Anda di halaman 1dari 12

ANALISA RANGKA SEPEDA MOTOR LISTRIK PADA SAAT PENGEREMAN

MENGGUNAKAN FEM (FINITE ELEMENT METHOD)


Hengki Frisa Sukresno1).Erwin2) Rina Lusiani3).
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
*Email : Hengki.fsukresno@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu pengembangan alat transportasi alternatif yang hemat,
ramah lingkungan dan mudah perawatannya. Salah satunya adalah sepeda motor listrik. Pada perancangan sepeda
motor listrik ini tentunya terdapat beberapa permasalahan, yaitu perlu adanya rangka sepeda motor listrik yang
kuat untuk penopang keseluruhan unit komponen dari beban penumpang, motor listrik DC dan baterai saat
pengereman dengan kecepatan 60 km/jam.
Beban dan gaya tersebut akan menimbulkan deformasi dan tegangan terdistribusi pada struktur rangka
sepeda motor listrik. Tegangan maksimum yang timbul pada rangka sepeda motor listrik tidak melebihi tegangan
maksimum yang mampu diterima oleh struktur material tersebut. Jika melebihi maka akan terjadi perubahan
bentuk dan kegagalan fungsi struktur. Rangka yang digunakan adalah rangka bekas sepeda motor trail CB100
yang di modifikasi dengan bermaterial baja karbon ASTM AISI 1018. Sedangkan penentuan tegangan
maksimum pada bentuk rangka yang tidak teratur hanya dapat ditentukan dengan metode elemen hingga dan
penyelesaiannya persamaan matematikanya melibatkan metode numerik. Perangkat lunak yang digunakan untuk
membuat struktur dimensi dan analisa rangka adalah Solidwork 2012.
Hasil dari analisa rangka sepeda motor listrik untuk Tegangan Von Mises yang dihasilkan dari gaya
pengereman Front Wheel terhadap rangka sepeda motor listrik sesudah dimodifikasi sebesar 4,52 × 10 7N/m2
dengan deformasi 0,037 mm, tegangan von mises gaya pengereman Rear Wheel 3,45 × 10 7 N/m2 dengan
deformasi 0,013 mm, dan tegangan Von Mises yang dihasilkan dari gaya pengereman total ditambah beban
konstruksi dari berat keseluruhan sebesar 1.633,36 N terhadap rangka sepeda motor listrik sebesar 2,79 × 107
N/m2 dengan deformasi 0,018 mm. Dari perbandingan tegangan maksimum yang dihasilkan dengan tegangan
luluh pada material AISI 1018, maka stuktur rangka tersebut mampu menahan beban atau dalam kondisi aman
dengan faktor kemanan sebesar 13,36.

Kata kunci: rangka sepeda motor listrik, pengereman, Solidwork 2012.

ABSTRACT
This study aims to produce a development of alternative transportation means saving, environmentally
friendly and easy to maintain. One is the electric motorcycle. In the design of the electric motorcycle is certainly
there are some problems, namely the need for electric motorcycle frame strong for sustaining the overall unit
component of the passenger load, a DC electric motor and the battery during braking at speeds of 60 km / h.
The load and will cause deformation and stress is distributed on an electric motorcycle frame structure.
The maximum voltage that arises in the electric motorcycle frame does not exceed the maximum voltage that can
be accepted by the material's structure. If exceeded, there will be changes in the shape and structure of the
malfunction. Framework used is a former dirt bike frame CB100 are modified with carbon steel material ASTM
AISI 1018. While the determination of the maximum stress in the form of an irregular order can only be
determined by the finite element method and its completion mathematical equations involving numerical
methods. The software used to create the structure dimensions and analysis framework is Solidwork 2012.
The results of the analysis framework for the electric motorcycle Von Mises stress generated from the
braking force to the frame Front Wheel electric bike modified after 4.52 × 107N / m2 with 0.037 mm
deformation, von mises braking force Rear Wheel 3.45 × 107 N / m2 to 0,013 mm deformation, and Von Mises
stress generated from the total braking force plus the construction of a heavy burden totaling 1633.36 N to order
electric motorcycles amounted to 2.79 × 107 N / m2 to 0,018 mm deformation. From the comparison of the
maximum voltage produced by the yield stress in the material AISI 1018, the structure of the framework is able to
withstand the load or in a safe condition by a factor of safety of 13.36.

Keywords: electric motorcycle frame, braking, Solidwork 2012.

