Anda di halaman 1dari 9

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) PERENCANAAN

PEMBELAJARAN
Mata Kuliah/Kode : Perencanaan Pembelajaran / 3 MES 47036
Dosen : Dr. Keysar Panjaitan, M.Pd
Hari/Pukul/Tgl. : Selasa / 10.00 –12.00/ 5- Jan. 2021

NAMA MAHASISWA : ANDDRIAN\RICY HUTAPEA


NIM : 5193121004
PRODI : PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Soal UAS Perencanaan Pembelajaran

1. Jelaskan pengertian analisis pembelajaran.


2. Jelaskan jenis-jenis tujuan pembelajaran dan perumusannya.
3. Jelaskan empat macam struktur perilaku.
4. Jelaskan langkah-langkah melakukan analisis pembelajaran.
5. Jelaskan manfaat melakukan analisis pembelajaran.
6. Jelaskan pengertian mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa.
7. Jelaskan komponen dan teknik melakukan karakteristik Awal
8. Jelaskan Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) dan perumusannya.
9. Jelaskan hakikat dan unsur Strategi Instruksional (Pembelajaran)
10. Ada tiga indikator dalam pemilihan materi pelajaran. Jelaskan.
JAWAB

1. Pengertian analisa yaitu suatu usaha dalam mengamati secara detail pada suatu hal atau
Benda dengan cara menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau menyusun
Komponen tersebut untuk dikaji lebih lanjut.yang dimana analisa itu sebuah kegiatan
merangkum suatu data mentah menjadi sebuah informasi yang sudah teruji kebenaranya
atau sudah menjadi data yang detail penjabaranya

2. Ada tiga jenis tujuan pembelajaran dan perumusanya yaitu:


1.Perilaku ranah kognitif (Ranah proses berfikir (cognitive domain)

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental.Ranah kognitif


berhubungan dengan kemampuan berfikir, menghafal, memahami, mengaplikasi,
menganalisis, mensintesis dan kemampuan mengevaluasi yang dimana siwa
diharuskan memiliki kemampuan berpikir yang mancakup kemampuan intelektual
yang lebih sederhana,yaitu mengingat sampai pada kemampuan memecahkan masalah
yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide,
gagasan,metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah

2.Perilaku ranah afektif (Ranah nilai atau sikap (affective domain)

ranah afektif merupakan bagian dari tingkah laku manusia yang berhubungan dengan
perasaan. yang maksutnya ranah afektif merupakan tujuan-tujuan yang berkenaan
dengan kondisi emosi seseorang, untuk menggugah emosi siswa agar ikut berperan
aktif dalam kegiatan belajar mengajar

3.Perilaku ranah psikomotor (Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Psikomotor adalah salah satu ranah yang menilai keterampilan (skill) atau kemampuan
melakukan sesuatu setelah seseorang menerima pembelajaran pada bidang tertentu.
Psikomotorik memiliki hubungan erat dengan kerja otot hal ini menyebabkan gerak
tubuh atau bagian lainnya yang dimana Keterampilan seseorang akan berkembang
jika sering dipraktekkan dan dilatih.

3.empat macam stuktur perilaku yaitu:


1. Struktur hierarkikal

Yaitu kedudukan dua prilaku yang menunjukkan bahwa salah satu prilaku hanya dapat
dilakukan bila telah dikuasai prilaku yang lain.dimana seseorang harus terlebih dahulu
menguasai sutu bidang misalnya seorang siwa dapat melakkukan perkalian apa bila ia
sudah mengetahui tentang perhitungaan
2. Struktur Prosedural

Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan


satu seri urutan penampilan perilaku, tetapi tidak ada yang menjadi urutan prasarat
untuk yang lain.yang maksutnya dimana n kedua perilaku khusus itu harus dilakukan
berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum, tetapi setiap perilaku itu dapat
dipelajari secara terpisah misalkan Untuk belajar lari cepat dengan teknik yang baik
tidak harus dapat melakukan start terlebih dahulu. Demikian pula untuk mempelajari
garis finish dengan baik dan melintasi garis finish.begitu pula lah dengan struktur
prosedural tidak harus sifat yang pertama harus dapat dikuasai melainkan dapat dapat
terlebih dahulu memahami perilaku yang kedua.

