Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Dasar Teori


Flowmeter adalah alat untuk mengukur jumlah atau laju aliran dari suatu
fluida yang mengalir dalam pipa atau sambungan terbuka. alat ini terdiri dari
primary device, yang disebut sebagai alat utama dan secondary device (alat bantu
sekunder). Flowmeter umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu alat utama dan alat
bantu sekunder. Alat utama menghasilkan suatu signal yang merespons terhadap
aliran karena laju aliran tersebut telah terganggu. Alat utamanya merupakan
sebuah orifis yang mengganggu laju aliran, yaitu menyebabkan terjadinya
penurunan tekanan. Alat bantu sekunder menerima sinyal dari alat utama lalu
menampilkan, merekam, dan/atau mentrasmisikannya sebagai hasil pengukuran
dari laju aliran (Anonim, 2011).
Pengukuran atau penyensoran aliran fluida dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Pengukuran kuantitas
Pengukuran ini memberikan petunjuk yang sebanding dengan
kuantitas total yang telah mengalir dalam waktu tertentu. Fluida mengalir
melewati elemen primer secara berturutan dalam kuantitas yang kurang lebih
terisolasi dengan secara bergantian mengisi dan mengosongkan bejana pengukur
yang diketahui kapasitasnya.
Pengukuran kuantitas diklasifikasikan menurut :
a. Pengukur gravimetri atau pengukuran berat
b. Pengukur volumetri untuk cairan
c. Pengukur volumetri untuk gas

2. Pengukuran laju aliran


Laju aliran Q merupakan fungsi luas pipa A dan kecepatan V dari cairan
yang mengalir lewat pipa, yakni:

Q = A.V ......................................................................................(1.1)
tetapi dalam praktek, kecepatan tidak merata, lebih besar di pusat. Jadi kecepatan
terukur rata-rata dari cairan atau gas dapat berbeda dari kecepatan rata-rata
sebenarnya. Gejala ini dapat dikoreksi sebagai berikut:
Q = K.A.V ..................................................................................(1.2)

dimana K adalah konstanta untuk pipa tertentu dan menggambarkan hubungan


antara kecepatan rata-rata sebenarnya dan kecepatan terukur. Nilai konstanta ini
bisa didapatkan melalui eksperimen.

Gambar 1.1 Vortex shedding flowmeter, (a) flowmeter geometry, (b)


response, (c) readout block diagram.

3. Pengukuran metoda diferensial tekanan


Jenis pengukur aliran yang paling luas digunakan adalah pengukuran
tekanan diferensial. Pada prinsipnya beda luas penampang melintang dari aliran
dikurangi dengan yang mengakibatkan naiknya kecepatan, sehingga menaikan
pula energi gerakan atau energi kinetis. Karena energi tidak bisa diciptakan atau
dimusnahkan (Hukum kekekalan energi), maka kenaikan energi kinetis ini
diperoleh dari energi tekanan yang berubah.
Lebih jelasnya, apabila fluida bergerak melewati penghantar (pipa)
yang seragam dengan kecepatan rendah, maka gerakan partikel masing-masing
umumnya sejajar disepanjang garis dinding pipa. Kalau laju aliran meningkat,
titik puncak dicapai apabila gerakan partikel menjadi lebih acak dan kompleks.
Kecepatan kira-kira di mana perubahan ini terjadi dinamakan kecepatan
kritis dan aliran pada tingkat kelajuan yang lebih tinggi dinamakan turbulen dan
pada tingkat kelajuan lebih rendah dinamakan laminer.
Kecepatan kritis dinamakan juga angka Reynold, dituliskan tanpa dimensi:

DρV
R D=
μ

di mana :
D = dimensi penampang arus fluida, biasanya diameter
ρ = kerapatan fluida
V = kecepatan fluida
μ = kecepatan absolut fluida
Pengukuran aliran metoda ini dapat dilakukan dengan banyak cara
misalnya: menggunakan pipa venturi, pipa pitot, orifice plat (lubang sempit),
turbine flowmeter, rotameter, cara thermal, menggunakan bahan radio aktif,
elektromagnetik, ultar sonic dan flowmeter gyro. Cara lain dapat dikembangkan
sendiri sesuai dengan kebutuhan proses.

