Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN MINI RISET FILSAFAT PENDIDIKAN

* PANDANGAN PERBEDAAN ANTARA


KTSP DAN KURIKULUM 2013
PADA PESERTA DIDIK*

Dosen Pengampu:
ANIFAH, S.Sos., M.Pd.

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 4
1. DWI JESISCCA SILALAHI (3183131027)
2. AYU NOVIANA SIMATUPANG (3183331010)
3. SITI NURHALIMAH (3183131034)
4. SUCI VIVI NADEA (3181131011)

FAKULTAS ILMU SOSIAL


PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TP. 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mini riset ini yang berjudul
”PERBANDINGAN ANTARA KTSP DAN KURIKULUM 2013 PADA
PESERTA DIDIK”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih ada kekurangan baik dari segi
penulisan dan tata bahasanya dan makalah tidak terlepas dari bantuan dan
dorongan dari beberapa pihak sehingga memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu penulis menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Dan harapan penulis semoga
makalah ini dapat berguna dan menambah pengetahuan.

Medan, November 2018

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...................................................................................................1


1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................1
1.3 Tujuan Penelitian...............................................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian.............................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pokok Pembahasan.............................................................................................3

2.2 Metode Penelitian...............................................................................................6

2.3 Teknik Pengumpulan Data.................................................................................6

2.4 Waktu dan Tempat Penelitian............................................................................6

2.5 Analisis Pertanyaan............................................................................................7

BAB III HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

3.1 Respon Pendidik & Peserta Didik......................................................................8

3.2 Keefektifan Antara Kurikulan & KTSP.............................................................9

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan......................................................................................................10

4.2 Saran.................................................................................................................10

Dokumentasi dari Hasil Penelitian.........................................................................11

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Dalam sejarah perjalanan pendidikan di Indonesia, kurikulum sudah
menjadi stigma negative dalam masyarakat karena seringnya berubah tetapi
kualitasnya masih tetap diragukan. Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai
program pendidikan yang dikehendaki. Sebagai sarana, kurikulum tidak akan
berarti jika tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang diperlukan seperti
sumber-sumber belajar dan mengajar yang memadai, kemampuan tenaga
pengajar, metodologi yang sesuai, serta kejernihan arah serta tujuan yang akan
dicapai. Pelaksanaan suatu kurikulum tidak terlepas dari arah perkembangan suatu
masyarakat. Perkembangan kurikulum di Indonesia pada zaman pasca
kemerdekaan hingga saat ini terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan
zaman serta terus akan mengalami penyempurnaan dalam segi muatan,
pelaksanaan, dan evaluasinya.
Perubahan kurikulum dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu),
tetapi dapat pula bersifat keseluruhan yang menyangkut semua komponen
kurikulum. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila hanya terjadi pada
komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja, isi saja, metode saja, atau
sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum bersifat menyeluruh bila
mencakup perubahan semua komponen kurikulum. Dalam perjalanan sejarah
sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan,
yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, dan 2004, 2006 dan
tak ketinggalan juga kurikulum terbaru yang akan diterapkan di tahun ajaran
2013/2014. Sebelum pelaksanaan penerapan kurikulum 2013 ini, pemerintah
melakukan uji publik untuk menentukan kelayakan kurikulum ini di mata publik.
Kemudian pada akhirnya di tahun 2013 akan mulai diberlakukan kurikulum ini
secara bertahap.

1.2  RUMUSAN MASALAH


1.      Bagimana perubahan KTSP 2006 ke kurikulum 2013 ?
2.      Bagaimana respon pendidik dan peserta didik terhadap kurikulum 2013 ?