3. Struktur pengelompokan

Disamping perilaku-perilaku khusus yang dapat diurut sebagai hierarkikal dan


prosedural, terdapat perilaku-perilaku khusus yang tidak mempunyai ketergantungan
antara satu dan yang lain, walaupun semuanya berhubungan.yang dimana Dalam
keadaan seperti itu, garis penghubung antar perilaku khusus yang satu dan yang lain
tidak diperlukan.

4. Struktur kombinasi

Suatu perilaku umu bila diuraikan menjadi perilaku khusus sebagian tersebar akan
terstruktur secara kombinasi antara struktur hirarkikal, procedural dan
pengelompokan. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat di dalam ruang lingkup
perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus yang lain. Selebihnya
merupakan urutan penampilan perilaku khusus dan umum

4.Langkah langkah analisis me;akukan pembelajaran adalah sebagai berikut:


1. Obeserving(Mengamati)

Mengamati adalah proses awal dari serangkaian tahapan pembelajaran yang berpusat
pada siswa. Dalam proses mengamati ini diharapkan dapat melatih dalam hal
kesungguhan dan ketelitian dalam mencari sebuah informasi. Dalam kegiatan
mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk
melakukan pengamatan melalui kegiatan misalkan mendegar,melihat dan membaca

2. Questioning(Menanya)

Menanya melatih peserta didik untuk mengembangkan kreativitas rasa ingin tahun,
rasa penasaran, rasa percaya diri, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai
fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat
3.Experimenting(mencoba)

Dimana guru mencoba melatih siwana untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat

4. Associating(Menalar)

Dimana guru melatih siwanya untuk cepat menangkap pembelajaran dan menerapkan
prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan

5.Manfaat analisa dadlam pembelajaran adahsebagai berikut:


1.Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada
siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri

2.Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar

Dimna guru sudah terlebih dahulu menganalisa siwanya apa materi yang cocok
diberikan kepada siwana agar siwanya mudah mengerti dengan materi yang diajarkan

3. Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran

Dimana guru akan lebih mudah merancang apa metode ajaran yang akan disampaikan
kkepaada siwanya agar siwa merasa tertarik terhadap pembelajaran

4. Memudahkan guru mengadakan penilaian.

Dimana manfaat dari analida pembelajaran adalha mempermudah guru untuk


membmerikan penilaia karna guru terlebih dahulu menganalisa apa hasil dari kerja
siwanya.

6. Kegiatan menganalisis perilaku dan karakteristik awal siswa dalam pengembangan


pembelajaran merupakan pendekatan yang menerima siswa apa adanya dan menyusun
sistem pembelajaran atas dasar keadaan siswa tersebut.yang maksutnyna dimana guru
harus memahami sifat masing masing siwanya dan harus memikirkank bagaimana cara
atau metode apa yang harus di bawakan kepada siwanya agar siwana merasa tertarik
terhadap pembelajaran melainkan bukan membuat aturan atau prasyarat perilaku kepada
siwanya
7. 1. Tujuan
Ivor K. Davies (Hasan, 1990) mengemukakan bahwa tujuan dalam suatu
kurikulum akan menggambarkan kualitas manusia yang diharapkan terbina
dari suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, suatu tujuan memberikan petunjuk
mengenai arah perubahan perilaku yang dicita-citakan dari suatu
kurikulum yang sifatnya harus merupakan sesuatu yang final. Perhatikan juga
pendapat berikut.
a. Tujuan memberikan pegangan mengenai apa yang harus dilakukan,
bagaimana cara melakukannya, dan merupakan patokan untuk
mengetahui hingga mana tujuan itu telah dicapai (Nasution, 1987).
b. Tujuan memegang peranan sangat penting, akan mewarnai komponen-
komponen lainnya dan akan mengarahkan semua kegiatan mengajar
(Syaodih, 1988).
c. Tujuan kurikulum yang dirumuskan menggambarkan pandangan para
pengembang kurikulum mengenai pengetahuan, kemampuan, serta sikap
yang ingin dikembangkan (Hasan, 1990).
Tujuan yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula terhadap
pemilihan isi/bahan ajar, strategi, media pembelajaran, dan evaluasi. Bahkan,
dalam berbagai model pengembangan kurikulum, tujuan ini dianggap sebagai
dasar, arah, dan patokan dalam menentukan komponen-komponen lainnya.

