Anda di halaman 1dari 3

Botulismus pada hlanusia

BOT£JT.IS3'I IN HUHIAN

ABSTRAK
Clostridiunı ö otıı/in mu merupakan salah satu agen penyebab penyakit yang dapat
ditularkan lewat makanan. Bakteri ini mcng1ı‹ısi1kan neurotoksin yang meniınbulkan akil
‹t yang fatal. Berdasarkan atas spesifısitas serologis toksinnya dibedakan atas A, B, C, D, E, I“,
dan G. .Jenis A, R, F dan F dilaporkan sebagai penyebab kasus penyakit pada manusia.
V'alaupun botulismus j arang terjadi, nanıun harus diw aspadai mengingat akibat yang
ditimbulkannya cukup fatal. Dilaporkan bahwiı sebagi an besar kasus lıotulismus berasal
dari makanan kaleng yang= dipersiapkan di rumah.
Toksin yang dihasilkan G. 6of u f iti u ın tergantung kepada kenıampu an tumhulı sel- sel
bakteri serta kemampuan autolisisnya di dalam makanan (toksin dihasilkan oteli bakteri
dan dilopaskan pada saat autolisis). Beberapa faktor yang mempengaruhi produksi toksin
yaitu : kandungan Jlukosa atan maltosa dalam makanan, kelembaLan, pH, potensial €4-R.
garam, suhu, dan lama penyinıpanan.
Pcncegalıan botulismus dapat dilakukan ‹tengan t 1. 1 pemanasan yang memadai nutuk
membunuh spora bakteri, (2) segera mendinginkan makanan yang tidak dimasak ı di bav-ah
3,3"C) dan (8) segera mcngkonsumsi makanan yang siap santap nutuk mencegah pertunıbuhan
optimal dari bakteri.

I Vet 2001 *(1) .’ 28-36

ABSTRAt?T
C"lostricIic m l›‹›tiiliii run is one of the causal agent ‹if food borne disease. This baeteri‹i
produces several fatal neurtoxins and based on their sero1o‹ncal spesificities , tlit toxin arts
classified iiito A, B, C, IN, I'?, F and C . Ncurotoxins clasiiied as A, B. E and I“ were rt'portt•d to
cause diseases in human. Although botulism casey ‹me rarely report ed, this tood borue diseast
is of corcern as the disease is fatal to human. Host cases reporte'1 are originated from connect
food prepai-ed in households. The toxins produces by I ’ . br›/ii/iii iiin depend on the abilitv tit
bacterial cells to grow and to autolyse in the canned food as the toxins are released by autolvsis
of bacterial cells. Several factors influence the protluction of toxins such as glucose and maltose
cont ain of food, huniudity, pH, €)-It potencial, salt, t0Inpt•rature, and length of storage.
I3otuIisrn nan be prevented by 1) sufficient heating to kill bacterial spore, 2ifrcezing
imInedietly uncookt*d food bellow 3.3"C, anal 3 consuming food as soon as possible.

