Anda di halaman 1dari 4

Majalah Semi Populer

MAJALAH SEMI POPULER Tanaman Rempah dan Industri


diterbitkan setiap bulan oleh Pusat
Penelitian dan Pengembangan

TREE Alamat Redaksi :


Jalan Raya Pakuwon km-2
Tanaman Perkebunan

Parungkuda Sukabumi 43357


Telp. (066) 7070941, 533283

TANAMAN REMPAH DAN INDUSTRI Fax. (066) 6542087


e mail : balittri@ymail.com

Volume 2, Nomor 6, Juni 2011 ISSN 2085 - 1707

PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN LADA DI KABUPATEN BELITUNG


Kegiatan pendampingan pengembangan lada di kabupaten
Belitung dimulai dengan sosialisasi dan pembinaan pengembangan klaster
industri lada. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2011 dan
dihadiri oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung; Balittri; Dinas Pertanian Kabupaten Belitung;
Kelompok tani penyedia benih tanaman lada dan Kelompok tani penangkar
benih tanaman lada. Pertemuan dibuka oleh Kasie Produksi Dinas
Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung Ir. Shinta Rulyantie. Materi disampaikan oleh Ir. Bedy Sudjarmoko
MSi dan Ilham N.A. Wicaksono, SP dari Balittri terkait dengan program
pendampingan antara lain permasalahan kelembagaan petani lada,
penilaian kebun induk lada dan teknis memproduksi benih lada. Dengan
penyampaian tersebut diharapkan da-pat memberikan gam-baran awal
menge-nai kegiatan pendampingan yang akan dilaksana-kan. Balittri juga
mem-bawa seorang teknisi ahli di bidang perba-nyakan tanaman lada yaitu

Gambar 2. Sumber benih di Belitung

Setek satu ru-as yang sudah dimasuk-kan ke polibag harus di-


sungkup agar suhu dan kelembaban-nya terjaga. Sungkup dibuat dari
bambu sebagai kerang-kanya dan ditutup dengan plastik. Sungkup ini
digunakan sampai setek mengeluarkan tunas. Selanjutnya apabila telah
tumbuh 2-3 daun, sulurnya harus diikat pada stik bambu. Setiapbulan benih
harus diseleksi supaya benih mempunyai pertumbuhan yang vigor. Benih
yang telah berumur 7 bulan di persemaian atau sudah mempunyai 6-7
ruas, siap untuk ditanam dilapangan. Semua pro-ses pengambilan setek
dari pohon induk, pertunasan sampai benih siap salur dicatat; tanggal
kegiatannya, jumlah, terseleksi dan lain sebagainya. Data ini merupakan
dokumen untuk pengusulan sertifikasi benih.
Untuk kegiatan selanjtnya yaitu penanaman di lapang, tim dari
Balittri merekomendasikan penggunaan tajar hidup misalnya gamal atau
gliricidea. Selama ini di Belitung mayoritas masih menggunakan tajar mati
baik dari kayu maupun beton. Penekanan penggunaan tajar hidup
dikarenakan umur tanaman lada bisa lebih lama dan biaya yang
dibutuhkan rendah. Kompetisi unsur hara juga tidak berpengaruh karena
Gambar 1. Kegiatan sosialisasi di Belitung zona perakaran tajar hidup dan tanaman lada berbeda dimana lada
Yayat Hidayat yang bertugas men-dampingi petani. Keber-hasilan tahun ini perakarannya lebih dangkal (±30 cm).