1
3.      Bagaimana keefektifan kurikulum 2013 dibanding KTSP 2006?
1.3  TUJUAN PENELITIAN
1.      Untuk mengetahui penyebab perubahan KTSP 2006 ke kurikulum 2013
2.      Untuk mengetahui respon pendidik dan peserta didik terhadap kurikulum 2013
3.      Untuk mengetahui keefektifan kurikulum 2013 dibandingkan dengan KTSP 2006

1.4  MANFAAT PENELITIAN


1.  Dapat mengetahui penyebab diperbaruinya kurikulum dari KTSP 2006 ke
Kurikulum 2013
2.      Dapat mengetahui respon pendidik dan peserta didik terhadap kurikulum 2013
3.      Dapat mengetahui keefektifan kurikulum 2013 dibandingkan dengan KTSP 2006

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 POKOK PEMBAHASAN

Pendidikan merupakan suatu hal terpenting bagi pembangunan dalam


rangka untuk meningkatkan martabat suatu bangsa. dalam Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Pasal 36 ayat (2)
menyebutkan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan
dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan,
potensi daerah, dan peserta didik. Pendidikan sebagai sebuah usaha
mempersiapkan manusia yang siap pakai dalam berbagai bidang pekerjaan dan
keahlian guna menjawab tantangan kehidupan. Pendidikan nantinya harus mampu
membina generasi mendatang menjadi manusia dengan karakter yang kuat,
dengan jati diri yang jelas dan dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan
masalah yang dihadapi bangsa, baik masalah-masalah masa kini maupun di masa
akan datang. Untuk itu diperlukan keprofesionalan dalam pendidikan yang bebasis
siap untuk menantang pendidikan sehingga diperlukan setiap satuan pendidikan
yang dinamakan kurikulum.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu
ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi
dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum
disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program
pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Dulu dan sekarang,
kita sudah mengenal dengan yang namanya KTSP atau Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan yang mulai diberlakukan sejak tahun ajaran 2007/2008.

3
“ Perbedaan Kurikulum 2013 dengan KTSP ”

KTSP Kurikulum 2013


SKL terdiri dari setiap mata Hanya ada 1 SKL pada setiap jenjang
pelajaran, setiap mata pelajaran kelas yang menjadi acuan untuk semua
memiliki SK dan KD sendiri, mata pelajaran.
disetiap jenjang kelas
Pembelajaran menitikberatkan Pembelajaran lebih menekankan
pada kemampuan kognitif. Terlihat pendidikan karakter. Adanya
dari esensi SK dan KD yang lebih keseimbangan antara soft skill dan hard
banyak memuat konseptual. skill. Dipaparkan jelas pada tiap-tiap
sehingga beban belajar terlalu Kompetensi Inti,yaitu KI1, KI2, KI3 dan
berat. KI4.
Pembentukan karakter belum Pendidikan karakter sudah dimunculkan
secara jelas diuraikan dalam SKL, dalam SKL dalam ranah KI1 (religious),
hanya dimunculkan dalam silabus dan KI2 (sikap sosial individual).
dan RPP
Pembelajaran yang digunakan Pembelajaran menggunakan pendekatan
bersifat pasif dan abstrak ilmiah yang bersifat interaktif,
menyelidiki konteks dunia nyata.
SKL diuraikan berasal dari standar SKL diuraikan berdasarkan kebutuhan,
isi dimana SKL digunakan sebagai dasar
untuk mengembangkan 7 SNP yang
lainnya.
Terdapat pemisahan antara mata Semua mata pelajaran harus mampu
pelajaran sikap, keterampilan, dan membentuk sikap, keterampilan, dan
pembentukan pengetahuan pengetahuan.
Kompetensi diuraikan dari mata Mata pelajaran diuraikan dari
pelajaran. kompetensi yang ingin dicapai
Mata pelajaran terpisah – terpisah Semua mata pelajaran disatukan oleh KI
sehingga terlihat seperti kumpulan disetiap kelas.
mata pelajaran.
Mata pelajaran belum relevan Sesuai dengan perkembangan anak, mata
dengan kompetensi yang pelajarannya esensial, dan sesuai dengan

4
dibutuhkan, terlalu berat, terlalu yang dibutuhkan.
luas.
Cakupan SKL terdiri dari satuan Cakupan SKL untuk semua satuan
pendidikan, mata pelajaran, dan pendidikan yang meliputi mata
kelompok mata pelajaran. pelajaran, jenjang kelas, maupun
kelompok pelajaran.
Penjurusan dimulai ketika kelas XI Tersedia kelompok peminatan (sebagai
SMA. Tidak tersedia mata ganti penjurusan) dan pilihan antar
pelajaran pilihan antar jurusan. kelompok peminatan dan bebas pada
awal masuk sekolah SMA.