f Vet 2001 2(1) : 28-36

o urnal Veteriner, hlaret 2001


PENDAHULUAN dilaporkan di Argentina tetapi dikatakan
tidak meng akibatkan botulismus pada
Tîdak seperti haln ya ker aeun an m ann sia. Berdasarkan atas sifat tok-
makanan otel C’/ostridiuııı yenci ndens sinnya dapat juga digolongkan atas
yani diakibatkan oleh ingesti sejumlah dasmr kemampuan proteolitiknya dimana
desar se!. kej mdi an botulismus oleh 6’.
toksin j eni s A, B, dan I" bcrsifat proteoli
/›o/ı‹!/ıı ı/ın adalah akibat dari ingesti
tik, sedangkan jenis li tidak tFrazier dan
sejum la h t tık sin t neur oto k sin ) y an g
Westhoff, 1985; clay, 1978 ).
dilıasiikan oleh organisnıe yang tumbuh
dî da1am makanan tl'“razier dan Westhoff,
Karakteristik C. botulim iti.
19Ü S: .Jaj-. l9'7S
f’. /x›fıı /r/zızm termasuk bakteri yang
Kas us botulismus pert ama kali
bersifat mesofilic dengan suhu optimum
dilapork an t ah un 17 93 ser ta ‹ıyen
nutuk tumbuh yaitu 37° C? untuk strain
etiologinya pertama kali diisolasi t‹ı1ıun
jenis A d:n H serta .3O" C? untuk strain jcnis
189a oleh Van Ermengen. Wabah yang
E. Suhu tcrend:ıh dari strain jenis 4 dan
diteliti oleh 'V an E rm ongen terjadi di
B adal ah lü , ü C nam un pcrnoh jug a
Eelgia dengan kej adi an '3 4 kas us dan
dilaporkan Lahw a kuman dapat tumbulı
menew ask an tig a oran g pen deri ta.
pada suhu 10" U. Disisi lain spor a jenis E
Organisme penyebab dinamainya B‹tcillue
dikatakan mampu tumbuh dan mesg-
hotıılin.u m darî balıasa Latin botıılus
h asilk ım t oks in pad a suhu 3 ,3" Ü ,
yang bcrarti sosis. U. 6ote//ıı t/ın adalah
sementara jenis F dilaporkan tumbuh dan
kutuan Gram pozitif, anaerob, bcntuk
menghasilkan toksin pada suhu 40' t/
b at ana, dan b mrs p or a (Jay, 1978).
Secara umum strain jenis E dan B bcrsifat
Berdasarkan atas spesifisitas serologi
non-pr o te oI i ti k sert a s tr ai n F sma u
dttri toksinnya dikenal ada tujuh jenis
minimum untuk tumbuhnya lebih kurang
toksin yaitu : Jenis A, B, C, D, F, F,dan €'.
10' C, lebih rendah daripada strain A dan
Toksin A, B, E, dan F sebagai penyebab
B . Sedangk‹ın suhu maksimum nutuk
pcnyakit pada manusia. Toksin jenis A
tumbuhnya yaitu : jenis A dan 11 pada
umumnya sebagai penyebab botulismus
suhu 50" C. Strain jenis E memiliki suhu
di negara-negara bagian barat Amerika,
maksimum lima derajat lebih rendah dari
dimana toksin A bersifat lebih toks ik
strain A dan‘13 dendan suhu optimumnya
dib andî ngk an deng an tok sin jenis H.
yaitu 300(“ (teli› er, 1990 ; ‹Jay, 1978 .
Toksin jenîs R lebih sering dijumpai di
1'roduksi toksin dari C’. bot ul inımı
tanah dan bersifat kurang toksik dari
tergantung dari kemampııan set ımtuk
jenis A. Toksin C' mcrupakan penyeb‹ıD
tumbuh di el al am makanan dan mcnjadi
penyakit pada unggas, sapi, dan heıvan
autolis îs di sana (frazier dan Westlıoff,
Iai un ya. Tok si n D berkaitan dengan
19 b S). Lebih lanjut prod uks î toksin
keracunaz mak anan pada pakan sapi
dipengaruhi oleh komposisi dari mak;ınan
terutam a di Afrika fiel at an. Tok sin ü
atı u medium terut am a glukosa ata u
bersifat toksik p‹ıda manusia terutama
m‹ı1tosa yang diketahui san at potensial
ditcmukan pada ikan dan produk-
terh‹ıdap produksi toksin, keleınbaban,
produk ikan. Toksin F sama dengan
pH, pot en si al re dok, kad ar gar am ,
jenis A dan R yani diisoIasi di Denmark.
temperatur, dan waktu penyimpanan.
,Jenis G

Jurnal 1'eteriner, Maret 2001


Thank you for using www.freepdfconvert.com service!

Only two pages are converted. Please Sign Up to convert all pages.

https://www.freepdfconvert.com/membership