Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kematian

Rumah Sakit : RSUP Dr. Sardjito

Nama :
By. Rini Suwarti
RM :
00747430
Umur/paritas :
0 hari
Alamat :
Jln. Kesehatan No. 1 Sleman
Tanggal masuk RS :
10/03/2021
Tanggal meninggal :
11/03/2021
Diagnosis masuk RS. :
Respiratory distress syndrome ec hyaline membrane disease dd
meconium aspiration syndrome, BBLSR, KB, SMK SC ai ibu PPI,
PPROM 2 hari
Diagnosis akhir : Asfiksia neonatorum, respiratory distress syndrome ec hyaline
membrane disease dd meconium aspiration syndrome, BBLSR, KB,
SMK SC ai ibu PPI, PPROM 2 hari
Penyebab kematian : Respiratory distress
Tim jaga : HZA/SUL/RDI/NFW/AGI/LNI/ANF/MFA
Kronologi kasus :
Kronologi Hasil Pemeriksaan
Penunjang
(USG/Laboratorium/
CT Scan dan lain-
lain)
IGD Kronologis Lab 9/3/21
10/3/21 AL 10.43
21.00 WIB Pasien rujukan RS Merah Putih Magelang AE 4.18
JKN NPBI dengan G3P2A0 in partu kala 1 fase laten
Hb 11.4
DPJP dr.WAN dengan rapid sars cov2 IgG reaktif. Dengan
keterangan ketuban rembes sejak pagi (jam 5 Hct 34
G3P2A0, 41 tahun pagi) pasien kemudian dirujuk dikarenakan AT 335
HPHT 22/06/20 adanya IgG rapid antibody reaktif sehingga Alb 2.83
HPL 29/03/21 pasien dirujuk ke RSS. Kenceng-kenceng SGOT 18
UK 32 minggu 5 belum dirasa, lendir darah (-), gerakan janin SGPT 29
hari aktif. Keluhan demam -, batuk -, riwayat BUN 4.5
bepergian -, anosmia, nyeri tenggorokan -,
LDH 231
TD 127/76 mmHg pasien tinggal serumah dengan suami dan anak
N 87 kpm pertama, suami dan anak pertama asimptomatik CRP kuantitatif 11
R 20 kpm dan belum pernah periksa COVID, di rumah Cr 0.66
S 37.3 c sakit palang merah pasien diberi deksametason GDS 189
2x (13.30 dan 18.00), MgSO4 sejak jam 13.30 Na 139
BB 73 kg Riw. Menstruasi : siklus 28 hari, durasi 7 hari K 4.04
TB 153 cm Riw. Menikah : 1x sejak 2007 Cl 106
IMT 31.18 Riw. Obstetri :
Anti SARS COV-2
I.2008, spontan (anak hidup)
II.2015, SC ai plasenta previa (meninggal saat (IgG IgM)
umur 1 th) IgG reaktif
III.Hamil ini IgM non reaktif
Riw. ANC : puskesmas 4x, Sp.OG 4x
Riw. Operasi : 1 x thn 2015
Riw. HT (-), DM (-), asma (-), alergi (-),
penyakit jantung (-)
SMF Penyakit dalam : pasienr ujukan dari RS
merah putih dengan IgG sars cov reaktif,
keluhan awal perut kencanang dan air ketuban
sudah pecah. Keluhan demam -, sesak -, batuk
0, makan sedikit karena perut mbeseseg, mual
dan muntah -, kaki bengkak sejak 3 minggu.
Riwayat bepergian ke luar kota -, kontak
penderita covid -, riwayat covid sebelumnya -,
keluar rumah menggunakan masker +.

O: KU baik sadar
Abdomen janin tunggal, memanjang, preskep,
DJJ 138 kpm, his (+) 2x/10’25”/sedang
PD VU normal, dinding vagina licin, serviks
tebal agak lunak di tengah, eff 30%,
pembukaan 1 cm, AK (+) pooling cairan (+),
kepala S-3 lendir darah

A: PPI PPROM 1 hari, G3P2A0 hamil 32


minggu 5 hari, riwayat SC 5 tahun,
hipoalbuminemia, ibu IgG reaktif

P: Usul
Mondok srikandi
Inj Dexametason 5 mg/12 jam/iv (2x)
Nifedipin 10 mg/8 jam/po, ekstra jika ada his
SF 200 mg/24 jam/po
Kalk 500 mg/24 jam/po
Eritromisin 250 mg/6 jam/po
Lapor dr WAN SpOG(K) advis lain-lain acc,
hentikan pemberian MgSO4

