Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN

PADA Tn. A DENGAN SUPRAVENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT)

DI RUANG IGD RSUD WANGAYA

TANGGAL 16 FEBRUARI 2021

OLEH :

NI KOMANG MARNI

P07120218017

SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

TINGKAT III SEMESTER VI

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN

2021
A. PENGKAJIAN

I. Identitas Diri Klien

Nama : Tn. A

Tanggal Masuk RS : 16 Februari 2021

Tempat/Tanggal Lahir : Kerobokan, 15 Januari 1984

Sumber Informasi : Pasien dan anggota keluarga

Umur : 37 Tahun

Agama : Hindu

Jenis Kelamin : Laki-laki

Status Perkawinan : kawin

Pendidikan : SMA

Suku : Bali

Pekerjaan : Pedagang

Lama Bekerja : 30 Tahun

Alamat : Banjar Tegeh, Kerobokan, Badung

 Keluhan Utama : Pasien mengeluh jantung berdebar cepat


 Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluh merasakan jantung berdebar dengan
cepat kurang lebih pukul 12.30 Wita sebelum MRS. Pasien langsung dibawa ke
IGD RSUD Wangaya. Saat tiba di ruang IGD pukul 13.30 wita pasien segera
diberikan penanganan terapi oksigen 2 lpm/ nasal kanul, mengecek GDS Stick,
Melakukan EKG, diberikan terapi infus Nacl 0,9% drip amiodoron 7 tpm,
melakukan pengambilan darah untuk dilakukan pengecekkan darah lengkap,
kimia darah.
 Riwayat Penyakit Dahulu : Tn.A mengatakan memiliki riwayat penyakit jantung
sejak 9 tahun lalu tidan terkontrol (diit, minum obat, control). Tn.A juga
mengatakan ia perokok dan suka minum alkohol sejak masih muda dan sampai
sekarang.
1. Keluarga terdekat yang dapat dihubungi (orang tua, wali, suami, istri, dan lain-lain)
Pekerjaan : Pedagang
Pendidikan : SMA
Alamat : Banjar Tegeh, Kerobokan, Badung
2. Alergi : Tn.A tidak memiliki riwayat alergi yang diakibatkan oleh obat-obatan,
makanan, maupun minuman.
Tipe Reaksi Tindakan
.......................... ............................ ..........................

3. Kebiasaan : merokok/kopi/obat/alkohol/lain-lain
Jika ya jelaskan : Tn. A memiliki kebiasaan dalam mengkonsumsi
rokok dapat menghabiskan 2 bungkus dalam seminggu, Tn.A juga
mengkonsumsi 1 gelas kopi setiap pagi dan siang hari, Tn. A juga
kadang-kadang mengkonsumsi alkohol saat berkumpul dengan
teman.

4. Obat-obatan : Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan


Lamanya :-
Sendiri :-
Orang lain (resep) : -

5. Pola nutrisi
Frekuensi/porsi makan : Tn.A mengatakan makan 3 kali sehari dengan 1 porsi
Berat Badan : 65 Kg dan TinggiBadan: 160 Cm
Jenis makanan : Makanan yang digoreng
Makanan yang disukai : Semua makanan yang digoreng
Makanan tidak disukai : Makanan yang berbaur sayur-sayuran
Makanan pantangan : Tidak ada makanan pantangan
Nafsu makan : Tn.A mengatakan tidak ada masalah pada nafsu makan
[ √ ] baik
[ - ] sedang, alasan: mual/muntah/sariawan/dll [ - ] kurang, alasan :
mual/muntah/sariawan/dll
Perubahan BB 3 bulan terakhir :
[ - ] bertambah....kg
[ √ ] tetap
[ - ] berkurang.....kg

6. Pola eliminasi
a. Buang air besar
Frekuensi: 1 kali
Waktu :pagi/siang/sore/malam
Warna : Kuning kecoklatan
Konsistensi : Lembek
Penggunaan Pencahar : Tidak ada
b. Buang air kecil
Frekuensi : 4-8 kali
Warna : Kuning pucat
Bau : Berbau khas urine

7. Pola tidur dan istirahat

Waktu tidur (jam) : Tn. A mengatakan paling sering tidur malam pukul 22.00
wita dan bangun pagi pukul 07.00 wita
Lama tidur/hari : Tn.A lama tidur 7-9 jam
Kebiasaan pengantar tidur : Tidak ada
Kebiasaan saat tidur : Keluarga pasien mengatakan kebiasaan Tn.A tidur yaitu
mendengkur
Kesulitan dalam hal tidur : [ - ] menjelang tidur
[ - ] sering/mudah terbangun
[ - ] merasa tidak puas setelah bangun tidur

