Anda di halaman 1dari 23

BAB VII

AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

A. Proses dan siklus akuntansi Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembelian dan
penjualan barang.

Transaksi Pencatanan & Peringkasan Pelaporan


Penggolongan

BUKTI JURNAL BUKU LAP KEUANGAN


TRANSAKS BESAR

B. Akuntansi untuk penjualan Barang Dagangan


BUKU
PEMBANTU
Harga jual yang menguntungkan meliputi:
1. Harga pokok barang dijual
2. Biaya operasi perusahaan
3. Laba bersih yang diinginkan perusahaan.

C. Ikhtisar rekening-rekening dalam perusahaan dagang


1. Penjualan
1. Penjualan tunai.
Kas Rp. xx
Penjualan Rp. xx
(Mencatat penjualan tunai barang dagangan)
2. Penjualan kredit
Piutang dagang Rp.xx
Penjualan Rp.xx
(Mencatat penjualan kredit barang dagangan)

2. Retur dan potongan penjualan.


Rekening retur dan potongan penjualan didebet sebesar harga jual barang yang
diretur oleh pembeli atau sebesar potongan yang diberikan kepada pembeli.
Retur dan potongan penjualan Rp.xx

1
Piutang dagang atau Kas Rp.xx
( Mencatat pengembalian barang dari seorang pembeli)

3. Potongan tunai penjualan.


Rekening potongan tunai penjualan didebet sebesar potongan tunai yang
diberikan kepada pembeli, karena pembeli melakukan pembayaran pada waktu
yang ditetapkan.
( Misalnya penjualan dilakukan secara kredit dg syarat penjualan 2/10,n/30,
maka bila pembeli membayar s/d 10 hari dari tgl transaksi, akan memperoleh
potongan tunai sebesar 2% ).
Kas Rp. xx
Potongan tunai penjualan Rp. xx
Piutang dagang Rp. xx
(Mencatat penerimaan piutang dikurangi potongan 2%)

4. Pembelian.
Rekening ini merupakan salah satu komponen untuk menentukan harga
pembelian bersih dalam bagian harga pokok penjualan lap laba-rugi.
1. Pembelian tunai
Pembelian Rp. xx
Kas Rp. xx
(Mencatat pembelian secara tunai)
2. Pembelian kredit
Pembelian Rp. xx
Utang dagang Rp.xx
(Mencatat pembelian secara kredit)

5. Retur dan potongan pembelian.


Rekening retur dan potongan pembelian dikreditkan sebesar harga beli barang
yang diretur kepada penjual, karena barang tersebut tidak memuaskan atau
sebesar potongan yang diterima dari penjual.
Utang dagang atau kas Rp. xx

2
Retur dan potongan pembelian Rp. xx
(Mencatat pengembalian barang).

6. Potongan tunai pembelian.


Rekning potongan tunai pembelian dikredit sebesar pengurangan atas harga
pembelian kotor, karena pembayaran dilakukan pada periode waktu potongan
yang ditetapkan oleh penjual.
(Misalnya pembelian dilakukan secara kredit dg syarat 2/10,n/30, maka bila
membayar s/d 10 hari dari tgl transaksi, akan memperoleh potongan tunai
sebesar 2% ).
Utang dagang Rp. xx
Potongan tunai pembelian Rp. xx
Kas Rp. xx
( Mencatat pembayaran pembelian barang dan dikurangi potongan
2%).

7. Biaya angkut pembelian.


Rekening biaya angkut pembelian didebet sebesar biaya pengangkutan
barang yang menjadi beban pembeli, untuk mengangkut barang dari tempat
penjual sampai ke tempat pembeli
Biaya angkut pembelian Rp. xx
Kas Rp. xx
(Mencatat pembayaran biaya Pengangkutan Barang Dagangan)

Harga pokok pembelian, ditentukan oleh:


1. Harga pokok barang di beli
2. Dikurangi penyesuaian karena ada nya retur dan potongan pembelian.
3. Dikurangi penyesuaian karena adanya potongan tunai pembelian
4. Ditambah penyesuaian karena adanya biaya pengangkutan.