UPD:
Diet ekstra putih telur
Vit C 200 mg/8 jam/po
Vit D 400 iu/12 jam/po
Zinc 20 mg/24 jam/po
Rawat ruang isolasi
Swab PCR H1 H2
Ro thorax post partus
Tindakan sesuai DPJP Obsgyn Raber Pulmo
USG : janin Tidak ditemukan di RM dan pasien
tunggal
memanjang,
preskep, DJJ (+),
gerak (+), AK
cukup, plasenta di
fundus.
TBJ 1900 gram
CTG
FHR baseline 140
Variabilitas > 5
Akselerasi (+)
Deselerasi (-)
Gerak (+)
His 2x/10’/135
mVu
Kesan kategori I

Srikandi S: ketuban rembes (+) warna hijau, kencang- PD:


10/3/21 kencang jarang, gerak janin aktif
21.00 WIB O: KU: baik sadar V/U tenang, dinding
JKN NPBI vagina licin di
DPJP dr.WAN A: fetal compromised, PPI, PPROM 2 hari, tengah, effecement
G3P2A0 hamil 32 minggu 6 hari riwayat SC 5 15 %, pembukaan
G3P2A0,41 thn thn yll, ibu IgG covid 19 reaktif.
(-), kepala di S3,
HPHT 22/06/20
HPL 29/03/21 P : ususl re SC emergency STLD (-), AK (+)
UK 32 minggu 5 Lapor dr.WAN SpOG (K) hijau, BS 2
hari Acc Dx TX

TD 121/76 mmHg
N 84 kpm
R 20 kpm
S 37.3 C

BB 73 kg
TB 153 cm
IMT 31.18

His 1x/10’/15”
DJJ 151 kpm
FHR baseline 145
Variabilitas < 5
Akselerasi (-)
Deselerasi (+)
rekuren late
Gerak (+)
His (+) 2x/10’/145
mVu
Kesan kategori 2
OK 403 PPA supervisi dr WAN dengan asisten RNO
10/3/21 dan AGI telah melakukan re SC emergency a.i
21.00 WIB fetal compromise, preterm, PPROM 2 hari,
JKN NPBI riwayat SC 5 tahun yll, P3A0, H0
DPJP dr.WAN
Pukul. 15.00 WIB bayi lahir jenis kelamin laki-
G3P2A0,41 thn laki, BBL 1376 gr, PB 38.5 cm, LK/Ld 29/25
HPHT 22/06/20 cm, A 7//9
HPL 29/03/21
UK 32 minggu 5 Pukul 21.20 WIB plasenta lahir lengkap, berat
hari 500 gr, UK 14 x 15 x 1.5 cm, PT 38 cm,
insersi parasentralis, kalsifikasi (-)
TD 127/76 mmHg
N 87 kpm
R 20 kpm
S 37.3 c

BB 73 kg
TB 153 cm
IMT 31.18

IP 24
DS 27 ~ UK 31+5
Dokumentasi
UPA S: Bayi perempuan lahir tanggal 10/03/2021
10/3/21 jam 21.10 WIB. Ibu usia 41 tahun dengan
22.00 WIB G3P2A0 UK 32 minggu ( DS 38+5 minggu).
JKN NPBI Lahir tidak langsung menangis. Air ketuban
DPJP dr.WAN hijau keruh. A/S ½, resusitasi sampai dengan
intubasi ET No 2,5 FiO2 100% PEEP 6 PIP 20
P3A0, 41 thn (T piece) Sa 19-300%. Terdapat retraksi
Usia bayi 0 hari dalam, sianosis (+), grunting (+), air entry
bilateral -/-, D/S 5-6
HR 112 kpm Faktor risiko ibu:
R 60-80 kpm  KPD (+) 1 hari
S 36.1 C  Leukositosis AL 10,43
 DM (-)
BB 1376 kg  HT (+) MgSO4
PB 38.5 cm  Demam perpartum (-)
 HBsAg (-)
IP 24
 HIV (-)
DS 27 ~ UK 31+5
 Sifilis (-)
 COVID: Swab antigen (-) IgG reaktif

