Anda di halaman 1dari 16

Artikel Ilmiah

“STANDARD KOMPETENSI LULUSAN di INDONESIA”

Disusun oleh:

1. Alhafiz Sabian Nufus (20050974064)


2. Arnaldo Heiniklaas (20050974050)
3. Dimas Dwi Putra (19050974066)
4. Maria Alexandra .S.L.C. (20050974062)
5. Muh. Alwi Shihab (20050974072)
6. Nefira Annatasya (19050974063)
7. Titus Erwin Milianto (20050974036)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI


FAKULTAS TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2020/2021
ABSTRAK

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Ditinjau
dari segi pengertian, fungsi, manfaat hingga Pengembangan standar kompetensi lulusan
SMK/MAK. Artikel ini menggunakan pendekatan studi pustaka atau library research. Dalam
penelitian kepustakaan ini dilakukan proses mengumpulkan, menganalisis, mengolah dan
menyajikan buku dan teks-teks yang berhubungan dengan tema penelitian sebagai bahan
referensi dalam bentuk laporan kepustakaan. Data yang telah dikumpulkan, kemudian
dianalisis menggunakan metode content analysis. Standar kompetensi lulusan disebut juga
kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta
didik yang harusnya dipenuhi atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah yang tercakup ruang lingkup dari segi satuan pendidikan dan
kelompok mata pelajaran.

Kata Kunci : standar, kompetensi, lulusan, jenjang, Indonesia.

Abstract

This article aims to determine the Graduate Competency Standards (SKL). In terms of
definition, function, benefits to the development of competency standards for junior high
school graduates. This article uses a library research approach. In this library research, the
process of collecting, analyzing, processing and presenting books and texts related to the
research theme is carried out as reference material in the form of a library report. The data that
has been collected are then analyzed using the content analysis method. Graduate competency
standards are also called graduate ability qualifications which include the attitudes, knowledge
and skills of students that should be met or achieved from an educational unit at the primary
and secondary education levels which cover the scope in terms of educational units and subject
groups.

Keyword : standard, competence, graduate, level, Indonesia.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI ii


I. PENDAHULUAN

Apa itu Standar Nasional Pendidikan? Standar Nasional Pendidikan adalah persyaratan
minimal mengenai sistem pendidikan yang harus dipenuhi oleh setiap pelaksanaan satuan
pendidikan antara lain SD, SMP, SMA/SMK, Universitas/Politeknik di Indonesia. Ada delapan
Standar Nasional Pendidikan di Indonesia antara lain standar kompetensi lulusan, standar
isi/kurikulum, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar proses, standar sarana dan
prasarana, standar pembiayaan, standar pengelolaan, standar penilaian. Kedelapan standar tadi
harus dipenuhi oleh setiap penyelengara satuan pendidikan dengan harapan tercapainya tujuan
nasional pendidikan di Indonesia sesuai dengan pembukaan Undang Undang Dasar 1945 pada
alinea keempat.

Pada kedelapan Standar Nasional Pendidikan diatas, kami kelompok empat dari mata
kuliah Pendidikan Vokasi kebagian materi mengenai Standar Proses. Apa itu standar proses?
Standar Proses merupakan standar yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan dalam
hal pelaksanaan pembelajaran. Standar Proses harus ditinjau dari perencanaan proses
pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penillaian proses pembelajaran, dan
pengawasan proses pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran berkaitan dengan
bagaimana pendidik dan tenaga kependidikan menyiapkan pelaksanaan pembelajaran yang
sesuai dengan kompetensi yang dibuat. Dalam hal ini, pendidik harus mampu membuat rencana
pembelajaran bagi peserta didik. Biasanya rencana tersebut disusun dengan membuat sebuah
tabel dengan nama RPP (Rencana Proses Pembelajaran). Lalu ada pelaksanaan proses
pembelajaran, yaitu dalam pelaksanaannya pendidik harus mampu membuat suasana belajar
yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. Kemudian, penilaian proses
pembelajaran diacu dengan menilai dari pelaksanaan proses pembelajaran yang berkaitan
dengan hasil belajar peserta didik maupun kinerja dari para pendidiknya. Sedangkan
pengawasan proses pembelajaran berkaitan dengan bagaimana pelaksanaan proses
pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan atau tidak.