1
1. PENDAHULUAN 2.2 Tipe Rangka Sepeda Motor
1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu bagian penting dari sebuah sepeda
Polusi merupakan udara atau gas beracun motor adalah rangka (frame). Rangka dapat
yang berbahaya apabila dihirup oleh indra berfungsi statik sebagai penguat struktur dan
penciuman manusia. Salah satunya adalah polusi tempat menambatkan bermacam–macam
dari kendaraan beroda dua. Dalam jangka panjang komponen lain yang ada di sebuah sepeda motor
dampak negatif tersebut akan berakibat fatal bagi dan berfungsi dinamik yang dapat membuat
kesehatan tubuh manusia. Selain itu, polusi akan pengendalian sepeda motor menjadi stabil,
mengakibatkan global warming dan banyak energi handling yang baik dan kenyamanan berkendara.
terbuang secara sia-sia. umumnya memiliki jenis rangka yang berbeda
Sepeda motor ini dirancang dengan yang disesuaikan dengan kegunaannya, berikut
memanfaatkan energi putaran poros motor listrik beberapa jenis rangka yaitu :
DC dan baterai atau accumulator(aki) sebagai 1. Single Crade Frame
penyimpan energi listrik. Sistem pengisian ulang 2. Double crade Frame
baterai yaitu dengan cara supply listrik PLN. Alat 3. Backbone Frame
ini dibuat menjadi prototipe sepeda motor listrik 4. Perimeter Frame/Deltabox
agar bisa dimanfaatkan sebagai alat transportasi 5. Trellis Frame
untuk kebutuhan sehari-hari 6. Monocoque Frame

1. 2. Perumusan Masalah 2.3 Titik Berat


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas Titik berat atau sering dikenal dengan istilah
dalam tugas akhir ini adalah : Centre of Mass (Centre of Gravity) adalah suatu
1. Bagaimana perancangan CAD rangka sepeda titik pada suatu benda, dimana pada titik tersebut
motor listrik menggunakan methode element penjumlahan berat relative terhadap satu posisi
hingga? sama dengan nol, atau dengan kata lain terjadi
2. Bagaimana menganalisa kekuatan rangka kesetimbangan benda. Pada titik tersebut maka
sepeda motor listrik saat pengereman? resultan torsi terhadap gaya gravitasi sama dengan
nol.
1. 3. Tujuan Penelitian Titik berat biasanya digunakan untuk
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah mempermudah perhitungan mekanik, contohnya
sebagai berikut : perhitungan linear dan angular momentum, karena
a. Membuat prototipe sepeda motor listrik distribusi beban pada titik tersebut merata, maka
b. Memodifikasi rangka untuk sepeda motor dapat dijadikan acuan untuk perhitungan gaya
listrik. terhadap benda tersebut.
c. Menentukan nilai keamanan penggunaan dan
memberikan material yang sesuai dengan nilai 2.4 Gaya Karena Massa Benda
kemananan penggunaan. Sesuai dengan hukum kedua Newton yang
d. Menghasilkan gambar teknik dan menganalisa menyatakan bila gaya resultan yang bereaksi pada
rangka sepeda motor listrik saat Pengereman suatu partikel tidak sama dengan nol, partikel
menggunakan FEM (Finite Element Method) tersebut akan memperoleh kecepatan sebanding
Solidwork 2012. dengan besarnya gaya resultan dan dalam arah
yang sama dengan resultan tersebut. Hukum ini
2. LANDASAN TEORI dapat dinyatakan sebagai berikut.
2.1 Teknologi Kendaraan Listrik F = m.a
Teknologi kendaraan listrik adalah teknologi Dimana F, m dan a adalah gaya, massa dan
masa depan yang nantinya industri otomotif akan percepatan, artinya besar dan kecilnya gaya yang
ada kendaraan yang hemat energi tanpa bahan bekerja sangat tergantung oleh massa dan
bakar minyak bumi atau fosil. Saat ini industri percepatannya.
kendaraan diawali dengan combustion engine. Tarikan gravitasi bumi pada sebuah benda
Jadi, kebutuhan akan minyak bumi makin besar disebut sebagai berat benda tersebut. Gaya ini
yang saat ini cadangannya sudah sangat menipis. terdapat pada benda, baik dalam keadaan diam
Maka untuk mengurangi penggunaan bahan bakar maupun bergerak. Karena tarikan ini adalah
fosil ini dibuatlah kendaraan yang mengunakan sebuah gaya, maka berat sebuah benda dalam
Baterai atau dengan sumber listrik, dilihat dari sisi satuan SI dinyatakan dalam Newton (N).
penggunaan energi listrik kendaraan yang ramah Massa merupakan sifat bahan suatu benda.
lingkungan karena bersih dan efisien tanpa Oleh karena itu, dapat dibandingkan aksi suatu
menimbulkan polusi udara. benda terhadap benda yang lain. Sifat ini
diwujudkan dengan sendirinya sebagai tarikan

2
gravitasi antara dua benda dan merupakan
kuantitatif hambatan bahan terhadap perubahan
kecepatannya. Persamaannya dapat dituliskan
sebagai berikut.
W = m.g
Berat W dinyatakan dalam Newton (N)
sedangkan massa m dalam kilogram (kg) dan
percepatan gravitasi (g) dalam (m/s2). Nilai g =
9.81 (m/s2).

