Anda di halaman 1dari 12

SoalUjian MID Semester

1. Prof DR Makhfud MD menjelaskan untuk bias menciptakan


tatakelola Negara yang baik, diperlukan 5 syarat. Coba anda
jelaskan ke lima syarat tersebut. Menurut pendapat saudara apakah
prasyarat sudah cukup atau belum.

Jawaban :
5 syarat tata kelola Negara yang baik menurut Mahfud MD adalah sebagai
berikut :
a) Menciptakan efisiensi dalam manajemen sector public dengan
memperkenalkan model-model pengelolaan perusahaan di lingkungan
administrasi pemerintahan, melakukan kontrak-kontrak dengan pihak
swasta atau NGOs untuk menggantikan fungsi yang ditangani
pemerintahan sebelumnya, dan melakukan desentralisasi administrasi
pemerintahan.
b) Menciptakan akuntabilitas publik, dalam arti apa yang dilakukan oleh
pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada public.
c) Tersedianya infrastruktur hukum yang memadai dan sejalan dengan
aspirasi masyarakat dalam rangka menjamin kepastian system
pengelolaan pemerintahan.
d) Adanya system informasi yang menjamin akses masyarakat terhadap
instrument hokum dan berbagai kebijakan pemerintah.
e) Adanya transparansi dari berbagai kebijakan mulai dari proses
perencanaan hingga evaluasi sebagai pelaksanaan hak dari masyarakat
(rights to information).

Menurut pendapat saya syarat syarat yang disebutkan diatas sebagai


syarat untuk pelaksanaan tata kelola pemerintah yang baik sudah bagus,hal
yang selanjutnya harus dilakukan adalah bagaimana semua syarat tersebut
dijalankan dengan baik agar syarat tatakelola yang dilakukan berjalan
dengan seperti yang diharapkan. Dikarenakan dalam pelaksanaan tata
kelola pemerintah terdapat tiga unsur pokok yang bersifat sinergis atau
saling berhubungan dalam menata pengelolaan pemerintahan yang baik,
ketiga unsur pokok tersebut ialah Unsur pemerintah yang dipercaya
menangani manajemen negara pada suatu periode tertentu,Unsur
swasta/wirausaha yang bergerak dalam pelayanan publik dan Unsur warga
masyarakat (stakeholders),jadi ketiga unsur memegang peranan penting
dikarenakan ketiganya saling berhubungan satu sama lain serta ketiga
unsure ini diharapkan dapat menjalankan syarat tersbut agar pelaksanaan
gcg yang baik dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan.

2. Konsep Governance pada dasarnya dapat dimaknai minimal dalam 3


hal. Coba anda jelaskan pemaknaannya tersebut. Menurut saudara
apa makna lain yang terkandung dalam konsep governance tersebut
sehingga timbulnya konsep tersebut.

Jawaban :
a. governance sebagai sebuah rangkaian proses pembentukan
(pengambilan) kebijakan yang melibatkan berbagai pihak yang
berkepentingan.
b. governance sebagai implementasi atau pelaksanaan
kewenangan/kekuasaan untuk mengelola berbagai urusan negara (dalam
arti pelaksanaan kebijakan yang telah diputuskan).
c. “governance’ sebagai instrumen negara untuk mendorong terciptanya
kesejahteraan ditengah-tengah masyarakat.
3. Dalam pelaksanaan good governance di kabupaten Solok tindakan
apa yang sudah dilakukan oleh Bupati Gamawan Fauzi sehingga
pelaksanaannya dianggap fenomenal.

Jawaban :
a. Pos Pelayanan Satu Pintu (POSYANTU ),
Ide ini berawal dari adanya keluhan-keluhan dari masyarakat atas
pelayanan pemerintah daerah. Pelayanan kepada masyarakat selama ini
terkesan tidak efisien, tidak profesional, tidak transparan, tidak jelas,
dan bahkan berbelit-belit.
Tujuan POSYANTU adalah untuk memberikan pelayanan
perizinan dan non perizinan kepada masyarakat secara transparan dalam
hal waktu, biaya dan prosedur.

