Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN PRAKTIK KLINIK MANAJEMEN

KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH


PROVINSI LAMPUNG

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2020
LAPORAN PRAKTIK KLINIK MANAJEMEN
KEPERAWATANDI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH
AH
PROVINSI LAMPUNG

Disusun Oleh:
KELOMPOK 1 KELOMPOK 2

Nada Nusaibah Dola Nanda


Puji Aneref Yuni M. Bahrun Imadudin
Eis Winangsih Zulhikmah Awaliyah
Ramadhani Iffa Nisrinitya
Riska Anggraeni Ira Mariam
Fadila Yuwantri Robi Hidayat
Riyanti Fadhila Amalina Gerry Clarisya
Aprilia Stya Ningtyas Jovani Agustina
Aditya Jaka Fernanda

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas


rahmat, karunia, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan dengan judul “Laporan Praktik Klinik Manajemen Keperawatan di
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung” dengan baik. Dalam kesempatan
ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak ibu pembimbing
akademik dan pembimbing lahan praktik
Akhir kata penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca pada umumnya.

Bandar Lampung,November 2020

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL..................................................................................i
KATA PENGANTAR..................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................1
B. Tujuan....................................................................................................2
C. Manfaat..................................................................................................4
BAB II TINJAUAN LAHAN
A. Gambaran Umum Rumah Sakit............................................................5
B. Pengumpulan Data................................................................................8
C. Analisa Masalah..................................................................................23
D. Alternatif Penyelesaian Masalah.........................................................25
E. Analisa SWOT....................................................................................27
F. Rencana Kegiatan................................................................................31
BAB III PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A. Persiapan Kegiatan..............................................................................34
B. Pelaksanaan Kegiatan..........................................................................34

BAB IV KESIMPULAN
A. Kesimpulan..........................................................................................47
B. Saran....................................................................................................48
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Praktek keperawatan profesional yang diterapkan di rumah sakit diharapkan
dapat memperbaiki asuhan keperawatan yang diberikan untuk pasien dimana lebih
diutamakan pelayanan yang bersifat interaksi antar individu. Pernyataan tersebut juga
sesuai dengan ciri-ciri dari pelayanan keperawatan profesional yaitu memiliki otonomi,
bertanggung jawab dan bertanggung gugat (accountability), menggunakan metode ilmiah,
berdasarkan standar praktik dan kode etik profesi, dan mempunyai aspek legal. MPKP
merupakan suatu praktek keperawatan yang sesuai dengan kaidah ilmu menejemen modern
dimana kaidah yang dianut dalam pengelolaan pelayanan keperawatan diruang MPKP
adalah pendekatan yang dimulai dengan perencanaan. Perencanaan di ruang MPKP adalah
kegiatan perencanaan yang melibatkan seluruh personil (perawat) ruang MPKP mulai dari
kepalaruang, ketua tim dan anggota tim (perawat asosiet). Dalam menerapkan praktek
keperawatan profesional karena bisa memberikan asuhan keperawatan yang terbaik kepada
klien namun karena berbagai kendala terutama reward yang belum didapatkan dan
dirasakan oleh perawat MPKP maka menjadikan motivasi dari perawat menurun dan tidak
bersemangat dalam menerapkan MPKP.
Pelayanan keperawatan yang diberikan diruang MPKP memiliki pedoman dan
dasar yang dapat dipertanggung jawabkan bukan atas dasar kehendak perawat sendiri
dimana pelayanan yang diberikan disesuaikan dengan masalah pasien sehingga asuhan
keperawatan yang diberikan dapat efektif dan efisien sesuai sasaran masalah yang terjadi
pada pasien. Asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien yaitu meliputi pelayanan
bio-psiko-sosial-spiritual jadi meliputi segala aspek kehidupan dari pasien tersebut baik
dari kesehatan fisik/ jasmaninya, pikirannya, interaksi sosialnya maupun keagamaannya.

Dalam melaksanakan praktek manajemen keperawatan menekankan pada


penerapan konsep–konsep dan prinsip kepemimpinan dan manajemen keperawatan dalam
tatanan pelayanan kesehatan nyata. Bentuk pengalaman belajar dengan praktek klinik dan
seminar serta mengintegrasikannya pada keperawatan klinik dalam praktek profesi.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum:
Setelah melaksanakan Praktik manajemen keperawatan, mahasiswa diharapkan dapat
menerapkan prinsip-prinsip manajemen keperawatan dengan menggunakan Model
Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP), secara bertanggung jawab dan
menunjukan sikap kepemimpinan yang professional serta langkah-langkah manajemen
keperawatan
2. Tujuan Khusus:
Setelah menyelesaikan kegiatan praktek kepemimpinan dan manajemen, peserta
mampu:
a. Melaksanakan pengkajian di Ruang rawat inap keperawatan.
b. Melaksanakan analisis situasi dan identifikasi masalah manajemen keperawatan
c. Melakukan kegiatanmanajemen keperawatan diruangan dalam bentuk:
1) Mampu membuat fungsi perencanaan model praktek keperawatan professional
diruangan antara lain:
a) Mampu membentuk rumusan filosofi, visi danmisiruangan
b) Mampu membuat kebijakan kerja diruangan
c) Mampu menyiapkan perangkat kegiatan model praktek keperawatan
professional diruangan
d) Mampu mengembangkan system informasi manajemen keperawatan
dirungan dalam menerapkan model praktek keperawatan professional

2) Mampu melaksanakan fungsi pengorganisasian diruangan model praktek


keperawatan professional antaralain:
a) Membuat struktur organisasi di ruang model praktek keperawatan
professional
b) Membuat daftar dinas ruangan berdasarkan Tim di ruang model praktek
keperawatan professional
c) Membuat daftar pasien berdasarkan Tim diruang model praktek
keperawatan professional
3) Melaksanakan fungsi pengarahan dalam ruangan di ruangan model praktek
keperawatan professional antaralain:
a) Mampu menerapkan pemberian motivasi
b) Mampu membentuk manajemen konflik
c) Mampu melakukan supervisi
d) Mampu melakukan pendelegasian dengan baik
e) Mampu melakukan komunikasi efektif antaralain:
(1) Operan
(2) Pre konference
(3) Post konference
(4) Ronde keperawatan
(5) Supervisi Keperawatan
(6) Discharge planning
(7) Dokumentasi Keperawatan.