ten-tunya akan menjadi titik awal yang penting mengingat program ini akan Dengan adanya pendampingan penangkar benih yang
terus berkesinambungan dan meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun dilakukan diharapkan kelembagaan kelompok tani yang ada di desa dapat
2011 ini, Kabupaten Belitung direncanakan akan mengembangkan lada diberdayakan sehingga mampu menjadi wadah bagi petani untuk turut
seluas 75 ha dengan kebutuhan benih sebanyak 150.000 batang. serta menyukseskan pengembangan lada di Kabupaten Belitung sehingga
Umumnya tanaman lada diperbanyak menggunakan setek yang dapat mendukung program pengembalian kejayaan lada di Kepulauan
berasal dari pohon induk terpilih (PIT), dengan kriteria setek: berasal dari Bangka Belitung. Pola pendampingan diharapkan akan menggugah
sulur panjat yang mempunyai satu buku berakar (satu ruas), matang semangat kelompok tani supaya mau dan mampu menjadi produsen
fisiologis (umur 6-9 bulan), sulur berwarna hijau, tidak terserang hama (penangkar) benih lada sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih
penyakit dan mempunyai satu helai daun. Penggunaan setek satu ruas di untuk anggota kelompoknya sendiri maupun untuk petani lain sehingga
Kabupaten Belitung merupakan hal yang baru sehingga petani belum kebutuhan benih dapat terealisasi (Ilham N.A. Wicaksono dan Bedy
paham mengenai teknik perbanyakannya. Selama ini petani disana Sudjarmoko/balittri@gmail.com)
terbiasa menggunakan setek lima sampai tujuh ruas yang langsung
ditanam di lapang. Sebenarnya ada beberapa keuntungan apabila kita
menggunakan setek satu ruas dibanding tujuh ruas, antara lain efisiensi Daftar Isi
benih, dapat digunakan untuk skala besar mengingat kebutuhan benih ke
depan cukup banyak, bibit sudah dalam kondisi tumbuh di polibag sehingga P e n d a m p i n g a n P e n g e m b a n g a n L a d a d i 21
tingkat kematian rendah dan mengurangi penyulaman serta
pertumbuhannya akan relatif lebih seragam. Kabupaten Belitung
Sumber benih di Kabupaten Belitung berasal dari 4 lokasi yaitu
Desa Kacang botor, Bantan, Padang kandis dan Air kondur. Varietas yang Biji Mahoni sebagai Bahan Baku Alternatif 22
digunakan menunjukkan kesamaan dengan Petaling 1. Kegiatan Biodiesel
penangkaran benih dilaksanakan oleh 3 kelompok tani yaitu Karya Tani
Desa Bantan Kecamatan Mambalong, Tunas Mekar Jaya desa Juru
Seberang Kecamatan Tanjungpandan dan gabungan Kelompok tani Sejati Potensi Trichoderma sp. sebagai biofungisida 23
dan Bereheun Desa Air Selumar Kecamatan Sijuk. Jumlah anggota
kelompok tani tersebut berkisar antara 23-30 orang. Lokasi penangkaran Perubahan pola curah hujan menyebabkan 24
dipilih yang memenuhi syarat-syarat yang telah diten-tukan yaitu:
topografinya datar, dekat dengan ak-ses jalan, berdrainase baik (bebas produksi jambu mete menurun
banjir) dan dekat dengan sumber air.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri 21