3
8. Persediaan barang dagangan.
Rekening persediaan barang dagangan menunjukkan harga pokok barang yang
ada dalam persediaan dan tersedia untuk dijual kepada para konsumen.
Mencatat persediaan dapat dilakukan:
1. Secara periodik
2. Secara perpetual.
Perusahaan yang menggunakan metode persediaan periodik, jumlah persediaan
awal ditambah barang yang tersedia dijual. Selanjutnya persediaan akhir
dikurangi dari harga pokok barang yang tersedia dijual, sehingga dapat
ditentukan harga pokok penjualan.
Persediaan barang dagangan terdiri dari:
1. Persediaan awal.
2. Persediaan akhir

9. Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual


Harga pokok pembelian dari seluruh barang yang dibeli selama periode,
ditambah dengan harga pokok tersedia yang ada pada awal periode, merupakan
jumlah harga pokok dari seluruh barang dagangan yang tersedia untuk dijual
selama periode.

10. Persediaan akhir


Pada akhir periode akuntansi, perusahaan yang menggunakan metode periodik
harus melakukan perhitungan atas jumlah fisik persediaan yang belum terjual.
Jumlah fisik ini dikalikan dengan harga pokok yang sesuai, sehingga dapat
ditentukan harga pokok persediaan akhir periode.

11. Harga pokok penjualan


Prinsip penandingan (matching principle).
Laba bersih suatu perusahaan dagang dihitung dengan cara mengurangkan
biaya untuk memperoleh pendapatan dari hasil penjualan pada periode yang
bersangkutan. Biaya tersebut meliputi harga pokok barang yang terjual dan

4
biaya opersi periode bersangkutan. Harga pokok barang yang telah laku dijual
disebut harga pokok penjualan (HPP).
Persediaan awal ditambah dengan harga pokok barang yang dibeli sama dengan
harga pokok barang yang tersedia dijual, dan harga pokok barang yang tersedia
dijual dikurangi persediaan akhir sama dengan harga pokok penjualan.
Laba kotor penjualan sama dengan penjualan bersih dikurangi harga pokok
penjualan.

D. Jurnal
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara
kronologis dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta
jumlah rupiahnya masing-masing.
Perusahaan Dagang Ayu
Jurnal Umum
Per 31 Desember 200x

Tanggal Keterangan Nomor Rek Jumlah


Debet Kredit

Mekanisme pendebetan dan pengkreditan


Nama rekening Debet Kredit
Aktiva + -
Utang - +
Modal - +
5
Pendapatan - +
Biaya + -

Nama rekening dalam jurnal


Semua transaksi yang terjadi harus dicatat dalam jurnal dengan menuliskan nama
rekening yang didebet dan nama rekening yang dikredit.
E. Posting
Proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku
besar disebut posting yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke
dalam sisi debet rekening dan memindahkan jumlah dalam kredit jurnal ke dalam
sisi kredit rekening
Kode rekening
Aktiva (1-399)
Aktiva lancar (1-99)
aktiva tetap ( 200-299)
Aktiva lain-lain (300-399)
Kewajiban (400-599)
Kewajiban lancar (400-499)
Kewajiban jangka panjang (500-599)
Modal (600-699)
Pendapatan (700-799)
Biaya (800-899)
Nama Nomor Rekening
Rekening
Tgl Keterangan F Jumlah Tgl Keterangan F Jumlah

Cara memposting
1. Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal dicatat kembali dalam rekening
bersangkutan.
2. Jika posting telah dilakukan, maka nomor halaman jurnal harus dituliskan
dalam kolom F (Folio)/Ref di rekening.
6
3. Menulis nomor rekening yang telah diposting pada kolom nomor rekening
dalam jurnal.

F. Neraca saldo
Saldo adalah selisih antara jumlah sisi debet dengan jumlah sisi kredit.
Setiap akhir masa tertentu perusahaan biasanya menyusun suatu daftar saldo
rekening yang terdapat di buku besar yang disebut neraca saldo.

