Anda di halaman 1dari 1

HENDRY JUNIARTO ADA’

041361425
AZAS-AZAS HUKUM PIDANA

AZAS LEGALITAS AZAS TERITORIAL

Sejarah dan Landasan Defenisi Makna Sejarah dan Landasan Makna


Defenisi
Filsafati Filsafati

Diciptakan oleh Paul Johan Anslem Von Tidak ada perbuatan yang Pertama, makna asas legalitas Azas yang menegaskan bahwa Pasal 2 KUHP yang berbunyi:
Sejarah Hukum Internasional
Feuerbach (1775 – 1883), seorang sarjana hukum dilarang dan diancam terkandung dalam postulat hukum pidana suatu negara “Ketentuan pidana dalam perundang-
Kuno (2100 SM)
pidana jerman dalam bukunya Lehrbuch des dengan pidana kalau hal nullum crimen sine lege scripta, mutlak berlaku diwilayah negara undangan Indonesia diterapkan bagi
Sejarah Hukum Internasional
itu terlebih dahulu belum bahwa pelanggaran hukum yang bersangkutan terhadap setiap orang yang melakukan sesuatu
penlichen recht pada tahun 1801. Yang dirumuskan Klasik (1930)
dinyatakan dalam suatu pidana hanya ada dalam hukum semua orang, baik terhadap tindak pidana di Indonesia”.
mengandung arti dalam bahasa latin berbunyi : nulla aturan undang-undang. tertulis yang di buat oleh
poena sine lege: nulla poena sine crimine: nullum warga negara sendiri maupun Artinya, hukum pidana Indonesia
legislatif atau parlemen dan
crimen sine poena legali. Ketiga frasa tersebut tidak berdasarkan aturan aturan terhadap warga negara asing berlaku bagi semua perbuatan pidana
Menurut asas teritorial, berlakunya
kemudian menjadi adagium nullum delictum, nulla kebiasaan. yang melalukan tindak pidana di yang terjadi di wilayah negara
Undang-undang pidana suatu negara
Untuk menentukan adanya wilayah negara tersebut. (Indonesia), baik dilakukan oleh warga
poena sine praevia lege ponali. Pada zaman romawi semata-mata digantungkan pada
perbuatan pidana tidak negaranya sendiri maupun oleh orang
di kenal adanya crimine extra ordinaria yang berarti tempat di mana suatu tindak pidana itu
boleh digunakan analogi
kejahatan – kejahatan yang tidak disebut dalam Kedua, makna asas legalitas terkandung telah dilakukan, dan tempat tersebut lain.
(qiyas).
undang undang. Diantara crimine extra ordinaria ini dalam postulat nullum crimen sine lege haruslah terletak di dalam wilayah
scripcta. Artinya, kebijkan kriminal harus negara yang bersangkutan.
adalah crimen stellionatus yang secara letterlijk
artinya perbuatan jahat atau durjana. berdasarkan prinsip spesifik melalui
Peraturan hukum pidana aturan aturan yang mengkriminalisasikan Pasal 3 KUHP yang berbunyi:
atau perundang-undangan suatu kelakuan manusia secara khusus “Ketentuan pidana dalam perundang-
Prof. van Hattum dalam buku F.A.F undangan Indonesia berlaku bagi setiap
tidak boleh berlaku surut. dan sejelas mungkin sehingga tidak
diinterpretasikan lain. Lamintang mengatakan bahwa, setiap
Menurut Moeljatno, baik adagium ini maupun asas orang yang di luar wilayah Indonesia
negara berkewajiban menjamin
legalitas tidak dikenal dalam hukum Romawi kuno. keamanan dan ketertiban di dalam melakukan tindak pidana di dalam
Demikian pula menurut Sahetapy yang menyatakan wilayah negaranya masing-masing. kendaraan air atau perahu”.
bahwa asas legalitas yang dirumuskan dalam Ketiga, makna asas legalitas terdapat Artinya, segala sesuatu yang dapat
bahasa latin adalah karena bahasa latin merupakan dalam postulat nullum crimen sine praevia berlayar, yang dapat, yang dapat
lege. Artinya aturan aturan pidana tidak
bahasa ‘dunia hukum’ yang digunakan pada waktu bergerak diatas air. Namun berdasarkan
boleh berlaku surut sehingga seseorang
itu. tidak boleh dipidana berdasarkan hukum Internasional, kendaraan air yang
ketentuan ketentuan yang belum ada dapat diberlakukan azas teritorial ini
pada saat ia melakukannya. adalah kapal perang dan kapal dagang
laut terbuka yang diberlakukan ius
Hazenwinkel suringa menyatakan, tidak ada suatu perbuatan
passaggii innoxii (ketentuan yang
yang dapat dipidana kecuali atas kekuatan undang-undang pidana
mengatur suatu kapal yang lewat secara
yang ada sebelum perbuatan itu dilakukan. Dalam pengetahuan Keempat, maknas asas legalitas adalah
damai di wilayah laut negara lain).
hukum aturan ini dikenal sebagai nullum delictum noela poena sine larangan menerapkan aturan aturan
praevia lege poenali. Asas ini dalam bahasa Latin diformulasikan pidana secara analogi.
oleh von feuerbach pada awal ke-19 dan merupakan produk dari
aliran klasik.