4) Melaksanakan fungsi pengendalian dalam bentuk audit hasil di ruangan model


praktek keperawatan professional antara lain:
a) Mampu memperhitungkan (BOR:bed occupancyrate),yaitu pemakaian
tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu
b) Mampu menghitung(ALOS:averagelength ofstay),yaitu rata-rata lama rawat
seorang pasien
c) Mampu menghitung (TOI:turn over interval), rata-rata hari tempat tidur tidak
ditempati dari saat diisikesaatterisiberikutnya
d) Mampu menghitungKejadian infeksinosokomial
e) Mampu menghitungKejadiancedera
f) Mampu melakukan Audit dokumentasi asuhankeparawatan
g) Mampu melakukan Survey masalah baru
h) Mampu menganalisis kepuasan pasien dan keluarga
C. Manfaat
1. Bagi Pasien
Dengan adanya program MPKP di Rumah Sakit diharapkan pasien merasakan
pelayanan yangoptimal, serta mendapat kenyamanan dalampemberian asuhan
keperawatan sehingga tercapai kepuasan klienyangoptimal.
2. Bagi Perawat
a. Tercapainya tingkat kepuasan kerja yang optimal.
b. Terbinanya hubungan antara perawat dengan perawat, perawat dengan tim
kesehatan yang lain, dan perawat dengan pasien serta keluarga.
c. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas dan disiplin diri perawat.
d. Meningkatkan profesionalisme keperawatan.
3. Bagi RumahSakit
a. Mengetahui masalah-masalah yang ada di ruang perawatan yang berkaitan dengan
pelaksanaan asuhan keperawatan professional.
b. Dapat menganalisis masalah yang ada dengan metode SWOT serta menyusun
rencana strategi.
c. Mempelajari penerapan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MPKP) secara
optimal.
4. Bagi Mahasiswa
Mengerti dan memahami penerapan atau aplikasi MPKP didalam Rumah
BAB II
TINJAUAN LAHAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit


1. Sejarah Singkat
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung pertama kali didirikan dengan
nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung, yang berdasarkan Surat Penunjukan
Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan DEPKES RI Nomor 1565/Yankes/DKJ/1983,
Tanggal 01 Maret 1990 Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung mulai berfungsi.
Pada tahun 2001 Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung diserahkan oleh Pemerintah
Pusat kepada Pemerintah Daerah berdasarkan Surat Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor 79/D.II/Pan/10/2000 tanggal 02 Oktober 2000. Pada Tahun
2001 juga Rumah Sakit Jiwa Pusat Bandar Lampung Ditetapkan menjadi Unit
Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berdasarkan
SK. Gubernur Lampung Nomor 03 Tahun 2001 dengan nama UPTD Dinas Kesehatan
Rumah Saikt Jiwa Provinsi Lampung.
Berdasarkan UPTD Dinas Kesehatan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung pada
tahun 2008 ditetapkan menjadi Lembaga Teknis Daerah (LTD) berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan dijabarkan
kedalam Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 10 Tahun 2007 tanggal 12
Desember 2007 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Rumah Sakit
Jiwa Daerah Provinsi Lampung dikukuhkan kembali dengan Peraturan daerah
Provinsi Lampung nomor 12 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata kerja Inspektorat,
Badan Perencanaan Pembangunan daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi
Lampung.
Pada tanggal 05 April 2013 Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung telah
menerapkan PPK-BLUD Berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor:
G/358/B.V/HK/2013 Tentang Penetapan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung
Sebagai Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Lampung yang Menetapkan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.
2. Falsafah, Motto, Visi, Misi, dan Tujuan
- Visi
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung sebagai Pusat Rujukan Kesehatan Jiwa
yang Unggul dan Berkeadilan.
- Misi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung adalah:
1) Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa Spesialistik.
2) Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat.
- Motto
C = Cepat
E = Empti
R = Ramah
I = Inovatif
A = Aktif
- Filosofi Semut
Gotong royong gigih dalam mencapai tujuan, ramah, selalu berkomunikasi, kecil
tapi hebat.
- Maklumat Pelayanan
1) Kami memberikan pelayanan secara professional
2) Kami berupaya menegakkan kejujuran, keadilan, dan disiplin
3. Kedudukan, Tugas dan Fungsi

4. Jenis-Jenis Pelayanan Kesehatan


a. Rawat Jalan
b. Rawat Inap
c. Instalasi Gawat Darurat (IGD)
d. Laboratorium
e. Radiologi
f. Apotik
g. Fisioterapi
h. Instalasi Rehabilitasi Mental
i. Pelayanan BPJS
B. Pengumpulan Data
a. Managemen Pelayanan Keperawatan
a. Tenaga dan Pasien (M1-Man)
1) Jumlah tenaga keperawatan di Ruang Kutilang berjumlah 17 orang yang
terdiri dari :
- SPK :-
- D III Keperawatan : 8 orang
- Sarjana Keperawatan : 5 orang
- Ners : 4 orang
2) Analisis beban kerja di Ruang Kutilang tidak ada yang terlalu berat
b. Bangunan, sarana dan prasarana (Material)
1) Ruang Kutilang RS. Jiwa Daerah Provinsi Lampung terletak di sebelah
Ruang Melati dan Ruang Merpati.
2) Denah lokasi

Pintu Masuk

R. Kepala
R. Ruangan
Administrasi
Nurse Station
R.
Dokter
R. Perawat
WC

Lapangan R. Perawat Dapur

R. Rawat/ R. Tenang

3) Fasilitas pasien
Terdapat tempat tidur, kasur, bantal dan kamar mandi
4) Fasilitas untuk petugas kesehatan
Ruang perawat, kamar mandi, dan dapur
5) Fasilitas peralatan dan bahan
Alat kesehatan dan APD
6) Tidak ada daftar obat emergency di Ruang Kutilang

c. Metode pemberian asuhan keperawatan


(M3/Methode)
1) Penerapan model secara tim, yaitu tim 1 dan tim 2
2) Timbang terima atau operan
3) Supervisi
4) Pre dan post conference
5) Bed side teaching
6) Ronde keperawatan
7) Terapi aktivitas kelompok
8) Terapi kreativitas

d. Pembiayaan (M4/Money)
1) Pembayaran pasien di Ruang Kutilang dilakukan dengan menggunakan
asuransi kesehatan berupa BPJS dan ada juga pasien dengan biaya mandiri.

e. Pemasaran (M5/Marketing)
1) Jumlah pasien kurang lebih ada 30 orang dengan kapasitas 50 tempat tidur
2) Tidak ada evaluasi kepuasan pasien
j. Data Khusus ruangan Praktek
A. MANAJEMEN PELAYANAN
Nama Ruangan : Kutilang

Nama Rumah Sakit : RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung

Waktu Pengkajian : 23 dan 24 November 2020

1)PLANNING/Perencanaan a.Visi Ruangan


Uraian Ceklist
Ya Tidak
Apakah terdapat visi didalam
ruangan? √

Jika jawaban “Ya” uraikan Visi Visi :


tersebut: Menjadikan ruang kutilang sebagai tempat
pelayanan kesehatan jiwa yang unggul dan
berkeadilan.
Apakah visi sudah sesuai dengan
kegiatan pelayanan √

Masalah yang ditemukan : Tidak ditemukan masalah.

b. Misi Ruangan :
1. Meningkatkan kesejahteraan jiwa melalui pelayanan kesehatan jiwa spesialistik
2. Mempersiapkan dan meningkatkan kesehatan jiwa yang bersumberdaya manusia
untuk mencapai kesejahteraan masyarakat
Masalah yang ditemukan : Tidak ditemukan masalah.
c .Motto Ruangan
Ceklis
Uraian
Ya Tidak
Apakah terdapat Motto dalam √
Ruangan rawat?
Jika jawaban “Ya”, Uraikan Motto:
Motto tersebut: K : Kualitas
U : Unggul
T : Tanggap
I : Inisiatif
L : Loyal
A : Amanah
N : Nyaman
G : Gemilang
Apakah motto sudah sesuai
dengan kegiatan pelayanan √
Masalah yang ditemukan :
Tidak ditemukan masalah.

d.Program Kerja
Uraikan Ceklis
Ya Tidak
Apakah terdapat Program Kerja
dalam Ruangan?
Jika jawaban “Ya”, Uraikan
Program Kerja tersebut:
Apakah Program Kerja sesuai
dengan kegiatan pelayanan?
Masalah yang ditemukan :
Tidak terdapatnya program kerja ruangan dan jadwal kegiatan pelaksanaan
program kerja.
e.Standar Operasional Prosedur/SAK