G. Jurnal Penyesuaian
Prinsip akuntansi yang berkaitan dengan penentuan laba:
1. Dasar akrual dan dasar tunai
2. Periode akuntansi
3. Prinsip pendapatan
4. Prinsip mempertandingkan
Metode persediaan periodik sangat sederhana namun tidak bisa menyediakan
informasi:
1. Persediaan yang ada pada setiap saat diperlukan.
2. Harga pokok barang yang sudah dijual (harga pokok penjualan).
Tujuan penyesuaian
1. Agar rekening riil menunjukan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
2. Agar setiap rekening nominal menunjukan pendapatan dan biaya yang
seharusnya diakui dalam suatu periode.
Saldo yang memerlukan penyesuaian
1. Persediaan barang dagangan
1. Persediaan awal
Harga pokok penjualan Rp. xx
Persediaan barang dagangan Rp.xx
(Memindahkan persediaan awal ke dalam harga pokok penjualan).
2. Persediaan akhir
Persediaan barang dagangan Rp.xx
Harga pokok penjualan Rp.xx
(Mencatat saldo persediaan akhir)

7
2. Pembelian.
Harga pokok penjualan Rp.xx
Pembelian Rp.xx
(Memindahkan saldo rekening pembelian ke harga pokok penjualan).

3. Biaya angkut pembelian


Harga pokok penjualan Rp.xx
Biaya angkut pembelian Rp.xx
( Memindahkan saldo biaya angkut pembelian ke harga pokok penjualan)

4. Retur dan potongan pembelian.


Retur dan potongan pembelian Rp.xx
Harga pokok penjualan Rp. xx
(Memindahkan saldo rekening retur dan potongan pembelian ke harga pokok
penjualan)

5. Potongan tunai pembelian.


Potongan tunai pembelian Rp.xx
Harga pokok penjualan Rp.xx
( Memindahkan rekening potongan tunai pembelian ke rekening harga pokok
penjualan)

H. Neraca lajur
Suatu kertas kerja berkolom-kolom yang dirancang untuk menghimpun semua
data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan
keuangan dengan cara yang sistematis.

Tujuan neraca lajur:


1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data
penyesuaian.

8
3. Memudahkan menemukan kesalahan yang dilakukan dalam membuat jurnal
penyesuaian.

I. Menyusun laporan keuangan


1. Neraca
Perusahaan Dagang Ayu
Neraca
31 Desember 200x

Aktiva Pasiva
Aktiva Lancar Kewajiban Lancar

Kas Rp.xx Utang Dagang Rp.xx


Piutang Dagang Rp.xx Utang Gaji Rp.xx
Persediaan Barang Dagangan Rp.xx Utang Sewa Rp.xx
Asuransi Dibayar Dimuka Rp.xx
Advertensi Dibayar Dimuka Rp.xx

Jumlah Aktiva Lancar Rp.xx Jumlah Kewajiban Rp.xx


Lancar

Aktiva Tetap Modal

Tanah Rp.xx Modal, Ayu Rp.xx


Gedung Rp.xx
Akumulasi Depresiasi Gedung Rp.xx
Rp.xx
Jumlah Aktiva Tetap Rp.xx

Jumlah Aktiva Rp.xx Jumlah Pasiva Rp.xx

2. Laporan Laba- Rugi


Perusahaan Dagang Ayu
Laporan Laba -Rugi
Untuk yang berakhir 31 Desember 200x

Penjualan Rp.xx
9
Kurangi
Retur Dan Potongan Penjualan Rp.xx
Potongan Tunai Penjualan Rp.xx +
Rp.xx -
Penjualan Bersih Rp.xx
Harga Pokok Penjualan
Persediaan, 1 Desember 200x Rp.xx
Pembelian Rp.xx
Retur Dan Potongan Pembelian Rp.xx
Potongan Tunai Pembelian Rp.xx +
Rp.xx -
Pembelian Bersih Rp.xx
Biaya Angkut Pembelian Rp.xx +
Harga Pokok Pembelian Rp.xx +
Harga Pokok Barang Tersedian Untuk Dijual Rp.xx
Persediaan, 31 Desember 200x Rp.xx -
Harga Pokok Penjualan Rp.xx -
Laba Kotor Penjualan Rp.xx

