Anda di halaman 1dari 2

DASAR-DASAR AKHLAQUL KARIMAH

199. Hendaklah engkau pemaaf, suruhlah orang berbuat ma’ruf dan jauhilah
orang bodoh (yang tidak menerima kebenaran)
200. Dan jika kamu kena godaan syetan maka berlindunglah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
201. Sesungguhnya orang-orang taqwa manakala mereka kena tipuan
(rayuan) syetan. Mereka segera mengingat-Nya (Allah) lantas mereka
melihat (sadar akan) kesalahannya )
(Qs. Al A’Raaf 199-201)

148. Allah tidak menyukai ucapan kata-kata yang tidak sopan secara terang-
terangan, kecuali oleh orang-orang yang teraniaya (yang terpaksa) dan
Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.
149. Jika kamu berbuat baik secara terang-terangan atau secara sembunyi-
sembunyi atau kamu memaafkan kesalahan (orang lain), maka
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Kuasa.
(Qs. An Nisaa 148-149)

133. Dan bersegeralah (siapkan diri) untuk mendapat ampunan dari


Tuhanmu dan untuk (masuk) surga yang luasnya seluas ruang angkasa
dan bumi yang telah tersedia bagi orang-orang yang bertaqwa.
134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya waktu dalam keadaan
lapang (berada) atau dalam keadaan sempit (susah), menahan
amarahnya, dan suka memaafkan kesalahan orang. Dan Allah
menyukai orang-orang yang berbuat baik (Muhsinin).
135. Dan (juga) orang-orang yang apabila ia (terlanjur) mengerjakan
perbuatan keji (dosa besar) atau menganiaya dirinya sendiri (berbuat
salah), mereka cepat ingat kepada Tuhan, lantas memohonkan
ampunan dosa-dosanya itu. Tidak ada (seorangpun yang dapat
memberi ampunan) selain Allah dan mereka tidak meneruskan berbuat
keji, padahal mereka mengetahui.
(Qs. Ali Imran 133-135)

109. Sebahagian besar ahli kitab bercita-cita untuk mengembalikan kamu


menjadi kafir sesudah kamu beriman, karena dengki dalam hati mereka
sesudah kebenaran nyata bagi mereka. Maka maafkanlah dan
biarkanlah mereka sampai Allah memberikan perintah-Nya (memberi
izin untuk berperang). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas Segala
Sesuatu.
(Qs. Al Baqarah 109)

1
Akhlaq Para Nabi
46. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan budi pekerti
yang tinggi dan mengingat hari akhirat.
(Qs. Shaad 46)

Akhlaq Rasulullah Saw.

159. Maka dengan Rahmat Allah kamu bersikap lemah lembut terhadap
mereka, jika kamu (hai Muhammad) bersikap kasar, kesat hati niscaya
mereka akan menjauh darimu. Maka maafkanlah mereka mintalah
ampun dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (perang,
ekonomi dan urusan dunia). Manakala sudah mantap tekadmu,
tawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang
yang tawakal.
(Qs. Ali Imran 159)

Hadits.
 Dari Ibnu Mas’ud ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Saw;
“Hendaklah kamu berpegang kepada kebenaran, karena sesungguhnya
kebenaran itu memimpin kepada kebaktian dan kebaktian itu
membawa ke surga. Dan (hendaklah) tetap seseorang (bersifat) benar
dan memilih kebenaran hingga dia tertulis di sisi Allah sebagai orang
yang sangat benar, dan hendaklah kamu jauhi kedustaan, karena
sesungguhnya kedustaan itu memimpin kepada kedurhakaan dan
kedurhakaan membawa ke neraka. Dan (janganlah) seseorang tetap
berdusta dan memilih kedustaan hingga tertulis di sisi Allah sebagai
pendusta”.
(Muttafaq ‘Alaihi)

 Dari ‘I-Yadl Bin Himari ia berkata; telah bersabda Rasulullah Saw;


”Sesungguhnya Allah telah wajibkan kepadaku, hendaklah kamu
merendah diri supaya orang tidak melewati batas terhadap seorang,
dan tidak seorang bersombong terhadap seorang’.
(HR. Muslim)

 Dan daripadanya ia berkata; telah bersabda Rasulullah Saw: ”Mu’min


(adalah) cermin bagi saudaranya yang mu’min’.
(Dikeluarkan oleh Abu Daud dengan isnad yang hasan)

 Dari Ibnu Umar ia berkata; telah bersabda Rasulullah Saw: “Mu’min


yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka, lebih
baik daripada yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar
atas gangguan mereka”.
(Dikeluarkan oleh Ibnu Majah)