Wiranto,
2012). Akibatnya, ciri-ciri tersebut biasanya hanya dipahami secara naluri tanpa didasarkan
pada data atau teori tertentu. Anda, sebagai insan akademik, tentu harus dapat
menjelaskan hal itu secara akademik berdasarkan argumen yang kuat. Pengeksplorasian
cincin keilmiahan pada teks akademik menjadi penting karena teks akademik merupakan
dimensi tersendiri apabila dibandingkan dengan jenis jenis teks yang lain (Bazerman,
1998.15-27), dan teks akademik cenderung membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk
memahamkan isinya kepada target pembaca (Martin & Veel, Eds, 1998-31). Teks akademik
yang dihasilkan harus memperhatikan ada/tidaknya penggunaan kalimat minor. Kalimat
minor adalah kalimat yang tidak lengkap. Kalimat minor berkekurangari salah saiu dari unsur
pengisi subjek atau finit/prediktator. Akibatnya, kalimat tersebut dapat dianalisis dari sudut
pandang leksikogramatika, serta tidak dapat pula dianalisis menurut jenis dan fungsinya.
Keberadaan kalimat minor pada teks akademik tidak saja menyebabkan tidak dapat
diidentifikasinya unsur-unsur leksikogramatika secara idesional dan interpersonal tetapi juga
menyebabkan non-akademik, Anda dapat memperhatikan contoh teks berikut.

Contoh 1 :
BERDAMAI DENGAN COVID-19
COVID-19 kelihatannya masih akan bertahan lama mengganggu kehidupan kita. Setiap
prediksi tentang perhitungan berakhimya masa berlaku virus ini selalu saja dimentahkan
oleh situasi yang justru berlaku sebaliknya: korban semakin banyak bergelimpangan. Hal ini
tentu sangat menyedihkan sekaligus menyebalkan bagi kita yang terbiasa hidup bebas
dalam berinteraksi dan beraktivitas. Kita mungkin bisa menanyakan ke diri sendiri, sudah
berapa kali kita mengutuki COVID-19 ini? Pandemi dan karantina atau new normal yang saat
ini dijalankan adalah sebuah masalah. Ya, tentu saia itu masalah. Bahkan sebagaian orang
menganggapnya sebagai masalah besar. Kita semua sepakat dengan itu. Lalu kemudian
bagaimana solusinya? Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak dikalahkan keadaan?
Tentu saja jawabannya terkait dengan bagaimana kita menyikapi COVID-19 ini. Kita harus
berdamai dengan virus. Itu adalah kuncinya. Kita harus melanjutkan hidup. Kembali ke
kehidupan yang menghidupi kita. Rasa takut yang berlebihar justru membahayakan, tetapi
sembrono dan mengabaikan protokol kesehatan juga tak kalah berbahanyanya. Masker
menjadi peranti wajib dalam beraktivitas. Perilaku hidup sehat dengan rajin mencuci tangan
dan membatasi
sentuhan ke benda-benda umum juga harus tetap dilaksanakan. Meski begitu, sepenuhnya
kita juga harus menyadari bahwa penggunaan masker dan perilaku hidup sehat memang
wajib kita terapkan meskipun tanpa adanya COVID-19. Jadi, protokol kesehatan dalam
rangka pencegahan virus corona ini sebenarnya bertujuan secara tersirat untuk menuntun
kita berperilaku sehat sepanjang hayat. Dalam kondisi yang serba terbatas dan dibatasi ini,
kita harus bisa mengambil hikmah atau nilai positifnya. Cita-cita konseptual yang menuntut
kehidupan berbasis konektivitas dalam jaringan kini mulai menjadi nyata. Pembelajaran di
sekolah, perkuliahan dan kegiatan perkantoran mulai nyaman dengan model digital. Tentu
ini akan tetap dipertahankan demi efisiensi kerja. aktu yang tersisa, lebih banyak kita
gunakan untuk hal-hal lain yang selama ini tidak terkejar untuk kita laksanakan. Berdiam diri
di rumah sungguh teramat berharga apabila kita habiskan hanya untuk mengutuki keadaan.
Ada baiknya kita mulai berdamai dengan virus, bangkit dan memanfaatkan situasi sambil
mengajukan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri semisal, “berapa buku yang sudah
saya baca semasa COVID-19 ini?"