Biaya-Biaya Operasi
Biaya Adevertensi Rp.xx
Gaji Pegawai Rp.xx
Biaya Sewa Rp.xx
Biaya Asuransi Rp.xx
Depresiasi Gedung Rp.xx +
Jumlah Biaya Operasi Rp.xx -
Laba Bersih Rp.xx

3. Perubahan Modal
Perusahaan Dagang Ayu
Laporan Perubahan Modal
Untuk yang berakhir 31 Desember 200x

Modal, Ayu Per 1 Januari 200x Rp.xx


Laba Bulan Desember 200x Rp.xx

10
Prive ( Rp.xx )

Modal, Ayu Per 31 Desember 200x Rp.xx

J. Jurnal Penutup dan Penyesuaian kembali


Tujuan:
1. Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening nominal.
2. Agar saldo modal menunjukan jumlah sesuai pada akhir periode.
Penutupan pembukuan :
1. Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap
rekening pendapatan ke rekening laba-rugi.
Penjualan Rp. xx
Retur dan potongan penjualan Rp.xx
Potongan tunai penjualan Rp.xx
(Memindahkan saldo pengurang penjualan ke penjualan)
Penjualan Rp.xx
Laba-rugi Rp.xx
(Memindahkan rekening saldo penjualan ke laba rugi)
2. Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening
biaya ke rekening laba-rugi.
Laba rugi Rp.xx
Biaya advertensi Rp.xx
Gaji pegawai Rp.xx
Biaya sewa Rp.xx
(Memindahkan saldo rekening biaya ke laba rugi)

3. Menutup rekening laba-rugi dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke


rekening modal
Laba rugi Rp.xx
Modal, ayu Rp.xx
(Memindahkan saldo laba ke modal)
4. Menutup rekening prive dengan memindahkan saldo rekening tsb ke rekening
modal.
11
Modal, Ayu Rp.xx
Prive, ayu Rp.xx
(Memindahkan saldo prive ke modal)
Neraca setelah penutupan buku
Suatu daftar yang berisi saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan
melakukan penutupan buku.

Perusahaan Dagang Ayu


Neraca Saldo Setelah Tutup Buku
31 Desember 200x

Kas Rp.xx
Piutang Dagang Rp.xx
Persediaan Barang Dagangan Rp.xx
Asuransi Dibayar Dimuka Rp.xx
Advertensi Dibayar Dimuka Rp.xx
Tanah Rp.xx
Gedung Rp.xx
Akumulasi Depresiasi Gedung Rp.xx
Utang Dagang Rp.xx
Utang Gaji Rp.xx
Utang Sewa Rp.xx
Modal, Ayu Rp.xx
Jumlah Rp.xx Rp.xx

Penyesuaian kembali
Jurnal yang dibuat untuk tujuan ini disebut jurnal penyesuaian kembali/jurnal
pembalikan karena pendebetan dan pengkreditannya merupakan kebalikan dari
jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.
1. Saat penyesuaian
Gaji pegawai Rp. xx
Utang gaji Rp. xx

12
(Mencatat penyesuaian utang gaji)
2. Saat penyesuaian kembali.( periode berikutnya)
Utang gaji Rp. xx
Gaji pegawai Rp. xx
(Mencatat penyesuaian kembali utang gaji)
3. Saat pembayaran (peiode berikutnya)
Gaji pegawai Rp. xx
Kas Rp. xx
(Mencatat pembayaran gaji )