Dengan hal itu kami kelompok empat membuat artikel ilmiah ini dengan tujuan agar
pembaca dapat memahami apa itu Standar Proses dari Standar Nasional Pendidikan yang
disusun dengan terperinci. Semoga pembaca dapat mengerti dan memahami apa yang kami
sampaikan ini.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 1


II. METODE PENELITIAN

Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian standar proses ini adalah metode
deskriptif analisis dengan teknik survei. Metode penelitian deskriptif ada hubungannya dengan
penjelasan suatu fenomena atau hubungan antara dua atau lebih fenomena (Iskandar, 2015).
Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan studi lapangan. Sedangkan
teknik analisis data dengan cara analisis statistik dengan model analisis jalur (path analysis).
Untuk melihat kondisi objektif pada objek penelitian, maka peneliti menetapkan
operasionalisasi variabel penelitian, disusun untuk memudahkan langkah-langkah dalam
mengumpulkan data yang diperoleh dari responden sesuai dengan teori, konsep, preposisi dan
asumsi dari variabel-variabel penelitian yang telah ditetapkan.

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh implementasi kebijakan standar proses
pendidikan terhadap manajemen kurikulum untuk mewujudkan efektivitas pembelajaran.
Metode analisis dalam topik ini menggunakan model causal efektual yang menganalisis
hubungan rasional yang menganalisa hubungan sebab akibat antara implementasi kebijakan
standar proses pendidikan, manajemen kurikulum dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini
berguna sebagai penelitian evaluasi atas implementasi kebijakan publik. Definisi implementasi
kebijakan publik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan definisi yang
dikemukakan oleh Ramdhani & Ramdhani (2017), yang menyatakan bahwa pelaksanaan
kebijakan publik adalah implementasi atau penerapan suatu kebijakan publik melalui program,
aktifitas, aksi, atau tindakan dalam suatu mekanisme yang terikat pada suatu sistem tertentu
Dengan dilakukannya penelitian ini akan menunjukkan hasil bahwa kebijakan standar
proses pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen kurikulum dan
efektivitas pembelajaran. Untuk mewujudkan efektivitas pembelajaran dapat dilakukan dengan
mengoptimalkan kebijakan standar proses pendidikan dan manajemen kurikulum.

Penelitian ini berguna sebagai penelitian evaluasi atas implementasi kebijakan publik.
Definisi implementasi kebijakan publik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
definisi yang dikemukakan oleh Ramdhani & Ramdhani (2017), yang menyatakan bahwa
pelaksanaan kebijakan publik adalah implementasi atau penerapan suatu kebijakan publik
melalui program, aktifitas, aksi, atau tindakan dalam suatu mekanisme yang terikat pada suatu
sistem tertentu.

Hasil pengujian hipotesis utama dalam penelitian ini nantinya dapat memberikan hasil
Implementasi Kebijakan Standar Proses Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Manajemen Kurikulum untuk mewujudkan Efektivitas Pembelajaran atau masih
belum memenuhi kriteria. Hasil penelitian ini juga akan menunjukan pengaruh yang relatif
besar atau sedikit, sehingga hasil penelitian ini nantinya memberikan gambaran bahwa
Implementasi Kebijakan Standar Proses Pendidikan yang optimal dan adanya Manajemen
Kurikulum yang baik itu seperti apa. Hal tersebut dapat memberikan evaluasi terhadap
pengaruh pada terwujudnya Efektivitas Pembelajaran.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 2


