Anda di halaman 1dari 5

Nama : Hanum Salsabila Pebriani

No Absen : 15

Kelas : 7B

BENTUK KEBERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA

A. Pengertian Budaya

Indonesia terdiri dari begitu banyak pulau. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki
kekayaan budaya yang beragam. Kebudayaan Indonesia tentunya datang dari berbagai daerah
yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat asli di daerah tersebut.

Secara umum, pengertian budaya adalah suatu cara hidup yang terdapat pada sekelompok
manusia, yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi
berikutnya. Dalam hal ini, budaya sangat berkaitan dengan bahasa atau cara berkomunikasi,
kebiasaan di suatu daerah atau adat istiadat.

B. Faktor-Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat Indonesia

Keberagaman di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut factor factor penyebab
keberagaman di Indonesia.

1. Letak geografis. Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki ribuan pulau.
Luas wilayah Indonesia yang besar berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang
dimiliki kondisi itu, menjadikan sumber keberagaman tercipta, seperti suku, budaya, ras,
dan golongan. Dengan kondisi tersebut menimbulkan perbedaan dalam masyarakat di
Indonesia.
2. Kondisi iklim dan alam yang berbeda. Kondisi iklim dan alam antarwilayah di
Indonesia berbeda-beda. Perbedaan musim hujan dan kemarau antardaerah, perbedaan
kondisi alam seperti pantai, pegunungan mengakibatkan perbedaan pada masyarakat.
3. Pengaruh kebudayaan asing. Keberagaman juga bisa muncul karena pengaruh
kebudayaan asing yang memiliki ciri yang berbeda. Biasanya lewat komunikasi atau
mereka datang ke Indonesia. Hal tersebut menjadikan terjadinya akulturasi atau
pencampuran unsur kebudayaan asing dengan kebudayaan Indonesia.
4. Agama. Keberagaman agama di tengah-tengah masyarakat menunjukkan Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang religius. Semua agama meyakini akan keberadaan dan
kekuasaan Tuhan. Akan tetapi, sistem keyakinan dan ibadah antara satu agama dengan
agama yang lain berbeda.
5. Sejarah. Sejarah merupakan satu di antara faktor penyebab keberagaman masyarakat
Indonesia. Tiap wilayah bisa memiliki perjalanan sejarahnya sendiri. Misalnya, wilayah
yang memiliki riwayat sejarah kerajaan Islam akan memiliki ciri khas budaya khusus
terkait sejarah ini.
6. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan. Faktor penyebab keberagaman
masyarakat Indonesia yang terakhir adalah bagaimana sikap masyarakat terhadap
perubahan yang ada. Sikap masyarakat sangat berpengaruh terhadap pembentukan
budaya dan keberagaman. Ada masyarakat yang bisa menerima ada juga masyarakat
yang menutup. Perbedaan inilah yang menciptakan keberagaman budaya dan pandangan
di Indonesia.
C. Bentuk Keberagaman Budaya di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan karena terdiri dari banyak pulau. Hal tersebut
menjadikan Indonesia memiliki keragaman budaya. Lalu, Indonesia juga terdiri dari 34 provinsi
yang memiliki adat dan budaya yang khas di setiap daerah.

Keragaman budaya tersebut antara lain keragaman bahasa, rumah adat, pakaian adat,
tarian daerah, senjata tradisional, lagu daerah, alat music dan upacara adat. Keragaman budaya
tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita syukuri dan kita lestarikan.

1. Bahasa

Bahasa daerah di Indonesia sangat beragam. Jumlahnya sangat banyak karena


setiap provinsi memiliki beberapa bahasa daerah sekaligus. Bangsa Indonesia secara garis
besar mempunyai 2 bahasa yaitu bahasa nasional dan bahasa daerah. Indonesia memiliki
lebih dari 746 bahasa daerah, sebab tiap daerahnya mempunyai bahasa tersendiri.
contohnya : bahasa Aceh, bahasa Madura bahasa Jawa, bahasa Kalimantan, bahasa Bali,
bahasa Papua, dan masih banyak lainnya

2. Rumah Adat

Salah satu bentuk keragaman budaya Indonesia dapat dilihat dari rumah adat di
tiap tiap daerahnya. Rumah adat dibangun dengan wujud dan cara yang sama dari
generasi ke generasi tanpa atau sedikit mengalami perubahan. Rumah adat tradisional
sampai saat ini masih ada yang ditinggali, tapi juga ada yang digunakan untuk upacara
adat.