13
Soal 7.1
PT. Mahatari menggunakan metode fisik dalam mencatat persediaan barang
dagangan. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Augustus
2000:
Agustus 3 dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Merdeka sebesar
Rp 940.000.000,00 dengan termin 2/10, n/30
5 Dijual barang dagangan secara tunai seharga Rp 315.000.0.00,00
6 Dijual barang dagangan secara kredit kepada Tuan Darmawan seharga
Rp 400.000.000,00 dengan termin 2/10, n/30
10 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT. Merpati seharga
Rp 650.000.000,00
10 Dibayar biaya pengangkutan pembelian untuk barang dagangan yang
dibeli dari PT. Merpati sebesar Rp 30.000.000,00
12 Dijual barang dagangan secara tunai seharga Rp 260.000.000,00
14 Dikembalikan barang dagangan seharga Rp 110.000.000,00 yang dibeli
dari PT. Merdeka.
16 Diterima pembayaran dari Tuan Darmawan atas barang dagangan yang
dibelinya pada tanggal 6 Agustus
17 Diterma pengembalian barang dagangan yang dijual pada tanggal 5
Agustus seharga Rp 50.000.000,00
19 Dibayar seluruh utang kepada PT. Merpati
21 Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT. Granada seharga
Rp 480.000.000,00 dengan termin 2/10, n/30
21 Dibayar seluruh utang kepada PT. Merdeka secara penuh

Diminta:
Buatlah jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut!

14
Soal 7-2
Berikut ini informasi yang dimiliki oleh Perusahaan Dirgantara pada tanggal 31 Juli
2001:
Piutang Dagang Rp
312.000.000,00
Utang dagang 273.800.000,00
Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor 95.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Peralatan Toko 68.800.000,00
Modal, Tuan Hariadi 737.200.000,00
Kas 628.100.000,00
Biaya Umum 758.300.000,00
Biaya Bunga 72.000.000,00
Utang Bunga 30.000.000,00
Persediaan pre 30 Juni 2001 600.600.000,00
31 Juli 2001 573.900.000,00
Utang Wesel Jangka Panjang 300.000.000,00
Peralatan Kantor 490.000.000,00
Pembelian

2.731.000.000,00
Retur dan Potongan Pembelian 101.900.000,00
Potongan Tunai Pembelian 46.700.000,00
Biaya Gaji 61.200.000,00
Penjualan

5.015.800.000,00
Potongan Tunai Penjualan 83.500.000,00
Retur dan Potongan Penjualan 179.000.000,00
Biaya Penjualan 846.000.000,00
Peralatan toko 475.000.000,00
Perlengkapan 43.500.000
Pendapatan Diterima di Muka 93.700.000,00
Prive Tuan Hartadi 110.000.000,00
Uang Wesel Jangka Pendek 627.300.000,00

Diminta:
1. Susunlah laporan rugi-laba untuk bulan Juli 2001
2. Susunlah laporan perubahan modal untuk bulan Juli 2001
3. Susunlah neraca per 31 Juli 2001

15
Soal 7-3
Berikut ini informasi yang diambil dari neraca lajur UD Sinar Surya tanggal 31
Desember 2001
Nama Rekening Neraca Saldo Penyesuaian
Debit Kredit Debit Kredit
Kas 73.000,00 a>18.000,00
Piutang Dagang 43.600,00
Persediaan Barang Dagangan 515.300,00
Perlengkapan 107.000,00 b> 76.400,00
Peralatan Kantor 794.500,00
Akumulasi Depresiasi 298.000,00 c> 99.000,00
Utang Dagang 138.000,00
Utang Gaji e> 8.000,00
Pendapatan Diterima di Muka 37.800,00 d>26.000,00
Utang Wesel Jk Panjang 100.000,00
Modal Ny Ratna 783.600,00
Prive Ny. Ratna 350.000,00
Penjualan 1.820.000,00 a> 18.000,00
d>26.000,00
Return Penjualan 31.000,00
Pembelian 674.000,00
Potongan Pembelian 37.000,00 b>76.400,00
Biaya Penjualan 406.000,00 e>8.000,00
c> 99.000,00
Biaya Umum 210.000,00
Biaya Bunga 10.000,00
3.214.400,00 3.214.400,00 227.400,00 227.400,00

Persediaan barang dagangan yang ada pada tanggal 31 Desember 2000 berjumlah
Rp 525.800,00

Diminta
Tanpa membuat neraca lajur, susunlah laporan rugi-laba dan laporan perubahan modal
untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000, dan neraca per 31 Desember
2000.

