Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN INDIVIDU

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN


SEHAT JIWA PADA BAYI
Disusun untuk Memenuhi Tugas Laporan individu Praktek Profesi Ners
Departemen Keperawatan Jiwa

Oleh:

Nama : Dian Permatasari


NIM : 2007.14901.293

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES WIDYAGAMA HUSADA
MALANG
2021
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN


SEHAT JIWA PADA BAYI

Hari :
Tanggal :

Disusun oleh:

Nama : Dian Permatasari


NIM : 2007.14901.293

Disetujui oleh:

Penguji Pendidikan Penguji Lahan

( ) ( )
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Defenisi Masa Bayi


Pengertian masa bayi adalah masa yang berlangsung selama 2 tahun
pertama setelah 2 minggu periode bayi yang baru lahir (postnatal). Meskipun
masa bayi sering dianggap masa bayi baru lahir,label masa bayi akan
digunakan untuk membedakannya dengan periode postnatal yang pada masa
ini ditandai dengan keadaan sangat tidak berdaya. Umumnya ahli psikologi
perkembangan membatasi periode masa bayi dalam 2 tahun pertama ini
dengan menyebutnya periode vital,karena kondisi fisik dan psikologi bayi
merupakan pondasi yang kukuh untuk perkembangan dan pertumbuhan
selanjutnya.
Selama beberapa bulan masa bayi,keadaan tidak berdaya itu secara
berangsur-angsur agak menurun. Akan tetapi,tidak berarti bahwa keadaan
tidak berdaya secara cepat menghilang dan bayi menjadi mandiri,tetapi setiap
hari,setiap minggu,setiap bulan,bayi semakin mandiri,sehingga saat masa
bayi berakhir pada ulang tahun kedua, ia menjadi seorang manusia yang
berbeda dengan masa bayi. Oleh karena itulah ”bayi” banyak ditafsirkan
sebagia individu tidak berdaya,maka semakin umum orang menamkan masa
bayi selama 2 tahun itu sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan. Anak
kecil adalah bayi yang telah berhasil menguasai tubuhnya sehingga relatif
mandiri.
Rasa percaya dan tidak percaya tidak muncul hanya pada tahun pertama
kehidupan saja. Tetapi rasa tersebut muncul lagi pada tahap perkembangan
selanjutnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat anak-anak
memasuki sekolah dengan rasa percaya dan tidak percaya dapat
mempercayai guru tertentu yang banyak memberikan waktu baginya sehingga
membuatnya sebagai orang yang dapat dipercayai. Pada kesempatan kedua
ini, anak mengatasi rasa tidak percaya sebalumnya. Sebaliknya, anak-anak
yang meninggalkan masa bayi dengan rasa percaya pasti pada tahap
selanjutnya masih dapat memiliki rasa tidak percaya, yang mungkin terjadi
karena adanya konflik atau perceraian kedua orang tuanya. Erikson
menekankan bahwa tahun kedua kehidupan ditandai oleh tahap otonomi
versus rasa malu dan ragu-ragu (Azis Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah
(2014).
B. Ciri-ciri Masa Bayi
1. Masa bayi adalah masa dasar yang sesunguhnya.
2. Masa bayi adalah masa pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat.
3. Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan.
4. Masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas.
5. Masa bayi adalah permulaan sosialisasi.
6. Masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggoolongan peran.
7. Masa bayi adalah masa yang menarik
8. Masa bayi merupakan permulaan kreativitas

C. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PADA MASA BAYI


1. Perkembangan refleks
Pada masa bayi terlihat gerakan-gerakan spontan, yang disebut
reflek. Reflek adalah gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan
tidak terkordinasi sebagai reaksi terhadap rangsangan tertentu serta
memberi bayi respon penyesuaian diri terhadap lingkungannya.
a. Reflek menghisap dan mencari
Bayi baru lahir secara otomatis akan menghisap benda yang
ditempatkan di mulutnya. Jika bayi menemukan puting susu ibu,maka
ia akan menghisap secara kuat dan berirama tanpa belajar lebih
dahulu. Reflek mencari dan menghisap akan menghilang setelah bayi
berusia kira-kira 3 sampai 4 bulan. Kemudian pada usia 1 tahun reflek
menghisap menyatu dan diperluas dengan aktivitas makan yang di
sengaja.
b. Reflek moro
Reflek moro adalah suatu respon tiba-tiba dari bayi yang baru lahir
sebagai akibat adanya suara atau gerakan yang mengejutkan. Reflek
moro ini juga merupakan suatu upaya umempertahankan hidup. Oleh
karena itu,reflek tersebut merupakan hal yang normal bagi semua bayi
yang baru lahir. Respon ini akan menghilang ketiaka bayi mendekati
usia 6 bulan.
c. Reflek menggenggam (grassping reflex)
Refleks menggengam terjadi ketika sesuatu menyentuh telapak
tangan bayi dan bayi akan merespon dengan cara menggengam
dengan kuat. Reflek menggengam merupakan langkah awal bayi
untuk lebih memudahkan melakukan aktivitas menggengam
selanjutnya yang lebih disengaja. Reflek menggengam ini akan
berkurang pada bulan ke-3.
2. Kemampuan merangkak
Diartikan sebagai keterampilan bergerak maju dengan tangan dan kaki
sambil mengangkat badan dari dasar tempat menelungkup. Dengan
tercapainya kemampuan merangkak si bayi mulai bereksplorasi
menjelajahi tempat bermain dan rumahnya sambil memperkukuh otot-
ototnya.
3. Kemampuan duduk
Bertujuan untuk mendapatkan kebebasan bergerak bagi kepala,tubuh
dan kedua belah tangan. Dengan fasilitas kebebasan ini,bayi bisa
memperhatikan gerakan-gerakan tangan dan jari-jari sambil
memanipulasikan kepalanya.
4. Kemampuan diri dan berjalan
Tegak berdiri dan berjalan pada dua kaki itu merupakan keterampilan
khas mmanusiawi.
5. Pola tidur dan bangun
Bayi yang baru lahir menhabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.
Rata-rata bayi baru lahir tidur selama 16-17 jam sehari,walaupun ada
beberapa bayi yang rata-rata tidurnya lebih sedikit,yaitu sekitar 10-11 jam
perhari.
6. Pola makan dan minum
Perkembangan fisik bayi bergantung pada makanan yang baik selama
2 tahun pertama. Bayi yang membutukan makanan yang mengandung
sejumlah protein,kalori,vitamin dan mineral. Bagi bayi usia 6 bulan
pertama ASI merupakan sumber makanan dan sumber energi yang
utama,karena ASI adalah susu yang bersih dan dapat dicerna,serta
mengandung zat antibodi bagi bayi.
7. Pola buang air
Buang air yang terkendali atau terlatih merupakan suatu bentuk
keterampilan fisik dan motorik yang harus dicapai oleh bayi. Kemapuan
untuk mengendalikan buang air ini sangat bergantung pada kematangan
otot dan motivasi yang dimiliki. Pengendalian buang air kecil dimulai pada
usia 15-16 bulan,tetapi sampai akhir masa bayi pengendalian buang air
kecil ini belum sempurna (Hurlock,1994)
8. Perkembangan Inteligensi
Menurut Piaget,dilihat dari perkembangan kognitif,pada usia bayi ini
berada pada periode sensorimotorik. Bayi mengenal objek-objek yang
berada di lingkungannya melalui sistem pengindraan (pengelihatan dan
pendengaran) dan gerakan motoriknya.
9. Perkembangan emosi
Emosi adalah perasaan atau afeksi yang melibatkan kombinasi antara
gejolak fisiologis dan perilaku yang tampak. Beberapa tahapan
perkembangan emosi pada bayi secara umum adalah :
 Usia 2 bulan pertama
Pada usia ini tipikal emosinya ialah heran,senang,kejijikan dan
kesukaran. Bayi pada usia ini juga menunjukkan minatnya yang
meningkat terhadap berbagai orang dan benda-benda di sekitarnya.
 Usia 2-4 bulan
Bayi sudah mampu tersenyum dan menunjukkan kesenangannya
terhadap orang tua,terutama ibunya.
 Usia 3 -10 bulan
Anak-anak yang normal akan memainkan permainan yang
sederhana,seperti ‘memberi dan menerima’.
 Usia tahun ke 2
Pada usia ini selain menangis ketika dia lapar,anak yang normal
seringkali menuntun tangan ibunya ketempat penimpanan makanan
misalnya lemari makanan (kulkas).
10. Perkembangan bahasa
Kemapuan dan kesiapan belajar bahasa pada manusia segera
mengalami perkembangan setelah kelahirannya.
11. Perkembangan moral
Pada masa ini,tingkah laku bayi hampir semuanya didominasi oleh
dorongan naluriah belaka. Oleh karena itu,tingkah laku anak belum bisa
dinilai sebagai tingkah laku bermoral atau tidak bermoral. Dengan melihat
kecenderungan perilaku anak tersebut, maka untuk menanamkan
konsep-konsep moral pada anak,sebaiknya dilakukan hal-hal sebagi
berikut:
 Berilah pujian,ganjaran atas sesuatu yang menyenagkan anak (seperti
mencium,dipeluk dan diberi kata-kata pujian) apabila dia melakukan
perbuatan baik.
 Berilah hukuman atau sesuatu yang mendatangkan perasaan tidak
senang apabila dia melakukan perbuatan yang tidak baik. Hukuman
tersebut akan menjadi hukuman bagi anak untuk tidak mengulangi
perbuatan yang tidak baik itu.