Dalam penentuan bentuk rumah berdasarkan keadaan geografis, pemanfaatan


hasil alam yang ada sebagai bahan bangunan, maupun memperhatikan terwujudnya
rumah yang sehat dengan penentuan arah rumah berdasarkan arah mata angin dan sinar
matahari. Kebanyakan rumah adat di Indonesia memang dibuat sesuai kondisi alam
sekitarnya. selain itu juga disesuaikan dengan adat istiadat atau nilai-nilai agama yang
dianut. Rumah adat merupakan cerminan budaya yang terbentuk dari tradisi dalam
masyarakat, seperti adaptasi atau cara hidup, ekonomi, dan religinya.

Di Indonesia setiap daerah mempunyai rumah tradisional yang beragam


berdasarkan wilayah dan sukunya. Misalnya, rumah gadang di Sumatera Barat, gapura
candi bentar yang merupakan rumah adat Bali, rumah joglo khas Jawa Tengah, rumah
panjang khas masyarakat Kalimantan Barat, dan sebagainya.

3. Pakaian Adat

Keragaman budaya Indonesia selanjutnya adalah pakaian adat. Pakaian adat atau
tradisional berfungsi untuk mengekspresikan identitas. Pakaian adat ada yang digunakan
untuk acara sehari-hari maupun untuk upacara-upacara adat. Masyarakat menggunakan
pakaian adat setempat ketika ada kegiatan adat. Biasa nya kita mudah untuk mengenali
pakaian adat yang digunakan tiap-tiap daerah.

Misalnya, baju bodo khas suku Bugis dan Makassar, ulos dari Sumatera Utara,
pakaian adat betawi khas DKI Jakarta, kebaya Jawa dengan jarik batik khas Jawa
Tengah, pakaian adat king baba dan king bibinge dari Kalimatan Barat.

4. Tarian Dan Pertunjukan

Dalam bidang seni Indonesia juga memiliki beragam tarian yang mempunyai daya
tarik tersendiri. Tidak hanya dinikmati turis lokal, budaya tari Indonesia bahkan dikenal
sampe keluar negeri. Tari rakyat atau tari tradisional adalah tarian yang tumbuh di
kalangan rakyat, ragam tarian rakyat tumbuh menurut letak geografis, seperti daerah
pegunungan, dan pesisir pantai, hal ini yang membedakan bentuk dan dinamika
tariannya.Tiap daerah mempunyai tarian adat masing-masing dengan peruntukan yang
berbeda. Ada tarian untuk menyambut tamu agung, menyambut panen, upacara kematian,
upacara keagamaan, dan sebagainya.

Sebut saja, tari Saman dari daerah Aceh, tari kecak dan pendet dari Bali, tari
jaipong dari Jawa Barat, tari reog Ponorogo dari Jawa Timur, tari topeng Betawi dari
Jakarta, tari piring dari Sumatera Barat, tari maengket dari Sulawesi Utara, dan
sebagainya.

5. Senjata Tradisional

Dalam sebuah kegiatan adat atau lainnya, kadang kadang juga diperlihatkan
senjata daerah masing-masing. Senjata tradisional tak hanya digunakan sebagai alat
berlindung dari serangan musuh, tapi juga digunakan dalam kegiatan berladang dan
berburu. Dulunya memang senjata daerah ini digunakan oleh masyarakat untuk mengusir
penjajah dan melindungi diri. Namun, sejata daerah sudah sedikit berubah fungsinya.
Beberapa daerah sudah menjadikan senjata sebagai pelengkap baju daerah untuk upacara
besar adat.

Pada saat ini, senjata tradisional telah menjadi identitas bangsa yang turut
memperkaya kebudayaan Nusantara. Misalnya rencong khas masyarakat Aceh, golok
khas Betawi, kujang khas Jawa Barat, keris khas Jawa Tengah, celurit asli Madura, dan
badik dari Sulawesi.