8. Pola aktivitas dan latihan :


a. Kegiatan dalam pekerjaan : Tn. A bekerja sebagai pedagang
b. Olah raga : Tn. A mengatakan tidak pernah melakukan olah
raga
c. Kegiatan di waktu luang : Tn. A mengatakan kegiatan yang dilakukan pada
saat waktu luang yaitu berkumpul dengan teman-
temanya untuk minum alkohol dan merokok
d. Kesulitan/ keluhan dalam hal ini : [ √ ] pergerakan tubuh [ √ ] bersolek
[ √ ] mandi, berhajat
[√] mudah merasa kelelahan [√] mengenakan pakaian [ √ ] sesak nafas
setelah mengadakan aktivitas

9. Pola kerja
a. Jenis pekerjaan : Pedagang, lamanya : 30 Tahun
b. Jumlah jam kerja . Pukul 09.00 – 20.00 wita , jam lamanya : 12 jam
c. Jadwal kerja : Hari Senin - Sabtu
d. Lain-lain (sebutkan) : Tidak ada

II. Riwayat Keluarga


Genogram :
Keterangan :

= laki-laki =hubungan dengan


keluarga

= perempuan = tinggal satu rumah

= meninggal dunia =Pasien yang


diidentifikasi

= kawin
III. Riwayat Lingkungan
Kebersihan Lingkungan : Keluarga pasien mengatakan kebersihan lingkungan pada daerah
tempat tinggal dalam keadaan bersih
Bahaya : Keluarga pasien mengatakan lingkungan rumah aman tidak ada
ancaman bahaya
Polusi : Keluarga pasien mengatakan lingkungan rumah bebas dari
polusi, jauh dari kota dan pabrik

IV. Aspek Psikososial


1. Pola pikir dan persepsi
a. Alat bantu yang digunakan :
[ - ] kaca mata [ - ] alat bantu pendengaran

b. Kesulitan yang dialami : [ - ] sering pusing


[ - ] menurunnya sensitifitas terhadap panas dingin [ - ] membaca/menulis
2. Persepsi diri
Hal yang dipikirkan saat ini : Tn.A mengatakan kondisi tubuhnya lemas
dan merasakan jantung berdebar terus-menerus
dan terasa sangat keras
Harapan setelah menjalani perawatan : Tn.A mengatakan berharap kondisinya cepat pulih
Perubahan yang dirasa setelah sakit : Tn.A mengatakan kondisi tubuh yang lemas
dan merasa pusing

3. Suasana hati : Tn.A merasa sedih


4. Hubungan/komunikasi : Tidak ada masalah
a. Bicara
[ √ ] jelas bahasa utama : Bahasa bali
[ √ ] relevan bahasa daerah : Bahasa bali
[ √ ] mampu mengekspresikan
[ √ ] mampu mengerti orang lain
b. Tempat tinggal [√ ] sendiri
[ - ] bersama orang lain, yaitu [ - ]
c. Kehidupan keluarga
- adat istiadat yang dianut : Sesuai adat di tempat tinggal
- pembuatan keputusan dalam keluarga : Tn. A dan Istri
- pola komunikasi : Pola komunikasi verbal
- keuangan : [ - ] memadai [ - ] kurang
d. Kesulitan dalam keluarga
[ - ] hubungan dengan orang tua
[ - ] hubungan dengan sanak keluarga
[ - ] hubungan dengan suami/istri

5. Kebiasaan seksual
a. Gangguan hubungan seksual disebabkan kondisi sebagai berikut : Tidak ada masalah
[ - ] fertilitas [ - ] menstruasi
[ - ] libido [ - ] kehamilan
[ - ] ereksi [ - ] alat kontrasepsi
b. Pemahaman terhadap fungsi seksual : Tn.A mengatakan mengetahui tentang fungsi
seksual

