Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TEKNOLOGI PEMBENTUKAN LOGAM

NAMA : ANDRIAN RICY HUTAPEA


NIM : 5193121004
DOSEN : BINSAR MARULI TUA PAKPAHAN S.T ,M.eng

PROGRAM STUDI S-1 Pend.TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada tuhan yang maha esa. Karena berkat rahmat-Nya
laporan ini dapat terselesaikan. Laporan ini disusun dalam rangka untuk memenuhi nilai tambah
praktek. Adapun pembuatan laporan ini untuk merangkum hal-hal yang berkaitan dengan kerja
plat sehingga dapat menambah pengetahuan kita semua. Dalam penyusunan laporan ini, penulis
banyak mendapat bantuan baik moril maupun materil serta saran dan petunjuk dari berbagai
pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan dukungannya dalam
penyusunan laporan ini.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing, dalam hal ini adalah
Bapak Binsar Maruli Tua Pakpahan selaku dosen pembimbing yang telah mangajarkan
pengetahuannya kepada kami para mahasiswa, sehingga kami bisa menyelesaikan tugas kerja
plat dengan baik. Akhirnya penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat baik bagi penulis
maupun orang lain yang membacanya dan tentunya laporan ini bisa diterima oleh dosen
pembimbing.

_Januari 2021.

Andrian Ricy Hutapea


I. PENDAHULUAN

Kerja plat merupakan salah satu mata kuliah dalam proses pembelajaran di Universitas
negeri medan,jurusan teknik mesin Bagi mahasiswa baru terutama yang berasal dari SMA kerja
plat sangatlah asing. Kerja plat memang kelihatannya mudah akan tetapi pada saat pengerjaanya
akan menemui banyak kesulitan yang apabila itu terjadi dapat menyebabkan kerusakan pada
benda kerja atau hasil yang di dapat pun tidak memuaskan.
Oleh karena itu penulis membuat laporan ini agar dapat bermanfaat nantinya.
Sehubungann dengan berakhirnya kerja plat ini, penulis bermaksud memberikan sedikit
pengetahuan tentang hal-hal dasar dalam kerja plat agar mahasiswa tidak mengalami hambatan
dalam bekerja. Namun jika ada kesalahan penulis dalam membuat laporan ini, penulis pun
berharap kepada pembaca agar memaafkan penulis.

II LANDASAN TEORI

1.1 Pengertian Kerja Plat


Kerja pelat adalah suatu proses membuat benda kerja dari lempengan pelat yang dibentuk
sedemikian juga agar dapat membentuk suatu benda yang dapat digunakan. Lempengan pelat
yang kita gunakan dalam pembuatan benda kerja memiliki ketebalan 0,8 mm.
Dalam melakukan praktik kerja kita harus mengetahui urutan langkah-langkah kerja sebagai
berikut antara lain:
1. Pembuatan Gambar kerja
2. Melakukan pemotongan pelat
3. Menghitung besarnya Bending (penekukan)
4. Melakukan Penekukan
5. Assembling
6. Finished Work (Pengamplasan

1.2 Peralatan yang digunakan


Dalam kerja pelat kita memerlukan sejumlah peralatan pendukung untuk menyelesaikan benda
kerja yang akan kita bentuk, peralatan tersebut diantaranya adalah:
a. Penggores
Penggores digunakan untuk menggambar bentangan pada permukaan pelat. Penggores yang baik
untuk digunakan harus bersudut 250 sampai 300. Macam-macam penggores menurut bentuknya
antara lain:
- Penggores sederhana
- Penggores dengan ujung yang dibengkokkan
- Penggores dengan ujung yang dapat diganti-ganti
b. Penitik
Penitik dapat digunakan untuk menitik bagian benda kerja yang akan di bor. Bentuk penitik yang
sering digunakan adalah silinder yang dikartel dengan ujung tirus yang bersudut 250 sampai 300.

