Anda di halaman 1dari 50

/SESUAI DENGAN ASLINYA I

PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH

- ---

935, BH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA 01 WILAYAH KERETA API
DRIVRE OJ PALEMBANG

REV I TANGGAL CONTRACTNO. : I HALAMAN


00 I 06/03/2020 KM.201/Xl/l1/KA-2019 I 43 of 92

tersebut secara berulang-ulang dengan selang waktu istirahat selama penanganan,


dalam cuaca cerah. Alternatif lain, bilamana pengeringan yang memadai tidak
dapat dicapai dengan menggaru dan membiarkan bahan gem bur tersebut, Direksi
Pekerjaan dapat memerintahkan agar bahan tersebut dikeluarkan dari pekerjaan
dan diganti dengan bahan kering yang lebih cocok.
c. Timbunan yang telah dipadatkan dan memenuhi ketentuan yang disyaratkan
dalam Spesifikasi ini, menjadi jenuh akibat hujan dan banjir atau karena hal lain,
biasanya tidak memerlukan pekerjaan perbaikar. asalkan sifat-sifat bahan dan
kerataan permukaan masih memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi ini.
d. Perbaikan timbunan yang tidak memenuhi kepadatan atau ketentuan sifat-sifat
bahan dari Spesifikasi ini haruslah seperti yang diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan dan dapat meliputi pemadatan tambahan, penggemburan yang diikuti
dengan penyesuaian kadar air dan pemadatan kembal i, atau pembuangan dan
penggantian bahan.
e. Perbaikan timbunan yang rusak akibat gerusan banjir atau menjadi lembek setelah
pekerjaan tersebut selesai dikerjakan dan diterima oleh Direksi Pekerjaan haruslah
seperti yang disyaratkan dalam Pasal 2.2.1. dari Spesifikasi ini.
8) Pengembalian Bentuk Pekerjaan Setelah Pengujian
Semua lubang pada pekerjaan akhir yang timbul akibat pengujian kepadatan atau
lainnya harus secepatnya ditutup kembali oleh Kontraktor dan dipadatkan sampai
mencapai kepadatan dan toleransi permukaan yang disyaratkan oleh Spesifikasi ini.
9) Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja
Timbunan tidak boleh ditempatkan, dihampar atau dipadatkan sewaktu hujan, dan
pemadatan tidak boleh dilaksanakan setelah hujan atau bilamana kadar air bahan
berada di luar rentang yang disyaratkan dalam Pasal 2.2.3.

11.2.2 Bahan dan Jaminan Mutu


1) Sumber Bahan
Bahan timbunan harus dipilih dari sumber bahan yang disetujui sesuai dengan Seksi 1.8
"Bahan dan Penyimpanan" dari Spesifikasi ini.
2) Timbunan Biasa
a. Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari bahan
galian tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebagai
bahan yang memenuh i syarat untuk digunakan dalam pekerjaan permanen seperti
yang diuraikan dalam Pasal 2.1.1. dari Spesifikasi ini.
DENGAN ASLINYA

E
PEKERJAAN OED BANOUNAN BAWAH BH 915, BH
935. DU 987 DAN DH 998 UNTUK MEHDUKUNG
PEMBANGUHAH DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENJM·STASIUN SUKACINTA DI WD.AYAH
DRIVRE 111 PALEMBANG
- KERETA API

REV I TANGGAL I CONTRACTNO. : I HALAMAN


00 I 06/03/2020 I KM.201/XI/II/KA-2019 I 44 of 92

b. Bahan yang dipilih sebaiknya tidak termasuk tanah yang berplastis tinggi, yang
diklasifikasikan sebagai A-7-6 menu rut SNI-03-6797-2002 atau sebagai CH menurut
"Unified atau Casagrande Soil Classification System". Bila Penggunaan tanah yang
berplastis tinggi tidak dapat dihindarkan, bahan tersebut harus digunakan hanya
tidak memerlukan daya dukung atau kekuatan geser yang tinggi. Tanah plastis
seperti itu sama sekali tidak boleh digunakan pada 30 cm lapisan langsung di bawah
bagian dasar perkerasan atau bahu jalan atau tanah dasar bahu jalan. Sebagai
tambahan, timbunan untuk lapisarl ini bila diuji dengan SNI 03-1744-1989, harus
memiliki CBR tidak kurang dari 6% setealah perendaman 4 hari bila dipadatkan
100% kepadatan kering maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 03-
1742-1989.
3) Timbunan Pili han
a. Timbunan hanya boleh diklasifikasikan sebagai "Timbunan Pilihan" bila digunakan
pada lokasi atau untuk maksud dimana tim bun an pilihan telah ditentukan atau
disetujui secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.
b. Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan
tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas untuk timbunan biasa
dan sebagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari
maksud penggunaannya, seperti diperintahkan atau disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
c. Bahan timbunan pilihan yang akan digunakan bilamana pemadatan dalam keadaan
jenuh atau banjir yang tidak dapat dihindari, haruslah pasir atau kerikil atau bahan
berbutir lainnya dengan Indeks Plastisitas maksimum 6%.
d. Bahan timbunan pilihan yang digunakan pada lereng atau pekerjaan stabilisasi
timbunan atau pada situasi lainnya yang memerlukan kuat geser yang cukup,
bilamana dilaksanakan dengan pemadatan kering normal, maka timbunan pili han
dapat berupa timbunan batu atau kerikillempungan bergradasi baik atau lempung
pasiran atau lempung berplastisitas rendah . Jenis bahan yang dipil ih dan disetujui
oleh Direksi Pekerjaan akan tergantung pada kecuraman dari lereng yang akan
dibangun atau ditimbun, atau pada tekanan yang akan dipikul.
e. Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan
tanah berpasir (sandy clay) atau padas yang memenuhi persyaratan dan sebagai
tambahan harus memiliki sifat tertentu tergantung dari maksud penggunaannya .
Dalam segala hal, seluruh urugan pilihan harus memiliki CBR paling sedikit 10 %,
bila diuji sesuai dengan AASHTO T 193.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH BH 915,
935, 8H 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE DI PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/1I/KA· 2019 45 of 92

11.2.3 Penghamparan dan Pemadatan Tlmbunan


1} Penyiapan Tempat Kerja
a. Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat pada setiap tempat, semua
bahan yang tidak diperlukan harus dibuang 5ebagaimana diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan sesuai dengan PasaI2.2.1. dan 2.2.2 dari Spesifikasi ini.
b. Bilamana tinggi timbunan satu meter atau kurang, dasar pondasi timbunan harus
dipadatkan {termasuk penggemburan dan pengeringan atau pembasahan bila
diperlukan} 15 em bagian permukaan atas dasar pondasi memenuhi
kepadatan yang disyaratkan untuk timbunan yang ditempatkan diatasnya.
2} Penghamparan Timbunan
a. Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar
dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal
lapisan yang disyaratkan dalam Pasal 2.2.1.{3}. Bilamana timbunan dihampar lebih
dari satu lapis, lapisan·lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga sama
tebalnya.
b. Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke
permukaan yang telah disiapkan pada sa at cuaea cerah dan disebarkan.
Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan biasanya tidak diperkenankan,
teruama selama musim hujan.
c. Penimbunan kembali di atas drainase dan di belakang struktur harus dilaksanakan
dengan sistematis dan secepat mungkin segera setelah pemasangan pipa atau
struktur. Akan tetapi, sebelum penimbunan kembali, diperlukan waktu perawatan
tidak kurang dari 8 jam setelah pemberian adukan pada sambungan pipa atau
pengecoran struktur beton gravity. Sebelum penimbunan kembaii di sekitar
struktur penahan tanah dari beton, pasangan batu atau pasangan batu dengan
mortar, juga diperlukan waktu perawatan tidak kurang dari 14 hari.
3} Pemadatan Timbunan
a. Segera setelah penempatan dan penghamparan'timbunan, setiap lapis dipadatkan
dengan peralatan pemadat yang memadai dan disetujui Direksi Pekerjaan sampai
mencapai kepadatan yang disyaratkan dalam Pasal 2.2.4.
b. Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan
berada dalam rentang 3% di bawah kadar air optimum sampai 1% di atas kadar air
optimum. Kadar air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan
kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI
03·1742-1989.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED DANGUNAN DAWAH DH 915, DH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA BTABIUN
MUARAENIM-BTABIUN SUKACINTA DI WILAYAH KfRfTA API
DRlVRE UI PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/Xl/ll/KA-2019 46 of 92

e. Seluruh timbunan batu harus ditutup dengan satu lapisan atau setebal 20 em dari
bahan bergradasi menerus dan tidak mengandung batu yang lebih besar dari 5 em
serta mampu mengisi rongga-rongga batu pada bagian atas timbunan batu
tersebut. Lapis penutup ini harus dilaksanakan sampai meneapai kepadatan
timbunan tanah yang disyaratkan dalam Pasal 2.2.4. di bawah.
d. Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan sepert i yang disyaratkan,
diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan
berikutnya dihampar.
e. Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah
sumbu jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha
pemadatan yang sama.
f. Bilamana bahan timbunan dihampar pada kedua sisi pipa atau drainase beten atau
struktur, maka pelaksanaan harus dilakukan sedemikian rupa agar timbunan pada
kedua sisi selalu mempunyai elevasi yang hampir sama.
g. Bilamana bahan timbunan dapat ditempatkan hanya pada satu sisi abutment,
tembok sayap, pilar, tembok penahan atau tembok kepala gorong-gorong, maka
tempat-tempat yang bersebelahan dengan struktur tidak beleh dipadatkan seeara
berlebihan karena dapat menyebabkan bergesernya struktur atau tekanan yang
berlebihan pada struktur.
h. Terkeeuali disetujui oleh Direksi Pekerjaan, timbunan yang bersebelahan dengan
ujung jembatan tidak boleh ditempatkan lebih tinggi dari dasar dinding belakang
abutment sampai struktur bangunan atas telah terpasang.
4) Penyiapan Tanah Dasar pada Timbunan
Tanah dasar harus dipadatkan sedemikian rupa untuk dapat menahan beban timbunan.
Tanah dasar dipadatkan sesuai dengan peruntukan timbunan masing-masing.

11.2.4 Jaminan Mutu


1) Pengendalian Mutu Bahan
a. Jumlah data pendukung hasil pengujian yang diperlukan untuk persetujuan awa l
mutu bahan akan ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan, tetapi bagaimanapun juga
harus meneakup seluruh pengujian yang disyaratkan dalam Pasal 2.2.2 dengan
paling sedikit tiga eontoh yang mewakili sumber bahan yang diusulkan, yang dipilih
mewakili rentang mutu bahan yang mungkin terdapat pada sumber bahan.
b. Setelah persetujuan mutu bahan timbunan yang diusulkan, menu rut pendapat
Direksi Pekerjaan, pengujian mutu bahan dapat diulangi lagi agar perubahan bahan
atau sumber bahannya dapat diamati.
ISESUAI DENGAN ASLINYA I
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH 8H 915, DR
---:::
• ---
935, 8H 987 DAN DR 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH
DRIVRE DI PALEMBANG
- KERETA API

REV I TANGGAL I CONTRACTNO. : J HALAMAN


00 I 06/03/2020 I KM.201/XI/ll/KA·2019 I 47 of 92

e. Suatu program pengendalian pengujian mutu bahan rutin harus dilaksanakan


untuk mengendalikan perubahan mutu bahan yang dibawa ke lapangan. Jumlah
pengujian harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan tetapi untuk
setiap 1000 meter kubik bahan timbunan yang diperoleh dari setiap sumber bahan
paling sedikit harus dilakukan suatu pengujian Nilai Aktif, seperti yang disyaratkan
dalam Pasal 2.2.2.
2) Ketentuan Kepadatan Untuk Timbunan Tanah
a. Lapisan tanah yang lebih dalam dari 30 em di bawah elevasi tanah dasar harus
dipadatkan sampai dengan 95% dari kepadatan kering maksimum yang ditentukan
sesuai SNI 03-1742-1989. Untuk tanah yang mengandung lebih dari 10% bahan
yang tertahan pada ayakan }{, kepadatan kering maksimum yang diperoleh harus
dikoreksi terhadap bahan yang berukuran lebih (oversize) tersebut sebagaimana
yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
b. Lapisan tanah pada kedalaman 30 em atau kurang dari el evasi tanah dasar harus
dipadatkan sampai dengan 100% dari kepadatan kering maksimum yang
ditentukan sesuai dengan SNI 03-1742-1989.
c. Pengujian kepadatan harus dilakukan pada setiap lapis timbunan yang dipadatkan
sesuai dengan SNI 03-2828-1992 dan bila hasil setiap pengujian menunjukkan
kepadatan kurang dari yang disyaratkan maka Kontraktor haru s memperba iki
pekerjaan sesuai dengan Pasal 2.2.1.(8) dari Seksi ini. Pengujian harus dilakukan
sampai kedalaman penuh pada lokasi yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan,
tetapi harus tidak boleh berselang lebih dari 200 m. Untuk penimbunan kembali di
sekitar struktur atau pada galian parit untuk gorong-gorong, paling sedikit harus
dilaksanakan satu pengujian untuk satu lapis penimbunan kembali yang telah
selesai dikerjakan. Untuk timbunan, paling sedikit satu rangkaian pengujian bahan
yang lengkap harus dilakukan untuk setiap 1000 meter kubik bahan timbunan yang
dihampar.
3) Percobaan lapangan harus dilaksanakan dengan variasi jumlah lintasan peralatan
pemadat dan kadar air sampai kepadatan yang disyaratkan tercapai sehingga dapat
dierima oleh Direksi Pekerjaan. Hasil percobaan lapangan ini selanjutnya harus
digunakan untuk pemadatan berikutnya.
SESUAI DENGAN ASLINYA

-- --
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, DH
935. BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN

MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH kERETA API
DRlVRE 01 PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/X!/11/KA· 2019 48 of 92

DIVISI III PEKERJAAN STRUKTUR

111.1 Beton

111.1.1 Umum
1) Uraian
a. Dalam proyek ini lingkup pekerjaan beton adalah pekerjaan pembuatan Bore Pile.
Abutmen. Pilar. dan Plat Injak dengan Mutu Beton K-350 serta pekerjaan beton
Perkuatan untuk Pilar dan Abutmen dengan Mutu K-175.
b. Pekerjaan yang disyaratkan dalam Seksi ini harus mencakup pelaksanaan seluruh
struktur beton. termasuk tulangan, sesuai dengan Spesifikasi dan sesuai dengan
garis, elevasi, kelandaian dan dimensi yang ditunjukkan dalam Gambar, dan
sebagaimana yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan.
c. Pekerjaan ini harus meliputi pula penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton,
pemeliharaan pondasi, pengadaan lantai kerja, pemompaan atau tindakan lain
untuk mempertahankan agar pondasi tetap kering.
d. Mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan dalam
Kontrak haruslah seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau Seksi lain yang
berhubungan dengan Spesifikasi ini, atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan.
e. Syarat dari PBI NI-2 1971 harus diterapkan sepenuhnya pada semua pekerjaan
beton yang dilaksanakan dalam Kontrak ini. kecuali bila terdapat pertentangan
dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini, dalam hal ini ketentuan dalam Spesifikasi
ini yang harus dipakai.
2) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini
a. Rekayasalapangan : Seksi 1.6
b. Baja tulangan : Seksi 3.2
c. Adukan semen : Seksi 3.6
3) Jaminan Mutu
Mutu bahan yang dipasok dari campuran yang dihasilkan dan cara kerja serta hasil akhir
harus dipantau dan dikendalikan seperti yang disyaratkan dalam Standar Rujukan dalam
PasaI3.1.1.{S) di bawah ini.
4) Toleransi
a. Toleransi Dimensi:
• Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m +Smm
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED DANOVNAN DAWAR DR 915, DR
935, DH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUHAN DOUBLE TRACK ANTARA STASruN
MVARAENIM·STASIVN SVKACINTA DI WILAYAR KERETA API
DRIVRE m PALEMDANG

REV CONTRACTNO. : HAlAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 49 of 92

• Panjang keseluruhan lebih dari 6 m + 15 mm


• Panjang balok, pelat dek, kolom dinding, Odan +10mm
b. Toleransi Bentuk:
• Persegi (selisih dalam panjang diagonal) : 10mm
• Kelurusan dan lengkungan (penyimpangan dari garis yang dimaksud) untuk
panjang sid 3m : 12 mm
• Kelurusan atau lengkungan untuk panjang 3m - 6m : 15 mm
• Kelurusan atau lengkungan untuk panjang > 6m : 20 mm
c. Toleransi Kedudukan:'
• Kedudukan kolom pra-cetak dari reneana ±10mm
• Kedudukan permukaan horizontal dari reneana ± 10mm
• Kedudukan permukaan vertikal dari reneana ±20mm
d. Toleransi Alinyemen Vertikal:
Penyimpangan ketegakan kolom dan dinding ± 10mm
e. Toleransi Ketinggian:
• Puneak lantai kerja di bawah pondasi ± 10mm
• Puneak lantai kerja di bawah pelat injak ±10mm
• Puneak kolom, tembuk kepala, balok melintang ±10mm
f. Toleransi Alinyemen Horizontal : 10 mm dalam 4 m panjang mendatar
g. Toleransi untuk Penutup/ Selimut Beton Tulangan:
• Selimut beton sampai 3 em Odan 5 mm
• Selimut beton 3 em - 5 em Odan+ 10mm
• Selimut beton 5 em -10 em ± 10mm
5) Standar Rujukan
Standar Nasionallndonesia (SNI) :
SNI15-0302-2004 Semen Portland Pozzolan
SNI03-1968-1990 Metode Pengujian tentang Analisis Saringan
Agregat Halus dan Kasar
SN11972 : 2008 Metode Pengujian Slump Beton
SNI1973 : 2008 Metode Pengujian Berat lsi Beton
SNI1974 : 2008 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton
SNI15-2049-2004 Semen Portl and
SN12417:2008 Metode Pengujian Keausan Agregat dengan
Mesin Los Angeles
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENJM·STASJUN SUKACJNTA DJ WILAYAH
DRlVRE III PALEMBANG
-
KERETA API

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/Xl/ll/KA· 2019 50 of 92

SNI 2458:2008 Metode Pengambilan Contoh untuk


Campuran Beton Segar
SNI03-2460-1991 Spesifikasi Abu Terbang Sebagai Bahan
Tambahan untuk Campuran Beton
SNI03-2491-1991 Metode Pengujian Kuat Tarik Belah Beton
SNI03-2492-2002 Metode Pengambilan dan Pengujian Beton
Inti
SNI03 -2493-1991 Metode Pembuatan dan Perawatan Benda
Uji Beton di laboratorium
SNI03-2495-1991 Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton
SNI03-2816-1992 Metode Pengujian Kotoran Organik dalam
Pasir untuk Campuran Mortar dan Beton
SNI03-2834-2000 Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran
Beton Normal
SNI03-3976-1995 Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran
Beton
SNI 03-4433-1997 Spesifikasi Beton Siap Pakai
SNI 03-6889-2002 Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat
SNI15-7064-2004 Semen Portland Komposit
SNI03-3403-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Inti
Pemboran
SN13407:2008 Metode Pengujian Sifat Kekekalan Bentuk
Agregat Terhadap laruran Natrium Sulfat
Dan Magnesium Sulfat
SNI03-3418:1994 Metode Pengujian Kandungan Udara Pada
Beton Segar
SNI03-4141-1996 Metode Pengujian Gumpalan lempung dan
Butir·butir Mudah Pecah dalam Agregat
SNI03-4142 -1996 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam
Agregat yang lolos Saringan No.200
SESUAI DENGAN ASliNYA
--
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915, DH
935, BH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA DI WlLAYAH J<fRfTA API
DRIVRE DJ PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201!XI!1l!KA-2019 51 of 92

SNI03-4156-1996 Metode Pengujian Bliding dari Beton Segar


SNI03-4806-1998 Metode Pengujian Kadar Semen Portland
Dalam Beton Segar dengan Cara Titrasi
Volumetri
SNI03-4807-1998 Metode Pengujian Untuk Menentukan Suhu
Beton Segar Semen Portland
SNI03-4808-1998 Metode Pengujian Kadar Air Dalam Beton
Segar Dengan Cara Titrasi Volumetri
SNI 03-4810-2008 Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji
Beton di Lapangan
SNI03-6817-2002 Metode Pengujian Mutu Air Untuk
Digunakan Dalam Beton
SNI03-6429-2000 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder
Dengan Cetakan Silinder di dalam Tempat
Cetakan
ASTM:
ASTM C 33-93 : Standard Spesification for Concrete Aggregates
ASTM C 403-90 Time of Setting of Concrete Mixtures by Penetration
Resistance
ASTM C 989-95 Spesification for Ground Granulated Blast Furnace
Slag For Use in Concrete and Mortars

ACI :
AC1305R-99 Hot Weather Concreting
ACI363R-92 State-of-the-art on High Strength Concrete
6) Pengajuan Kesiapan Kerja
a. Kontraktor harus mengirimkan contoh dari seluruh bahan yang hendak digunakan
dengan data pengujian yang memenuhi seluruh sifat bahan yang disyaratkan dalam
PasaI3 .1.2 dari Spesifikasi ini.
b. Kontraktor harus mengirimkan rancangan campuran untuk masing-masing mutu
beton yang diusulkan untuk digunakan 30 hari sebelum pekerjaan pengecoran
beton dimulai.
SESUAI DENGAN ASLINYA
I
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH DH 915, DH
935, DH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENfM·STABIUN SUKACfNTA Df WlLAYAH KERETA API
DRIVRE UI PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/X1/II/KA·2019 52 of 92

c. Kontraktor harus segera menyerahkan secara tertulis hasH dari seluruh pengujian
pengendalian mutu yang disyaratkan sedemikian hingga data tersebut selalu
tersedia atau bila diperlukan oleh Direksi Pekerjaan.
Pengujian kuat tekan beton yang harus dilaksanakan minimum meliputi 3 hari, 7
hari, 14 hari, dan 28 hari setelah tanggal pencampuran.
d. Kontraktor harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah yang akan
digunakan, dan harus memperoleh persetujuan dari Direksi Pekerjaan sebelum
setiap pekerjaan perancah dimulai.
e. Kontraktor harus memberitahu Direksi Pekerjaan secara tertulis paling sedikit 24
jam sebelum tanggal rencana mulai melakukan pencampuran atau pengecoran
setiap jenis beton, seperti yang disyaratkan dalam Pasa13.1.4 (1) di bawah.
7) Penyimpanan dan Perlindungan Bahan
Untuk penyimpanan semen, Kontraktor harus menyediakan tempat yang tahan cuaca
yang kedap udara dan mempunyai lantai kayu yang lebih tinggi dari tanah di sekitarnya
dan ditutup dengan lembar polyethylene (plastik). Sepanjang waktu, tumpukan kantung
semen harus ditutup dengan lembar plastik.
8) Kondisi Tempat Kerja
Kontraktor harus menjaga temperatur semua bahan, terutama agregat kasar, dengan
temperatur pada tingkat yang serendah mungkin dan harus dijaga agar selalu di bawah
302( sepanjang waktu pengecoran. Sebagai tambahan, Kontraktor tidak boleh
melakukan pengecoran bilamana:
a. Tingkat penguapan melampaui 1,0 kg/ m'/ jam
b. Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 %
c. Tidak diizinkan oleh Direksi Pekerjaan, selama turun hujan atau bila udara penuh
debu atau tercemar.
9) Perbaikan Atas Pekerjaan Beton yang Tidak memenuhi Ketentuan
a. Perbaikan atas pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang
di syaratkan dalam PasaI3.1.1. atau yang tidak memenuhi sifat-sifat campuran yang
disyaratkan dalam Pasal 3.1.3. harus mengikuti petunjuk yang diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan dan dapat meliputi:
• Perubahan proporsi campuran beton untuk sisa pekerjaan yang belum
dikerjakan;
• Tambahan perawatan pada bagian struktur yang hasil pengujiannya gagal;
• Perkuatan atau pembongkaran menyeluruh dan penggantian bag ian pekerjaan
yang dipandang tidak memenuhi ketentuan .
ISESUAI DENGAN ASLINYA I

- --
PEKERJAAN OED BANQUNAN BAWAH BH 915, DH


935, 8H 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASJUN
MUARAENIM·STASJUN SUKACINTA DI WILAYAH I<ERETA API
DRlVRE 01 PALEMBANG

REV I TANGGAL CONTRACTNO. : HALAMAN


00 I 06/03/2020 KM.201/XI/ll/KA·2019 S3 of 92

b. Bilamana terjadi perbedaan pendapat dalam mutu pekerjaan beton atau adanya
keraguan dari data pengujian yang ada, Direksi Pekerjaan dapat meminta
Kontraktor melakukan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin
bahwa mutu pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat dinilai dengan adil. Biaya
pengujian tambahan tersebut haruslah menjadi tanggung jawab Kontraktor.

111.1.2 Bahan dan Jaminan Mutu


1) Semen
a. Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus jenis semen Portland tipe I, II,
III, IV, atau V yang memenuhi SNI15·2049-2004 tentang Semen Portland.
b. Semen tipe IA (Semen Portland tipe I dengan air-entraining agent), IIA (Semen
Portland tipe II dengan air-entraining agent), lilA (Semen Portland tipe '" dengan
air-entraining agent), PPC (Portland Pazzolan Cement), dan PCC (Portland
Composite Cement) dapat digunakan apabila diizinkan oleh Direksi Pekerjaan.
Apabila hal tersebut diizinkan, maka Kontraktor harus mengajukan kembali
rancangan campuran beton sesuai dengan merek semen yang digunakan.
Co Di dalam satu proyek hanya dapat digunakan satu merek semen, kecuali jika
diizinkan oleh Direksi Pekerjaan. Apabila hal tersebut diizinkan, maka Kontraktor
harus mengajukan kembali rancangan campuran beton sesuai dengan merek
semen yang digunakan.
2) Air
Air yang digunakan dalam campuran, dalam perawatan, atau pemakaian lainnya haru s
bersih, dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak, garam, asam, basa, gula
atau organik. Air akan diuji sesuai dengan; dan harus memenuhi ketentuan dalam SNI
03-6817-2002 tentang Metode pengujian mutu air untuk digunakan dalam beton. Air
yang diketahui dapat diminum dapat digunakan. Bilamana timbul keragu-raguan atas
mutu air yang diusulkan dan penguji an air seperti di atas tidak dapat dilakukan, maka
harus diadakan perbandingan pengujian kuat tekan mortar semen + pasir dengan
memakai air yang diusulkan dan dengan memaka i air suling atau minum. Air yang
diusulkan dapat digunakan bilamana kuat tekan mortar dengan air tersebut pada umur
7 hari dan 28 hari minimum 90% kuat tekan mortar dengan air suling atau minum pada
periode perawatan yang sa ma.
3) Ketentuan Gradasi Agrega t
a. Gradasi agregat kasar dan halu s harus memenuhi ketentuan yang diberika n dalam
tabel di bawah tetapi bahan yang tidak memenuhi ketentuan gradasi t ersebut tidak
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, DH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAH DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE III PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.20I/XI/11/KA-2019 54 of 92

perlu ditolak bila kontraktor dapat menunjukkan dengan pengujian bahwa beton
yang dihasilkan memenuhi sifat-sifat campuran yang disyaratkan dalam PasaI3 .1.3.
Ketentuan Gradasi Agregat

Ukuran Ayakan Per5en Be rat yang Lolos Untuk Agregat

ASlM (mm) Halus Kasar

2" 50,8 - 100 - - -


1 38,1 - 95 -100 100 - -
1" 25,4 - - 95 -100 100 -
}:I" 19 - 35-70 - 90-100 100
Yi ll
12,7 - - 25 -60 - 90 -

3/8" 9,5 100 10-30 - 20-55 100

No.4 4,75 95 - 100 0-5 0-10 0-10 40-70

No.8 2,36 - - 0-5 0- 5 0-15

No. 16 1,18 45-80 - - - 0-5

No. 50 0,300 10-30 - - - -


No. 100 0,15 2 - 10 - - - -

b. Agregat kasar harus dipilih sedemikian sehingga ukuran partikel terbesa r tidak
lebih dari % dari jarak minimum antar baja tulangan atau antara baja tulangan
dengan acuan, atau celah- celah la innya di mana beton haru s dicor.
4) Sifat-sifat Agregat
a. Agregat untuk pekerjaan beton harus terdiri dari partikel yang bersih, keras, kuat,
yang diperoleh dengan pemecahan batu (rock) atau berangkal (boulder), atau dari
pengayakan dan pencucian (jika perlu) dari keriki l dan pasir sungai.
b. Agregat harus bersih dari bahan organik seperti yang ditunjukkan oleh pengujian
SNI 03-2816-1992 dan harus memenuhi sifat-sifat lainnya yang diberikan dalam
label di bawah ini, bila contoh-contoh diambil dan diuji sesuai denga n prosedur
yang berhubungan.
DENGAN ASliNYA
PEKERJAAN DED 8ANGUNAN BAWAH BU 915, DH
935, 8H 987 DAN DU 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANOUNAN DOUBLE TRACK ANTARA 8TASIUN
MUARAENIM·STA8IUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE 01 PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 SS of 92

Sifat-sifat Agregat

Batas Maksimum yang


Sifat - sifat Metode Pengujian diizinkan untuk Agregat

Halus Kasar

Keausan Agregat dengan SNI 2417:2008 - 40%


Mesin Los Angeles

Kekekalan bentuk SN13407:2008 10% - 12 %-


agregat terhadap larutan Natrium Natrium
natrium sulfat atau
15%- 18%-
magnesium sulfat
Magnesi um Magnesium

Gumpalan lempung dan SNI03-4141-1996 3% 2%


partike l yang mudah
pecah

Bahan yang lolos SNI03-4142-1996 5 % untuk 1%


sa ringan No. 200 kondisi
umum, 3%
untuk kondisi
permukaan
terabrasi

5) Batu untuk Beton Siklop


Batu untuk beton siklop haru s terdiri dari batu yang di setujui mutunya, keras dan awet
dan be bas dari retak dan rongga serta tidak ru sak oleh penga ruh cuaca. Batu harus
bersudut runcing, bebas dari kotoran, minyak dan bahan-bah an lain yang
mempengaruhi ikatannya dengan beton.

111.1.3 Pencampuran dan Penakaran


1) Rancangan Campuran
Proporsi bahan dan berat penakaran harus ditentukan dengan menggunaka n metode
yang disyaratkan dalam SNI dan sesuai dengan batas-batas yang diberikan dalam
peraturan.
SESUAI DENGAN ASUNYA
PEKERJAAN DED BANGUHAN BAWAH DR 915, DH
93S, BU 987 DAN DR 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENJM·STASIUN SUKACJNTA DJ WILAYAH
...-
KfRETA API
DRIVRE Dl PALEMBAHG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 56 of 92

2) Campuran Percobaan
Kontraktor harus menentukan proporsi campuran serta bahan yang diusulkan dengan
membuat dan menguji campuran percobaan, dengan disaksikan oleh Direksi Pekerjaan,
yang menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan digunakan
untuk pekerjaan.
Batasan Proporsi lakaran Campuran

Mutu Ukuran Agregat Rasio Air / Semen Kadar Semen Min.


Beton Maks. (mm) Maks. (terhadap (kg/m 3 dari
berat) campuran)

K350 37 0,45 315


25 0,45 335
19 0,45 365

K300 37 0,45 300


25 0,45 320
19 0,45 350

K250 37 0,50 290


25 0,50 310
19 0,50 340

K175 37 0,60 265


25 0,60 290
19 0,60 305

3) Ketentuan Sifat-sifat Campuran


a. Seluruh beton yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi kuat tekan dan
"slump" yang dibutuhkan seperti yang disyaratkan dalam label di bawah, atau yang
disetujui oleh Direksi Pekerjaan, bila pengambilan contoh, perawatan dan
pengujian, sesuai dengan SNI 03-1974-1990, Pd M-16-1996·03, SNI 03-2493-1991,
SNI03-2458-1991.
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH
SESUAI DENGAN ASLINYA
935, DH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·8TASWN SUKACINTA 01 WILAYAH KERETA AP I
DRIVRE III PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM. 201/Xl/ll/KA·2019 57 of 92

Ketentuan Sifat Campuran

Kuat Tekan Karakteristik Min. (kg/em 2) "slump" (mm)


Mutu Benda Uji Kubus Benda Uji Silinder Digetarkan Tidak
Beton 15 x 15 x 15 em 3 15 x 30 em Digetarkan

7 hari 28 hari 7 hari 28 hari


K350 250 350 210 290 20-50 50 -100
K300 215 300 180 250 20-50 50-100
K250 180 250 150 210 20-50 50 -100
K175 115 175 I 95 145 30-60 50 -100

b. Beton yang tidak memenuhi ketentuan "slump" umumnya tidak boleh digunakan
pad a pekerjaan, terkeeuali bila Direksi Pekerjaan dalam beberapa hal menyetujui
penggunaannya dalam kuantitas keeil untuk bagian tertentu dengan pembebanan
ringan. Keleeakan (workability) dan tekstur eampuran harus sedemikian rupa
sehingga beton dapat dicor pada pekerjaan tanpa membentuk rongga atau eelah
atau gelembung udar atau gelembung air, dan sedemikian rupa sehingga pada saat
pembongkaran acuan diperoleh permukaan yang rata, hal us, padat.
e. Bilamana pengujian beton berumur 7 hari menghasilkan kuat beton di bawah
kekuatan yang disyaratkan dalam Tabel di atas, maka Kontraktor tidak
diperkenankan mengeeor beton lebih lanjut sampai penyebab dari hasil yang
rendah tersebut dapat diketahui dengan pasti dan sampai telah diambil tindakan·
tindakan yang menjamin bahwa produksi beton memenuhi ketentuan yang
disyaratkan dalam Spesifikasi. Kuat tekan beton berumur 28 hari yang tidak
memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus dipandang tidak sebagai pekerjaan
yang tidak dapat diterima dan pekerjaan tersebut harus diperbaiki sebagaimana
disyaratkan dalam PasaI3.1.1 di atas. Kekuatan bet on dianggap lebih keeil dari yang
disyaratkan bilamana hasil pengujian serangkaian benda uji dari suatu bagian
pekerjaan yang dipertanyakan lebih keeil dari kuat tekan karakteristik yang
diperoleh dari rumus yang diuraikan dalam Pasal 3.1.6.
d. Direksi Pekerjaan dapat pula menghentikan pekerjaan dan/atau memerintahkan
Kontraktor mengambil tindakan perbaikan untuk meningkatkan mutu campuran
atas dasar hasil pengujian kuat tekan beton berumur 3 hari. Dalam keadaan
demikian, Kontraktor harus segera menghentikan pengecoran beton yang
dipertanyakan tetapi dapat memilih menunggu sampai hasil pengujian kuat tekan
DENGAN ASUNYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH 8H 915. BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAEHIM·STASJUN SUKACINTA Dr WILAYAH KERETA API
DRIVRE U! PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 58 of 92

beton berumur 7 hari diperoleh, sebelum menerapkan tindakan perbaikan, pada


waktu tersebut Direksi Pekerjaan akan menelaah kedua hasil pengujian yang
berumur 3 hari dan 7 hari, dan dapat segera memerintahkan tindakan perbaikan
yang dianggap perlu.
e. Perbaikan atas pekerjaan beton yang tidak memenuhi ketentuan dapat mencakup
pembongkaran dan penggantian seluruh beton tidak boleh berdasarkan pada hasil
pengujian kuat tekan beton berumur 3 hari saja, terkecuali bila Kontraktor dan
Direksi Pekerjaan keduanya sepakat dengan perbaikan tersebut.
4) Penyesuaian Campuran
a. Penyesuaian Sifat Kelecakan (Workability)
Bilamana sulit memperoleh sifat kelecakan beton dengan proporsi yang semula
dirancang oleh Direksi Pekerjaan, maka Kontraktor akan melakukan perubahan
pada berat agregat sebagaimana diperlukan, asalkan dalam hal apapun kadar
semen yang semula dirancang tidak berubah, juga rasio air/semen yang telah
ditentukan berdasarkan pengujian kuat tekan yang menghasilkan kuat tekan yang
memenuhi, tidak dinaikkan.
Pengadukan kembali beton yang telah dicampur dengan cara menambah air atau
oleh cara lain tidak akan diperkenankan. Bahan tambah (aditif) untuk
meningkatkan sifat kelecakan hanya diizinkan bila sec<!ra khusus telah disetujui
oleh Direksi Pekerjaan.
b. Penyesuaian Kekuatan
Bilamana beton tidak mencapai kekuatan yang disyaratkan atau disetujui, kadar
semen harus ditingkatkan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
c. Penyesuaian untuk Bahan-bahan Baru
Perubahan sumber bahan atau karakteristik bahan tidak boleh dilakukan tanpa
pemberitahuan tertulis kepada Direksi Pekerjaan dan bahan baru tidak boleh
digunakan sampai Direksi Pekerjaan menerima bahan tersebut secara tertulis dan
menetapkan proporsi baru berdasarkan atas hasil pengujian campuran percobaan
baru yang dilakukan oleh Kontraktor.
5) Penakaran Agregat
a. Seluruh komponen beton harus ditakar menurut beratnya. Bila digunakan semen
kemasan dalam zak, kuantitas penakaran harus sedemikian sehingga kuantita s
semen yang digunakan adalah setara dengan satu satuan atau kebulatan dari
jumlah zak semen. Agregat harus diukur beratnya secara terpisah. Ukuran setiap
penakaran tidak boleh melebihi kapasitas al at pencampur.
DEmBAD BIAWAAWA:iiBHH
BH'9i5,915,BHBH

935, BK 987 DAN 8H 998 UNTUK MENDUKUNG


PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASlUN ___ ---
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA Dl WlLAYAH KERETAAPI
DRIVRE III PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.20l/XI/11/KA·2019 59 of 92

b. Sebelum penakaran, agregat harus dibasahi sampai jenuh dan dipertahankan


dalam kondisi lembab, pada kadar yang mendekati keadaan jenuh-kering
permukaan, dengan menyemprot tumpukan agregat dengan air secara berkala .
Pada saat penakaran, agregat harus telah dibasahi paling sedikit 12 jam
sebelumnya untuk menjamin pengaliran yang memadai dari tumpukan agregat.
6) Pencampuran
a. Beton harus dicampurkan dalam mesin yang dijalankan secara mekanis dari jenis
dan ukuran yang disetujui sehingga dapat menjamin distribusi yang merata dari
seluruh bahan.
b. Pencampur harus dilengkapi dengan tangki air yang memadai dan alat ukur yang
akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang digunakan dalam
setiap penakaran.
c. Pertama-tama alat pencampu r harus diisi dengan agregat dan semen yang telah
ditakar, dan selanjutnya alat pencampur dijalankan sebelum air ditambahkan.
d. Waktu pencampuran harus diukur pada saat air mulai dimasukkan ke dalam
campuran bahan kering. Seluruh air yang diperlukan harus dimasukkan sebelum
waktu pencampuran telah berlangsung seperempat bagian. Waktu pencampuran
untuk mesin berkapasitas m 3 atau kurang haruslah 1,5 men it, untuk mesin yang
lebih besar waktu harus ditingkatkan 15.detik untuk tiap penambahan 0,5 m 3•
e. Bila tidak memungkinkan penggunaan mesin pencampur, Direksi Pekerjaan dapat
menyetujui pencampuran beton dengan cara manual, sedekat mungkin dengan
tempat pengecoran. Penggunaan pencampuran beton dengan cara manual harus
dibatasi pada beton non-struktur.

111.1.4 Pelaksanaan Pengecoran


1) Penyiapan Tempat Kerja
a. Kontraktor harus membongkar struktur lama yang akan diganti dengan beton yang
baru atau yang harus dibongkar untuk dapat memungkinkan pelaksanaan
pekerjaan beton yang baru. Pembongkaran tersebut harus dilaksanakan sesuai
dengan yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini.
b. Kontraktor harus menggali atau menimbun kembali pondasi atau formasi untuk
pekerjaan beton ses uai dengan garis yang ditunjukkan dalam Gambar atau
sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan sesua i dengan ketentuan
dalam Seksi 2.1 dan 2.2 dari Spesifikasi ini, dan harus membersihkan dan
menggaruk tempat di sekeliling pekerjaan beton yang cukup luas sehingga dapat
menjamin dicapainya seluruh su dut pekerjaan. Jalan kerja yang stabil juga haru s
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, 8H 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENJM·8TASWN SUKACJNTA DJ WILAYAH KfRETA API
DRJVRE D[ PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/X1/11/KA·2019 60 of 92

disediakan jika diperlukan untuk menjamin bahwa seluruh sudut pekerjaan dapat
diperiksa dengan mudah dan aman.
c. Seluruh telapak pondasi, pondasi dan galian untuk pekerjaan beton harus dijaga
agar senantiasa kering dan beton tidak boleh dicor di atas tanah yang berlumpur
atau bersampah atau di dalam air. Atas persetujuan Direksi Pekerjaan beton dapat
dicor di dalam air dengan cara dan peralatan khusus untuk menutup kebocoran
seperti pada dasar sumuran atau cofferdom.
d. Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang
harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah
dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pad a saat pengecoran.
e. Direksi Pekerjaan akan memeriksa seluruh galian yang disiapkan untuk pondasi
sebelum menyetujui pemasangan acuan atau baja tulangan atau pengecoran beton
dan dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian penetrasi
kedalaman tanah keras, pengujian kepadatan atau penyelidikan lainnya untuk
memastikan cukup tidaknya daya dukung dari tanah di bawah pondasi.
Bilamana dijumpai kondisi tanah dasar pondasi yang tidak memenuhi ketentuan,
Kontraktor dapat diperintahkan untuk mengubah dimensi atau kedalaman dari
pondasi dan/atau menggali dan mengganti bahan di tempat yang lunak,
memadatkan tanah rondasi atau melakukan tindakan stabilisasi lainnya
sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Acuan
a. Acuan dari tanah, bilamana disetujui oleh Direksi Pekerjaan, harus dibentuk dari
galian, dan sisi-sisi samping serta dasarnya harus dipangkas secara manual sesuai
dimensi yang diperlukan. Seluruh kotoran tanah yang lepas harus dibuang sebelum
pengecoran beton.
b. Acuan yang dibuat dapat dari kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang
kedap dan kaku untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama
pengecoran, pemadatan dan perawatan.
c. Kayu yang tidak diserut permukaannya dapat digunakan untuk permukaan akhir
struktur yang tidak terekspos, tetapi kayu yang diserut dengan tebal yang merata
harus digunakan untuk permukaan beton yang terekspos. Seluruh sudut-sudut
tajam acuan harus dibulatkan.
d. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
3) Pengecoran
a. Kontraktor haru s memberitahukan Direksi Pekerjaan secara tertulis paling sedikit
24 jam sebelum memulai pengecoran beton, atau meneruskan pengecoran beton
SESUAI DENGAN ASLINYA

--
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH


935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASlUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE Dl PALEMBANG

REV I TANGGAl I eONTRACTNO. : I HALAMAN


00 I 06/03/2020 KM.20l/XI/ll/KA-2019 61 of 92

bilamana pengeeoran beton telah ditunda lebih dari 24 jam. Pemberitahuan harus
meliputi lokasi, kondisi pekerjaan, mutu beton dan tanggal serta waktu
peneampuran beton.
Direksi Pekerjaan akan memberikan tanda terima atas pemberitahuan tersebut
dan akan memeriksa aeuan, dan tulangan dan dapat mengeluarkan persetujuan
tertulis maupun tidak untuk memulai pelaksanaan pekerjaan seperti yang
direneanakan. Kontraktor tidak boleh melaksanakan pengeeoran beton tanpa
persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan.
b. Tidak bertentangan dengan diterbitkannya suatu persetujuan untuk memulai
pengecoran, pengecoran beton tidak boleh dilaksanakan bilamana Direksi
Pekerjaan atau wakilnya tidak hadir untuk menyaksikan operasi peneampuran dan
pengeeoran seeara keseluruhan.
e. Segera sebelum pengeeoran beton dimulai, aeuan harus dibasahi dengan air atau
diolesi minyak di sisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.
d. Tidak ada eampuran beton yang boleh digunakan bilamana beton tidak dieor
sampai posisi akhir dalam eetakan dalam waktu 1 jam setelah peneampuran, atau
dalam waktu yang lebih pendek sebagaimana yang dapat diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan berdasarkan pengamatan karakteristik waktu pengerasan
(setting . time) semen yang digunakan, kecuali diberikan bahan tambah (aditif)
untuk memperlambat proses pengerasan (retarder) yang disetujui oleh Direksi.
e. Pengeeoran beton harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan sambungan
konstruksi . (construction jOint) yang telah disetujui sebelumnya atau sampai
pekerjaan selesai.
f. Beton harus dieor sedemikian rupa hingga terhindar dari segregasi partikel kasar
dan halus dari eampuran. Beton harus dicor dalam eetakan sedekat mungkin
dengan yang dapat dieapai pada posisi akhir beton untuk meneegah pengaliran
yang tidak boleh melampaui satu meter dari tempat awal pengeeoran.
g. Bilamana beton dicor ke dalam aeuan struktur yang memiliki bentuk yang rumit
dan penulangan yang rapat, maka beton harus dieor dalam lapisan -Iapisan
horizontal dengan tebal tidak melampaui 15 em. Untuk dinding beton, tinggi
pengecoran dapat 30 em menerus sepanjang keliling struktur.
h. Beton tidak boleh jatuh be bas ke dalam eetakan dengan ketinggian lebih dari 150
em. Beton tidak boleh dieor langsung dalam air. Bilamana beton dieor di dalam air
dan pemompa an tidak dapat dilakukan dalam waktu 48 jam setel ah pengeeoran,
maka beton haru s dicor dengan metode tremi atau metode drop-bottom-bucket,
SESUAI DEHGAN ASLINYA

E -:::
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH 8H 915, DH
935, DR 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASruN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH
DRJVRE 01 PALEMBANG
- -
t<ERETA API