BIJI MAHONI SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF BIODIESEL
Mahoni (Swietenia spp) merupakan tanaman kehutanan Selama ini pemanfaatan bahan baku terbesar untuk
yang cukup terkenal di masyarakat, dimana tanaman ini awalnya biodiesel di Indonesia adalah minyak kelapa sawit yang
berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, dan pertama kali masuk merupakan edible oil
ke Indonesia tahun 1872 melalui India, yang kemudian mulai (minyak pangan).
dikembangkan dalam skala luas di Jawa pada tahun 1897, Oleh karena itu, biji
sehingga saat ini penyebaran telah hampir merata pada semua mahoni dengan
propinsi di Indonesia. kandungan minyak ±
Tanaman ini termasuk keluarga Meliaceae dan di 45% merupakan
Indonesia terdapat dua species yaitu Swietenia macrophyllia King salah satu alternatif
(mahoni daun besar) dan Swietenia mahagoni Jaq. (mahoni daun bahan baku biodiesel
kecil). Mahoni daun lebar memiliki pertumbuhan relatif lebih cepat dari tanaman
dibandingkan mahoni daun kecil. Pohon ini mempunyai tajuk kehutanan yang non
rindang, berbentuk kubah dan menggugurkan daun sebagian pada edible oil. Komposisi
musim kemarau. Tanaman ini tumbuh baik pada daerah tropis asam lemak minyak
basah dengan tipe iklim A–C (Schmidt–Ferguson), namun mahoni adalah asam
demikian dilaporkan pada daerah kurang hujanpun dengan tipe palmitat (12,50%),
iklim D masih dapat tumbuh. Dapat tumbuh baik pada dataran asam stearat
rendah sampai dataran tinggi ±1000 m dpl, pada berbagai jenis (16,42%), asam oleat
tanah yang bebas genangan dengan reaksi tanah sedikit asam. (25,30%), asam
Pohon mahoni cocok sebagai tanaman peneduh dan linoleat (33,87%) dan Buah mahoni yang telah matang
perindang jalan karena tidak mudah terkena hama maupun asam linolenat
penyakit, tidak mudah tumbang dengan struktur kayu yang kuat, (11,32%). Penelitian awal yang dilakukan IPB, setelah dilakukan
tumbuh lurus ke atas dengaan tajuk tinggi di atas batas ketinggian proses transesterifikasi terhadap minyak mahoni diperoleh
kendaraan. Pohon mahoni selain untuk perindang jalan, rendemen biodiesel yang berkisar antara 73,51 - 95,34%, dan
sebenarnya banyak ditanam sebagai tanaman produksi pada pengujian kualitas biodiesel menunjukkan bilangan asam,
kehutanan oleh Perum Perhutani. Kayu pohon mahoni bernilai gliserol total dan kadar ester alkil telah sesuai dengan SNI-04-
ekonomis tinggi, dimana kayunya sangat baik untuk bahan 7182-2006 untuk biodiesel.
bangunan, kayu lapis dan meubel. Kayu pohon mahoni cukup Pertanaman mahoni di Indonesia cukup luas, dimana
keras dengan klas kuat III dan klas awet III-IV, serta memiliki motif pada umumnya pertanaman mahoni yang luas dikelola oleh Perum
maupun warna yang menarik. Perhutani yang mengelola sekitar 116.282 ha di Jawa, Sumatera
Pohon mahoni dewasa dapat mencapai tinggi antara 30- dan Sulawesi,
35 m, dengan diameter adapun sekitar
batang dapat mencapai belasan ribu hektar
lebih dari 1,5 m dbh dikelola oleh pemda
(diameter breast sebagai tanaman
high/diameter setinggi peneduh jalan-jalan
dada). Buahnya umumnya dibanyak kota besar.
berbentuk kapsul, kalau Dengan luasan
masih muda bewarna hijau tersebut, selain
kemudian kemerahan dan potensinya sebagai
setelah tua menjadi penghasil kayu,
bewarna cokelat. Buahnya p o h o n
bercuping lima, reboisasi/penghijaua
panjangnya dapat n serta peneduh jalan
mencapai 22 cm, bagian dan dengan produksi
luar buah mengeras seperti biji mencapai 4-8
kayu, berbentuk kolom kg/pohon/tahun,
dengan 5 sudut yang maka potensi mahoni
memanjang menuju ujung. sebagai alternatif Biji mahoni
Jika buah sudah tua kulit bahan baku biodiesel
buahnya akan pecah perlu dikembangkan
Pohon mahoni sebagai peneduh jalan sendiri mulai dari pangkal, (Juniaty Towaha /juniaty_tmunir@yahoo.com).
dan biji-bijinya akan
terbang tertiup angin dengan bantuan sayap, dimana pada
umumnya setiap buah terdapat 35-45 biji. Biji mahoni terbungkus
oleh kulit luarnya yang berbentuk pipih bewarna hitam atau Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
kecokelatan di bagian
atasnya yang Penanggung Jawab
m e m a n j a n g
berbentuk sayap, dan Dr. Ir. Agus Wahyudi
apabila biji buah
dikupas dari Penyunting Ahli
kelopaknya maka
akan terlihat bagian Ir.Yulius Ferry
biji buah berwarna Ir. Bedy Sudjarmoko, MSi
putih, dengan rasa biji
buah yang sangat Ir. Dibyo Pranowo
pahit, dimana biji buah
tersebut dapat Penyunting Pelaksana
digunakan sebagai
komoditi untuk obat- Ir. Enny Randriani
obatan. Ir. Juniaty Towaha

