Anda di halaman 1dari 4

Nama : Salma Haqi Annisa

Nim : 1502204133

KM 44-07

Dinamika dan Perubahan Pancasila Sejak Pra Proklamasi, Masa Awal


Kemerdekaan, Zaman Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi

 Pra Proklamasi dan Awal Kemerdekaan


Proklamasi dan Lahirnya Pancasila Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan
kesepakatan politik ketika negara Indonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjang
kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalam
aktualisasi nilai-nilainya. Pancasila sering digolongkan ke dalam ideologi tengah di antara
dua ideologi besar dunia yang paling berpengaruh. Pancasila bukan berpaham komunisme
dan bukan berpaham kapitalisme.

 Awal Kemerdekaan
Setelah bangsa Indonesia berhasil merebut kedaulatan dan berhasil mendirikann Negara
merdeka, perjuangan belum selesai. Perjuangan malah baru bisa dikatakan bahwa perjuangan
baru mulai, yaitu upaya menciptakan masyarakat yang sejahtera lahir bathin, sebagaimana
yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Para pendiri Negara (the
founding father) telah sepakat bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia akan diisi nilai-nilai
yang telah ada dalam budaya bangsa, kemudian yang disebut dengan nilai-nilai pancasila.

Pancasila mulai dibicarakan sebagai dasar Negara mulai tanggal 1 juni 1945 dalam siding
BPPK oleh Ir. Soekarno dan pada tanggal 18 agustus 1945 pancasila resmi dan sah menurut
hukum menjadi dasar Negara Republik Indonesia. Kemudian mulai dekrit presiden 5 juni
1959 dan ketetapan MPRS No XX /MPRS/1996 berhubungan dengan ketetapan No I
/MPR/1988 No I/MPR/1993, pancasila tetap menjadi dasar falsafah Negara Indonesia hingga
sekarang.

Akibat hukum dari disahkannya pancasila sebagai dasar Negara, maka seluruh kehidupan
bernegara dan bermasyarakat haruslah didasari oleh pancasila. Landasan hukum pancasila
sebagai dasar Negara memberi akibat hukum dan filosofis, yaitu kehidupan Negara dari
bangsa ini haruslah berpedoman pada kepada pancasila. Bagaimana sebetulnya implementasi
pancasila dalam sejarah Indonesia selama ini dan pentingnya upaya untuk
mengimplementasikan nilai-nilai pancasila yang setelah reformasi mulai ditinggalkan demi
tegaknya persatuan dan kesatuan NKRI.

Penetapan pancasila sebagai dasar Negara dapat dikatakan mulai pada masa prde lama,
tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah Indonesia memproklamirkan diri kemerdekaannya.
Apalagi Soekarno akhirnya menjadi presiden yang pertama Republik Indonesia.

Walaupun baru ditetapkan pada tahun 1945, sesungguhnya nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila disarikan dan digali dari nilai-nilai budaya yang telah ada dalam kehidupan
masyarakat Indonesia. Pencetus dan penggali pancasila yang pertama ialah Soekarno sendiri.
Sebagai tokoh nasional yang paling berpengaruh pada saat itu, memilih sila-sila berjumlah 5
yang kemudian yang dinamakan pancasila dengan pertimbangan utama demi persatuan dan
kesatuan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke.

Pancasila yang merupakan dasar dan ideologi Negara dan bangsa, wajib di implementasikan
dalam seluruh aspek kehidupan bernegara. Dalam mewujudkan pancasila melalui kebijakan,
ternyata tidaklah mulus, karena sangat dipengaruhi oleh pimpinanyang menguasai Negara,
sehingga pengisian nilai-nilai pancasila menampilkan bentuk dan diri tertentu.

