Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMK Yasiska

Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia

Kelas/ Semester : X / II ( Genap )

Materi Pokok : Pendudukan jepang, proklamasi kemerdekaan, dan terbentuknya


pemerintahan Indonesia

Alokasi Waktu : 9 x 45 menit (3x pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI 3 : Memahami , menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah


abstrak terkit dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


KI 3 IPK KI 3
Menganalisis peristiwa proklamasi  Menjelaskan peristiwa-peristiwa sekitar
kemerdekaan dan pembentukan proklamasi kemerdekaan Indonesia
pemerintahan pertama Republik  Menjelaskan makna yang terkandung dalam teks
Indonesia, serta maknanya bagi proklamasi kemerdekaan Indonesia
kehidupan sosial, budaya, ekonomi,  Menjelaskan proses peristiwa pembacaan teks
politik, dan pendidikan bangsa proklamasi kemerdekaan Indonesia
Indonesia  Menjelaskan respons rakyat Indonesia terhadap
pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia.
KI 4 IPK KI 4
Menalar peristiwa proklamasi  Mengolah informasi mengenai peristiwa
kemerdekaan dan pembentukan proklamasi kemerdekaan dan pembentukan
pemerintahan pertama Republik pemerintahan pertama Republik Indonesia, serta
Indonesia, serta maknanya bagi maknanya bagi kehidupan sosial, budaya,
kehidupan sosial, budaya, ekonomi, ekonomi, politik, dan pendidikan bangsa
politik, dan pendidikan bangsa Indonesia
Indonesia  Menyajikan informasi mengenai peristiwa
proklamasi kemerdekaan dan pembentukan
pemerintahan pertama Republik Indonesia, serta
maknanya bagi kehidupan sosial, budaya,
ekonomi, politik, dan pendidikan bangsa
Indonesia
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran menggunakan model Problem based learning dengan pendekatan
saintifik, peserta didik dapat peristiwa proklamasi kemerdekaan dan pembentukan
pemerintahan pertama Republik Indonesia, serta maknanya bagi kehidupan sosial, budaya,
ekonomi, politik, dan pendidikan bangsa Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan serta mampu mengembangkan dan menyajikan hasil analisis tentang peristiwa
proklamasi kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan pertama Republik Indonesia, serta
maknanya bagi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan bangsa Indonesia
D. Materi Pembelajaran
 Peristiwa sekitar proklamasi
 Menjelaskan peristiwa proklamasi kemerdekaan dan maknanya bagi kehidupan sosial,
budaya, ekonomi, politik, dan pendidikan bangsa Indonesia
 Menjelaskan peristiwa pembentukan pemerintahan pertama Republik Indonesia dan
maknanya bagi kehidupan kebangsaan Indonesia masa kini
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Metode : Slide show, Diskusi kelompok
Model : Problem Based Learning
F. Media Pembelajaran
 Laptop
 Infocus
 Slide power point
G. Sumber Belajar
 Buku Paket Sejarah Indonesia Kelas X
H. Langkah – Langkah Pembelajaran

Pertemuan Ke – 1

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu


Pendahuluan
1 Memberi salam
2 Memeriksa kenyamanan kelas, kesiapan dan kerapihan
peserta didik dan kebersihan kelas
3 Berdo ‘a 20 menit
4 Mengabsensi peserta didik
5 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
6 Menjelaskan tahapan kegiatan pembelajaran
Kegiatan Inti
Problem Based Learning 95 menit
1 Mengamati
 Peserta didik membaca dari berbagai sumber belajar
yang berkaitan dengan janji pemerintahan Jepang
dalam persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
 Peserta didik membaca dari berbagai sumber belajar
tentang dampak peristiwa Rengasdengklok dalam
persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia
2 Menanya
 Peserta didik Mengajukan pertanyaan mengenai janji
pemerintahan Jepang dalam persiapan proklamasi
kemerdekaan Indonesia
 Peserta didik mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan dampak peristiwa Rengasdengklok dalam
persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia
3 Pengumpulan Data
 Mengumpulkan data/informasi tentang janji
pemerintahan Jepang dalam persiapan proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
 Mengumpulkan data/informasi tentang dampak
peristiwa Rengasdengklok dalam persiapan
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
4 Mengasosiasi
 Mengevaluasi dampak janji pemerintahan Jepang dan
peristiwa Rengasdengklok dalam persiapan
proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam bentuk
laporan setelah menganalisis dan menyimpulkan
informasi atau data yang akan dikumpulkan.
 Menyimpulkan dampak janji pemerintahan Jepang dan
peristiwa Rengasdengklok dari informasi yang telah
dikumpulkan.
 Menyimpulkan korelasi antara dampak janji
pemerintahan Jepang dan peristiwa Rengas-dengklok.
5 Mengkomunikasikan
 Menyampaikan hasil evaluasi dan simpulan tentang
dampak janji pemerintahan Jepang dan peristiwa
Rengasdengklok dalam persiapan proklamasi
kemerdekaan Indonesia
 Mengkomunikasikan hasil evaluasi dan simpulan
tentang dampak janji pemerintahan Jepang dan
peristiwa Rengasdengklok dalam persiapan
proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam bentuk
laporan dan membacakannya.
Penutup
 Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan
dari materi yang telah disampaikan.
 Guru memberi penguatan terhadap materi yang telah
disampaikan. 20 menit
 Pemberian tugas
 Penjelasan materi dalam pertemuan berikutnya
 Menutup dengan salam