Contoh 3 :
ВАКАТ
Karena kesal nilai matematika di raport anaknya jelek, Pak Martin mendatangi sekolah dan
melampiaskan kekesalannya pada guru.
Pak Martin : Kenapa nilai matematika anak saya dapat merah begini? Anda bisa
mengajar atau tidak?!
Guru : Tenang dulu, Pak. Sabar.
Pak Martin : Matematika itu penting di era saat ini. Saya ingin nilai matematika anak
saya sempurna!
Guru : Memang benar bahwa nilai matematika anak bapak kurang bagus. Memang benar
bahwa pelajaran matematika itu penting bagi siswa. Akan tetapi apakah bapak tidak melihat
nilai-nilai mata pelajaran yang lain?
Pak Martin : Itu tidak penting!
Guru : Kami sudah berusaha maksimal dalam mengajar matematika, tapi tampaknya bakat
anak bapak tidak mengarah ke situ. Anak bapak justru sangat terampil dalam melukis dan
bermain basket. Pak, semua anak dilahirkan dengan bakat masing-masing. Anak bapak
sangat berbakat di bidang seni dan olahraga. Itu harus bapak syukuri sebagai sebuah
kelebihan yang tidak dipunyai semua orang.
Pak Martin terdiam

Kalau dinilai berdasarkan informasi tentang teks akademik yang telah dipaparkan di atas,
yang mana di antara ketiga teks itu yang lebih cenderung ke dalam jenis teks akademik dan
yang mana yang lebih cenderung ke dalam jenis teks non akademik? Berilah komentar Anda.
Berkaitan dengan hal itu, perlu diketahui hal-hal berikut ini, Pertama, di dalam teks non
akademik banyak digunakan kata kita sebagai subjek kallimat, sedangkan di dalam teks
akademik penggunaannya dihindarkan. Kedua, untuk menyatakan proses pada teks
akademik digunakan nomina, sedangkan pada teks non-akademik cenderung menggunakan
verta Karena itu, dalam menulis teks akademik pemakai Bahasa seyogianya sellau berusaha
menggunakan nomina dalam menyatakan proses itu
Misalnya
Verba
bertujuan
menelaah
bercakap-cakap
berkomunikasi
menggunakan
digunakan
Nomina
tujuan
telaah
percakapan
komunikasi
pengunaan
Nominalisasi digunakan dalam penulisan teks akademik untuk memadatkan informasi
Prinsipnya adalah mengubah kata kerja menjadi bentuk nomina atau kata benda Contohnya
yang terdapat dalam kalimat Oleh karena itu, sumbangan wanita terhadap kelangsungan
keluarga besar sekali. Nomina sumbangan dan kelangsungan adalah hasil nominalisasi
Ketiga dalam penulisan teks akademik bentuk pasif dimanfaatkan untuk menghilangkan
pelaku manusia sehingga unsur kalimat yang berperan sebagai subjek dijadikan pokok
persoalan yang dibicarakan di dalam teks. Dengan menganggap pelaku dianggap lebih
penting dan karenanya ditemakan. Pemilihan lema seperti ini snagat diperlukan karena teks
akademik tidak membahas para pelaku, tetapi membahas pokok persoalan tertentu yang
disajikan di dalamnya. Pokok persoalan ditempaykan sebagai tema pada kalimat-kalimat
yang ada, dan penggunaan bentuk pasif dimaksudkan sebagai strategi pemetaan tema
tersebut Contohnya "Studi tentang lintas Bahasa budaya dangat diperlukan Keempat, dalam
penulisan teks akademik kalimatkalimat yan digunakan adalajh kalimat gramtikal,
sedangkan dalam teks non-akademik sering terdapat juga penggunaan kalimat yang tidak
gramatika