Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KELOMPOK 13

REPRODUKSI TULISAN

Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu : Syihaabul Huda, M.Pd

Disusun oleh :

Shofia Nurul Izzah (11180161000

Mafatihurrohmah (11180161000015)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kehadirat allah yang telah


memberikan nikmat serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah bahasa Indonesia tepat pada waktunya. Selawat dan salam semoga tetap
tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikutnya
hingga akhir zaman.

Makalah yang berjudul “Reproduksi tulisan” ini disusun untuk memenuhi


salah satu tugas mata kuliah bahasa Indonesia yang diampu oleh bapak Syihaabul
Hudaa, M.Pd. Makalah ini berisi informasi mengenai jenis-jenis tulisan dan cara
menyusunnya. Semoga dengan membaca makalah ini, pengetahuan dan
kemampuan pembaca dalam mereproduksi tulisan semakin meningkat.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak


kekurangan, baik dari segi isi maupun penulisan. Untuk itu penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.

Ciputat, 22 Juni 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. 1

DAFTAR ISI ................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................

A. Latar Belakang .................................................................................. 3


B. Rumusan Masalah ............................................................................. 4
C. Tujuan ................................................................................................ 4
D. Manfaat .............................................................................................. 4

BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................

A. Pengertian Ringkasan ........................................................................ 5


B. Pengertian Ikhtisar ............................................................................. 5
C. Pengertian Abstrak ............................................................................ 6
D. Pengertian Sinopsis ........................................................................... 7
E. Pengertian Sintesis ............................................................................ 7
F. Pengertian Resensi ............................................................................ 7

BAB III PEMBAHASAN

A. Cara Menyusun Ringkasan ................................................................ 9


B. Cara Menyusun Ikhtisar .................................................................... 10
C. Cara Menyusun Abstrak .................................................................... 10
D. Cara Menyusun Sinopsis ................................................................... 11
E. Cara Menyusun Sintesis .................................................................... 11
F. Cara Menyusun Resensi .................................................................... 12

BAB IV PENUTUP .....................................................................................

A. Kesimpulan ........................................................................................ 16
B. Saran .................................................................................................. 16

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 17

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, menonton film, membaca novel, buku, atau


sebuah jurnal adalah kegiatan yang lumrah untuk dilakukan. Terkadang sebelum
menonton film, kita ingin mengetahui terlebih dahulu apa yang diceritakan dalam
film tersebut melalui cuplikan dan keterangan singkat yang biasanya terdapat pada
iklan atau posternya. Ketika akan membeli sebuah buku, biasanya kita melihat
dulu keterangan singkat pada bagian belakang buku tersebut untuk mengetahui
garis besar dari apa yang dibicarakan. Sama halnya dengan membaca jurnal, untuk
mengetahui hal apa yang dibahas dalam jurnal tersebut, kita akan membaca
bagian awal pada jurnal tersebut yang dinamakan dengan abstrak.
Tanpa sadar, melihat keterangan dari sesuatu yang akan kita baca menjadi cara
kita untuk mengetahui apa yang dibicarakan dalam suatu cerita atau suatu karya
ilmiah. Dalam bahasa ilmiahnya, hal tersebut dinamakan dengan reproduksi
tulisan. Terdapat macam-macam reproduksi tulisan, yaitu diantaranya: ringkasan,
ikhtisar, abstrak, sinopsis, sintesis, dan resensi.
Beberapa macam dari reproduksi tulisan tersebut telah banyak dikenal dan
diketahui banyak orang. Namun, sebagian orang tidak mengetahui jenis
reproduksi tulisan yang kurang familiar seperti sintesis, resensi, dan juga abstrak,
begitupun dengan apa yang membedakannya. Bahkan untuk para akademisi,
terkadang sulit untuk membedakan ringkasan dengan ikhtisar, abstrak, maupun
sinopsis.
Makalah yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
ini diharapkan bisa membantu para kalangan akademisi, khususnya mahasiswa
Pendidikan Biologi UIN Jakarta, untuk mengetahui perbedaan dan cara menyusun
berbagai macam reproduksi tulisan. Selain itu, untuk penulis sendiri, makalah ini
diharapkan bisa memperluas wawasan penulis mengenai macam-macam dan cara
menyusunnya, serta menjadi arahan agar bisa diterapkan dalam karya tulis penulis
ke depannya.