Buah mahoni d ipohon


Sumber Dana: APBN 2011 DIPA BALITTRI

22 Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri


POTENSI Trichoderma sp. SEBAGAI BIOFUNGISIDA
Trichoderma sp. merupakan sejenis cendawan / fungi. Trichoderma harzianum dilaporkan juga menghasilkan
Trichoderma sp. Ditemukan banyak ditanah dan pada substrat berkayu. antibiotika larut dalam air yang belum teridentifikasi, khususnya yang
Sampai saat ini telah ditemukan 89 spesies dari genus Trichoderma. efektif terhadap Neolentinus lepideus.
Beberapa spesies Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati Kemampuan dan mekanisme Trichoderma dalam
seperti T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Konigii yang berspektrum luas pada menghambat pertumbuhan patogen bervariasi pada setiap spesiesnya.
berbagai tanaman pertanian. Adapun klasifikasi ilmiah Trichoderma adalah Perbedaan kemampuan ini disebabkan oleh faktor ekologi yang membuat
Kingdom: Fungi, divisi Ascomycota, Kelas Sordariomycetes, Ordo produksi bahan metabolit yang bervariasi pula. Trichoderma memproduksi
Hypocreales, Famili Hypocreaceae, dan Genus Trichoderma. Suhu metabolit yang bersifat volatil dan non volatil. Metabolit non volatil lebih
optimum untuk tumbuhnya Trichoderma berbeda-beda setiap spesiesnya. efektif dibandingkan dengan yang volatil. Metabolit yang dihasilkan
kisarannya sekitar 7°C – 41°C. Trichoderma yang dikultur dapat bertumbuh Trichoderma dapat berdifusi melalui membran dialisis yang kemudian
cepat pada suhu 25-30°C, namun pada suhu 35°C cendawan ini tidak dapat dapat menghambat pertumbuhan beberapa patogen.
tumbuh. pH optimum bagi Trichoderma berkisar antara 3-7. Faktor lain Jamur T. harzianum dalam menekan pertumbuhan patogen
yang memengaruhi pertumbuhan Trichoderma adalah kelembaban, mampu memproduksi senyawa racun (antibiotic) berupa trichodermin,
sedangkan kandungan garam tidak terlalu memengaruhi Trichoderma. trichodermol dan chrysophanol yang dapat menyebabkan lisis pada hifa
Penambahan HCO3- dapat menghambat mekanisme kerja Trichoderma. jamur lain. Hasil penelitian Susanna, 2000 dalam Purwantisari dan Hastuti
Melalui uji biokimia diketahui bahwa dibandingkan sukrosa, glukosa 2009, menunjukkan bahwa T. harzianum isolat Lampung mampu menekan
merupakan sumber karbon utama bagi Trichoderma, sedangkan pada pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum pada tanaman pisang.
beberapa spesies sumber nitrogennya berasal dari ekstrak khamir dan Nurjannani, 2001 dalam Purwantisari dan Hastuti 2009, bahwa pemakaian
tripton. T. harzianum. dapat mengendalikan penyakit layu bakteri Ralstonia
Trichoderma merupakan salah satu jamur yang dapat menjadi solanacearum. Aplikasi pupuk kandang dapat dilakukan bersama-sama
agen biokontrol karena bersifat antagonis bagi jamur lainnya, terutama dengan aplikasi alang-alang dan agen hayati (T. harzianum) untuk
yang bersifat patogen. Aktivitas antagonis yang dimaksud dapat meliputi menekan terjadinya serangan P. capsici . Trichoderma sp dapat
persaingan, parasitisme, predasi, atau pembentukkan toksin seperti mengendalikan Phytophthora capsici dalam waktu 3 hari setelah aplikasi
antibiotik. Trichorderma sp. merupakan jamur yang paling banyak terdapat (di laboratorium).
di dalam tanah. Selain daya adaptasinya luas, Trichorderma bersifat Selain itu, jamur Trichoderma mempunyai kemampuan untuk
hiperparasitik dan mempunyai daya antagonis tinggi dan dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman,
mengeluarkan racun, sehingga dapat menghambat bahkan mematikam terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat
patogen lain. Selain itu, jamur ini mempunyai sifat-sifat mudah didapat, dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah
penyebarannya luas, toleran terhadap zat penghambat pertumbuhan, permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman
tumbuh cepat, kompetitif dan menghasilkan spora yang berlimpah, menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman jagung
sehingga mempermudah penyediaan jamur sebagai bahan pengendali dan tanaman hias.
hayati dalam proses produksi massal. Jamur Trichoderma sp. merupakan satu dari sekian banyak agen
Mekanisme kerja jamur Trichoderma dalam mengendalikan pengendali hayati yang telah dikembangkan dan diaplikasikan secara luas.
mikroba patogen pada tanah adalah : Keberhasilan penggunaan agen hayati ini telah banyak dilaporkan di
1. Terjadinya kompetisi bahan makanan antara jamur patogen dengan berbagai penelitian diantaranya untuk mengendalikan penyakit akar putih