Uraikan Ceklis
Ya Tidak
Apakah terdapat Standar
Operasional Prosedur Banyaknya
Kegiatan dalam Ruangan? SOP : 30 buah
SAK : 2 buah
Jika jawaban “Ya”, Uraikan Jenis SOP/SAK :
SOP tersebut: Jenis SAK
- Halusinasi
- Harga diri rendah
Apakah SOP/SAK
digunakan sesuai dengan √
kegiatan pelayanan?
Masalah yang ditemukan :
SOP/SAK tidak lengkap, hanya terdapat SOP/SAK Halusinasi dan Harga Diri
Rendah.

f. Kebijakan
Uraikan Ceklist
Ya Tidak
Apakah terdapat Kebijakan
dalam Ruangan?
Misal: kebijakan pelatihan √
pendidikan keperawatan /
pemberian beasiswa.
Jika jawaban “Ya”, uraikan Bentuk Kebijakan Ruangan/ Rumah Sakit:
kebijakan tersebut : -Pelatihan/seminar bagi tenaga kesehatan
yang dipilih berdasarkan masa kerja,
pencapaian kerja dan kedisiplinan kerja.
Masalah yang ditemukan :
Tidak ditemukan masalah.
2)ORGANIZING/pengorganisasian
a. Struktur Organisasi
Uraikan Ceklist
Ya Tidak
Apakah terdapat
Struktur Organisasi √
dalam Ruang
rawat?
Jika ya, gambarkan
Kepala
Ruangan Katim 2

Katim 1
Perawat
Pelaksana

Perawat Pela ksa

Masalah yang ditemukan : Tidak


ditemukan masalah
a. Uraikan Kerja / Job Disk karyawan perawat
Uraikan job disk karyawan sesuai dengan struktur organisasi yang ada.

I. Kepala Ruangan
1. Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi :
a. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan serta tenaga lain sesuai
kebutuhan.
b. Merencanakan jumlah jenis peralatan perawatan yang diperlukan sesuai
kebutuhan.
c. Merencanakan dan menetukan jenis kegiatan/asuhan keperawatan yang akan
diselenggarakan sesuai kebutuhan pasien.
2. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi :
a. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan ruang rawat.
b. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan tenaga lain
sesuai kebutuhan dan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
c. Melaksanakan program orientasi kepada tenaga perawatan baru atau tenaga
lain yang akan bekerja diruang rawat.
d. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk
melaksanakan asuhan keperawatan sesuai ketentuan/standar.
e. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara bekerja sama
dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan di ruang rawat.
f. Mengadakan pertemuan berkala dengan pelaksana perawatan dan tenaga lain
yang berada diwilayah tanggug jawabnya.
g. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang perawatan antara lain
melalui pertemuan ilmiah.
h. Mengenal jenis dan kegunaan barang/peralatan serta mengusahakan
pengadaannya sesuai kebuthan pasien agar tercapai pelayanan yang optimal.
i. Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat dan bahan lain
yang diperlukan diruang rawat.
j. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu dalam
keadaan siap pakai.
k. Mempertangungjawabkan pelaksanan inventarisasi peralatan.
l. Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan keluarganya, meliputi
penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang
ada cara penggunaannya serta kegiatan rutin sehari-hari di ruangan.
m. Mendampingi dokter selama kunjungan keliling (visite dokter) untuk
pemeriksaan pasien dan mencatat program pengobatan, serta menyampikan
kepada staf untuk melaksanakannya.
n. Mengelompokan pasien dan mengatur penempatannya di ruang rawat
menurut tingkat kegawatannya, infeksi dan non infeksi untuk memudahkan
pemberian asuhan keperawatan.
o. Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat untuk
mengetahui keadaanya dan menampung keluhan serta membantu
memecahkan masalah yang dihadapinya.
p. Mejaga perasan pasien agar merasa aman dan terlindungi selama
pelaksanaan pelayanan perawatan berlangsung.
q. Memberi penyuluhan kesehatan terhadap pasien atau keluarga dalam batas
kewenangan.
r. Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan terlindungi selama
pelaksanaan pelayanan perawatan berlangsung.
s. Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan asuhan
keperawatan dan kegiatan lain yang dilakukan secara tepat dan benar. Untuk
tindakan perawatan selanjutnya.
t. Mengadakan kerjasama yang baik dengan kepala ruang yang lain, seluruh
kepala bidang, kepala bagian, kepala instalasi dan kepala unit di RS.
u. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara petugas, pasien
dan keluarganya, sehingga memberikan ketenangan.
v. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien ruangan.
w. Memeriksa dan meneliti pengisian daftar permintaan makanan berdasarkan
macam dan jenis makanan pasien, kemudian memeriksa dan meneliti ulang
saat penyajian sesuai dengan diitnya.
x. Memelihara buku register dan berkas catatan medik.
y. Membuat laporan harian dan bulanan mengenai pelaksanaan kegiatan asuhan
keperawatan, serta kegiatan lain di ruang rawat.
3. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian meliputi :
a. Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang telah
ditentukan.
b. Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan pengetahuan dan
ketrampilan di bidang perawatan.
c. Mengawasi dan mengendalaikan pendayagunaan peralatan perawatan serta
obat-obatan secara efektif dan efisien,
d. Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan
keperawatan serta mencatat kegiatan lain di ruang rawat.

II.Ketua Tim
1. Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif.
2. Membuat tujuan dan rencana keperawatan.
3. Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama praktek bila diperlukan.
4. Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan oleh
disiplin ilmu lain maupun perawat lain.
5. Mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.
6. Melakukan rujukan kepada pekerja sosial, kontak dengan lembaga sosial di
masyarakat
7. Membuat jadwal perjanjian klinik.
8. Mengadakan kunjungan rumah bila perlu.
9. Bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien
mulai dari pasien masuk sampai keluar rumah sakit.
10. Mengikuti timbang terima
11. Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komperhensif
12. Membuat tujuan dan rencana keperawatan.
13. Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama ia dinas.
14. Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan oleh
disiplin lain maupun perawat blain.

15. Mengevaluasi keberhasilan yang dicapai.


16. Menerima dan menyesuaikan rencana.
17. Menyiapkan penyuluhan untuk pulang.
18. Melakukan rujukan kepada pekerja sosial, kontak dengan lembaga sosial di
masyarakat
19. Membuat jadual perjanjian klinik.
20. Mengadakan kunjungan rumah. 21.Melaksanakan sentralisasi obat.
22. Mendampingi visite.
23. Melaksanakan ronde keperawatan bersama dengan kepala ruangan dan
perawat associate.
24. Melaporkan perkembangan pasien kepada kepala ruangan.

III. Perawat Pelaksana


1. Memberikan perawatan secara langsung berdasarkan proses keperawatan
dengan sentuhan kasih sayang.
a. Melaksanakan tindakan perawtan yang telah disususun.
b. Mengevalusai tindakan keperawatan yang telah diberikan.
c. Mencatat dan melaporkan semua tindakan perawatan dan repons klien
pada catatan perawatan.
2. Melaksanakan program medik dengan penuh tanggung jawab.
a. Pemberian obat.
b. Pemeriksaan laboratorium.
c. Persiapan klien yang akan dioperasi.
3. Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik , mental, dan spiritual dari
klien:
a. Memelihaara kebersihan klien dan lingkungan.
b. Mengurangi penderitaan klien dengan memberi rasa aman, nyaman dan
ketenangan.
c. Pendekatan dengan komunkasi terapeutik.
4. Mempersiapkan klien secara fisik dan mental untuk menghadapi tindakan
perawatan dan pengobatan serta diagnostik..

5. Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai kemampuannnya.


6. Memberi pertolongan segera pada kien gawat atau sakaratul maut.
7. Membantu kepala ruangan dalam ketatalaksaaan ruangan secara administratif.
a. Menyiapkan data klien baru, pulang atau meninggal.
b. Sensus harian dan formulir.
c. Rujukan atau penyuluhan
8. Mengatur dan menyiapkan alat-alat yang ada diruangan.
9. Mencipta kan dan memelihara kebersihan, keamanan, kenyamanan dan
keindahan ruangan.
10. Melaksankan tugas dinas pagi/sore/malam secara bergantian.
11. Memberi penyuluhan kesehatan kepada klien sehubungan dengan penyakitnya.
12. Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien baik lisan maupun tertulis.
13. Membuat laporan harian.
14. Mengikuti timbang terima.
15. Mengikuti kegiatan ronde keperawatan.
16. Melaksanakan rencana keperawatan yang dibuat oleh Ketua Tim
17.Berkoordinasi dengan perawat associate yang lain dan Ketua Tim.
18. Melakukan evaluasi formatif.
19. Pendokumentasian tindakan dan catatan perkembangan pasien.
20. Melaporkan segala perubahan yang terjadi atas pasien kepada Ketua Tim

c.Pembentukan Kelompok Kerja


Uraikan Ceklis
Ya Tidak
Apakah terdapat √
Pembentukan Kelompok Kerja
dalam Rumah
Sakit/Ruangan?
Jika jawaban “Ya” Bentuk Kelompok Kerja:
tuliskan Pembentukan Kelompok kerja dibagi dua tim yaitu tim 1 dan tim
Kelompok 2.
Kerja tersebut.
Masalah yang ditemukan :
Tidak ditemukannya masalah.
d.Rincian tugas Kepala Ruangan, Ketua Tim dan Perawat Asosiat secara Jelas
Peran Rincian Tugas
Kepala Ruangan 1. Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi :
a. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan
serta tenaga lain sesuai kebutuhan.
b. Merencanakan jumlah jenis peralatan perawatan yang
diperlukan sesuai kebutuhan.
c. Merencanakan dan menetukan jenis kegiatan/asuhan
keperawatan yang akan diselenggarakan sesuai
kebutuhan pasien.
2. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan,
meliputi :
a. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan
pelayanan ruang rawat.
b. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga
perawatan dan tenaga lain sesuai kebutuhan dan
ketentuan atau peraturan yang berlaku.
c. Melaksanakan program orientasi kepada tenaga
perawatan baru atau tenaga lain yang akan bekerja
diruang rawat.
d. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga
perawatan untuk melaksanakan asuhan keperawatan
sesuai ketentuan/standar.
e. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada
dengan cara bekerja sama dengan berbagai pihak
yang terlibat dalam pelayanan di ruang rawat.
f. Mengadakan pertemuan berkala dengan pelaksana
perawatan dan tenaga lain yang berada diwilayah
tanggug jawabnya.
g. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di
bidang perawatan antara lain melalui pertemuan
ilmiah.
h. Mengenal jenis dan kegunaan barang/peralatan serta
mengusahakan pengadaannya sesuai kebuthan pasien
agar tercapai pelayanan yang optimal.
i. Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat,
obat dan bahan lain yang diperlukan diruang rawat.
j. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan
peralatan agar selalu dalam keadaan siap pakai.
k. Mempertangungjawabkan pelaksanan inventarisasi
peralatan.
l. Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan
keluarganya, meliputi penjelasan tentang peraturan
rumah sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang ada
cara penggunaannya serta kegiatan rutin sehari-hari di
ruangan.
m. Mendampingi dokter selama kunjungan keliling
(visite dokter) untuk pemeriksaan pasien dan
mencatat program pengobatan, serta menyampikan
kepada staf untuk melaksanakannya.
n. Mengelompokan pasien dan mengatur
penempatannya di ruang rawat menurut tingkat
kegawatannya, infeksi dan non infeksi untuk
memudahkan pemberian asuhan keperawatan.
o. Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang
dirawat untuk mengetahui keadaanya dan
menampung keluhan serta membantu memecahkan
masalah yang dihadapinya.
p. Mejaga perasan pasien agar merasa aman dan
terlindungi selama pelaksanaan pelayanan perawatan
berlangsung.
q. Memberi penyuluhan kesehatan terhadap pasien atau
keluarga dalam batas kewenangan.
r. Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan
terlindungi selama pelaksanaan pelayanan perawatan
berlangsung.
s. Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan
dan pelaporan asuhan keperawatan dan kegiatan lain
yang dilakukan secara tepat dan benar. Untuk
tindakan perawatan selanjutnya.
t. Mengadakan kerjasama yang baik dengan kepala
ruang yang lain, seluruh kepala bidang, kepala
bagian, kepala instalasi dan kepala unit di RS.
u. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik
antara petugas, pasien dan keluarganya, sehingga
memberikan ketenangan.
v. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien
ruangan.
w. Memeriksa dan meneliti pengisian daftar permintaan
makanan berdasarkan macam dan jenis makanan
pasien, kemudian memeriksa dan meneliti ulang saat
penyajian sesuai dengan diitnya.
x. Memelihara buku register dan berkas catatan medik.
y. Membuat laporan harian dan bulanan mengenai
pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan, serta
kegiatan lain di ruang rawat.
3.Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan
penilaian meliputi :
a. Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan
keperawatan yang telah ditentukan.
b. Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan
pengetahuan dan ketrampilan di bidang perawatan.
c. Mengawasi dan mengendalaikan pendayagunaan
peralatan perawatan serta obat-obatan secara efektif
dan efisien,
d. Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan
pelaporan kegiatan asuhan keperawatan serta
mencatat kegiatan lain di ruang rawat.

Ketua Tim 1. Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien


secara komprehensif.
2. Membuat tujuan dan rencana keperawatan.
3. Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama
praktek bila diperlukan.
4. Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan
yang diberikan oleh disiplin ilmu lain maupun perawat
lain.
5. Mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.
6. Melakukan rujukan kepada pekerja sosial, kontak
dengan lembaga sosial di masyarakat
7. Membuat jadwal perjanjian klinik.
8. Mengadakan kunjungan rumah bila perlu.
9. Bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap
asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk
sampai keluar rumah sakit.
10. Mengikuti timbang terima
11. Menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien
secara komperhensif
12. Membuat tujuan dan rencana keperawatan.
13. Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama ia
dinas.
14. Mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan
yang diberikan oleh disiplin lain maupun perawat blain.
15. Mengevaluasi keberhasilan yang dicapai.
16. Menerima dan menyesuaikan rencana.
17. Menyiapkan penyuluhan untuk pulang.
18. Melakukan rujukan kepada pekerja sosial, kontak
dengan lembaga sosial di masyarakat
19. Membuat jadual perjanjian klinik.
20. Mengadakan kunjungan rumah.
21. Melaksanakan sentralisasi obat.
22. Mendampingi visite.
23. Melaksanakan ronde keperawatan bersama dengan
kepala ruangan dan perawat associate.
24. Melaporkan perkembangan pasien kepada
kepala ruangan.