2.5 Gaya Karena Pengereman


Sesuai dengan hukum ketiga Newton yang
menyatakan bahwa benda dalam apabila suatu
Besarnya gaya pengereman akan
benda dikenai suatu gaya akan memberikan
terdistribusi ban depan dan belakang yang
balikan gaya yang sama besarnya namun berbeda
kemudian diteruskan ke suspensi depan dan
arah, atau pernyataan tersebut dapat dinyatakan
belakang, dengan porsi distribusi 60% untuk
sebagai berikut :
suspensi depan, dan 40% untuk suspensi
Faksi = - Freaksi belakang. Gaya tersebut akan memberikan beban
Maka, jumlah momen yang terjadi pada terhadap konstruksi rangka.
suatu titik pada keadaan setimbang akibat gaya- Untuk mengetahui besarnya percepatan yang
gaya yang bekerja besarnya adalah 0, atau terjadi dapat menggunakan rumus dasar Gerak
pernyataan tersebut dapat dinyatakan sebagai Lurus Berubah Beraturan dimana,
berikut : Vt = Vo + a.t
∑M=0 Dimana, Vt : kecepatan akhir
Oleh karena itu untuk mengetahui gaya-gaya Vo : kecepatan awal
yang diterima oleh rangka akibat gaya eksternal a : perlambatan akibat pengereman
yaitu gaya pengereman, maka perlu diketahui t : waktu
besarnya masing-masing gaya tersebut dan Nilai percepatan akan minus, karena bersifat
tegangan yang terjadi pada desain rangka. reaksi dari gaya pengereman. Untuk menghitung
Gaya pengereman diterima oleh roda depan waktu dapat menggunakan turunan percepatan
(front wheel) dan roda belakang (rear wheel) dan terhadap waktu, dimana waktu mendekati 0 untuk
diteruskan ke rangka motor listrik. Besarnya gaya- percepatan bersifat sesaat.
gaya pada rangka akibat pengereman dapat Gaya peredam dari suspensi ini terdistribusi
diketahui dengan mengetahui dimensi, desain dari gaya pengereman dengan porsi 60% untuk
rangka, dan gaya pengereman yang terjadi. roda depan (FSf) dan 40% untuk roda belakang
Berikut adalah penamaan symbol untuk dimensi (FSr).
dan desain rangka untuk melakukan penghitungan Gaya suspensi ini akan menyebabkan
gaya akibat pengereman. pemendekan pegas suspensi yang berakibat
berubahnya CoG (Centre of Gravity) atau titik
berat dari konstruksi. Pemendekan pegas dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut L
FS = k . x
Dimana, FS = gaya suspensi (gaya pegas)
k = nilai konstanta pegas
x = besarmnya penyimpangan pegas
Pada saat terjadi pengereman, maka akan
menimbulkan gaya traksi atau gaya gesekan
maksimum sebelum terjadi selip antara ban
dengan lantai. Besarnya gaya traksi akan
Gambar 2.1 dimensi rangka untuk penghitungan memberikan beban juga kepada rangka yang dapat
gaya akibat pengereman. (Sumber: Jurnal dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Comparison between a tubular frame and a beam Ft = CT x W
frame, Politecnico di Milano) Dimana, Ft = gaya traksi
CT = nilai koefisien traksi
Tabel 2.1 Tabel symbol gaya akibat pengereman W = berat keseluruhan kendaraan
(Sumber: Jurnal Comparison between a tubular
frame and a beam frame, Politecnico di Milano)

3
Tabel 2.1 Koefisiensi jalan atau lantai
(Sumber : Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa
Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang,
“ Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis “,
2009)

2.6 Tegangan
Apabila sebuah batang atau plat dibebani
suatu gaya maka akan terjadi gaya reaksi yang
sama dengan arah yang berlawanan. Gaya tersebut
akan diterima sama rata oleh setiap molekul pada
bidang penampang batang tersebut . Jadi tegangan
adalah suatu ukuran intensitas pembebanan yang
dinyatakan oleh gaya dan dibagi oleh luas
ditempat gaya tersebut bekerja. Tegangan ada Gambar 3.1 Diagram Alir Perancangan
bermacam – macam sesuai dengan pembebanan
yang diberikan. Komponen tegangan pada sudut 3.2 Spesifikasi Sepeda Motor Listrik
yang tegak lurus pada bidang ditempat bekerjanya
gaya disebut tegangan langsung.
Pada pembebanan tarik akan terjadi tegangan
tarik maka pada beban tekan akan terjadi tegangan
tekan.