O: KU: hipoaktif, menangis lemah


T: 36,1 °C
CNS: S2-3, kejang (-), letargi (+)
Cor: HR: 112 kpm, bising (-)
Respi: RR 60-80 kpm, retraksi dalam (+),
sianosis (+), grunting (-), terintubasi ET No. 3 ,
Non cuff At lip 7, air entry bilateral +/+,
FiO2 81-83%,PCMV FiO2 50% PIP, PEEP
5+T1=0,3
GIT: BAB (-), distensi (-)
GUT: BAK (-)
Integumen: pale (+), sianosis (+), ikterik (+)

A: Asfiksia neonatroum
Respiratory distress syndrome ec hyaline
membrane disease dd meconium aspiration
syndrome
BBLSR, KB, SC a/I ibu PPI, PPROM 2 hari

P: A: Maintenance ET No. 3 non cuff at lip 7


B: On venti DCMV, FiO2 50%, PEEP 5, PIP
RR Set 40 kpm, TI: 0,3
C: IV Plug
D: -
Laporan Kematian:
Bayi baru lahir secara SC dari ibu usia 41
tahun, bayi perempuan dengan ibu G3P2A0 uk
32 minggu (DS 31+5 minggu) tanggal
10/3/2021 pukul 21.10 WIB, saat lhir tidak
langsung menangis, air ketuban hijau keruh
dengan APGAR score ½, dilakukan resusitasi
sampai intubasi ETT No. 2/5 FiO2 100% PEEP
6, PIP 20 (T piece) saturasi 19-30%, retraksi
dalam, sianosis (+), grunting + air entry
bilateral -/-, A/S 5-6, Faktor risiko ibu dengan
KPD > 24 jam, HT, swab antigen COVID (-),
BBL 1376 gram, PB 38,5 cm, LK 29 cm, LD
25 cm, LLA 7 cm. Saat diterima di NICU
pasien dengan kondisi tidak stabil, letargi,
desaturasi, disambung ke ventilator, mode PC-
SIMV, FiO2 60%-50% PEEP 5, PIP 20/RR
setting 40 kpm, didapatkan SpO2 max 81%
dengan leak sampai 97%. Terdengan grunting
 reintubasi dengan ETT lebih besar No. 3
non cuff, leak berkurang 45-70%, saturasu
tercapai 88%, edukasi orang tua terkait risiko
perburukan kondisi, dan rencana pemberian
surfaktan. Surfaktan diberikan jam 02.20 2,7 cc
saturasi 76-78%monitoring 20 menit,
dilanjutkan surfaktan kedua jam 02.40 2,7 cc
Saturasi 68-70% di jam 02.50, saturasi tercapai
sampai 86% dengan setting sama, dilakukan
pemasangan IV line dan ambil sampel darah
jam 04.00 didapatkan kondisi menurun HR 120
kpm, saturasi sampai 60%, mulai dilakukan
bagging. T Piece, FiO2 100%, PIP 20, PEEP 5.
Jam 04.30 bradikardia, HR 50 kpm, dilakukan
RKP terkoordinasi saturasi 37%
Jam 04.45 HR 26 kpm, diberikan epinefrin 1x,
lanjut RKP 5 siklus, epinefrin diberikan total
4x
Jam 05.00 EKG asistol pupil midriasis, apneu,
EKG Flat. Pasien dinyatakan meninggal di
hadapan keluarga pukul 05.15 WIB

Kesimpulan Penyebab Kematian: Asfiksia Neonatroum, BBLSR, KB, SC pada post re SC


emergency a.i fetal compromise, preterm, PPROM 2 hari, riwayat SC 5 tahun yll, P3A0

RAHASIA
Hanya untuk kepentingan evaluasi mutu pelayanan

DAFTAR TILIK ANALISIS PENYIMPANGAN MORTALITAS


Diperiksa oleh dokter Tgl CM : 00747430
:

Diagnosis/tindakan Asfiksia neonatroum


utama Respiratory distress syndrome
ec hyaline membrane disease
dd meconium aspiration
syndrome
BBLSR, KB, SC a/I ibu PPI,
PPROM 2 hari

