Anda di halaman 1dari 20

AL QURAN DAN HADITS DALAM

PENGGUNAAN BAHAN KIMIA

Tugas ini Dikemukakan untuk Memenuhi Syarat

Mata Kuliah Penddikan Agama Islam

Nama Mahasiswa :
Aldora Edgina (18307144012)

Nama Dosen :

Bp. Prof. Dr. Mifedwil Jandra Bin Moh. Janan

Kelas : B

Prodi Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


2018
ABSTRACT

Chemistry is one of the branches of the department of natural sciences, a


science that explains the structure of change of an equivalent object, which is
caused by a reaction. Apparently, this chemical knowledge has been expressed
in the Qur'an since ancient times. As for the detailed explanation, it can only be
explained in recent times. Al Quran and Hadith itself in human daily life are
used as a way of life in carrying out daily activities. There are many verses in
the Qur'an that discuss the knowledge that exists in chemistry such as chemical
elements, substances in chemistry, and various reactions about chemistry found
in the daily lives of every human being. In the hadith itself there are also
hadiths that regulate how we treat a chemical in the teachings of Islam, there
are also hadiths that explain how adab we are not allowed to drink drinks that
we will drink, and others. In this day and age, many people in daily life need
chemicals, so everyone uses chemicals and it is fitting for humans to use
chemicals in good and true Islamic teachings.

ABSTRAK

Ilmu kimia merupakan salah satu dari cabang penjurusan ilmu


pengetahuan alam, suatu ilmu yang menjelaskan struktur perubahan dari suatu
objek setara, yang di akibatkan oleh suatu reaksi. Ternyata, pengetahuan kimia
tersebut telah diungkapkan dalam Al-qur’an sejak zaman dulu. Adapun
penjelasan secara detail nya, baru bisa dijelaskan pada zaman baru-baru ini. Al
Quran dan Hadist sendiri dalam kehidupan sehari-hari manusia dijadikan
sebagai pedoman hidup dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Banyak ayat
ayat dalam Al-Qur’an yang membahas tentang ilmu yang ada dalam kimia
seperti elemen kimia, zat-zat dalam kimia, dan berbagai reaksi tentang kimia
yang terdapat dalam kehidupan sehari hari setiap manusia. Dalam hadist sendiri
juga terdapat hadist yang mengatur tentang bagaimana kita memperlakukan
suatu bahan bahan kimia secara ajaran agama islam, dalam hadist juga ada yang
menjelaskan tentang adab bagaimana kita tidak dibolehkan meniup minuman
yang akan kita minum, dan lain-lain. Pada zaman sekarang ini, banyak orang
yang dalam kehidupan sehari-hari memerlukan bahan kimia, maka dari itu
setiap orang menggunakan bahan kimia dan sudah sepatutnya para manusia
menggunakan bahan kimia secara ajaran islam yang baik dan benar.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagaimana yang terjadi pada zaman sekarang, banyak manusia
yang menggunakan berbagai bahan kimia dalam kehidupan sehari- hari.
Seharusnya manusia dapat menggunakan bahan kimia tersebut dengan
bijak dan dan seperti ajaran yang telah diajarkan oleh agama islam
sebagaimana yang tertera dalam ajaran Al-Quran dan Al Hadist. Al-
Quran dan Al Hadist sudah sepatutnya digunakan sebagai pedoman
hidup manusia karena Al-Quran merupakan khalam Allah yang
merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi dan RasulNya yaitu
Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu yang ditujukan untuk dijadikan
petunjuk dan pedoman hidup umat manusia yang ada di bumi. Maka
sudah sepatutnya dalam tindak tanduk kehidupan sehari-hari manusia,
manusia melibatkan ajaran Al-Quran dan Al Hadist yang telah diajarkan
oleh Nabi Muhammad SAW.
Banyak ayat-ayat dari Al-Quran yang megandung tentang
pengajaran ilmu pengetahuan alam, salah satunya yaitu ilmu kimia.
Dalam al Quran dijelaskan tentang elemen-elemen yang ada pada zat
kimia, bagaimana reaksi kimia, dan sebagainya. Dalam Al-Hadist pun
juga dijelaskan tentang bagaimana cara yang baik untuk memperlakukan
bahan kimia atau zat zat reaksi kimia yang sesuai dengan ajaran islam
yang baik dan benar dan masih dalam jalan Allah SWT.
Ilmu kimia merupakan suatu ilmu yang merupakan salah satu
cabang dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang zat-zat
suatu bahan kimia dan elemen-elemen kimia yang ada di bumi. Ilmu
kimia juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang karakteristik
sifat-sifat fisik dan kimia dari suatu materi atau zat dan interaksinya
dengan energy.Kimia juga menjelaskan tentang bagaimana suatu produk
dihasilkan dari suatu reaktan tertentu dari suatu percobaan.
Al-Quran merupakan firman atau wahyu Allah yang ditujukan
kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara melalui malaikat jibril
sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusia. Al-Quran
pertama kali diturunkan pada abad ke-14 yang lalu oleh Allah SWT. Al-
Qur’an turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik
beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya.
Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau
sesuai dengan keperluan. Selain itu dengan turun sedikit demi sedikit,
Nabi Muhammad SAW akan lebih mudah menghafal serta meneguhkan
hati orang yang menerimanya. Lamanya Al-Qur’an diturunkan ke bumi
adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.
Hadist sendiri merupakan sesuatu yang datang dari Nabi
Muhammad SAW yang baik berupa perkataan, perbuatan ataupun
persetujuan yang bisa dijadikan sebagai pedoman hidup umat islam.
Hadist sudah ada sejak awal perkembangan islam yang merupakan suatu
kenyataan ajaran islam yang tidak dapat diragukan lagi.