6. Lagu Daerah dan Alat Musik Daerah

Lagu tradisional adalah lagu yang berasal dari daerah tertentu. Lagu daerah mirip
dengan lagu kebangsaan namun statusnya hanya bersifat kedaerahan dengan lirik dan
bahasa asal daerah masing-masing.

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik
yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat
daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Lagu tradisional umumnya menceritakan nilai
kehidupan masyarakatnya dan memiliki makna mendalam.

Contoh lagu tradisional yang terkenal di Indonesia adalah Rasa Sayange asal
Maluku, Gundul-gundul Pacul dan Bapak Pucung dari Jawa Tengah, Bungong Jeumpa
dari Aceh, Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat, Anging Mammiri dari Sulawesi
Selatan.

Setiap daerah memiliki alat musik tradisional khas masing-masing daerah, seperti
angklung, bedug, calung, gamelan, kolintang, tifa, tamborin, saluang, sasando, dan
sebagainya.

7. Upacara Adat

Salah satu keragaman budaya Indonesia lainnya yaitu upacara adat yang ada di
setiap daerahnya. Upacara adat adalah salah satu tradisi yang dianggap memiliki nilai-
nilai bagi masyarakat sekitar.

Selain sebagai cara manusia untuk berhubungan dengan para leluhur dan Sang
Pencipta, upacara adat juga menjadi perwujudan manusia untuk menyesuaikan diri
terhadap alam dan lingkungannya dalam arti luas.

Contohnya, upacara ruwatan dalam tradisi Jawa untuk menyucikan seseorang dari
kesialan. Upacara sekaten oleh masyarakat Yogyakarta dilakukan untuk memperingati
kelahiran Nabi Muhammad. Kemudian upacara Ngaben di Bali dengan melakukan
kremasi jenazah, dan upacara bakar batu di Papua yang bertujuan untuk bersyukur,
bersilaturahim, atau menyambut tamu penting.

D. Semboyan Bhenika Tunggal Ika Sebagai Pemersatu Keberagaman

Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman sosial di Indonesia adalah sebagai pemersatu,
perekat berbagai budaya dari suku bangsa di Indonesia.

Di dalam UUD 1945 menjelaskan bahwa Lambang Negara Indonesia adalah Garuda
Pancasila dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Lagu Garuda Pancasila diciptakan oleh
Sudharnoto sebagai lagu wajib perjuangan Indonesia.

Burung Garuda melambangkan kekuatan. Warna emas pada burung Garuda


melambangkan kemuliaan. Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Setiap
simbol pada perisai melambangkan setiap ajaran Pancasila, yaitu:

1. Bintang melambangkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa


2. Rantai melambangkan prinsip Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Pohon Beringin melambangkan prinsip Persatuan Indonesia
4. Kepala Banteng melambangkan prinsip Demokrasi yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan
5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial bagi Rakyat Seluruh dari Indonesia

KESIMPULAN

Indonesia adalah negara kepulauan karena terdiri dari banyak pulau. Hal tersebut
menjadikan Indonesia memiliki keragaman budaya. Keragaman tersebut menjadi suatu kekayaan
yang dimiliki oleh Indonesia. Dimana proses terbentuknya suatu kebudayaan dipengaruhi oleh
banyak faktor, baik itu faktor pendorong maupun faktor penghambat. Dari factor tersebut
terbentuklan keragaman budaya di Indonesia antara lain keragaman bahasa, rumah adat, pakaian
adat, tarian daerah, senjata tradisional, lagu daerah, alat music dan upacara adat.

Keberagaman masyarakat Indonesia memiliki dampak positif sekaligus dampak negatif


bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Dampak positif keberagaman bisa memberikan
manfaat bagi perkembangan dan kemajuan. Sedangkan dampak negatifnya dapat mengakibatkan
ketidakharmonisan bahkan perpecahan bangsa dan negara. Oleh karena itu diperlukannya sifat
bineka tunggal ika untuk di amalkan dalam kehidupan sehari hari, dimana makna dari semboyan
tersebut adalah, walaupun kita berasal dari beraneka keanekaragaman budaya, akan tetapi kita
ytetap satu yaitu “Bangsa Indonesia”.