2. Materi/Isi
Komponen kedua setelah tujuan adalah isi atau materi kurikulum.
Pengkajian masalah isi kurikulum ini menempati posisi yang penting dan
turut menentukan kualitas suatu kurikulum lembaga pendidikan. Isi
kurikulum harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat menunjang
tercapainya tujuan kurikulum. Saylor dan Alexander (Zais, 1976)
mengemukakan bahwa isi kurikulum meliputi fakta-fakta, observasi, data,
persepsi, penginderaan, pemecahan masalah, yang berasal dari pikiran
manusia dan pengalamannya yang diatur dan diorganisasikan dalam bentuk
gagasan (ideas), konsep (concept), generalisasi (generalization), prinsip-
prinsip (principles), dan pemecahan masalah (solution). Sementara itu,
Hyman (Zais, 1976) mendefinisikan isi/konten kurikulum ke dalam tiga
elemen, yaitu pengetahuan/knowledge (misalnya fakta-fakta, eksplanasi,
prinsip-prinsip, definisi), keterampilan dan proses (misalnya membaca,
menulis, menghitung, berpikir kritis, pengambilan keputusan,
berkomunikasi), dan nilai/values (misalnya keyakinan tentang baik-buruk,
benar-salah, indah-jelek). Sudjana (1988) mengungkapkan secara umum sifat
bahan/isi ke dalam beberapa kategori, yaitu: fakta, konsep, prinsip, dan
keterampilan. Fakta adalah sifat dari suatu gejala, peristiwa, benda, yang
wujudnya dapat ditangkap oleh pancaindra manusia dan dapat dipelajari
melalui informasi dalam bentuk lambang, kata-kata, istilah-istilah, dan
sebagainya. Konsep atau pengertian adalah serangkaian perangsang yang
mempunyai sifat-sifat yang sama. Suatu konsep dibentuk melalui pola unsur
bersama di antara anggota kumpulan atau rangkaian. Dengan demikian,
hakikat konsep adalah klasifikasi dari pola yang bersamaan. Prinsip adalah
pola antarhubungan fungsional di antara konsep. Dengan kata lain, prinsipmerupakan
hubungan fungsional dari beberapa konsep. Keterampilan adalah
pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan manipulasi dan koordinasi
informasi yang dipelajari. Keterampilan dapat dibedakan menjadi dua
kategori, yaitu keterampilan fisik dan keterampilan intelektual
3. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran sangat penting dikaji dalam studi tentang
kurikulum, baik secara makro maupun mikro. Strategi pembelajaran ini
berkaitan dengan masalah cara atau sistem penyampaian isi kurikulum
(delivery system) dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.
Pengertian strategi pembelajaran dalam hal ini meliputi pendekatan,
prosedur, metode, model, dan teknik yang digunakan dalam menyajikan
bahan/isi kurikulum. Sudjana (1988) mengemukakan bahwa strategi
pembelajaran pada hakikatnya adalah tindakan nyata dari guru dalam
melaksanakan pembelajaran melalui cara tertentu yang dinilai lebih efektif
dan lebih efisien. Dengan kata lain, strategi berhubungan dengan siasat atau
taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan kurikulum secara sistemik
dan sistematik. Sistemik mengandung arti adanya saling keterkaitan di antara
komponen kurikulum sehingga terorganisasikan secara terpadu dalam
mencapai tujuan, sedangkan sistematik mengandung pengertian bahwa
langkah-langkah yang dilakukan guru harus berurutan sehingga mendukung
tercapainya tujuan.

