Anda di halaman 1dari 6

AMELIA PRASETYA

17043002

1. Jelaskan apa kemungkinan yang bisa terjadi kalau perusahaan mengabaikan tanggung
jawab social, berikan contohnya yang lengkap !
Jawaban :
Tanggung jawab social merupakan wujud dari kepedulian perusahaan terhadap
masyarakat serta lingkungan tempat dimana perusahaan tersebut berada dengan tujuan
untuk mempromosikan keseimbangan antara keuntungan perusahaan dengan
keuntungan yang diperoleh oleh masyarakat serta memperoleh kepercayaan public.
Apabila bentuk tanggung jawab social diabaikan oleh perusahaan maka akan
berdampak terhadap perusahaan tersebut. Dampak jangka pendek bagi perusahaan
mungkin akan menguntngkan perusahaan karena perusahaan tidak mengeuarkan biaya
untuk program tanggung jawab social tersebut. Akan tetapi dampak jangka panjang
bagi perusahaan akan merugikan perusahaan karena bentuk tanggung jawab social
merpakan pondasi yang kuat bagi perusahaan maka otomatis jika perusahaan tidak
melakukan tanggung jawab social maka perusahaan akan kehilangan pondasi yang
kuat dalam menjalankan usahanya.
Contoh perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab social ;
Tanggung jawab social yang dilakukan oleh PT FREEPORT Indonesia yang
berdampak terhadap ketenagakerjaan dan peran perusahaan orang di papua, PT
FREEPORT Indonesia memberikan upah yang tidak adil kepada warga sekitar yang
bekerja dengan PT FREEPORT Indonesia. PT FREEPORT Indonesia tidak adil
dalam memberikan gaji terhadap pekeja asli Indonesia.

2. Coba saudara jelaskan bagaimana cara perusahaan memulai menerapkan CSR


diperusahaan serta langkah untuk mengadopsi CSR tersebut !
Jawaban :WS
a. Perencanaan CSR, sebagai awal pengendali dan pengawasan, melakukan
perencanaan pelaksanaan tanggung jawab social perusahaan meruapkan hal yang
dipandang penting. Perenncanaan menjadi satu dimensi keseriusan perusahaan
dalam ikut berpartisipasi dan emphaty terhadap berbagai masalah lingkungan dan
social. CSR butuh perumusan yang jelas baik materi, strategi, sasaran, penelitian
pemangku kepentingan dan anggaran yang dibutuhkan.
b. Implementasi tanggung jawab, merencanakan implementasi pelaksanaan tanggung
jawab dilapangan. Terdapat berbagai pendekatan yang dapat dijadikan pijakan
dalam mengimplementasikan praktik tanggung jawab social antara lain
sentralisasi, desentralisasi dan kombinasi.
c. Evaluasi tanggung jawab, dilakukan dengan tujuaan memperoleh temuan masukan
unuk perencanaan program atau kegiatan yang dilaksanakan, memperoleh berbgai
bahan pertimbangan dalam rangkaa mendukung pengambilan keputusan layak
atau tidak layak program tanggung jawab social di lanjutkan, dan lainlain.