D. Perkembangan Psikososial Usia Bayi


1. Ciri-ciri Perkembangan Psikososial
a. Perkembangan psikososial bayi dimulai pada usia 1-2 bulan
memperlihatkan rasa senang-nyaman berdekatan dengan orang yang
dikenal
b. Usia 4-7 bulan memberikan respon emosional terhadap kontak sosial
c. Usia 9-10 bulan mulai lepas dari pengasuhnya karena sudah dapat
merangkak atau meraih sesuatu.
d. Usia 1 tahun tampak interaktif rasa aman dengan ibu atau pengasuhnya
dan
e. Usia 2 tahun mulai mengikuti perbuatan orang lain diluar ibu atau
pengasuhnya, bermain sendiri atau dengan orang lain. (Desmita : 2016).
2. Tahap Perkembangan Usia Bayi
Menurut Erik Erikson (1963) perkembangan psikososial terbagi
menjadi beberapa tahap. Masing-masing tahap psikososial memiliki dua
komponen, yaitu komponen yang baik (yang diharapkan) dan yang tidak
baik (yang tidak diharapkan). Perkembangan pada fase selanjutnya
tergantung pada pemecahan masalah pada tahap masa sebelumnya.
Dari pendapat Erik Erikson tadi maka tahap-tahap perkembangan
psikososial yang dilalui bayi hanya ada satu yaitu sebagai berikut :
 Percaya Vs Tidak percaya ( 0-1 tahun )
Komponen awal yang sangat penting untuk berkembang adalah rasa
percaya. Membangun rasa percaya ini mendasari tahun pertama
kehidupan. Begitu bayi lahir dan kontak dengan dunia luar maka ia
mutlak tergantung dengan orang lain. Rasa aman dan rasa percaya
pada lingkungan merupakan kebutuhan. Alat yang digunakan bayi untuk
berhubungan dengan dunia luar adalah mulut dan panca indera,
sedangkan perantara yang tepat antara bayi dengan lingkungan adalah
ibu.
3. Perkembangan Emosi
Emosi adalah perasaan atau afeksi yang melibatkan gejolak fisiologis
dan perilaku yang tampak sekaligus. Emosi pun diklasifikasi menjadi dua
yaitu, afektifitas positif (antusiasme, kegembiraan, kesabaran, dan
ketenangan) dan afektifitas negatif (kecemasan, kemarahan, rasa
bersalah, dan kesedihan). Sedangkan, yang dinamakan dengan
emosionalitas pada perangai bayi adalah kecenderungan untuk mengalami
kesulitan (distressed). (Desmita : 2016).
Dalam perkembangan anak, emosi memiliki peranan-peranan tertentu,
seperti, media untuk penyesuaian diri dan mempertahankan kelangsungan
hidup (adaptation & survival). Emosi pun memiliki fungsi sebagai media
pengaturan diri (regulation).Dan juga berfungsi sebagai media komunikasi.
(Desmita : 2016).
Gejala awal perilaku emosional adalah keterangsangan umum terhadap
stimulus yang kuat. Keterangsangan berlebih-lebihan tampak dalam
aktivitas yang banyak pada bayi yang baru lahir. Meski begitu, reaksi
emosional pada bayi yang masih dalam periode neo natal, kurang spesifik,
karena hanya menampakan reaksi terhadap kesenangan dan ketidak
senangan. Seiring pertambahan usianya, ekspresi emosional bayi sekitar
satu tahun, telah menyerupai ekspresi yang ditampakkan oleh orang
dewasa. (Desmita : 2016).
Biasanya, emosi pada bayi hanya ditunjukkan dengan menangis dan
tersenyum, karena kedua hal itu adalah mekanisme yang terpenting untuk
mengembangkan komunikasi bayi tersebut. (Desmita : 2016).
Perkembangan Emosi Bayi:

NO UMUR UMUR EKSPRESI EMOSI

1. 0 – 1 bulan Senyuman sosial


2. 3 bulan Senyuman kesenangan
3. 3 – 4 bulan Kehati-hatian
4. 4 bulan Kelurahan
5. 4 – 7 bulan Kegembiraan, kemarahan
6. 5 – 9 bulan Ketakutan
7. 18 bulan Malu

4. Perkembangan Temperamen
Temperamen merupakan sebuah aspek karakter yang menyelubungi
seseorang secara umum, yang dibentuk oleh kecenderungan-
kecenderungan pola-pola khusus reaksi emosional, perubahan suasana
hati, dan tingkat kepekaan yang dihasilkan rangsangan. Temperamen juga
bisa dilihat sebagai reaksi seseorang terhadap respon lingkungannya.
Temperamen umumnya diperoleh seseorang melalui orang tuanya dengan
cara diturunkan, juga dipengaruhi lingkungan sekitar. Perbedaan kualitas
dan intensitas respons emosional serta pengaturan diri yang memunculkan
perilaku individual yang terlihat sejak lahir, yang relatif stabil dan menetap
dari waktu ke waktu dan pada semua situasi yang dipengaruhi oleh
interaksi antara pembawaan, kematangan, dan pengalaman (Azis Alimul
Hidayat & Musrifatul Uliyah (2014).
Beberapa bayi sangat aktif menggerakkan tangan, kaki dan mulutnya
tanpa henti-hentinya, tetapi bayi lain terlihat sangat tenang. Sebagian bayi
merespons dengan hangat kepada orang lain cerewet, rewel dan susah
diatur. Semua gaya perilaku ini merupakan tempramen seorang bayi(Azis
Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah (2014).
5. Tahap Attachment
Attachment adalah sebuah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh
J. Bowlby tahun 1958 untuk menggambarkan pertalian atau ikatan antara
ibu dan anak. Kebanyakan ahli psikologi perkembangan mempercayai
bahwa attachment pada bayi merupakan dasar utama bagi pembentukan
kehidupan sosial anak di kemudian hari. Menurut J. Bowlby,
pentingnya attachment dalam tahun pertama kehidupan bayi adalah
karena bayi dan ibunya secara naluriah memiliki keinginan untuk
membentuk suatu katerikatan (Azis Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah
(2014).
Ada 4 tahap perkembangan attachment pada bayi adalah sebagai
berikut :
a. Tahap Indiscriminate Sosiability (0-2 bulan)
Bayi tidak membedakan antara orang- orang dan merasa senang
dengan atau menerima dengan senang orang yang dikenal dan yang
tidak dikenal.
b. Tahap Attachment Is The Makin (2-7 bulan)
Bayi mulai mengakui dan menyukai orang-orang yang dikenal,
tersenyum pada orang yang lebih dikenal.
c. Tahap Specific, Clear-Cut Attachment (7-24 bulan),
Bayi telah mengembangkan keterikatan dengan ibu atau pengasuh
pertama lainnya dan akan berusaha untuk senantiasa dekat dengannya,
akan menangis ketika berpisah dengannya.
d. Tahap Goal-Coordination Partenerships (24- seterusnya)
Bayi merasa lebih aman dalam berhubungan dengan pengasuh
pertama, bayi tidak merasa sedih selama berpisah dengan ibunya atau
pengasuh pertamanya dalam jangka waktu yang lama(Azis Alimul
Hidayat & Musrifatul Uliyah (2014).

E. Perkembangan Rasa Percaya


Menurut Erik Erikson (1968), pada tahun pertama (bayi usia 1-2
bulan) kehidupan ditandai dengan adanya tahap perkembangan rasa percaya
dan rasa tidak percaya. Erikson meyakini bayi dapat mempelajari rasa
percaya apabila mereka diasuh dengan cara yang konsisten. Rasa tidak
percaya dapat muncul apabila bayi tidak mendapatkan perlakuan yang baik.
Gagasannya tersebut banyak persamaanya dengan konsep Ainsworth
tentang keterikatan yang aman (secure attachment).
Rasa percaya dan tidak percaya tidak muncul hanya pada tahun pertama
kehidupan saja. Tetapi rasa tersebut muncul lagi pada tahap perkembangan
selanjutnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat anak-anak
memasuki sekolah dengan rasa percaya dan tidak percaya dapat
mempercayai guru tertentu yang banyak memberikan waktu baginya
sehingga membuatnya sebagai orang yang dapat dipercayai. Pada
kesempatan kedua ini, anak mengatasi rasa tidak percaya sebalumnya.
Sebaliknya, anak-anak yang meninggalkan masa bayi dengan rasa percaya
pasti pada tahap selanjutnya masih dapat memiliki rasa tidak percaya, yang
mungkin terjadi karena adanya konflik atau perceraian kedua orang tuanya.
Erikson menekankan bahwa tahun kedua kehidupan ditandai oleh tahap
otonomi versus rasa malu dan ragu-ragu(Azis Alimul Hidayat & Musrifatul
Uliyah (2014).

