Anda di halaman 1dari 9

1

SOAL/JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) TELAAH KURIKULUM

Mata Kuliah/Kode : Telaah Kurikulum / 3 MES 47036


Dosen : Dr. Keysar Panjaitan, M.Pd
Hari/Pukul/Tgl. : Senen /4 /Jan. 2021

NAMA MAHASISWA : ANDRIAN RICY HUTAPEA


NIM : 5193121004
PRODI : S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Soal UAS Telaah Kurikulum

1. Kurikulum dalam pendidikan memiliki beberapa fungsi bagi pengguna/pemakai.


Jelaskan fungsi kurikulum bagi Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Masyarakat
dan Pemakai Lulusan.

2. Apa yang dimaksud dengan Pola pengorganisasian kurikulum dan Integrated


curriculum. Berikan contoh penerapan Integrated curriculum di sekolah.
3. Bagaimanakah keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum? Jelaskan
dengan contoh.
4. Jelaskan langkah–langkah pengembangan kurikulum.
Menurut Olivia pengembangan kurikulum terdiri atas 10 langkah, jelaskan.
5. Pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan model Dick and Carey.
Jelaskan bagaimanakah pengembangan kurikulum dengan model Dick and Carey.
6. Jelaskan kriteria untuk memilih isi materi kurikulum menurut Hilda Taba.
7. Jelaskan pengertian evaluasi kurikulum serta tujuan dan peranannya.
8. Jelaskan model evaluasi kurikulum menurut Model Tyler.
2

JAWABAN:
1.fungsi kurikulum bagi Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Masyarakat dan
Pemakai Lulusan.

-Fungsi Kurikulum untuk guru


Bagi pendidik ataupun guru, fungsi kurikulum akan sangat berguna dalam
penerapan cara mengajar nantinya. Pendidik atau guru akan merasa sangat
terbantu dengan adanya kurikulum. Karena mereka dapat mengajar dengan
mengikuti struktur yang telah dibuat dalam penyampaian materi maupun evaluasi
yang akan dilakukan terhadap peserta didik nantinya.
- Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah
Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur
keberhasilanprogram pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah
dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kcegiatan proses pendidikan
yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
- Fungsi kurikulum bagi pengawas (supervisor)
Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman,
patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan
penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan
peningkatan mutu pendidikan.
- Fungsi kurikulum bagi masyarakat
Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui
apakah pengetahuan, sikap, dan nilai serta keterampilan yang dibutuhkannya
relevan atau tidak dengan kurikulum suatu sekolah.
- Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah
Dengan mengetahui kurikulum pada suatu sekolah, masyarakat, sebagai pemakai
lulusan dapat melaksanakan sekurang–kurangnya dua macam; ikut memberikan
kontribusi dalam memperlancarkan pelaksanaan program pendidikan yang
membutuhkan kerjasama dengan pihak orangtua dan masyarakat serta ikut
memberikan kritik dan saran yang konstruktis demi penyempurnaan program
pendidikan di sekolah, agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan
lapangan kerja.
3

2. yang dimaksud dengan Pola pengorganisasian kurikulum dan Integrated


curriculum. Berikan contoh penerapan Integrated curriculum di sekolah.
Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa
kerangka umum program-program pengajaran yang disampaikan kepada peserta
didik guna tercapainya tujuan pendidikan atau pembelajaran yang ditetapkan.
Sejalan dengan pengertian diatas, Burhan Nurgiyantoro memandang organisasi
kurikulum adalah struktur kurikulum berupa kerangka umum program-program
pengajaran yang akan disampaikan kepada murid.
-Integrated Curriculum
Integrated curriculum arti sederhananya adalah integrasi kurikulum atau
kurikulum terpadu. Menurut S. Nasution, kata integrasi berasal dari kata integer
yang mempunyai arti unit. Sehingga integrasi yang dimaksud adalah perpaduan,
koordinasi, harmoni, kebulatan keseluruhan.
Dengan menerapkan studi masalah dalam mengembangkan kurikulum, maka
dengan muda bisa dilakukan pemaduan pelajaran. Misalanya, pelajaran agama
islam kelas XII jurusan IPA memasuki bahasan tentang Isra’ Mikraj, maka
peristiwa itu bisa diterangkan dalam pelajaran fisika tentang kecepatan.
Kecepatan Nabi Muhammad ketika isra’ mikraj itu sangat tinggi sehingga seakan-
akan tidak masuk akal, dalam ilmu fisika terdapat yang namanya kecepatan yang
tak terhingga. Kecepatan yang tak terhingga hanya bisa terjadi kalau bendanya itu
tidak mempunyai massa jenis. Massa jenis ini bisa diterangkan dalam pelajaran
kimia. Atau masalah itu bisa diterangkan dalam mata pelajaran lainnya.
1) Kelebihan Integrated Curriculum
(a) Mempelajari bahan pelajaran melalui pemecahan masalah dengan cara
memadukan beberapa mata pelajaran secara menyuluruh dalam menyelesaikan
suatu topik atau permasalahan.
(b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belejar sesuai dengan bakat,
minat dan potensi yang dimilikinya secara individu.
(c) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah
secara konprehensif dan dapat mengembangkan belajar secara bekerja sama.
(d) Dapat membantu meningkatkan hubungan antara sekolah dengan
masyarakat.
(e) Dapat menghilangkan batas-batas yang terdapat dalampola kurikulum yang
lain.
4