3. Bila dikaitkan dengan prioritas pelaksanaan CSR menurut The World Business
Council Sustainable Development, jelaskan kemana arah perkembangan CSR
tersebut. Berikan contoh masing-masingnya !
Jawaban :
Tahun 1987, World Commission on Environtment and Development merilis Our
Common Future mengenai Sustainability development (Pembangunan
berkelanjutan). Pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat
memenuhi kebutuhan manusia tanpa mengorbankan kemampuan generasi YAD
dalam memenuhi kebutuhannya. Konsep ini mengandung arti :
a. Melindungi lingkungan untuk pembangunan ekonomi.
b. Pembangunan ekonomi tersebut harus memperhatikan dan melindungi sumber
daya di masa YAD.
c. Konsep pembangunan ekonomi yang meng-hancurkan sumber daya dilarang
karena dibutuhkan oleh generasi berikutnya.
The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) menjelaskan
bahwa CSR merupakan komitmen dunia usaha untuk terus bertindak etis, beroperasi
secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan
peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga
peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara luas. Peningkatan mutu
kehidupan mempunyai arti adanya kemampuan manusia sebagai individu anggota
masyarakat untuk dapat menanggapi keadaan sosial yang ada dan dapat menikmati,
serta memanfaatkan lingkungan hidup, termasuk perubahan-perubahan yang ada dan
sekaligus memelihara. Atau dengan kata lain, CSR merupakan cara korporat mengatur
proses usaha untuk memproduksi dampak positif pada masyarakat (Rudito et al.,
2004). CSR berarti perusahaan harus bertanggungjawab atas operasinya yang
berdampak buruk pada masyarakat, komunitas dan lingkungannya. Namun sebaliknya
juga harus memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar. Suatu perusahaan
tidak akan dapat bertahan lama apabila dia mengisolasikan dan membatasi dirinya
dengan masyarakat sekitarnya (Djajadiningrat dan Famiola, 2004).
Arah perkembangan CSR menurut The World Business Council for Sustainable
Development beserta contoh pelaksanaan CSR masing-masingnya :
a. Hak asasi manusia
Contoh : Pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan tidak mampu, pemberiaan
sarana pelatihan, dan lain sebagai macamnya.
b. Hak pekerja
Contoh : Pemberian fasilitas bedah rumah bagi pekerja yang pantas untuk
mendapatkannya, pemberian fasilitas rekreasi pekerja, jaminan kesehatan dan lain
sebagainya.
c. Perlindungan Lingkungan
Contoh : Penanganan limbah yang ada di sungai sekitar perusahaan dan pemukiman
warga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan lain sebagainya.
d. Hubungan dengan pemasok
Contoh : Pembelian bahan baku dengan pemasok yang berasal dari masyarakat sekitar
tempat perusahaan beroperasi, mensejahterakan pemasok, dan lain sebagainya.
e. Keterkaitannya dengan masyarakat
Contoh : Kegiatan bakti sosial di desa-desa, perbaikan infrastruktur bangunan
keagamaan di wilayah masyarakat sekitar, dan lain sebagai macamnya.
f. Hak-hak stakeholder
Contoh : Pemberian dividen yang sewajarnya kepada para pemegang saham
perusahaan, pemberian hibah kepada pemerinah, pemberian sumbangan kepada
masyarakat setempat apabila ada acara hari-hari besar, dan lain sebagainya.
g. Pemantauan pelaksanaan CSR
Contoh : Pemantauan dana CSR yang diberikan perusahaan

4. Jelaskan bagaimana perkembangan CSR tersebut dari awal sampai sekarang ini.
Menurut saudara untuk Indonesia tahap tersebut sudah sampai dimana. Berikan
contohnya !
Jawaban :

Perkembangan CSR berawal di Era tahun 1950-1960an. Prinsip Derma


(Charity Principle), awalnya berasal dari kesadaran pribadi manajemen perusahaan
dengan istilah berbuat baik untuk membantu orang lain (Charity) yang dipicu oleh
nilai spiritual. Prinsip Perwalian (Stewardship Principle), perusahaan adalah wali
yang dipercaya masyarakat untuk mengelola sumberdaya. Semakin tingginya
kepentingan perusahaan maka adanya CSR ini maka diharapkan kepentingannya tidak
terganggu. Periode 70-80an berkembangnya pemikiran manajemen terhadap
stakeholder. Penelitian Freeman, Donalson dan Preston menunjukkan perlunya
kewajiban perusahaan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memberikan
dampak terhadap perusahaan. Kewajiban ini bersifat sosial. Akhirnya digunakan
dalam CSR. Pada periode ini CSR mencari bentuk untuk mengukur dampak CSRnya
pada masyarakat sehingga melahirkan corporate social performance sebagai
penyempurnaan era 60an. Tahun 1987, World Commission on Environtment and
Development merilis Our Common Future mengenai Sustainability development
(Pemba-ngunan berkelanjutan). Yang didefinisikan: Pembangunan yang berkelan-
jutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia tanpa
mengorbankan kemampuan generasi YAD dalam memenuhi kebutuhannya. Konsep
ini mengandung arti :
a. Melindungi lingkungan untuk pembangunan ekonomi.
b. Pembangunan ekonomi tersebut harus memperhatikan dan melindungi sumber
daya di masa YAD.
c. Konsep pembangunan ekonomi yang meng-hancurkan sumber daya dilarang
karena dibutuhkan oleh generasi berikutnya.

Di Indonesia, istilah CSR dikenal pada tahun 1980-an. Namun semakin populer
digunakan sejak tahun 1990-an. Sama seperti sejarah munculnya CSR didunia dimana
istilah CSR muncul ketika kegiatan CSR sebenarnya telah terjadi. Misalnya, bantuan
bencana alam, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), beasiswa dll.  Melalui konsep
investasi sosial perusahaan “seat belt”, yang dibangun pada tahun 2000-an. sejak
tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang selalu aktif
dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai
perusahaan nasional. Dalam hal ini departemen sosial merupakan pelaku awal
kegiatan CSR di Indonesia.  Setelah tahun 2007 tepatnya Undang-Undang Nomor 40
tahun 2007 tentang kewajiban Perseroan Terbatas keluar, hampir semua perusahaan
Indonesia telah melakukan program CSR, meski lagi-lagi kegiatan itu masih
berlangsung pada tahap cari popularitas dan keterikatan peraturan pemerintah.
Misalnya, masih banyak perusahaan yang jika memberikan bantuan maka sang
penerima bantuan harus menempel poster perusahaan ditempatnya sebagai tanda
bahwa ia telah menerima bantuan dari perusahaan tersebut.