Perawat Pelaksana 1. Memberikan perawatan secara langsung berdasarkan


proses keperawatan dengan sentuhan kasih sayang.
a.Melaksanakan tindakan perawtan yang telah
disususun.
b. Mengevalusai tindakan keperawatan yang telah
diberikan.
c. Mencatat dan melaporkan semua tindakan
perawatan dan repons klien pada catatan
perawatan.
2. Melaksanakan program medik dengan penuh tanggung
jawab.
a. Pemberian obat.
b. Pemeriksaan laboratorium.
c. Persiapan klien yang akan dioperasi.
3. Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik , mental,
dan spiritual dari klien:
a. Memelihaara kebersihan klien dan lingkungan.
b. Mengurangi penderitaan klien dengan memberi rasa
aman, nyaman dan ketenangan.
c. Pendekatan dengan komunkasi terapeutik.
4. Mempersiapkan klien secara fisik dan mental untuk
menghadapi tindakan perawatan dan pengobatan serta
diagnostik..
5. Melatih klien untuk menolong dirinya sendiri sesuai
kemampuannnya.
6. Memberi pertolongan segera pada kien gawat atau

sakaratul maut.
7. Membantu kepala ruangan dalam ketatalaksaaan
ruangan secara administratif.
a. Menyiapkan data klien baru, pulang atau meninggal.
b. Sensus harian dan formulir.
c. Rujukan atau penyuluhan
8. Mengatur dan menyiapkan alat-alat yang ada diruangan.
9. Menciptkan dan memelihara kebersihan, keamanan,
kenyamanan dan keindahan ruangan.
10. Melaksankan tugas dinas pagi/sore/malam secara
bergantian.
11. Memberi penyuluhan kesehatan kepada klien
sehubungan dengan penyakitnya.
12. Melaporkan segala sesuatu mengenai keadaan klien baik
lisan maupun tertulis.
13. Membuat laporan harian.
14. Mengikuti timbang terima.
15. Mengikuti kegiatan ronde keperawatan.
16. Melaksanakan rencana keperawatan yang dibuat oleh
Ketua Tim
17. Berkoordinasi dengan perawat associate yang lain dan
Ketua Tim.
18. Melakukan evaluasi formatif.
19. Pendokumentasian tindakan dan catatan perkembangan
pasien.
20. Melaporkan segala perubahan yang terjadi atas pasien
kepada Ketua Tim.
e. Uraikan Evaluasi Kerja Karyawan (penilaian kerja)
Uraikan Ceklis
Y Tidak
a
Apakah terdapat Evaluasi
Kerja Karyawan dalam √
Ruangan?
Jika jawaban “Ya”
tuliskan bentuk Evaluasi
Kerja
Karyawan tersebut.
Masalah yang ditemukan :
Belum menyeluruhnya evaluasi staf kerja terutama pada Tenaga Kerja Harian Lepas
Dan tenaga kerja honorer

f. Berapa banyak jumlah tenaga keperawatan yang ada ruangan 17


orangJenis pendidikan : - SPK : - orang
- D. III Keperawatan : 8 orang
- Sarjana Keperawatan : 4 orang
- Ners : 5 orang
- Ners Spesialis :-

g. Kapasitas tempat tidur ruang : 50 tempat tidur. (Kelas 3)


3)ACTUATING/pengarahan
No Kegiatan Ceklist Bentuk Tindakan/Dokumen
Ya Tidak
1. Pemberian Motivasi √ Dilakukan saat pre
Kerja Oleh Pimpinan conference dan rapat.
Situasional. (Kata-kata)
2. Pengaturan Waktu √ Jadwal pembagian Shift
kerja/ Manajemen Waktu
3. Pelaksanaan operan shift √ Belum dilaksanakan dengan
atau handover sudah maksimal dan belum.
dilaksanakn dan ada Pendokumentasian lengkap.
SOP nya Terkait dengan nama dan ttd
perawat pelaksana.
4. Manager berperan dalam √ Dilakukan dengan memanggil
mengatasi konflik di perawat yang bersangkutan.
ruang rawat
5. Manager Melaksanakan √ Belum ada pendokumentasian
Supervisi Keperawatan
kepada bawahan

6. Manager melaksanakan Belum ada pendokumentasian


dan memonitoring
pelaksanaan pre
conference dan post
conference
7. Manager telah √ SOP bedside teaching sudah
melaksanakan bedside ada, namun untuk
teaching dan sudah ada pelaksanaaan bedside teaching
SOP nya belum ada pendokumentasian.

8. Manager telah √ SOP ronde keperawatan sudah


melaksanakan ronde ada, namun untuk pelaksanaan
kerperawatan dan sudah bedside teaching ada
ada SOP nya pendokumentasian.
9. Diruangan telah √ Diskusi kasus dilaksanakan
dilaksanakan diskusi adapabila terdapat kasus yang
atau presentasi kasus harus, kegiatannya
secara teratur. dilaksanakan secara
situasional. Namun belum ada
pendokumentasian.
Masalah yang ditemukan :
Tindakan yang dilakukan tapi belum dilakukan pendokumentasian adalah
supervise, pre dan post conference, bed side teaching, ronde keperawatan, dan
diskusi presentasi kasus, kecuali handover pendokumentasiannya belum lengkap.

4. CONTROLING/ Pengendalian
Ceklist
No Kegiatan Bentuk Tindakan
Ya Tidak
1. Kegiatan Audit terhadap Wawancara langsung.
suatu kejadian atau √
masalah keperawatan
2. Kegiatan terhadap Audit Pendokumentasian yang ada
Mutu yang meliputi BOR, diruangan.
ALOS, dan TOI dilakukan √
secara teratur dan
berkelanjutan
3. Mekanisme Penjaminan Melihat pendokumentasian
Mutu Asuhan keperawatan √ yang ada diruangan.
di ruangan
4. Kedisiplinan Tenaga yang Pemberian punishment tidak
ada (punishment dan dilakukan diruangan, tidak ada
reward) √ reward khusus yang diberikan.

5. Kebijakan tentang Hubungan kerja antar perawat



Mekanisme Kebijakan hanya dilakukan di dalam
Hubungn kerja antar staf lingkungan rumah ssakit,
tidak ada kebijakan khusus
yang dilakukan
6. Mekanisme Tugas belajar dan kegiatan
Pengembangan Jenjang √ seminar
Karir Perawat
Masaalah yang ditemukan :
Pemberian punishment dan reward belum iberikan
.
Pedoman Observasi :
No. Objek Observasi Hasil Observasi
Ada Tidak ada
1 Visi ruangan
2 Misi rumah saakit
3 Standar asuhan keperawatan (SAK) √
4 Standar Operasional Prosedur (SOP) √
5 Stuktur organisasi ruangan
6 Keterediaan format pengkajian
keperawatan

7 BOR √
8 ALOS √
9 TOI √
10 Angka infeksi nosokomial √
11 Angka cedera √

A.MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN

1. Metode Asuhan Keperawatan Profesional (M3 – Method)


Dalam memberikan ashan keperawatan di ruangan, metode apakah yang sudah
dilaksanakan oleh ruangan selama ini ; a. Metode Fungsional
b. Metode Team √
c. Metode Alokasi pasien
d. Metode Perawat Primer √
e. Metode lain-lain .............................
Ket : dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang kutilang metode yang sudah di
laksanakan oleh ruangan selama ini adalah MPKP
Dalam pelaksanaannya apa yang dapat anda observasi dari fokus dibawah ini :

No Metode Data Fokus yang Dinilai


1 Penerapan MAKP Perawat dibagi menjadi 2 tim yaitu Tim 1 dan Tim 2

2 Timbang Terima Overan dilaksanakan antara katim dan perawat


pelaksana, meyatakan masalah pasien dan
kolaborasi obat serta rencana tindakan.
Pendokumentasian overan belum lengkap.