III. HASIL PENELITIAN

A. Karakteristik Pembelajaran
Karakteristik pembelajaran pada tiap satuan pembelajaran terpaut erat pada Standar
Kompetensi Lulusan serta Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan membagikan kerangka
konseptual tentang target pendidikan yang wajib dicapai. Standar Isi membagikan kerangka
konseptual tentang aktivitas belajar serta pendidikan yang diturunkan dari tingkatan
kompetensi serta ruang lingkup modul. Cocok dengan Standar Kompetensi Lulusan, target
pendidikan mencakup pengembangan ranah perilaku, pengetahuan, serta keahlian yang
dielaborasi buat tiap satuan pembelajaran.
Ketiga ranah kompetensi tersebut mempunyai lintasan perolehan (proses psikologis)
yang berbeda. Perilaku diperoleh lewat kegiatan menerima, melaksanakan, menghargai,
menghayati, serta mengamalkan. Pengetahuan diperoleh lewat kegiatan mengingat,
menguasai, mempraktikkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Keahlian diperoleh
melaluiaktivitas mengamati, menanya, berupaya, menalar, menyaji, serta mencipta.
Karaktersitik kompetensi beserta perbandingan lintasan perolehan ikut dan pengaruhi ciri
standar proses. Buat menguatkan pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik
antarmata pelajaran), serta tematik (dalam sesuatu mata pelajaran) butuh diterapkan
pendidikan berbasis penyingkapan /riset (discovery/inquiry learning). Buat mendesak
keahlian partisipan didik buat menciptakan karya kontekstual, baik individual ataupun
kelompok hingga sangat dianjurkan memakai pendekatan pendidikan yang menciptakan
karya berbasis pemecahan permasalahan (project based learning). Rincian gradasi perilaku,
pengetahuan, serta keahlian selaku berikut :
 Sikap
o Menjalankan
o Menghargai
o Menghayati
o Menerima
o Mengamalkan
 Pengetahuan
o Memahami
o Menerapkan
o Menganalisis
o Mengingat

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 3


o Mengevaluasi
 Keterampilan
o Menanya
o Mencoba
o Menalar
o Mengamati
o Menyaji
o Mencipta
Ciri pendidikan disesuaikan dengan ciri kompetensi. Pendidikan tematik terpadu di
SD/MI/SDLB/Paket A disesuaikan dengan tingkatan pertumbuhan partisipan didik. Ciri
proses pendidikan disesuaikan dengan ciri kompetensi. Pendidikan tematik terpadu di
MP/MTs/SMPLB/Paket B disesuaikan dengan tingkatan pertumbuhan partisipan didik.
Proses pendidikan di SMP/MTs/SMPLB/Paket B disesuaikan dengan ciri kompetensi yang
mulai menghadirkan mata pelajaran dengan mempertahankan tematik terpadu pada IPA
serta IPS. Karakteristik pembelajaran di SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C
Kejuruan secara keseluruhan berbasis mata pelajaran, meskipun pendekatan tematik masih
dipertahankan.
Standar Proses pada SDLB, SMPLB, serta SMALB diperuntukkan untuk tuna netra,
tuna pendengaran, tuna daksa, serta tuna laras yang intelegensinya wajar. Secara universal
pendekatan belajar yang diseleksi berbasis pada teori tentang taksonomi tujuan
pembelajaran yang dalam 5 dasawarsa terakhir yang secara universal telah diketahui luas.
Bersumber pada teori taksonomi tersebut capaian pendidikan bisa dikelompokkan dalam 3
ranah ialah: ranah kognitif, affektif serta psikomotor. Pelaksanaan teori taksonomi dalam
tujuan pembelajaran di bermacam negeri dicoba secara adaptif cocok dengan kebutuhannya
tiap- tiap. Undang- Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pembelajaran Nasional sudah
mengadopsi taksonomi dalam wujud rumusan perilaku, pengetahuan, serta keahlian.
Proses karakteristik pembelajaran sepenuhnya ditujukan pada pengembangan akan
ketiga ranah tersebut secara utuh, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa
dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh
menciptakan kualitas pribadi yang mengekspresikan keutuhan penguasaan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 4


B. Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pemeblajaran (RPP). Pada perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran, penyiapan media dan sumber belajar, penilaian pembelejaran
dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan.
1. Silabus
Silabus merupakan acuan dalam menyusun kerangka pembelajaran untuk setiap materi
pelajaran. Silabus setidaknya mencakup:
a. Identitas mata pelajaran (khusus SMP / MTs / SMPLB / Paket B dan SMA / MA /
SMALB / SMK / MAK / Paket C / Paket C Kejuruan);
b. Identitas sekolah (Nama satuan pendidikan dan kelas);
c. kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial kompetensi yang mencakup
aspek nilai sikap pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari peserta didik pada
jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran;
d. kompetensi dasar, merupakan kemampuan secara spesifik yang mencakup aspek nilai
sikap, pengetahuan dan keterampilan pada mata pelajaran.
e. Tema pelajaran (khusus SD / MI / SDLB / Paket A);
f. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis
dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi;
g. Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk
mencapai kompetensi yang diharapkan;
h. Penilaian, merupakan proses pengumpulan data dan pengolahan informasi untuk
mengetahui pencapaian dari peserta didik.
i. Alokasi waktu pembelajaran disesuaikan dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum, untuk waktu satu semester atau sampai satu tahun; dan
j. Sumber belajar yang digunakan dapat berupa buku cetak, media elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang masih relevan untuk digunakan.

Pada setiap tahun ajaran tertentu Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Lulusan
dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar daan menengah sesuai dengan pula
pembelajaran. Silabus berguna untuk menjadi acuan dalam penegembangan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 5


2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rencana atau rancangan kegiatan
pembelajaran tatap muka yang dilakukan untuk setiap satu pertemuan atau lebih.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pengembangan hasil dari Silabus
untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya untuk mencapai
Kompetensi Dasar (KD). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran wajib disusun oleh setiap
pengajar pada satuan pendidikan secara lengkap dan sistematis supaya pembelajaran
yang berlangsung berjalan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, dan juga memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
disusun berdasarkan Kompetensi Dasar maupun sub tema dalam satu pertemuan atau
lebih. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdiri atas:
a. Identitas sekolah (Nama satuan pendidikan);
b. Identitas mata pelajaran / tema / subtema;
c. Kelas / semester;
d. Materi pokok;
e. Alokasi waktu yang ditentukan sesuai dengan keperluan untuk Pencapaian
Kompetensi dasar dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran
dan waktu yang tersedia dalam Silabus dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai;
f. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar, menggunakan kata
kerja operasional yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan, dan dapat
diamati dan diukur;
g. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi;
h. Materi pembelajaran berupa fakta, konsep, prinsip, dan produser yang relevan, ditulis
sesuai dengan rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi;
i. Metode pembelajaran, digunakan untuk mewujudkan suasana pembelajaran dan
proses belajar peserta didik supaya dapat mencapai Kompetensi Dasar yang sesuai
dengan karakteristik peserta didik dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai;
j. Media pembelajaran, merupakan alat bantu yang digunakan untuk proses
pembelajaran guna menyampaikan materi pada setiap pelajaran;
k. Sumber belajar yang digunakan dapat berupa buku cetak, media elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang masih relevan untuk digunakan;
l. Tahap pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 6


m. Penilaian hasil pembelajaran.
3. Prinsip Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran hendaknya memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Terdapat perbedaan individual peserta didik yang satu dengan yang lain, antara lain
kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, potensi, bakat, motivasi dalam belajar,
kemapuan dalam bersosial, emosi, metode belajar, kebutuhan khusus, kecepatan
belajar, latar belakang budaya, norma, nilai dan atau lingkungan peserta didik.
b. Partisipasi aktif peserta didik.
c. Memusatkan pembelajaran pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar,
motivasi, minat, bakat, kreativitas, potensi, inisiatif, inspirasi, inovasi dan
kemandirian.
d. Pengembangan budaya membaca dan menulis untuk meningkatkan kegemaran
membaca, pemahaman bacaan, dan dapat berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang
memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, pengayaan, penguatan,
dan remidi.
f. Melakukan penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan Kompetensi Dasar, materi
pelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, sumber belajar,
dan penilaian dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h. Penerapan teknologi informasi dan komunikasisecara terintegrasi, sistematis, dan
efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 7


C. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksaan pembelajaran pada standar proses perkemendikbud N. 65/2013 ini terdapat 3
point, yang pertama yaitu :
a) Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
 Alokasi Waktu Jam Tatap Muka Pembelajaran
1.1 Siswa SD/MI : 35 Menit
1.2 Siswa SMP/MTS : 40 Menit
1.3 Siswa SMA/MA : 45 Menit
1.4 SMK/MAK : 45 Menit

 Buku Teks Pelajaran ini berfungsi untuk meningkatkan efisien efektivitas yang
jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

 Pengelolaan Kelas
o Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk dalam proses pembelajaran harus
dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran.
o Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat
didengar dengan baik oleh siswa.
o Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah dimengerti oleh
siswa.
o Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar
siswa.
o Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan
dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
o Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil
belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
o Guru mendorong dan menghargai siswa untuk bertanya dan mengemukakan
pendapat.
o Guru wajib berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
o Pada tiap awal semester, guru menjelaskan kepada siswa silabus mata pelajaran
o Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang
dijadwalkan.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 8


b) Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan Pembelajaran ini terdiri dari implementasi dari RPP yang telah dibuat ooleh
guru yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.

 Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, guru:


o menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
o memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan
perbandingan lokal, nasional dan internasional
o mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari
o menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
o menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

 Kegiatan Inti
Kegiatan ini menggunakan motode 2 model pembelajaran. Yang pertama yaitu
metode pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik
siswa serta mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu
dan/atau saintifik dan/atauinkuiri dan penyingkapan (discovery)
dan/ataupembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project
based learning)disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.
o Sikap
Sikap ini disesuaikan dengan karakteristiknya. Menerima, menjalankan,
menghargai, dan mengamalkan merupakan alternative yang dipilih untuk proses
proses afeksi.
o Pengetahuan
Pengetahuan ini terdiri dari aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Domain pengetahuan ini memiliki
perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar dalam domain keterampilan.
Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat
disarankan untuk menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian
(discovery/inquiry learning).

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 9


o Keterampilan
Keteramppilan adalah kegiatan yang mengamati, menanya, menalar, mencoba,
menyaji, dan mencipta. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu
melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquirylearning)dan pembelajaran yang
menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). Mata
pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong siswa untuk
melakukan proses pengamatan hingga penciptaan.
o Kegiatan Penutup
Kegiatan ini, guru dan siswa mempunyai hubungan baik secara individual atau
kelompok guna untuk melakukan refleksi mengevaluasi. Guru memberikan
umpan balik terhadap proes dan hasil pembelajaran. Guru melakukan kegiatan
tindak lanjut dalam bentuk pemberiian tugas, baik tugas individual atau tugas
kelompok. Guru akan menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan selanjutnya. Dan seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran hasil-hasil
yang diperoleh oleh siswa akan bermanfaat secara langsung maupun tidak
langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 10


D. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a) Penilaian Proses Belajar
Penilaian proses ini biasanya dilaksanakan saat proses pembelajaran
berlangsung, Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran
penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai
tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar dan mengajar terhubung dengan penilaian
terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa juga pola interaksi guru-siswa serta
keterlaksanaan proses belajar dan mengajar.
Tindak lanjut dari penilaian proses pembelajaran jika memperoleh hasil yang
kurang memuaskan, maka akan dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), itu artinya
seorang guru berusaha mencari tau penyebab kesukaran anak didik dalam proses belajar
tersebut, pada waktunya menemukan suatu cara sebagai solusi permasalahan tersebut.
Inilah yang menjadi asal usul PTK bagi seorang pendidik, Berbeda halnya dengan
kegiatan ujian atau ulangan, jika saja seorang guru menemukan anak didik yang tidak
memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pada KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
maka cara menyelesaikanya adalah dengan melakukan pembelajaran remedial.
Tujuan penilaian proses belajar mengajar pada hakikatnya bertujuan untuk
mengetahui kegiatan belajar mengajar, terutama efesiensi, keefektifan, dan
produktivitas dalam menggapai tujuan pengajaran, Dimensi penilaian proses belajar
mengajar sehubungan dengan komponen-komponen proses belajar mengajar seperti
tujuan pengajaran, metode, bahan pengajaran, kegiatan belajar dan mengajar guru, serta
penilaian.