1.1.1 Venturi Meter


Venturi Meter ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang
berfungsi untuk mendapatkan beda tekanan. Sedangkan alat untuk menunjukan
besaran aliran fluida yang diukur atau alat sekundernya adalah manometer pipa U.
Venturi Meter memiliki kerugian karena harganya mahal, memerlukan ruangan
yang besar dan rasio diameter throatnya dengan diameter pipa tidak dapat diubah.
Untuk sebuah venturi meter tertentu dan sistem manometer tertentu, kecepatan
aliran yang dapat diukur adalah tetap sehingga jika kecepatan aliran berubah maka
diameter throatnya dapat diperbesar untuk memberikan pembacaan yang akurat
atau diperkecil untuk mengako modasi kecepatan aliran maksimum yang baru.
Gambar 1.1 Venturimeter

Untuk Venturi Meter ini dapat dibagi bagian utama yaitu :


a. Bagian Inlet
Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang lama seperti diameter
pipa atau cerobong aliran. Lubang tekanan awal ditempatkan pada bagian ini.
b. Inlet Cone
Bagian yang berbentuk seperti kerucut, yang berfungsi untuk menaikkan
tekanan fluida.

c. Throat (leher)
Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian ini berbentuk bulat
datar. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi atau menambah kecepatan dari
aliran yang keluar dari inlet cone.
Pada Venturi meter ini fluida masuk melalui bagian inlet dan diteruskan
kebagian outlet cone. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik pengambilan tekanan
awal. Pada bagian inlet cone fluida akan mengalami penurunan tekanan yang
disebabkan oleh bagian inlet cone yang berbentuk kerucut atau semakin mengecil
kebagian throat. Kemudian fluida masuk kebagian throat inilah tempat-tempat
pengambilan tekanan akhir dimana throat ini berbentuk bulat datar. Lalu fluida
akan melewati bagian akhir dari venturi meter yaitu outlet cone. Outlet cone ini
berbentuk kerucut dimana bagian kecil berada pada throat, dan pada Outlet cone
ini tekanan kembali normal. Jika aliran melalui venturi meter itu benar-benar
tanpa gesekan, maka tekanan fluida yang meninggalkan meter tentulah sama
persis dengan fluida yang memasuki meteran dan keberadaan meteran dalam jalur
tersebut tidak akan menyebabkan kehilangan tekanan yang bersifat permanen
dalam tekanan. Penurunan tekanan pada inlet cone akan dipulihkan dengan
sempurna pada outlet cone. Gesekan tidak dapat ditiadakan dan juga kehilangan
tekanan yang permanen dalam sebuah meteran yang dirancangan dengan tepat.
Persamaan dari Venturimeter adalah :

Co 2 gc( Pa−Pb)
U= 4
√(1−β ) √ ρ
...................................................................(1)

Diketahui : gc = Tetapan grafitasi

Pa−Pb=¿Beda tekanan sebelum dan pada venturimeter

ρ = Berat jenis fluida

1.1.2. Orificemeter
Agar dapat melakukan pengendalian atau proses-proses industri, kuantitas
bahan yang masuk dan keluar dari pros es perlu diketahui. Kebanyakan bahan
ditransportasikan diusahakan dalam bentuk fluida, maka penting sekali mengukur
kecepatan aliran fluida dalam pipa. Berbagai jenis meteran digunakan untuk
mengukur laju arus seperti Flat orifice. Untuk plat orifice ini, fluida yang
digunakan adalah jenis cair dan gas. Pada Flat orifice ini piringan harus bentuk
plat dan tegak lurus pada sumbu pipa. Piringan tersebut harus bersih dan
diletakkan pada perpipaan yang lurus untuk memastikan pola aliran yang normal
dan tidak terganggu oleh fitting, kran atau peralatan lainnya. Prinsip dasar
pengukuran Flat orifice dari suatu penyempitan yang menyebabkan timbulnya
suatu perbedaan tekanan pada fluida yang mengalir.
Gambar 1.2 Orificemeter

Flat orifice dapat dibagi atas 3 jenis, yaitu :

a) Concentric Plate
Suatu plate berlubang dimasukkan ke dalam pipa dan ditempatkan
secara tegak lurus terhadap flow stream. Ketika fluida mengalir melewati
orifice plate tersebut maka menyebabkan peningkatan kecepatan dan
penurunantekanan. Perbedaan tekanan sebelum dan setelah orifice plate
digunakan untuk mengkalkulasi kecepatan aliran (flow  velocity).