3 Ronde Keperawatan Ronde keperawatan jarang dilaksanakan,


dilaksanakan pada saat situasional saja dan belum
ada pendokumentasian.

4 Penerimaan Pasien Baru Pasien dari ruang nuri kemudian dilakukan serah
terima pasien dan list pasien antar perawat ruangan
ruangan nuri dan ruangan kutilang, jika sudah
lengkap pasien baru dimasukkan keruangan
perawatan.

5 Discarge Planning a. Terapi selama dirumah


b. Sp keluarga
c.Obat-obatan yang harus diminum dan jumlahnya
dan jadwal konsul ulang

6 Supervisi Supervisi jarang dilaksanakan, dilaksanakan pada


saat situasional saja dan belum ada
pendokumentasian

Masalah yang ditemukan :


Format timbang terima belum lengkap, ronde keperawatan dan supervisi belum ada
pendokumentasian.
1. Dokumentasi Keperawatan
Uraian Ceklist
Ya Tidak
Apakah terdapat metode √
Pendokumentasian dalam
Rumah Sakit / Ruangan?

Jika jawaban ”Ya”, Format pendokumentasia yang digunakan :


tuliskan bentuk Format Format yang digunakam CPPT
Pendokumentasian yang
digunakan.

Apakah terdapat metode Ya Tidak


penyimpanan √
dokumentasikan dalam
Rumah Sakit/Ruangan?

Gambarkan Pelaksanaan Dokumentasi Keperawatan yang digunakan.


Pelaksanaan pendokumentasian dilakukan oleh ketua tim dan dibantu dengan ketua tim yang
lain yang didelegasikan

Masalah yang ditemukan :


Tidak ditemukan masalah
B.ANALISA SITUASI
Setelah mendapat data diatas kelompok di minta melaukan analisa situasi yang ada di ruangan atau institusi yang dijadikan sebagai
lahan praktek dengan menggunakan metode SWOT untuk masalah yang akan diangkat atau kondisi umum yang ada.
No ANALISA SWOT KETERANGAN
1 1.Internal Faktor

Strength

1. Memiliki visi, misi, dan motto

2. Terdapat struktur organisasi ruangan

3. Terdapat uraian kerja kepala ruangan, perawat primer, dan perawat assosiat

4. Terdapat pembagian kelompok kerja, yaitu tim 1 dan tim 2

5. Sudah diterapkan model MAKP TIM

6. Memiliki tenaga kerja :

D. III Keperawatan : 8 orang


Sarjana Keperawatan : 4 orang
Ners : 5 orang
Ners Spesialis : -
Administrasi : 1 orang
7. Terdapat kegiatan pemberian motivasi kerja oleh pemimpin
8. Terdapat pengaturan watu kerja/management waktu

9. Manager berperan dalam mengatasi konflik dalam ruang rawat

10. Manager melaksanakan dan memonitoring pelaksanaan pre dan post conference

11. Di ruangan telah dilaksanakan diskusi kasus

12. Terdapat metode pendokumentasian asuhan keperawatan.


13. Terdapat kegiatan audit terhadap suatu kejadian atau masalah keperawatan

14. Terdapat audit mut yang meliputi BOR, ALOS, dan TOI secara teratur
dan berkelanjutan
15. Terdapat mekanisme Penjaminan mutu Asuhan keperawatan di ruangan

16. Terdapat penerapan kedisiplinan tenaga yang ada berupa punishment


dan reward
17. Terdapat kebijakan tentang mekanisme kebijakan hubungan kerja antar staf

18. Terdapat mekanisme jenjang karir perawat


Weakness

1. Tidak terdapatnya program kerja dan jadwal kegiatan pelaksanaan program


kerja harian, mingguan dan bulanan.
2. Tidak lengkapnya berkas sop/sak (hanya terdapat 2 berkas yaitu SAK halusinasi
dan HDR).
3. Tidak terdapatnya evaluasi kerja terutama evalusi tenaga kerja Honorer.
13.Belum adanya pendokumentasian supervise, pre dan post conference, bedside
teaching, ronde keperawatan, dan diskusi/presentasi kasus kecuali handover
pendokumentasiannya sudah ada hanya saja belum lengkap.

2 2.Eksternal Faktor
Opportunity
1. Adanya kesempatan melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi
2. Adanya program akreditasi rumah sakit dari pemerintah dimana
MAKP merupakan salah satu penilaian
3. Adanya dukungan dari Kepala ruangan dan menejemen dari Rumah Sakit.
4. Merupakan tempat praktik dan belajar mahasiswa Ners., S1 keperawatan,
DIV dan DIII Keperawatan dan mahasiswa kedokteran.

Treathened

1. Semakin kritis masyarakat sehingga menuntut untuk mendapatkan pelayanan


keperawatan yang prima dan profesional.
2. Semakin maju dan berkembangny,m.a pemikiran serta pendidikan masyarakat
sehingga mampu membandingkan atau memilih pelayanan yang lebih baik.
3. Pelaksanaan pendokumentasian kurang berjalan dengan baik yang dapat
menyebabkan implementasi tidak maksimal
C. Identifikasi Masalah :

No Identifikasi Masalah Penyebab


1 Tidak terdapatnya program kerja dan Program kerja belum terbentuk dan
belum dibuatnya jadwal kegaiatan
jadwal kegiatan pelaksanaan program harian dan bulanan
kerja harian, mingguan dan bulanan.

2 Tidak lengkapnya berkas sop/sak (hanya Banyak berkas yang hilang dan untuk
terdapat 2 berkas yaitu SAK halusinasi penyusunan berkasnya juga belum
dan HDR) tertata sehingga berpeluang untuk
terselipnya berkas
3 Tidak terdapatnya evaluasi kerja terutama Karena untuk evaluasi kinerja hororer
evalusi tenaga kerja Honorer harus bersamaan dengan seluruh
ruangan yang ada di rumah sakit dan
juga belum adanya evaluasi kinerja
untuk tenaga kerja honorer dari pihak
atasan sehingga pihak ruangan juga
belum memiliki evaluasi kerja untuk
tenaga kerja honorer
4 Belum adanya format pendokumentasian Karena belum di buatnya format
supervise, pre dan post conference, bedside pendokumentasian supervise, pre dan
teaching, ronde keperawatan, dan post conference, bedside teaching,
diskusi/presentasi kasus kecuali handover ronde keperawatan, dan
pendokumentasiannya sudah ada hanya diskusi/presentasi kasus
saja belum lengkap.
5 Pemberian punishment dan reward belum Belum adanya konsep yang tersusun

diberikan secara jelas. untuk membuat reward dan punishment


terhadap perawat.
Prioritas Masalah :

No. Masalah Mg Sv Mn Nc Af Score Priorotas

Planning
1. Tidak terdapatnya program kerja dan jadwal kegiatan 5 4 4 5 3 1200 II
pelaksanaan program kerja harian, mingguan dan bulanan.
2. Tidak lengkapnya berkas SAK (hanya terdapat 2 berkas 5 5 4 5 4 2000 I

Organisasi
3. Tidak terdapatnya evaluasi kerja terutama evalusi tenaga kerja 5 4 4 4 3 960 III

Honorer

Pengarahan
4. Belum adanya format pendokumentasian supervise, pre dan 4 4 4 4 3 768 IV
post conference, bedside teaching, ronde keperawatan, dan
diskusi/presentasi kasus kecuali handover
pendokumentasiannya sudah ada hanya saja belum lengkap.