B. Pernyataan Masalah/ Problem


Seperti yang sudah diketahui bahwa di alam ini sudah banyak
manusia yang menggunakan bahan kimia dalam kehidupannya sehari-
hari, tetapi mereka banyak juga yang tidak mengetahui bagaimana cara
yang baik dan benar dan secara ajaran agama islam yang benar yang
sesuai Al-Qur’an dan Al Hadist bagaimana cara penggunaan bahan
kimia yang benar sesuai dengan perintah Allah dan larangan Allah
SWT. Jadi bagaimana cara yang baik dan benar dan sesuai ajaran agama
islam dan Al Quran serta Al Hadist cara penggunaan bahan-bahan kimia
dalam kehidupan sehari-hari umat manusia sesuai dengan yang
diajarkan oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW?
C. Pertanyaan
1.Apa maksud pengertian dari ilmu kimia dalam ajaran islam
terutama dalam Al-Quran dan Al Hadist? 2. Bagaiman penerapan ajaran
Al-Quran dan Al Hadist dalam penggunaan bahan-bahan kimia? 3.
Umtuk apa Al Quran dan Al Hadist mengatur penggunaan bahan bahan
kimia dalam kehidupan umat manusia? 4. Kenapa penggunaan bahan
kimia dalam kehidupan sehari-hari harus menggunakan Al Quran dan
Al Hadist sebagai pedoman?

D. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian ilmu kimia dalam ajaran islam


terutama Al-Quran dan Al-Hadist. 2. Untuk mengetahui penerapan
ajaran Al-Qur’an dan Al Hadist dalam penggunaan bahan-bahan kimia.
3. Untuk mengetahui tujuan Al Qur’an dan Al Hadist mengatur
penggunaan bahan-bahan kimia dalam kehidupan umat manusia. 4.
Untuk mengetahui bahwa Al Quran dan Al Hadist sangat diperlukan
dalam penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari umat
manusia.

E. Metodologi
Dalam makalah yang berjudul Penerapan Al Quran dan Al
Hadist dalam Bahan Kimia ini saya mendapatkan data dari beberapa
sumber yang ada yaitu buku pegangan “Dinul Islam” pendidikan agama
islam di perguruan tinggi umum, informasi dari internet, menggunakan
metode deskriptif (penjelasan).
F. Hasil yang Ingin didapat/ dicapai
Mengetahui pentingnya penerapan Al Quran dan Al Hadist
dalam penggunaan bahan kimia.
BAB II
ISI

 Ilmu Kimia
Istilah Kimia berasal dari bahasa Arab kimiya yakni perubahan
benda/zat atau dari bahasa Yunani khemeia yakni ilmu yang
mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari
skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta
interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari.
Ilmu kimia merupakan suatu ilmu yang merupakan salah satu
cabang dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang zat-zat
suatu bahan kimia dan elemen-elemen kimia yang ada di bumi. Ilmu
kimia juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang karakteristik
sifat-sifat fisik dan kimia dari suatu materi atau zat dan interaksinya
dengan energy. Kimia juga menjelaskan tentang bagaimana suatu
produk dihasilkan dari suatu reaktan tertentu dari suatu percobaan.

Ilmu kimia sendiri merupakan ilmu pengetahuan alam yang


mempelajari tentang komposisi, struktur, dan sifat materi beserta segala
perubahan yang menyertai terjadinya reaksi kimia. Ilmu kimia memiliki
tiga aspek yaitu proses/kerja ilmiah, produk serta sikap. Ilmu kimia juga
merupakan ilmu yang mempelajari tentang komposisi, struktur, sifat dan
perubahan dari suatu zat. Ilmu ini akan erat kaitannya dengan
permasalahan-permasalahan sifat suatu unsur dan atom, bagaiamana
pembentukan suatu senyawa, bagaimana atom berikatan satu sama
lainnya, apa kegunaan dari suatu material, bagaimana reaksi yang dapat
dimanfaatkan dalam kehidupan manusia
Dalam Ilmu Kimia terdapat beberapa bidang yang dapat
dipelajari yaitu seperti halnya bidang kimia fisika, kimia biologi, kimia
anorganik, kimia analitik, kimia matematika, dan lain-lain.

Ilmu Kimia juga mendapatkan perhatian dan dorongan dari Al-


Qur’an untuk dikembangkan. Manusia dan seluruh lingkungan hidupnya
terbentuk dari elemen-elemen dan subtansi-subtansi yang tergabung
menjadi sebuah ikatan kimia menurut hukum Allah SWT. Manusia
sendiri tercipta dari tanah liat kemungkinan melalui sebuah proses kimia
interaktif antara berbagai unsur dalam tanah yang bekerja menurut
hukum-hukum Allah melalui proses perubahan dan kombinsi tertentu.
Penciptaan langit dan bumi dalam enam “periode” dan penciptaan alam
semesta dari air juga terjadi menurut hukum kombinasi dan perubahan
yang diciptakan Allah Swt. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menuturkan
bagaimana Tuhan menciptakan langit, bumi, manusia, dan sebagainya.

 Penerapan Al Quran dan Hadist dalam Ilmu Kimia

Al-Qur’an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al-


Qur’an bukan buku ilmiah. Akan tetapi, kitab ini mencakup beberapa
penjelasan ilmiah dalam tautan keagamaannya. Penjelasan ini tidak
pernah bertentangan dengan temuan-temuan ilmu modern. Sebaliknya,
fakta-fakta tertentu yang baru ditemukan dengan teknologi abad ke-20
itu sebenarnya telah diungkapkan dalam Al-Qur’an 14 abad silam. Ini
menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu bukti terpenting
yang menegaskan keberadaan Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya terdapat keterkaitan
antara ilmu sains terutama kimia dengan Al-Qur’an dan Hadist. Ilmu
kimia sendiri merupakan ilmu yang merupakan salah satu percabangan
dari ilmu pengetahuan alam. Kimia merupakan ilmu yang mempelajari
tentang komposisi, struktur, fungsi zat yang berkaitan dengan bahan-
bahan reaktif di lingkungan kita. Kimia juga mempelajari tentang sifat
dan interaksi atom individu dalam reaksi kimia dalam penerapannya
untuk menciptakan suatu zat reaksi tertentu.

Sesungguhnya Al-Qur’an dan sains tidak dapat dipisahkan lagi


karena Al-Qur’an karena Al Quran merupakan kalam Allah yang
merupakan mukjizat diturunkan dari Allah SWT kepada rasulnya yaitu
Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada para manusia untuk
dijadikan sebagai pedoman hidup. Maka dari itu, dalam kehidupan
sehari-hari apalagi saat menyangkut dengan pekerjaan kita bisa
menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman. Hubungan Al Qur’an dengan
kimia dapat dilihat dari surah Al-Hadid (Besi), dalam surah tersebut
mengandung makna penjelasan tentang besi. Surah tersebut turun ketika
kaum muslim berperang di perang Uhud, ketika pertama kali
terbentuknya Negara islam di Madinah. “ Sesungguhnya Kami telah
mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata
dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca
(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami
ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat
dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan
besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong
(agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya.
Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.”   Qur’an surah
Al-Hadiid 57 : 25 . Dalam surah Al-Hadid Allah turunkan besi kepada
umat islam ketika berperang. Dan pada kenyataannya besi sendiri sudah
ada sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah
satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen
suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon).

Di dalam Al-Qur’an terdapat kandungan yang merujuk pada


fenomena fenomena alam terutama perihal ilmu pengetahuan alam atau
sains dalam kehidupan sehari-hari. Banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an
yang mengandung permasalahan tengtang pembelajaran berbagai
elemen ilmiah dan zat zat reaksi kimia. Sama halnya dengan Hadist, di
dalam hadist banyak yang mengandung tentang elemen kimia dan
reaksi-rekasi kimia ataupun bahan bahan kimia yang digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.