b) Eccentric Orifice Plate


Titik pusat lubang penghalang tidak satu garis pusat dengan pusat penampang
pipa. Pemasangan lubang yang tidak konsentris ini dimaksud untuk mengurangi
masalah jika fluida yang diukur membawa berbagai benda padat (solid).

c)    Segmental Orifice Plate


Segmental orifice plates digunakan terutama pada service yang sama dengan
eccentric orifices. (Achmad, 2012)

Persamaan dari Orificemeter adalah :

Co 2 gc( Pa−Pb)
U=
√(1−β ) 4
√ ρ
...................................................................(2)

Diketahui : gc = Tetapan grafitasi

Pa−Pb=¿Beda tekanan sebelum dan pada venturimeter


ρ = Berat jenis fluida

1.1.3  Rotameter

Rotameter adalah alat yang mengukur tingkat aliran cair atau gas dalam
tabung tertutup. Ini termasuk dalam kelas meter yang disebut variabel area meter,
yang mengukur berbagai laju aliran luas penampang fluida yang bergerak
melaluinya, menyebabkan beberapa efek yang dapat diukur. Sebuah rotameter
terdiri dari tabung runcing, biasanya terbuat dari kaca, dengan pelampung di
dalamnya yang didorong oleh aliran dan ditarik ke bawah oleh gravitasi. Pada
tingkat aliran tinggi yang melalui float dan tabung, float akan terbawa dan
mengambang keatas Float dibuat dalam beberapa bentuk, bentuk yang paling
umum yaitu bulat dan elips agar dapat berputar secara vertikal ketika dilalui
fluida. Gaya dan jarak angkat dari pelampung sebanding dengan laju aliran. Gaya
angkat ini dihasilkan oleh tekanan diggerensial yang menekan pelampung hingga
naik ke atas yang dinamakan area meter karena letak ketinggian pelampung itu
bergantung pada luas bidang annulus diantara pelampung dan tabung gelas tirus
itu. Pelampung akan naik dan menunjukkan pada skala pengukuran dengan satuan
yang diketahui.
Berbeda dengan orific dan venture kedua alat pengukur aliran fluida ini
dalam alirannya melalui luas yang tetap dimana fluida mengalir, tetapi pada
rotameter adalah pada tekanan yang tetap dengan aliran fluida yang berbeda-beda
(variable).

Gambar 1.3 Rotameter


Fluida mengalir ke atas melalui tabung gelas berisi float yang dapat
bergerak dengan bebas. Untuk menunjukkan besarnya aliran fluida metering float
naik ke atas, seperti terlihat pada gambar I. Kepala metering float menunjukkan
angka 0, membuktikan bahwa valve yang terletak di bawah meteran ini belum
terbuka. Rotameter bila dipasang pada pipa-pipa berukuran ¼ - 3 inci standard.

Prinsip kerja mula – mula float berada pada posisi setimbang (angka nol
pada scale line) menunjukkan bahwa tidak adanya gaya yang bekerja pada float,
dengan demikian tidak ada fluida yang mengalir. Ketika terjadi aliran fluida
berakibat pada naiknya float ke atas akibat gaya angkat dari fluida. Pembacaan
tinggi float pada scale line sebanding dengan perubahan besarnya aliran yang
terjadi. (Heru, 2012)

1.2 Tujuan Pratikum

1. Melakukan kalibrasi rotameter, orificemeter dan venturimeter.


2. Mencari kisaran kerja terbaik untuk venturi meter dan orificemeter.
3. Menbandingkan keakuratan rotameter, venturimeter dan orificemeter.
4. Membandingkan kehilangan tenaga pada rotameter, venturimeter dan
orificemeter.
DAFTAR PUSTAKA

Burhanuddin, Achmad. 2012.” Macam-macam Alat Ukur Aliran Fluida”. http://


inueds.blogspot.co.id/2012/12/macam-macam-alat-ukur-aliran-fluida.html.
Diakses 2 November 2019.

Susanto, Heru. 2012. “Areameter”. http://herususanto17.blogspot.co.id/2012/11/


areameter.html. Diakses 2 November 2019.

Tim Pembimbing Praktikum, 2019. “Instrumentasi dan Kontrol”, Edisi ke 1.


Pekanbaru : Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas
Riau.

Anda mungkin juga menyukai