6. Pertahanan koping
a. Pengambilan keputusan [ √ ] sendiri
[ - ] dibantu orang lain; sebutkan [ - ]

b. Yang disukai tentang diri sendiri : Tn. A mengatakan sangat mencintai dirinya sendiri

c. Yang ingin dirubah dari kehidupan : Tn. A mengatakan akan merubah kebiasaan hidup
yang lebih sehat
d. Yang dilakukan jika sedang stress :
[ √ ] pemecahan masalah [ - ] cari pertolongan [ - ] makan [ - ] makan obat
[ - ] tidur
[ - ] lain-lain (misalnya marah, diam dll) sebutkan [ - ]

7. Sistem nilai – kepercayaan


a. Siapa atau apa yang menjadi sumber kekuatan : Tn. A mengatakan sumber kekuatan
dalam menjalani pengobatan yaitu keluarganya
b. Apakah Tuhan, Agama, Kepercayaan penting untuk anda : [ √ ] ya [ ] tidak
c. Kegiatan Agama atau Kepercayaan yang dilakukan (macam dan frekuensi)
Sebutkan : Tn. A mengatakan mengatakan menganut agama hindu, dan biasaanya pasien
melakukan persembahyangan ke pura setiap ada upacara keagamaan
d. Kegiatan Agama atau Kepercayaan yang ingin dilakukan selama di rumah sakit,

Sebutkan : .Tn. A mengatakan ingin didoakan untuk kesembuhannya

V. Pengkajian Fisik
A. Vital Sign
Tekanan darah : 120/ 80 mmHg
Suhu : 37OC
Nadi : 155 x/ menit
Pernafasan : 18 x/ menit
B. Kesadaran : Compos Mentis GCS : 15
Eye : 4
Verbal : 5
Motorik : 6
C. Keadaan umum :
 Sakit/ nyeri : 1. ringan 2. sedang 3. berat
Skala nyeri :5
Nyeri di daerah : dada kiri

 Status gizi : 1. gemuk 2. normal 3. kurus


BB: 65 Kg, TB : 160 Cm

 Sikap : 1. tenang 2. gelisah 3. menahan nyeri

 Personal hygiene : 1. Bersih 2. kotor 3. lain-lain

 Orientasi waktu/ tempat/ orang : 1. Baik 2. Terganggu

D. Pemeriksaan Fisik Head To Toe


1. Kepala
 Bentuk : 1. mesochepale 2. mikrochepale
3. hidrochepale 4. lain- lain

 Lesi/ luka : 1. hematom 2. perdarahan 3. luka sobek


4. lain-lain : Tidak ada

2. Rambut
 Warna : Hitam sedikit beruban
 Kelainan : Tidak ada

3. Mata
 Penglihatan : 1. normal 2. kaca mata/lensa
 Sklera : 1. ikterik 2. tidak ikterik

 Konjungtiva : 1. anemis 2.tidak anemis

 Pupil : 1. isokor 2. anisokor


3. midriasis 4. katarak

 Kelainan : Tidak ada

 Data tambahan : Tidak ada

3. Hidung
 Penghidu : 1. normal 2. ada gangguan : Tidak ada

 Sekret/ darah/ polip : Tidak ada

 Tarikan caping hidung : 1. ya 2. Tidak

4. Telinga
 Pendengaran : 1. normal 2. kerusakan
3. tuli kanan/kiri 4. Tinnitus
5. alat bantu dengar 6. lainnya

 Skret/ cairan/ darah: 1. ada/tidak 2. Bau [ - ] 3. Warna [ - ]

6. Mulut Dan Gigi


 Bibir : 1. lembab 2. kering
3. cianosis 4. pecah-pacah

 Mulut dan tenggorokan: 1. normal 2. lesi


3. stomatitis

 Gigi: 1. penuh/normal 2. ompong 3. lain-lain

7. Leher
 Pembesaran tyroid : 1. ya 2. tidak
 Lesi : 1. tidak 2. ya
 Nadi karotis : 1. teraba 2. tidak
 Pembesaran limfoid : 1. ya 2. Tidak

8. Thorax
 Jantung : 1. nadi 155 x/ menit, 2. kekuatan: kuat/ lemah
3. irama : teratur/ tidak 4. lain-lain
 Paru : 1. frekwensi nafas : teratur/ tidak
2. kwalitas : normal/ dalam/ dangkal
3. suara nafas : vesikuler/ ronchi/ wheezing
4. batuk : ya/ tidak
5. sumbatan jalan nafas: sputum/ lendir/ darah/ ludah
 Retraksi dada : 1. ada 2. tidak ada