c. Mistar baja
Mistar baja ini berfungsi untuk mengukur benda kerja yang berukuran pendek, selain itu juga
dapat dipakai untuk membimbing penggoresan dalam melukis batangan pada pelat yang
digunakan, ukuran panjang dari mistar baja ini bermacam-macam, ada yang berukuran 30 cm, 60
cm, dan 100 cm.
d. Mistar siku
Alat ini digunakan untuk menyiku ketelitian dari benda kerja, ukuran panjangnya 30 cm terbuat
dari bahan baja.
e. Roll meter
Merupakan alat ukur yang berbentuk lempengan pelat tipis yang dapat digulung. Karena roll
meter ini tipis dan panjang maka dapat digunakan untuk mengukur bidang yang melingkar. Roll
meter ini terdiri dari bermacam-macam ukuran yaitu 3 m, 5 m, 10 m.
f. Gunting pelat
Berfungsi sebagai alat pemotong pelat yang berukuran pendek atau yang sulit dijangkau oleh
mesin potong serta untuk memotong pelat yang berbentuk radius atau lingkaran.
g. Kikir
Kikir ini digunakan untuk menghilangkan bagian yang tajam. Pada umumnya pekerjaan yang
sederhana akan lebih ekonomis. Kikir terbuat dari baja karon tinggi yang ditempa sesuai dengan
panjangnya. Macam-macam kikir antara lain:
a. rata
b. segi empat
c. segi tiga
d. bulat
e. setengah lingkaran
f. bujur sangkar
III. LANGKAH KERJA

1. METODE MENGGUNTING PELAT

1. Kompetensi
Mahasiswa dapat menerapkan dasar-dasar pemotongan plat seng galvanis
2. Sub Kompetensi
Mahasiswa akan dapat:
a. Memotong plat berbentuk persegi
b. Memotong lurus plat dengan alat manual
c. Memotong lengkung plat dengan alat manual
3. Alat dan Bahan
a. Mistar baja
b. Jangka sorong
c. Penyiku
d. Penggores
e. Kikir halus
f. Gunting (gouletine)
g. Plat Seng BWG 40
4. Keselamatan Kerja
a. Bekas-bekas guntingan plat harus segera dimasukkan kedalam tempat sampah
yang telah disediakan
b. Gunakan sarung tangan jika memegagang plat yang tepinya tajam
c. Dilarang bersendau gurai ketika sedang praktek
5. Langkah kerja
a. Siapkan peralatan yang akan digunakan
b. Periksa bahan beserta ukurannya
c. Pahami gambar kerja
d. Menggores bahan sesuai ukuran gambar sket
e. Potong bahan
f. Mengikir sisinya yang tajam dan memeriksa ketetapan ukuran bukaan
g. Buat NIM pada benda kerja

6. Lampiran Kerja :
2. BENTUK SAMBUNGAN PLAT

1. Kompetensi
Mahasiswa dapat membuat macam-macam sambungan pada plat
2. Sub Kompetensi
Mahasiswa akan dapat
a. Menggunting plat
b. Membuat sambungan lipat bersudut dan lipat lurus
c. Mengebor/membuat lobang paku keeling
d. Mengeling/Repeat
e. Membuat penguat tepi Yang semuanya dilakukan dengan cara dan sikap yang benar.
3. Alat dan Bahan
a. Penggores
b. Mistar baja/Mistar siku
c. Gunting seng
d. Palu plastik
e. Landasan (stake)
f. Ragum
g. Paku keeling/paku repeat
h. Tang i. Seng Plat BWG 40, ukuran 110x225 mm j. Kawat Ø 2 mm, Panjang 10 mm
4. Keselamatan Kerja
a. Gunakan sarung tangan jika memegagang plat yang tepinya tajam
b. Gunakan tang untuk memegang benda pada saat mengeling
c. Perhatikan landasan pada saat memukul benda kerja
5. Langkah kerja
a. Siapkan peralatan yang akan digunakan
b. Periksa bahan dari kecukupan ukurannya
c. Penggambar (marking out)
d. Penguat tepi
e. Pengawatan tepi
f. Sambungan lipat lurus
g. Sambungan keeling/repeat
h. Sambungan lipat bersudut

6.LAMPIRAN :
IV. PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada proses kerja plat selalu gunakan alat keselamatan hal ini menjaga diri anda dan agar
kita tidak luka. Pada saat pengerjaan benda kerja harus benar-benar teliti baik pada saat
pengukuran maupun pemotongan plat agar pada saat benda kerja dirakit akan mendapatkan
kecocokan antara bagian yang satu dan lainnya dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

B. Saran
1. Hati-hati dalam penggunaan alat – alat kerja karena sangat berbahaya
2. Selalu perhatikan gambar atau petunjuk pada saat pengerjaan
3. Bekerjalah dengan sungguh - sungguh
4. Mintalah bantuan pada instruktur apabila ada yang tidak dimengerti