 Orde Lama
Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada 17 agustus 1950. Berlaku UUDS Tahun 1950,
dibentuk Badan Konstituante untuk menggantikan UUDS 50. Ada dua pandangan besar
terhadap Dasar Negara yang berpengaruh terhadap Badan Konstituante :

- Kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 dengan Pancasila sebagaimana dirumuskan


dalam Piagam Jakarta sebagai Dasar Negara.
- Kembali ke Undang-Undang Dsar 1945, tanpa cadangan, artinya dengan Pancasila
seperti yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD yang disahkan PPKI 18 agustus
1945.
Kedua usulan tersebut tidak mencapai kuorum keputusan sidang konstituante. Konstituante
menemui jalan buntu hingga bulan Juni 1959. Presiden Soekarno turun tangan dengan sebuah
Dkrit Presiden yang disetujui oleh kabinet tanggal 3 Juli 1959, yang kemudian dirumuskan di
Istana Bogor pada 4 Juli 1959 dan diumumkan secara resmi oleh presiden pada pada 5 Juli
1959 pukul 17.00 di depan Istana Merdeka.

Dekrit Presiden tersebut berisi :

1. Pembubaran konstituante
2. Undang Undang Dasar 1945 kembali berlaku, dan
3. Pembentukan MPRS
Penyimpangan Orla terhadap Pancasila dengan dicetuskannya Nasakom, Pengangkatan
Presiden seumur hidup, pembubaran DPR oleh Presiden.
 Orde Baru

Orde baru bercita-cita melaksanakan Pancasila dan UUD secara Murni dan KonsekwenPada
tanggal 22 Maret 1978 ditetapkan TAP MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman
Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa), yang meliputi 36
butir.Pasal 4 menjelaskan : “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan pancasila (P4)
merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan
bernegara bagi setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap
lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik Pusat maupun di Daerah dan
dilaksanakan secara bulat dan utuh”.Nilai-nilai Pancasila yang terdiri atas 36 butir, Pada
disarikan/dijabarkan kembali oleh BP-7 Pusat menjadi 45 butir P4.

P4 merupakan hasil tafsir tunggal Orde Baru terhadap PancasilaHasil tafsir sepihak Orde
Baru terhadap Pancasila, dijadikan ideologi tunggal dan satu-satunya sumber nilai serta
kebenaran.Nilai-nilai hasil tafsiran orde baru selalu ditanamkan dalam benak masyarakat
melalui doktrinasi.Warga negara yang berbeda tafsir, tidak sepemahaman, dan tidak
melaksanakan hasil tafsir sepihak Orde Baru dianggap melanggar ideologi dan dasar
negara.Melalui berbagai legitimasi hukum, Orde Baru menjadikan Pancasila sebagai alat
legitimasi politik.Menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai tameng pelanggaran HAM
dan pelanggaran hukum lainnya.Menjadikan seolah Pancasila selalu identik dengan rezim
Orde Baru.

 Orde Reformasi

Puncak dari Rezim Orde Baru ditandai dengan hancurnya ekonomi nasional, yang kemudian
melahirkan Gerakan Reformasi di segala bidang politik, ekonomi dan hukumEra Reformasi
memunculkan fobia terhadap Pancasila.Segala hal yang berbau Pancasila seolah harus
dihindari karena merepresentasikan Orde BaruSegala kesalahan Orde Baru dilimpahkan
kepada PancasilaAdanya fobia terhadapa Pancasila sebagai jiwa bangsa melahirkan berbagai
konflik yang mengancam disintegrasi bangsa pada masa awal Reformasi . Misal konflik
Ambon, Poso, Sambas dan Sampit, GAM, Ninja Banyuwangi, dllDiskursus tentang Pancasila
kembali menghangat dan meluas mulai tahun 2006.Sekretariat Wapres Republik Indonesia,
pada tahun 2008/2009 secara intensif melakukan diskusi-diskusi untuk merevitalisasi dan
sosialisasi nilai-nilai Pancasila.

Tahun 2009 Dirjen Dikti, membentuk Tim Pengkajian Pendidikan Pancasila di Perguruan
TinggiDi perguruan tinggi pendidikan Pancasila kembali disajikan sebagai bagian mata
kuliah pengembang kepribadian.MPR-RI melakukan kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pancasila
yang dikenal dengan sebutan “Empat Pilar Kebangsaan”, yang terdiri dari: Pancasila,
Undang-Undang Dasar tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka
Tunggal Ika.Menetapkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara (Pasal
2 UU No. 12 Tahun 2011).Sosialisasi dan pengamalan kembali nilai-nilai Pancasila berlahan
dan pasti meredakan konflik yang terjadi pada awal Reformasi.

Anda mungkin juga menyukai