jamur Trichoderma di dalam tanah. Adanya pertumbuhan jamur Rigidoporus micropus di perkebunan karet dan teh. Mengendailkan
Trichoderma yang pesat dalam tanah akan mendesak pertumbuhan patogen penyebab rebah kecambah Rhizoctania solani, busuk batang
patogen pada akar. Fusarium sp., akar gada Plasmodiophora brassicae, dan patogen Pythium
2. Mikoparasitisme, jamur Trichoderma merupakan jamur yang bersifat yang merupakan patogen tular tanah yang dapat menyebabkan penyakit
mikoparasit, artinya jamur ini dapat menghambat pertumbuhan patogen rebah kecambah (Dumping off) pada kacang-kacangan.
dengan parasitisme. Mekanisme yang terjadi Trichoderma dapat melilit hifa Trichoderma sebagai sumber transgen, beberapa gen telah
mikroba patogen, diklon dari Trichoderma spp. yang menawarkan janji besar sebagai
berpendapat bahwa transgen untuk
mikoparasitisme dari menghasilkan
Tr i c h o d e r m a s p . tanaman yang tahan
merupakan suatu proses terhadap penyakit
yang kompleks dan terdiri t a n a m a n . Ta p i
dari beberapa tahap produksi gen tersebut
dalam menyerang belum tersedia secara
inangnya. Interaksi awal komersial, masih
dari Trichoderma sp. yaitu d a l a m t a h a p
dengan cara hifanya pengembangan. Gen
membelok ke arah jamur yang terkandung
inang yang diserangnya, dalam Trichoderma
Ini menunjukkan adanya spp. dan banyak
fenomena respon mikroba lainnya
kemotropik pada memiliki potensi
Trichoderma sp. karena sebagai dasar
adanya rangsangan dari terhadap perlindungan
hyfa inang ataupun Gambar 1. Jamur Trichoderma sp pada media PDA (A)
"alami" tanaman
senyawa kimia yang Mikroskopis Trichoderma sp pada mikroskop (B) organik dan produksi.
dikeluarkan oleh jamur inang.
Ketika mikoparasit itu mencapai inangnya, hifanya kemudian membelit atau Biofungisida Trichoderma sp dapat dibuat dengan inokulasi
menghimpit hifa inang tersebut dengan membentuk struktur seperti kait biakan murni pada media aplikatif, misalnya dedak, kompos atau pupuk
(hook-like structure), mikoparasit ini juka terkadang mempenetrasi kandang. Sedangkan biakan murni dapat dibuat melalui isolasi dari
miselium inang dengan mendegradasi sebagian dinding sel inang., dan perakaran tanaman, serta dapat diperbanyak dan diremajakan kembali
jamur ini juga mengeluarkan enzim yang mampu merombak dinding sel pada media PDA (Potato Dextrose Agar).Trichoderma spp sebagai jasad
mikroba patogen, sehingga patogen mati. Beberapa jenis enzim pelisis antagonis mudah dibiakkan secara massal dan mudah disimpan dalam
pengurai dinding sel jamur patogen yang telah diketahui dihasilkan adalah waktu lama. Dapat diaplikasikan sebagai seed furrow dalam bentuk tepung
ensim lisis, kitinase, β -1,3, β -1,3 glukanase, proteinase, dan ekso-α-1,3- atau granular /butiran, mudah dimonitor dan berkembang biak, sehingga
glukanase. Enzim selulase dan β-1,4-glukanase berfungsi dalam melisis keberadaannya di lingkungan dapat bertahan lama serta aman bagi
selulosa dan glukan pada dinding hifa dan oospora patogen pada tanaman lingkungan, hewan dan manusia lantaran tidak menimbulkan residu kimia
phythium spp. Kitinase mampu menguraikan kitin yang mengandung unit berbahaya yang persisten di dalam tanah. Dilapang penerapan
poluglukosamina dan digabung dengan β-glukanase menyediakan Trichoderma dapat dipadukan dengan mikroba lain seperti Aspergillus,
pengendalian efektif dengan melisis dinding hifa inang. Pseudomonas dan lain-lain.
3. Antibiosis, Trichoderma juga menghasilkan antibiotik yang termasuk Trichoderma spp. memiliki ketahanan terhadap bahan kimia
kelompok furanon yang dapat menghambat pertumbuhan spora dan hifa pada tanah pertanian, termasuk fungisida, meskipun strain individu
mikroba patogen, diidentifikasikan dengan rumus kimia 3-2-hydoxyprophyl- berbeda-beda dalam merespon bahan kimia. Tapi beberapa jenis
4-2-hexadienyl)-2-5(5H)-furanon. Menghasilkan toksin trichodermin. Trichoderma telah dimodifikasi untuk tahan terhadap bahan kimia
Toksin tersebut dapat menyerang dan menghancurkan propagul yang berisi pertanian tertentu. Sebagian besar produsen strain Trichoderma untuk
spora-spora patogen disekitarnya. Jenis Trichoderma viridae menghasilkan pengendalian biologis memiliki daftar ekstensif kerentanan atau ketahanan
antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari terhadap berbagai pestisida. (Khaerati/ era_kindly.yahoo.com)
serangan penyakit rebah kecambah.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri 23


PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI JAMBU METE
Pemanasan global menyebabkan meningkatnya suhu udara di Rendahnya setting buah salah satunya disebabkan oleh curah
permukaan bumi. Menurut World Meteorological Organization (WMO) dan hujan yang tinggi dan turun setiap bulan. Apabila saat pembungaan banyak
Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) April 2010 merupakan bulan hujan turun, maka proses pembungaan akan terganggu. Tepung sari
April terpanas sepanjang sejarah. NASA juga menyebutkan, periode menjadi busuk dan tidak
Januari-April 2010 sebagai periode terpanas sepanjang sejarah. mempunyai viabilitas lagi.
Peningkatan suhu muka bumi, terasa juga di wilayah perairan Indonesia. Kepala putik menjadi busuk
Menurut Biro Meteorologi Australia (BoM), suhu permukaan laut berada karena kelembaban yang
pada 1 0C di atas normalnya. Besaran anomali ini sangat tinggi karena tinggi. Selain itu, aktivitas
fluktuasi suhu permukaan laut di wilayah Indonesia hanya sekitar 6 0C. serangga penyerbuk juga
Akibatnya akan terjadi perubahan pola penguapan, saat suhu laut yang berkurang saat kelembaban
lebih tinggi akan memberikan potensi penguapan yang lebih besar, dan tinggi. Apabila terjadi
pada akhirnya curah hujan akan meningkat. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada tepung sari
terjadinya perubahan pola curah hujan di tingkat lokal. Apabila 2010 dan kepala putik berarti
menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah, maka pola curah hujan di penyerbukan telah gagal.
wilayah Indonesia sepanjang 2010 akan mengalami perubahan. Hal ini juga berarti bahwa
Berdasarkan laporan dari beberapa daerah sentra produksi p e m b u a h a n d a n
jambu mete seperti Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah (Wonogiri) dan Bali, selanjutnya, panen, telah
terjadi perubahan pola curah hujan, biasanya dalam setahun terdapat 3-4 gagal dan harus menunggu
bulan tanpa curah hujan atau curah hujan kurang kurang dari 60 mm per tahun berikutnya (Ashari,
bulan, namun pada tahun 2010 hujan turun sepanjang tahun dengan 2006). Curah hujan diluar
intensitas yang cukup tinggi (di atas 60 mm per bulan), sehinggga tidak ada batas toleransi akan
musim kemarau atau terkenal dengan istilah kemarau basah. b e r a k i b a t k u r a n g Gambar 2. Buah muda jambu mete pada musim hujan
Perubahan pola curah ini menyebabkan produksi jambu mete di menguntungkan terhadap
beberapa daerah sentra produksi mengalami penurunan. Jambu mete, t anaman, di antaranya
yang merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan Sulawesi adalah :
Tenggara (Sultra), pada tahun 2010 produksinya menurun hingga 80
persen. Penurunan produksi terjadi di hampir semua sentra perkebunan
mete di Sultra, seperti 1. Curah hujan akan mencuci butir-butir tepung sari, akhirnya tepung sari tersebutj
Kabupaten Muna, atuh.
Buton, dan Konawe
Selatan. Pada tahun
2009 produksi mete 2. Hujan yang terlalu lebat bias menyebabkan luka pada permukaan tubuh bunga
Sultra mencapai sehingga bias mengakibatkan bunga rontok.
30.934 ton dari luas
total lahan 120.263
hektar. Pada 2010, 3. Volume curah hujan
produksinya hanya yang tinggi
berkisar 6.100 ton. mengakibatkan
udara menjadi
Akibatnya, harga
lembab, se.hingga
kacang mete pun memudahkan
melonjak dari serangan hama
Gambar 1. Tangkai bunga jambu mete yang
normalnya Rp 55.000 Helopeltis