Penilaian mempunyai sejumlah fungsi di dalam proses belajar mengajar, yaitu:

1. Sebagai alat guna mengetahui apakah siswa talah menguasai pengetahuan, nilai-
nilai, norma-norma dan keterampilan yang telah diberikan oleh guru.
2. Untuk mengetahui kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar.
3. Mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatan belajar.
4. Sebagai sarana umpan balik bagi seorang guru, yang bersumber dari siswa.
5. Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan belajar siswa.
6. Sebagai materi utama laporan hasil belajar kepada para orang tua siswa.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 11


b) Penilaian Hasil Belajar
Sudjana (2005) mengatakan “penilaian hasil belajar adalah proses pemberian
nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu”, Hal ini
memberitahukan apa yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. Tingkah laku atau
Perilaku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas yang mencakup banyak bidang
misalnya kognitif, afektif dan psikomotorik, Penilaian atau pengukuran hasil belajar
biasanya dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, terutama hasil belajar
kognitif yang berhubungan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan
pendidikan serta pengajaran.
Hasil belajar adalah hal yang dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi pelajar dan dari
sisi pengajar, Dari sisi pelajar, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental
yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar, Tingkat perkembangan
mental tersebut terwujud pada beberapa jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor,
Sedangkan jika dari sisi pengajar, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan
pelajaran.
Hasil belajar merupakan suatu puncak atau tujuan proses belajar, Hasil belajar
tersebut ada atau terjadi karena adanya evaluasi guru, Hasil belajar dapat berupa efek
pengajaran dan efek pengiring, Kedua efek tersebut bermanfaat bagi pengajar serta
pelajar.
Menurut Woordworth (dalam Ismihyani 2000), “hasil belajar merupakan
perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar”, Woordworth juga berkata
bahwa “hasil belajar adalah kemampuan aktual yang diukur secara langsung” Hasil
pengukuran belajar inilah yang akhirnya akan mengetahui seberapa jauh tujuan atau
puncak pendidikan dan pengajaran yang telah dicapai.
Dari penjelasan beberapa ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa belajar pada
hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa dalam bakat pengalaman dan
pelatihan.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 12


IV. KESIMPULAN

Karakteristik pembelajaran pada tiap satuan pembelajaran terpaut erat pada Standar
Kompetensi Lulusan serta Standar Isi. Karaktersitik kompetensi beserta perbandingan lintasan
perolehan ikut dan pengaruhi ciri standar proses. Karakteristik pembelajaran di
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket C/ Paket C Kejuruan secara keseluruhan berbasis mata
pelajaran, meskipun pendekatan tematik masih dipertahankan. Perencanaan pembelajaran
disusun dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pemeblajaran. Pelaksanaan
Pembelajaran ini terdiri dari implementasi dari RPP yang telah dibuat oleh guru yang meliputi
kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.

Penilaian proses ini biasanya dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung,


Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat
efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Penilaian
hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa
dengan kriteria tertentu. Hal ini memberitahukan apa yang dinilainya adalah hasil belajar siswa.
Hasil belajar merupakan suatu puncak atau tujuan proses belajar. Hasil belajar tersebut ada atau
terjadi karena adanya evaluasi guru. Hasil belajar dapat berupa efek pengajaran dan efek
pengiring, Kedua efek tersebut bermanfaat bagi pengajar serta pelajar.

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 13


Daftar Pustaka

https://anomsblg.wordpress.com/profesi-kependidikan/standar-proses-pendidikan/
https://journal.uniga.ac.id/index.php/K/article/download/168/159
https://silabus.org/karakteristik-pembelajaran/
https://www.google.com/amp/s/www.kerjausaha.com/2014/03/deskripsi-penjelasan-8-
standar-nasional.html/
https://www.msyarifah.my.id/penilaian-proses-dan-hasil-belajar/
Permendikbud No. 65/2013

PEND TEKNOLOGI INFORMASI 14