Anda di halaman 1dari 6

TUGAS III

MATA KULIAH : FILSAFAT ADMINISTRASI


KODE MATA KULIAH : ADPU 4531
REGISTRASI : 2020.2
MINGGU/TANGGAL : 24 November 2020
NAMA : Marta Ayu HAndayani
NIM : 021545552

1. Jelaskan ruang lingkup administrasi, pandangan tentang administrasi dan


jangkauannya. Kemudian jelaskan pula fenomena administrasi sebagai ilmu
pengetahuan social
A. Ruang lingkup administrasi
 Ruang lingkup administrasi Publik menurut Nicholas Henry
 Organisasi publik, berkenaan dengan model-model organisasi dan perilaku
birokrasi.
 Manajemen Publik, berkenaan dengan sistem dan ilmu manajemen, evaluasi
program dan produktivitas, anggaran publik dan manajemen SDM.
 Implementasi, menyangkut pendekatan terhadap kebijakan publik dan
implementasinya, privatisasi, administrasi antar pemerintahan dan etika birokrasi.
 Ruang lingkup administrasi Publik menurut Dimock dan Dimock
 Apa yang dilakukan pemerintah, menyangkut pengaruh kebijakan, wewenang,
lingkungan kerja pemerintah, penentuan tujuan-tujuan, dsb.
 Bagaimana pemerintah mengatur organisasi, personalia, pembiayaan, dsb.
 Bagaimana para administrator mewujudkan kerjasama, menyangkut koordinasi,
hubungan pusat dengan bagian-bagian, dsb.
 Bagaimana pemerintah bertanggung jawab, seperti melakukan pengawasan.
 Ruang lingkup administrasi publik menurut Yeremias T. Keban
 Dimensi Kebijakan, berkenaan dengan keputusan tentang apa yang harus
dikerjakan. Dimensi kebijakan ini sangat penting mengingat kedudukannya
sebagai penentu tentang apa yang hendak dikerjakan.
 Dimensi Manajemen, berkenaan dengan bagaimana menerapkan prinsip-prinsip
manajemen untuk mengimplementasikan kebijakan publik. Dimensi ini
memusatkan perhatian pada bagaimana melaksanakan apa yang telah diputuskan
melalui prinsip-prinsip tertentu yaitu prinsip manajemen.
 Dimensi Organisasi, berkenaan dengan siapa atau kelompok mana yang harus
mengimplementasikan atau mengerjakan apa yang telah diputuskan. Aspek
pertama yang ditekankan adalah pembagian tugas, fungsi dan tanggung jawab
dalam bekerja baik secara vertikal (mulai dari jabatan paling atas sampai paling
bawah) maupun secara horizontal (berbagai unit-unit atau bidang-bidang yang
dibentuk).
 Dimensi Etika, dianalogikan dengan sensor di dalam administrasi publik. Dimensi
ini dapat berpengaruh pada dimensi-dimensi lain dan sangat mempengaruhi
tercapai-tidaknya tujuan.
 Dimensi Lingkungan, Dinamika atau perubahan dimensi internal administrasi
publik seperti kebijakan, manajemen, organisasi, moral atau etika dan kinerja
dalam administrasi publik sangat dipengaruhi oleh dimensi eksternal administrasi
publik yaitu lingkungan.
 Dimensi Kinerja, pengukuran kinerja instansi pemerintah jarang dilakukan,
sementara pengukuran kinerja pegawai masih didasarkan pada standar evaluasi
yang lama dan sering menimbulkan masalah, yaitu melalui Daftar Penilaian
Pelaksanaan Pekerjaan (DP3).
 Ruang lingkup administrasi publik menurut James L. Perry
 Berbagai tantangan bagi administrasi publik dan bagaimana administrasi publik
seharusnya menyesuaikan diri.
 Sistem administrasi dan organisasi yang efektif.
 Usaha memperkuat hubungan dengan badan legislatif, badan-badan yang diangkat
atau dipilih oleh masyarakat.
 Bagaimana menyusun kebijakan dan program secara sukses.
 Administrasi perpajakan dan anggaran yang efektif.
 Manajemen sumber daya manusia.
 Bagaimana memperbaiki operasi dan pelayanan publik.
 Bagaimana praktek administrasi yang profesional dan etis.
 Ruang lingkup administrasi publik menurut Inu Kencana
 Dilihat dari peristiwa dan Gejala Pemerintah : Administrasi Pemerintahan Pusat,
Administrasi Pemerintahan Daerah, Administrasi Pemerintahan Kecamatan,
Administrasi Desa, Administrasi Departemen dan Non Departemen.
 Dibidang Kekuasaan: Administrasi Politik Luar Negeri, Administrasi Politik
Dalam Negeri, Administrasi Partai Politik, Administrasi Kebijaksanaan
Pemerintah.
 Dibidang Ketatalaksanaan: Administrasi Pembangunan, Administrasi Perkantoran,
Administrasi Kepegawaian, Kemiliteran, Kepolisian, Perpajakan, Pengadilan,
Kepenjaraan.
 Dibidang Kenegaraan: Tugas & Kewajiban Negara, Hak & Kewenangan Negara,
Tipe dan Bentuk Negara, Tujuan Negara dsb.
 Dalam Bidang Peraturan Perundang-Undangan: Landasan idil, landasan
konstitusional dan landasan operasional.
 Manajemen faktor eksternal dan internal
 Pengaturan struktur organisasi agar kewenangan dan tanggung jawab sesuai
kondisi dan tuntutan lingkungan.
 Respon secara benar terhadap kebutuhan, kepentingan dan aspirasi masyarakat.
 Pengaturan moral dan etika melalui kode etik agar kemampuan dan kompetensi
tidak disalahgunakan diluar kepentingan publik.
 Pengenalan karakteristik lingkungan dimana administrasi publik itu beroperasi
(Negara, swasta, masyarakat, dan lingkungan lain).
 Akuntabilitas kinerja melalui berbagai kegiatan pelayanan atau pemberian barang-
barang publik.