3
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini diantaranya:
1. Apa yang dimaksud ringkasan? Bagaimana membuat ringkasan dengan
tepat?
2. Apa yang dimaksud ikhtisar? Bagaimana menulis ikhtisar dengan baik?
3. Apa yang dimaksud abstrak? Bagaimana membuat abstrak dengan benar?
4. Apa yang dimaksud sinopsis? Bagaimana membuat sinopsis yang benar?
5. Apa yang dimaksud sintesis? Bagaimana membuat sintesis dengan baik?
6. Apa yang dimaksud dengan resensi? Bagaimana membuat resensi dengan
benar?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini diantaranya :
1. Memahami jenis-jenis reproduksi tulisan.
2. Mengidentifikasi perbedaan ringkasan, ikhtisar, abstrak, sinopsis, sintesis
dan resensi.
3. Mengetahui cara menyusun berbagai jenis reproduksi tulisan.
4. Memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
D. Manfaat
D.1. Bagi pembaca
1. Dapat mengetahui dan memahami jenis reproduksi tulisan
2. Dapat membedakan jenis-jenis reproduksi tulisan
3. Dapat mengetahui cara menyusun berbagai jenis reproduksi tulisan

D.2. Bagi Penulis

1. Menambah wawasan mengenai jenis-jenis reproduksi tulisan


2. Memahami cara menyusun berbagai macam reproduksi tulisan
3. Memenuhi tugas mata kulah Bahasa Indonesia

4
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Ringkasan

Ringkasan berasal dari kata precis yang artinya memotong atau


memangkas. Ringkasan merupakan upaya mempersingkat atau memadatkan
tulisan yang panjang. Meringkas diumpamakan sebagai “memangkas” pohon
hingga tersisa batang, cabang dan ranting serta dedaunan yang masih diperlukan,
sehingga esensi pohon tetap dipertahankan. Bacaan yang diringkas biasanya buku,
makalah, skripsi, atau artikel.
Dalam meringkas, harus tetap mempertahankan urutan pikiran penulis asli
beserta pendekatannya. Peringkas hanya menghilangkan keindahan gaya bahasa,
ilustrasi, dan penjelasan yang terperinci, sehingga benar-benar menghasilkan sari
tulisan tanpa makna. Ringkasan biasanya berkisar antara seperlima atau
sepersepuluh dari karangan asli. Dalam meringkas, peringkas langsung menyusun
ringkasan dalam rangkaian kalimat, paragraf dan seterusnya. Peringkas tidak
boleh memulai ringkasan dengan “Penulis berkata dalam buku ini… dan
seterusnya.”1

B. Pengertian Ikhtisar

Ikhtisar adalah kegiatan merangkum gagasan yang dianggap penting oleh


penulis ikhtisar. Ikhtisar berbeda dengan ringkasan, dalam penulisan ikhtisar,
tidak perlu mempertahankan sistematika bacaan asli, dan tidak perlu
menyampaikan isi bacaan secara utuh. Penulis ikhtisar dapat langsung
menentukan inti atau pokok permasalahan yang dibahas dan memberikan
pemecahannya. Ilustrasi dapat diberikan oleh penulis untuk memperjelas inti atau
pokok permasalahan. Ikhtisar berisi gagasan yang dianggap penting oleh penulis
ikhtisar. Bagian lain yang tidak penting tidak perlu disoroti. Ikhtisar tidak perlu
mengandung topik baru atau opini dari penyusun ikhtisar. kata kata yang
digunakan bukan dari penulis asli, namun dari penulis ikhtisar itu sendiri. Ikhtisar

1
Sri Hapsari, dkk, Bahasa Indonesia (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), hlm. 184

5
ditemukan dalam penulisan surat kabar, sampul belakang buku, atau kilasan
berita. 2
Antara ringkasan dan ikhtisar memiliki kesamaan tertentu, namun
memiliki perbedaan yang signifikan. Di bawah ini tabel mengenai perbedaan
antara ikhtisar dan ringkasan yang sering dikacaukan3 :

Unsur Pembeda Ringkasan Ikhtisar

Tidak perlu berurutan,


Tetap dipertahankan seperti dapat langsung pada pokok
Urutan Isi
naskah asli inti permasalahan dan
pemecahannya

Ada unsur gaya personal


Sudut pandang Asli dari penulis
dari penyusunannya.