b. G to G pelayanan prima diberikan kepada Unit Kerja di


lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.
Tujuan G to G adalah:
 Memberikan kemudahan Unit kerja Pengguna Anggaran dalam
pengurusan uang.
 Memberikan kepastian waktu pelayanan kepada Pemegang Kas
menghindarkan terjadinya praktek memberi dan menerima dalam
pengurusan/penerbitan SPMU pada BPKD.
 Mengurangi resiko terjadinya kehilangan uang bagi pemegang kas. 

c. Tunjangan Daerah
Peningkatan kinerja aparatur pemerintah tidak terlepas dari sistem
penggajian kepegawaian. Sampai tahun 2004, di lingkungan pemkab.
Solok terdapat istilah “meja mata air dan meja air mata”.
Teknis Good Governance yg dilakukan: menghilangkan seluruh
jenis honor proyek, dan kemudian menggantikannya dalam bentuk
tunjangan daerah yang didistribusikan secara merata ke seluruh pegawai
di lingkung-an Pemkab. Solok, termasuk guru dan tenaga honorer.

d. Pengadaan Barang dan Jasa


Petunjuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan
Pemkab. Solok didasarkan pada SK Bupati Solok No.28 Tahun 2005,
yang sebagian besar mengacu kepada Kepres Nomor. 80 Tahun 2003
tentang Pedoman pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden
Nomor 32 Tahun 2005.
Berdasarkan wawancara, sistem pengadaan barang dan jasa sudah
berjalan cukup fair di Kabupaten Solok. Hal tersebut ditunjukkan oleh
kesempatan yang diberikan secara terbuka kepada siapa saja yang
mampu memenuhi syarat standar yang ditetapkan.
Menurut rekanan, dengan sistem pengadaan barang dan jasa yang
berlaku saat ini, tidak ada lagi sistem arisan dalam proyek-proyek
pemerintah. Pemenang tender adalah yang terbaik dan paling memenuhi
syarat dari seluruh rekanan yang mendaftar.

e. Pakta Integritas
Tujuannya pakta integritas :
 mewujudkan aparatur negara yang bersih, berwibawa serta bebas
dari unsur KKN.
 mewujudkan kesepakatan dan kejujuran bersama antara pemerintah,
dunia usaha, dan masyarakat untuk menghindari terjadinya praktek-
praktek KKN.
 mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
masyarakat yang prima (best excelent).
 menuju birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional, tanggap dan
bertanggungjawab.
f. Anggaran Berbasis Kinerja
adalah anggaran yang diajukan selalu berdasarkan program kerja
yang direncanakan, bukan sebaliknya program kerja yang mengikuti
anggaran yang tersedia.
Anggaran Berbasis Kinerja adalah sistem penyusunan anggaran
unit kerja yang berdasarkan kinerja (program kerja) selama tahun yang
bersangkutan.
Kabupaten Solok menciptakan sistem dan prosedur penyusunan
anggaran berbasis kinerja dengan mekanisme perencanaan partisipatif.
Mekanisme tersebut didasarkan pada SK Bupati Solok No.442/BUP-
2002).

g. Kesepakatan Kinerja (Performance Agreement)


adalah kontrak pelaksanaan program kerja selama 1 tahun yang
akan dipertanggungjawabkan oleh Pihak I kepada Pihak II pada akhir
tahun.
Di Kabupaten Solok, performance agreement yang dilakukan
adalah antara Bupati Solok (Pihak I) dengan DPRD Solok (Pihak II)
dan antara Kepala SKPD Solok (Pihak I) dengan Bupati Solok (Pihak
II). Dasar hukum performance agreement adalah nota kesepakatan.

h. Partisipasi Masyarakat
adalah suatu sistem yang mengikutsertakan masyarakat dalam
proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan
pembangunan.
Partisipasi Masyarakat merupakan salah satu unsur good
governance dalam pembangunan di kabupaten Solok, karena seluruh
kegiatan pembangunan di Kabupaten Solok dilakukan dan
diperuntukkan bagi masyarakat.
Dasar hukum partisipasi masyarakat di kabupaten Solok adalah
Perda No.5/1999 rev Perda No.7/2000 dan Perda No.5 Tahun 2004.
i. Pola Partisipatif
dalam sebuah kegiatan pembangunan, salah satu biaya yang harus
dianggarkan adalah biaya perawatan.
Untuk menjawabnya, Pemkab Solok sejak Tahun 1996/ 1997 telah
mengalokasikan dana untuk kegiatan peningkatan sarana prasarana
pelayanan publik pola partisipatif dalam bentuk dana mengambang.
Dana tersebut dimaksudkan untuk dapat memfasilitasi kebutuhan
pembangunan Nagari/masyarakat yang dananya tidak tertampung dalam
kegiatan lain pada APBD Kabupaten Solok.
Dengan kata lain dana tersebut disediakan untuk memecahkan
permasalahan pembangunan segera yang dihadapi dalam tahun berjalan.

j. Revolving Fund
Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Pemkab. Solok menunjukkan
permasalahan yang paling menonjol adalah mengenai pasar dan
permodalan.
Menjawab hal tersebut Pemkab. Solok menyediakan Skim Kredit
yang akan membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha yang
telah ada, yang kemudian dikenal dengan Program Revolving fund
(Dana bergulir).

k. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)


merupakan media pertanggungjawaban yang dibuat secara
periodik, memuat informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang
memberikan amanah atau pihak yang mendelegasikan wewenang.
4. Jelaskanlah apa makna yang tersirat dalam pelaksanaan Good
Governance.

Jawaban :
• Governance sebagai sebuah rangkaian proses pembentukan
(pengambilan) kebijakan yang melibatkan berbagai pihak yang
berkepentingan;
• Governance sebagai implementasi atau pelaksanaan
kewenangan/kekuasaan untuk mengelola berbagai urusan negara (dalam
arti pelaksanaan kebijakan yang telah diputuskan);
 
• Governance sebagai instrumen negara untuk mendorong terciptanya
kesejahteraan ditengah-tengah masyarakat.

5. Implementasi pelaksanaan GCG pada perusahaan pada dasarnya


terletak pada pengembangan hardware dan software. Coba jelaskan
dan menurut saudara mana yang paling penting dari kedua aspek
tersebut.

Jawaban :
• Pengembangan Hardware, yang bersifat teknis atas pembentukan
atau perubahan struktur dan sistem organisasi.
• Pengembangan Software, lebih bersifat psikososial ,mencakup
perubahan paradigma, misi, visi, nilai dan perilaku.

Dalam dunia bisnis ternyata sebahagian perubahan mengarah pada


aspek hardware, seperti penyusunan sistem, prosedur serta
pembentukan organisasi. GCG menyiratkan secara implisit, perusahaan
bukanlah sekedar mesin yang mengubah input menjadi output tetapi
adalah lembaga insani yang punya nilai , cita dan tanggung jawab
sosial. Konsep GCG mencerminkan pentingnya berbagi , peduli dan
melestarikan.

6. Coba saudara jelaskan mengapa perusahaan perlu melakukan GCG


tersebut.

Jawaban :
Menurut saya, penerapan GCG pada perusahaan menjadi penting
karena dapat berkontribusi mempertahankan dan meningkatkan
kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang dan
meningkatkan kepercayaan para investor, pemegang saham, dan
pemangku kepentingan lainnya.

7. Jelaskan juga prinsip-prinsip GCG tersebut.

Jawaban :
Good Corporate Governance adalah sebuah tata kelola perusahaan yang
berfokus pada keseimbangan antara tujuan ekonomi dan social dengan
tujuan peribadi dan kelompok, yang mana tugasnya adalah untuk
mencapai efesiensi dalam menggunakan sumber daya agar terciptanya
akuntabilitas dalam pengginaan sumber daya tersebut. Berikut beberapa
prinsip dari Good Corporate Governance :

a) Keterbukaan, dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan


keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan
mengenai perusahaan. Perusahaan akan menyediakan informasi yang
cukup, akurat, dan tepat waktu kepada seluruh stakeholders, sehingga
pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan perusahaan
mengetahui ;resiko yang mungkin trjadi keuntungan yang dapat
diperoleh dalam melakukan transaksi dengan perusahaan dan ikut serta
dalam mekanisme pengawasan terhadap jalannya perusahaan.
b) Akuntabilitas, kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban
organ-organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana
secarae fektif. Akuntabilitas menciptakan pengawasan efektif yang
mendasarkan pada keseimbangan hak dan tanggungjawab antara
pemegang saham, dewan komisaris dan direksi.

c) Tanggungjawab, kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap


peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip
perusahaan yang sehat. Perusahaan memenuhi dan mematuhi hokum
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
termasuk didalamnya pemenuhan hak-hak stakeholders, keselamatan
dan kesehatan kerja, dan penghindaran dari praktik bisnis yang tidak
sehat.