B. Pandangan administrasi dan jangkauannya


Pandangan yang melihat manajemen sebagai bagian dari administrasi dapat
dikemukakan  sebagai berikut.
1) Dalton E Mc. Farland bahwa administrasi ditujukan terhadap penetuan tujuan pokok dan
kebijaksanaannya, sedangkan manajemen ditujukan terhadap pelaksanaan kegiatan
dengan maksud menyelesaikan/mencapai tujuan dan pelaksanaan kebijaksanaan
(Handayaningrat, 1982).
2) Ordway Tead melihat administrasi sebagai sesuatu yang terdiri atas organisasi dan
manajemen. Administrasi adalah suatu proses dan badan yang bertanggungjawab
terhadap penentuan tujuan, dimana organisasi dan manajemen digariskan dan sebagainya.
3) Albert Lepawsky (1960) mempunyai pandangan yang sama di atas dengan mengatakan
“administrasi use in the broad sense to include organization and management.
Management is the force which leads, and dirtects an organization in the
accomplishment of a predetermined object (administrasi digunakan dalam arti luas
meliputi organisasi dan manajemen. Manajemen adalah kemampuan memimpin memberi
petunjuk dan membimbing suatu organisasi dalam mencapai suatu tujuan yang ditentukan
terlebih dahulu)
4) S.P. Siagian (1977) mengemukakan manajemen merupakan inti dari administrasi karena
manajemen merupakan alat pelaksana utama dari administrasi yakni menentukan tujuan
menyeluruh yang hendak dicapai (organization goal) dsn menentukan kebijaksanaan
umum yang mengikat seluruh organisasi (general and overall policies).
5) Arifin Abdulrachman (1969) mengatakan setiap administrasi atau penyelenggaraan
kegiatan-kegiatan itu mempunyai tiga aspek yang dapat dibedakan satu-sama lain, yakni:
Kegiatan-kegiatan manajemen  dan sistematika penggolongannya banyak macam
ragamnya. Misalnya menurut beliau sendiri ada lima, yaitu:
(1) perencanaan,
(2) pengorganisasian,
(3) Penempatan
(4) penggerakan, dan
(5) pengawasan.

C. Fenomena administrasi sebagai ilmu pengetahuan social diantaranya


1) Admistrasi perhimpunan keahlian dan penenlitian
2) Administrasi perkumpulan suau jenis olahraga atau kesebian
3) Administrasi Yayasan
4) Administrasi koprasi
5) Administrasi serikat buruh
6) Administrasi Lembaga fakir miskin atau badan social yang sejenis
7) Administrasi pekerjaan social
8) Administrasi gereja.
Jenis ilmu administrasi social merupakan kegiatan yang di lakukan Lembaga atau badan
kemasyarakatan yang tidak menonjolkan orang orang sebagai perseorangan misalnya
perhimpunan Yayasan, koperasi, serikat buruh, Lembaga fakir miskin dna badan social yang
sejenis.

2. Dalam kehidupan bernegara, anda tentunya sering melihat dinamika kekuasaan dalam
pemerintahan,Cobalah identifikasi salah satu pemisahan kekuasaan menurut
Montesqiue dan uraikan. 
Pembagian kekuasaan negara menurut Montesquieu.
Montesqui tahun 1689 sampai 1755 mengemukakan bahwa cabang kekuasaan itu ada
tiga yaitu kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif, dan kekuasaan yudikatif.
a. Kekuasaan Eksekutif: merupakan kekuasaan untuk menjalankan UU dan presiden
menjadi pemegang kekuasaan pemerintahan.
b. Kekuasaan Legislatif: merupakan kekuasaan untuk membentuk UUD, pemegang
kekuasaan ini adalah DPR.
c. Kekuasaan Yudikatif: merupakan kekuasaan yang menegakkan hukum dan keadilan.
Pemegang kekuasaan ini adalah MA dan MK.

3. Jelaskan terapan dari ilmu pemerintahan  yaitu hubungan antara yang memerintah
(penguasa) dan  yang diperintah (rakyat) serta berikan contoh kasusnya! 
Hubungan pemerintahan dan rakyat adalah hubungan yang terjadi antara yang diberi
perintah dengan pemerintah berada pada berbagai posisi dan melakukan berbagai peran satu
terhadap yang lain, baik timbal balik maupun searah, seimbang maupun tidak yang berfungsi
sebagai pengikat, penghubung, pembeda dan pembatas antara pemerintah dengan yang
diperintah. Melalui hubungan ini disalurkan informasi dari pihak kesatu ke pihak yang lain,
perintah dari atas dan laporan dari bawah, dan seterusnya. Hubungan itu merupakan sasaran
pengamatan dan kajian materia dan forma paradigmatik Ilmu Pemerintahan.
Contoh kasus
a. Demo penolakan terhadap kenaikan harga BBM menunjukkan hal yang penting soal
hubungan antara pemerintah dan rakyat. Pemerintah mengatakan kenaikan harus
dilakukan agar APBN tidak jebol, sedangkan rakyat menolak kenaikan itu karena
menganggap bahwa masih ada pilihan lain selain kenaikan itu. 
b. Demo penolakan pengesahan UU Omni Bus Law yang menyangkut tentang tenaga
buruh yang di anggap tidak adil meskipun menurut pemerintah hal ini untuk
mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai