Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU
TAHUN 2021

A. PENDAHULUAN
Guna terciptanya lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman, nyaman
dan berkomitmen untuk menjamin dan melindungi Kesehatan dan
Keselamatan Kerja sumber daya manusia (SDM) di puskesmas, pasien,
pendamping pasien, pengunjung, maupun masyarakat di sekitar lingkungan
Puskesmas agar sehat, selamat dan bebas dari gangguan kesehatan dan
pengaruh buruk yang diakibatkan dari pekerjaan, lingkungan dan aktivitas
kerja.
Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan program yang
wajib direncanakan, dilaksanakan, dimonitor, dievaluasi dan ditindaklanjuti
pada seluruh jajaran Puskesmas Kecamatan Johar Baru. Tindak lanjut
dimulai dari Kepala Puskesmas, penanggung jawab pelayanan klinis hingga
seluruh karyawan.
Oleh karena pentingnya hal tersebut, perlu dilakukan penyusunan
program Kesehatan dan Keselamatan Kerja sehingga menjadi acuan dalam
penyusunan program mutu dan keselamatan pasien pada setiap unit kerja di
puskesmas.

B. LATAR BELAKANG

Upaya kesehatan kerja di puskesmas ditujukan untuk melindungi


pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta
pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. Upaya kesehatan kerja yang
dimaksud meliputi pekerja disektor formal dan informal dan berlaku bagi
setiap orang selain pekerja yang berada dilingkungan tempat kerja.
Berdasarkan Kepmenkes Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang kebijakan
dasar puskesmas menyatakan bahwa puskesmas merupakan unit pelaksana
teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab dalam
menyelenggarakan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya termasuk
upaya kesehatan kerja. Menurut International Labaour Organisation (ILO)
diketahui bahwa 1,2 juta orang meninggal setiap tahun karena kecelakaan
kerja atau penyakit akibat hubungan kerja (PAHK). Dari 250 juta kecelakaan,
3000.000 orang meninggal dan sisanya meninggal karena PAHK oleh sebab
itu diperkirakan ada 160 juta PAHK baru setiap tahunnya. Melihat data
tersebut maka sangat perlu diberikan perlindungan kesehatan dan
keselamatan kerja kepada masyarakat pekerja di wilayah kerja puskesmas
dengan tujuan meningkatkan kemampuan pekerja untuk menolong dirinya
sendiri sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan akhirnya
peningkatan produktivitas kerja . Untuk menerapkan pelayanan kesehatan
kerja di puskesmas, secara umum kita dapat melihat langkah-langkah yang
dapat diterapkan sebagaimana yang tertuang dalam pedoman pelayanan
kesehatan kerja yang meliputi perencanaan, pelaksanaaan dan evaluasi
serta memperhatikan aspek indikator yang harus dipenuhi. Strategi yang
dikembangkan adalah dengan cara terpadu dan menyeluruh dalam pola
pelayanan kesehatan puskesmas dan rujukan, dilakukan melalui pelayanan
kesehatan paripurna, yang meliputi upaya peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit akibat kerja, penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan. Serta peningkatan pelayanan kesehatan kerja dilaksanakan
melalui peran serta aktif masyakarat khususnya masyarakat pekerja.
Keselamatan pasien merupakan syarat untuk diterapkan di semua
puskesmas yang diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Puskesmas. Oleh sebab
itu, puskesmas harus meningkatkan mutu klinis dan keselamatan pasiennya.
Standar keselamatan pasien meliputi hak pasien, mendidik pasien dan
keluarga, keselamatan pasien dalam kesinambungan pelayanan,
penggunaan metode peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan
program peningkatan keselamatan pasien, peran kepemimpinan dalam
meningkakan keselamatan pasien, mendidik staf tentang keselamatan
pasien, dan komunikasi efektif. Pelaksanaan peningkatan mutu klinis dan
keselamatan pasien wajib mengupayakan penemuan sasaran keselamatan
pasien yang meliputi ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi
yang efektif, peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian
tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien, pengurangan resiko infeksi terkait
pelayanan kesehatan dan pengurangan resiko pasien jatuh.
Pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan
pasien sesuai dengan yang diucapkan Hiprocrates kira-kira 2400 tahun yang
lalu, yaitu primum, non nocere (first, do no harm). Semakin berkembangnya
ilmu dan teknologi, pelayanan kesehatan menjadi semakin kompleks dan
berpotensi terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan atau KTD (Adversed event)
apabila tidak dilakukan dengan hati-hati.
Data tentang KTD di Indonesia menunjukkan bahwa Kejadian Nyaris
Cedera atau KNC (Near Miss) masih langka, namun terjadi peningkatan
tuduhan “mal praktik” yang belum tentu sesuai dengan pembuktian akhir.
Mengingat keselamatan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat,
maka pelaksanaan program keselamatan pasien puskesmas perlu dilakukan.
Karena itu, diperlukan acuan yang jelas untuk melaksanakan keselamatan
pasien tersebut. Buku Panduan Nasional Keselamatan Pasien Puskesmas
yang berisi Standar Keselamatan Pasien Puskesmas dan Tujuh Langkah
Menuju Keselamatan Pasien Puskesmas diharapkan dapat membantu
puskesmas dalam melaksanakan kegiatannya. Buku panduan ini akan
dilengkapi dengan instrumen penilaian yang dimasukkan dalam program
akreditasi puskesmas.

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS

1. Tujuan Umum

Meningkatkan mutu layanan puskesmas melalui suatu sistem dimana


puskesmas membuat pasien menjadi lebih aman.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui tujuh standar keselamatan pasien.


b. Untuk mengetahui sasaran keselamatan pasien.
c. Untuk mengetahui langkah-langkah menuju keselamatan pasien.
d. Terciptanya budaya keselamatan pasien di puskesmas.
e. Meningkatnya akuntabilitas puskesmas terhadap pasien dan
masyarakat.
f. Terlaporakannya KTD, KNC, KPC dan Kejadian Sentinel di
puskesmas.
g. Terlaksananya program pencegahan sehingga KTD, KNC, KPC dan
Sentinel tidak terulang.

D. DASAR HUKUM
1. Peraturan Menteri Kesehatan No.11 Tahun 2017 tentang
Keselamatan Pasien.
2. Peratuan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat.
3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.
4. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
5. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
6. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Tabel 1. Kegiatan Pokok, Rincian Kegiatan, Cara Melaksanakan


Kegiatan dan Sasaran Kegiatan.

Cara
Kegiatan Rincian
No Melaksanakan Sasaran
Pokok Kegiatan
Kegiatan

1 Informasi dan Sosialisasi hasil Melakukan Tim


komukasi hasil kegiatan pertemuan Keselamatan
pelaporan Keselamatan sosialisasi untuk Pasien dan
keselamatan Pasien tiap capaian hasil Bab 9 UKP.
pasien. pertemuan rutin kegiatan
bulanan. Keselamatan
Pasien.

2 Penentuan Sosialisasi 1. Melakukan Petugas unit


dan sasaran pertemuan untuk layanan
pemantauan keselamatan melakukan klinis dan
sasaran pasien dan sosialisasi jajaran staf
keselamatan indikator mutu sasaran puskesmas.
pasien dan keselamatan keselamatan
indikator mutu pasien. pasien dan
keselamatan menentukan
pasien. indikator mutu
keselamatan
pasien untuk
setiap unit
layanan.

2. Mengumpulkan
indikator mutu
keselamatan
pasien dari
setiap unit
layanan.

3 Penentuan Sosialisasi 1. Melakukan Petugas unit


dan penetapan register risiko. pertemuan layanan
register risiko. untuk klinis dan
sosialisasi cara manajemen
penentuan risiko.
register risiko di
setiap unit
layanan.

2. Mengumpulkan
register risiko
dari setiap unit
layanan.

3. Menentukan
area prioritas.

4 Pemantauan 1. Sosialisasi 1. Melakukan Pegawai


pelaksanaan pelaporan pertemuan Puskesmas
kegiatan dan untuk Kecamatan
keselamatan pencatatan sosialisasi Johar Baru.
pasien dan insiden pelaporan dan
insiden keselamatan pencatatan
keselamatan. pasien. insiden.

2. Monitoring 2. Mengumpulkan
pelaporan dan membuat
insiden laporan insiden
keselamatan keselamatan
pasien dan pasien dan
tindak lanjut. tindak lanjut,
serta
melakukan
monitoring.

5 Evaluasi Evaluasi Berkoordinasi


pelaksanaan pelaksanaan Kasatpel UKP dan
dan tindak tindak lanjut Tim Mutu UKP.
lanjut program program kerja
tahun 2022. 2022.

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN DAN SASARAN


Cara pelaksanaan kegiatan program Keselamatan Pasien telah tertuang
pada tabel 1. Kegiatan Pokok, Rincian Kegiatan, Cara melaksanakan
Kegiatan, Sasaran Kegiatan Program Keselamatan Pasien.

G. SASARAN

1. Terpenuhinya sarana prasarana pelayanan Keselamatan Pasien di


Pukesmas Kecamatan Johar Baru dalam upaya meningkatkan
Pelayanan Mutu dan Keselamatan Pasien.
2. Terlaksananya kegiatan Keselamatan Pasien yang multi disiplin antar
profesi dan bekerja secara interdisiplin.
3. Sasaran Pedoman Keselamatan Pasien di Puskesmas Kecamatan
Johar Baru disusun untuk digunakan oleh seluruh unit layanan di
Puskesmas Kecamatan Johar Baru.

H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

2021
NO Rincian kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Informasi dan komukasi hasil x x x x x x x x x x x


keselamatan pasien dan
managemen resiko.

2 Penentuan dan pemantauan sasaran keselamatan pasien dan indikator mutu keselamatan
pasien.

Sosialisasi sasaran keselamatan x x


pasien dan indikator mutu
keselamatan pasien.

Mengumpulkan indikator mutu x x x x x x x x x x x x


keselamatan pasien dari setiap
unit layanan.

Monitoring unit layanan terkait x x x x x x x x x


keselamatan pasien.

3 Penentuan dan penetapan register risiko.

Sosialisasi keselamatan pasien x x


dan managemen register risiko.

Mengumpulkan register risiko x x x x x x x x x x


dari setiap unit layanan.

Menentukan area prioritas x

FMEA X

RCA Jika ada kasus.

4 Pemantauan pelaksanaan kegiatan Keselamatan Pasien dan Insiden Keselamatan.

Sosialisasi pelaporan dan x x


pencatatan insiden keselamatan
pasien melalui Gform

Mengumpulkan laporan x x x x x x x x x x x x
monitoring isiden keselamatan
pasien dan tindak lanjut

Sosialisasi stiker resiko x x

5 Evaluasi pelaksanaan dan tindak lanjut program tahun 2022.

Evaluasi pelaksanaan tindak x


lanjut program kerja 2022.

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. Setiap bulan Tim Keselamatan Pasien melakukan evaluasi
pelaksanaan kegiatan keselamatan pasien di unit kerja.
2. Setiap tiga bulan Tim Keselamatan Pasien melakukan evaluasi untuk
melihat pencapaian program dan rencana program dilaksanakan
setiap akhir tahun.
3. Setiap tiga bulan membuat laporan pelaksanaan kegiatan keselamatan
untuk Kepala Puskesmas.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan, evaluasi dan pelaporan kegiatan ini merupakan laporan dan


evaluasi pelaksanaan kegiatan. Pencatatan dilakukan setiap menemukan
kasus. Pelaporan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

Jakarta, 18 Februari 2021

Kepala Puskesmas PJ Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kecamatan Johar Baru

dr. Hayfa Husaen, M.Gizi dr. Irawadi Darmaputra, MKK


NIP 197801282006042007
KERANGKA ACUAN KERJA

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KECAMATAN JOHAR BARU

TAHUN 2021