2.7 Kemajuan Komputer


Komputer merupakan alat yang sangat
menarik karena kita dapat mempercayainya. Akan
tetapi ada hal-hal yang berbahaya didalam
analisis. Kita tidak dapat meyakini besaran- Gambar 3.2 Sepeda Motor Listrik
besaran material. kesalahan pelaksanaan, dan
 Beban Keseluruhan Kendaraan : 166.5 kg
kekakuan hubungan maupun pengakunya. Beban-
 Panjang Rangka : 1000 mm
beban biasanya mempunyai besar dan distribusi  Tinggi Rangka : 6000 mm
yang tak tertentu, sedangkan dalam analisis  Kapasitas/driver : 1 orang (73 kg)
biasanya kita hanya melakukan untuk beberapa  Berat kosong Rangka Modifikasi : 20 Kg
kasus pembebanan. Bisa saja terjadi bahwa  Berat Motor DC : 9,5 Kg
struktur yang ingin kita gunakan itu ternyata tidak  Berat accu : 9.4 kg x 4= 37.6 Kg
sesuai dengan yang diharapkan.
3.3 Tujuan Modifikasi Rangka
Kini banyak perusahaan yang bergerak
Rangka merupakan suatu komponen penting
dibidang industri, khususnya industri otomotif
dalam pembuatan prototype sepeda motor listirk.
serta pertambangan Gas Alam banyak
Jenis rangka yang dipakai yaitu rangka sepeda
menggunakan perangkat lunak metode elemen
motor Honda CB-100 Trail.
hingga. Podusen otomotif dan pertambangan gas
Tujuan modifikasi ini adalah untuk merubah
alam menggunakan metode element hingga tidak
bentuk struktur rangka asli, sesuai dengan bentuk
hanya untuk pemodelan dan analisa, tetapi proses
yang diinginkan oleh modifikator. Didalam
simulasi dari produk maupun sistem aliran fluida
perubahan atau modifikasi ini hal yang ingin
yang dihasilkan dapat dilakukan pada perangkat
dicapai dalam perubahannya meliputi perubahan
lunak metode elemen hingga.
bentuk secara keseluruhan fungsi dan struktur
rangka asli itu sendiri. Struktur rangka yang
3. METODE PENELITIAN mengalami perubahan meliputi :
3.1 Diagram Alir Perancangan

4
1. Perubahan dudukan baja karbon posisi Tabel 3.1 Berat Komponen Motor
dudukan penupang dipotong karena terlalu
panjang
2. Pembuatan ulang dudukan shockbreker karena
sudah berkarat.
3. Penambahan Baja karbon ditengah rangka
sebagai penguat dudukan Motor DC dan accu.

Tabel 3.2 Sifat Fisik Material AISI 1018


Gambar 3.3 Rangka sebelum dan sudah
di modifikasi

3.4 Langkah-langkah Pembuatan CAD


Pada langkah dalam menganalisa kekuatan
statik, kita harus menggambar atau mendesain
dengan model CAD (Computer Aided Design)
menggunakan software Solidwork 2012. Adapun
bagian-bagian motor yang akan didesain terdiri
dari rangka motor yang sudah di modifikasi.

3.5 Model Komponen yang di Asembly

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Analisa dan Perhitungan Gaya Pada
Rangka
Sebelum melakukan perhitungan maka
pemodelan rangka yang dirakit dengan komponen
lain, beserta penumpang sehingga menjadi unit
motor listrik, beserta titik berat nya yang
didapatkan melalui perhitungan software
Solidwork 2012, dengan keadaan sepeda motor
Gambar 3.4 Langkah-langkah Pembuatan dan listrik :
analisa CAD.