Pengendalian
5. Pemberian punishment dan reward belum diberikan secara 3 4 4 3 4 576 V
jelas.
Keterangan :

- Magnitude(Mg),yaitu kecenderungan dan seringnyamasalahterjadi,

- Severity(Sv),yaitu besarnya kerugian yang ditimbulkan,

- Manageability(Mn),yaitu kemampuan menyelesaikan masalah,

- Nursing Concern (Nc),yaitu fokus pada keperawatan,

- Affordabilility (Af),yaitu ketersedian sumber daya.

Setiap masalah diberikannilai dengan rentang1-5dengan kriteria:

- Nilai 1 =sangat kurang sesuai,

- Nilai 2 =kurang sesuai,

- Nilai 3 = cukup sesuai,

- Nilai 4 =sesuai

- Nilai 5 =sangat sesuai

Prioritas Masalah :
a. Tidak lengkapnya berkas sop/sak (hanya terdapat 2 berkas yaitu SAK halusinasi dan HDR.
b. Tidak terdapatnya program kerja dan jadwal kegiatan pelaksanaan program kerja harian,
mingguan dan bulanan.
c. Tidak terdapatnya evaluasi kerja terutama evalusi tenaga kerja Honorer
d. Belum adanya format pendokumentasian supervise, pre dan post conference, bedside
teaching, ronde keperawatan, dan diskusi/presentasi kasus kecuali handover
pendokumentasiannya sudah ada hanya saja belum lengkap.
e. Pemberian punishment dan reward belum diberikan secara jelas
D. Rencana kegiatan residensi manajemen Keperawatan di RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung

No Masalah Tujuan Program/ Indikator/Target Pj Waktu


1 Tidak lengkapnya berkas Agar terbentuknya Melakukan SOP/SAK terbentuk Kelompk 1 Sabtu, 5 Desember
SOP/SAK (hanya terdapat SOP/SAK pembentukan 2020
SOP/SAK
2 berkas yaitu SAK
Halusinasi dan HDR).
2 Tidak terdapatnya Supaya dalam Menyusun jadwal Jadwal program kerja Kelompok 1 Sabtu, 5 Desember
program kerja dan jadwal melakukan tindakan
kegiatan pelaksanaan keperawatan lebih program kerja ruangan ruangan tebentuk. 2020
program kerja harian, teratur karena sesuai dengan MPKP
mingguan dan bulanan. adanya menejemen
waktu.

3 Tidak terdapatnya Supaya dapat Menyusun format Terbentuknya format Kelompok 2 Sabtu, 5 Desember
evaluasi kerja terutama mengevaluasi kerja evaluasi kerja staf evaluasi kerja
evaluasi kerja honorer staf perawat, 2020
sehingga dapat
memberikan reward
bagi nilai yang baik
BAB III

PELAKSANAAN DAN

PEMBAHASAN

Presentasi kegiatan miniloka karya dan hasil analisis pengkajian serta rencana
penyelesaian masalah manajemen keperawatan di Ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provinsi Lampung dilaksanakan padahari senin, tanggal 30 November 2020 yang
dihadiri oleh Kasie Keperawatan yang merangkap sebagai pembimbing lahan, Kepala
Ruanan Kutilang, Ketua Tim I Ruang Kutilang, Ketua Tim II Ruangan Kutilang yang
merangkap pembimbing lahan, serta pembimbing akademik. Pada pertemuan tersebut
telah disepakati prioritas masalah yang telah ditetapkan meliputi :
1. Tidak lengkapnya berkas SOP/SAK (hanya terdapat 2 berkas yaitu SAK
Halusinasi dan HDR).
2. Tidak terdapatnya program kerja dan jadwal kegiatan pelaksanaan program kerja
harian, mingguan dan bulanan.
3. Tidak terdapatnya evaluasi kerja terutama evaluasi kerja honorer
Fokus penyegaran antara lain adalah melengkapi SAK dan juga membuat program
kerja
A. Persiapan Kegiatan
Persiapan kegiatan dilakukan dengan menyusun program kerja berdasarkan
persetujuan kepala ruangan dan ketua tim ruangan. Perangkat yang dibuat dalam
format pendokumentasian berupa melengkapi SAK, program kerja, jadwal harian
dan bulanan, dan juga format evaluasi kerja.Penyiapan perangkat ini dilakukan
pada tanggal 1 s/d 4 Desember 2020. (format hasil diskusi terlampir)
B. PelaksanaanKegiat
an
1. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan mulai dilakukan tanggal 24 november 2020 sesuai
jadwal yang telah disusun. Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan oleh
kelompok antara lain adalah melengkapi SAK, program kerja, jadwal harian dan
bulanan, dan juga format evaluasi kerja
2. Penerapan Kegiatan
a. SAK
Standar asuhan keperawatan berguna sebagai kriteria untuk menentukan
keberhasilan dan mutu asuhan keperawatan. Dalam pemberian asuhan
keperawatan yang baik yaitu harus dengan cara memenuhi standar profesi yang
juga telah ditetapkan, pelayanan asuhan keperawatan ini juga dimanfaatkan
secara efisiensi, dan juga efektif,aman juga bagi pasien dan perawat sebagai
pemberi jasa,memuaskan bagi pasien dan tenaga keperawatan, aspek sosial,
ekonomi, budaya, agama, etik dan tata nilai masyarakat diperhatikan dan
dihormati untuk menilai kualitas pelayanan keperawatan diperlukan adanya
standar praktik keperawatan. Standar asuhan keperawatan adalah penentu untuk
mempertahankan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan, standar
pelayanan dan asuhan keperawatan tersebut harus diterapkan secara bertahap.
Asuhan keperawatan adalah kegiatan pada praktik keperawatan yang
diimplementasikan secara langsung kepada pasien atau klien sebagai pelayanan
kesehatan, standar pelayanan yang dilaksanakan secara menyeluruh sesuai
dengan kebutuhan pasien, memanfaatkan teknologi tepat guna dan hasil
penelitian dalam pengembangan pelayanan kesehatan/ keperawatan sehingga
tercapai derajat kesehatan yang optimal.pelayanan dilaksanakan berdasarkan
dengan kaidah keperawatan sebagai profesi yang berdasarkan kepada ilmu dan
kiat keperawatan, bersifat humanistic dan berdasarkan pada kebutuhan objektif
klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi

klien ,asuhan keperawatan bermutu tinggi adalah tujuan perawat di semua praktik
pelayanan keperawatan atau disebut sebagai“great nursing”.

