Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

ANALISA KIMIA AIR

PENETAPAN KADAR KLORIDA

OLEH : KELOMPOK II (DUA)


KARMITA HAMZAH
LINA NURKHASANAH
JULIYANTI TUNA
PUTRI AYU NINGSIH YUSUF
REGINA UMAR
FEBRI PULUMULO
PATRIFKA WALANGADI
RIZAL ARIFIN

PROGRAM STUDI DIII-ANALIS KESEHATAN

FAKULTAS SAINS TEKNOLOGI & ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO

2020
LEMBAR ASISTENSI
Makalah Analisa Kimia Air Praktikum yang berjudul Penetapan Kadar COD Dalam Air
Limbah di susun oleh :
Nama :
1. KARMITA HAMZAH

2. LINA NURKHASANAH

3. JULIYANTI TUNA

4. PUTRI AYU NINGSIH YUSUF

5. REGINA UMAR

6. FEBRI PULUMULO

7. PATRIFKA WALANGADI

8. RIZAL ARIFIN

Kelas : A
Prodi : DII- ANALIS KESEHATAN

No Hari / Tanggal Perbaikan Paraf

1.

2.

3.
LEMBAR PENGESAHAN
Makalah Analisa Kimia Air Praktikum yang berjudul Penetapan Kadar Klorida di susun
oleh :
NAMA : 1. KARMITA HAMZAH

2. LINA NURKHASANAH

3. JULIYANTI TUNA

4. PUTRI AYU NINGSIH YUSUF

5. REGINA UMAR

6. FEBRI PULUMULO

7. PATRIFKA WALANGADI

8. RIZAL ARIFIN

KELAS : A

PRODI : D-III ANALIS KESEHATAN

Pada hari ini…..tanggal….bulan Desember tahun 2020 telah di periksa dan di setujui oleh asisten
dosen dan dosen pembimbing, maka dengan ini di nyatakan di terima dan dapat mengikuti
praktikum berikutnya.

Gorontalo……Desember, 2020

Dosen pembimbing

Adnan Malaha, S.pd.,M.si

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Allah SWT atas segalah limpahan nikmat dan karunianya, sehingga

penulis dapat menyelesaikan praktikum dan penyusunan makalah ini sebagai salah satu syarat

untuk nilai praktikum pada mata kuliah Analisa Kimia Air program studi D-III Analis kesehatan.

Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada nabi besar kita nabi Muhammad SAW dan

para pengikutnya yang sampai sekarang mengikuti ajaran-ajaran beliau.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini sepenuhnya masih ada kekurangan

baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. apabila pembaca belum puas dengan laporan

yang kami buat, kami memohon kritik dan saran yang membangun agar kami bisa membuat

makalah yang lebih bagus dan lebih baik.

Penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini bermanfaat bagi bangsa dan negara yang

khususnya bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Gorontalo, Desember 2020

Penulis
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori


Air sebagai sumber daya alam sangat penting dalam kehidupan dimana kebutuhan

terhadap air itu sendiri baik dalam kehidupan sehari-hari yaitu di lingkungan rumah tangga

ternyata berbeda di setiap tingkat kehidupan manusia, setiap tempat atau setiap bangsa dan

negara. Oleh sebab itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap bisa digunakan dengan baik

oleh makhluk hidup terutama manusia. Pada saat ini, sumber daya air menjadi masalah utama

meliputi kuantitas air terutama air bersih yang semakin lama semakin menurun sehingga tidak

mampu memenuhi kebutuhan manusia (Risky B. Tombeng, Bobby Polii, 2013).

Air secara umum digunakan untuk berbagai keperluan misalnya seperti rumah tangga,

industri, pertanian dan transportasi. Sifat air yang unik adalah mampu melarutkan berbagai zat

baik dari fasa padat, cair, gas maupun mikroorganisme. Kondisi seperti ini yang berdampak pada

keberadaan zat-zat yang bisa dilarutkan dalam air tersebut. Jika zat terlarut tersebut tidak

mengganggu kesehatan manusia, maka bisa dikatakan air tersebut bersih. Sebaliknya, apabila

kadar zat terlarut tersebut melebihi dari nilai ambang batas (NAB) yang telah ditetapkan, maka

air tersebut dikatakan tercemar. Sebagai contoh, kadar air yang layak untuk diminum berbeda

nilai ambang batasnya dengan kadar air untuk industri atau transportasi. Penetapan nilai ambang

batas ini sudah diatur oleh Pemerintah dalam bentuk Peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri

Kesehatan Republik Indonesia.(Fitri Mairizki, 2017).

Instrumen tyang digunakan dalam penelitian ini adalah spektrofotometer, desikator, oven,

dan timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg.

1. Spektrofotometer
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi

dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek

kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan

sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding

dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. Sesuai dengan namanya adalah alat yang

terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum

dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya

yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer digunakan untuk

mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau

diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.

Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun campuran)

jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian

diserap dalam medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang

diteruskan dinyatakan dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan

konsentrasi sampel.

2. Desikator

Desikator adalah sebutan lain dari Eksikator. Yaitu sebuah alat yang terbuat dari kaca

berbentuk panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering seperti silika

gel sehingga pengaruh uap air selama pengeringan dapat diserap oleh silika gel tersebut.

Karena terbuat dari kaca yang tebal, maka Desikator tergolong peralatan laboratorium

yang berbobot. Terutama karena penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena

dilapisi vaseline.
Prinsip kerja alat ini yaitu bahan diletakkan ke dalam rak bagian atas, dan silica gel

diletakkan di bagian bawah rak Bahan-bahan tersebut tidak akan bisa menyerap uap air

dari lingkungan.

3. Oven

Oven merupakan salah satu alat laboratorium yang merupakan salah satu alat

analitik yang penting. Fungsinya untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat

laboratorium atau objek-objek lainnya. Selain itu, oven juga dapat digunakan untuk

mengeringkan sampel objek untuk dijadikan sebuah specimen.Memmert merupakan salah

satu produsen oven yang sudah terkenal di dunia, begitu juga di Indonesia. Biasanya

digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun

pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah

dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

Prinsip kerja open, dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang

ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu,

tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set

suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan.

Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu

oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.