Perbandingan Tetap dipertahankan secara


Tidak perlu proporsional
bagian bab proporsional

Dapat diberikan asalkan


Ilustrasi Tidak perlu
mendukung isi

C. Pengertian Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan dari isi suatu karya tulis ilmiah. Abstrak
ditulis setelah menyelesaikan tulisan ilmiah, seperti laporan penelitian, laporan
magang, dan makalah. Abstrak ditulis pada bagian paling atas setelah judul dan
sebelum bab latar belakang. Abstrak biasanya berkisar 150-400 kata. Tujuan dari
abstrak adalah membentu pembaca dalam memahami garis besar isi tulisan atau
4
karya ilmiah sebelum pembaca membaca keseluruhan teks.
Abstrak terdiri dari 2 jenis, yaitu abstrak informatif dan abstrak deskriptif.
Abstrak informatif, yaitu abstrak yang menjelaskan hasil penelitian secara detail.
2
Ibid., hlm. 188-189
3
Sukirman Nurdjan, dkk., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, (Makassar: Penerbit
Aksara Timur, 2016), hlm. 87-88.
4
Ibid., 199

6
Sedangkan abstrak deskriptif, yaitu abstrak yang tidak menjelaskan hasil
penelitiannya secara detail. Penulis hanya memaparkan garis besar dari hasil
penelitiannya. 5
D. Pengertian Sinopsis

Sinopsis adalah bentuk sederhana dari ringkasan suatu buku. Sinopsis


ditulis untuk memberikan gambaran singkat mengenai suatu cerita. Sinopsis
biasanya ditulis menggantung agar menarik minat pembaca untuk membaca cerita
hingga selesai. Sinopsis juga dijadikan sarana promosi bagi penulis atau penerbit
agar pembaca membeli karnanya tersebut.6

E. Pengertian Sintesis

Sintesis adalah kegiatan merangkum pengertian-pengertian dari beberapa


bacaan untuk menghasilkan tulisan yang baru sesuai dengan kebutuhan penulis.
Dari berbagai sumber bacaan, penulis dapat menemukan inspirasi baru, kategori
baru, dan sudut pandang baru sehingga penulis sintesis dapat mengungkapkan
topik tersendiri. Sintesis meliputi kegiatan menganalisis perbedaan, pertentangan,
persamaan, klasifikasi, dan divisi dari beberapa sumber bacaan. Penulis sintesis
harus menguasai teknik menyusun kutipan dan daftar acuan. Kutipan-kutipan
yang relevan akan dikumpulkan untuk di ulas. 7

F. Pengertian Resensi

Resensi merupakan tulisan yang mengulas dan memberikan penilaian


terhadap suatu bacaan. Tujuan dari resensi adalah untuk menginformasikan
kepada pembaca, kualitas bacaan sehingga pembaca mendapat gambaran
mengenai kualitas bacaan sebelum memutuskan untuk membaca secara lebih luas
atau tidak. Resensi biasanya digunakan untuk memperkenalkan buku-buku dari
8
penerbit kepada masyarakat umum melalui media cetak.