9. Abdomen
 Peristaltik usus : 1. Ada; 34 x/menit 2. tidak ada
3. hiperperistaltik 4. lain-lain
 Kembung : 1. Ya 2. tidak
 Nyeri tekan : 1. Tidak 2. ya di kuadran

 Ascites : 1. ada 2. tidak ada

10. Genetalia
 Pimosis: 1. ya 2. tidak
 Alat Bantu : 1. ya 2. tidak
 Kelainan : 1. tidak 2. ya
11. Kulit
Turgor : 1. elastis 2. kering 3. lain-lain

 Laserasi : 1. luka 2. memar 3. lain-lain: Tidak ada


 Warna kulit : 1. normal (putih/sawo matang/ hitam)
2. pucat 3. cianosis 4. ikterik
5. lain-lain

12. Ekstrimitas
 Kekuatan otot : 5 5
5 5

 ROM : 1. penuh 2. terbatas


 Hemiplegi/parese : 1. tidak 2. ya, kanan/kiri
 Akral : 1. hangat 2. dingin
 Capillary refill time : 1. < 3 detik 2. > 3 detik
 Edema : 1. tidak ada 2. ada
 Lain-lain : Tidak ada

13. Data pemeriksaan fisik neurologis: Normal

VI. Data Penunjang


a. Pemeriksaan Penunjang; Laboratorium DLL
b. Program Terapi: Miniaspi dengan dosis 8mg dan Bisoprolol dengan dosis 2,5 mg
B. ANALISA DATA
Data Fokus penyebab Masalah
DS: Peningkatan frekuensi Penurunan curah jantung
Pasien mengatkan jantung jantung
berdebar dengan cepat
DO:
Keadaan umum lemah
Nadi 155 x/menit
Irama tidak teratur
Nadi teraba lemah
Pasien tampak memegang
dada sebelah kiri
Kulit lembab
Ektremitas dingin
CRT > 3 detik
DS: Ketidakseimbangan suplai Intoleransi Aktivitas
Pasien mengeluh lemas dan kebutuhan oksigen
dan pusing
DO:
Pasien tampak lemah
ADL pasien dibantu oleh
perawat dan keluarga
Perubahan EKG:
Supraventikular Takikardi

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH


1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung ditandai
dengan palpitasi, nadi : 155 x/menit, pasien mengeluh lelah
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen ditandai dengan pasien mengeluh lemah, ADL pasien dibantu
oleh perawat dan keluarga, perubahan EKG: Supraventikular Takikardi.
D. RENCANA KEPERAWATAN
No.Dx Diagnosa Keperawatan Kriteria Hasil Intervensi
1 Penurunan curah jantung Setelah dilakukan tindakan Perawatan Jantung (I.02075)
berhubungan dengan keperawatan selama 1 x 2 jam, Tindakan
perubahan irama jantung diharapkan curah jantung Observasi:

ditandai dengan palpitasi, nadi meningkat dengan kriteria hasil : 1. Periksa tanda tanda vital
: 155 x/menit, pasien 1. Palpitasi menurun 2. Identifikasi tanda/ gejala primer penurunan curah
mengeluh lelah, CRT : > 3 detik 2. Takikardia menurun jantung (meliputi: dispnea, kelelahan, edema,
3. Gambaran EKG aritmia ortopnea, paroxysmal nocturnal dyspnea, peningkatan
menurun CVP)
4. Lelah menurun 3. Identifikasi tanda/ gejala sekunder penurunan curah
5. Capillary refill time (CRT) jantung (meliputi: peningkatan berat badan,
membaik yaitu < 3 detik hepatomegali, distensi vena jugularis, palpitasi, ronchi
basah, oliguria, batuk, kulit pucat)
4. Monitor keluhan nyeri dada (mis. Intensitas, lokasi,
radiasi, durasi, previtasi yang mengurangi nyeri)
5. Monitor EKG 12 sadapan
Terapiutik:
6. Posisikan pasien semi-fowler atau fowler dengan kaki
ke bawah atau posisi nyaman
7. Berikan diet jantung yang sesuai (mis. Batasi asupan
kafein, natrium, kolesterol, dan makanan tinggi lemak)
8. Fasilitasi pasien dan keluarga untuk memodifikasi gaya
hidup sehat
9. Berikan terapi relaksasi untuk mengurangi stres
10. Berikan dukungan emosional dan spiritual
11. Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi
oksigen >94%
Edukasi:
12. Anjurkan beraktivitas fisik sesuai toleransi
13. Anjurkan berhenti merokok
Kolaborasi:
14. Rujuk ke program rehabilitasi jantung