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di


masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan
pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender
pendidikan, dan silabus.
Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi
kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus
dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan.
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, dan tematik-
integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk mendorong peserta didik
atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan
mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka
ketahui setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa kita
memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik.

2.2 METODE PENELITIAN


Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yanng
dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka. Menurut Lexy J.
Moleong, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif barupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang
diamati.Sementara itu penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang

5
ditujukan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang
ada baik fenomena ilmiah maupun rekayasa manusia.

2.3 TEKNIK PENGUMPULAN DATA


1. Wawancara (Interview)
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide
melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam topik tertentu.
Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data tentang komponen kurikulum
mulai dari tujuan pembelajaran hingga evaluasi pembelajaran.Dalam hal ini,
peneliti melakukan wawancara langsung dengan Guru yang bersangkutan.
2. Dokumentasi
Dokumen adalah kumpulan data yang berbentuk nyata dan diperoleh
berdasarkan sistem pengelolaan data yang disebut dengan proses dokumentasi.
Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data-data atau dokumen-dokumen yang
dapat dipertanggungjawabkan atas kebenarannya mengenai gambaran umum di
sekolah yang diteliti tersebut.Dalam hal ini, peneliti melakukan pengisian
pertanyaan berupa angket dalam lembaran kertas kecil, yang berisi 4 pertanyaan
dan jawaban dari masing-masing siswa.

2.4 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


1. Waktu Penelitian

Penelitian yang kami lakukan selama 1 kali pertemuan terhitung dari mulai
Sabtu, 26 Oktober 2018 yang diawali dengan persiapan pengajuan permohonan
surat izin observasi dari Fakultas Pendidikan Geografi UNIMED kepada Kepala
Sekolah yang bersangkutan.. Kami melakukan Observasi, wawancara serta
mencari dokumen atau arsip yang mendukung penelitian kami.

2. Tempat Penelitian

Kami melakukan penelitian di SD Negeri 091409 Sidamanik, tahun


pelajaran 2018/2019. Peneliti mengambil lokasi atau tempat ini dengan
pertimbangan tugas penelitian FILSAFAT PENDIDIKAN.

6
2.5 ANALISIS PERTANYAAN
Dalam penelitian yang telah kami lakukan, kami menyebarkan selembaran
kertas kepada siswa-siswi kelas IV (4) SD sebagai sampel dalam penelitian kami,
dengan beberapa pertanyaan, yaitu:
1) Menurut kalian, enak gak belajar mengikuti kurikulum baru (K13)?
2) Apakah ada Hambatan dalam mengikuti pembelajaran K13 ini?
3) Pernah gak kalian menjalani KTSP sebelumnya?
4) Mana lebih mudah dalam belajar, KTSP atau K13?

Dan beberapa pertanyaan kepada Guru yang kami wawancarai, yaitu:


1) Selama Ibu mengajar di sekolah ini, dan memasuki Kurikulum Baru,
apakah ada hambatan dalam mengajar di K13 ini, Bu?
2) Apakah menurut Ibu, siswa-siswa mudah atau dapat menerima pelajaran
dengan menggunakan K13 ini?
3) Menurut Ibu, apa perbedaan mengajar dalam KTSP atau K13?

BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada penelitian ini kami menggunakan pendekatan deskriptif wawancara


Kepada : Ibu Elida Damanik S.Pd, (Guru)

7
Pukul    : 09.10 WIB
Tempat : Kantor Guru di SD Negeri 091409 Sidamanik

3.1 Respon Pendidik Dan Peserta Didik Terhadap Kurikulum 2013


 Respon Pendidik (GURU)
Para pendidik yang aktif  merasa lebih tertantang dan pendidik harus lebih
aktif pula untuk mencari materi-materi karena untuk memberikan materi yang
lebih jelas dan lebih mendetail terhadap peserta didiknya. Kurikulum 2013 lebih
ke pendekatan ilmiah,harus ada pengamatan, dari adanya pengamatan maka
menimbulkan suatu pertanyaan didalam fikiran peserta didik, sehingga peserta
didik harus mencari data,dan menganalisisnya agar bisa memecahkan jawaban
tersebut. Kurikulum 2013 juga menjadikan peserta didik lebih sering tanya jawab
terhadap temannya ataupun Guru yang mengajar untuk saling bertukar fikiran.

 Respon Peserta Didik (SISWA/I)


Dari jawaban yang diberikan oleh peserta didik, kami dapat menyimpulkan
bahwa, mereka lebih senang dalam belajar mengikuti kurikulum baru yaitu KTSP,
dibandingkan mengikuti K13, karena belajar mengikuti KTSP itu, lebih mudah
dimengerti dan keaktifan mereka dalam belajar semakin meningkat.
Mereka juga berpendapat bahwa, Guru yang mengajar mereka lebih enak di
KTSP, dibandingkan dengan K13, karena baik dan jarang memukul siswa jika
mereka salah, selalu sabar dan baik dalam mengajar mereka.Mereka juga pernah
mengikuti KTSP sebelumnya.Dan kebanyakan dari mereka, menyukai KTSP
daripada K13.
Menurut data yang kami peroleh, siswa/i SD keberatan dalam K13, karena
fasilitas belajar yang kurang, misalnya mengakses dari Internet.

3.2 Keefektifan Kurukulum 2013 dibandingkan dengan KTSP 2006


Keefektifan Kurikulum 2013 dibandingkan KTSP 2006 jauh lebih efektif,
karena lebih menyeluruh, terarah, dan membuat peserta didik mampu lebih baik
dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan
(mempresentasikan), apa yang mereka peroleh dan mereka ketahui setelah

8
menerima materi pembelajaran sehingga menjadikan peserta didik nantinya
memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik.

9
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Diadakannya  perubahan ke kurikulum 2013 karena diharapkan adanya
suatu kebangkitan suatu pendidikan, karena Kurikulum 2013 kajiannya lebih
mendalam.
Para pendidik yang aktif  merasa lebih tertantang dan pendidik harus lebih
aktif daripada kurikulum sebelumnya terutama didalam mencari materi-materi
pembelajaran untuk peserta didiknya
Respon peserta didik terhadap kurikum 2013 yang berada di wilayah atau
sekolah pinggiran lebih pasif, karena terdapat kendala didalam fasilitas penunjang
pendidikan, sedangkan peserta didik yang berada di wilayah kota jauh lebih aktif
karena fasilitas penunjang pendidikannya terpenuhi
Kefektifan Kurikulum 2013 dibandingkan KTSP 2006 jauh lebih efektif,
karena lebih menyeluruh,terarah, dan membuat peserta didik mampu lebih baik
dari kurikulum sebelumnya.

4.2 SARAN
Konsep Kurikulum 2013 jauh lebih efektif dibandingkan dengan
kurikulum sebelumnya namun untuk sekolah yang berada diwilayah pinggiran
masih mengalami kendala didalam pelaksanaannya, sehingga pemerintah harus
lebih memperhatikan sekolah yang berada di wilayah pinggiran sehingga
Kurikulum 2013 nantinya bisa berjalan efektif.
            Sedangkan bagi para pendidik diharapkan untuk lebih aktif dan kreatif
daripada sebelumnya dalam mencari materi pembelajaran.

10
DOKUMENTASI DARI HASIL PENELITIAN:A

11
12
DAFTAR PUSTAKA
https://www.silabus.web.id/perbandingan-konsep-k13-dan-ktsp/
http://bse.annibuku.com/artikel/kurikulum-ktsp-vs-kurikulum-2013

13