mengalami keguguran bunga per Kg menjadi Rp
80.000 per kg.
Kompas melaporkan di Bali sebagai salah satu sentra tanaman 4. Selama hari-hari
jambu mete di Indonesia, terjadi penurunan produksigelondong jambu hujan, serangga
mete secara drastis sebesar 50 persen dari 3.100 ton pada tahun 2009 penyerbuk tinggal
menjadi hanya sekitar 1.550 ton tahun 2010 ini (Kompas.com). Produksi diam bermalas-
malasan, praktis Gambar 3. Buah dewasa jambu mete pada musim hujan
jambu mete di Wonogiri, Jawa Tengah juga mengalami penurunan. Jika
mereka tidak dapat melakukan penyerbukan
pada tahun tahun 2009 produksi jambu mete mencapai 13,877 ton
gelondong kering, pada tahun 2010 produksinya hanya 7,177 ton saja Suhu berperan antara lain dalam hal peristiwa pembungaan,
atau terjadi penurunan sebesar 48,28%. pembentukan buah dan laju translokasi fotosintat dari daun ketunas, bunga
Tabel 1. Data curah hujan di Kebun Percobaan Cikampek , 2010
Pada tahun 2010, curah hujan yang cukup tinggi dan merata dan buah. Bila suhu lingkungan tidak optimal maka terjad igugu rbunga
sepanjang tahun di Kebun Percobaan Cikampek (Tabel 1) menyebabkan danNobuah muda, sehingga
Bulan hasil akhir produksi tanaman
CurahHujan rendah
Harihujan
bunga jambu mete mengalami keguguran dan pada tangkai bekas bunga (Leopold dan (mm)
terlihat kering dan berwarna hitam (Gambar 1). Kriedeman1975). (Handi Supriadi/supriadi_handi@yahoo.com)
Begitu juga pada muda terlihat berwarna hitam dan kering (Gambar 2). 1 Januari 437.00 27
Pada buah jambu mete yang dewasa/hampir matang buah semu terlihat 2 Pebruari 410.50 14
berkerut dan agak membelah serta berwarna kusam sedangkan
gelondongnya berwarna hitam (Gambar 3). Kondisi ini menyebabkan 3 Maret 439.90 17
produksi jambu mete di Kebun Percobaan Cikampek turun sampai 90% dan 4 April 109.60 10
mutu gelondongnya jelek. 5 Mei
Tanaman jambu mete peka terhadap perubahan iklim. Musim 252.00 12
kering (curah hujan di bawah 100 mm per bulan) yang terjadi selama 4 6 Juni 178.70 9
sampai 6 bulan, pada fase pembungaan akan meningkatkan produksi 7 Juli 138.40 9
gelondong, sebaliknya jika hujan terjadi selama periode pembungaan dan 8 Agustus
pembentukan buah dapat menurunkan produksi, Selain itu cuaca berawan 145.40 13
selama periode pembungaan dan pembentukan buah akan meningkatkan 9 September 120.50 17
serangan hama Helopeltis (Hermanto dan Zaubin, 2001) 10 Oktober 205.50 18
Jika musim hujan terjadi berkepanjangan upaya yang dapat 11 November 355.00 21
dilakukan di antaranya dengan pembuatan parit drainase, untuk
membuang kelebihan air. Untuk mencegah gugur bunga dan buah muda 12 Desember 165.10 10
akibat curah hujan berkepanjangan yaitu dengan: (1) pemberian zat Jumlah
pengatur tumbuh, (2) pemupukan dan (3) penerapan polatanam (Sathaye, 2958 177
1999) Sumber : Data diolah

“TREE” Majalah Semi Populer Tanaman Rempah dan Industri memuat berita seputar tanaman rempah dan tanaman industri
(TRI) dari dalam dan luar negeri; prospek; inovasi teknologi yang dihasilkan; serta rubrik tanya jawab mengenai tanaman TRI.
Redaksi menerima pertanyaan-pertanyaan tentang TRI yang akan dijawab oleh para peneliti Balittri. Pertanyaan dapat
disampaikan melalui e-mail: balittri@ymail.com. “TREE” Majalah Semi Populer Tanaman Rempah dan Industri dapat
diakses secara online ke alamat situs web http://balittri.litbang.deptan.go.id.
24 Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri