Anda di halaman 1dari 9

FUNGSI AGAMA ISLAM UNTUK SELURUH ALAM

Tugas ini Dikemukakan untuk Memenuhi Syarat

Mata Kuliah Penddikan Agama Islam

Nama Mahasiswa :
1. Arni Anastasiya (18307141019)
2. Egi Yusvilla (18307141005)
3. Aldora Edgina (18307144012)

Nomor Kelompok :
Kelompok 5

Nama Dosen :

Bp. Prof. Dr. Mifedwil Jandra Bin Moh. Janan

Kelas : B

Prodi Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


2018
ABSTRAK
Agama Islam berarti damai, selamat, sejahtera, dan patuh. Hal tersebut menunjukan
bahwa agama islam adalah agama yang mangandung ajaran untuk menciptakan kehidupan
manusia dan untuk seluruh alam. Agama Islam sendiri memiliki fungsi untuk dijadikan
sebagai fitrah manusia yaitu ajaran agama islam mengandung petunjuk yang sesuai dengan
sifat dasar manusia ( QS AL-Rum : 3 ). Agama sebagai sumber yang dapat menjadikan alam
sebagai sumber kehidupan yang positif dan negatif. Alam dan kehidupan merupakan
lingkungan hidup manusia dalam sistem alam semesta, oleh karena itu fungsi agama ada
untuk mengatur kehidupan serta alam semesta manusia. Agama dijadikan sebagai pedoman
bagi setiap umat dalam menjalankan kehidupannya, agama sebagai penghubung antara
manusia dengan Allah, agama sebagai penghubung antara manusia dengan manusia, agama
sebagai penghubung antara manusia dengan alam. Fungsi islam sebagai rahmat bagi sekalian
alam tidak tergantung pada penerimaan atau penilaian manusia. Islam menunjuki manusia
jalan yang benar, memberikan kebebasan kepada manusia untuk menggunakan potensi yang
diberikan Allah secara bertanggung jawab, mengatur pemanfaatan alam secara baik dan
proporsional, menghormati kondisi spesfik individu dan memberikan perlakuan yang spesifik
pula , dll.

ABSTRAC

Islam means peace, safety, prosperity and obedience. This shows that Islam is a
religion that contains teachings to create human life and for all nature. Islam itself has a
function to be used as human nature, namely the teachings of Islam contain instructions that
are in accordance with human nature (QS AL-Rum: 3). Religion is a source that can make
nature a positive and negative source of life. Nature and life are the environment of human
life in the system of the universe, therefore the function of religion exists to regulate the life
and universe of humans. Religion is used as a guide for every people in carrying out their
lives, religion as a liaison between humans and God, religion as a link between humans and
humans, religion as a link between humans and nature. The function of Islam as a blessing for
all nature does not depend on human acceptance or judgment. Islam appoints the right people,
gives freedom to humans to use the potential given by God responsibly, regulates the use of
nature in a good and proportionate manner, respects individual conditions and gives specific
treatment, etc.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Agama
Agama berarti serangkaian atau seperangkat aturan, ketentuan, dan kaidah-
kaidah kehidupan yang harus dipegang dan dijadikan rujukan atau petunjuk oleh
setiap pemeluk dan penganutnya dalam menjalankan seluruh aktivitas
kehidupannya. Aktivitas kehidupan tersebut meliputi kegiatan dirinya sebagai
pribadi maupun sebagai anggota dari suatu komunitas yang berperan baik dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Aktivitas tersebut meliputi bidang sosial,
ekonomi, budaya dan politik. Dengan kata lain agama berperan sebagai petunjuk
bagi manusia, sehingga ia tidak tersesat untuk menuju tujuan yang benar dari
kehidupan yang sedang dijalaninya.
Secara psikologis atau sosiologis, agama penting dalam kehidupan manusia
terutama pada saat ilmu pengetauan dan teknologi tidak mampu menawarkan
adaptasi atau mekanisme penyesuaian yang dibutuhkan. Fungsi agama memberikan
cakrawala pandang yang lebih luas tentang Tuhan.

2. Islam
Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dan rasul
sebagai utusan-Nya yang terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh umat
manusia hingga akhir zaman. Agama islam berintikan tentang ajaran tauhid atau
keesaan Allah.

3. Agama Islam
Jadi agama islam adalah pedoman yang didalamnya memuat ajaran akidah,
tauhid, dan akhlak yang sangat mempengaruhi satu sama lain karena agama islam itu
adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw dan Rasul-Nya.
B. Pernyataan Masalah/ Problem
Seperti yang sudah diketahui bahwa alam ini, terdapat berbagai makhuk hidup
yaitu tumbuhan, hewan dan juga manusia. Namun, manusia berpendapat bahwa
agama hanya berfungsi untuk kebutuhan manusia saja, karena makhluk hidup yang
lain seperti tumbuhan, hewan tidak mempunyai akal jadi tumbuhan dan hewan
tersebut tidak perlu beragama. Jadi apakah benar bahwa agama hanya berfungsi
untuk kebutuhan manusia?