B. Penyusunan Program Kerja


Program kerja merupakan susunan rencana kegiatan kerja yang sudah
dirancang dan telah disepakati bersama untuk dilaksanakan dalam jangka waktu
tertentu. Selain itu program kerja juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam
pencapaian target saat akan melakukan pekerjaan dan hasilnya akan dievaluasi
pada masa akhir pengurusan. Program kerja harus dibuat secara tearah, sebab
akan menjadi pegangan organisasi dalam mencapai sebuah tujuan, oleh karena
itu pembutan jadwal program kerja sangat penting dalam perencanaan kegiatan
kerja. Jadwal kerja meliputi jadwal program kerja harian bulanan, dan tahunan.
Adapun tujuan dari penyusunan atau pembuatan jadwal program kerja
ialah mengetahui secara rinci tindakan tindakan yang harus dilakukan agar
tujuan , kewajiban, dan sasaran pengmbangan pekerjaan dapat tercapai sesuai
dengan waktu yang sudah ditetapkan.
Secara khusus tujuan dari program kerja ialah:
1. Menjamin agar perubahan atau tujuan program kerja yang belum
terrealisasikan ditahun lalu dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang
tinggi dan sesuai target
2. Mendukung jalannya program yang telah disusun sesuai target
3. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penggaran, pelaksanaan, dan
pengawasan
4. Menjamin tercapainya penggunaan anggaran secara efisien
Pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan ialah menyusun jadwal program kerja
ruangan sesuai dengan MPKP. Pada saat melakukan implementasi pada masalah
pembuatan jadwal program kerja tidak ditemukan kendala.

C. Evaluasi Kerja Karyawan


Evaluasi kerja yang efektif berisikan masukan positif serta poin-poin yang
perlu diperbaiki oleh karyawan. Dengan begitu, para karyawan dapat
mengenali keunggulan yang dapat dipertahankan dan kelemahan yang harus
diperbaiki.
Tujuan dari melakukan evaluasi kerja:
1. Memberikan penghargaan bagi karyawan dengan kinerja yang baik
Evaluasi kinerja karyawan adalah momen bagi para manajer untuk
mengukur kinerja individu maupun kelompok selama jangka waktu
tertentu. Dari sinilah ditentukan siapa saja karyawan terbaik dan kompensasi
apa yang akan diberikan. Bagi karyawan, penghargaan dari perusahaan
dapat meningkatkan kepuasan dan semangat kerja. Karyawan yang bahagia
dan bersemangat memiliki produktivitas lebih tinggi sehingga memberikan
keuntungan bagi perusahaan.
2. Mengetahui aspek yang harus diperbaiki
Selain menunjukkan keunggulan, evaluasi kinerja juga menunjukkan
berbagai aspek yang harus diperbaiki oleh karyawan agar bisa bekerja
dengan efektif. Akan tetapi, hal ini tidak menjadikan evaluasi kinerja
sebagai suatu hal yang negatif. Contohnya, karyawan bisa membahas
berbagai kesulitan terkait pekerjaan selama evaluasi kinerja. Jika seorang
karyawan memiliki skill yang kurang, maka ini adalah kesempatan yang
tepat untuk mencanangkan sebuah program pelatihan.
3. Melindungi perusahaan secara hukum
Perusahaan berhak memutus hubungan kerja bila karyawan melakukan
kesalahan yang amat fatal, tidak mampu memenuhi kewajiban, atau
memiliki masalah lain yang berpengaruh terhadap perusahaan. Hasil
evaluasi kinerja selalu disimpan dalam sebuah dokumen. Dokumen ini
merupakan bentuk antisipasi terhadap mantan karyawan yang datang untuk
menggugat perusahaan. Mereka mungkin adalah orang-orang yang diputus
hubungan kerjanya karena alasan tertentu.

4. Untuk menentukan pelatihan karyawan yang tepat


Setelah perusahaan tahu kelemahan dan kelebihan karyawan melalui
proses evaluasi ini, maka dengan begitu perusahaan dapat menentukan jenis
training apa yang tepat untuk mendorong kemajuan karyawan.
Melalui program pelatihan ini akan mampu menambah pengetahuan
karyawan, meningkatkan skill dan baik untuk pengembangan karier.
Diharapkan setelah pelatihan ini, karyawan akan dapat berkontribusi
maksimal bagi perusahaan.
Pemecahan permasalahan yang telah dilakukanialah menyusun format
evaluasi kerja staf. Dalam proses perencanaan penyusunan format evaluasi
mahasiswa hanya sekedar mengusulkan kepada ruangan untuk membuat
evaluasi kerja untuk mengetahui kenerja dari para pegawai ruangan. Setelah
dilakukan perencanaan dapat dievaluasi bahwa masalah ini belum dapat
direalisasikan karena keterbatasan waktu serta terkait dengan peraturan SOP
di rumah sakit jiwa yang tidak dapat diambil andil oleh mahasiswa.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Pengkajian data diruang praktek manajemen memakai wawancara dan lembar observasi
dan dari hasil analis ditemukan 13 masalah yang ada diruangan antara lain :
- SAK yang kurang lengkap
- Penyusunan jadwal program kerja belum ada
- Evaluasi kerja karyawan
B. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang dapat disampaikan oleh
mahasiswa disarankan kepada:
1. Kepala Ruangan
Mengoptimalkan penerapan visi, misi, dan motto ruangan yang telah dirancang bersama.
Serta penerapan program kerja bulanan sesuai jadwal yang telah disepakati.
2. KetuaTim
Mengoptimalkan pendokumentasian tindakan keperawatan seperti ronde keperawatan,
bed side teaching, pre post conference, dan supervisi perawat pelaksana. Serta penerapan
program kerja bulanan sesuai jadwal yang telah disepakati.
3. Perawat Pelaksana
Mengoptimalkan pendokumentasian asuhan keperawatan. Dan menjaga prinsip SOP
dalam melakukan asuhan keperawatan terhadap pasien.
DAFTAR PUSTAKA

Cushway, B. dan Lodge , D. (1999) Organisational behavior and design, perilaku organisasidan
desain organisasi, Jakarta : PT Elex Media Indonesia, Terjemahan

Dauglass ,L.A. (1984). The Effective Nurse Leader ang Manager, @ nd .ed. St. Louish : The
CV Mosby Company

Departemen Kesehatan RI (2002) Standar tenaga keperawatan di Rumah sakit, Jakarta,


Departemen Kesehatan RI

Sitorus, Ratna. (2006) Model Praktek Keperawatan Profesional, Edisi pertama, Jakarta , EGC

Swansberg,RC & Swansberg RJ ( 1999) Introductory manajemen and leadership for nurses: an
interactive text, Second edition., Boston : Jones and Bartlett Publishers.

Tappen GR (2001) Nursing Leadership and Management Consep and Practice , 4 th ed, FA
Davis, Philadelphia

Thoha. M (2008) Perilaku organisasi: Konsep dasar dan aplikasinya. Cetakan ke18 , Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada

Gillies, D.A. (1994) Nursing management a system approach, Philadelphia : W.B Sounders
Company

Mariono, (2001). Materi kuliah ketenagaan, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas


Indonesia Jakarta

Dauglass (1992) , The Effective Nurse : Leader and manager, 4th, St Louish : Mosby years
Book.Fik- UI dan RSUP CiptpMangunkusumo, (2000), Semiloka : Model Praktek
Keperawatan Profesional II, Jakarta 12 -14 Juli 2000.

Gillies, (1994) Nursing Management a System Approach, Philadelphia : WB Saunders

Kron and Gray, (1987), The Management of Patient Care : Putting Leadership Skill to Work, 6
th, Philadelphia : WB Saunders.

Swansburg Russell, (2001), Pengembangan Staf keperawatan : Alih Bahasa Waluyo Agung,
Asih Yasmin, Jakarta, EGC Penerbit Buku Kedokteran.