5
Syihaabul Hudaa, Estetika berbahasa (Kab Sukabumi: CV Jejak, 2018), hlm. 211
6
Loc.cit
7
Sri Hapsari, dkk,op.cit., hlm.197
8
Ibid., hlm. 190

7
Resensi juga dijuga sebut komentar atau ulasan terhadap sebuah hasil
karya. Misalnya buku, film, karya seni maupun produk lainnya. Komentar atau
ulasan memuat keunggulan dan kekurangan dari hasil karya tersebut. Kekurangan
yang dipaparkan dapat dijadikan masukan untuk penulis karya tersebut agar lebih
baik dari sebelumnya. Komentar atau ulasan dari penulis resensi harus bersifat
faktual dan objektif. 9
Resensi berasal dari bahasa latin yaitu revidere atau resencere yang
artinya menimbang atau menilai. Resensi secara sederhana merupakan curahan
pembaca mengenai hasil bacaannya dalam bentuk tulisan. Dengan demikian,
resensi dapat diartikan sebuah kegiatan untuk menilai suatu bacaan. Menilai yang
dimaksud adalah mengupas, menunjukan kelebihan, memberikan kritik, dan
mempertimbangkan bacaan tersebut secara faktual dan objektif agar bisa
dipertanggung jawabkan.10

9
E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai, Cermat Berbahasa Indonesia (Jakarta: Akademika
Presindo, 2008), hlm. 235-236
10
Firman aziz, et. Al, Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi (Jakarta: CV. Maulana
Media Grafika, 2016), hlm. 89

8
BAB III
ISI

A. Cara Menyusun Ringkasan

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat ringkasan, yaitu:


a. Membaca Naskah
Membaca naskah asli bertujuan untuk mengetahui kesan umum,
maksud, dan sudut pandang penulis asli. Pembacaan naskah dapat
dilakukan berkali-kali agar penulis ringkasan memahami secara mendalam
isi dari karangan tersebut. Penulis ringkasan harus membaca secara cermat
untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh penulis asli dalam tulisanya
tersebut. Pembacaan naskah yang baik dilakukan oleh penulis ringkasan
dengan menghubungkan bacaan dengan kesatuan bacaan. Penulis
ringkasan harus selalu mengingat judul karangan, memperhatikan daftar
isi buku dan mengingat urutan bacaan untuk dijadikan pedoman point-
point apa saja yang akan dimasukan ke dalam ringkasan. 11
b. Mencatat gagasan utama dan gagasan yang penting.
Kegiatan ini bisa dilakukan dengan menggaris bawahi teks. Fungsi
pencatatan adalah untuk mempermudah peringkas meneliti kembali
apakah pokok-pokok yang dicatat penting atau tidak. Pencatatan dapat
mengetahui bagian mana yang perlu dan bagian yang tidak perlu di dalam
menulis ringkasan. Sehingga, penulis ringkasan dapat menghilangkan
bagian yang tidak penting dari gagasan tersebut. 12
c. Mereproduksi bacaan.
Peringkas menyusun kembali suatu bacaan secara singkat
berdasarkan gagasan utama yang dicatat dalam langkah kedua. Penulisan
ringkasan dilakukan dengan mempertahankan susunan gagasan penulis

11
Ibid., hlm. 233
12
Sri Hapsari, dkk, op.cit., hlm. 185

9
asli namun kalimat-kalimat yang digunakan dari penulis ringkasan, bukan
dari penulis asli itu sendiri.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam meringkas, yaitu:
a. Menggunakan kalimat yang pendek-pendek, bukan kalimat majemuk.
b. Meringkas kalimat menjadi frasa
c. Menggunakan kalimat penulis asli sepenuhnya, misalnya kaidah,
simpulan, atau rumusan yang esensial.
d. Menghilangkan keterangan atau kata sifat atau jika akan dipertahankan,
gunakan untuk kejelasan gagasan utama.
e. Jangan memasukan opini penulis ringkasan ke dalam ringkasan.
f. Mengubah dialog menjadi bentuk tidak langsung, dan menghilangkan
contoh serta penjelasan. 13
B. Cara Menyusun Ikhtisar
Cara menyusun Ikhtisar sebagai berikut:
1. Membaca naskah asli berulang-ulang, setidaknya minimal 2 kali.
2. Membuat kerangka bacaan dengan menuliskan pikiran utama yang
terdapat dalam naskah.
3. Menulis ikhtisar.14
C. Cara Menyusun Abstrak
Abstrak memuat inti sari dari setiap subjudul dalam setiap laporan. Dalam
laporan penelitian, abstrak memuat (1) latar belakang dan tujuan penelitian; (2)
metodologi yang digunakan; (3) hasil penelitian; (4) kata kunci. Kata kunci
biasanya terdiri dari 3-5 kata yang dianggap penting yang mewakili essensi dari
artikel ilmiah. kata kunci membantu pembaca dalam menelusuri bacaan lebih
cepat, khusus nya jika diterbitkan secara online. Sedangkan dalam laporan bukan
hasil penelitian, abstrak meliputi: (1) pendahuluan dan tujuan; (2) intisari dari
setiap subjudul; (3) penutup.
Abstrak dalam artikel ilmiah biasanya terdiri dari satu atau dua paragraf
saja. Dalam penulisan abstrak, penulis tidak di perbolehkan mencantumkan