REV I TANGGAl CONTRACTNO. : I HALAMAN


00 I 00/03/2020 KM.201/Xl/ll/KA·2019 I 62 of 92

dim ana bent uk dan jenis yang khusus digunakan untuk tujuan ini harus disetujui
terlebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.
Tremi harus kedap air dan mempunyai ukuran yang cukup sehingga memungkinkan
pengaliran beton. Tremi harus selalu diisi penuh selama pengecoran. Bilamana
aliran beton terhambat maka tremi harus ditarik sedikit dan diisi penuh terlebih
dahulu sebelum pengecoran dilanjutkan.
Baik Tremi atau Drop·Bottom·Bucket harus mengalirkan campuran beton di bawah
permukaan beton yang telah dicor sebelumnya.
i. Pengecoran harus dilakukan pada kecepatan sedemikian rupa hingga eampuran
beton yang telah dicor masih plastis sehingga dapat menyatu dengan campuran
beton yang baru.
j. Bidang·bidang beton lama yang akan disambung dengan beton yang akan dieor,
harus terlebih dahulu dikasarkan, dibersihkan dari bahan·bahan yang Ie pas dan
rapuh dan telah disiram dengan air hingga jenuh. Sesaat sebelum pengecoran
beton baru ini, bidang-bidang kontak beton lama harus disapu dengan adukan
semen dengan campuran yang sesuai dengan betonnya.
k. Air tidak boleh dialirkan di atas atau dinaikkan ke permukaan pekerjaan beton
dalam waktu 24 jam setelah pengecoran.
A) Sambungan Konstruksi (Construction Joint)
a. Jadwal pengeeoran beton yang berkaitan harus disiapkan untuk setiap jenis
struktur yang diusulkan dan Direksi Pekerjaan harus menyetujui lokasi sambungan
konstruksi pada jadwal tersebut, atau sambungan konstruksi tersebut harus
diletakkan seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Sambungan konstruksi tidak
boleh ditempatkan pad a pertemuan elemen -elemen struktur keeuali disyaratkan
demikian.
b. Sambungan konstruksi pada tembok sayap harus dihindari. Semua sambungan
konstruksi harus tegak lurus terhadap sumbu memanjang dan pada umumnya
harus diletakkan pada titik dengan gaya geser minimum.
c. Silamana sambungan vertikal dip erlukan, baja tulangan harus menerus melewati
sambungan sedemikian rupa sehingga membuat struktur tetap monolit.
d. lidah alur harus disediakan pada sa mbungan konstruksi dengan kedalaman paling
sedikit 4 em untuk dinding, pelat dan antara telapak pondasi dan dinding. Untuk
pelat yang terletak di atas permukaan, sambungan konstruksi harus diletakkan
sedemikian sehingga pelat-pelat mempunyai luas tidak melampaui 1,2 kali dimensi
yang lebih keeil.
SESUAI DENGA
PEKERJAAN DED BANOUNAN BAWAH BH 915, 8H
935, DH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBAHGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA 8TASIUN
MUARAENIM·STASItJN SUKACJNTA DI WILAYAH KERETA API
DRlVRE OJ PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201!Xl/ll!KA-2019 63 of 92

e. Kontraktor harus menyediakan pekerja dan bahan tambahan sebagaimana yang


diperlukan untuk membuat sambungan konstruksi tambahan bilamana pekerjaan
terpaksa mendadak harus dihentikan akibat hujan atau terhentinya pemasokan
beton atau penghentian pekerjaan oleh Direksi Pekerjaan.
f. Atas persetujuan Direksi Pekerjaan, bahan tambahan (aditif) dapat digunakan
untuk pelekatan pada sambungan konstruksi, cara pengerjaannya harus sesuai
dengan petunjuk pabrik pembuatnya.
g. Pada air asin atau mengandung garam, sambungan konstruksi tidak diperkenankan
pada tempat-tempat 75 em di bawah muka air terendah atau 75 em di atas muka
air tertinggi keeuali ditentukan lain dalam gambar.
5) Konsolidasi
a. Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis dari dalam atau dari luar yang
telah disetujui. Bilamana diperlukan, dan bilamana disetujui oleh Direksi Pekerjaan,
penggetaran harus disertai penusukan secara manual dengan alat yang cocok
untuk menjamin pemadatan yang tepat dan memadai. Penggetar tidak boleh
digunakan untuk memindahkan eampuran beton dari satu titik ke titik lain di dalam
eetakan.
b. Harus dilakukan tindakan hati-hati pada waktu pemadatan untuk menentukan
bahwa semua sudut dan di antara dan setiap besi tulangan benar-benar diisi tanpa
pemindahan kerangka penulangan, dan setiap rongga udara dan gelembung udara
terisi.
c. Penggetar harus dibatasi waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan
pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan terjadinya segregasi pada
agregat.
d. Alat penggetar mekanis dari luar harus mampu menghasilkan sekurang-kurangnya
5000 putaran per menit dengan berat efektif 0,25 kg, dan boleh diletakkan di atas
aeuan supaya dapat menghasilkan getaran yang merata.
e. Alat penggetar mekanis yang digerakkan dari dalam harus dari jenis pulsating
(berdenyut) dan harus mampu menghasilkan sekurang-kurangnya 5000 putaran
per menit apabila digunakan pada beton yang mempunyai slump 2,5 em atau
kurang, dengan radius daerah penggetaran tidak kurang dari 45 em.
f. Setiap alat penggetar mekanis dari dalam harus dimasukkan ke dalam beton basah
seeara vertikal sedemikian hingga dapat melakukan penetrasi sampai ke dasar
beton yang baru dicor, dan menghasilkan kepadatan pada seluruh kedalaman pada
bagian tersebut. Alat penggetar kemudian harus ditarik pelan-pelan dan
dimasukkan kembali pada posisi lain tidak lebih dari 45 em jaraknya. Alat penggetar
SE$UAI DENGAN ASUNYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BR 915, BR
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA DI WILAYAR KEAETA API
DRlVRE DI PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM .201/Xl/l1/KA-2019 64 of 92

tidak boleh berada pada suatu titik lebih dari 30 detik, juga tidak boleh digunakan
untuk memindahkan campuran beton ke lokasi lain, serta tidak boleh menyentuh
tulangan beton.
g. Jumlah minimum alat penggetar mekanis dari dalam diberikan dalam tabel berikut.
Jumlah Minimum Alat Penggetar Mekanis Dari Dalam
Kecepatan Pengecoran Beton Jumlah Alat
(m'/jam)

4 2
8 3
12 4
16 5
20 6

111.1.5 Pengerjaan Akhir


1) Pembongkaran Acuan
a. Acuan tidak boleh dibongkar dari bidang vertikal, dinding, kolom yang tip is dan
struktur sejenis lebih awal 30 jam setelah pengecoran beton. Cetakan yang
ditopang oleh perancah di bawah pelat, balok, gel agar atau struktur busur tidak
boleh dibongkar hingga pengujian menunjukkan paling sedikit 85% dari kekuatan
rancangan beton telah dieapai.
b. Untuk memungkinkan pekerjaan akhir, acuan yang digunakan untuk pekerjaan
ornamen, sanda ran (railing), dinding pemisah (parapet), dan permukaan vertikal
yang terekspos harus dibongkar dalam waktu paling sedikit 9 jam setelah
pengeeoran dan tidak lebih dari 30 jam tergantung pada keadaan cuaea.
2) Permukaan (Pengerjaan Akhir Biasa)
a. Terkeeuali diperintahkan lain, permukaan beton harus dikerjakan segera setelah
pembongkaran aeuan . Seluruh perangkat kawat atau logam yang telah digunakan
untuk memegang eetakan, dan eetakan melewati badan beton, harus dibuang atau
dipotong kembali paling sedikit 2,5 em di bawah permukaan beton. Tonjolan
mortar dan ketidakrataan lainnya yang disebabkan oleh sambungan eetakan harus
dibersihkan.
b. Direk si Pekerjaan harus memeriksa permukaan beton segera setelah
pembongkaran acuan dan dapat memerintahkan penambalan atas
kekurangsempurnaan minor yang tidak akan mempengaruhi struktur atau fungsi
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE D[ PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.ZOI/X1/1l/KA·Z019 65 of 92

lain dari pekerjaan beton. Penambalan harus meliputi pengisian lubang·lubang


keeil dan lekukan dengan adukan semen.
e. Bilamana Direksi Pekerjaan menyetujui pengisian lubang besar akibat keropos,
pekerjaan harus dipahat sampai ke bagian yang utuh (sound), membentuk
permukaan yang tegak lurus terhadap permukaan beton. lubang harus dibasahi
dengan air dan adukan semen aeian (semen dan air, tanpa pasir) harus dioleskan
pada permukaan lubang. lubang harus selanjutnya diisi dan ditumbuk dengan
adukan yang kental yang terdiri dari satu bagian semen dan dua bagian pasir, yang
harus dibuat menyusut sebelumnya dengan meneampurnya kira·kira 30 menit
sebelum dipakai.
3) Perawatan Dengan Pembasahan
a. Segera setelah pengeeoran, beton harus harus dilindungi dari pengeringan dini,
temperatur yang terlalu panas, dan gangguan mekanis. Beton harus dijaga agar
kehilangan kadar air yang terjadi seminimal mungkin dan diperoleh temperatur
yang relatif tetap dalam waktu yang ditentukan untuk menjamin hidrasi yang
sebagaimana mestinya pada semen dan perkerasan beton.
b. Beton barus dirawat, sesegera mungkin setelah beton mulai mengeras, dengan
menyelimutinya dengan bahan yang dapat menyerap air. lembaran bahan
penyerap air ini harus dibuat jenuh dalam waktu paling sedikit 3 hari. Semua bahan
perawat atau lembaran bahan penyerap air harus dibebani atau diikat ke bawah
untuk meneegah permukaan yang terekspos dari aliran udara.
Bilamana digunakan acuan kayu, aeuan tersebut harus dipertahankan basah pada
setiap saat sampai dibongkar, untuk meneegah terbukanya sambungan·
sambungan dan pengeringan beton. lalu lintas tidak boleh diperkenankan
melewati permukaan beton dalam 7 hari setelah beton dicor.
e. lantai beton sebagai lapis aus harus dirawat setelah permukaannya mulai
mengeras dengan eara ditutup oleh lapisan pasir lembab setebalS em paling sedikit
selama 21 hari.
d. Beton yang dibuat dengan semen yang mempunyai sifat kekuatan awal yang tinggi
atau beton yang dibuat dengan semen biasa yang ditambah zat aditif, harus
dibasahi sampai kekuatannya meneapai 70 % dari kekuatan raneangan beton
berumur 28 hari.
I,SES,UAI DENGAN ASlINYA I
PEKERJAAN DED BANGUNAH BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BU 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASlUN
MUARAENIM,STASWN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE DI PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM .201/XI/ll/KA,2019 66 of 92

111.1.6 Pengendalian Mutu


1) Pengujian untuk Keleeakan (Workability)
Satu pengujian "slump", atau lebih sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan, harus dilaksanakan pada setiap taka ran beton yang dihasilkan, dan
pengujian harus dianggap belum dikerjakan terkecuali disaksikan oleh Direksi Pekerjaan
atau wakilnya. Toleransi nilai slump beton 14 em (± 2em).
2) Pengujian Kuat Tekan
1. Kontraktor harus melaksanakan tidak kurang dari satu pengujian kuat tekan untuk
setiap 60 meter kubik beton yang dieor dan dalam segala hal tidak kurang dari satu
pengujian untuk setiap mutu beton dan untuk se tiap jenis komponen struktur yang
dieor terpisah pada setiap hari pengecoran. Setiap pengujian harus minimum
meneakup empat benda uji, yang pertama harus diuji pembebanan kuat tekan
sesudah 3 hari, yang kedua ses udah 7 hari, yang ketiga ses udah 14 hari, dan yang
keempat sesudah 28 hari.
2. Bilamana kuantitas total suatu mutu beton dalam kontrak melebihi 40 meter kubik
dan frekuen si pengujian yang ditetapkan pada butir (a) di atas hanya menyediakan
kurang dari lima pengujian untuk suatu mutu beton t ertentu, maka pengujian harus
dilaksanakan dengan mengambil eontoh paling sed ikit lima buah dari takaran yang
dipilih secara acak (random),
3. Kuat Tekan Karakteristik Beton (0' bk) diperoleh dengan rumus berikut ini :
O'bk = O'bm - K /)

O'bm ::
11

=
11 - 1

0'; = ha sil pengurangan masing-masing benda uji


n = jumlah benda uji
K = 1,64 untuk raneangan eampuran dan untuk persetujuan pekerjaan
adalah koefisien yang besa rnya ditunjukkan dalam tabel berikut ini:
n 4 6 8 10
I 12 14 16
K 1,17 0,83 0,67 0,58
I 0,52 0,48 0,44
ISESUAI DENGAN ASLINYA I
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH
935, DH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA Dl WILAYAH KERETA API
DRIVRE III PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.20I/Xl/ll/KA-2019 67 of 92

3) Pengujian Tambahan
Kontraktor harus melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk
menentukan mutu bahan atau eampuran atau pekerjaan beton akhir, sebagaimana
yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Pengujian tambahan tersebut meliputi:
a. Pengujian yang tidak merusak menggunakan "sclerometer" atau perangkat penguji
lainnya;
b. Pengujian pembebanan struktur atau bagian struktur yang dipertanyakan;
e. Pengambilan dan pengujian benda uji inti (core) beton;
d. Pengujian lainnya sebagaimana ditentukan oleh Direksi Pekerjaan.

111.2 Baja Tulangan

111.2.1 Umum
1) Uraian
Pekerjaan ini harus meneakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan
Spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Penerbitan Detail Pelaksanaan
Detail pelaksanaan untuk baja tulangan yang tidak termasuk dalam Dokumen Kontrak
pada saat pelelangan akan diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan setelah peninjauan
kembali raneangan awal telah selesai menurut Seksi 1.9 dari Spesifikasi ini.
3) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini
a. Rekayasa Lapangan : Seksi 1.6
b. Beton : Seksi 3.1
4) Standar Rujukan
SNI03-6816-2002 Tata Cara Pendetailan Penulangan Beton
SNI07-6401-2000: Spesifikasi Kawat Baja Dengan Proses Canay Dingin
Untuk Tulangan Beton
SNI03-6812-2002 Spesifikasi Anyaman Kawat Baja Pol as yang Dilas Untuk
Tulangan Beton
5) Toleransi
a. Toleransi untuk fabrikasi harus seperti yang disyaratkan dalam SNI 03-6816-2002.
b. Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton yang menutup
bagian luar baja tul angan adalah sebagai berikut:
• 3,5 em untuk beton yang tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap
air tanah atau terhadap bahaya kebakaran;
SFSllAI DENGAN ASLlNYA_
- - ---
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAK BK 915, BK
935, DR 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAK KERETA API
DRlVRE DI PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 68 of 92

• Seperti yang ditunjukkan dalam tabel di bawah untuk beton yang terendam/
tertanam atau terekspos langsung dengan cuaca atau timbunan tanah tetapi
masih dapat diamati untuk pemeriksaan;
• 7,5 em untuk seluruh beton yang terendam/ tertanam dan tidak bisa dicapai,
atau untukbeton yang tak dapat tercapai yang bila keruntuhan akibat karat
pada baja tulangan dapat menyebabkan berkurangnya umur atau struktur,
atau untuk beton yang ditempatkan langsung di atas tanah atau batu, atau
untuk beton yang berhubungan langsung dengan kotoran pada selokan atau
eairan korosif lainnya.
Tebal Selimut Beton Minimum dari Baja Tulangan untuk Beton yang Tidak
Terekspos Tetapi Mudah Dicapai

Ukuran Batang Tulangan yang akan Tebal Selimut Beton


Diselimuti (mm) Minimum (em)

Batang 16 mm dan lebih kecil 3,5

Batang 19 mm dan 22 mm 5,0

Batang 25 mm dan lebih besar 6,0

6) Penyimpanan dan Penanganan


a. Kontraktor harus mengangkut tulangan ke tempat kerja dalam ikatan, diberi label,
dan ditandai dengan label logam yang menunjukkan ukuran batang, panjang dan
informasi lainnya sehubungan dengan tanda yang ditunjukkan pada diagram
tulangan.
b. Kontraktor harus menangani serta menyimpan seluruh baja tulangan sedemikian
untuk mencegah distorsi, kontaminasi, korosi atau kerusakan.
7) Pengajuan Kesiapan Kerja
a. Sebelum memesan bahan, seluruh daftar pesanan dan diagram pembengkokan
harus disediakan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari Direksi
Pekerjaan, dan tidak ada bahan yang boleh dipesan sebelum daftar tersebut serta
diagram pembengkokan disetujui.
b. Sebelum memulai pekerjaan baja tulangan, Kontraktor harus menyerahkan kepada
Direksi Pekerjaan daftar yang disahkan pabrik baja yang memberikan berat satuan
nominal dalam kilogram untuk setiap ukuran dan mutu baja tulangan atau
anyaman baja dilas yang akan digunakan dalam pekerjaan.
SESUAIDENGANASInrYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, DR 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASlUN
MUARAENIM·STABWN SUKACINTA DJ WILAYAH KERETA API
DRIVRE OJ PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA-2019 69 of 92