16
Soal 7-4
Perusahaan dagang Gulagalugu adalah sebuah perusahaan pengecer yang melakukan
penutupan buku setiap tanggal 30 September. Pada tanggal 30 September tahun 2001,
perusahaan telah menyusun neraca saldo sebagai berikut:

Perusahaan Dagang Gulagalugu


Neraca Saldo
30 September 2001
Kas Rp 50.800.000,00
Piutang Dagang 91.200.000,00
Persediaan Brg Dagangan 113.400.000,00
Perlengkapan Kantor 7.450.000,00
Asuransi Dibayar di Muka 8.600.000,00
Peralatan Pengangkutan 162.000.000,00
Ak Depresiasi Peralatan Rp 26.300.000,00
Utang Dagang 30.600.000,00
Modal Ny Hani 333.450.000,00
Prive Ny Hani 152.000.000,00
Penjualan 821.400.000,00
Retur dan Potongan Penjualan 10.250.000,00
Potongan tunai Penjualan 12.450.000,00
Pembelian 493.300.000,00
Retur dan Potongan Pembelian 8.400.000,00
Biaya Pengangkutan Pembelian 7.400.000,00
Potongan tunai Pembelian 9.100.000,00
Biaya Gaji 84.000.000,00
Biaya Sewa 12.000.000,00
Biaya Iklan 13.900.000,00
Biaya Pemeliharaan 2.400.000,00
Macam-macam biaya 8.100.000,00
Rp 1.229.250.000,00 Rp 1.229.250.000,00

Informasi tambahan:
1. Persediaan barang dagangan pada tanggal 30 September 2001 berjumlah
Rp 122.000.000,00
2. Asuransi dibayar di muka yang sudah terpakai (digunakan) berjumlah Rp
3.800.000,00
3. Depresiasi peralatan pengangkutan diperkirakan berjumlah Rp 36.000.000,00
4. Persediaan perlengkapan yang masih ada berjumlah Rp 2.700.000,00
5. Gaji yang belum dibayar dan belum dicatat berjumlah Rp 42.500.000,00

Diminta:
Buatlah neraca lajur (worksheet) 10 kolom untuk periode yang berakhir tanggal 30
September 2001

17
Soal 7-4
Perusahaan Dagang Suara Nelayan melakukan penutupan buku setiap anggal 31
Desember. Pada tanggal 31 Desember 2000, perusahaan mempunyai neraca saldo dan
informasi tambahan sebagai berikut:

Perusahaan Dagang Suara Nelayan


Neraca Saldo
30 Desember 2001
Kas Rp 102.000.000,00
Piutang Dagang 180.000.000,00
Persediaan Brg Dagangan 141.750.000,00
Asuransi Dibayar Di Muka 16.600.000,00
Persediaan Perlengkapan 6.650.000,00
Tanah 180.000.000,00
Bangunan 620.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Bangunan Rp 160.000.000,00
Peralatan Kantor 68.000.000,00
Akumulasi Depr, Perlt Kantor 21.000.000,00
Utang Dagang 128.000.000,00
Utang Hipotik 110.000.000,00
Modal, Tuan Respati 872.000.000,00
Prive, Tuan Respati 180.000.000,00
Penjualan 1.832.000.000,00
Return dan Potongan Penjualan 6.000.000,00
Pembelian 1.298.000.000,00
Retur dan Potongan Pembelian 14.000.000,00
Potongan Tunai Pembelian 26.000.000,00
Biaya Angkut Pembelian 9.000.000,00
Biaya Gaji 230.000.000,00
Biaya Perjalanan 52.000.000,00
Biaya Kantor 13.000.000,00
Biaya Reparasi Gedung 60.000.000,00
Rp 3.163.000.000,00 Rp 3.163.000.000,00