Pertemuan Ke – 2

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu


Pendahuluan
1 Memberi salam
2 Memeriksa kenyamanan kelas, kesiapan dan kerapihan
peserta didik dan kebersihan kelas
3 Berdo ‘a 20 menit
4 Mengabsensi peserta didik
5 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
6 Menjelaskan tahapan kegiatan pembelajaran
Kegiatan Inti
Problem Based Learning 95 menit
1 Mengamati
 Peserta didik membaca dari berbagai sumber belajar
yang berkaitan dengan proses peristiwa pembacaan
teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
 Peserta didik membaca dari berbagai sumber belajar
tentang makna yang terkandung dalam teks
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
 Mengamati teks proklamasi.
2 Menanya
 Peserta didik mengajukan pertanyaan mengenai proses
peristiwa pembacaan teks proklamasi kemerdekaan
Indonesia.
 Peserta didik mengajukan pertanyaan mengenai
makna yang terkandung dalam teks proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
3 Pengumpulan Data
 Peserta didik mengumpulkan data/informasi tentang
proses peristiwa pembacaan teks proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
 Peserta didik mengumpulkan data/informasi tentang
makna yang terkandung dalam teks proklamasi
kemerdekaan Indonesia.
4 Mengasosiasi
 Mengevaluasi proses peristiwa pembacaan teks
proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam bentuk
laporan setelah menganalisis dan menyimpulkan
informasi atau data yang akan dikumpulkan.
 Menyimpulkan makna yang terkandung dalam teks
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
5 Mengkomunikasikan
 Menyampaikan hasil evaluasi dan simpulan proses
peristiwa pembacaan teks proklamasi kemerdekaan
Indonesia.
 Mengkomunikasikan hasil evaluasi dan simpulan
tentang makna yang terkandung dalam teks
proklamasi kemerdekaan Indonesiadalam bentuk
laporan dan membacakannya
Penutup
 Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan
dari materi yang telah disampaikan.
 Guru memberi penguatan terhadap materi yang telah
disampaikan. 20 menit
 Pemberian tugas
 Penjelasan materi dalam pertemuan berikutnya
 Menutup dengan salam