8) Mutu Pekerjaan dan Perbaikan Atas Pekerjaan yang Tidak Memenuhi ketentuan
a. Persetujuan atas daftar pesanan dan diagram pembengkokan dalam segala hal
tidak membebaskan Kontraktor atas tanggung jawabnya untuk memastikan
ketelitian dari daftar dan diagram terse but. Revisi bahan yang disediakan sesuai
dengan daftar dan diagram, untuk memenuhi rancangan dalam Gambar, harus atas
biaya Kontraktor.
b. Baja tulangan yang cacat sebagai berikut tidak akan diizinkan dalam pekerjaan:
• Panjang batang, ketebalan dan bengkokan yang melebihi toleransi pembuatan
yang disyaratkan dalam SNI 03-6816-2002.
• Bengkokan atau tekukan yang tidak ditunjukkan pada Gambar atau Gambar
Kerja Akhir (Final Shop Drawing)
• Batang dengan penampang yang mengecil karena karat yang berlebihan atau
oleh sebab lain.
c. Bilamana terjadi kesalahan dalam membengkokan baja tulangan, batang tulangan
tidak boleh dibengkokan kembali atau diluruskan tanpa persetujuan Direksi
Pekerjaan atau yang sedemikian sehingga akan merusak atau melemahkan bahan.
Pembengkokan kembali dari batang tulangan harus dilakukan dalam keadaan
dingin terkecuali disetujui lain oleh Direksi Pekerjaan. Dalam segala hal batang
tulangan yang telah dibengkokan kembali lebih dari satu kali pada tempat yang
sam a tidak diizinkan digunakan pada pekerjaan. Kesalahan yang tidak dapat
diperbaiki oleh pembengkokan kembali, atau bilamana pembengkokan kembali
tidak disetujui oleh Direksi Pekerjaan, harus diperbaiki dengan mengganti seluruh
batang tersebut dengan batang baru yang dibengkokan dengan benar dan sesuai
dengan bentuk dan dimensi yang disyaratkan.
d. Kontraktor harus menyediakan fasilitas di tempat kerja untuk pemotongan dan
pembengkokan tulangan, baik jika melakukan pemesanan tulangan yang telah
dibengkokan maupun tidak, dan harus menyediakan persediaan (stok) batang lurus
yang cukup di tempat, untuk pembengkokan sebagaimana yang diperlukan dalam
memperbaiki kesalahan atau kelalaian.
9) Penggantian Ukuran Batang
Penggantian batang dari ukuran berbeda akan hanya diizinkan bila secara jelas disahkan
oleh Direksi Pekerjaan. Bilamana baja diganti haruslah dengan luas penampang yang
sama dengan ukuran rancangan awal, atau lebih besar.
SESUAI DENGAN ASUNYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BU 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH kERETA AP I
DRIVRE DI PALEMBANG

REV CONTRACT NO. : HALAMAN


00 KM.201/Xl/ll/KA· 2019 70 of 92

111.2.2 Bahan dan Jaminan Mutu


1) Baja Tulangan
a. Baja tulangan harus baja polos atau berulir dengan mutu yang sesuai dengan
Gambar dan memenuhi tabel di bawah berikut ini:
Tegangan Leleh Karakteristik Baja Tulangan

Mutu Sebutan Tegangan Leleh Karakteristik atau Tegangan


Karakteristik yang Memberikan Regangan
Tetap 0,2 (kg/cm 2)
U24 Baja Polos 2.400
U39 Baja Ulir 3.900

b. Bila anyaman baja tulangan (wiremesh) diperlukan, seperti untuk tulangan pel at,
anyaman tulangan yang dilas yang memenuhi SNI 03-6812-2002 dapat digunakan.
2) Tumpuan untuk Tulangan
Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dari batang besi ringan atau bantalan beton
pracetak dengan mutu K300 seperti yang disyaratkan dalam Seksi 3.1 dari Spesifikasi ini,
terkecuali disetujui lain oleh Direksi Pekerjaan. Kayu, bata, batu atau bahan lain tidak
boleh diizinkan sebagai tumpuan.
3) Pengikat untuk Tulangan
Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja lunak yang memenuhi SNI
07-6401-2000.

111.2.3 Pembuatan dan Penempatan


1) Pembengkokan
a. Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan, seluruh baja tulanagn harus
dibengkokkan seeara dingin dan sesuai dengan prosedur SNI 03-6816-2002,
menggunakan batang yang awalnya lurus dan bebas dari lekukan -Iekukan,
bengkokan-bengkokan atau kerusakan. Bila pembengkokan seeara panas di
lapangan disetujui oleh Direksi Pekerjaan, tindakan pengamanan harus diambil
untuk menjamin bahwa sifat-sifat fi sik baja tidak terlalu berubah banyak.
b. Baja tulangan dengan diameter 2 em dan yang lebih besar harus dibengkokan
dengan mesin pembengkok.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH DH 915, DH
935, DH 987 DAN 8H 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KfRETA API
DRIVRE UI PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HAlAMAN


00 KM .201/X1/1I/KA·2019 71 of 92

2) Penempatan dan Pengikatan


a. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasngan untuk menghilangkan
kotoran, lumpur, oli, cat, karat, kerak, percikan adukan atau lapisan lain yang dapat
mengurangi atau merusak pelekatan dengan beton.
b. Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan kebutuhan
selimut beton minimum yang disyaratkan dalam PasaI3.3.1.(5) di atas, atau seperti
yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
c. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat
sehingga tidak tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan tulangan pembagi atau
pengikat (stirup) terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.
d. 5eluruh tulangan harus disediakan sesuai dengan panjang total yang ditunjukkan
pada Gambar. Penyambungan (splicing) batang tulangan, terkecuali ditunjukkan
pada Gambar, tidak akan dii2inkan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi
Pekerjaan. 5etiap penyambungan yang dapat disetujui harus dibuat sedemikian
hingga penyambungan setiap batang tidak terjadi pada penampang beton yang
sama dan harus diletakkan pada titik dengan tegangan tarik minimum.
e. Bilamana penyambungan dengan tumpang tindih disetujui, maka panjang tumpang
tindih minimum haruslah 40 diameter batang dan batang tersebut harus diberikan
kait pada ujungnya . .
f. Pengelasan pada baja tulangan tidak diperkenankan, terkecuali terinci dalam
Gambar atau secara khusus diizinkan oleh Direksi Pekerjaan secara tertulis.
Bilamana Direksi Pekerjaan menyetujui pengelasan untuk sambungan, maka
sambungan dalam hal ini adalah sambungan dengan panjang penyaluran penuh
yang memenuhi ketentuan dari AWS D 2.0. Pendinginan terhadap pengelasan
dengan air tidak diperkenankan.
g. Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan membelakangi permukaan beton
sehingga tidak akan terekspos.
h. Anyaman baja tulangan yang dilas harus dipasang sepanjang mungkin, dengan
bagian tumpang tindih dalam sambungan paling sedikit satu kali jarak anyaman.
i. Bilamana baja tulangan tetap dibiarkan terekspos untuk suatu waktu yang cukup
lama, maka seluruh baja tulangan harus dibersihkan dan diolesi dengan adukan
semen acian (semen dan air saja).
j. Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah dipasang boleh digunakan untuk
memikul perlengkapan pemasok beton, jalan kerja, lantai untuk kegiatan bekerja
atau beban kon struksi lainnya.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH DH 915, 8H
935, DH 987 DAN DK 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMDANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA 8TASIUN
MUARAENIM·8TA8IUN SUKACINTA OJ WILAYAH KERETA API
DRIVRE 01 PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 72 of 92

111.2.4 Pengukuran dan Pembayaran


1) Cara Pengukuran
a. Baja tulangan akan diukur dalam jumlah kilogram terpasang dan diterima oleh
Direksi Pekerjaan. Jumlah kilogram terpasang harus dihitung dari panjang aktual
yang dipasang, atau luas anyaman baja yang dihampar, dan satuan be rat dalam
kilogram per meter panjang untuk batang atau kilogram per meter persegi luas
anyaman. Satuan berat yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan akan didasarkan atas
berat nominal yang disediakan oleh pabrik baja, atau bila Direksi Pekerjaan
memerintahkan, atas dasar pengujian penimbangan yang dilakukan Kontraktor
pada contoh yang dipilih oleh Direksi Pekerjaan.
b. Penjepit, pengikat pemisah atau bahan lain yang digunakan untuk penempatan
atau pengikatan baja tulangan pada tempatnya tidak akan dimasukkan dalam berat
untuk pembayaran.
c. Penulangan yang digunakan untuk beton bertulang atau struktur lain dimana
pembayaran terpisah untuk struktur yang lengkap telah disediakan dalam Seksi lain
dari Spesifikasi ini, tidak boleh diukur untuk pembayaran menu rut Seksi ini.
2) Dasar Pembayaran
Jumlah baja tulangan yang diterima, yang ditentukan seperti yang diuraikan di atas,
harus dibayar pada Harga Penawaran Kontrak untuk Mata Pembayaran yang terdaftar
dalam Daftar Kuantitas, dimana pembayaran tersebut merupakan kompensasi penuh
untuk pemasokan, pembuatan dan pemasangan bahan, termasuk semua pekerja,
perala tan, perkakas, pengujian dan pekerjaan pelengkap lain untuk menghasilkan
pekerjaan yang memenuhi ketentuan.

111.3 Pekerjaan Bore Pile

111.3.1 Umum
1) Uraian
Pekerjaan ini harus mencakup pekerjaan pondasi sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar,
atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan .
2) Penerbitan Detail Pelaksanaan
Detail pelaksanaan untuk soil noiling yang tidak termasuk dalam Dokumen Kontrak pad a
sa at pelelangan akan diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan setelah peninjauan kembali
rancangan awal telah selesai menurut Seksi 1.9 dari Spesifikasi ini.
3) Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini
a. Rekayasa Lapangan : Seksi 1.6
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WlLAYAH KERETA API
DRIVRE Ul PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HAlAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 73 of 92

b. Beton : Seksi 3.1


e. Baja Tulangan : Seksi 3.2

111 .3.2 Bahan dan Jaminan Mutu


1) Beton
Beton yang digunakan sebagai bahan grouting pada pekerjaan pondasi menggunakan
Mutu Beton K-350.
2) Baja Tulangan
a. Baja tulangan yakni baja polos atau berulir dengan mutu yang sesuai dengan
Gambar dan memenuhi tabel di bawah berikut ini:
Tegangan Leleh Karakteristik Baja Tulangan

Mutu Sebutan Tegangan Leleh Karakteristik atau Tegangan


Karakteristik yang Memberikan Regangan
Tetap 0,2 (kg/em 2)
U24 Baja Polos 2.400
U39 Baja Ulir 3.900

b. Dimensi dan jumlah tulangan seperti yang tereantum pada detail Gambar.

111.3.3 Pelaksanaan Bored Pile


Pekerjaan pondasi bored pile untuk perkuatan tanah di daerah lereng, dilakukan pada area
yang memiliki kestabilan tanah paling tinggi. Kemudian dilanjutkan pada area-area yang
lebih stabil berikutnya. Secara umum, berikut tahapan pelaksanaan bored pile:
1. Pekerjaan Persiapan
Marking dan penomeran pengeboran
Pembuatan bak penampungan yang berfungsi sebagai tepat penyimpanan
sementara air buangan dan tempat peneampuran air dengan tanah liat sebagai
media pembantu dalam proses pengeboran.
2. Pekerjaan Pengeboran
Pengeboran menggunakan cross drill dibantu dengan semprotan air (air berlumpur)
yang mengalir melalui lubang batang yang difungsikan untuk menghaneurkan tanah
sehingga tanah dapat diangkut keluar lubang. Pembersihan tahap pertama dilakukan
dengan penyemprotan air selama±10 menit setelah kedalaman pereneanaan
tereapai.
Untuk memastikan kondisi lubang telah bersih digunakan bor spiral yang berfungsi
untuk membawa dan memotong tanah sisa yang tidak dibawa oleh air. Dengan system
ini, diharapkan bahwa semua sisa pengeboran bias terangkat.
-
OF.NGAN ASUNYA
--------
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, DR 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASlUN SUKACINTA OJ WILAYAH KERETA API
DRIVRE m PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM .201/Xl/ll/KA-2019 74 of 92

3. Pekerjaan Pemasangan
Pemasangan pipa trime sesuai dengan kedalaman lubang yang dibor
Pasang baja tulangan yang telah dirakit
Pembersihan akhir dengan menyemprotkan air bertekanan selama ± 10 menit
melalui pipa trime untuk membersihkan lubang dari endapan lumpur.
4. Pekerjaan Pengecoran
Sistem pengecoran bore pile setelah pekerjaan pembersihan terakhir dilakukan,
mengikuti langkah -Iangkah sebilgai berikut:
langkah pertama dilakukan dengan kantong plastik yang diisi dengan campuran
beton untuk memisahkan campuran beton dari endapan lumpur di dalam pipa
trime.
Kantong plastik dimasukkan pada kedalaman 1 meter dari corong trime sampai
tenaga pengecoran siap untuk melakukan pengecoran secara konstan.
Setelah tenaga pengecoran siap, campuran bet on diisi kedalam lubang pipa
sampai kepermukaan saluran dan kemudian tas plastic bias dilepas. Pada saat
yang sama, campuran beton yang dimasukkan mendorong air lumpur di luar pipa
trime keluar.
Pengecoran dilakukan dengan bantuan vibrator untuk membantu aliran campuran
beton kedalam lubang agar tidak ada udara yang terjebak dalam campuran beton.
Jika campuran tidak bias turun lebih jauh, dengan kata lain permukaan campuran
beton di dalam lubang bor telah meningkat cukup jauh. Maka pipa trime bias
ditarik perlahan-Iahan sambil terus menuangkan campuran beton.
Penarikan pipa trime harus dijaga sehingga ujung bawah pipa tetap terendam 1
meter di dalam campuran beton. Pipa trime bias diangkat jika campuran beton
telah naik lebih dari 3 meter di bawah pipa trime. Pengecoran dapat dihentikan
jika campuran beton sampai kepermukaan lubang (meluap) dan benar-benar
bersih dari lumpur atau kotoran lainnya. Tahap-tahap pengeboran diatas
dilanjutkan ke titik-titik pengeboran yang lain sesuai dengan nomor pengeboran
yang telah ditentukan.
5. Pekerjaan Pembersihan dan Bobokan Pile Cap
Bak penampungan limbah khusus harus disiapkan untuk bahan lumpur yang
dihasilkan dari pengeboran, sehingga tidak menumpuk / membanjiri area kerja dan
tidak mengganggu pekerjaan pengeboran berikutnya. Bahan lumpur kental yang
mengisi bak penampungan harus diambil di luar wilayah pengeboran.
Setelah umur beton 7 hari dilanjutkan dengan bobokan pile cap, sampai level atau
batas yang telah ditentukan sesuai dengan hasil uji try mix.
ISESUAI DENGAN ASLINYA I
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH 8H 915, BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH
DRlVRE 01 PALEMBANG
-
KERETA API