G. TUGAS PERKEMBANGAN MASA BAYI


1. Belajar berjalan. Terjadi pada usia antara 9-15 bulan. Pada usia ini
tualang kaki,otot dan susunan sarafnya telah matang untuk belajar
berjalan.
2. Belajar memakan makanan padat, Hal ini terjadi pada tahun kedua.
Sistem alat-alat pencernaan makanan dan alat-alat pengunyah pada
mulut telah matang untuk hal tersebut.
3. Belajar berbicara, Yaitu mengeluarkan suara yang berarti dan
menyampaikannya kepada orang lain dengan perantara suara itu.
4. Belajar buang air kecil dan buang air besar, Tugas ini dilakukan pada
tempat dan waktu yang sesuai dengan norma masyarakat. Untuk
memberikan pendidikan kebersihan kepada nak usia dibawah 4
tahun,cukup dengan pembiasaan saja,yaitu setiap kali mau buang
air,bawalah anak ke kamar mandi tanpa banyak memberikan
penerangan kepadanya.
5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin. Agar pengenalan terhadap
jenis kelamin berjalan normal,maka orang tua perlu meperlakukan
ankanya,baik dalam memberikan alat mainan,pakaian,maupun aspek
lainnya sesuai dengan jenis kelamin anak
6. Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis. Dalam proses mencapai
kestabilan jasmaniah ini,orang tua perlu memberikan perawatan yang
intensif,baik menyangkut emberian makanan yang bergizi maupun
pemeliharaan kebersihan.
7. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua,saudara
dan orang lain.
H. Konsep askep
1. Pengkajian
Perkembangan psikososial bayi yang normal adalah proses
perkembangan bayi, ditandai dengan pemupukan rasa percaya pada
orang lain yang diawali dengan kepercayaan terhadap orang tua,
khususnya ibu. Rasa aman secara fisik dan psikososial berperan penting
dalam pembentukan rasa percaya bayi. Bila rasa percaya tidak terpenuhi
maka akan terjadi penyimpangan berupa rasa tidak percaya diri dan
setelah besar ia menjadi orang yang mudah curiga dan tidak menjalin
hubungan baru.
2. Karakteristik Perilaku
Karakteristik Normal
 Menangis ketika ditinggalkan oleh ibunya
 Menangis saat basah, lapar, haus, dingin, panas, sakit.
 Menolak atau menangis saat digendong oleh orang yang tidak
dikenalnya
 Segera terdiam saat digendong, dipeluk atau dibuai
 Saat menangis mudah dibujuk untuk diam kembali
 Menyembunyikan wajah dan tidak langsung menangis saat bertemu
dengan orang yang tidak dikenalnya
 Mendengarkan musik atau bernyanyi dengan senang
 Menoleh mencari sumber suara saat namanya dipanggil
 Saat diajak bermain memperlihatkan wajah senang
 Saat diberikan mainan meraih mainan atau mendorong dan
membantingnya.
3. Diagnosa keperawatan :
Kesiapan peningkatan perkembangan infant

4. Intervensi
a. Intervensi Generalis
 Segera menggendong, memeluk dan membuai bayi saat bayi
menangis
 Memenuhi kebutuhan dasar bayi (lapar, haus, basah, sakit)
 Memberi selimut saat bayi kedingingan
 Mengajak berbicara dengan bayi
 Memanggil bayi sesuai dengan namanya
 Mengajak bayi bermain (bersuara lucu, menggerakkan benda,
memperlihatkan benda berwarna menarik, benda berbunyi)
 Keluarga bersabar dan tidak melampiaskan kekesalan atau
kemarahan pada bayi
 Segera membawa bayi kepada pusat layanan kesehatan bila bayi
mengalami masalah kesehatan atau sakit.
b. Intervensi Spesialis
 Terapi stimulasi perkembangan psikososial anak usia 0-18 bulan.
DAFTAR PUSTAKA

A.Azis Alimul Hidayat & Musrifatul Uliyah. (2014). Pengantar Kebutuhan Dasar
Manusia. Edisi 2. Jakarta: Salemba medika
Desmita. 2016. Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung: Rosda.

Anda mungkin juga menyukai