5
= 166,5 kg . 7,75 m/s2
= 1290,4 N
Gaya pengereman tersebut terdistribusi ke
ban depan dan belakang, sehingga akan menjadi
gaya ke suspensi depan dan belakang yang akan
memberi beban pada rangka, sehingga dapat
diketahui gaya yang diterima masing-masing
suspensi yaitu sebagai berikut :
Gaya Pengereman depan (Ff ) = 60% . F
= 774,24 N
Gaya Pengereman belakang (Fr) = 40 % . F
= 516,16 N
Gambar 4.1 Sketsa dimensi unit motor listrik Gaya yang diterima tiap suspensi (FS) besarnya
sama dengan gaya pengereman pada masing-
Data-data yang digunakan untuk melakukan masing ban (Ff = FSf) dan (Fr = FSr). Akibat
perhitungan gaya pengereman adalah sebagai pengereman, suspensi akan mengalami
berikut : pemendekan yang mengakibatkan COG akan
Massa keseluruhan kendaraan (m) = 166,5 kg berubah. Besarnya pemendekan dapat diketahui
Kecepatan awal kendaraan (Vt) = 60 km/jam dengan menggunakan rumus perhitungan pegas,
Kecepatan akhir kendaraan (Vo) = 0 km/jam yaitu
Untuk mengetahui besaranya percepatan, F=k.x
dalam hal ini bernilai minus karena merupakan Dimana,
pengereman, digunakan rumus Gaya Lurus F = gaya diterima suspensi (perhitungan diatas)
Berubah Beraturan (GLBB), yaitu sebagai berikut: k = konstanta pegas
Vt = Vo + a.t kf = 7.424 N/m untuk suspensi depan
0 = 60 + a.t kr = 61.936 N/m untuk suspensi belakang
x = besarnya pemendekan
a = Maka, besarnya pemendekan untuk masing-
Waktu pengereman tidak diketahui, oleh masing suspensi adalah sebagai berikut :
karena itu digunakan teorema limit dan x depan =
differensial, dimana a = f(x). Turunan dari f(x)
dengan menggunakan teorema limit adalah =
sebagai berikut :
= 104,3 mm
x belakang =

=
= 8,3 mm
Setelah diketahui simpangan pemendekan
suspensi, maka dibuat pemodelan baru untuk
mengetahui perubahan COG akibat pengereman
yang didapat yaitu :

Sehingga, nilai a =
= 7,75 m/s2
Maka besarnya gaya pengereman adalah
F=m.a

6
Gambar 4.2 Sketsa gaya ke rangka akibat
pengereman

Keterangan gambar :
Ff = Gaya pengereman ban depan
Nf = Gaya normal ban depan
Fsf = Gaya suspensi depan
Fr = Gaya pengereman ban belakang
Nr = Gaya normal ban belakang
Fsf = Gaya suspensi belakang
Ft = Gaya traksi
W = Gaya berat total
F1 = Gaya reaksi ke rangka akibat pengereman
depan Gambar 4.4 Sketsa gaya akibat pengereman front
F2 = Gaya reaksi ke rangka akibat pengereman wheel
belakang

Nilai CT yang digunakan adalah nilai maksimum


yaitu 1,0 sehingga dapat ditunjukkan sebagai
berikut :
Ft = CT x Berat total kendaraan
= 1,0 x 166,5 . (9,81)
= 1.633,36 N
Untuk mengetahui gaya normal dari ban depan
dan belakang, dapat dihitung menggunakan sketsa
diagram benda bebas berikut :
W

A B

Nf 600,6
Nr Gambar 4.5 Diagram gaya akibat pengereman
833,6
front wheel.

Maka untuk mengetahui gaya yang diterima


Gambar 4.3 Sketsa DBB konstruksi rangka rangka akibat pengereman front wheel, yaitu F1,
terhadap gaya berat dilakukan perhitungan berdasarkan diagram gaya
dan rumus yaitu sebagai berikut :
∑ Fy = W – Nf – Nr = 0 ∑ MB = 0
Maka, Nf .cos 65,36°. 113 - Ff .sin 24,64°.250,8 + F1 . 585,3 = 0
∑ MA = 0
W (833,6) - Nr (1434,2) = 0
166,5 x 9,81( 833,6) - Nr (1.434,2) = 0 F1 =
Nr = Maka,
= 949,7 N
F1=
Sehingga, Nf = W – Nr
F1=
= 1.633,4 – 949,7
= 683,7 N
F1 =
4.1.1. Pengereman Front Wheel F1 = 375,16 N
Berikut adalah sketsa gaya-gaya yang Jadi besarnya gaya yang diterima rangka akibat
bekerja saat terjadi pengereman oleh front wheel. pengereman front wheel adalah F1 = 375,16 N.

7
Untuk gaya suspensi karena searah dengan sumbu 4.2 Analisa dan Simulasi Gaya Pada Rangka
beban, maka akan langsung diteruskan ke rangka (Software)
sebagai gaya pembebanan. Setelah pembuatan model, pemberian
material dan meshing rangka sepeda motor listrik,
4.1.2 Pengereman Rear Wheel selanjutnya di dilakukan analisa statik
Berikut adalah sketsa gaya-gaya yang menggunakan Solidowork. Gaya-gaya yang
bekerja saat terjadi pengereman oleh rear wheel. digunakan dalam analisa ini adalah gaya-gaya
hasil dari perhitungan yang telah diperoleh
sebelumnya. Dari tiap gaya yang telah diketahui,
akan disimulasikan pengaruh gaya tersebut
terhadap konstruksi rangka yang tiap gaya
memiliki arah dan besar yang berbeda-beda.
Pengujian pada simulasi hanya untuk rangka
motor lsitrik saja, tidak termasuk komponen
lainnya. Berikut adalah hasil pemodelan rangka
sepeda motor listrik menggunakan Solidwork
2012.

Gambar 4.6 Sketsa gaya akibat pengereman rear


wheel

Gambar 4.8 Pemodelan rangka sepeda motor


listrik untuk simulasi gaya.

4.2.1 Analisis dan Simulasi Gaya akibat


Pengereman Front Wheel
Berdasarkan hasil perhitungan, akibat gaya
pengereman, rangka akan menerima dua buah
gaya yaitu F1 = 375,16 N dan FSf = 774,24 N.
Gambar 4.7 Diagram gaya akibat pengereman
Maka pada pemodelan akan disimulasikan kondisi
rear wheel.
gaya pembebanan akibat pengereman tersebut.
Maka untuk mengetahui gaya yang diterima
rangka akibat pengereman, yaitu F2, dilakukan
perhitungan berdasarkan diagram gaya, yaitu
sebagai berikut :
∑ MA = 0
F2. sin 18,1°.(242,7) - Nr.cos71,92°.(565) - Fr. cos
71,92°.(565) = 0
F2 =

Maka, Gambar 4.9 meshing, pemberian gaya dan


F2 = penumpu untuk proses simulasi front wheel.

F2 = Setelah kondisi-kondisi terdefinisi, maka


dapat dilakukan proses simulasi untuk
menghitung tegangan yang terjadi pada konstruksi
F2 =
rangka. Tegangan Von Mises yang terjadi akibat
F2 = 3.405,11 N pengereman Front Wheel pada rangka motor
listrik seperti terlihat pada gambar berikut ini.

8
Gambar 4.10 Tegangan Von Mises yang terjadi
setelah diberi gaya pengereman Front Wheel pada Gambar 4.12 meshing, pemberian gaya dan
konstruksi rangka. penumpu untuk proses simulasi Rear wheel.

Deformasi yang terjadi akibat gaya Setelah kondisi-kondisi terdefinisi, maka


pengereman Front Wheel pada rangka sepeda dapat dilakukan proses simulasi untuk
menghitung tegangan yang terjadi pada konstruksi
motor listrik ditunjukkan pada gambar dibawah
ini: rangka. Tegangan Von Mises yang terjadi akibat
pengereman Reae Wheel pada rangka motor listrik
seperti terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 4.11 Deformasi yang terjadi setelah


diberi gaya pengereman Front Wheel pada
konstruksi rangka. Gambar 4.13 Tegangan Von Mises yang terjadi
setelah diberi gaya pengereman Rear Wheel pada
Hasil tegangan (von mises stress) maksimum konstruksi rangka.
ditunjukkan dengan warna merah sebesar 4,52 ×
107 N/m2 dan hasil tegangan (von mises stress) Deformasi yang terjadi akibat gaya
minimum ditunjukan warna biru sebesar 0 pengereman Rear Wheel pada rangka sepeda
dengan beban pengereman pada roda depan. Maka motor listrik ditunjukkan pada gambar dibawah
berdasarkan perbandingan tegangan luluh dari ini:
material baja jenis AISI 1018 sebesar 3,70× 108
N/m2 dapat dipastikan struktur rangka tersebut
mampu menahan beban yang diberikan atau
dalam kondisi aman dengan deformasi maksimal
sebesar 0,037 mm.

4.2.2 Analisis dan Simulasi Gaya akibat


Pengereman Rear Wheel
Berdasarkan hasil perhitungan, akibat gaya
pengereman Rear Wheel, rangka akan menerima
dua buah gaya yaitu F2 = 3.405,11 N dan FSr =
516,16 N. Maka pada pemodelan akan
Gambar 4.14 Deformasi yang terjadi setelah
disimulasikan kondisi gaya pembebanan akibat
diberi gaya pengereman Rear Wheel pada
pengereman tersebut.
konstruksi rangka.

9
Hasil tegangan (von mises stress) maksimum Deformasi yang terjadi akibat gaya
ditunjukkan dengan warna merah sebesar 3,45 × pengereman Rear Wheel pada rangka sepeda
107 N/m2 dan hasil tegangan (von mises stress) motor listrikditunjukkan pada gambar dibawah
minimum ditunjukan warna biru sebesar 0 ini:
dengan beban pengereman roda belakangg. Maka
berdasarkan perbandingan tegangan luluh dari
material baja jenis AISI 1018 sebesar 3,70× 108
N/m2 dapat dipastikan struktur rangka tersebut
mampu menahan beban yang diberikan atau
dalam kondisi aman dengan deformasi maksimal
sebsear 0,013 mm.

4.2.3 Analisis dan Simulasi Gaya akibat


Pengereman Front dan Rear Wheel
Berdasarkan hasil perhitungan, akibat gaya
pengereman Front dan Rear Wheel, maka pada
Gambar 4.17 Deformasi yang terjadi setelah
pemodelan akan disimulasikan kondisi gaya
diberi gaya pengereman Front dan Rear Wheel
pembebanan akibat kedua beban pengereman
pada konstruksi rangka.
tersebut, ditambahkan dengan beban konstruksi
(penumpang, rangka, baterai, dan motor) yang
Hasil tegangan (von mises stress) maksimum
harus ditahan oleh rangka.
ditunjukkan dengan warna merah sebesar 2,79 ×
107 N/m2 dan hasil tegangan (von mises stress)
minimum ditunjukan warna biru sebesar 0
dengan beban terpusat yang diberikan pada
dudukan orang. Maka berdasarkan perbandingan
tegangan luluh dari material baja jenis AISI 1018
sebesar 3,70× 108 N/m2dapat dipastikan struktur
rangka tersebut mampu menahan beban yang
diberikan atau dalam kondisi aman dengan
deformasi maksimal sebesar 0,018 mm.

Gambar 4.15 meshing, pemberian gaya dan 4.2.4 Safety Factor Rangka Sepeda Motor
penumpu untuk proses simulasi front dan rear Listrik terhadap Gaya Pengereman.
wheel. Analisis statik yang dihasilkan dari rangka
sepeda motor listrik dengan beban yang diberikan
Setelah kondisi-kondisi terdefinisi, maka maka menghasilkan tegangan von mises
dapat dilakukan proses simulasi untuk maksimum sebesar . Sedangkan
menghitung tegangan yang terjadi pada konstruksi ditinjau dari spesifikasi material yang digunakan
rangka. Tegangan Von Mises yang terjadi akibat pada struktur tersebut dan membandingkan
pengereman front dan rear wheel pada rangka dengan data-data yang dihasilkan dari simulasi
motor listrik seperti terlihat pada gambar berikut pada rangka motor listrik maka dapat dipastikan
ini. mampu menahan beban yang diberikan pada
struktur tersebut.
Faktor keamanan yang digunakan pada
rangka sepeda motor listrik dihitung berdasarkan
perbandingan tegangan luluh material baja jenis
AISI 1018 dengan tegangan von mises maksimum
seperti dibawah ini:
Factor of Safety
Sy = 3,70 × 108 N/m2
σe = 2,79 × 107 N/m2
Factor of safety:

Ƞ= = 13,36
Gambar 4.16 Tegangan Von Mises yang terjadi
setelah diberi gaya pengereman Front dan Rear Perhitungan juga dapat dilakukan dengan
Wheel pada konstruksi rangka. validasi melalui software solidwork 2012. Berikut