C. Pertanyaan
1. Apa fungsi agama dalam kehidupan manusia? 2. Bagaimana fungsi agama
dalam hubungan manusia dengan alam? 3. Untuk apa agama mengatur hubungan
manusia dengan alam? 4. Kenapa agama hanya berfungsi untuk kebutuhan manusia
saja?

D. Tujuan Penulis
1. Untuk mengetahui fungsi agama dalam kehidupan manusia. 2. Untuk
mengetahui fungsi agama dalam mengatur hubungan manusia dengan alam. 3.
Untuk mengetahui bahwa tujuan agama mengatur hubungan manusia dengan alam.
4. Untuk mengetahui bahwa agama hanya berfungsi untuk kebutuhan manusia saja.

E. Metodologi
Dalam makalah yang berjudul fungsi agama islam untuk seluruh alam ini
kami mendapatkan data dari beberapa sumber yang ada yaitu buku pegangan
“Dinul Islam” pendidikan agama islam di perguruan tinggi umum, informasi dari
internet, menggunakan metode deskriptif (penjelasan).

F. Hasil yang Ingin didapat/ dicapai


II. ISI

Agama Islam (‫ )اسالم‬berasal dari kata-kata salam (‫ )سالم‬yang berarti damai dan aman
salamah (‫ )سالمة‬berarti selamat istilah islaam (‫ )االسالم‬sendiri berarti penyerahan diri secara
mutlak kepada Allah SWT untuk memperoleh ridho-Nya dengan mematuhi perintah dan
larangan-Nya.

Agama Islam terdiri atas akidah dan syariat akidah atau kepercayaan (ilmunya),
syariat peribadatan, syariat akhlak (moral) dan muamalah. Islam adalah satu-satunya agama
yang benar dan dibenarkan serta diakui oleh Allah SWT, dalam firmannya:

َ ‫دِي ًنا َف َلن ُي ْق َب َل ِم ْن ُه َوه َُو فِى ٱ ْل َءاخ َِر ِة م َِن ْٱل ٰ َخسِ ِر‬
‫ين‬
Artinya : “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang
rugi.” (QS. Ali Imran; 85)

Tidak sah keislaman seseorang kecuali sempurna dua hekekat yang penting yaitu mengenal
Allah dan tidak mempersekutukannya. Islam adalah agama yang datang dengan penuh
kedamaian bukan disamapaikan dengan pedang tapi dengan perkataan yang lembut. Bahkan
Islam sendiri menghargai dan melindungi mereka yang tidak mau mengikuti ajaran Islam
selama mereka tidak mengganggu dan memantik permusuhan dengan Islam.

RUANG LINGKUP ISLAM

Secara garis besar ruang lingkup Islam terbagi atas tiga bagian yaitu:

1. Hubungan manusia dengan penciptanya (Allah SWT)

Firman Allah:

ِ ‫االنس إِال لِي ْعب ُد‬


‫ون‬ ِ ِ ُ ‫وما َخلَ ْق‬  
ُ َ َ ‫ت الْج َّن َو‬ ََ
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku” (QS. Az Zariyat: 56)
Firman Allah:

ِ ِِ ِ ِ
‫الص اَل َة َو يُ ْؤ تُوا‬
َّ ‫يم وا‬
ُ ‫ين ُح َن َف اءَ َو يُق‬
َ ‫الد‬ َ ‫َو َم ا أُم ُر وا إِ اَّل ل َي ْع بُ ُد وا اللَّ هَ خُمْ ل ص‬
ِّ ُ‫ني لَ ه‬
ِ‫ك ِد ين الْ َق يِّ م ة‬ ِ ٰ َ ‫الز َك‬
َّ
َ ُ َ ‫ َو َذ ل‬Nۚ ‫اة‬
Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595],
dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian
Itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

2. Hubungan manusia dengan manusia

Agama Islam memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan,


kemasyarakatan, kenegaraan, perekonomian dan lain-lain. Konsep dasar tersebut memberikan
gamabaran tentang ajaran yang berkenaan dengan: hubungan manusia dengan manusia atau
disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan. Seluruh konsep kemasyaraktan yang ada
bertumpu pada satu nilai, yaitu saling menolong antara sesama manusia.

ۘ ‫اونُوا َعلَى ْالبِ ِّر َوالتَّ ْق َو ٰى ۖ َواَل تَ َعا َونُوا َعلَى اإْل ِ ْث ِم َو ْال ُع ْد َوا ِن ۚ َواتَّقُوا هَّللا َ ۖ إِ َّن هَّللا َ َش ِدي ُد‬
َ ‫َوتَ َع‬
ِ ‫ْال ِعقَا‬
‫ب‬

“dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah,
Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah: 2)

Manusia diciptakan Allah terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka hidup berkelompok
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Mereka saling membutuhkan dan saling mengisi
sehingga manusia juga disebut makhluk sosial, manusia selalu berhubungan satu sama lain.
Demikian pula keragaman daerah asal.
Tidak pada tempatnya andai kata diantara mereka saling membanggakan diri. Sebab
kelebihan suatu kaum bukan terletak pada kekuatannya, kedudukan sosialnya, warna kulit,
kecantikan/ketempanan atau jenis kelamin. Tapi Allah menilai manusia dari takwanya.

3. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya/lingkungannya

Seluruh benda-benda yang diciptakan oleh Allah yang ada di alam ini mengandung manfaat
bagi manusia. Alam raya ini berwujud tidak terjadi begitu saja, akan tetapi diciptak oleh
Allah dengan sengaja dan dengan hak.

“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi
dengan hak?” (QS. Ibrahim; 19)

Manusia dikaruniai akal (sebagai salah satu kelebihannya), ia juga sebagai khalifah di muka
bumi, namun demikian manusia tetap harus terikat dan tunduk pada hukum Allah. Alam
diciptakan oleh Allah dan diperuntukkan bagi kepentingan manusia.

Fungsi Agama

a. Sebagai Pembimbing Dalam Hidup

Pengendali utama kehidupan manusia adalah kepribadiannya yang mencakup segala unsure
pengalaman pendidikan dan keyakinan yang didapatnya sejak kecil. Apabila dalam
pertumbuhan seseorang terbentuk suatu kepribadian yang harmonis, di mana segala unsur
pokoknya terdiri dari pengalaman yang menentramkan jiwa maka dalam menghadapi
dorongan baik yang bersifat biologis ataupun rohani dan sosial akan mampu menghadapi
dengan tenang.
b. Penolong Dalam Kesukaran

Orang yang kurang yakin akan agamanya (lemah imannya) akan menghadapi
cobaan/kesulitan dalam hidup dengan pesimis, bahkan cenderung menyesali hidup dengan
berlebihan dan menyalahkan semua orang. Beda halnya dengan orang yang beragama dan
teguh imannya, orang yang seperti ini akan menerima setiap cobaan dengan lapang dada.
Dengan keyakinan bahwa setiap cobaan yang menimpa dirinya merupakan ujian dari tuhan
(Allah) yang harus dihadapi dengan kesabaran karena Allah memberikan cobaan kepada
hambanya sesuai dengan kemampuannya. Selain itu, barang siapa yang mampu menghadapi
ujian dengan sabar akan ditingkatkan kualitas manusia itu.

c. Penentram Batin

Jika orang yang tidak percaya akan kebesaran tuhan tak peduli orang itu kaya apalagi miskin
pasti akan selalu merasa gelisah. Orang yang kaya takut akan kehilangan harta kekayaannya
yang akan habis atau dicuri oleh orang lain, orang yang miskin apalagi, selalu merasa kurang
bahkan cenderung tidak mensyukuri hidup.

Lain halnya dengan orang yang beriman, orang kaya yang beriman tebal tidak akan gelisah
memikirkan harta kekayaannya. Dalam ajaran Islam harta kekayaan itu merupakan titipan
Allah yang didalamnya terdapat hak orang-orang miskin dan anak yatim piatu. Bahkan
sewaktu-waktu bisa diambil oleh yang maha berkehendak, tidak mungkin gelisah. Begitu
juga dengan orang yang miskin yang beriman, batinnya akan selalu tentram karena setiap
yang terjadi dalam hidupnya merupakan ketetapan Allah dan yang membedakan derajat
manusia dimata Allah bukanlah hartanya melainkan keimanan dan ketakwaannya.

d. Pengendali Moral
Setiap manusia yang beragama yang beriman akan menjalankan setiap ajaran agamanya.
Terlebih dalam ajaran Islam, akhlak amat sangat diperhatikan dan di junjung tinggi dalam
Islam. Pelajaran moral dalam Islam sangatlah tinggi, dalam Islam diajarkan untuk
menghormati orang lain, akan tetapi sama sekali tidak diperintah untuk meminta dihormati.

Islam mengatur hubungan orang tua dan anak dengan begitu indah. Dalam Al-Qur’an ada
ayat yang berbunyi: “dan jangan kau ucapkan kepada kedua (orang tuamu) uf!!” Tidak ada
ayat yang memerintahkan kepada manusia (orang tua) untuk minta dihormati kepada anak.

Selain itu Islam juga mengatur semua hal yang berkaitan dengan moral, mulai dari
berpakaian, berperilaku, bertutur kata hubungan manusia dengan manusia lain (hablum
minannas/hubungan sosial). Termasuk di dalamnya harus jujur, jika seorang berkata bohong
maka dia akan disiksa oleh api neraka. Ini hanya contoh kecil peraturan Islam yang berkaitan
dengan moral. Masih banyak lagi aturan Islam yang berkaitan dengan tatanan perilaku moral
yang baik, namun tidak dapat sepenuhnya dituliskan disini.