2) Kekurangan Integrated Curriculum


(a) Kurikulum dibuat oleh guru dan siswa sehingga memerlukan kesiapan dan
kemampuan guru secara khusus dalam pengembangan kurikulum seperti ini.
(b) Bahan pelajaran tidak disusun secara logis dan sistematis.
(c) Bahan pelajaran bersifat sederhana.
(d) Memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang banyak.

Contoh penerapan adalah : pada awalnya guru menyeleksi konsep-konsep keterampilan


dan nilai sikap yang diajarkan dalam satu semester dari beberapa mata pelajaran
misalnya: matematika, IPS, IPA dan Bahasa. Selanjutnya dipilih beberapa konsep,
keterampilan dan nilai sikap yang memiliki keterhubungan yang erat dan tumpang tindih
di antara beberapa mata pelajaran.

3.Bagaimanakah keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum?


Jelaskan dengan contoh
1. Guru sebagai Implementers
Guru berperan untuk menerapkan atau mengaplikan kurikulum yang sudah ada
dalam melaksanakan perannya, hanya menerima berbagai kebijakan perumus
kurikulum.

2. Guru sebagai adapters


Guru lebih dari sebagai pelaksana kurikulum, akan tetapi juga sebagai penyelaras
kurikulum dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan daerah.
3. Guru sebagai developers
Guru sebagai developers bukan hanya memiliki peran dalam menentukan tujuan
dan isi pelajaran yang akan disampaikan, namun juga dapat menentukan strategi
yang akan dikembangkan serta bagaimana mengukur keberhasilannya melalui
pemilihan alat evaluasi untuk pencapaian hasil belajarnya.
4. Guru sebagai researchers
Peran seorang guru yang dilaksanakan sebagai bagian dari tugas profesional guru
yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerja sebagai guru.

4. Jelaskan langkah–langkah pengembangan kurikulum.


5

Menurut Olivia pengembangan kurikulum terdiri atas 10 langkah, jelaskan.


Langkah - Langkah Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum meliputi empat langkah, yaitu merumuskan tujuan
pembelajaran (instructional objective), menyeleksi pengalaman-pengalaman
belajar (selection of learning experiences), mengorganisasi pengalaman-
pegalaman belajar (organization of learning experiences), dan mengevaluasi
(evaluating).
Model Oliva
Oliva mengembangkan kurikulum menjadi dalam tiga kriteria yakni, sederhana,
komprehensif dan sistematik. Terdapat duabelas langkah yang menjelaskan
tahapan pengembangan kurikulum ini. Langkah 1 – 5 dan 12 merupakan
submodel dari sebuah kurikulum, langkah 6 – 11 merupakan sub model
pembelajaran.

a. Menetapkan dasar filsafat yang digunakan dan pandangan tentang hakikat


belajar dengan mempertimbangkan hasil analisis kebutuhan umum siswa dan
kebutuhan masyarakat.
b. Menganalisis kebutuhan masyarakat tempat sekolah itu berada, kebutuhan
khusus siswa dan urgensi dari disiplin ilmu yang harus diajarkan.
c. Merumuskan tujuan umum kurikulum yang didasarkan kepada kebutuhan
seperti yang tercantum pada langkah sebelumnya.
d. Merumuskan tujuan khusus kurikulum yang merupakan penjabaran dari tujuan
umum kurikulum.
e. Mengorganisasikan rancangan implementasi kurikulum.
f. Menjabarkan kurikulum dalam bentuk perumusan tujuan umum pembelajaran.
g. Merumuskan tujuan khusus pembelajaran.
h. Menetapkan dan menyeleksi strategi pembelajaran yang dimungkinkan dapat
mencapai tujuan pembelajaran.
i. Menyeleksi dan menyempurnakan teknik penilaian yang akan digunakan.
j. Mengimplementasikan strategi pembelajaran.
k. Mengevaluasi pembelajaran.
l. Mengevaluasi kurikulum.
6