Kita dapat mengambil contoh larangan minuman untuk ditiup


dalam pembelajaran kimia dan berdasarkan agama islam.

Dari Abu Qatadah r.a, Rausulullah SAW bersabda,

‫ َﻭﺇِ َﺫﺍ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﺨَ ﻼَﺀَ ﻓَﻼَ ﻳَ َﻤﺲَّ َﺫ َﻛ َﺮﻩُ ﺑِﻴَ ِﻤﻴﻨِ ِﻪ‬،ِ‫ﺏ ﺃَ َﺣ ُﺪ ُﻛ ْﻢ ﻓَﻼَ ﻳَﺘَﻨَﻔَّﺲْ ﻓِﻲ ﺍ ِﻹﻧَﺎﺀ‬
َ ‫ﺇِ َﺫﺍ َﺷ ِﺮ‬

"Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika


buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan."
[HR. Bukhari no. 153]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,

‫ﺲ ﻓِﻲ ﺍ ِﻹﻧَﺎﺀِ ﺃَﻭْ ﻳُ ْﻨﻔَ َﺦ ﻓِﻴ ِﻪ‬


َ َّ‫ﺻﻠَّﻰ ﻪَّﻠﻟﺍ ُ َﻋﻠَ ْﻴ ِﻪ َﻭ َﺳﻠَّ َﻢ ﻧَﻬَﻰ ﺃَ ْﻥ ﻳُﺘَﻨَﻔ‬ َّ ِ‫ﺃَ َّﻥ ﺍﻟﻨَّﺒ‬
َ ‫ﻲ‬

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas


atau meniup isi gelas." [HR. Ahmad no. 1907, Turmudzi no. 1888, dan
dishahihkan Syuaib al-Arnauth]
Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,

َ َ‫ال َر ُج ٌل ْالقَ َذاةُ أَ َراهَا فِى ا ِإلنَا ِء ق‬


‫ال‬ ِ ْ‫خ فِى ال ُّشر‬
َ َ‫ فَق‬.‫ب‬ َّ ِ‫أَ َّن النَّب‬
ِ ‫ نَهَى ع َِن النَّ ْف‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬- ‫ى‬
َ ‫اح ٍد قَا َل « فَأَبِ ِن ْالقَد‬
َ‫َح إِ ًذا ع َْن فِيك‬ ِ ‫س َو‬ٍ َ‫ قَا َل فَإِنِّى الَ أَرْ َوى ِم ْن نَف‬.» ‫» « أَ ْه ِر ْقهَا‬

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum.


Seseorang berkata, 'Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam
wadah air itu?'. Beliau bersabda, 'Tumpahkan saja'. Ia berkata, 'Aku
tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas'. Beliau bersabda,
'Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari
mulutmu'." [HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3/26]

Dari petikan hadist di atas dapat diambil kesimpulan bahwa


dalam hal kimia apabila kita menghirup atau meniup asap yang
ditimbulkan dari minuman yang kita akan minum maka akan timbul zat
kimia berupa asam karbonat, zat kimia tersebut dapat berpotensi
menyebabkan penyakit sakit jantung.

Dapat dilihat dari fakta bahwa bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas)
dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut)
akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3. Jika senyawa kimia ini
masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung.
Dengan reaksi sebagai berikut:
H2O (air) + CO2 (karbon dioksida) ⇄ H2CO3 (asam karbonat)

Di dalam Al-Quran pun ada beberapa ayat Allah SWT yang membahas
tentang komponen unsur dari bahan bahan kimia seperti atom.

“kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu
ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan,
melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.
Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah
(atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak
(pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam
kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Q.S. Yunus : 61)

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar


zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan
melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
(Q.S. An-Nisaa’ : 40)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya


dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
pula. (Q.S. Az-Zalzalah : 7-8)

Katakanlah: " Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan)


selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun  di
langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun
dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara
mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya. (Q.S. Saba’ : 22)

Di dalam Al Quran atom lebih dikenal dengan kata dzarrah yaitu


sesuatu zat yang kecil dan tidak ada yang lebih kecil daripada itu.
Sedangkan pada teori ilmu kimia, menurut John Dalton atom adalah
partikel yang paling kecil dari suatu zat yang tidak dapat diuraikan
menjadi partikel yang lebih kecil lagi.
Di dalam Al- Quran juga membahas tentang senyawa kimia
yaitu seperti senyawa air dan senyawa alcohol.