13
Loc.cit
14
Aleka & H. Achmad, Bahasa Indonesia (Jakarta: Kencana, 2010), hlm., 124

10
sumber referensi dan menuliskan hal yang tidak penting dalam sebuah laporan,
karena abstrak hanya berisi intisari dari setiap subjudul. Dalam artikel ilmiah
yang berbahasa Indonesia, abstrak ditulis dalam bahasa inggris. Sebaliknya, dalam
artikel ilmiah yang berbahasa Inggris, abstrak di tulis dalam bahasa Indonesia.
Terdapat juga abstrak yang menggunakan kedua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan
bahasa Indonesia.
Bagian terakhir dari abtrak memuat kata kunci (key word) yaitu kata,
istilah atau frasa yang dianggap penting. Kata kunci terdiri dari tiga hingga lima
kata atau frasa. Penulisan kata kunci bertujuan untuk memudahkan penelusuran
15
penbaca. Khususnya jika diterbitkan secara online.
D. Cara Menyusun Sinopsis
Cara menyusun synopsis adalah sebagai berikut:
1. Membaca naskah asli untuk mengetahui kesan umum penulis.
2. Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi bagian yang
dianggap penting.
3. Menulis ringkasan berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat.
Dalam menulis sinopsis, gunakan kalimat efektif, padat dan
menarik untuk menjelaskan jalannya cerita menjadi sebuah
karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
4. Dalam menulis dialog dan monolog tokoh, cukup menulis isi atau
garis besarnya saja.
5. Penulisan sinopsisi tidak boleh menyimpang dari jalan cerita karya
aslinya. 16
E. Cara Menyusun Sintesis
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membuat sintesa diantaranya:
1. Penulis harus objektif saat membaca pendapat ahli yang akan
dikutip.
2. Penulis harus menerapkan sikap kritis ketika membaca sumber
yang ada.

15
Sri Hapsari, dkk, op.cit., hlm 199-200
16
Aleka & H. Achmad, op.cit., hlm.123

11
3. Penulis harus memiliki sudut pandang pribadi.
4. Penulis harus bisa menghubungkan antara satu pendapat dengan
pendapat yang lain.
5. Penulis harus menemukan sumber bacaan yang mempertegas hasil
penelitiannya.

Penyusunan sintesa diawali dengan mengumpulkan sumber rujukan yang


mendukung hasil penelitian karya ilmiah yang ada. Pendapat-pendapat
tersebut lalu dibaca hingga paham dan dipikirkan secara kritis. Setelah
penulis memahami pendapat yang ada, penulis harus menyajikan pendapatnya
dan menghubungkan dengan pendapat sebelumnya, sehingga terciptalah
pendapat yang baru.17