4. Evaluasi
Komponen evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan
yang telah ditentukan, serta menilai proses implementasi kurikulum secara
keseluruhan, termasuk juga menilai kegiatan evaluasi itu sendiri. Hasil dari
kegiatan evaluasi dapat dijadikan sebagai umpan balik (feedback) untuk
mengadakan perbaikan dan penyempurnaan pengembangan komponen-
komponen kurikulum. Pada akhirnya hasil evaluasi ini dapat berperan
sebagai masukan bagi penentuan kebijakan-kebijakan dalam pengambilan
keputusan kurikulum khususnya, dan pendidikan pada umumnya, baik bagi
para pengembang kurikulum dan para pemegang kebijakan pendidikan,maupun bagi
para pelaksana kurikulum pada tingkat lembaga pendidikan
(seperti guru dan kepala sekolah)

8. Menurut Suparman (2004), merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)


merupakan:

(1) Dasar dan pedoman bagi seluruh proses pengembangan tujuan pembelajaran
selanjutnya (perumusan TPK merupakan titik permulaan sesungguhnya dari proses
pengembangan pembelajaran);

(2) Alat untuk menguji validitas isi tes (isi pelajaran yang akan diajarkan disesuaikan
dengan apa yang akan dicapai);

(3) Arah proses pengembangan pembelajaran karena di dalamnya tercantum rumusan


pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dicapai peserta didik pada akhir proses
pembelajaran

Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan
sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak
perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. Perilaku yang ditetapkan
sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus
(TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK), yang merupakan terjemahan dari

specific instructional objective.

Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan
pembelajaran, serta pemilihan strategi, sumber, dan media. Di samping itu, TPK juga
menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir
pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. Oleh sebab itu, TPK harus
mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat
evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur
perilaku yang terdapat di

dalammnya.

9. . Kompetensi Supervisi Akademik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki
oleh para pengawas satuan pendidikan. Kompetensi ini berkenaan dengan kemampuan
pengawas dalam rangka pembinaan dan pengembangan kemampuan guru untuk
meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan di sekolah/satuan pendidikan. Secara
spesifik pengawas satuan pendidikan harus memiliki kemampuan untuk membantu guru
dalam mengembangkan strategi pembelajaran, serta dapat memilih strategi yang tepat
dalam kegiatan pembelajaran.

Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai
tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series
of activities designed to achieves a particular educational goal (J. R. David, 1976). Strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan
yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran
merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk
mencapai tujuan tertenu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran.

Pada mulanya istilah strategi banyak digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai
cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan.
Sekarang, istilah strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang
bertujuan memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Misalnya
seorang manajer atau pimpinan perusahaan yang menginginkan keuntungan dan
kesuksesan yang besar akan menerapkan suatu strategi dalam mencapai tujuannya itu,
seorang pelatih akan tim basket akan menentukan strategi yang dianggap tepat untuk dapat
memenangkan suatu pertandingan. Begitu juga seorang guru yang mengharapkan hasil
baik dalam proses pembelajaran juga akan menerapkan suatu strategi agar hasil belajar
siswanya mendapat prestasi yang terbaik.

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan
siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995).
Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu
set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk
menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru,
widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan
dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi
penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

10. Aspek-aspek Materi Bahan Ajar


Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam bahan ajar , yaitu :

a. Konsep adalah suatu ide atau gagasan atau suatu pengertian yang umum, misalnya
sumber kekayaan alam yang dapat diperbarui.

b. Prinsip adalah suatu kebenaran dasar sebagai titik tolak untuk berpikir atau
merupakan suatu petunjuk untuk berbuat/melaksanakan sesuatu.

c. Fakta adalah sesuatu yang telah terjadi atau yang telah dikerjakan/dialami.
Mungkin berupa hal, objek atau keadaan. Jadi bukan sesuatu yang diinginkan atau
pendapat atau teori. Contoh : Proklamasi Kemerdekaan RI adalah pada tanggal 17
Agustus 1945.

d. Proses adalah serangkaian perubahan, gerakan-gerakan perkembangan. Suatu


proses dapat terjadi secara sadar atau tidak disadari. Dapat juga merupakan cara
melaksanakan kegiatan operasional (misalnya di pabrik) atau proses pembuatan
tempe, proses peubahan warna pada daun yang kena hama wereng dan sebagainya.

e. Nilai adalah suatu pola, ukuran atau merupakan suatu tipe atau model. Umumnya
nilai bertalian dengan pengakuan atau kebenaran yang bersifat umum