Penyebab kematian Respiratory distress syndrome


ec hyaline membrane disease
dd meconium aspiration
syndrome
Petunjuk: Periksalah catatan medik pasien dan jawablah setiap pertanyaan dengan memberi
tanda ( √ ) pada kolom jawaban YA atau TIDAK yang sesuai sampai keputusan B (beralasan)
dibuat atau ? (tidak beralasan) dibuat. Tuliskan alasannya untuk setiap jawaban. Tentukan
area akar masalah yang sesuai dan uraikan secara singkat.
“TIDAK DIPERKENANKAN MENCANTUMKAN DAFTAR INI DALAM DOKUMEN
REKAM MEDIK PASIEN. DISERAHKAN KE PANITIA AUDIT MEDIK UNTUK
DOKUMENTASI.
Jawaban
No YA TIDAK
Pertanyaan Keterangan
. Pergi Pergi
ke ke
Apakah suatu diagnosis ditegakkan dalam 48

jam sejak masuk rumah sakit ?
Apakah ini suatu kasus terminal yang tidak

dapat kembali baik ?
Apakah tindakan-tindakan diagnosis sesuai

dengan bukti-bukti yang ada ?
Apakah kejadian penyebab berkaitan dengan

(suatu komplikasi) diagnosis yang tepat ?
Apakah kejadian penyebab dapat diatasi bila

diagnosis yang tepat sesuai sebelumnya ?
Apakah kematian disebabkan oleh karena

kejadian penyebab (penyulit) terduga ?
Apakah tindakan-tindakan pencegahan yang

dikenal tersedia ?
Apakah tindakan-tindakan pencegahan yang

tersedia diambil ?
Apakah tindakan-tindakan pencegahan diambil
dengan cara yang memadai dan tepat pada √
waktunya ?
Apakah pasien atau anggota keluarga yang
bertanggung jawab menginginkan tindakan-
tindakan pencegahan diambil ? Anggaplah YA √
kecuali bila memang apa yang tertulis
menyatakan sebaliknya.
Apakah lebih besar kemungkinannya untuk
dapat diatasi kalau tanda-tanda permulaan

kejadian penyebab dapat diamati atau dapat
ditetapkan dan harus dikenal ?
Apakah ada pencatatan dari tanda-tanda

semacam itu di dalam catatan medik ?
Apakah tanda-tanda tersebut
dikenal/dikomunikasikan sebagai bukti dan √
mulainya kejadian penyebab ?
Apakah ada cukup banyak bukti yang
menyatakan kalau diagnosis yang dibuat atau

masalah yang diketemukan sesuai dengan bukti
yang ada ?
Apakah adanya kejadian penyebab dikenal ? √
Apakah diagnosis/keadaan dapat diatasi ? √
Apakah pengobatan diberikan dengan cara yang

memadai dan tepat pada waktunya ?

KODE AREA KEJADIAN DEFISIENSI Penjelasan singkat :


(lingkari yang sesuai, bisa lebih dari satu)
Administrasi/manajemen RS (fasilitas, peralatan,
kebijakan)
Staf/Unit pelayanan medik Pengawasan Pasien Risiko Tinggi
Anggota SMF/individual
Pelayanan klinik khusus (laboratorium, radiologi,
anesthesia, dsb)
Unit/Pelayanan Keperawatan
Perawat/individual
Pelayanan terapi bukan oleh dokter (fisioterapis,
nutrisionist, dsb)
Kondisi atau ketidaktaatan pasien.
Faktor Masyarakat (penolakan kepercayaan, dsb)
Perlu penyelidikan lebih lanjut.

Pengelola Utama Kasus / Pasien


Mengetahui,
Pimpinan Audit Kematian

(………………………………………) (………………………………………………………..)

Analisis Kematian

I. Penyakit-penyakit yang perjalanan penyakitnya berhubungan langsung dengan sebab


kematiannya
I.a. Penyebab kematian langsung (penyakit yang secara langsung menyebabkan
kematian)
I.b. Penyebab perantara (penyakit yang menyebabkan terjadinya penyakit yang
disebutkan pada I.a)
I.c. Penyebab perantara (penyakit yang menyebabkan terjadinya penyakit yang
disebutkan pada I.b
I.d. Penyebab utama (penyakit atau cedera yang merupakan awal dimulainya perjalanan
penyakit menuju kematian)

II. Penyakit/keadaan lain yang berperan terhadap kematian, tetapi tidak berhubungan
dengan urutan peristiwa penyakit pada bagian I
Penyebab kematian Respiratory distress
segera:

Penyakit yang Hyaline membrane disease dd


mendasari : meconium aspiration syndrome