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA-2019 7S of 92

111.3.4 Teknis Bored Pile

1. Persiapan Lapangan
Dalam persiapan lapangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
Harus tersedia jalan kerja yang memadai
Drainase harus dibuat dan dipelihara selama proses pekerjaan.
Dapat diperlukan blok beton atau plat baja sebagai bantalan untuk menahan
crane dan beton mixer agar dapat mencapai titik pile.
Dipersiapkan penerangan yang cukup dilokasi-Iokasi penting dalam proyek.
2. Metode Pengeboran
Metode pengeboran harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah terjadi
ketidak lurusan lubang bor secara vertikal. sebelum menyentuh MAT, mata bor
yang digunakan adalah auger sedangkan bila sudah menyentuh MAT, mata bor
yang digunakan adalah bucket.
3. Slurry
Slurry digunakan untuk berbagai kepentingan dalam metode bored pile, biasanya
untuk mencegah kelongsoran. Slurry yang digunakan pada metode bored pile
adalah air, polimer, dan bentonite. Polimer berfungsi untuk mempercepat
terjadinya pengendapan sedangkan bentonite berfungsi untuk mencegah
kelongsoran. penggunaan slurry disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. berikut
ini merupakan bentonite properties yang perlu dicapai saat pelaksanaannya :
pH appatus : 7.5-11
viscosity: 32-45 5
density: 1.02-1.2
sand content: <3% vol
fluid loss : 20-40ml
cake: <1-3mm
Semuanya itu harus dilakukan percobaan saat pembuatan bentonite sesuai
kebutuhan. namun biasanya yang dilakukan hanyalah pH appatus, viscosity, dan
density. padahal fluid loss dan cake penting juga untuk dilakukan. namun batasan
waktu dan biaya menyebabkan fluid loss and cake tidak dilakukan. Lalu dalam
pelaksanaan pembuatan bentonite juga perlu diperhatikan, baik dalam pembuatan
maupun pembuangannya. jangan sampai dibuang sembarangan karena akan
menyebabkan masalah lingkungan.
PEKERJAAN DED BANGUNAN DAWAH BH 915, DH
935, DH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMDANGUNAN DOUDLE TRACK ANTARA BTABIUN
MUARAENIM-BTABIUN SUKACINTA DI WILAYAH I<ERETA API
DRJVRE Df PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA-2019 76 of 92

4. Pembuangan Tanah
Pembuangan tanah pada metode bored pile perlu diperhatikan karena bila tidak
dapat menimbulkan permasalahan di lapangan. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam metode bored pile adalah:
Tanah hasil pengeboran di kumpulkan disamping crane bor.
Tanah terse but harus segera dikeluarkan agar tidak mengganggu proses
pengeboran.
Umumnya disiapkan suatu lokasi dalam proyek untuk penampungan sementara
tanah galian untuk kemudian dikeluarkan dari lokasi proyek pada malam hari.
5. Desanding/ Recycling
Proses reclying ini perlu dilakukan untuk memisahkan tanah dan bentonite, dan
excavation soil.
6. Pemasangan Pembesian
Dalam pemasangan pembesian, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
Pembesian ini perlu dipasang spacer beton digantung ke casing dengan
menggunakan batang besi.
Penurunan besi kedalam lubang dim ana da sar gal ian cukup bersih.
Bagian bawah pembesian dimasukan terlebih dahulu kedalam lubang dan
digantung di dinding casing.
Besi berikutnya dimasukan menyusul diata s besi pertama serta dilakukan
penyambungan.
Penyambungan umumnya menggunakan sistem pengelasan pada sejumlah
overlap besi utama.
Setelah pembesian terpasang dim ana kedalaman galian diukur ulang untuk
memeriksa adanya pengendapan atau kelongsoran sel ama pemasangan besi.
sedimentasi: proses pembersihan dasar galian dapat dilakukan dengan
menurunkan pompa submersible untuk menyedot kotoran.
Kelongsoran terjadi maka pembesian harus diangkat ulang
7. Pemasangan Tremie Pipa
Tremie pipe merupakan pipa yang digunakan untuk memasukan beton ke dalam
lubang bor agar beton tidak rusak akibat bercampur dengan cairan pengisi lubang
8. Pengecoran
Dalam proses pengecoran, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
Slump beton: 17Smm sampai 22Smm.
Pipa tremie : diameter dalam 220mm dengan panjang yang variatif, O.Sm, 1m, 2m,
dan4m.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANOUNAN BAWAH DR 915, DR
935, BR 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE III PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : ·HALAMAN


00 KM.201/XI/11/KA·2019 77 of 92

Jika diperhitungkan waktu pengecoran yang lama diperlukan retarder untuk


menjaga agar beton masih belum set selama proses pengecoran
Selama proses pengecoran, perlu dilakukan pencatatan serta pembuatan grafik
ketinggian muka beton VS volume beton serta dibanding dengan perhitungan
teoritis.
Pembuatan sampel beton
Jika batas atas pengecoran berada dibawah level permukaan proyek maka
diperlukan penimbunan dengan material yang cukup stabil setelah beton set.
Jika galian mengalami kelongsoran total, maka lubang harus di tutup dengan
dengan menggunakan lean concrete
9. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan:
Manajemen lapangan
Proses penggalian yang menggunakan air atau slurry dapat berpeluang merusak
ke bersihan serta kestabilan permukaan lapangan. Perlu sistem drainase lapangan
yang baik dan perawatan sistem tersebut. lapangan yang ru sak akibat permukaan
yang terendam air akan menyebabkan resiko crane yang tidak stabil serta mixer
beton yang sulit mencapai lokasi.
- Posisi Pembesian
Dengan adanya aliran beton disaat pengecoran dapat mengangkat pembe'3ian
sehingga tidak berada di level yang diinginkan, Posisi pembesian ini perlu
diperhatikan selama pengecoran agar besi tidak naik. Biaya perbaikan posisi besi
ini biasanya melibatkan angka yang sang at besar.

111.4 Baja Struktur

111.4.1 Umum
a. Uraian
Pekerjaan ini mencakup struktur baja yang dilaksanakan memenuhi garis, kelandaian
dan dimensi yang ditunjukan dalam Gambar atau yang ditetapkan oleh direksi
pekerjaan. Pekerjaan ini terdiri dari pelaksanaan struktur baja baru, pelebaran dan
perbaikan dari struktur. Pekerjaan akan mencakup penyediaan, fabrikasi, pemasangan,
galvanisasi dan pengecatan logam struktur sebagaimana yang disyaratkan dalam
spesifikasi ini atau sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar. logam struktur haru s
meliputi baja struktur, paku keling, pengelasan, baja khusus dan campuran, elektoda
logam dan penempaan dan pengecoran baja, Pekerjaan ini harus juga terdiri dari setiap
pelaksanaan logam tambahan yang tidak disyaratkan lain, se mua ses uai dengan
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, DH
935, DH 987 DAN 8H 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASJUN SUKACINTA DJ WILAYAH
DRlVRE DI PALEMBANG
--
KERETA API

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/Xl/lI/KA-2019 78 of 92

spesifikasi ini dengan gambar. Pada pekerjaan ini di gu nakan Baja Struktur JIS G3l0l SS
400, AASHTO M270M Grade 50, ASTM A36 Grade 43A. dengan tegangan leleh (fy) =
240 MPa dan kapasitas tarik (fu) = 400 Mpa.
b. Pekerjaan Seksi Lain Yang Berkaitan Dengan Seksi Ini
a. Beton : Seksi 3.1
b. Baja Tulangan : Seksi 3.2
c. Pengendalian Mutu
Mutu yang dipasok, kecakapan kerja dan hasil akhir harus dipantau dan dikendalikan
sebagaimana yang disyaratkan dalam standar rujukan dalam pasaI3.3.1.(5) di bawah.
d. Toleransi
a. Diameter Lubang
Lubang pada elemen utama : +1.2mm-O.4m
Lubang pada elemen sekunder : 1.8 mm -0.4 mm
b. Alinyemen Lubang
Elemen utama, dibuat di bengkel : ± 0.4 m
Elemen sekunder, dibuat di lapangan : ± 0.6 mm
c. Gelagar atau Balok
• Penyimpangan dari lendutan balik (camber) yang disyaratkan ± 0.2 mm per
meter panjang balok atau ± 6 mm, dipilih yang lebih keeil . .
• Penyimpangan lateral dari garislurus di antara pusat-pusat perletakan 0.1 mm
per meter panjang balok sampai suatu maksimum sebesar 3 mm.
• Penyimpangan lateral antara sumbu badan (web) dan sumbu flens dalam
gelagar susun : maksimum 3 mm.
• Kombinasi kelengkungan dan kemiringan flens pada gel agar atau balok yang
dilas akan ditentukan dengan pengukuran penyimpangan pangkal flens
terhadap bidang badan (web) pada pertemuan sumbu badan (web) dengan
permukaan luar dari pelat flens. Penyimpangan ini tidak boleh melebihi 1/200
dari lebar flens total atau 3 mm dipilih yang lebih besar.
• Ketidakrataan dari landasan atau dudukan:
Ditempatkan pada penyuntikan (grouting) : maksimum 3.0 mm
Ditempatkan di atas baja, adukan liat : maksimum 0.25 mm
• Penyimpangan maksimum dari ketinggian yang disyaratkan untuk balok dan
gelagaryang dilas, diukur pada sumbu badan (web), harus sebagaimana berikut
ini :
Untuk ketinggian hingga 90 em : ±3mm
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH
935, 8H 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK AHTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE Ul PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA-2019 79 of 92

Untuk ketinggian diatas 90 cm hingga 180 : ± 5mm


Untuk ketinggian diatas 180 cm : ±8 m -5 mm
d. Batang Desak Panjang (Struts)
Penyimpangan maksimum terhadap garis lurus, termasuk dari masing-masing flens
ke segala arah : panjang / 1000 atau 3 mm, dipilih yang lebih besar.
e. Permukaan Yang Oikerjakan Oengan Mesin
Penyimpangan permukaan bidang kontak yang dikerjakan dengan mesin tidak
boleh lebih dari 0.25 mm untuk permukaan yang dapat dipahat dalam segiempat
dengan sisi 0.5 mm
e. Standar Rujukan
AASHTO M160M-90 General Requirements for Rolled Steel Plates,
Shapes, Sheet Pilling and Bar of Structural Use.
AASHTO M164M-90 High Strength Bolts for Structural Steel Joint
AASHTO M169M-83 Steel Bars, Carbon, Cold Finished, Standard
Quality
AASHTO M183M-90 Structural Steel
AASHTOA233 Mild Steel, Arc Welding Electrode
ASTMA307 Mild Steel Bolts and Nuts (Grade A)
AWS 020 Standard Specification for Welded Highway and
Railway Bridges
JIS G3106 SM 490 VB (Main component)
AASHTO M270M Grade 50 (Main component)
ASTM A572M Grade 50(Main component)
JIS B 1186F lOT (Accesoris Component)
ASTM A490 (Accesoris Component)
f. Pengajuan Kesiapan Kerja
a. Kontraktor harus menyerahkan laporan pengujian pabrik yang menunjukan kadar
bahan kimia dan pengujian fisik untuk setiap mutu baja yang digunakan dalam
pekerjaan. Bilamana laporan pengujian pabrik ini tidak tersedia maka ujian yang
diperlukan untuk menetapkan mutu dan sifat-sifat lain dari baja pada suatu
lembaga pengujian yang disetujui. Laporan pengujian ini harus diserahkan dengan
atau sebagai pengganti sertifikat pabrik.
b. 3 (tiga) salinan dari semua gambar kerja terinci yang disiapkan oleh atau atas nama
Kontraktor harus diserahkan kepada Oireksi Pekerjaan untuk disetujui. Persetujuan
ini tidak membebaskan tanggung jawab Kontraktor terhadap pekerjaan dalam
Kontrak ini.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BR 998 UHTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAH DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·BTASIUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE m PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA-2019 80 of 92

c. Kontraktor harus menyerahkan program dan met ode pelaksanaan yang diusulkan
termasuk semua gambar kerja dan rancangan untuk pekerjaan sementara yang
diperlukan. Data yang diserahkan sebagaimana yang diperlukan harus meliputi
tanggal untuk kunjungan bengkel, pengiriman dan pemasangan, penunjang dan
pengaku sementara untuk gelagar selama pemasangan, detail sambungan dan
penghubung, pengalihan lalu lintas pada atau di luar jembatan lama dan setiap
keterangan yang berkaitan lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
d. Kontraktor harus memberitahu kepada Direksi Pekerjaan secara tertulis sekurang-
kurangnya 24 jam sebelum memulai pembongkaran struktur lama atau
pemasangan struktur baja yang baru.
g. Penyimpanan dan Perlindungan Bahan
Pekerjaan baja, baik fabrikasi di bengkel dan di lapangan, harus ditumpu di atas balok
pengganjal atau landasan sedemikian rupa sehingga tidak bersentuhan dengan tanah
dan dengan suatu cara yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Bilamana pekerjaan baja
ditumpuk dalam beberapa lapis, maka pengganjal untuk semua lapisan harus berada
dalam satu garis. Bahan harus dilindungi dari korosi dan kerusakan lainnya dan harus
tetap bebas dari kotoran, minyak, gemuk dan benda-benda asing lainnya. Permukaan
yang akan dicat harus dilindungi dengan seksama baik di bengkel pabrik maupun di
lapangan. Uliran untuk penyetelan dilindungi dari kerusakan.
h. Perbaikan Terhadap Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan
Pekerjaan baja yang rusak selama penyimpanan, penanganan atau pemasangan
harus diperbaiki sampai disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Setiap bahan atau
sambungan yang rusak sebelum diperbaiki harus ditolak dan segera disingkirkan dari
pekerjaan.
Elemen baja dengan dimensi di luar toleransi yang disyaratkan dalam pasal 3.3.1.(4)
tidak akan diterima untuk digunakan dalam pekerjaan.

111.4.2 Bahan dan laminan Mutu


1) Baja Struktur
Kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar, baja karbon untuk paku keling, baut atau dilas
harus sesuai dengan ketentuan AASHTO M183M-90: Structural Steel. Untuk komponen
Utama di gunakan Baja Struktur liS G3101 55 400, AA5HTO M270M Grade 50, A5TM
A36 Grade 43A. dengan tegangan leleh (fy) =240 MPa dan kapasitas tarik (fu) =400
Mpa.
Mutu baja dan data yang berkaitan lainnya harus ditandai dengan jelas pada unit-unit
yang menunjukkan identifikasi selama fabrikasi dan pemasangan.
ISESUAI DENGAN ASLINYM
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH


935. BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA 01 WILAYAH
DRIVRE DI PALEMBANG
- K ERETA API

REV I TANGGAL CONTRACT NO. : I HALAMAN


00 I 06/03/2020 KM .20l/XI/!1/KA-2019 I 81 of 92

2) Baut, Mur dan Ring


a. Baut dan mur harus memenuhi ketentuan dari ASTM A307 Grade A dan
mempunyai kepala baut dan mur berbentuk segienam (hexagonal)
b. Baut, Mur dan Ring dari Baja Geser Tegangan Tinggi
Baut, mur dan ring dari baja tegangan tinggi harus difabrikasi dari baja karbon yang
dikerjakan secara panas memenuhi ketentuan AASHTO M164M-90 dengan
tegangan leleh minimum 5700 kg/cm 2 dan pemuluran (elongation) minimum 12%
c. Baut dan mur harus ditandai untuk identifikasi sesuai dengan ketentuan dari
AASHTO M164M-90. Ukuran baut harus sebagaimana ditunjukan dalam Gambar.
3) Paku Penghubung Geser yang Dilas
Paku penghubung geser (shear connector bolts) harus memenuhi ketentuan dari
AASHTO M169 - 83 : Steel Bars, Carbon, Cold Finished, Standard Quality Grade 1015,
1018 atau 1020, baik baja "semi-killed" maupun "fully-killed"
4) Bahan untuk keperluan pengelasan
Bahan untuk keperluan pengelasan yang digunakan dalam pengelasan logam dari kelas
baja yang memenuhi ketentuan dari AASHTO M183 - 90, harus memenuhi ketentuan
dari ASTM A233.
5) Sertifikat
Semua bahan baku at3u cetakan yang dipasok untuk pekerjaan, bilamana diminta oleh
Direksi Pekerjaan, harus disertai sertifikat dari pabrik pembuatnya yang menyatakan
bahwa bahan tersebut telah diproduksi sesuai dengan formula standar dan memenuhi
semua ketentuan dalam pengendalian mutu dari pabrik pembuatnya. Sertifikat harus
menunjukan semua hasil pengujian sifat-sifat fisik dari bahan baku, dan diserahkan
kepada Direksi Pekerjaan tanpa biaya tambahan.
Ketentuan ini harus digunakan, tetapi tidak terbatas pada produk-produk atau bagian-
bagian yang dirol, baut, bahan dan pembuatan landasan (bearing) jembatan dan
galvanisasi.