Pertemuan Ke – 3

No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu


Pendahuluan
1 Memberi salam 20 menit
2 Memeriksa kenyamanan kelas, kesiapan dan kerapihan
peserta didik dan kebersihan kelas
3 Berdo ‘a
4 Mengabsensi peserta didik
5 Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
6 Menjelaskan tahapan kegiatan pembelajaran
Kegiatan Inti
Problem Based Learning
1 Mengamati
 Peserta didik membaca dari berbagai sumber belajar
yang berkaitan dengan respons rakyat Indonesia
terhadap pembentukan pemerintahan pertama
Republik Indonesia.
 Peserta didik membaca dari berbagai sumber belajar
yang berkaitan dengan pengaruh rapat raksasa di
Lapangan Ikada dalam proses pembentukan
pemerintahan pertama Republik Indonesia.
2 Menanya
 Peserta didik mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan respons rakyat Indonesia terhadap
pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia.
 Peserta didik mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan pengaruh rapat raksasa di Lapangan Ikada
dalam proses pembentukan pemerintahan pertama
Republik Indonesia.
3 Pengumpulan Data
 Peserta didik mengumpulkan data/informasi tentang
respons rakyat Indonesia terhadap pembentukan
pemerintahan pertama Republik Indonesia. 95 menit
 Peserta didik mengumpulkan data/informasi
tentangpengaruh rapat raksasa di Lapangan Ikada
dalam proses pembentukan pemerintahan pertama
Republik Indonesia.
4 Mengasosiasi
 Mengevaluasi respons rakyat Indonesia terhadap
pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia dalam bentuk laporan setelah menganalisis
dan menyimpulkan informasi atau data yang akan
dikumpulkan.
 Menyimpulkan respons rakyat Indonesia terhadap
pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia dari informasi yang telah dikumpulkan.
Mengkomunikasikan
5  Mengkomunikasikan hasil evaluasi dan simpulan
tentang respons rakyat Indonesia terhadap
pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia dalam bentuk laporan dan membacakannya.
 Mendiskusikan hasil laporan dan menyimpulkan
tentang respons rakyat Indonesia terhadap
pembentukan pemerintahan pertama Republik
Indonesia.
Penutup
 Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan 20 menit
dari materi yang telah disampaikan.
 Guru memberi penguatan terhadap materi yang telah
disampaikan.
 Pemberian tugas
 Penjelasan materi dalam pertemuan berikutnya
 Menutup dengan salam

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap : Instrumen
b. Penilaian pengetahuan : Tes lisan dan penugasan
c. Penilaian keterampilan : Menyajikan hasil penugasan

2. Instrumen Penilaian
a. Instrumen : Lembar Isntrumen
b. Tes Lisan : Tanya jawab dan Diskusi
c. Unjuk Kerja : Persentasi hasil penugasan
3. Instrumen Penilaian : Terlampir

Tangerang Selatan, Juli 2018

Mengetahui,

Kepala SMK Yasiska Guru Mata Pelajaran

Ismul Bathni S, S.T., M.Pd Hermansyah, S.E


NIK. - NIK
Lampiran 1

Teknik
No Aspek yang dinilai Waktu Penilaian
Penilaian

1. Sikap
a. Terlibat aktif dalam kegiatan penyusunan naskah Observasi Selama
drama dan bermain peran pembelajaran dan
b. Toleran dan apresiatif terhadap penampilan saat drama
kelompok berlangsung
c. Peduli dalam kegiatan pembelajaran
d. Disiplin selama proses pembelajaran
e. Jujur dalam menjawab permasalahan yang
diberikan
f. Tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas
2. Pengetahuan
Menyelesaikan soal yang relevan Penugasan Penyelesaian
pribadi
3. Keterampilan
Terampil menyusun naskah drama kreatif dan Analisa Penyelesaian
improvisatif dalam bermain peran kelompok

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP


Penilaian Observasi

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran:


1.      Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2.      Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
3.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
4.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara
terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.


1.      Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2.      Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi
masih belum ajeg/konsisten.
3.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi
masih belum ajeg/konsisten.
4.      Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus
menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1.      Kurang baik jikasama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
2.      Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten
3.      Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
4.      Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Sikap

Tanggung Kerja Percaya


Jujur Peduli Santun Disiplin
N jawab sama diri
Nama siswa
o B B B B B B B
K C B K C B K C B K C B K C B K C B K C B
S S S S S S S

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

K : Kurang C : CukupB : Baik BS : Baik Sekali


Lampiran 2

Penilaian Pengetahuan

Jawablah pertanyaan - pertanyaan di bawah ini dengan benar!


1.      Apa pokok perbedaan pendapat di kalangan aktivis dan tokoh Pergerakan Nasional
pascakekalahan Jepang dalam Perang Pasifik?
2.      Apakah makna proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 bagi bangsa Indonesia ?
3.      Pelajaran apa yang dapat anda ambil dari tindakan dan sikap para tokoh bangsa mengubah UUD
1945 sebagaimana dalam Piagam Jakarta? Apa relevansinya saat ini
4.      Apakah latar belakang utama diadakannya rapat akbar lapangan IKADA?
5.      Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari peristiwa Rengasdengklok ?
6.      Bagaimanakah hubungan Proklamasi dengan pengelolaan sumber daya alam ?