Oliva berpendapat bahwa model ini dapat digunakan untuk tiga hal yakni; 1)
penyempurnaan kurikulum sekolah dalam bidang-bidang khusus seperti bidang
studi tertentu di sekolah, baik dalam tataran perencanaan kurikulum maupun
dalam proses pembelajarannya; 2) membuat keputusan dalam merancang suatu
program kurikulum; 3) mengembangkan program pembelajaran secara lebih
khusus.

5.pengembangan kurikulum dengan model Dick and Carey


Model prosedural Dick and Carey ini merupakan model penelitian yang
berorientasi pada pemaparan tahapan penelitian secara deskriptif. Secara umum
tahapan-tahapan dalam penelitian ini terdiri atas tiga bagian yakni tahap pra-
pengembangan, pengembangan, dan pasca-pengembangan.
 Langkah langkah model penelitian pengembangan Dick and Carey.
1. Analisis Kebutuhan dan Tujuan (Identity Instructional Goal (s)).
Melakukan analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan program atau produk yang akan
dikembangkan. Kegiatan analis kebutuhan ini peneliti mengidentifikasi kebutuhan
prioritas yang segera perlu dipenuhi
2. Melakukan Analisis Instruksional (Conduct Instructional Analysis).
Apabila yang dipilih adalah latar pembelajaran, maka langkah berikutnya pengembangan
melakukan analisis pembelajaran, yang mencakup ketrampilan, proses, prosedur, dan
tugas-tugas belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Analisis Pembelajar dan
Konteks (Analyze Learners and Contexts).

3. Merumuskan Tujuan Performasi (Write Performance Objectives).


Merumuskan tujaun performasi atau untuk kerja dilakukan setelah analisis-analisis
pembelajar dan konteks. Merumuskan tujuan untuk kerja, atau operasional. Gambaran
rumusan oprasional ini mencerminkan tujuan khusus program atau produk, prosedur yang
dikembangkan.

4. Mengembangkan Instrumen (Develop Assesment Instruments).


Langkah berikutnya adalah mengembangkan instrumen assessment, yang secara langsung
berkaitan dengan tujuan khusus, operasional. Tugas mengembangkan instrumen ini
menjadi sangat penting. Karena instrumen dalam hal ini bisa berkaitan langsung dengan
tujuan operasional yang ingin dicapai berdasarkan indikator-indikator tertentu, dan juga
instrumen untuk mengukur perangkat produk atau desain yang dikembangkan.
7

5. Mengembangkan Strategi Instruksional (Develop Instructional Strategy).


Mengembangkan strategi instruksional, yang secara spesifik untuk membantu pembelajar
untuk mencapai tujuan khusus. Strategi instruksional tertentu yang dirancang khusus
untuk mencapai tujuan dinyatakan secara eksplisit oleh pengembang.

6. Mengembangkan dan Memilih Material Instruksional (Develop and Select


Instructional Materials).
Langkah ini merupakan kegiatan nyata yang dilakukan oleh pengembang.
Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, yang dalam hal ini dapat berupa :
bahan cetak, manual baik untuk pebelajar maupun pembelajarn, dan media lain yang
dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan.

7. Merancang dan Melakukan Evaluasi Formatif (Design and Conduct


Formative Evaluation of Instruction).
Merancang dan melakukan evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan oleh
pengembang selama proses, prosedur, program atau produk dikembangkan. Atau,
evaluasi formatif ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan
maksud untuk mendukung proses peningkatan efektivitas.

8. Melakukan Revisi Instruksional (Revise Instruction).


Revisi dilakuakn terhadap proses (pembelajaran), prosedur, program, atau produk yang
dikaitkan dengan langkah-langkah sebelumnya. Revisi dilakukan terhadap tujuh langkah
pertama yaitu mulai dari : tujuan umum pembelajaran, analisis pembelajaran, perilaku
awal, tujuan unjuk kerja atau performansi, butir tes, strategi pembelajaran dan/atau
bahan-bahan pembelajaran. Strategi instruksional ditinjau kembali dan akhirnya semua
pertimbangan ini dimasukkan ke dalam revisi instruksional untuk membuatnya menjadi
alat instruksional yang lebih efektif.

9. Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Sumatif (Design and Conduct


Summative Evaluation).
Hasil-hasil pada tahap revisi instruksional dijadikan dasar untuk menulis perangkat yang
dibutuhkan. Hasil perangkat tersebut selanjutnya divalidasi dan diujicobakan atau
diimplementasikan di kelas dengan evaluasi sumatif. Setelah suatu produk, program atau
proses pengembangan selesai dikembangkan, langkah berikutnya melakukan evaluasi
sumatif. Evaluasi sumatif ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukan tingkat
8

efektivitas produk, program, atau proses secara keseluruhan dibandingkan dengan


program lain.

6. Jelaskan kriteria untuk memilih isi materi kurikulum menurut Hilda


Taba.
Model Pengembangan Kurikulum Taba
Kurikulum Taba adalah salah satu model pengembangan kurikulum yang disusun
oleh Hilda Taba. Model pengembangan kurikulum ini dibuat dengan
memodifikasi model dasar Tyler agar lebih representatif terhadap perkembangan
kurikulum untuk semua jenis sekolah. Dalam pendekatannya, Taba menganjurkan
untuk menggunakan pertimbangan ganda terhadap isi (organisasi kurikulum yang
logik) dan individu pelajar (psikologi organisasi kurikulum). Langkah-langkah
dalam proses pengembangan kurikulum menurut Taba adalah:
- Diagnasis Keperluan (Diagnosing needs)
-Membentuk (Formulating Specific Objectives)
- Memilih Pengalaman Isi Kandungan Pembelajaran (Selecting Content)
- Penyusunan Pengalaman Kandungan Pembelajaran (Organizing Content.)
-Pemilihan pengalaman belajar (Selecting Learning Experiences (Avtivities))
-Penyusunan (Organizing Leaming Experiences Avtivities)
- Menentukan Apa dan Bagaimana Menilai Objektif Langkah-langkah
(Evaluating)
- Checking for Balance and Seguence

7. Jelaskan pengertian evaluasi kurikulum serta tujuan dan peranannya

Evaluasi adalah suatu proses mengukur dan menilai sebagai upaya tindak
lanjut untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses pembelajaran atau dapat
pula diartikan penilaian atau penafsiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan
peserta didik kearah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Evaluasi kurikulum sebagai usaha sebagai usaha sistematis mengumpulkan
informasi mengenai suatu kurikulum untuk digunakan sebagai pertimbangan
mengenai mengenai nilai dan arti dari kurikulum dalam suatu konteks tertentu.
Evaluasi kurikulum dapat mencakup keseluruhan kurikulum atau masing-masing
9

komponen kurikulum seperti tujuan, isi, atau metode pembelajaran yang ada
dalam kurikulum tersebut.
tujuan sebagai berikut :
-Fungsi normatif, yaitu berfungsi sebagai perbaikan sistem pembelajaran.
-Fungsi diagnostik, yaitu berfungsi untuk mengetahui faktor kesulitan siswa
dalam proses pembelajaran.
-Fungsi sumatif, berfungsi untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik.
-Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah melakukan
kegiatan belajar selama jangka watu tertentu.
-Untuk mengukur sampai dimana keberhasilan sistem pengajaran yang
digunakan.
Peranan:
Penyempurnaan kurikulum dengan jalan mengungkapkan proses plaksanaan
kurikulum yang telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi
kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan
ditinjau dari berbagai kriteria.

8. Jelaskan model evaluasi kurikulum menurut Model Tyler


Pendekatan model Tyler menekankan bahwa evaluasi kurikulum diarahkan
kepada usaha untuk mengetahui sejauhmana tujuan pendidikan yang berupa
tingkah laku yang diharapkan telah dicapai oleh siswa dalam bentuk hasil belajar
yang mereka tampilkan pada akhir kegiatan pembelajaran.
Adapun prosedur pelaksanaan dari model tyler ini adalah:
-Menentukan tujuan kurikulum yang dievaluasi. Maksudnya adalah model tujuan
behaviorial yang sudah dikembangkan sejak kurikulum 1997.
-Menentukan situasi dimana peserta didik mendapatkan kesempatan untuk
memperlihatkan tingkah laku yang berhubungan dengan tujuan. Dari langkah ini
evaluator memberikan perhatian dengan seksama supaya proses pembelajran yang
terjadi mengungkapkan hasil belajar yang dirancang kurikulum.
-Menentukan alat evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur tingkah laku
peserta didik. Seperti berbentuk tes, observasi, kusioner, panduan wawancara dan
sebagainya. Adapun instrumen evaluasi ini harus teruji validitas dan
reabilitasnya.