111.4.3 Kecakapan Kerja


1) Fabrikasi
Semua elemen yang dirakit harus cocok dan tepat dalam toleransi yang disyaratkan
dalam pasal 3.3.1.
Sambungan dengan baut harus dilengkapi dengan pel at paking, jika diperlukan, untuk
menjamin agar celah yang mungkin timbul antar permukaan bidang yang berdampingan
yang tidak melampaui 1 mm untuk baut geser tegangan tinggi dan 2 mm untuk jeni s
sambungan lainnya.
SESUAI DENGAN ASLINYA


PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASruN
MUARAENIM· STASWN SUKACINTA DI WILAYAH
DRJVRE 01 PALEMBANG
-
KERETA AP I

REV I TANGGAl I eONTRACTNO. : I HALAMAN


00 I 06/03/2020 I KM .20l/XI/lI/KA·2019 I 82 of 92

Untuk sambungan las, maka setiap penyimpangan yang tidak dikehendaiki akibat
kesalahan penjajaran bagian·bagian yang akan disambung tidak melampaui 0.15 kali
ketebalan pada bagian yang lebih tipis atau 3 m. Akan tetapi, baik perbedaan ketebalan
yang timbul dari toleransi akibat proses rolling maupun kombinasi toleransi akibat
proses rolling dan kesalahan penjajaran yang diijinkan di atas, maka penyimpangan
yang melampaui 3 mm harus diperluas dengan suatu kelandaian yang tidak euram dari
1: 4.
2) Pemotongan
Pemotongan harus dilaksanakan dengan akurat, hati-hati dan rapi. Setiap deformasi
yang terjadi akibat pemotongan harus diluruskan kembali. Sudut tepi-tepi potongan
pada elemen utama yang merupakan tepi bebas setelah selesai dikerjakan, harus
dibulatkan dengan suatu radius kira·kira 0.5 mm atau ditumpulkan. Pengisi, pelat
penyambung, batang pengikat dan pengaku lateral dapat dibentuk dengan pemotongan
eara geser (shearing), tetapi setiap bagian yang tajam seperti duri akibat pemotongan
harus dibuang. Setiap kerusakan yang terjadi akibat pemotongan harus diperbaiki.
Sudut-sudut ini umumnya dibulatkan dengan suatu radius 1.0 m.
3) Lubang Untuk Paku Keling dan Baut
a. Lubang untuk Paku Keling, Baut Anti Benam (countersunk) dan Baut Hitam
{tidak termasuk toleransi rapat, baut sHinder (turned barrel bolt) dan baut geser
tegangan tinggi):
Diameter lubang tidak boleh lebih besar 2 mm dari diameter nominal paku keling
atau baut. Semua lubang harus dibor atau dibor keeil dahulu kemudian diperbesar
atau dilubangi keeH dengan alat pons kemudian diperbesar.
Bilamana beberapa pelat atau komponen membentuk suatu elemen majemuk,
pelat-pelat tersebut harus digabung menjadi satu dengan menggunakan klem atau
baut penyetel dan lubang harus dibor sampai seluruh ketebalan dalam satu kali
operasi, atau sebagai alternatif, pada pekerjaan yang sama dan dikerjakan
berulang-ulang, pel at atau komponen dapat dilubangi secara terpisah dengan
menggunakan jig atau mal. Semua bagian tepi lubang yang tajam seperti akibat
pelubangan harus dibuang.
b. Lubang Untuk Toleransi Rapat dan Baut Silinder
Diameter lubang harus sama dengan diameter nominal baut batang (shank) atau
silinder (barrel), memenuhi toleransi 0.15 mm dan -0.0 mm.
Bagian-bagian yang akan dihubungkan denga n baut toleransi rapat atau silinder
harus digabung menjadi satu dengan baut penyetel atau klem dan lubang harus
dibor sampai seluruh ketebalan dalam satu kali operasi dan selanjutnya diperbesar
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH

- ---
935, 8H 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASWN SUKACJNTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE DI PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM .201/Xl/ll/KA-2019 83 of 92

setelah perakitan. Bilamana cara ini tidak dapat dilakukan maka bagian-bagian yang
terpisah harus dibor melalui jig baja dan diperbesar jika diperlukan. Semua bagian
tepi lubang yang tajam seperti duri akibat pelubangan harus dibuang.
c. Lubang Untuk Toleransi Rapat dan Baut Silinder
Lubang harus silindris dan tegak lurus pada permukaan pelat kecuali disyaratkan
lain.
Pada umumnya diameter lubang 1 mm lebih besar dari diameter nominal untuk
baut sampai diameter 16 mm dan 1.5 mm !ebih besar dari diameter nominal untuk
baut yang lebih besar.
Jarak dari pusat lubang ke tepi pelat tergantung pada ketebalan pelat. Jarak
minimum dari pusat lubang sampa i tepi pel at hasil pemotongan cara geser harus
1.7 kali diamter nominal baut, sedangkan untuk tepi pelat yang diroll atau dipotong
dengan las harus 1.5 kali diameter nominal baut.
Lubang persia pan harus dibor terlebih dahulu, kemudian bagian-bagian baja dirakit
dan lubang diperbesar sampai diameter yang ditentukan. Bagian tepi lubang yang
tajam seperti duri akibat pelubangan harus dibuang dengan alat pengupas
(scraper). Tepi lubang harus ditumpulkan sampai 0.5 mm. Setiap bekas tanda pada
tepi permukaan bidang kontak dari ring, baut dan mur harus dihilangkan. Pasak
pengungkit (drift) dapat dimasukkan ke dalam lubang untuk memudahkan
pengaturan posisi dari elemen-elemen baja, tetapi tenaga yang berlebihan tidak
boleh digunakan selama operasi tersebut dan perhatian khusus harus diberikan
agar lubang-Iubang tersebut tidak rusak.
4) Pengaku (Stiffener)
Pengaku ujung pada gelagar dan pengaku yang dimaksudkan sebagai penunjang beban
terpusat harus mempunyai bidang kontak sepenuhnya (baik yang dirakit di pabrik, di
lapangan atau baja yang dapat dilas dan terletak di daerah tekan dari liens, dilas
sebagaimana yang ditunjukkan dalam rancangan atau disyaratkan) pada flens dimana
beban tersebut diteruskan atau dari mana diterimanya beban. Pengaku yang tidak
dimaksudkan untuk menunjang beban terpusat, kecuali ditunjukkan atau disyaratkan
lain, dipasang dengan cukup rapat untuk menahan air setelah digalvanisasi.

111.4.4 Pelaksanaan
1) Perakitan di Bengkel
Bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan maka unit-unit harus dirakit di bengkel
sebelum dikirim ke lapangan.
2) Sambungan Dengan Baut Standar (selain Baut Geser Tegangan Tinggi)
lMSUAI DENGAN ASLINYA I
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, DH 987 DAN 8H 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA 8TASIUN
MUARAENIM·STASWN SUKACINTA 01 WlLAYAH KERfTA API
DRIVRE DI PALEMBANG

REV eONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201!Xl/ll!KA-2019 84 of 92

Baut yang tidak dikencangkan tarhadap be ban pereobaan (proof load) harus
mempunyai mur tunggal yang dapat mengunci sendiri. Ring serong harus digunakan
dimana bidang kontak mempunyai sudut lebih dari 1 : 20 dengan salah satu bidang yang
tegak lurus sumbu baut. Baut harus mempunyai panjang sedemikian hingga seluruh
mur dapat dimasukkan ke dalarn baut tetapi panjang baut tidak boleh melebihi 6 mm
di luar mur.
Baut harus dimasukkan ke dalam lubang tanpa adanya kerusakan pada uliran. Suatu
"snap" harus digunakan untuk meneegah kerusakan kepala baut.
Kepala baut dan mur harus dikencangkan sampai rapat pada pekerjaan dengan tenaga
manusia, yang menggunakan sebuah kunci yang coeok dengan panjang tidak kurang
dari 38 em untuk diameter nominal baut 19 mm atau lebih. Kepala baut harus diketuk
dengan palu pada saat mur sedang dikencangkan.
Seluruh uliran baut harus berada di luar lubang. Ring harus digunakan kecuali
ditentukan lain.
3) Baut Geser Tegangan Tinggi
a. Umum
Kelandaian permukaan bidang kontak dengan kepala, baut dan mur tidak boleh
melebihi 1 : 20 terhadap suatu bidang yang tegak lurus sumbu baut. Bagian bagian
yang akan dibaut harus dijadikan satu bilamana dirakit dan tidak boleh diberi
gasket (Iem paking mesin) atau setiap bahan yang dapat didesak lainnya.
Bilamana dirakit, maka semua permukaan yang akan disambung, termasuk yang
berdekatan dengan kepala baut, mur, atau ring harus bebas kerak kecuali kerak
pabrik yang keras dan juga harus bebas dari bag ian yang tajam seperti duri akibat
pemotongan atau pelubangan dan benda-benda asing lainnya, yang menghambat
elemen-elemen tersebut untuk dapat duduk sebagaimana mestinya.
b. Penyelesaian Permukaan Bidang Kontak
Permukaan bidang kontak dan tempat-tempat yang berdekatan dengan sekeliling
elemen-elemen baja harus dibersihkan dari semua karat, kerak pabrik, cat, gemuk
eatdasar dempul atau benda-benda asing lainnya. Setiap bag ian yang tajam seperti
duri akibat pemotongan atau pelubangan, atau kerusakan lain yang akan
menghambat elemen-elemen tersebut untuk duduk sebagaimana mestinya atau
akan mempengaruhi gaya geser di antara elemen-elemen tersebut harus
dihilangkan.
Permukaan bidang kontak harus dikerjakan sampai mencapai suatu kekasaran yang
cocok. Tidak ada sambungan yang akan dibuat sampai permukaan yang akan
dihubungkan telah diperiksa dan diterima oleh Direksi Pekerjaan.
SESUAI DENGAN ASUNYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH DR 915, BH
935, DH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASWN
MUARAENIM·STASWN SUKACINTA DI WILAYAH KERfTA API
DRlVRE m PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 85 of 92

C. Baut Tarik
Perhatian khu5U5 harus diberikan bilamana terdapat perbedaan ketebalan pelat
pada elemen·elemen yang akan dipasang untuk menjamin bahwa tidak terjadi
pembengkokan dan bahwa elemen dasar dan pelat penyambung mempunyai
bidang kontak yang rapat.
Perkakas pengencang baik kunci torsi maupun mekanis, sebagaimana disetujui
oleh Direksi Pekerjaan, harus digunakan untuk mengencangkan baut-baut. Setiap
peralatan yang digunakan untuk pengencangan baut harus dikalibrasi secara
teratur hingga dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan. Nilai torsi yang diberikan
pemasok harus disesuaikan sebelum setiap baut digunakan dalam
pekerjaan.Pengencangan dapat dilaksanakan baik dengan cara putar separuh
maupun cara pengendalian dengan torsi sebagaimana yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
4) Pengelasan
Prosedur pengelasan baik di bengkel maupun di lapangan, termasuk keterangan
tentang persiapan permukaan-permukaan yang akan disambung harus diserahkan
secara tertulis, untuk persetujuan kepada Direksi Pekerjaan sebelum memulai fabrikasi.
Tidak ada prosedur pengelasan yang disetujui atau detail yang ditunjukkan dalam
Gambar yang harus dibuat tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
Cara menandai setiap pelengkap sementara harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi
Pekerjaan. Setiap goresan pada pelengkap sementara harus diperbaiki sampai diterima
oleh Direksi Pekerjaan. Bilamana perbaikan dengan pengelasan diperlukan, maka
perbaikan ini harus dilaksanakan atas persetujuar. Direksi Pekerjaan.
Permukaan las yang tampak harus dibersihkan dari residu kerak. Semua percikan
pengelasan yang mengenai permukaan harus dibersihkan
Agar dapat memperoleh ketebalan elemen baja yang penuh pada sambungan dengan
pengelasan maka harus digunakan pelat penyambung "run-on" dan "run-off' pada
bagian ujung elemen.
5) Pengecatan dan Galvanisasi
Semua komponen Gelagar Baja Komposit termasuk balok, pelat, baut, ring, diafragma
dan sejenisnya harus digalvanisasi dengan sistem pencelupan panas sesuai dengan
ASTM A123 - 89.
6) Pengangkutan
Setiap elemen harus dicat atau ditandai dengan suatu tanda pemasangan untuk
identifikasi dan suatu diagram pamasangan harus disediakan oleh Kontraktor dengan
tanda-tanda pemasangan yang ditunjukkan di dalamnya.
SESUAI OENGAN
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH
935, 8H 987 DAN DR 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANOUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASlUN
MUARAENIM·STASlUN SUKACINTA DI WILAYAH KERETA API
DRIVRE m PALEMBANO

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/Xl/ll/KA·2019 86 of 92

Elemen struktur harus diangkat dengan cara sedemikian hingga dapat diangkut dan
dibongkar di tempat tujuannya tanpa mengalami tegangan, deformasi, atau kerusakan
lainnya yang berlebihan.
Baut dengan panjang dan diameter yang sama, dan mur yang terlepas dari baut atau
ring harus dikemas terpisah. Pen (pin), bagian·bagian yang kecil, dan paket baut ring
dan mur harus dikirim dalam kotak, krat atau tong, tetapi berat kotor dari setiap
kemasan tidak boleh melebihi 150 kg. Daftar dan uraian dari bahan-bahan tersebut
harus ditandai secara sederhana pada bag ian luar dari setiap kemasan.
7) Peralatan dan Perancah
Kontraktor harus menyediakan setiap perkakas dan perancah yang diperlukan untuk
penanganan pekerjaan yang sebagaimana mestinya. Perlengkapan ini termasuk
pengaku sementara, semua perkakas mesin, dan peralatan termasuk pasak pengungkit
(drift) dan baut penyetel.
Perancah dan. pengaku sementara harus dirancang, dibuat dan dipelihara sebagaimana
mestinya agar dapat melaksanakan pemasangan elemen·elemen dengan tenaga yang
permanen.
8) Perakitan Pekerjaan Baja
a. Komponen Yang Difabrikasi Oleh Kontraktor
Setiap bagian harus dirakit dengan akurat sebagaimana yang ditunjukkan dalam
Gambar dan setiap tanda yang sesuai harus diikuti. Bahan harus dikerjakan dengan
hati-hati sedemikian hingga tidak terdapat bagian-bagian yang bengkok, patah,
atau kerusakan lainnya. Penggunaan palu yang dapat melukai atau mengubah
posisi elemen-elemen tidak boleh dilakukan. Permukaan bidang kontak dan
permukaan yang akan berada dalam kontak perman en harus dibersihkan sebelum
bagian-bagian tersebut dirakit. Kecuali dipasang dengan cara kantilever, maka
ruas-ruas rangka baja harus dipasang dengan suatu cara sedemikian hingga dapat
memperoleh lendutan balik (camber) yang sebagaimana mestinya. Setiap
penguncian sementara harus dibiarkan sampai sambungan tarik telah dibaut dan
semua lubang pada titik buhul telah dijepit dan dibaut. Baut permanen untuk
sambungan elemen-elemen tekan tidak boleh dimasukkan atau dikencangkan
sampai seluruh bentangan berayun. Sambungan (splices) dan penyambungan di
lapangan (field connections) harus mempunyai setengah jumlah lubang yang diisi
dengan baut dan pen (pin) silindris untuk pemasangan (setengah baut dan
setengah pin) sebelum dibaut dengan baut tegangan tinggi. Sambungan (splices)
dan penyambung (connections) yang akan dilewati lalu-lintas selama pemasangan
harus mempunyai lubang diisi sebanyak-l<\-nya.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915 . 8H
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASJUN SUKACINTA DI WILAYAH I(ERETA API
DRIVRE DI PALEMBANG

REV CONTRACT NO_: HALAMAN


00 KM .201/XI/ll/KA-2019 87 of 92

b. Komponen Yang Disediakan Pemilik


Komponen yang disediakan oleh pemilik harus dipasang dengan ketat sesuai
dengan buku petunjuk dan Gambar yang disediakan pabrik pembuatnya.