d) Kemandirian,keadaan dimana perusahaan dikelola secara professional


tanpa benturan kepentingan dan intervensi dari pihak manapun yang
tidak sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku dan
prinsip-prinsip perusahaan yang sehat. Dalam menjalankan tugas
kepengurusan perusahaan dan dalam melaksanakan peran pengawasan
atas jalannya perusahaan bebas dari intervensi pihakluar.

e) Kewajaran,keadilan dan kesetaraan didalam memenuhi hak-hak


stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Serta kepada stakeholders
diberikan perlindungan, kesempatan dan perlakuan yang wajar untuk
menuntut jika terjadi pelanggaran terhadap hak mereka.
8. Menurut saudara, pelaksanaan GCG untuk perusahaan BUMN
dengan perusahaan Public sama atau tidak. cobajelaskan.

Jawaban :
Menurut saya, sama. Karena dilihat dari tujuan GCG di perusahaan
BUMN, perusahaan akan berusaha untuk memaksimalkan nilai BUMN di
mata publik dengan cara: Meningkatkan keterbukaan, Meningkatkan
kepercayaan publik, Bertanggungjawab, Berlaku adil sehingga memiliki
daya saing, Mendorong pengelolaan BUMN secara profesional,
transparan, effesien dan meningkatkan kemandirian, Mendorong
perusahaan dalam mengambil keputusan dan menjalankankeputusan
dilandasi oleh moral yang tinggi dan mematuhi peraturan yang berlaku
serta menjaga kelestarian alam. Dengan ini perusahaan tersebut akan
mendapatkan penilaian positif dari masyarakat umum.

9. Menurut saudara apakah pelaksanaan GCG pada perusahaan swasta


sama dengan pelaksanaan GCG dari BUMN. Jelaskan!

Jawaban :
Sektor swasta sebagai pengelola sumber daya diluar negara dan
birokrasi pemerintahan harus memberi kontribusi dalam usaha
pengelolaan sumber daya tersebut. Penerapan cita tata kelola pemerintahan
yang baik mensyaratkan keterlibatan masyarakat dan organisasinya
sebagai kekuatan pengembang negara. Tata kelola pemerintahan yang baik
dapat terwujud apabila didukung dengan prinsip yang dapat
membangkitkan kepercayaan berupa partisipasi, penegakan hukum,
transparansi, responsif, kesetaraan dan keadilan, dan akuntabilitas.
10. Salah satu fungsi pelaksanaan GCG yaitu adanya sekretaris
perusahaan. Coba jelaskan fungsi dan tugas sekretaris perusahaan
tersebut.

Jawaban :
Fungsi sekretaris perusahaan:
a) Mengikuti perkembangan peraturan pasar modal yang berlaku.
b) Memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap informasi yang
dibutuhkan owner terkait kondisi emiten atau perusahaan.
c) Penghubung antara emiten dengan bapepam dan masyarakat
d) Jadi fungsi sekretaris perusahaan adalah pada dasarnya membantu
direksi untuk bisa berhubungan stake holdernya sebagai upaya untuk
meningkatkan loyalitas stake holder.
e) Menyusun laporan manajemen serta kegiatan yang berkaitan dengan
kesektariatan, penanganan hukum ,pengelolaan kehumasan ,sistem
manajemen mutu dan sistem informasi manajemen.

Tugas Sekretaris Perusahaan


a) Menyiapkan daftar khusus yang terkait dengan kepemilikan direksi
serta afiliasinya yang dapat menimbulkan benturan kepentingan.
b) Membuat daftar pemegang saham termasuk minoritasnya ( < 5%)
c) Menghadiri rapat direksi serta membuat notulen rapattersebut
d) Bertanggung jawab dalam penyelenggaraan RUPS
e) Mengkoordinasikan penyusunan L/K triwulanan, annual report
f) Mewakili perusahaan dalam menyelesaikan perselisihan hukum dengan
fihak ke 3 baik di dalam maupun diluar pengadilan
g) Menjadi fasilisator dalam pengembangan sistem manajemen mutu,
penyebarluasan informasi melalui jaringan.
h) Merekomendasikan spesifikasi teknis hardware dan software yang
dimiliki perusahaan.