Anda di halaman 1dari 3

NAMA JUNJUNG PRABAWA

NIM 142180037
KELAS EA-D
TUGAS PERPAJAKAN

1. PPH Pasal 24
PT. SURYA CITRA pada tahun 2-019 memperoleh penghasilan baik di dalam dan di luar
negeri sbb:
Laba dari Negara Jepang Rp. 2.000.000.000 (Tax 25%)
Laba dari Negara Hongkong Rp. 2.500.000.000 (Tax 28%)
Laba dari Negara Malaysia Rp. 1.000.000.000 (Tax 20%)
Rugi dari Negara Singapura Rp. 2.000.000.000 (Tax 25%)
Laba dalam Negeri Rp. 1.500.000.000
Diminta hitung PPh pasal 24 untuk setiap Negara

JAWAB :
A. Menghitung Total Penghasilan Kena Pajak
Penghasilan dari Negara Jepang berupa laba usaha Rp. 2.000.000.000
Penghasilan dari Negara Hongkong berupa laba usaha Rp. 2.500.000.000
Penghasilan dari Negara Malaysia berupa laba usaha Rp. 1.000.000.000
Penghasilan dari dalam Negeri berupa laba Rp. 1.500.000.000
Jumlah penghasilan neto Rp. 7.000.000.000

B. Menghitung PPH Terutang


PPh Terutang :
25 % x Rp. 7.000.000.000 = Rp 1.750.000.000

C. Menghitung PPh Maksimum Dikreditkan Sesuai Perbandingan Penghasilan Masing-masing


Negara
a. PPh Maksimum untuk Negara Jepang
Penghasilan Negara Jepang
x Total PPh terutang
Penghasilan Kena Pajak

Rp . 2.000 .000.000
x Rp. 1.750.000.000
Rp . 7.000 .000.000
= Rp. 500.000.000

b. PPh Maksimum untuk Negara Hongkong


Penghasilan Negara Hongkong
x Total PPh terutang
Penghasilan Kena Pajak
Rp . 2.500 .000.000
x Rp. 1.750.000.000
Rp . 7.000 .000.000
= Rp. 625.000.000

c. PPh maksimum untuk Negara Malaysia


Penghasilan Negara Malaysia
x Total PPh terutang
Penghasilan Kena Pajak
Rp . 1.000 .000.000
x Rp. 1.750.000.000
Rp . 7.000 .000.000
= Rp. 250.000.000

D. Menghitung PPh yang Dipotong atau Dibayar di Luar Negeri untuk Masing-Masing Negara
a. PPh Terutang atau Dibayar di Negara jepang
Tarif Pajak Negara Jepang x Penghasilan di Negara Jepang
25% x Rp. 2.000.000.000
= Rp. 500.000.000

b. PPh Terutang atau Dibayar di Negara Hongkong


Tarif Pajak Negara Hongkong x Penghasilan di Hongkong
28% x Rp. 2.500.000.000
= Rp. 700.000.000

c. PPh Terutang atau Dibayar di Negara Malaysia


Tarif Pajak Negara malaysia x Penghasilan di Negara Malaysia
20% x Rp. 1.000.000.000
= Rp. 200.000.000

Negara Total PPh PPh Maksimum PPh PPh Pasal 24 :


Terutang Dikreditkan Sesuai Terutang/Dibayarkan di terendah kolom (1),
Perbandingan Penghasilan Luar negeri (2), (3)
(1) (2) (3) (4)
Jepang Rp 1.750.000.000 Rp. 500.000.000 Rp. 500.000.000 Rp. 500.000.000
Hongkong Rp 1.750.000.000 Rp. 625.000.000 Rp. 700.000.000 Rp. 625.000.000
Malaysia Rp 1.750.000.000 Rp. 250.000.000 Rp. 200.000.000 Rp. 200.000.000
Total Kredit Pajak Luar Negeri diperbolehkan Rp. 1.325.000.000

Kredit Pajak Luar Negeri diperbolehkan (PPh Pasal 24) Rp. 1.325.000.000 karena
jumlah ini masih lebih rendah disbanding total PPh terutang sebesar Rp. 1.750.000.000

2. PT. Surya Citra, Sesuai SPT tahun lalu PPh yang terutang sebesar Rp. 800.000.000.
Kredit-kredit pajak, baik yang dipotong/dipungut/dibayarkan di Luat Negeri sbb :
PPh pasal 22 Rp. 125.000.000
PPh pasal 23 Rp. 175.000.000
PPh pasal 24 Rp. 100.000.000
Diminta :
a. Besarnya total kredit pajak
b. Besarnya PPh Pasal 25

JAWAB :
A. Total Kredit Pajak
PPh terutang menurut SPT tahun lalu Rp. 800.000.000
PPh Pasal 22 Rp. 125.000.000
PPh Pasal 23 Rp. 175.000.000
PPh Pasal 24 Rp. 100.000.000
Total kredit pajak Rp. 400.000.000
Dasar penghitungan angsuran Rp. 400.000.000

B. Besarnya PPh Pasal 25


Besarnya angsuran pajak yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak setiap bulan
(PPh Pasal 25) adalah :
Rp. 400.000.000 ÷ 12
= Rp. 33.333.000

Anda mungkin juga menyukai