Kunci Jawaban
1.      Pokok utama perbedaan yag terjadi saat setelah Jepang menyerah terhadap Sekutu adalah
bagaimana proklamasi itu dapat terlaksana. Perbedaan terjadi antara golongan tua dengan
golongan muda. Golongan tua yang diwakili Soekarno lebih bersifat kooperatif sedangkan
golongan muda yang diwakili oleh Sutan Sjahri lebih bersifat nonkooperatif. Seokarno
berpendapat bahwa kemerdekaan dilaksanakan sesuai rencana PPKI (bentukan Jepang)
sedangkan golongan muda ingin segera mengumandangkan kemerdekaan yang artinya
Proklamasi Kemerdekaan harus sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia sendiri., bukan atas
usul ataupun persetujuan Jepang. Terjadi ide rencana dari golongan muda untuk menculik
Seokarno-Hatta guna mempercepat kemerdekaan Indonesia. Perbedaan pendapat ini akhirnya
menemui titik cerah sebagaimana terpenuhinya kesamaan antara Wikana yang mewakili
golongan muda dan Ahmad Soebardjo yang mewakili golongan tua. Disepakati bahwa
kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 17 agustus 1945.
2.      Makna proklamasi bagi rakyat Indonesia adalah :
         Merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan
         Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan
         Negara Republik Indonesia lahir
3.      Berubahnya rumusan Piagam Jakarta membuktikan bahwa para pemimpin dan tokoh bangsa
sangat menjunjung tinggi perbedaan dalam hal agama. Ini dibuktikan dengan unsur sila pertama
dalam Pancasila, yaitu KeTuhanan Yang Maha Esa. Sifat toleran seperti ini masih relevan sampai
saat ini di Indonesia, namun pada kenyataannya terkadang muncul konflik yang
mengatasnamakan suatu agama tertentu. Justru hal seperti ini muncul dari dalam intern
komunitas suatu agama tertentu. Jika saja setiap individu beragama mengerti akan unsur
pancaslia ketuhanan yang maha esa, maka bukan tidak mungkin sikap para tokoh bangsa dapat
terus terjaga relevansinya sampai saat yang akan datang.
4.      Rapat di lapangan IKADA merupakan bentuk protes perlawanan terhadap rencana Jepang
menyerahkan kekuasaan kepada sekutu pada tanggal 10 Sepetember 1945. Disisi lain para tokoh
pergerakan mendengar kabar bahwa Belanda ingin kembali berkuasa di Indonesia. Tujuan
diadakannya rapat di lapangan IKADA adalah sebagai berikut :
         Para pemimpin republik Indonesia dapat berbicara di hadapan rakyat sehingga semangat
kemerdekaan tetap bertahan di hati rakyat
         Menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan karena
perjuangannya sendiri, bukan atas pemeberian Jepang.
Makna diadakannya rapat di lapangan IKADA adalah :
         Berhasil mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya
         Merupakan perwujudan kewibawaan Pemerintah Republik Indonesia di hadapan rakyat
         Berhasil menggugah kepercayaan rakyat akan kekuatan bangsa Indonesia
5.      Kita tidak boleh memaksakan kehendak. Kita tidak boleh berpandangan bahwa pendapatnya
yang paling benar. Karena setiap kita dilingkupi banyak kekuarangan. Perbedaan adalah hal
biasa. Dan kalau dimanage dengan baik akan menjadi sebuah kekuatan yang besar

Pedoman penilaian
1)      Setiap soal apabila dijawab benar sempurna diberi nilai 25
2)      Setiap soal apabila dijawab mendekati benar diberi nilai 20
3)      Setiap soal apabila dijawab setengahbenar diberi nilai 15
4)      Setiap soal apabila dijawab tapi salah diberi nilai 5
5)      Setiap soal apabila yang tidak dijawab diberi nilai 0
Penugasan
Tanggal 6Agustus 1945 Hiroshima dibom oleh Sekutu. Hal yang sama terjadi di Nagasaki pada
tanggal 9 Agustus 1945. Bagaimanakah dampak bom tersebut terhadap kesehatan manusia. Buatlah
analisis singkat sepanjang 500 kata !

INSTRUMEN PENILAIAN PENUGASAN


SKOR
No. Kriteria
4 3 2 1
1 Kesesuaian hasil karya dengan penugasan
2 Ketrampilan menyusun artikel
3 Kreativitas
4 Ketepatan waktu pengumpulan tugas
5 Ketrampilan menganalisa sebuah persoalan
Jumlahskor

Keterangan:4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup baik, 1 = kurang baik