2 Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan Manajemen Energi (I.05178)


berhubungan dengan keperawatan selama 1 x 2 jam, Tindakan
ketidakseimbangan antara toleransi aktivitas meningkat, Observasi:
suplai dan kebutuhan oksigen dengan kriteria hasil :
1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan
ditandai dengan pasien
1. Kemudahan dalam kelelahan
mengeluh lemah, ADL pasien
melakukan aktivitas sehari- 2. Monitor kelelahan fisik dan emosional
dibantu oleh perawat dan
hari meningkat Terapiutik:
keluarga, perubahan EKG:
Supraventikular Takikardi. 2. Keluhan lelah menurun 3. Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
3. Dispnea saat aktivitas 4. Fasilitasi duduk disisi tempat tidur, jika tidak dapat
menurun berpindah atau berjalan
4. Dispnea setelah aktivitas Edukasi:
menurun 5. Anjurkan tirah baring
5. Perasaan lemah menurun 6. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
6. Aritmia saat aktivitas
menurun
7. Aritmia setelah aktivitas
menurun

E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari/tanggal No.Dx Implementasi Respon Paraf
/
Jam
Selasa, 16- 1 - Melakukan pemeriksaan tanda tanda DS: Pasien mengatakan jantung berdebar cepat Km.Marni
02-2021 vital DO:
13.30 Wita - TD: 120/ 80 mmHg
- N: 155 x/menit
- RR: 18 x/menit
- S: 370C
13.35 Wita 1 - Mengidentifikasi tanda/ gejala primer DS: Pasien mengatakan merasa lemas dan pusing Km.Marni
penurunan curah jantung (meliputi: DO: Pasien tampak lemah dan memegang dada kiri
dispnea, kelelahan, edema, ortopnea,
paroxysmal nocturnal dyspnea,
peningkatan CVP)
- Mengidentifikasi tanda/ gejala
sekunder penurunan curah jantung
(meliputi: peningkatan berat badan,
hepatomegali, distensi vena jugularis,
palpitasi, ronchi basah, oliguria,
batuk, kulit pucat)

13.40 Wita 1 - Memonitor keluhan nyeri dada (mis. DS: Pasien mengatakan nyeri pada bagian dada kiri Km.Marni
Intensitas, lokasi, radiasi, durasi, dan merasakan jantungnya berdebar dengan keras
previtasi yang mengurangi nyeri) DO: Pasien tampak memegang dada kiri pasien
- Memonitor EKG 12 sadapan tampak meringis dan menahan rasa nyeri,
melakukan pemeriksaan EKG pada pasien
13.45 Wita 1 - Memposisikan pasien semi-fowler DS: Pasien mengatakan ingin segera pulih dari Km.Marni
atau fowler dengan kaki ke bawah kondisinya
atau posisi nyaman DO: Pasien tampak mendengarkan dan mengikuti
- Memberikan diet jantung yang sesuai arahan perawat, pasien terpasang O2 nasal kanul 2
(mis. Batasi asupan kafein, natrium,
kolesterol, dan makanan tinggi lemak)
- Memfasilitasi pasien dan keluarga
untuk memodifikasi gaya hidup sehat
- Memberikan terapi relaksasi untuk
mengurangi stres
- Memberikan dukungan emosional
dan spiritual
- Memberikan oksigen untuk
mempertahankan saturasi oksigen
>94%
13.55 Wita 1 - Menganjurkan beraktivitas fisik sesuai DS: Pasien mengatakan akan meminimalisir Km.Marni
toleransi melakukan aktivitas yang berat yang memicu
- Menganjurkan berhenti merokok kelelahan, dan pasien akan berusaha akan berhenti
merokok
DO: Pasien tampak menyimak edukasi yang
diberikan
14.15 Wita 1 - Merujuk ke program rehabilitasi DS: - Km.Marni
jantung DO: Pasien dipindah ke ruang ICCU untuk diberikan
perawatan intensif
Selasa, 16- 2 - Mengidentifikasi gangguan fungsi DS: Pasien mengatakan ketika melakukan aktivitas Km.Marni
02-2021 tubuh yang mengakibatkan kelelahan berat merasa cepat lelah dan jantung berdebar
14.20Wita - Memonitor kelelahan fisik dan cepat
emosional DO: Pasien tampak lemas