111_4.5 Pengukuran dan Pembayaran


1) Pengukuran
a. Kuantitas baja struktur yang akan diukur untuk pembayaran sebagai jumlah dalam
kilogram pekerjaan yang telah selesai di tempat dan diterima. Untuk menghitung
berat nominal dari baja rol atau besi tuang, maka bahan-bahan tersebut dianggap
mempunyai berat volume 7.850 kilogram per meter kubik.
Serat logam lainnya yang ditunjukkan dalam Garnbar atau lainnya harus disetujui
oleh Direksi Pekerjaan. Serat bahan yang dihitung harus merupakan berat norminal
dari Pekerjaan baja yang telah selesai dikerjakan, terdiri dari pelat, bagian-bagian
yang dirol penghubung geser (shear connector). pengaku, penjepit paking, pelat
sambungan dan semua perlengkapan, tanpa adanya kelonggaran untuk
keuntungan sampingan dan penyimpangan yang diijinkan lainnya atas berat
standar atau dimensi nominal dan termasuk berat las, fillet, baut, mur, ring, kepala
paku keling dan lapisan pelindung. Tidak ada pengurangan yang dibuat untuk
penakikan, lubang baut dan lubang paku keling dan sebagainya dengan luas kurang
dari 0,03 m 2 _
b. Pengecatan atau lapisan pelindung lainnya tidak akan dibayar, biaya pekerjaan ini
dianggap telah termasuk dalam harga penawaran untuk pekerjaan baja struktur.
2) Pembayaran
Kuantitas pekerjaan baja struktur akan ditentukan sebagaimana disyaratkan di atas,
akan dibayar pada Harga Penawaran per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran
yang terdaftar dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Harga dan
pembayaran itu harus dianggap sebagai kompensasi penuh untuk pemasokan, fabrikasi
dan pemasangan bahan, termasuk semua tenaga kerja, peralatan, perkakas, pengujian
dan biaya tambahan lainnya yang diperlukan atau biaya untuk penyelesaian pekerjaan
yang sebagaimana mestinya dalam Seksi ini.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915. BH
935, DH 987 DAN DK 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASlUN
MVARAENIM·8TASIUN SUKACINTA 01 WILAYAH KERETA AP I
DRIVRE m PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.20l/XI/ll/KA-2019 88 of 92

111.5 Pabrikasi dan Erection Baja Profil

111.5.1 Umum
a. Ruang lingkup
Kontraktor harus menyediakan semua gambar kerja, bahan, perlengkapan,
peralatan dan tenaga yang diperlukan.
Kontraktor .harus melaksanakan semua pekerjaan termasuk fabrikasi, pengiriman,
pemasagan/ereksi, pengelasan, pembautan , pemeriksaan dan percobaan (testing).
Kontraktor harus memelihara, memperbaiki, menyelesaikan dan mengerjakan
semua pekerjaan dan pekerjaan tambahan, sehingga menghasilkan pekerjaan yang
sesuai dengan gambar rencana.
b. Gambar Kerja
Kontraktor harus membuat gambar kerja yang menunjukkan semua detail termasuk
tipe dan ukuran dari komponen baja, lokasi dan detail sambungan, dan mengajukan
kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan dilaksanakan.
c. Standar
Semua bahan dan konstruksi harus memenuhi standard yang umum dipakai di
Indonesia: Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung SNI 03-
1729-2002, TIS, AISC, ASTM dan AWS.
Bahan :
1. Semua profil baja, pelat baja dan kon struksi baja lainnya, harus baru dan
bermutu terbaik serta memenuhi persyaratan yang dicantumkan dalam gam bar.
2. Baut yang dipergunakan adalahjenis HTB - A 325 Type N
3. Elektroda atau kawat las untuk konstruksi baja harus memenuhi ketentuan
dalam AWSD 1.1 dan hanya elektroda-elektroda seri E-70 XX yang boleh dipakai.
Fabrikasi:
1. Sedapat mungkin semua konstruksi baja dibuat dipabrik/workshop. Kontraktor
harus menjamin ketepatan pengukuran di lapangan, fabrikasi dan pemasangan.
2. Sambungan las hanya diperbolehkan jika dinyatakan pada gambar kerja yang
telah disetujui. Semua las harus terdiri dari komposisi yang merata, halu s, rapih,
berkekuatan penuh serta cukup kenyal, harus bebas dari "porosity" dan harus
dibuat dengan teknik kerja yang menjamin pembebanan muatan yang merata
pada seluruh potongan las di sertai pencegahan kemungkinan terjadinya
eksentrisitas pada las logam sekelilingnya:
3. Semua pengelasan harus dilaksanakan oleh tukang las yang berpengalaman dan
telah mempunyai sertifikat.
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH
935, BH 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DJ WILAYAH KERETA API
DRIVRE m PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201!Xl/ll!KA-2019 89 of 92

4. Lubang-Iubang baut dan lubang-Iubang angkur pada pelat dasar dan pelat
bearing harus dibuat di pabrik/workshop dengan menggunakan mesin bor.
Mesin pons boleh dipergunakan untuk pel at dengan ketebalan maksimum 10
mm. Kontraktor tidak boleh merubah atau membuat lobang baru dilapangan
tanpa seijin Pengawas. Membuat lobang baut dengan api sama sekali tidak
diperkenankan.
5. Permukaan tumpuan (bearing surface) harus betul-betul rata dan memiliki
kontak penuh.
6. Toleransi untuk fabrikasi material harus sesuai dengan AISC "Code of Standard
Practice"
7. Pemotongan harus dilaksanakan dengan gergaji besi atau dengan alat potong
dengan gas/sistim bakar yang tidak menimbulkan tegangan. Semua bekas
pemotongan besi harus rapih dan rata. Pemotongan dengan mesin las sekali-kali
tidak diperkenankan.
8. Semua baja konstruksi harus diberi cat dasar di pabrik/workshop sebelum
dikirim ke lapangan. Sebelum dicat, semua baja harus dibersihkan dari karat-
karat, disikat dengan sikat baja. Bagian baja konstruksi yang akan diberi lapisan
tahan api tidak perlu diberi cat dasar.
9. Penyimpanan baja konstruksi harus .berada diatas penunjang, tidak boleh
langsung berada diatas tanah, dan harus dijaga agar tidak terjadi kerusakan-
kerusakan, abrasi atau korosi.

Pekerjaan Erection:
1. Kontraktor harus memberitahu Pengawas rencana pengiriman konstruksi baja
dan menjamin bahwa setelah dilapangan, konstruksi baja tersebut dapat
disimpan dengan baik dan tetap terjaga, tidak rusak dan kotor. Bilamana
ternyata yang dikirim menjadi cacat, rusak dan bengkok, kontraktor harus
mengganti dengan yang baru. Penempatan konstruksi baja dilapangan harus
diatur demikian hingga dapat memudahkan pekerjaan erection
2. Sebelum erection dimulai, kontraktor harus memeriksa kembali kedudukan
angkur-angkur kolom baja dan memberitahu kepada Pengawas metode dan
urutan pelaksanaan erection.
3. Semua peralatan, termasuk penunjang semen tara dan perancah, yang
diperlukan untuk pemasangan konstruksi baja harus disediakan oleh Kontraktor
dalam keadaan cukup dan baik di lapangan.
4. Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan pekerja -pekerjanya di
SESUAI DENGAN ASLINYA
PEKERJAAN OED BANGUNAN BAWAH DH 915, BH
---:::

935, BH 987 DAN DH 998 UNTUK MENDUKUNG
.-
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH
DRlVRE m PALEMBANG
- KERETA API

REV I TANGGAL CONTRACTNO. : I HALAMAN


DO I 06/03/2020 KM.201/xi!1l/KA-2019 I 90 of 92

lapangan. Untuk ini Kontraktor harus menyediakan pelindung kepala/helm, ikat


pinggang pengaman/safety belt, sarung tangan, sepatu dan pemadam
kebakaran sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari instansi yang
berwewenang.
S. Ahli dalam bidang konstruksi baja yang senantiasa mengawasi dan bertanggung
jawab atas pekerjaan erection. Tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan erection
tersebut harus mendapat persetujuan Pengawas.
6. Penempatan konstruksi baja dilapangan harus diatur demikian hingga
memudahkan pekerjaan erection. Kontraktor harus memberitahu Pengawas
sebelum pengiriman konstruksi baja dan menjamin bahwa setelah dilapangan,
konstruksi baja terse but dapat disimpan dengan baik dan tetap terjaga, tidak
rusak dan kotor Bilamana ternyata yang dikirim rusak dan bengkok, kontraktor
harus mengganti dengan yang baru.
7. Baut penyambung harus baru dan memiliki mutu, ukuran dan spesifikasi yang
sesuai dengan yang disyaratkan dalam gambar-gambar rencana. Pengencangan
baut harus dengan kunci torsi dan mengikuti spesifikasi dari baut tersebut.
8. Pemasangan/erection harus direncanakan dengan baik dan harus dilakukan
dengan penunjang-penunjang sementara yang memenuhi syarat agar
memenuhi persyaratan ,kelurusan, ketepatan posisi dan level.
9. Pemasangan/erection portal baja harus di camber (diangkat) terlebih dahulu
sesuai gambar yang diberikan.
10. Bila selama proses pemasangan terjadi kerusakan pada bagian konstruksi baja,
maka perbaikan atau pelurusan dari batang-batang yang bengkok, terpuntir
atau rusak tersebut harus atas persetujuan dari Pengawas.Pengawas dapat
memerintahkan Kontraktor untuk mengganti. bagian konstruksi baja tersebut
dengan yang baru bila dinilai kerusakan yang terjadi dapat mengganggu
kekuatan atau penampilan.
SESUAI OENGAN
PEKERJAAN DED BANGUNAN BAWAH BH 915, BH

- ---
935, BH 987 DAN BM 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASIUN
MUARAENIM-STASIUN SUKACINTA DJ WILAYAH KERETA API
DRIVRE m PALEMBANG

REV CONTRACTNO. : HALAMAN


00 KM.201/XI/ll/KA·2019 91 of 92

DIVISIIV PEKERJAAN PDA TEST

a. Uraian
Pile Driving Analyzer Test atau sering disingkat PDA Test adalah suatu sistem pengujian
dengan menggunakan data digital komputer yang diperoleh dari strain transducer dan
accelerometer untuk memperoleh kurva gaya dan kecepatan ketika tiang dipukul
menggunakan palu/hammer dengan berat tertentu. Metode pengujian PDA
menggunakan "Case Methode". Untuk beban palu/hammer yang digunakan 1 % - 2 %
dari kapasitas desain load tiang yang direncanakan.
Adapun hasil yang didapat dari PDA test adalah :
1. Kapasitas daya dukung tiang
2. Nilai keutuhan tiang
3. Penurunan / displacement tiang
4. Efisiensi dari transfer energy pukulan palu/hammer terhadap tiang
Pada umumnya, pengujian dengan metode PDA dilaksanakan setelah tiang mempunyai
kekuatan yang cukup untuk menahan tumbukan hammer/palu atau umur tiang telah
mencapai 28 hari.

b. Pekerjaan PDA Test


Pada pengujian PDA Test peralatan yang digunakan adalah :
1. PDA - PAX
2. Dua buah wireless strain transducer
3. Dua buah wireless accelerometer
4. Peralatan tambahan seperti gerinda, bor tangan dan alat pelindung diri (APD)

c. Metode Kerja PDA Test

Pengujian PDA Pelaksanaannya mengacu pada ASTM D-4945-08 (Standard Test method
for High-Strain Dynamic Testing of Deep Foundations). Prosedur pengujian PDA Test:

Pekerjaan Persia pan

1. Penggalian tanah sekeliling kepala tiang untuk area pemasangan alat PDA
2. Perapian kepala tiang agar rata, simetris dan tegak lurus
SES AI DENGAN ASLINYA
---:::
-
PEKERJAAN DED BANOUNAN BAWAH BH 915, BH


935, 8H 987 DAN BH 998 UNTUK MENDUKUNG
PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK ANTARA STASWN
MUARAENIM·STASIUN SUKACINTA DI WILAYAH
DRlVRE III PALEMBANO
- KERHA API

REV I TANGGAL CONTRACTNO. : I HALAMAN


00 I 06/03/2020 KM.201/Xl/ll/KA·2019 I 92 of 92

3. Pemasangan instrumen strain transducer dan accelerometer dengan cara dibor


pada sisi tiang dan saling tegak lurus dengan jarak minimal 1.5 x diameter kepala
tiang
4. Persiapkan palu dan cushion pada kepala tiang
S. Masukkan nilai kalibrasi strain transducer dan accelerometer kemudian periksa
koneksitas perala tan pengujian secara keseluruhan
6. Masukkan data tiang dan palu pada PDA-PAX. Data tiang seperti nomor identifikasi
tiang, tanggal pemancangan tiang, luas penampang tiang, panjang tiang yang
digunakan serta panjang tiang yang tertanam . Data palu adalah berat palu yang
digunakan
7. Lakukan pengecekan ulang untuk memastikan pengujian telah siap dilakukan

Pekerjaan Pengujian

1. Palu diangkat setinggi 1.5 - 2 m dengan menggunakan alat crane lalu dijatuhkan ke
kepala tiang. Posisi palu saat dijatuhkan harus tegak lurus agar energy yang
ditransferkan oleh palu ke tiang bisa maksimum
2. 5etelah palu dijatuhkan ke kepala tiang, didapat variable tiang yang diuji seperti
kapasitas daya dukung tiang (RMX), energy, displacement / penurunan maksimum
tiang (DMX), dan nilai keutuhan tiang (BTA)
3. 5etelah pengujian dilaksanakan, dilakukan analisa lebih lanjut dengan metode Case
Pile Wave Analysis Program (CAPWAP) untuk memperoleh load transfer tiang,
perilaku tanah di sekeliling tiang, kapasitas friction (tahanan selimutj, kapasitas end
bearing (tahanan ujung), tegangan tekan maksimum (C5Xj, tegangan tarik
maksimum (T5X) serta penurunan tiang
4. Hasil pengujian beban maksimum harus 200% dari be ban rencana / desain load

Nilai tegangan tekan yang terjadi (C5X) merupakan suatu indikator besar tegangan tekan
yang terjadi di kepala tiang, dan nilai tegangan tarik yang terjadi (T5X) merupakan
indikator tegangan tarik yang terjadi saat pengujian dilakukan. Nilai keutuhan/integritas
tiang uji (BTA) dinyatakan dalam persen dan nilai 100% memberikan indikator keutuhan
tiang uji yang bagus. Jika nilai keutuhan tiang tidak mencapai 100 % berarti pad a tiang
terse but terjadi retak/crack atau patah dalam