5. Terkait permasalahan CSR ada kelompok yang pro da nada pula yang kontra.
Jelaskan apa alasannya mereka yang pro CSR serta alasan mereka yang kontra CSR
tersebut. Serta bagaimana pelaksanaan yang sebaiknya menurut saudara !
Jawaban :
Kelompok yang Pro, dipicu oleh kenaikan laba signifikan yang diperoleh perusahaan
di Amerika karena menjalankan CSR . Jadi tanggung jawab manager tidak hanya
laba tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. Masyarakat
konsumen akan mendukung tindakan ini dengan membeli produk yang dihasilkan.
Kelompok yang kontra, CSR dapat menghambat sistem operasi pasar yang bebas.
Pasar bebas memerlukan alokasi sumber daya yang langka secara optimal. Konsep
ini merupakan konsep Market capitalism. Manager sebagai agen pemegang saham
berkewajiban memberikan laba yang optimal. Apabila CSR tidak memberikan laba
yang maksimal kepada shareholder maka ini akan bertentangan dengan kepentingan
sharehoder. Jadi harus dihentikan.
6. Jelaskan outcome dari CSR kalau dilihat dari perilaku perusahaan. Jelaskan juga
dampak positif dan negative yang mungkin terjadi
Jawaban :
Outcome dari CSR dilihat dari perilaku perusahaan :
a. Social Impact of corporate Behavior, pengaruhnya ini dapat berbentuk positif dan
negatif. Pengaruh positif yaitu Penyediaan lapangan kerja, Pemberian upah yang
layak, produk yang berkualitas dan lain-lainnya. Pengaruh negatif yaitu Limbah
yang beracun, produk yang tidak aman, penyuapan kepada pejabat dan politisi
serta produk yang tidak memenuhi kualitas standard
b. Corporate social Programe, program sosial yang dilakukan perusahaan agar dapat
simpati dari masyarakat sekitar maka perusahaan akan menyusun program-
program tertentu yang sangat dibutuhkan masyarakat baik bersifat jangka pendek,
menengah dan jangka panjang.
c. Corporate social policies, kebijakan perusahaan berkenaan dengan tanggung
jawab sosial korporasi dibuat sebagai panduan dalam pembuatan keputusan
masalah sosial yang terjadi secara berulang-ulang ataupun untuk mengatasi
permasalahan sosial yang memiliki nilai strategik bagi perusahaan.

Dampak positif pelaksanaan CSR :


a. Nilai ekonomi yang dihasilkan, yang didistribusikan terhadap kinerja perusahaan.
Misalnya penjualan, biaya operasi, kompensasi untuk perusahaan.
b. Implikasi keuangan dan munculnya resiko keuangan akibat perubahan iklim,
seperti banjir, angin topan, peningkatan suhu udara.
c. Cakupan rencana pensiun yang akan dilakukan perusahaan terhadap karyawannya.
Cakupan ini berguna untuk meningkatkan motivasi karyawan untuk menngkatkan
kinerjanya.
d. Bantuan keuangan pemerintah kepada masyarakat dilokasi perusahaan berada. Ini
berguna untuk membandingkan besarnya pajak yang diberikan perusahaan kepada
pemerintah dengan besarnya bantuan pemerintah terhadap masyarakat setempat.
Idealnya kinerja perusahaan dianggap baik kalau terjadi keseimbangan antara
pajak yang yang dibayarkan dengan bantuan yang diterima masyarakat dari
pemerintah, dan lain-lain.
Dampak negatif pelaksanaan CSR :
a. Rawan disalahgunakan dan dikorupsi, dana CSR dapat berjumlah banyak,
terutama dari perusahaan besar. Dana ini bila tidak diawasi dengan baik akan
rawan dikorupsi, terutama oleh oknum pemerintah yang seharusnya membantu
menyalurkan dana ini ke masyarakat.
b. Menimbulkan konflik kepentingan di masyarakat, bila CSR ini diberikan ke
pemerintahan, terutama yang melayani perizinan dan aparat penegak hukum,
maka dapat terjadi konflik kepentingan. Sebab, seharusnya aparat menjadi tergoda
untuk tidak menjalankan tugasnya dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

Anda mungkin juga menyukai