Informasi tambahan:
1. Persediaan barang dagangan pada tanggal akhir tahun berjumlah
Rp 164.000.000,00
2. Biaya asuransi untuk periode ini berjumlah Rp 8.600.000,00
3. Persediaan perlengkapan pada akhir tahun berjumlah Rp 2.300.000,00
4. Depresiasi bangunan ditaksir sebesar 5% dari harga perolehan per tahun
5. Depresiasi peralatan kantor ditaksir sebesar 10% dari harga perolehan per tahun
6. Gaji bulan Desember yang belum dibayar dan belum dicatat berjumlah Rp
27.000.000,00

Diminta:
1. Buatlah neraca lajur untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000.
2. Atas dasar Neraca lajur pada butir 1, susunlah:
a. Laporan rugi-laba untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000.
b. Laporan perubahan modal untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2000.
18
c. Neraca per 31 Desember 2000
3. Buatlah jurnal penutup!

19
Soal 7-5
Berikut ini adalah neraca saldo dan informasi lain dari Perusahaan Dagang Bahana
pada tanggal 31 Desmeber 2001.
Perusahaan Dagang Bahana
Neraca Saldo
31 Desember 2001
Kas Rp 399.500.000,00
Piutang Dagang 1.324.000.000,00
Persediaan Brg Dagangan 2.280.000.000,00
Persediaan Perlengkapan 52.000.000,00
Asuransi Dibayar Di Muka 36.000.000,00
Peralaan 1.500.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Peralatan Rp 450.000.000,00
Utang Dagang 1.199.000.000,00
Utang Pajak 39.000.000,00
Modal Ny Darmanto 3.692.000.000,00
Prive Ny Darmanto 900.000.000,00
Penjualan 8.949.000.000,00
Retur dan Potongan Penjualan 92.000.000,00
Potongan Tunai Penjualan 133.000.000,00
Pembelian 5.632.000.000,00
Retur dan Potongan Pembelian 49.000.000,00
Biaya Pengangkutan Pembelian 88.000.000,00
Potongan Tunai Pembelian 112.500.000,00
Biaya Gaji 1.180.000.000,00
Biaya Sewa 360.000.000,00
Biaya Iklan 270.000.000,00
Biaya Pemeliharaan 56.000.000,00
Macam-macam Biaya 188.000.000,00
Rp14.490.500.000,00 Rp14.490.500.000,00

Informasi tambahan:
1. Persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Desember berjumlah
Rp 2.330.000.000,00
2. Sepertiga dari asuransi dibayar di muka telah terpakai.
3. Persediaan perlengkapan pada akhir tahun berjumlah Rp 17.000.000,00
4. Depresiasi peralatan ditentukan berjumlah Rp 150.000.000,00
5. Gaji yang belum dibayarkan dan belum dicatat berjumlah Rp 40.000.000,00

Diminta:
4. Buatlah neraca lajur untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2001.
5. Atas dasar Neraca lajur pada butir 1, susunlah:
a. Laporan rugi-laba untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2001.
b. Laporan perubahan modal untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2001.
c. Neraca per 31 Desember 2001
Soal 7-6
Pada akhir bulan Januari 2001, perusahaan dagang Lambada mempunyai neraca saldo
sebagai berikut:
Perusahaan Dagang Lambada
Neraca Saldo
31 Januari 2001
20
Kas Rp 64.000.000,00
Piutang Dagang 190.900.000,00
Persediaan Brg Dagangan 654.000.000,00
Persediaan Perlengkapan 27.000.000,00
Gedung 1.950.000.000,00
Akm Depresiasi Gedung Rp 360.000.000,00
Peralatan 456.000.000,00
Akm Depresiasi Peralatan 58.000.000,00
Utang Dagang 283.000.000,00
Utang Gaji
Utang Bunga
Pendapatan Diterima di Muka 65.600.000,00
Utang Wesel Jangka Panjang 870.000.000,00
Modal Tuan Abidin 1.449.800.000,00
Prive Tuan Abidin 92.000.000,00
Penjualan 1.779.700.000,00
Retur dan Potongan Penjualan 81.400.000,00
Potongan Tunai Penjualan 73.000.000,00
Pembelian 1.030.000.000,00
Potongan Tunai Pembelian 42.300.000,00
Retur dan Potongan Pembelian 26.000.000,00
Biaya Penjualan 215.500.000,00
Biaya Umum 100.600.000,00
Biaya Bunga
Rp Rp
4.934.400.000,00 4.934.400.000,00

Informasi tambahan:
1. Persediaan barang dagangan yang ada pada akhir tahun berjumlah RP
607.200.000,00
2. Gaji bulan Januari yang belum dibayarkan berjumlah Rp 11.500.000,00
3. Perlengkapan yang digunakan pada periode ini berjumlah Rp 15.000.000,00
separuh diantaranya digunakan oleh Bagian Penjualan dan separuh lainnya
digunakan oleh Bagian Umum.
4. Depresiasi untuk gedung ditentukan sebesar Ro 40.000.000,00 dan untuk
peralatan sebesar Rp 48.000.000,00. Seperempat dari biaya depresaisi ini
dibebankan ke biaya penjualan dan sisanya dibebankan ke biaya umum.
5. Bunga yang terutang berjumlah pada akhir periode Rp 78.000.000,00
6. Pendapatan diterma di muka pada akhir Januari berjumlah Rp 12.000.000,00

Diminta:
1. Buatlah rekening T untuk seluruh rekening yang tercantum dalam neraca
saldo.
2. Buatlah neraca lajur 10 kolom untuk perode yang berakhir pada tanggal 31
Januari 1991
3. Atas dasar neraca lajur tersebut ,susunlah:
a. Laporan rugi-laba
b. Laporan perubahan modal dan

21
c. Neraca
4. Buatlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup
5. Postinlah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup ke dalam rekening yang
terkait.

22
Soal 7-7
Perusahaan Dagang Andalas pada tanggal 31 Desember 2000 mempunyai neraca
saldo dan informasi keuangan lain sebagai berikut:
Perusahaan Dagang Andalas
Neraca Saldo
31 Desember 2000
Kas Rp 570.000.000,00
Piutang Wesel 200.000.000,00
Piutang Dagang 820.000.00,00
Persediaan Barang Dagangan 2.130.000.000,00
Asuransi Dibayar Di Muka 86.000.000,00
Persediaan Perlengkapan 24.000.000,00
Gedung 2.700.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Gedung Rp 620.000.000,00
Peralatan 920.000.000,00
Akumulasi Depresiasi Peralatan 210.000.000,00
Utang Dagang 785.000.000,00
Utang Hipoek 900.000.000,00
Modal, Tuan Agus 5.485.000.000,00
Penjulaan 12.000.000.000,00
Retur dan Potongan Penjualan 380.000.000,00
Potongan Tunai Penjualan 220.000.000,00
Pembelian 9.840.000.000,00
Potongan Tunai Pembelian 190.000.000,00
Biaya Pengangkutan Pembelian 140.000.000,00
Biaya Gaji 1.670.000.000,00
Biaya Pemeliharaan 150.000.000,00
Biaya Lain-lain 340.000.000,00
Rp Rp
20.190.000.000,00 20.190.000.000,00

Informasi tambahan:
1. Persediaan barang dagangan pada akhir tahun berjumlah Rp 3.570.000.000,00
2. Gaji bulan Desember yang belum dibayarkan berjumlah Rp 50.000.000,00
3. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap polis asuransi menunjukkan bahwa asuransi
dibayar di muka yang tersisa pada akhir tahun berjumlah Rp 46.000.000,00
4. Persediaan perlengkapan pada akhir tahun berjumlah Rp 10.000.000,00
5. Depresiasi untuk gedung ditaksir sebesar Rp 270.000.000,00 dan untuk peralatan
ditaksir berjumlah Rp 50.000.000,00

Diminta:
1. Buatlah neraca lajur untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000
2. Atas dasar neraca lajur di atas, lakukan hal-hal berikut:
a. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan
b. Buatlah laporan rugi-laba untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2000.
c. Buatlah neraca per 31 Desember 2000
d. Buatlah jurnal penutup

23

Anda mungkin juga menyukai