14.35 Wita 2 - Memberikan aktivitas distraksi yang DS: Pasien merasa rileks
menenangkan DO: Pasien tampak rileks saat diberikan aktivitas
- Memfasilitasi duduk disisi tempat distraksi
tidur, jika tidak dapat berpindah atau
berjalan

14.45 Wita 2 - Menganjurkan tirah baring DS: Pasien mengatakan akan beristirahat sampai Km.Marni
- Menganjurkan melakukan aktivitas kondisinya benar-benar pulih
secara bertahap DO: Pasien tampak mengikuti arahan perawat
F. EVALUASI
Hari/tanggal/Jam No.Dx Catatan Perkembangan Paraf
Selasa, 1 S= Pasien tampak masih merasakan jantung berdebar cepat Km.Marni
16-02-2021 O= TD: 120/ 80 mmHg, N: 155 x/menit (terasa lemah), RR: 18 x/menit, S: 370C, Keadaan
14.45 Wita umum pasien lemah, Irama jantung tidak teratur, Terpasang O2 nasal kanul 2 lpm
A= Masalah belum teratasi
P= Pindahkan pasien ke ruang ICCU untuk melakukan perawatan intensif dan lanjutkan
intervensi
Denpasar, 16 Februari 2021

Nama Pembimbing / CI: Nama Mahasiswa

……………………............. ( Ni Komang Marni )


NIP. NIM. P07120218017

Nama Pembimbing / CT

………………………….
NIP.
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)


LABORATORIUM KEPERAWATAN

PEREKAMAN EKG 12 LEAD

Pengertian Serangkaian tindakan perekaman grafik yang


merepresentasikan kondisi impuls jantung selama satu siklus
jantung
Tujuan Untuk membantu menegakkan diagnosa pada pasien dengan
penyakit jantung
Prosedur : 1. Mesin ECG yang telah disi kertas ECG
Persiapan alat 2. ECG Lead atau ECG electrode
3. Elektrode gel
4. Kapas alkohol/alkohol swab
5. Tissue/kasa
6. Bengkok
Preinteraksi 1. Cek catatan keperawatan dan catatan medis pasien (TTV,
Instruksi dokter jadwal perekaman EKG, dan kondisi lain
sehubungan dengan tindakab yang akan dilakukan)
2. Cuci tangan
3. Siapkan alat-alat yang diperlukan
Tahap Orientasi 1. Beri salam dan perkenalkan diri
2. Identifikasi pasien : tanyakan nama, tanggal lahir, alamat
(minimal 2 item). Cocokkan dengan gelang identitas
3. Tanyakan kondisi dan keluhan pasien
4. Jelaskan tujuan, prosedur, lama tindakan, dan hal yang
perlu dilakukan pasien
5. Berikan kesempatan pasien/keluarga bertanya sebelum
kegiatan dilakukan
Tahap kerja 1. Jaga privasi pasien
2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
3. Atur pasien pada posisi yang nyaman dan sesuai dengan
kebutuhan
4. Dekatkan alat pada tempat yang sesuai dan mudah
dijangkau dan hubunhkan mesin ECG dengan sumber
listrik (jika tidak memakai baterai)
5. Atur posisi pasien, pastikan bagian tubuh pasien bebas,
tidak menyentuh bagian metal/besi tempat tidur
6. Buka/lepaskan pakian atas pasien pastikan tidak ada benda
lain yang terpasang pada tubuh pasien (cincin,gelang dan
benda logam lainnya)
7. Bersihkan dan siapkan kulit tempat menempelkan
electrode (dada dan ekremitas) dengan kapas alkohol
8. Berikan jelly/pasta pada tempat menempelkan electrode
9. Pasang elektroda ECG
V1 : ICS IV garis sternal kanan
V2 : ICS IV garis sternal kiri
V3 : Pertengahan antara V2 dan V4
V4 : ICS V garis midklavikula kiri
V5 : Sejajar V4 garis aksila depan
V6 : Sejajar V4 garis aksila tengah
aVR : Pergelangan dalam tangan kanan
aVL : Pergelangan dalam tangan kiri
aVF : Pergelangan dalam kaki kiri

hal penting yang harus diingat :