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang
menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan
dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu
sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah
disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka
adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). (Q.S. An-
Naml : 60)
Di dalam Kimia, senyawa air dinamakan H2O
(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
Tidak ada dalam khamar itu alkoholdan mereka tiada mabuk
karenanya. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 46-47)
Di dalam Kimia, senyawa alkohol dinamakan C2H5OH

 Tujuan dan Fungsi Al Quran dan Hadits dalam Penggunaan Bahan


Kimia
Al Quran dan Hadits sudah ada sejak zaman dahulu kala, Al
Quran sendiri merupakan khalam Allah yang merupakan mukjizat yang
dirunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan
Hadits merupakan suatu ajaran umat islam yang diperoleh dari perilaku
Nabi Muhammad SAW yang merupakan jalan agar kita tetap di jalan
Allah yang baik dan benar.
Dalam kehidupan sehari-hari Al Quran sendiri sudah dijadikan
sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat manusia , sebagai sumber
pokok ajaran islam, sebagai peringatan dan pelajaran bagi umat
manusia. Sedangkan Hadits sendiri mempunyai tujuan dan fungsi untuk
menguatkan dan menegaskan hukum dalam Al-Quran, menguraikan dan
merincikan yang global, mengkaitkan yang mutlak dan mentakhsiskan
yang umum, yang berfungsi menjelaskan apa yang dikehendaki Al-
Qur’an. Rasulullah SAW mempunyai tugas menjelaskan Al-Qur’an
sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS. An-Nahl ayat 44:

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan


kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan
supaya mereka memikirkan”(QS. An-Nahl : 44), serta menetapkan dan
mengadakan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hukum
yang terjadi adalah merupakan produk Hadits/Sunnah yang tidak
ditunjukan oleh Al-Qur’an.
Al Quran dan Hadits sendiri juga mengatur penggunaan bahan-bahan
kimia dalam kehidupan manusia agar manusia senantiasa tetap
menggunakan bahan-bahan kimia sewajarnya dan tidak terlalu
berlebihan serta menyimpang dari ajaran islam. Seperti Al Quran dan
Hadits mengatur penggunaan bahan kimia senyawa alcohol.

 Al Quran dan Hadits sebagai Pedoman Umat Manusia Dalam


Penggunaan Bahan- Bahan Kimia
Sejatinya sudah seharusnya kita sebagai umat islam harus
menggunakan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman kehidupan kita
sehari-hari sebagai petunjuk kehidupan kita agar kita tidak tersesat di
jalan yang tidak benar, yang tidak diridhai Allah SWT.
Al-Quran dan Al Hadist sudah sepatutnya digunakan sebagai
pedoman hidup manusia karena Al-Quran merupakan khalam Allah
yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada nabi dan RasulNya
yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu yang ditujukan untuk
dijadikan petunjuk dan pedoman hidup umat manusia yang ada di bumi.
Maka sudah sepatutnya dalam tindak tanduk kehidupan sehari-hari
manusia, manusia melibatkan ajaran Al-Quran dan Al Hadist yang telah
diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Al Quran dan Hadist sendiri mempunyai peranan penting dalam
penggunaan bahan- bahan kimia sehari-hari. Karena dalam Al quran dan
Hadits terdapat ayat ayat Allah dan ajaran Nabi Muhammad SAW
tentang bagaimana kita menggunakan bahan bahan kimia dengan secara
ajaran agama islam.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ilmu kimia merupakan suatu ilmu yang merupakan salah satu
cabang dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang zat-zat
suatu bahan kimia dan elemen-elemen kimia yang ada di bumi. Ilmu
kimia juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang karakteristik
sifat-sifat fisik dan kimia dari suatu materi atau zat dan interaksinya
dengan energy. Kimia juga menjelaskan tentang bagaimana suatu
produk dihasilkan dari suatu reaktan tertentu dari suatu percobaan.
Dalam kehidupan sehari hari seringkali kita menggunakan bahan bahan
senyawa kimia, oleh karena itu Al Quran dan Hadits yang merupakan
mukjizat dari Allah yang digunakan sebagai pedoman dan petunjuk
untuk manusia dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari mengatur
penggunaan bahan bahan kimia agar manusia menggunakan komponen
senyawa tersebut sesuai dengan ajaran agama islam yang baik dan
benar.

B. Daftar Pustaka
http://www.researchgate.net
https://baitulmaqdis.com/mukjizat-islam/kimia/al-quran-dan-ilmu-
kimia/
e-journal.iainpekalongan.ac.id
https://knowledgeisfreee.blogspot.com/2015/11/makalah-sejarah-
perkembangan-hadist.html

Anda mungkin juga menyukai