10
adalah hasil simulasi safety faktor menggunakan sebesar 3,45 × 107 N/m2 dengan deformasi
software solidwork 2012 : maksimal 0,013 mm.
 Tegangan Von Mises yang dihasilkan dari
gaya pengereman total ditambah beban
konstruksi dari berat keseluruhan sebesar
1.633,36 N terhadap rangka sepeda motor
listrik sebesar 2,79 × 107 N/m2 dengan
deformasi maksimal 0,018 mm.
Berdasarkan dari perbandingan tegangan
maksimum yang dihasilkan dengan tegangan
luluh pada material baja kontruksi AISI 1018,
maka dapat dipastikan stuktur rangka tersebut
mampu menahan beban atau dalam kondisi aman
dengan faktor kemanan terkecil sebesar 13,36.
Gambar 4.18 Factor of Safety yang terjadi setelah
diberi gaya pengereman Front dan Rear Wheel 5.2 Saran
pada konstruksi rangka. Dalam pembuatan prototipe sepeda motor
listrik masih banyak kekurangan dari segi bentuk
Nilai Safety Factor minimum hasil dan penggunaan alat pada sepeda motor listrik
perhitungan software didapatkan 12,57 yang lebih tesebut. Maka penulis sampaikan :
kecil atan mendekati dari perhitungan. Dalam 1. Dalam membuatan rangka CAD atau
analisa beban statik yang dilakukan pada rangka perancangan ukuran dari rangka harus benar-
motor listrik didapat tegangan von mises benar mendekati presisi karena menganalisa
maksimum dan minimum. Berdasarkan menggunakan finite elemen hingga.
perbandingan tegangan luluh dari material yang 2. Dalam pembuatan mesh pada metode FEM
digunakan jenis baja kontruksi umum AISI 1018 dipilih ukuran mesh yang kecil agar hasil
(3,70× 108 N/m2) dengan tegangan von mises simulasi gaya lebih presisi.
maksimum yang didapat dari analisa beban rangka 3. Dalam pemilihan bahan material untuk rangka
motor listrik (2,769 × 107 N/m2), maka diperoleh harus tepat agar efisiens.
nilai faktor keamanan sebesar 13,36 Ditinjau dari
faktor keamanan pada material yang digunakan
struktur rangka motor listrik haruslah lebih besar 6. DAFTAR PUSTAKA
daripada 1,0 jika harus dihindari kegagalan.
Tergantung pada keadaan, maka faktor keamanan 1) Kurniawan Aditria Endar, 2010, Sepeda
yang harganya sedikit diatas 1,0. Dengan faktor Motor Listrik. Fakultas Teknik Universitas
kemanan sebesar 13,36 tersebut dapat dipastikan Gajah Mada. Yogyakarta.
mampu menahan beban pengereman yang 2) Lerry J. Segerlind, 1984, Applied Finite
dikenakan terhadap rangka sepeda motor listrik. Element Analysis. Agricultural Engineering
Department Michigan State University.
5. KESIMPULAN DAN SARAN Michigan
5.1 Kesimpulan 3) Saefudin,E., dan Shantika,T. 2010, Analisis
Kesimpulan dan saran dari hasil penelitian Statik Mesin Pemadat Log Jamur
tentang analisa rangka sepeda motor listirk pada Berkapasitas 300 log/jam dengan
saat pengereman. Menggunakan CosmoWorks 2004, Seminar
Hasil dari analisis rangka sepeda motor Nasional - IX Rekayasa dan Aplikasi Teknik
listrik sesudah dimodifikasi dengan menggunakan Mesin di Industri Kampus ITENAS,
software Solidwork 2012, maka dapat Bandung
disimpulkan : 4) Jean Locutura M. , 2011, Comparison
 Tegangan Von Mises yang dihasilkan dari between a tubular frame and a beam frame,
gaya pengereman Front Wheel F1 = 375,16 Politecnico di Milano, Departimenti di
N dan FSf = 774,24 N terhadap rangka Ingegneria Meccanica.
sepeda motor listrik sesudah dimodifikasi 5) Joko Suwignyo, 2004, Analisa Beban dan
sebesar 4,52 × 107N/m2 dengan deformasi Pengujian Unjuk Kerja Sepeda motor Mini
maksimal 0,037 mm. Modifikasi, Jurnal Unimus Traksi. Vol.1
 Tegangan Von Mises yang dihasilkan dari 6) Meriam, J. L., dan Kraige, L. G., 1991,
gaya pengereman Rear Wheel F2 = 3.405,11 Mekanika Teknik – Statika, Jilid I, Versi SI,
N dan FSr = 516,16 N terhadap rangka terjemahan Tony Mulia, Penerbit Erlangga,
sepeda motor listrik sesudah dimodifikasi Jakarta.

11
7) Sonny Wedhanto, 2009, Alat Berat dan
Pemindahan Tanah Mekanis, Universitas
Negeri Malang, Malang
8) Ahmad Rido, 2014, Pemilihan Dan
Pembuatan Sistem Suspensi Pada Sepeda
Motor Listrik Dengan Kapasitas 100 Kg.
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Cilegon. Banten.
9) Hamzah Arfah, 2014, Rancang Bangun
Dudukan Baterai Pada Sepeda Motor
Listrik. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Cilegon. Banten.
10) Sifat-sifat Mekanik Baja Karbon ASTM
1018 : (www.azom.com)
11) Jenis-jenis Rangka Sepeda Motor :
(www.tmc.com/rangka-motor/)
12) Software Solidworks 2012

12