Anda di halaman 1dari 5

Pengetahuan Tentang Penelitian Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa

PENGETAHUAN TENTANG PENELITIAN DAN MOTIVASI


BELAJAR PADA MAHASISWA

Agoes Dariyo
Dosen Fakultas Psikologi Universitas INDONUSA Esa Unggul
agoes_dariyo@yahoo.com

ABSTRACT
The research knowledge is basic for everyone who want to have research experience.
Student of university always must take a subject of research methodology course. They
study the basics of methodology likes definition of research, data collecting, data
analysis, making inclusion, etc. The knowledge of research can increase motivation of
the student learning. They has to fulfill the final tasks before passing of the university.
They must do research in the field. Therefore, this article wants to explain about the
relationship between the knowledge of research and the learning motivation at
students.

Keywords: research knowledge, study motivation, student.

Pendahuluan merupakan pengetahuan dasar yang sangat


Pengembangan ilmu pengetahuan penting bagi setiap orang mahasiswa untuk
dan teknologi dapat dilakukan melalui melakukan kegiatan penelitian di kemudian
kegiatan penelitian. Sudah berabad-abad hari.
lamanya para ahli maupun ilmuwan Pengetahuan tentang penelitian
mengakui bahwa penelitian sebagai dasar harus dimiliki oleh setiap mahasiswa yang
yang tepat untuk mencapai kebenaran akan melakukan kegiatan penelitian guna
ilmiah. menyelesaikan tugas akhirnya, seperti
Dasar-dasar kegiatan penelitian sekripsi sarjana strata satu (S-1). Di
sudah diberikan kepada anak-anak sejak Fakultas Psikologi Universitas
sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Tarumanagara Jakarta, seorang mahasiswa
Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah yang telah memasuki semester ke-3, wajib
Umum (SMU melalui pelajaran ilmu mengambil mata kuliah metode penelitian.
pengetahuan alam (IPA atau natural Hal ini sebagai persiapan untuk membekali
sience). Kemudian dasar-dasar penelitian diri agar mereka dapat melakukan
juga diberikan secara intensif kepada para penelitian ilmiah dengan baik. Karena
mahasiswa yang akan melakukan kegiatan untuk dapat meraih gelar kesarjanaannya,
penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir setiap orang mahasiswa harus melakukan
(skripsi). kegiatan penelitian ilmiah.
Pengetahuan tentang penelitian
Pengetahuan tentang penelitian menjadi sarana yang efektif bagi seorang
Dasar untuk melakukan suatu calon sarjana untuk melakukan penelitian,
kegiatan tertentu adalah ilmu pengetahuan. karena mereka memahami langkah-langkah
Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan metode-metode yang tepat dalam
cenderung akan memiliki otoritas untuk kegiatan penelitian ilmiah di lapangan.
melakukan sesuatu secara professional Mereka yang memahami dan mngetahui
berdasarkan disiplin ilmunya. Secara formal tentang penelitian akan terdorong untuk giat
mereka memiliki suatu pengakuan yang dalam belajar maupun mempelajari disiplin
syah (sertifikat, ijazah) yaitu memiliki hak ilmunya, karena mereka tahu bahwa
untuk menyebarkan dan mengembangkan disiplin ilmu yang dipelajarinya harus
disiplin ilmunya di masyarakat. Demikian ditindaklanjuti dengan kegiatan penelitian
pula, pengetahuan tentang penelitian secara empiris di lapangan. Tanpa
penelitian empiris, rupanya apa yang
44 Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1, Juni 2004
Pengetahuan Tentang Penelitian Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa

dipelajari cenderung akan menjadi sia-sia lulus dari Sekolah Menengah Umum
saja. (SMU). Rata-rata usia kelulusan siswa
SMU adalah 16-18 tahun. Ini berarti
Motivasi belajar mereka masih tergolong sebagai remaja.
Motivasi belajar (learning Dalam konsep perkembangan, seorang
motivation) yaitu dorongan seseorang untuk remaja ditandai dengan 3 hal perubahan
belajar sesuatu guna mencapai suatu cita- yaitu (1) perkembangan fisiologis yang
cita. Seseorang akan memiliki motivasi ditandai dengan kematangan sexual, (2)
belajar yang tinggi bila ia menyadari dan perkembangan kognitif ditandai dengan
memahami tujuan yang akan dicapainya di perubahan dari masa operasi konkrit
kemudian hari. Bila seseorang memahami menjadi operasi formal, (3) perkembangan
cita-citanya secara baik, maka ia akan psikososial ditandai pengembangan
terdorong untuk semakin giat dalam belajar. identitas diri (Rice, 1999; 89). Remaja
Ada 2 jenis motif yaitu motif internal dan yang memiliki identitas diri yang matang
motif eksternal. Motif internal cenderung ditandai dengan keberhasilan mencapai
lebih dapat bertahan lama daripada motif konsep diri, kepercayaan diri, rasa
eksternal. (Santrock, 1999; Suryabrata, tanggungjawab terhadap diri sendiri
1982). Santrock (2001;302) menambahkan maupun masa depan hidupnya (Papalia,
4 karakteristik yang mendasari Olds & Feldman, 2004).
perkembangan motif intrinsik yaitu: a) self- Dalam konteks masa
determination, b) curiosity, c) challenge, d) perkembangan fisiologis, seorang remaja
effort. Self determination yaitu kemampuan sudah memiliki kematangan fisiologis yaitu
untuk menentukan tujuan diri sendiri yang kematangan hormon-hormon sexual,
dilakukan atau dimiliki sebelumnya. kematangan fungsi reproduksi, kematangan
Curiosity ialah kecenderungan untuk tanda sexual primer dan sekunder. Alat-alat
mengetahui dan menguasai sesuatu yang sexual dapat berfungsi seperti orang
cukup besar dari dalam diri sendiri. dewasa, sehingga seorang remaja dapat
Challenge ialah suatu kesempatan untuk melakukan fungsi hubungan sexual dan
memperoleh sesuatu sesuai dengan mengalami kehamilan, serta melahirkan
kemampuan diri sendiri. Effort ialah suatu anak. Dalam konteks perkembangan
keahlian yang dipergunakan untuk kognitif, menurut Jean Piaget, seorang
mencapai sesuatu sesuai dengan remaja dapat melakukan kegiatan berpikir
harapannya. yang rasional, logis, sistematis, terstruktur
Mempelajari sesuatu agar dapat dan hipotetis. Demikian pula, menurut Erik
mencapai keberhasilan dengan baik Erikson, seorang remaja sudah memasuki
dibutuhkan motivasi yang tinggi (high masa perkembangan sosio-emosional yaitu
motivation). Motivasi yang berasal dari luar identitity >< identity confussion. Remaja
(motif eksternal) cenderung tidak akan berusaha untuk mencari identitas diri yaitu
bertahan lama, karena bila stimulasi luar memahami dan menemukan diri sendiri.
tersebut sudah hilang atau tidak ada lagi, Seorang remaja mengenali segala potensi
maka seseorang cenderung akan kelebihan dan kelemahannya, dan berusaha
menurunkan semangat belajarnya untuk menjadi diri sendiri. Mungkin saja
(Santrock, 1999). Dengan demikian daya seorang remaja melakukan proses peniruan
tahan mengahadapi suatu tantangan tidak orang lain yang dianggap idolanya, namun
akan efektif dan tidak mencapai sasaran kemudian ia akan dapat memiliki gaya
belajarnya. kehidupan pribadi yang khas dan berbeda
dengan orang lain. Sebaliknya remaja yang
Mahasiswa sebagai seorang yang tidak mampu mencapai identitas diri, maka
memasuki masa perkembangan ia dianggap tidak matang dan sulit menjadi
remaja akhir pribadi yang mandiri. Hal ini dinamakan
Ketika terdaftar pertama kali pribadi yang sedang binggung mencari
sebagai mahasiswa, seseorang baru saja identitas (identity confussion). (Santrock,
1999; 81; Turner & Helms, 1995; 78).
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1, Juni 2004 45
Pengetahuan Tentang Penelitian Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa

Dalam pandangan tulisan ini, mahasiswa mahasiswa, sebaliknya semakin rendah


dianggap sebagai seorang pribadi yang pengetahuan tentang penelitian, maka
sedang sedang menyelesaikan masa transisi semakin rendah motivasi belajar pada
yaitu pencarian dan penyelesaian identitas mahasiswa.
diri, memiliki kematangan kognitif,
kematangan fisiologis serta kematangan Karakteristik Subjek penelitian
psikomoral. Dalam penelitian ini menggunakan
responden dari mahasiswa Fakultas
Kerangka pikir pengetahuan tentang Psikologi Universitas Tarumanagara
penelitian dan motivasi belajar pada Jakarta. Mereka terdaftar secara aktif dan
mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan dalam
Pengetahuan tentang penelitian semester berjalan. Minimal mereka sedang
merupakan dasar utama bagi seorang calon menginjak semester ke- 3 dan sudah atau
ilmuwan yang terjun untuk sedang mengambil mata kuliah metode
mengembangkan ilmu pengetahuan. penelitian. Usia subjek antara 18 tahun ke
Mahasiswa adalah calon ilmuwan muda atas dan belum mencapai gelar sarjana S-1.
yang sedang belajar suatu disiplin ilmu
pengetahuan agar dapat menjadi seorang Jumlah subjek penelitian mahasiswa
ahli yang professional dan tekun dalam Dalam penelitian menggunakan
pengembangan ilmu di kemudian hari. sebanyak 84 orang mahasiswa yang telah
Sejak awal mereka bergaul dan mengikuti mata kuliah metode penelitian
berkomunikasi dengan para dosen yang dan minimal sudah semester ke-3. Tetapi
mengajar suatu bidang ilmu pengetahuan diantara mereka ternyata ada yang sedang
tertentu. Oleh karena itu, pengetahuan memasuki semester 5, 7 atau 9 (atau sedang
tentang penelitian menjadi hal yang sangat mengerjakan skripsi).
penting bagi setiap mahasiswa.
Mereka, para mahasiswa sangat Desain penelitian
tertarik terhadap pengajaran-pengajaran Desain penelitian ini menggunakan
yang diberikan oleh dosen yang teknik korelasional yaitu hubungan antara
berpengalaman dalam kegiatan penelitian, dua variabel. Variabel pertama yaitu
penulisan karya ilmiah maupun kegiatan pengetahuan tentang penelitian, sedang
ilmiah lainnya. Karena apa yang diajarkan variabel kedua yaitu motivasi belajar.
oleh dosen berasal dari kegiatan-kegiatan
penelitian empiris di lapangan. Para Alat ukur penelitian
mahasiswa benar-benar memperoleh Berdasarkan dari konsep
inspirasi untuk maju dan berkembang operasional variabel-variabel tersebut di
seperti dosen idolanya, yaitu banyak atas, maka dibuat alat ukur penelitian
melakukan penelitian untuk pengembangan mengenai (1) pengetahuan tentang
ilmu pengetahuan. Dengan demikian para penelitian dan (2) motivasi belajar. Kedua
mahasiswa yang memiliki pengetahuan alat ukur tersebut dibuat berdasarkan skala
tentang penelitian cenderung akan likert dengan 4 pilihan yaitu SS (sangat
meningkatkan semangat belajarnya agar setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju) dan
dapat mencapai cita-citanya dan Sangat Tidak Setuju (STS). Nilai skor
mewujudkan keinginanya untuk menjadi bergerak dari angka 1 sampai 4 untuk
seperti dosen idolanya. pernyataan yang favourable, sedang nilai
skor bergerak dari angka 4 sampai 1 untuk
Hipotesis penelitian pernyataan yang unfavourable.
Ada hubungan antara pengetahuan
tentang penelitian dengan motivasi belajar Definisi operasi variable-variabel
pada mahasiswa. Semakin tinggi dalam penelitian
pengetahuan tentang penelitian semakin Variabel 1: pengetahuan tentang
tinggi pula motivasi belajar pada penelitian. Yang dimaksud dengan
46 Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1, Juni 2004
Pengetahuan Tentang Penelitian Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa

pengetahuan tentang penelitian ialah suatu perbedaan rata-rata motivasi belajar antara
pemahaman mengenai seluk-beluk yang subjek laki-laki dan subjek perempuan,
berhubungan dengan penelitian. t(23.11) = 0.878, p>0.05.
Pengetahuan ini meliputi ranah kognitif, Rata-rata pengetahuan tentang
afektif maupun konatif yang memiliki penelitian pada subjek laki-laki adalah 3.09
pengaruh kecenderungan untuk melakukan (s=0.36), sedangkan rata-rata pengetahuan
kegiatan penelitian. tentang penelitian pada subjek perempuan
Variabel 2: motivasi belajar. Yang adalah 3.09 (s=0.30). Analisis data dengan
dimaksud dengan motivasi belajar yaitu independent sample t-test menunjukkan
suatu dorongan untuk melakukan kegiatan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata
belajar yang dipengaruhi oleh hal-hal yang pengetahuan tentang penelitian antara
berasal dari dalam diri sendiri (internal) subjek laki-laki dan subjek perempuan,
maupun hal-hal dari luar (eksternal) t(82) = 0.026, p>0.05.
individu yang bersangkutan. Motivasi
belajar terdiri dari 6 karakteristik yang Pembahasan
mendasari perkembangan motif intrinsik Penelitian ini menggambar
yaitu: a) self-determination, b) curiosity, c) hubungan erat antara pengetahuan tentang
challenge, d) effort, e) hukuman luar, f) penelitian dengan motivasi belajar pada
reward dari luar. mahasiswa. Dalam kaitan tersebut,
mahasiswa sudah memiliki tingkat
Alat ukur penelitian kekritisan yang tinggi. Kini mahasiswa
Berdasarkan dari konsep dapat menilai kualitas suatu perkuliahan
operasional variable-variabel tersebut di yang disampaikan oleh dosen. Mahasiswa
atas, maka dibuat alat ukur penelitian tidak lagi terpesona terhadap kemampuan
mengenai pengetahuan tentang penelitian dan cara mengajar dosen saja, akan tetapi
dan motivasi belajar. Kedua alat ukur mahasiswa juga tertarik pada isi pengajaran
tersebut dibuat berdasarkan skala likert dosen di kelas apakah isi materi
dengan 4 pilihan yaitu SS (sangat setuju), S perkuliahan bersifat teori saja atau juga
(Setuju), TS (Tidak Setuju) dan Sangat berhubungan dengan hasil-hasil penelitian
Tidak Setuju (STS). Nilai skor bergerak masa kini. Bagi mahasiswa yang memiliki
dari angka 1 sampai 4 untuk pernyataan orientasi studi yang tinggi cenderung
yang favorable, sedang nilai skor bergerak bersikap kritis. Mereka sangat
dari angka 4 sampai 1 untuk pernyataan mengharapkan adanya perkuliahan-
yang unfavorable. Untuk kedua alat kur ini perkuliahan yang diberikan oleh dosen-
dapat dilihat pada lampiran penelitian ini. dosen yang memiliki kompetensi dan
pengalaman dalam mengajar dan penelitian
Hasil Penelitian empiris. Artinya mahasiswa sangat
Rata-rata motivasi belajar mengharapkan isi perkuliahan yang
mahasiswa adalah 3.09 (s=0.31), rata-rata berbobot ilmiah tinggi yaitu penuh muatan
pengetahuan tentang penelitian adalah 3.08 hasil-hasil penelitian, karena mahasiswa
(s=0.31). Pengelahan data dengan berharap akan dapat meniru dan mencontoh
menggunakan uji korelasi Pearson Product dosen-dosen yang berkualitas tersebut. Hal
Moment, menunjukkan bahwa ada ini wajar karena para mahasiswa
hubungan antara pengetahuan tentang memahami pula mengenai pengetahuan
penelitian dan motivasi belajar, tentang penelitian yang berpengaruh
r(82)=0.649, p<0.01. terhadap motivasi belajarnya. Dalam
Rata-rata motivasi belajar pada penelitian ini cukup memberi bukti bahwa
subjek laki-laki adalah 3.02 (s=0.41), ada hubungan yang cukup signifikan antara
sedangkan rata-rata motivasi belajar pada pengetahuan tentang penelitian dengan
subjek perempuan adalah 3.10 (s=0.28). motivasi belajar mahasiswa pada Fakultas
Analisis data dengan independent sample t- Psikologi Universitas Tarumanagara
test menunjukkan bahwa tidak ada Jakarta. pun Semakin tinggi pengetahuan
tentang penelitian maka semakin tinggi pula
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1, Juni 2004 47
Pengetahuan Tentang Penelitian Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa

motivasi belajarnya, sebaliknya semakin


rendah pengetahuan tentang penelitian ____________, “Educational Psychology”,
maka semakin rendah pula motivasi belajar McGraw-Hill, Boston, 2001.
mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas
Tarumnagara Jakarta. Suryabrata, S, “Psikologi Belajar”,
Departemen Pendidikan dan
Kesimpulan Kebudayaan, Jakarta, 1982.
Dari hasil penelitian ini
disimpulkan ada hubungan signifikan Tilaar, H. A. R, ”Beberapa Agenda
antara pengetahuan mengenai penelitian Reformasi Pendidikan Nasional
dengan motivasi belajar pada mahasiswa. Dalam Perspektif Abad 21”, Tera
Makin tinggi pengetahuan mengenai Indonesia, Jakarta, 1998.
penelitian maka makin tinggi motivasi
belajar, sebaliknya makin rendah Turner, J. S & Helms, D. B, “Lifespan
pengetahuan mengenai penelitian maka Development”, Forth Worth:
makin rendah motivasi belajar pada Harcout-Brace College Publisher,
mahasiswa. 1995.

Saran untuk mahasiswa


Mahasiswa yang memiliki
pengetahuan penelitian didorong untuk
melakukan penelitian, bukan hanya untuk
skripsi saja, akan tetapi juga untuk
meningkatkan kualitas diri sebagai seorang
ilmuwan muda. Mereka tidak hanya kagum
terhadap “kehebatan” dosen dalam meneliti,
tetapi mereka sendiri yang menjadi pelaku
dalam kegiatan penelitian.

Saran bagi peneliti selanjutnya


Bagi para peneliti selanjutnya
diharapkan dapat melakukan lanjutan
dengan menambah jumlah variable,
misalnya inteligenai, prestasi belajar.
Teknik analisa sebaiknya dengan teknik
lain.

Daftar Pustaka
Gibson, J. L, Ivancevich, J, M, Donnely, I
& Konapashe, R, ”Organisation:
Behavior, Structure, Proccess”,
McGraw-Hill, Boston, 2003.

Papalia, D. E, Olds, S. W & Feldman, R. D,


“Human Development”, McGraw-
Hill, Boston, 2004.

Santrock, J. W, “Lifespan development”,


McGraw-Hill, Boston, 1999.

48 Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 1, Juni 2004