F. Cara Menyusun Resensi


Penulis meresensi harus memiliki pengetahuan yang relevan dengan buku
atau bacaan yang akan diresensi agar dapat memberikan penilaian secara objektif.
Peresensi harus mampu meringkas isi bacaan sehingga maksud dan tujuan penulis
buku tersampaikan dengan jelas. Biasanya, tujuan penulis buku terdapat pada
bagian kata pengantar atau pendahuluan buku. Kemampuan dalam menilai bacaan
secara objektif juga harus penting dimilki seorang penulis resensi. Penulis resensi
perlu memperhatikan pembacanya, apakah resensi relevan dengan kebutuhan
pembaca, bagaimana selera pembaca dan tingkat pendidikan pembaca.
1. Isi Resensi
Isi dalam resensi buku buku meliputi aspek-aspek berikut:
a. Bagian awal
Bagian awal resensi mencakup deskripsi buku yang meliputi jenis
buku yang diresensi, fisik buku, penerbit, dan tebal buku.
b. Bagian Tengah
Bagian ini membahas isi dari buku yang diresensi, yang meliputi:
1. Tujuan buku tersebut ditulis.
2. Isi buku secara umum.

17
Gorys Keraf, Komposisi, (Flores: Nusa Indah, 1979), hlm. 98

12
3. Ringkasan buku.
4. Organisasi buku, dan
5. Penilian tentang kualitas isi dari penulis resensi dan
membandingkan buku yang diresensi dengan buku lain dari penulis
yang sama atau sejenis dari penulis yang berbeda.
Bahasa yang digunakan dalam resensi hendaknya bahasa yang
konseptual dan bersifat objektif. Penulisan resensi harus disesuaikan
dengan kaidah penulisan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
Pemilihan kata dalam resensi harus tepat, tidak bertele-tele dan
memiliki penalaran yang logis supaya mudah dipahami oleh pembaca
resensi.
c. Bagian akhir
Bagian akhir dari resensi memuat kritik dan saran untuk penulisan atau
ajakan kepada pembaca untuk membaca lebih lanjut buku yang
diresensi. 18
2. Kriteria Penulisan Resensi

Terdapat beberapa kriteria dalam penulisan resensi guna membuat tulisan


menjadi semakin baik dan menarik. Kriteria-kriteria tersebut yaitu:

1. Judul resensi
Judul resensi harus dibuat semenarik mungkin dan dibuat berbeda
dengan judul aslinya. Hal ini agar pembaca tertarik dengan isi dari
resensi tersebut. Sebelum menentukan judul, sebaiknya
dirumuskan tema mengenai apa yang akan dibahas. Tema yang
diambil tidak boleh lebih dari satu sudut pandang. Hal ini untuk
menghindari melebarnya topik yang akan dibahas.
2. Identitas buku
Identitas buku harus disajikan secara objektif, dituangkan
selengkap-lengkapnya. Sebaiknya data buku tersebut dituangkan
dalam bentuk paragraf, bukan butir per butir.

18
Ibid., hlm 191

13
3. Pendahuluan resensi
Pendahuluan dalam resensi harus dibuat semenarik mungkin, agar
pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan isi resensi tersebut.
Untuk membuat pembaca tertarik, pengulas bisa memaparkan latar
belakang sang pengarang, baik itu prestasi yang telah diraihnya
ataupun beberapa buku yang telah pengarang tersebut terbitkan.
Selain itu, keunikan buku juga bisa dipaparkan pada bagian
pendahuluan ini, agar pembaca terkesan ketika membacanya.
4. Isi Pernyataan
Isi resensi ini dapat diisi dengan penilaian buku tersebut mengenai
kekurangan atau kelebihannya. Isi resensi juga dapat dilengkapi
dengan tinjauan bahasa yang digunakan dalam buku tersebut,
apakah mudah dipahami ataukah berbelit-belit.
5. Penutup
Dalam bagian penutup, biasanya diakhiri dengan kalimat persuasif
agar pembaca mau membaca buku tersebut atau jangan membaca
buku tersebut, apakah baik dibaca atau tidak. Pada bagian penutup,
juga dipaparkan kalangan apa yang sebaiknya membaca buku
tersebut dan arti pentingnya bagi masyarakat. Peresensi yang baik
akan menyanjung dan memberi kritik secara proporsional
mengenai apa yang dibacanya. Sanjungan dan kritikan tidak
bersifat bias dan distortif.19
3. Sistematika Resensi
Sistematika resensi adalah sebagai berikut:
a. Tema atau judul karya yang diresensi
b. Nama pengarang, judul karya, penerbit, tempat dan tahun terbit,
jumlah bab, dan jumlah halaman
c. Pemaparan sistematika, bahasa, dan ringkasan karya yang diresensi.

Suyatno, et. al., Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun Karakter
19

Mahasiswa melalui Bahasa), (Jakarta: Penerbit IN MEDIA, 2014), hlm. 49-51.

14
d. Penjelasan mengenai kualitas karya yang diresensi, kekuatan dan
kelemahannya, serta perbedaannya dengan karya sejenis yang sudah
ada.
e. Pendapat dan simpulan penulis resensi secara pribadi
f. Identitas penulis resensi.
4. Langkah-langkah Menulis Resensi
Langkah-langkah dalam menyusun resensi adalah sebagai berikut:
a. Mengamati suatu karya.
b. Membaca isi suatu karya.
c. Membuat ringkasan.
d. Memaparkan isi dan mutu suatu karya.20

20
E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai, op.cit., hlm 238

15
BAB IV

PENUTUP

A. Simpulan

Reproduksi tulisan terdiri dari banyak jenis, diantaranya: ringkasan,


ikhtisar, abstrak, sinopsis, sintesis, dan resensi. Ringkasan artinya
‘memangkas’ sebuah tulisan menjadi sebuah bacaan yang terdiri dari intisari
tulisan tersebut, dengan mempertahankan pendapat dan struktur dari sang
penulis asli. Ikhtisar merupakan penulisan gagasan pokok dari suatu masalah
atau tulisan yang disampaikan dengan bahasa sendiri dan tidak perlu sesuai
dengan sistematika pada tulisan asli namun tetap tidak menambahkan hal baru.
Abstrak adalah tulisan yang terletak di awal sebuah karya tulis yang bertujuan
untuk menginformasikan pembaca mengenai garis besar topik yang
dibicarakan dalam karya tulis tersebut. Adapun abstrak terdiri dari dua
macam: abstrak informatif dan abstrak deskriptif. Sinopsis adalah bentuk
ringkasan dari suatu buku yang bertujuan untuk menarik orang lain agar
membaca atau membeli buku tersebut. Sintesis merupakan ringkasan dari
beberapa pendapat yang diambil dan kemudian dihubungkan untuk menjadi
sebuah pendapat yang baru. Resensi adalah ulasan dari sebuah karya tulis
berupa buku untuk dinilai kelebihan dan kekurangannya kepada publik. Cara
penyusunan jenis-jenis reproduksi tulisan tergantung pada apa yang ingin
diringkas dan tujuan peringkasan tersebut.

B. Saran

Referensi yang digunakan sebaiknya diperbanyak agar pengertian dan


penjelasan mengenai macam reproduksi tulisan lebih beragam. Selain itu,
penggunaan bahasa yang digunakan dalam makalah ini agar lebih
ditingkatkan dan diperbaiki.

16
DAFTAR PUSTAKA

Alek A. dan Achmad H. (2010). Bahasa Indonesia. Jakarta: Kencana.

E. Arifin, Zaenal dan Amran Tasai. (2008). Cermat berbahasa Indonesia untuk
Perguruan Tinggi. Jakarta: CV Akademika Pressindo.

Firman Aziz, Ferina Meliasanti, Rika Widawati, dan Imam Muhtarom. (2016).
Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: CV. Maulana Media
Grafika.

Hudaa, S. (2018). Estetika berbahasa: Mengapresiasi Bahasa Indonesia.


Sukabumi: CV Jejak.

Keraf, G. (1979). Komposisi. Flores: Nusa Indah.

Sukirman Nurdjan, Firman, Mirnawati. (2016). Bahasa Indonesia untuk


Perguruan Tinggi . Makassar: Penerbit Aksara Timur.

Suyatno, d. (2014). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun


Karakter Mahasiswa melalui Bahasa). Jakarta: Penerbit IN MEDIA.

Wijayanti, S. H. (2015). Bahasa Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

17

Anda mungkin juga menyukai