• Pastikan elektrode tidak terlepas
• Setelah electrode terpasang pastikan posisi
pemasangan sekali lagi
• Bila pasien dengan riwayat amputasi, letakkan
electrode pada bagian paling bawah bagian
teramputasi
10.Instruksikan kepada pasien untuk tennag, tidak berbicara,
batuk dan aktivitas lain yang akan mengubah hasil
perekaman
11.Hidupkan mesin, atur setingan mesin ECG dan lakukan
penyadapan 12 lead standar
12.Lakukan sadapan tambahan pada lead yang diperlukan
(misal lead II)
13.Lihat hasilnya, jika dirasa hasilnya kurang jelas/rusak
lakukan perekaman ulang
14.Lepaskan Elektrode bila hasil sudah sesuai, bila perlu
perbandingan/perekaman ulang instruksikan pada pasien
dan jaringan cabut elektrode yang terpasang
15.Bersihkan sisa jelly dengan menggunakan tissue
16.Rapikan pasien, pakaikan pakaian pasien dan beri posisi
nyaman sesuai indikasi
17.Rapikan alat-alat
18.Cuci tangan
Terminasi 1. Evaluasi perasaan pasien, simpulkan hasil kegiatan,
berikan umpan balik positif
2. Kontrak pertemuan selanjutnya
3. Bereskan alat-alat
4. Cuci tangan
Dokumentasi 1. Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan dan
laporkan hasil penyadapan
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)


LABORATORIUM KEPERAWATAN

MELAKUKAN PEMASANGAN OKSIGEN DENGAN NASAL CANULA

Pengertian Suatu metoda untuk memberikan bantuan oksigen kepada


pasien yang membutuhkan
Tujuan 1. Mempertahankan PaO2> 60 mmHg atau SaO2> 90%
2. Mencegah dan mengatasi hipoksia jaringan dan beban
kerja kardiorespirasi yang berlebih
Prosedur : 1. Tabung oksigen beserta
Persiapan alat  Flow Meter
 Humidifier
 Air Steril
2. Kanula Nasal (Dalam tempatnya)
3. Handschoen
4. Handsanitizer
Preinteraksi 1. Mengkaji kondisi pasien, Periksa catatan keperawatan
dan catatan medik pasien (mengetahui TTV, diagnosa
medik, theraphy, hasil AGD metode therapi oksigen yang
digunakan, dan hal lain yang diperlukan)
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan
4. Mendekatkan alat
Tahap Orientasi 1. Memberi salam, panggil pasien dengan namanya dan
memperkenalkan diri (jika belum saling kenal)
2. Menanyakan kondisi dan keluhan pasien
3. Menjelaskan tujuan, prosedur, lama prosedur, dan hal
yang perlu dilakukan pasien
4. Berikan kesempatan pasien/keluarga bertanya sebelum
kegiatan dilakukan
Tahap Kerja 1. Menjaga privasi pasien (Minta pengunjung/ penunggu
untuk mencari posisi yang sesuai atau pasang sampiran
jika diperlukan)
2. Memastikan benda berbahaya sudah dalam kondisi aman
(misal tidak terdapat dupa yang masih terbakar)
3. Mengatur posisi pasien (semifowler/ highfowler)
4. Mencuci tangan
5. Memakai handschoen
6. Menyiapkan sumber oksigen (jika memakai oksigen
central,hubungkan flow meter ke port oksigen . jika
memakai oksigen tabung, tepatkan pada posisi yang
sesuai)
7. Memastikan volume air steril dalam humidifier pada level
yang ditentukan (tambahkan/ kurangi jika diperlukan)
8. Menghubungkan selang nasal kanul ke hunidifier
9. Mengalirkan oksigen sesuai program, memeriksa dan
memastikan oksigen keluar dari ujung kanula
10. Dengan hati-hati memasang ujung kanula pada lubang
hidung pasien, atur kanul yang elastis sampai kanul benar-
benar pas menempati hidung dan nyaman bagi pasien
11. Melingkar/melengkungkan selang oksigen diatas daun
telinga pasien
12. Mengatur flow rate oksigen sesuai program (1-6 lpm)
13. Memfiksasi selang (jika diperlukan)
14. Merapikan pasien
15. Merapikan alat-alat

Terminasi 1. Evaluasi perasaan pasien


2. Simpulkan hasil kegiatan dan berikan umpan balik positif
3. Berikan penjelasan hal-hal yang perlu diperhatikan dan
dilaporkan oleh pasien ataupun keluarga
4. Kontrak pertemuan selanjutnya
5. Bereskan alat-alat
6. Cuci tangan
Dokumentasi 1. Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan