Anda di halaman 1dari 56

Nama : Abdul Azis Rafiat

NIM : 1197020001

Tugas :pkn

Kelas : Biologi 3A

Jawaban buku
Essay hal .25

1. Apa isi piagam Jakarta ?


2. Sebutkan 5 dasar Pancasila
3. Mengapa Pancasila sering disebut sebagai falsafah negara ?
4. Apa isi pidato Ir .soekarno pada tanggal 1 juni 1945 ?
5. Jelaskan pengertian Pancasila sebagai
a. Etomologis
b. Historis
c. Terminologis

Jawab :

1. Piagam Jakarta berbunyi: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa,
dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan
Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa
mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia, yang merdeka,
bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan
dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka
rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk
membentuk suatu pemerintah negara Indonesia Merdeka yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum dasar negara Indonesia yang
berbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat,
dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan-perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.”

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

2. Berikut adalah lima dasar (sila) dari Pancasila:

• Ketuhanan Yang Maha Esa


• Kemanusiaan yang adil dan beradab
• Persatuan Indonesia
• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusiawaratan
perwakilan
• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. karena kandungan yg ada di dalmnya menyangkut seluruh kepribadian indonesia dan untuk
mewujudkn cita cita bangsanya

4. Ir. Soekarno dalam sidang itu pun menyampaikan bahwa kelima dasar negara tersebut
dinamakan Panca Dharma. Kemudian, atas saran seorang ahli bahasa, Ir. Soekarno
mengubahnya menjadi Pancasila. Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan
pemikirannya tentang Pancasila, yaitu nama dari lima dasar negara Indonesia. Dengan
berdasar pada peristiwa tersebut maka tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai “Hari Lahirnya
Pancasila”.

5. A. secara etimologis
Pancasila (sansekerta)
panca = lima
[syiila = peraturan tingkah laku yang baik
syila = dasar/asa/sendi/fendamen] = kitab tripitaka

Panca Syila = “berbatu sendi lima” atau “dasar yang memiliki lima unsur”. Panca Syiila =
lima aturan tingkah laku yang penting.

B. secara historis :
Perumusan Pancasila sebagai dasar negara tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa
Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
Dasar Negara Republik Indonesia disebut dengan istilah “Pancasila”.
1/6/45 Ir. Soekarno - sidang BPUPKI 1 = Hari lahirnya Pancasila
22/6/45 Panitia 9 - Jakarta Charter = Naskah pembukaan Alinea IV (Pembedaan)
18/8/45 - Sidang PPKI = mengesahkan UUD 45 - Pembukaan Alinea 4 = Pancasila - Resmi +
sah.

C. secara terminologis
PPKI segera mengadakan sidang tanggal 18 Agustus 1945, setelah itu mengesahkan UUD
1945 yg terdiri atas 2 bagian yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang
berisi 37 pasal, 1 aturan Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal dan 1 Aturan Tambahan
terdiri atas 2 ayat.
bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan
Pancasila sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila yg tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 secara konstisional sah dan
benar sebagai dasar negara Republik Indonesia, disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh
rakyat Indonesia.
ESSAI HAL .41

1. Apa makna proklamasi kemerdekaan Indonesia ?


2. Apa isi sidang BPUPKI kedua ?
3. Sebutkan teori – teori negara menurut Prof.Dr.soepomo ?
4. Bagaimana proses pembentukan Pancasila dalam sejarah Indonesia ?
5. Bagaimana Indonesia bisa terlepas dari penjajahan jepang . coba jelaskan

Jawab :

1. Makna proklamasi kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia dapat membawa perubahan besar
bagi nasib bangsa. Makna proklamasi kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia memiliki arti
penting dalam diri negara Indonesia. Dan ketika memahami makna proklamasi kemerdekaan
Bangsa Indonesia, akan menumbuhkan semangat patriotisme pada negara ini.

Sebagai rakyat Indonesia, kita tentu wajib memahami makna proklamasi ini. Untuk menumbuhkan
dan memperkuat rasa nasionalisme dan semangat patriotisme kita, berikut telah kami rangkum dari
liputan6.com, bagaimana makna proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia, beserta isi teks
proklamasi yang menjadi bukti dari kemerdekaan Bangsa Indonesia.

2. Sidang BPUPKI yang kedua berlangsung pada 10 Juli 1945 hingga 17 Juli 1945.
Agenda sidang BPUPKI kedua adalah pembahasan mengenai rancangan undang-
undang dasar (UUD), bentuk negara, pernyataan merdeka, wilayah negara, dan
kewarganegaraan Indonesia.

Dalam musyawarah tersebut dibentuk panitia perancang undang-undang dasar (UUD)


berisi 19 anggota yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Tak hanya itu, dalam rapat tersebut
juga dibentuk panitia pembelaan tanah air yang diketuai oleh Abikoesno
Tjokrosoejoso serta panitia ekonomi dan keuangan yang diketuai Mohammad Hatta.

Pada 11 Juli 1945, panitia perancang UUD membentuk panitia kecil beranggotakan
tujuh orang, yang terdiri dari ketua Prof. Dr. Mr. Soepomo dan anggota Mr.
Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, H.
Agus Salim, dan Dr. Soekiman.

Sidang kerja panitia perancang UUD dilaksanakan pada 13 Juli 1945. Pada 14 Juli
1945 diadakan rapat pleno BPUPKI yang menerima laporan dari panitia perancang
UUD.

Ada tiga hal pokok yang harus masuk UUD 1945, yakni pernyataan Indonesia
merdeka, pembukaan UUD, serta batang tubuh UUD.Konsep proklamasi
kemerdekaan rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama Piagam
Jakarta. Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari
alinea keempat Piagam Jakarta.Dengan disepakatinya rancangan undang-undang,
maka tugas BPUPKI telah selesai dan sidang kedua ditutup pada 17 Juli 1945.

BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 oleh pemerintah Jepang karena


menganggap tugas Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan telah usai.

3. Menurut Prof. Soepomo, ada 3 teori tentang pengertian negara:

1) Teori Perseorangan (Individualistik)

Negara adalah merupakan sauatu masyarakat hukum yang disusun berdasarkan perjanjian
antar individu yang menjadi anggota masyarakat. Kegiatan negara diarahkan untuk
mewujudkan kepentingan dan kebebasan pribadi. Penganjur teori ini antara lain : Thomas
Hobbes, John Locke, Jean Jacques Rousseau, Herbert Spencer, Harold J Laski.

2) Teori Golongan (Kelas)

Negara adalah merupakan alat dari suatu golongan (kelas) yang mempunyai kedudukan
ekonomi yang paling kuat untuk menindas golongan lain yang kedudukan ekonominya lebih
lemah. Teori golongan diajarkan oleh : Karl Marx, Frederich Engels, Lenin

3) Teori Intergralistik (Persatuan)

Negara adalah susunan masyarakat yang integral, yang erat antara semua golongan, semua
bagian dari seluruh anggota masyarakat merupakan persatuan masyarakat yang organis.
Negara integralistik merupakan negara yang hendak mengatasi paham perseorangan dan
paham golongan dan negara mengutamakan kepentingan umum sebagai satu kesatuan.
Teori persatuan diajarkan oleh : Bendictus de Spinosa, F. Hegel, Adam Muller

4. Semua berawal dari pemberian janji kemerdekaan oleh Perdana Menteri Jepang saat
itu, Kuniaki Koiso untuk Indonesia pada tanggal 7 September 1944. Pemerintah
Jepang lalu mendirikan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 1 Maret 1945 (2605, tahun Showa 20) dengan
tujuan untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan tata pemerintahan Indonesia
Merdeka.

BPUPKI diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman


Wedyodiningrat. Dalam pidato pembukaannya kala itu, dr. Radjiman antara lain
mengajukan pertanyaan kepada anggota-anggota Sidang – terdiri dari 74 orang (67
orang Indonesia, 7 orang Jepang). “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk
ini?,” tanyanya.

Sontak, sejumlah usulan pun disampaikan oleh para anggota.

Muhammad Yamin, misalnya. Dalam pidatonya pada tanggal 29 Mei 1945, Ia


merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri
Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.
Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban,
agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.

Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyebut dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal
dengan judul “Lahirnya Pancasila”, dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia;
Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar
permusyawaratan; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan.

Nama Pancasila diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu.

“Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan


ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini
dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas
atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan
abadi.”

Usulan Soekarno diterima dengan baik oleh semua peserta sidang. Setelah itu, tanggal 1 Juni
1945 pun diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.

Sebelum sidang pertama berakhir, suatu Panitia Kecil dibentuk untuk tak hanya merumuskan
kembali Pancasila sebagai dasar Negara – mengacu pada pidato yang diucapkan Soekarno
pada tanggal 1 Juni 1945, tetapi juga menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk
memproklamasikan Indonesia Merdeka.

Dari Panitia Kecil itu dipilih 9 orang yang dikenal dengan Panitia Sembilan, untuk
menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945 yang
kemudian diberi nama Piagam Jakarta.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen
penetapannya ialah:

• Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945


• Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 – tanggal 18 Agustus 1945
• Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27
Desember 1949
• Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15
Agustus 1950
• Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan merupakan suatu
rangkaian kesatuan dengan Konstitusi (merujuk Dekret Presiden 5 Juli 1959)

Setelah upacara proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, ada beberapa utusan
yang datang dari Indonesia Bagian Timur, untuk menyampaikan keberatannya terkait bunyi
sila pertama Pancasila. Beberapa utusan tersebut diantaranya Sam Ratulangi, wakil dari
Sulawesi, Tadjoedin Noor dan Ir. Pangeran Noor, wakil dari Kalimantan, I Ketut Pudja, wakil
dari Nusa Tenggara, dan Latu Harhary, wakil dari Maluku.

Menanggapi protes kecil ini, pada sidang PPKI pertama yang digelar 18 Agustus 1945, Hatta
pun mengusulkan kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Pengubahan kalimat itu sebelumnya telah dikonsultasikan bersama 4 tokoh islam, yakni
Kasman Singodimejo, Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan.

Kesemua tokoh Islam ini menyetujui perubahan kalimat tersebut. Alhasil, pada penetapan
rancangan pembukaan sekaligus batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI I tanggal 18
Agustus 1945, Pancasila pun ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.

Setelah itu, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia telah diterima oleh semua pihak dan
bersifat final.

5. Pada 9 Agustus 1945, bom atom menewaskan 70 ribu orang dan mencederai puluhan
ribu warga Nagasaki, Jepang. Sebuah pukulan telak bagi Jepang, setelah pada 6
Agustus 1945, bom atom juga menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima.
Dua kota bersebut jadi target sekutu karena merupakan pusat industri di Negeri
Matahari Terbit.
'Little Boy' adalah nama bom atom yang dijatuhkan di Hirosima, sedangkan yang di
Nagasaki dinamakan 'Fat Man'.
Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II. Jepang menyerah kepada sekutu
pada 16 Agustus 1945.
Indonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang
dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
ESSAI HAL .59

1. Apa makna dari Pancasila ?


2. Mengapa Pancasila sering disebut dengan filsafat negara ?
3. Mengapa Pancasila bisa dikatakan suatu sistem filsafat ,jelaskan ?
4. Mengapa dalam sila pertama dikatakan “ ketuhanan yang maha esa” coba anda jelaskan
maksudnya ?
5. Jelaskan dasar -dasar negara di bawah ini ?
a. Antropologis
b. Epistimologis
c. Aksiologis

Jawab :

1. Makna 5 Simbol Pancasila

Arti Lambang Bintang

Bintang emas merupakan simbol sila pertama dalam pancasila berbunyi "Ketuhanan Yang
Maha Esa". Lambang bintang tersebut memiliki makna sebagai sebuah cahaya, yaitu yang
dipancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada umat manusia.

Latar belakang hitam pada lambang bintang emas tersebut menggambarkan warna alam,
berkah dari Tuhan yang menjadi sumber segalanya di muka bumi ini.

Arti Rantai Emas

Rantai emas merupakan lambang dari sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan
beradab". Mata rantai dalam simbol tersebut berbentuk persegi dan lingkaran yang saling
mengaitkan.

Mata rantai berbentuk persegi empat merupakan lambang laki-laki, sedangkan mata rantai
lingkaran menggambarkan perempuan. Kemudian mata rantai yang saling mengaitkan
melambangkan hubungan timbal balik antarumat manusia, baik laki-laki maupun perempuan.

Arti Pohon Beringin

Pohon beringin merupakan simbol sila ketiga yang berbunyi "Persatuan Indonesia". Pohon
beringin dengan akar yang menjulur ke bawah diartikan sebagai tempat berteduh.
Jadi, Pancasila sebagai dasar negara diibaratkan sebagai peneduh bangsa Indonesia untuk
berlindung dan merasa aman. Pohon beringin juga memiliki akar tunggang yang kuat,
menggambarkan persatuan bangsa Indonesia.

Sementara, sulur-sulur pada pohon beringin melambangkan suku, keturunan, dan agama yang
berbeda-beda di Indonesia. Meski berbeda-beda, mereka tetap bersatu sebagai bangsa
Indonesia di bawah lambang Pancasila.

Arti Kepala Banteng

Kepala banteng merupakan simbol sila keempat Pancasila yang berbunyi "Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan".

Banteng diartikan sebagai hewan sosial yang suka berkumpul dan bergerombol. Saat banteng
berkumpul, menjadi lebih kuat dan sulit diserang lawan.

Jadi, lambang kepala banteng tersebut menggambarkan budaya bangsa Indonesia yang
senang berkumpul, berdiskusi, dan bermufakat. Kepala banteng menjadi perumpamaan
manusia dalam mengambil keputusan, yakni yang harus dilakukan secara tegas.

Arti Padi dan Kapas

Padi dan Kapas merupakan simbol sila kelima atau terakhir, yang berbunyi "Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia". Padi dan kapas melambangkan dua hal yang dibutuhkan
manusia demi bisa bertahan hidup.

Padi melambangkan ketersediaan makanan, sementara kapas ketersediaan pakaian. Dengan


adanya ketersediaan pangan dan pakaian, manusia akan bisa bertahan dan hidup dengan
nyaman.

2. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa serta negara Pancasila yang digunakan
oleh seluruh elemen bangsa dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk dalam
menjalankan administrasi pemerintahan. Pada kesempatan ini, soal meminta kita
untuk menyajikan penjelasan tentang Pancasila sebagai filsafat. Berikut kakak akan
mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

MAKNA DARI PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ADALAH PANCASILA


MENGANDUNG NILAI-NILAI YANG BERASAL DARI KEHIDUPAN BANGSA
INDONESIA SEJAK DAHULU KALA, TERMASUK BUDAYA YANG PERNAH DAN
SEDAGN BERKEMBANG DI INDONESIA. DENGAN DEMIKIAN, DAPAT PULA
DIKATAKAN BAHWA PANCASILA ADALAH SARI DARI SELURUH NILAI DAN
BUDAYA YANG PERNAH DAN SEDANG BERKEMBANG DI INDONESIA.
3. Sila-sila dalam Pancasila disebut sebagai suatu Sistem Filsafat karena :

• Pancasila merupasakan lima sila yang terdiri dari nilai luhur yang berakar dari
budaya masyarakat Indonesia dan filsafat merupakan upaya manusia dalam mencari
kebijaksanaan hidup yang berguna dan bermanfaat bagi peradaban manusia sendiri.
Jadi, pancasila dikatakan sebagai sistem filsafat merupakan satu kesatuan sila yang
saling berhubungan dan berkaitan dengan sila lainnya guna mencapai tujuan yang
bermanfaat bagi masyarakat luas.
• Sila - sila didalam pancasila tersusun secara hierarkis dan sistematis yang berarti
kelima sila tersebut menggambarkan rangkaian bertingkat, dimana sistem filsafat
tersebut terdapat hakikat sila - sila pancasila yang berkaitan satu sama lain.
• Pancasila disebut sebagai sistem filsafat, karena keseluruhan sila sila yang
didalamnya merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan, saling bekerjasama
guna pencapaian tujuan tertentu dan secara menyeluruh merupakan bagian suatu
kesatuan yang utuh.
• Sila-sila didalam pancasila pada hakikatnya suatu kesatuan yang organis. saling
berhubungan dan saling mengkualifikasi. Dengan pemikiran dasar mengenai tentang
manusia yang berkaitan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan dengan masyarakat
bangsa Indonesia.
• Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki peran yang penting didalam pembentukan
karakter kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjalankan kehidupan sehari-
hari

• Dengan demikian sila-sila didalam pancasila disebut sebagai sistem filsafat


mempunyai ciri khas tersendiri dan berbeda dengan sistem-filsafat lainnya.

4. "Ketuhanan yang Maha Esa" dalam sila pertama berarti kita sebagai bangsa Indonesia harus
mengakui adanya Tuhan yang menciptakan semesta beserta isinya. Di Indonesia,
masyarakatnya harus punya kepercayaan terhadap Tuhan dan masing-masing agama yang
dianut.

5. Dasar – dasar negara

a. Dasar Antropologis: hakikat dasar antropologis sila2 pancasila adalah


manusia,. Pendukung pokok negara adalah manusia
b. Dasar epistimologi : pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa
Indonesia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan
kehidupan. Pancasila telah menjadi suatu sistem atau cita-cita/ keyakinan yang
dijadikan landasan bagi cara hidup.
c. dasar aksiologis, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada
hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Aksiologi Pancasila mengandung
arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.
ESSAI HAL 72

1. apa yang dimaksud dengan paradigma ?


2. sebutkan syarat – syarat suatu Gerakan reformasi ?
3. jelaskan Pancasila sebagai reformasi politik ?
4. mengapa pradigma nasional sebagai upaya praktis untuk mewujutkan tujuan
pembangunan haruslah mendasarkan kepada pradigma hakikat manusia ?
5. jelaskan apa yang dimaksud
a. akulturasi Pancasila
b. tridarma
c. perguruan tinggi

JAWAB :

1. Paradigma adalah model utama, pola atau metode (untuk meraih beberapa jenis tujuan).
Seringkali paradigma merupakan sifat yang paling khas atau dasar dari sebuah teori atau
cabang ilmu.

2. syarat² terjadinya reformasi :


1. suatu gerakan reformasi dilakukan karena
adanya suatu penyimpangan².
2. suatu gerakan reformasi dilakukan harus dgn suatu cita² yg jelas( landasan ideologis )
tertentu, dlm hal ini Pancasila sbg ideologi bangsa dan negara Indonesia.
3. Suatu gerakan reformasi dilakukan dgn berdasar pada suatu acuan reformasi.
4. reformasi dilakukan ke arah suatu perubahan ke arah kondisi serta keadaan yg lebih baik
dlm segala aspeknya antara lain bidang politik, ekonomi, sosial, budaya serta kehidupan
keagamaan.
5. reformasi dilakukan dgn suatu dasar moral dan etik sbg manusia yg berketuhanan YME,
serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan Beragama Pancasila telah


memberikan dasar-dasar nilai yang fundamental bagi bangsa Indonesia untuk hidup secara
damai dalam kehidupan beragama di negara Indonesia. Pancasila sebagai Paradigma
Reformasi Negara Indonesia ingin mengadakan suatu perubahan, yaitu menata kembali
kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya masyarakat madani yang sejahtera,
masyarakat yang bermartabat kemanusiaan yang menghargai hak-hak asasi manusia,
masyarakat yang demokratis yang bermoral religius serta masyarakat yang bermoral
kemanusiaan dan beradab.
4. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan.
Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut
menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma.
Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi
pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan.
Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu
pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan
ekonomi. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir,
kerangka bertindak, acuan, orientasi, sumber, tolok ukur, parameter, arah dan tujuan.
Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka, acuan,
tolok ukur, parameter, arah, dan tujuan dari sebuah kegiatan.
Dengan demikian, paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam
melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia.
Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif
menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional
yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan
penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi
nasional. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar
negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup
manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur
penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan.
Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat
manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang
monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri, antara lain:
• susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga
• sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial
• kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan.
Berdasarkan itu, pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan
harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa, raga,pribadi, sosial, dan aspek
ketuhanan. Secara singkat, pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan
manusia secara totalitas.
Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia
secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang
yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Pembangunan, meliputi bidang
politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Pancasila menjadi
paradigma dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan
keamanan.

5. A. aktualisasi pancasila subyektif adalah realisasi penjabaran nilai-nilai Pancasila dalam


bentuk norma-norma ke dalam diri setiap pribadi, perseorangan, setiap warga negara, setiap
individu, setiap penduduk, setiap penguasa dan setiap orang Indonesia.

B &C . kata tri berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tiga. kata dharma artinya
kewajiban. tri dharma dalam perguruan tinggi adalah hal hal dasar yang harus ada dalam
menjalankan aktivitas akademik. adanya tri dharma dalam perguruan tinggi sebagai wujud
dan keseriusan perguruan tinggi untuk menyajikan pendidikan yang berkualitas.
ESSAI hal .92

1.Jelaskan pengertian dari warga negara ?

2. jelaskan hubungan warga negara dengan negara ?

3. jelaskan unsur – unsur yang menentukan kewarganegaraan seseorang ?

4. bagaimana karakteristik untuk mencapai atau menjadi warga negara demokrat ?

5.bagaimana mendapatkan kewarga negaraannya baik diindonesia maupun dinegara lain ?

JAWAB :

1. WARGA NEGARA menurut pasal 26 ayat (1) adalah mereka merupakan orang-orang asli
berasal dari bangsa Indonesia dan juga mereka orang-orang yang berasal dari bangsa lain
namun secara hukum sudah sah ditetapkan sebagai warga negara Indonesia berdasarkan
undang-undang.

Warga negara ini disebut sebagai penduduk, bersama dengan orang asing yang sedang
bertempat tinggal di Indonesia. Setiap warga negara memiliki kedudukan di hadapan hukum
dan pemerintahan yang sama.

2. Negara adalah wilayah atau daerah yang dihuni oleh warga negara yang memiliki kekuasaan
tertinggi baik dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. sedangkan warga negara adalah
penduduk atau orang menempati suatu wilayah tertentu yang berdasarkan undang undang sah dan
dapat dilindungi secara hukum. hubungan keduanya adalah warga Negara bisa dikatakan warga
negara karena menempati suatu wilayah dan apabila sebuah negara tidak terdapat warga Negara
mala wilayah tersebut bisa dikatakan sebagai Negara.

3. Unsur-Unsur dari Kewarganegaraan

Akan tetapi, hal yang paling mendasar yang perlu diketahui dalam mempelajari
kewarganegaraan ini adalah bahwa kita perlu tahu apa saja unsur-unsur kewarganegaraan
yang menentukan seorang individu bisa disebut warga negara di suatu negara. Adapun unsur-
unsur yang bisa mendasari kewarganegaraan seseorang adalah sebagai berikut:

Ius sanguinis
Ius sanguinis adalah unsur kewarganegaraan yang berdasar pada darah atau keturunan. Hal
ini berarti bahwa seseorang akan memiliki kewargangeraan yang sama seperti yang
diturunkan oleh orang tua atau ayah ibu biologisnya. Jadi, apabila ayah atau ibu dari seorang
anak memiliki kewarganegaraan Indonesia, anak tersebut akan otomatis menjadi WNI,
dimanapun ia ldilahirkan. Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan unsur
kewarganegaraan ini. Selain Indonesia, beberapa unsur-unsur kewarganegaraan yang
menggunakan Ius Sanguinis antara lain China, Filipina, Korea Selatan, Turki, Yunani,
Spanyol, Portugal, Belanda, Jerman, dan Inggris. Unsur ini biasanya diterapkan oleh negara-
negra dengan sejarah perjuangan yang panjang.

Ius soli

secara harfiah, ius soli berarti hak untuk wilayah. Dalam konteks kewarganegaraan, hal ini
berarti kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasar tempat atau wilayah orang tersebut
dilahirkan. Berbeda engan ius sanguinis, unsuk kewarganegaraan ini biasanya diterapkan oleh
negara yang ingin mengembangkan jumlah penduduknya. Jadi apapun warga negara orang
tua seoarang anak, apabila anak tersebut dilahirkan di negara yang menggunakan unsur ius
soli, anak tersebut akan mendapat kewarganegaraan berdasar tempat kelahiran. Akan tetapi,
pada saat ini pemberian kewarganegraan berdasar ius soli sudah diperketat. Untuk mendapat
unsur-unsur kewarganegaraan dengan ius soli, salah satu orang tua dari anak tersebut harus
mempunyai kewarganegaraan yang sah sesuai dengan tempat anak tersebut lahir. Beberapa
negara yang menerapkan ius soli antara lain Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Kanada,
Jamaika, Meksiko, dan beberapa negara di benua Amerika lainnya.

Naturalisasi

Naturalisasi atau yang disebut unsur pewarganegaraan adalah cara untuk mendapat
kewarganegaraan Indonesia dengan mengajukan permohonan. Selain untuk warga negara
asing, naturalisasi juga bisa diberlakukan untuk seseorang yang tidak mempunyai
kewarganegaraan dan mempunyai kewarganegaraan ganda. Di Indonesia, kewarganegaraan
Indonesia bisa diberikan kepada warga negara asing dengan status sebagai berikut:

• Anak WNI yang lahir diluar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum
kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.
• Anak WNI belum berusia 5 tahun meskipun secara sah diakui sebagai anak oleh
WNA berdasarkan penetapan pengadilan, tetap sebagai WNI .
• Perkawinan WNI dan WNA baik sah maupun tidak sah dan diakui orang tuanya yang
WNI atau perkawinan yang melahirkan anak di wilayah RI meskipun status
kewarganegaraan orangtuanya tidak jelas berakibat anak berkewarganegaraan ganda
hingga usia 18 tahun atau sudah kawin.
• Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan dibuat secara tertulis dan disampaikan
kepada pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan dalam
undang-undang.
• Perbuatan untuk memilih kewarganegaraan disampaikan dalam waktu paling lambat 3
tahun setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin.
• Warga asing yang telah berjasa kepada negara RI dengan permohonan untuk menjadi
WNI atau dapat diminta oleh RI, kemudian mereka mengucapkan sumpah atau janji
setia. Dalam unsur-unsur kewarganegaraan sumpah tersebut, pemohon juga harus
memenuhi kewajiban warga negara Indonesia. Kewarganegaraan akan diberikan oleh
Presiden dengan persetujuan DPR.
4. KARAKTERISTIK WARGA NEGARA YANG DEMOKRATIS

Untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban, maka
setiap warga negara haruslah memiliki karakter atau jiwa yang demokratis juga. Ada
beberapa karakteristik bagi warga negara yang disebut sebagai warga yang demokrat.
Yakni antara lain:

A. RASA HORMAT DAN TANGGUNG JAWAB

Sebagai warga negara yang demokratis, hendaknya memiliki rasa hormat terhadap
sesama warga negara terutama dalam konteks adanya pluralitas masyarakat Indonesia
yang terdiri dari berbagai etnis, suku, ras, keyakinan, agama, dan ideologi politik. Selain
itu, sebagai warga negara yang demokrat, seorang warganegara juga dituntut untuk turut
bertanggung jawab menjaga keharmonisan hubungan antar etnis serta keteraturan dan
ketertiban negara yang berdiri diatas pluralitas tersebut.

Contoh:

· Kita sebagai warga negara harus memiliki rasa hormat kepada sesama manusia

· Kita sebagai warga negara yang baik harus memiliki rasa tanggung jawab yang
besar atas segala perbuatan yang kita lakukan

B. BERSIKAP KRITIS

Warga negara yang demokrat hendaknya selalu bersikap kritis, baik terhadap kenyataan
empiris (realitas soaial, budaya, dan politik) maupun terhadap kenyataan supra empiris
(agama, mitologi, kepercayaan). Sikap kritis juga harus ditunjukkan pada diri sendiri.
Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu disertai sikap kritis terhadap pendapat yang
berbeda. Tentu saja sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yang bertanggung jawab
terhadap apa yang harus dikritisi.

Contoh:

· Sebagia warga negara yang baik harus memiliki sikap keritis, karena sikap keritis
itu di dukung oleh tanggung jawab terhadap apa yang telah kita lakukan

C. MEMBUKA DISKUSI DAN DIALOG

Perbedaan pendapat dan pandangan serta perilaku merupakan realitas empirik yang pasti
terjadi ditengah komunitas warga negara, apalagi ditengah komunitas masyarakat yang
plural dan multi etnik. Untuk meminimalisasikan konflik yang ditimbulkan dari
perbedaan tersebut, maka membuka ruang untuk berdikusi dan berdialog merupakan
salah satu solusi yang bisa digunakan. Oleh karenanya, sikap membuka diri untuk
berdialog dan diskusi merupakan salah satu ciri sikap warga negara yang demokrat.

Contoh:

Kita sebagai warga negara demokrasi hendaklah memiliki sikap diskusi dan berdialog
dengan sesama warga negara sendiri maupun asing

D. BERSIFAT TERBUKA

Sikap terbuka merupakan bentuk penghargaan terhadap kebebasan sesama manusia,


termasuk rasa menghargai terhadap hal-hal yang tidak biasa atau baru serta pada hal-hal
yang mungkin asing. Sikap terbuka yang didasarkan atas kesadaran akan pluralisme dan
keterbatasan diri akan melahirkan kemampuan untuk menahan diri dan tidak secepatnya
menjatuhkan penilaian dan pilihan.

Contoh

· Kita sebagai warga negara demokrasi harus memiliki sikap terbuka demi
ketentraman negara kita

E. RASIONAL

Bagi warga negara yang demokrat, memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan
secara bebas dan rasional adalah sesuatu hal yang harus dilakukan. Keputusan-keputusan
yang diambil secara rasional akan mengantarkan sikap yang logis yang ditampilkan oleh
warga negara. Sementara, sikap dan keputusan yang diambil secara tidak rasional akan
membawa implikasi emosional dan cenderung egois. Masalah-masalah yang terjadi di
lingkungan warga negara, baik persoalan plitik, budaya, sosial, dan sebagainya, sebaiknya
dilakukan dengan keputusan-keputusan yang rasional.

Contoh:

· Kita sebagai warga negara yang baik harus memiliki rasa rasional demi
kesejateraan negara kita

F. JUJUR
Memiliki sifat dan sikap yang jujur bagi warga negara merupakan sesuatu yang mutlak.
Kejujuran merupakan kunci bagi terciptanya keselarasan dan keharmonisan hubungan
antar warga negara. Sikap jujur bisa diterapkan disegala sektor, baik politik, sosial, dan
sebagainya. Kejujuran politik adalah bahwa, kesejahteraan warga negara merupakan
tujuan yang ingin dicapai, yaitu kesejahteraan dari masyarakat yang memilih para politisi.
Ketidak jujuran politik adalah seorang politisi mencari keuntungan bagi dirinya sendiri
atau mencari keuntungan demi partainya, karena partai itu penting bagi kedudukannya.

5. Syarat Memperoleh Kewarganegaraan

Berdasarkan ketentuan Pasal 9 UU Kewarganegaraan, syarat-syarat yang harus


dipenuhi untuk dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia adalah sebagai
berikut:

# Telah berusia 18 tahun atau sudah kawin;

# Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara


Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10
tahun tidak berturut-turut;

# Sehat jasmani dan rohani;

# Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

# Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam
dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;

# Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi


berkewarganegaraan ganda;

# Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan

# Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara

Tata Cara Memperoleh Kewarganegaraan

# Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara


tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kepada
Presiden melalui Menteri

#Menteri meneruskan permohonan kepada Presiden dalam waktu paling


lambat 3 (tiga) bulan sejak tanggal permohonan diterima

#Presiden mengabulkan atau menolak permohonan pewarganegaraan


#Keputusan Presiden ditetapkan paling lambat 3 bulan sejak permohonan
diterima oleh Menteri dan diberitahukan kepada pemohon paling lambat 14
hari sejak Keputusan Presiden ditetapkan

#Paling lambat 3 bulan terhitung sejak Keputusan Presiden dikirim kepada


pemohon, Pejabat memanggil pemohon untuk mengucapkan sumpah atau
menyatakan janji setia

#Pemohon kemudian dipanggil sesuai waktu yang ditentukan untuk


mengucap sumpah dan janji setia di hadapan pejabat dan dihadiri 2 orang
saksi

#Setelah mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia, pemohon wajib


mengembalikan dokumen atau surat-surat dalam waktu paling lambat 14 (empat
belas) hari tsejak tanggal pengucapan sumpah

#Setelah berita acara pengucapan sumpah dan janji setia diterima, Menteri
mengumumkan nama orang yang telah memperoleh Kewarganegaraan
Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia.
ESSAI HAL 104

1.apa yang dimaksud dengan identitas nasional ?

2.jelaskan unsur – unsur terbentuknya identitas nasional ?

3. mengapa identitas nasional bisa dikatakan sebagai jati diri ,jelaskan ?

4. jelaskan apa yang dimaksud dengan nasionalisme Indonesia dan konsep – konsep
turunannya

5. jelaskan pengertian

a. proses pembentukan bangsa

b. loyalitas ganda

c. hakekat bangsa

d. identitas bangsa

JAWAB :

1. Identitas Nasional adalah suatu jati diri dari suatu bangsa. Artinya, jati diri tersebut merupakan
milik suatu bangsa dan berbeda dengan banga lainnya

2. Berbicara mengenai unsur-unsur identitas nasional, maka identitas nasional Indonesia


merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan unsur
unsur pembentuk identitas nasional yang meliputi:

# Suku bangsa
Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir),
yang sama coraknya dengan golongan jenis kelamin dan umur. Di Indonesia terdapat banyak
sekali kelompok etnis atau suku bangsa dengan tidak kurang 300 dialeg bangsa.

# Kebudayaan
Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah
perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif dipakai oleh
pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan
digunakan sebagi rujukan serta pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan serta
benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
# Agama
Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yan tumbuh dan
berkembang di nusantara adalah agama Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu dan Kong Hu
Cu. Agama Kong H Cu pada masa orde baru belum diakui sebagai agama resmi negara.
Namun sejak pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara
dihilangkan.

# Bahasa
Bahasa merupakan salah satu dari unsur pembentuk identitas nasional. Dalam hal ini, bahasa
dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi
ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antarmanusia.

3. Jadi, Identitas Nasional bisa juga disebut sebagai jati diri bangsa Indonesia yang bisa ditemukan di
berbagai literature, baik dalam bentuk bahasan sejarah bangsa Indonesia maupun dalam bentuk
bahasan mengenai pemerintahan Indonesia. Tatanan hukum ini juga merupakan hal yang harus
dijunjung tinggi selain dari Hak Asasi Manusia (HAM) karena hal tersebut juga merupakan bagian
dari identitas nasional yang dimiliki oleh suatu Negara yang membedakannya dengan Negara lain.

4. NASIONALISME INDONESIA
Tumbuhnya paham nasionalisme atau paham kebangsaan Indonesia tidak bisa
dilepaskan dari situasi politik decade pertama abad ke-20. Pada waktu itu semanagat
menentang kolonialisme Belanda mulai bermunculan di kalangan pribumi. Cita-cita bersama
untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pergerakan
nasional untuk memforkulasikan bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat
Indonesia.
Mereka sepakat tentang perlunya suatu konsep nasionalisme Indonesia merdeka, tapi
mereka berbeda dalam persoalan nilai atau watak nasionalisme Indonesia. Secara garis besar
terdapat tiga pemikiran besar tentang watak nasionalisme Indonesia yang terjadi pada zaman
sebelum kemerdekaan yakni paham ke-Islaman, Marxisme dan Nasionalisme Indonesia.
Para analisis nasionalisme beranggapan bahwa Islam memegang peran sangat penting
dalam pembentukan nasionalisme ini. Seperti yang di ungkapakan oleh pengkaji nasionalisme
Indonesia George Mc. Turnan Kahin bahwa islam yang di sebutnya dengan istilah agama
Muhammad bukan saja merupakan mata rantai yang mengikat tali persatuan, melainkan juga
merupakan symbol persamaan nasib (in group) menentang penjajahan asing dan penindas yang
berasal dari agama lain.

Unsur – Unsur Pembentukan Identitas Nasional


Identitas nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk.
Kamajemukan itu merupakan gabungan dari unsure-unsur pembentuk identitas yaitu
 Suku Bangsa
Suku banga adalah golongan social yang khusus bersifat askriptik ( ada sejak lahir), yang
sama coraknya dengan golongan umum dan jenis kelaminnya.Di Indonesia terdapat banyak
sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang dari 300 dialek bahasa.
 Agama
Bangsa Indonesia di kenal sebagai masyarakat agamis.Agama – agama yang tumbuh dan
berkembang di nusantara adalah Islam , Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu .
Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru di akui sebagai agama,Tetapi sejak pemerintahan
Presiden Abdurrahmad Wahid, istilah agama resmi negara di hapuskan.
 Kebudayaan
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makluk social yang isinya adalah
perangkat- perangkat atau model- model pengetahuan secara kolektif di gunakan pendukung-
pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang di hadapi dan di gunakan
sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak ( dalam bentuk kelakuan dan benda- benda
kebudayaan sesuai dengan lingkungan yang dihadapi ). Intinya adalah kebudayaan merupakan
patokan nilai- nilai etika dan moral, baik yang tergolong sebagai ideal atau yang seharusnya
(world view) maupun yang oprasional dan actual didalam kehidupan sehari-hari (ethos).
 Bahasa
Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa di pahami system
perlambang yang secara arbitel di bentuk atas unsure – unsure bunyi ucapan manusia dan di
gunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia.

5.A. terbentuknya bangsa yaitu dikarenakan adanya berbagai faktor yaitu :


1. adanya tujuan dan cita cita yang sama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai
bangsa
2. persamaan nasib dan penderitaan selama penjajahan .
3. Keinginan yang sama untuk merdeka dan melepaskan diri dari penjajahan
4. Kesatuan tempat tinggal yaitu wilayah nusantara dari sabang sampai merauke. terbentuknya suatu
negara kesatuan republik indonesia di tunjang dari beberapa faktor yaitu
:
1. adanya penduduk/rakyat
2. adanya wilayah
3. adanya pemerintah yang berdaulat
4. adanya pengakuan dari negara l

B. Pengertian dari loyalitas ganda adalah sebuah bentuk akan kesetiaan yang dimana terjadi kepada
lebih dari satu objek

C. Bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalm
proses sejarahnya,sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan
hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu kesatuan nasional.
D. Pengertian Identitas Nasional merupakan suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh serta
berkembang di dalam macam-macam aspek kehidupan dari ratusan suku yang ada dan dihimpun
dalam satu kesatuan seperti Indonesia yang kebudayaan nasional itu dengan acuan pancasila &
Bhineka Tunggal Ika yang merupakan dasar dan arah pengembangannya
ESSAI hal .132

1.jelaskan pengertian negara dan tujuannya ?


2. Jelaskan unsur – unsur negara ?
3. Sebutkan teori – teori terbentuknya negara ?
4. jelaskan menurut anda hubungan islam dengan negara Indonesia ?
5. jelaskan perbedaan negara menurut paham skunder dan teokrasi ?

JAWAB :

1. Secara terminologi negara adalah suatu organisasi dari kelompok atau beberapa kelompok manusia
yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintah
yang berdaulat
Secara etimologis istilah “negara” merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yaitu state (bahasa
Inggris), staat (bahasa Jerman dan Belanda), dan etat (bahasa Prancis). Kata state, staat, dan etat itu
diambil oleh orang-orang Eropa dari bahasa Latin pada abad ke-15, yaitu dari
kata statum atau status yang berarti keadaan yang tegak dan tetap, atau sesuatu yang bersifat tetap
dan tegak.
Tujuan negara adalah suatu sasaran yang hendak dicapai oleh suatu negara,merupakan ide yang
bersifat abstrak-ideal berisi harapan yang dicita-citakan

2. Unsur-unsur negara:
• Rakyat
• Wilayah
• Pemerintah yang berdaulat
• Pengakuan negara lain

Rakyat
Pertama-tama harus ada rakyat. Dalam istilah yang lebih umum sering pula digunakan istilah
masyarakat atau kumpulan individu-individu yang saling berinteraksi dan mendiami suatu
wilayah. Istilah rakyat secara implisit mengandaikan adanya kelompok lain yang memiliki
power lebih besar ketimbang rakyat, yaitu pemerintah.
Adanya rakyat artinya ada orang-orang yang hidup dan menjadi subjek pemerintahan dan
aturan yang ditegakkan. Negara tanpa rakyat bukanlah negara, melainkan tanah antah
berantah berupa pulau-pulau tak berpenghuni. Rakyat bisa pula disebut penduduk warga
negara, sebagai penegasan di sini bahwa ada pula penduduk non warga negara.

Wilayah
Ada rakyat harus pula ada wilayah. Jika tidak, dimana rakyat tinggal? Wilayah yang
dimaksud di sini adalah lokasi fisik dengan batasan teritorial yang jelas. Wilayah sebaiknya
dipahami secara geografis, sehingga kita mengenal teritori fisik yang mencakup daratan,
perairan dan udara.

Batasan wilayah negara dibuat berdasarkan keputusan politik hasil negosiasi internasional. Di
batas negara selalu dipasang penanda agar orang-orang tahu. Penanda tersebut bisa berbagai
macam, dari batok kayu, garis cat, kawat berduri, atau tembok raksasa.

Wilayah negara tak hanya darat, melainkan juga perairan dan udara. Semuanya ditentukan
dengan kesepakatan dalam perjanjian-perjanjian bilateral atau multirateral. Wilayah laut
ditentukan berdasarkan hukum laut internasional. Batas-batas wilayah perairan mencakup
laut teritorial, zona tambahan, zona ekonomi eksklusif, landas benua, landas kontinen, dan
laut pedalaman.

Wilayah udara berdasarkan kesepakatan internasional dapat diklasifikasikan menjadi dua,


yaitu: aliran udara bebas dan aliran kedaulatan udara di atas wilayah negara.

Pemerintah yang berdaulat


Pemerintah dapat dipahami baik dalam arti sempit atau pun luas. Dalam arti sempit,
pemerintah merupakan lembaga legislatif atau pelaksana undang-undang beserta seluruh
jajarannya. Sedangkan dalam arti luas, pemerintah mencakup keseluruhan lembaga negara.
Dalam sistem demokrasi yang berasas trias politika seperti Indonesia, pemerintah dalam arti
luas mencakup lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Pemerintah merupakan kelengkapan negara yang bertugas menyelenggarakan negara sebagai


sebuah organisasi besar. Pemerintah menetapkan aturan dan menegakkan hukum serta
membawa negara yang dikelolanya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Penekanan di
sini tampak pada kata ”berdaulat”. Artinya, pemerintah suatu negara bukanlah boneka negara
lain yang didikte dan dikendalikan oleh asing.

Pengakuan dari negara lain


Unsur keempat ini tak kalah penting. Eksistensi suatu negara perlu dikukuhkan oleh
pengakuan dari negara lain. Unsur ini bersifat deklaratif, artinya negara yang baru berdiri
mendeklarasikan dirinya atau memproklamirkan dirinya dan suatu negara yang sudah eksis
sebelumnya mendeklarasikan pengakuannya.
Eksistensi negara Israel sulit dibayangkan tanpa adanya insur ini. Sebelas menit setelah
negara Israel berdiri, Amerika Serikat mendeklarasikan pengakuannya sekaligus menjadi
negara pertama yang mengakui keberadaannya. Saya menyarankan siswa dan mahasiswa
untuk bertanya pada pengajarnya soal eksistensi negara Israel ini ketika membahas tentang
syarat berdirinya negara.

3. # Teori Ketuhanan

para ahli berpendapat bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan.

# Teori Kekuasaan

Negara bisa terbentuk karena adanya kekuasaan. Kekuasaan berarti perjuangan hidup yang
terkuat, memaksakan kemauannya kepada yang lemah. Kekuasaan yang dimaksud ada 2,
yaitu fisik dan ekonomi.

# Teori Perjanjian

Semua warga mengadakan perjanjian untuk mendirikan suatu organisasi yang melindungi
dan menjamin kelangsungan hidup bersama.

# Teori Hukum Alam

Negara terjadi secara alamiah dengan bersumber dari manusia sebagai makhluk sosial yang
memiliki kecenderungan berkumpul dan saling berhubungan untuk mencapai kebutuhan
hidupnya.

#Teori Kedaulatan

Ada 2 teori yang berhubungan dengan kedaulatan, yaitu:

a. Teori kedaulatan negara, yaitu negara memegang kekuasaantertinggi untuk menciptakan


hukum demi mengatur kepentingan rakyat.

b. Teori kedaulatan hukum, yaitu hukum memegang peranan tertinggi dan kedudukannya
lebih tinggi dari negara.

4. umat Islam tetap memperhatikan faktor agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, meski
negara itu telah melakukan modernisasi dan sekularisasi politik bersamaan dengan proses
globalisasi.Hal ini sebenarnya tidak terlepas dari karakteristik ajaran Islam itu sendiri, yang tidak hanya
merupakan sistem teologis, tetapi juga cara hidup yang berisi standar etika moral dan norma-norma
dalam kehidupan masyarakat dan negara. Islam tidak membedakan sepenuhnya antara hal-hal sakral
dan profan, sehingga Muslim yang taat menolak pemisahan antara agama dan negara. Oleh karena
itu, sekularisasi yang terjadi di negara-negara Muslim umumnya tidak sampai menghilangkan orientasi
keagamaan masyarakat dan negara. Bahkan adopsi sistem sekuler, seperti sistem demokrasi dan
penegakan hak asasi manusia, dalam banyak hal dilakukan dengan pemberian legitimasi keagamaan
melalui ijtihad dan penyesuaian-penyesuaian tertentu.[7] Tanpa legitimasi ini, ide-ide atau “sistem
sekuler” itu tidak akan mendapat dukungan sepenuhnya dari warga yang mayoritas beragama Islam.
Ijtihad ini merupakan bagian dari modernisasi pemahaman keagamaan (modernisme Islam) agar
ajaran-ajaran Islam tetap kompatibel dengan perkembangan masyarakat modern tanpa menyalahi
ajaran-ajaran Islam yang bersifat mendasar dan absolut (qath’i).

5. Teokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana prinsip-prinsip Ilahi memegang peran


utama. Kata "teokrasi" berasal dari bahasa Yunani θεοκρατία (theokratia). θεος (theos)
artinya “tuhan” dan κρατειν (kratein) “memerintah”. ... Teokrasi adalah sistem pemerintahan
yang menjunjung dan berpedoman pada prinsip Ilahi.

Negara sekuler adalah salah satu konsep sekularisme, di mana sebuah negara menjadi netral
dalam permasalahan agama, dan tidak mendukung orang beragama maupun orang yang tidak
beragama.dengam kata lain negara tidak dapat masuk ke dalam kehidupan pribadi agama
setiap warganya.
ESSAI hal.147
1.jelaskan istilah konstitusi dan tujuan konstitusi ?
2. berikan contoh konstitusi di Indonesia dan konstitusi di negara lain ?
3. jelaskan bagaimana perubahan konstitusi di Indonesia ?
4. jelaskan konstitusi menurut Miriam budiarjo ?
5. jelaskan secara singkat bagaimana sejarah lahirnya konstitusi dan bagaimana menurut anda
seandainya ingin mengalami perubahan konstitusi di Indonesia ?

JAWAB:

1. Konstitusi (bahasa latin: constitutio) dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan
hukum bentukan pada pemerintahan negara-biasanya dimodifikasikan sebagai dokumen
tertulis.

Dalam kasus bentukan negara,konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan
hukum,istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-
prinsip dasar politik,prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan
struktur,prosedur,wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya. Konstitusi
umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya.

Konstitusi mempunyai tujuan yang berperan dalam suatu negara, yaitu:

# Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya


tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan
bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak.

# Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan
hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.

# Pedoman penyelenggaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita
tidak akan berdiri dengan kokoh.

2. Contoh dari Konstitusi Tertulis adalah:


❖ Undang Undang Dasar tahun 1945 di Indonesia

❖ Constitución española de 1978 di Spanyol

Dll

Contoh Konstitusi Tak Tertulis adalah:

❖ Pidato Presiden yang dilakukan setiap 17 Agustus. Kebiasaan ini dilakukan sejak orde
lama hingga saat ini.

❖ Konvensi atau tradisi tradisi dalam ketatanegaraan lainnya.

Konstitusi diartikan sebagai dokumen yang memuat aturan aturan hukum serta ketentuan
ketentuan hukum yang bersifat pokok atau dasar baik itu tertulis maupun tak tertulis yang
menggambarkan mengenai sistem ketatanegaraan dalam suatu Negara.

Konstitusi sering dibagi ke dalam dua kelompok yakni Konstitusi Tertulis dan Konstitusi
Tidak Tertulis. Hampir semua Negara menganut konstitusi tertulis kecuali inggris.

Konstitusi di Inggris sebenarnya bukan tidak tertulis tetapi tersebar dalam berbagai
dokumen dan tidak dalam satu dokumen tersendiri seperti Undang Undang Dasar 1945
milik Indonesia. Oleh karena hal ini maka beberapa ahli berpendapat bahwa istilah Konstitusi
tidak tertulis dan tertulis kurang tepat, sebagian lainnya menyarankan istilah Documentary
Constitution dan Non-Documentary Constitution.

3. Sistem perubahan konstitusi di Indonesia menganut sistem constitutional amandement yaitu


perubahan tidak dilakukan langsung terhadap UUD lama, UUD lama masih tetap berlaku, sementara
bagian perubahan atas konstitusi tersebut merupakan adendum/ sisipan dari konstitusi yang asli
(lama).

4. Konstitusi adalah sejumlah aturan dasar suatu negara mengenai kehidupan warga negara dalam
sistem hubungan bermasyarakat dan sistem kekuasaaan bernegara.

5. Para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia telah sepakat utntuk menyusun sebuah
Undang-Undang Dasar sebagai konstitusi tertulis dengan segala arti dan fungsinya. Sehari
setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, konstitusi
Indonesia sebagai sesuatu ”revolusi grondwet” telah disahkan pada 18 Agustus 1945 oleh
panitia persiapan kemerdekaan Indonesia dalam sebuah naskah yang dinamakan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dengan demikian, sekalipun Undang-Undang
Dasar 1945 itu merupakan konstitusi yang sangat singkat dan hanya memuat 37 pasal namun
ketiga materi muatan konstitusi yang harus ada menurut ketentuan umum teori konstitusi
telah terpenuhi dalam Undang-Undang Dasar 1945 tersebut.
Pada dasarnya kemungkinan untuk mengadakan perubahan atau penyesuaian itu memang
sudah dilihat oleh para penyusun UUD 1945 itu sendiri, dengan merumuskan dan melalui
pasal 37 UUD 1945 tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Dan apabila MPR bermaksud
akan mengubah UUD melalui pasal 37 UUD 1945 , sebelumnya hal itu harus ditanyakan
lebih dahulu kepada seluruh Rakyat Indonesia melalui suatu referendum.(Tap no.1/
MPR/1983 pasal 105-109 jo. Tap no.IV/MPR/1983 tentang referendum)
Perubahan UUD 1945 kemudian dilakukan secara bertahap dan menjadi salah satu agenda
sidang Tahunan MPR dari tahun 1999 hingga perubahan ke empat pada sidang tahunan MPR
tahun 2002 bersamaan dengan kesepakatan dibentuknya komisi konstitusi yang bertugas
melakukan pengkajian secara komperhensif tentang perubahan UUD 1945 berdasarkan
ketetapan MPR No. I/MPR/2002 tentang pembentukan komisi Konstitusi.
Dalam sejarah perkembangan ketatanegaraan Indonesia ada empat macam Undang-Undang
yang pernah berlaku, yaitu :

# Periode 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949

(Penetapan Undang-Undang Dasar 1945)


Saat Republik Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Republik yang baru
ini belum mempunyai undang-undang dasar. Sehari kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945
Rancangan Undang-Undang disahkan oleh PPKI sebagai Undang-Undang Dasar Republik
Indonesia setelah mengalami beberapa proses.

# Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950

(Penetapan konstitusi Republik Indonesia Serikat)


Perjalanan negara baru Republik Indonesia ternyata tidak luput dari rongrongan pihak
Belanda yang menginginkan untuk kembali berkuasa di Indonesia. Akibatnya Belanda
mencoba untuk mendirikan negara-negara seperti negara Sumatera Timur, negara Indonesia
Timur, negara Jawa Timur, dan sebagainya. Sejalan dengan usaha Belanda tersebut maka
terjadilah agresi Belanda 1 pada tahun 1947 dan agresi 2 pada tahun 1948. Dan ini
mengakibatkan diadakannya KMB yang melahirkan negara Republik Indonesia Serikat.
Sehingga UUD yang seharusnya berlaku untuk seluruh negara Indonesia itu, hanya berlaku
untuk negara Republik Indonesia Serikat saja.

# Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959

(Penetapan Undang-Undang Dasar Sementara 1950)


Periode federal dari Undang-undang Dasar Republik Indonesia Serikat 1949 merupakan
perubahan sementara, karena sesungguhnya bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945
menghendaki sifat kesatuan, maka negara Republik Indonesia Serikat tidak bertahan lama
karena terjadinya penggabungan dengan Republik Indonesia. Hal ini mengakibatkan wibawa
dari pemerintah Republik Indonesia Serikat menjadi berkurang, akhirnya dicapailah kata
sepakat untuk mendirikan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi negara
kesatuan yang akan didirikan jelas perlu adanya suatu undang-undang dasar yang baru dan
untuk itu dibentuklah suatu panitia bersama yang menyusun suatu rancangan undang-undang
dasar yang kemudian disahkan pada tanggal 12 Agustus 1950 oleh badan pekerja komite
nasional pusat dan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan senat Republik Indonesia Serikat pada
tanggal 14 Agustus 1950 dan berlakulah undang-undang dasar baru itu pada tanggal 17
Agustus 1950.

# Periode 5 Juli 1959 – sekarang

(Penetapan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945)


Dengan dekrit Presiden 5 Juli 1959 berlakulah kembali Undang-Undang Dasar 1945. Dan
perubahan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Orde Lama pada masa 1959-1965
menjadi Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Orde Baru. Perubahan itu dilakukan
karena Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Orde Lama dianggap kurang
mencerminkan pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen.
ESSAI hal.168
1.jelaskan makna dan hakikat demokrasi ?
2. bagaimana pendapat anda tentang demokrasi sebagai pandangan hidup ?
3. apa saja unsur – unsur penegak demokrasi ?
4. bagaimana sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia dan di barat ?
5. bagaimana pandangan islam terhadap demokrasi

JAWAB :
1. MAKNA :demos ~ rakyat; cratos~ kedaulatan

Demokrasi: keadaan negara yang dalam sistem pemerintahaannya kedaulatan berada di tangan
rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa,
pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat.

HAKEKAT: pemerintah dari rakyat, pemerintahan oleh rakyat, pemerintahan untuk rakyat.

2. Masyarakat harus menjadikan demokrasi sebagai filsafat hidup dalam


bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Demokrasi tidak akan datang
tumbuh dan berkembang dengan sendirinya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu demokrasi
memerlukan usaha nyata setiap warga dan perangkat pendukungnya yaitu
budaya yang kondusif sebagai manifestasi dari suatu kerangka berpikir dan
rancangan masyarakat.

Menjadi demokratis membutuhkan norma dan rujukan praktis serta


teoritis dari masyarakat yang telah maju dalam berdemokrasi. Menurut
Nurcholish Madjid, pandangan hidup demokratis dapat bersandar pada
bahan-bahan yang telah berkembang, baik secara teoritis maupun
pengalaman praktis di negeri-negeri yang demokrasinya sudah mapan.
Demokrasi sebagai sikap hidup berisi nilai-nilai yang dapat dimiliki,
dihayati, dan diamalkan oleh setiap orang. Bentuk pemerintahan demokrasi
ataupun sistem politik demokrasi suatu negara memerlukan sikap hidup
warganya yang demokratis. Demokrasi merupakan suatu keyakinan, suatu
prinsip utama yang harus dijabarkan dan dilaksanakan secara sistematis
dalam bentuk atura sosial politik. Bentuk kehidupan yang berdemokrasi
akan kokoh bila dikalangan masyarakat tumbuh nilai-nilai demokrasi
tersebut.

3. Tegaknya demokrasi dapat terwujud dengan adanya unsur-unsur penopang didalam


demokrasi itu sendiri. Unsur-unsur penopang tegaknya demokrasi adalah.

• Negara hukum.
• Masyarakat madani.
• Aliansi kekompakan strategis

4. Dalam sejarah Negara Republik Indonesia yang telah lebih dari setengah abad,
perkembangan demokrasi telah mengalami pasanga surut. Masalah pokok yang dihadapi pleh
bangsa Indonesia ialah bagaimana meningalkan kehidupan ekonomi dan menghubungkan
kehidupan sosial dan politik yang demokrasi dalam masyarakat yang beraneka ragam pola adat
budayanya. Masalah ini berkisar pada penyusunan suatu system politik dengan kepemimpinan
cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi serta character and nation building,
degan partisipasi rakyat, sekaligus menghindarkan timbulnya diktatur perorangan, partai
ataupun militer.

Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dibagi dalam empat periode:

Periode 1945-1959, masa demokrasi parlementer yang menonjolkan demokrasi parlemen serta
partai-partai. Pada masa ini kelemahan demokrasi parlementer member peluang untuk
dominasi partai-partai politik dan DPR. Akibatnya perstuan yang digalang selama perjuangan
melawan musuh bersama menjadi kendor dan tidak dapat dibina menjadi kekuatan konstruktif
sesudah kemerdekaan.

Periode 1966-1965, masa Dmokrasi Terpimpin yang dalam banyak aspek telah menyimpang
dari demokrasi konstitusional dan lebih menampilkan beberapa aspek dari demokrasi rakyat.
Masa ini di tandai dengan dominasi presiden, terbatasnya peran partai politik, perkembangan
pengaruh komunis, dan peran ABRI sebagai unsure sosial-politik semakin meluas.
Periode 1966-1998, masa demokrasi Pancasila era Orde Baru yang merupakan demokrasi
konstitusional yang menonjolkan system presidensial. Landasan formal periode ini adalah
Pancasila, UUD 1945 dan ketetapan MPRS/MPR dalam rangka meluruskan kembali
penyelewangan terhadap UUD 1945 yaitu terjadi di masa DEmokrasi terpimpin. Namun dalam
perkembangannya peran presiden semakin dominan terhadap lembaga-lembaga Negara yang
lain. Melihat praktek demokrasi pada masa ini , nama Pancasila hanya digunakan sebagai
legitimilasi politis penguasaan saat itu, sebab kenyataanya yang dilaksanakan tidak sesuai
dengan nilai-nilai pancasila.

Periode 1999- sekarang, masa demokrasi Pancasila era Reformasi dengan berakat pada
kekuatan multi partai yang berusaha mengembalikan perimbangan kekuatan multi partai yang
berusaha mengembalikan perimbangan kekuatan antara lembaga Negara, aksekutif, legeslatif
dan yudikatif. Pada masa ini peran partai politik kembali menonjol, sehingga iklim demokrasi
memperoleh nafas baru. Jikalau esensi demokrasi adalah kekuasaan di tangan rakyat, maka
praktek demokrasi tatkala Pemilu memang demikian, namun dalam pelaksanaanya setelah
pemilu banyak kebijakan tidak mendasarkan pada kepentingan rakyat, melainkan lebih kea rah
pembagian kekuasaan antara preside dan partai politik dalam DPR. Dengan lain perkataan
model demokrasi era reformasi dewasa ini kurang mendasarkan pada keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia (walfare state).

Perkembangan Demokrasi di Barat


Demokrasi barat atau demokrasi liberal oleh kaum komunis disebut demokrasi kapitalis.
Demokrasi barat ialah demokrasi yang dianut oleh Negara-negara Eropa Barat dan Amerika.
Tujuan dari demokrasi barat, yaitu agar manusia tidak diangap sebagai alat belaka, melainkan
manusia dipandang sebagai makhluk hidup yang memiliki tujuan sendiri. Menurut catatan
sejarah, sistem demokrasi Barat yang pertama di dunia adalah diasaskan oleh kerajaan Perancis
semasa peristiwa Revolusi Perancis pada tahun 1789.

5. Pandangan islam terhadap demokrasi

Mulanya, demokrasi lahir di Yunani dan berkembang pesat di Eropa dan bumi bagian Utara.
Sementara Islam terlahir di Arab dan sistem pemerintahan Islam yang berupa khalifah
berkembang pesat di wilayah Selatan. Demokrasi merupakan produk akal, sedangkan Islam
adalah wahyu yang difirmankan Alloh kepada Rasulullah SAW. Fakta sejarah menjukkan
bahwa pemerintahan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW dan Khulafa’ al-Rasyidin tidak
menyebutkan antara berlandaskan pada demokrasi. Pertemuan Islam dan demokrasi
merupakan pertemuan peradaban dan ideologi saja.

Pelaksanaan demokrasi yang sesuai dengan Islam adalah musyawarah (syura), persetujuan
(ijma'), dan penilaian interpretatif yang mandiri (ijtihad). Dalam al Quran berisi perintah
kepada para pemimpin dalam kedudukan apapun untuk menyelesaikan urusan mereka dengan
cara bermusyawarah. Rakyat diberi kebebasan dalam memberikan saran kepada seorang
pemimpin, atau dalam demokrasi diperbolehkannya rakyat memberikan aspirasi. Hal ini sesuai
dengan ajaran islam yang memperbolehkan seorang rakyat memberikan saran atau nasihat
kepada pemimpinnya.

Islam memberikan kebebasan pada setiap muslim untuk mengutarakan pendapat. Hal ini juga
menjadi ciri utama dalam pemerintahan sistem demokrasi suatu negara yang memberikan
kebebasan pada warga negaranya untuk berpendapat dan kebebasan pers. Dengan kebebasan
berpendapat, tidak terjadi kepemimpinan yang otoriter dan memaksa rakyat/umat.
ESSAI hal .191
1.bagaimana sejarah terbentuknya otonomi daerah ?
2. bagaimana positif dan negative otonomi daerah ?
3. Apa yang dimaksud dengan otonomi daerah dan desentralisasi ?
4.bagaimana visi konsep dasar otda pada UU No.22 Tahun 1999 dan UU No.25 Tahun 1999 ?
5. jelaskan makna :
A. dekonsentrasi
B. delegasi
C. privatisasi

JAWAB :

1. Otonomi daerah di Indonesia adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

Terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan
pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, yaitu:

Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai
kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara ("Eenheidstaat"), yang berarti
kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan
terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan; dan

Nilai dasar Desentralisasi Teritorial, dari isi dan jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar 1945
beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa Pemerintah
diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang
ketatanegaraan.[1]

Dikaitkan dengan dua nilai dasar tersebut di atas, penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia
berpusat pada pembentukan daerah-daerah otonom dan penyerahan/pelimpahan sebagian
kekuasaan dan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk mengatur dan
mengurus sebagian sebagian kekuasaan dan kewenangan tersebut. Adapun titik berat
pelaksanaan otonomi daerah adalah pada Daerah Tingkat II (Dati II)[2] dengan beberapa
dasar pertimbangan[3]:
Dimensi Politik, Dati II dipandang kurang mempunyai fanatisme kedaerahan sehingga risiko
gerakan separatisme dan peluang berkembangnya aspirasi federalis relatif minim;

Dimensi Administratif, penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat


relatif dapat lebih efektif;

Dati II adalah daerah "ujung tombak" pelaksanaan pembangunan sehingga Dati II-lah yang
lebih tahu kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya.

Atas dasar itulah, prinsip otonomi yang dianut adalah:

Nyata, otonomi secara nyata diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi objektif di daerah;

Bertanggung jawab, pemberian otonomi diselaraskan/diupayakan untuk memperlancar


pembangunan di seluruh pelosok tanah air; dan

Dinamis, pelaksanaan otonomi selalu menjadi sarana dan dorongan untuk lebih baik dan
maju

2. Dampak adanya Otonomi Daerah adalah sebagai berikut :

Dampak Positif

1. Kebudayaan daerah yang dimiliki lebih mudah dikembangkan oleh pemerintah daerah
2. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki daerah mudah dikelola
dan dikembangkan
3. Efisien waktu dan biaya dalam pembangunan
4. Adanya desentralisasi kekuasaan
5. Meningkatnya kesejahteraan dan pelayanan terhadap masyarakat daerah
6. Memiliki kewenangan daerah kebijakan tertentu sesuai kondisi wilayahnya

Dampak Negatif

1. Lambatnya daerah miskin untuk berkembang


2. Kurangnya koordinasi antar daerah
3. Munculnya kesenjangan sosial
4. Terjadinya konflik antar daerah karena pengembangan wilayah
5. Pejabat daerah yang bertindak sewenang-wenang dan mengesampingkan aspirasi
rakyat
6. Kurangnya pengawasan

3. desentrasi adalah penyerahan kekuasaan PemDa oleh Pemerintah Pusatkepada daerah


otonom berdasarkan asas Otonomi.
Sedangkan Otonomi daerah artinya hak,kewajiban,wewenang mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri (Pemerintah Pusat tidak banyak ikut
campur)

4. Persoalan baru muncul ketika Daerah dihadapkan pada konsepsi otonomi daerah, dimana UU No.32
Tahun 2004 menyebutkan bahwa : Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah
otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Konsepsi otonomi daerah
yang dianut undang-undang ini mirip dengan konsepsi otonomi daerah yang dianut UU No. 5 Tahun
1974. Dan sangat berbeda dengan rumusan otonomi daerah yang dianut UU No. 22 Tahun 1999 yang
menyebutkan otonomi daerah itu adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1999 TENTANG
PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

5.A. sebuah kegiatan penyerahan berbagai urusan dari pemerintahan pusat kepada badan-badan
lain. Sumber lain menjelaskan bahwa dekonsentrasi itu merupakan pelimpahan wewenang dari
Pemerintah kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah
tertentu.

B. Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk
melaksanakan kegiatan tertentu. Ada alasan mengapa diperlukanpendelegasian, yaitu : 1.
Memungkinkan atasan dapat mencapai lebih dari pada mereka menangani setiap tugas sendiri.

C. Privatisasi bermakna pemindahan kepemilikan atas suatu hal dari kepemilikan umum menjadi milik
pribadi. Istilah privatisasi yang kita kenal biasanya merujuk pada pemindahan kepemilikan
perusahaan dari negara ke pihak lain (perorangan atau kelompok)
ESSAI hal . 204
1.jelaskan pengertian Good Governance ?
2. jelaskan prinsip – prinsip Governance ?
3. sebutkan dan jelaskan 4 generasi pemikiran ham ?
4. Bagaimana menurut anda ajika Good Governance diterapkan di dalam otonomi daerah ?
5. Mengapa PNS dikatakan sebagai aparatur pemerintah yang berpartisipasi aktif dalam
pelopor dan sponsor membangun masyarakat yang bertipe Good Governance ?

JAWAB :

1. Good Governance adalah suatu peyelegaraan manajemen pembangunan yang solid dan
bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien,
penghindaran salah alokasi dana investasi dan pencegahan korupsi baik secara politik
maupun secara administratif menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal dan
politican framework bagi tumbuhnya aktifitas usaha.

Good governance pada dasarnya adalah suatu konsep yang mengacu kepada proses
pencapaian keputusan dan pelaksanaannya yang dapat dipertanggungjawabkan secara
bersama. Sebagai suatu konsensus yang dicapai oleh pemerintah, warga negara, dan sektor
swasta bagi penyelenggaraan pemerintahaan dalam suatu negara.

2. Prinsip Good Governance adalah :

• AKUNTABILITAS: Meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan dalam


segala bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat.
• PENGAWASAN : Meningkatkan upaya pengawasan terhadap penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan
masyarakat luas.
• DAYA TANGGAP: Meningkatkan kepekaan para penyelenggaraan pemerintahan
terhadap aspirasi masyarakat tanpa kecuali.
• PROFESIONALISME: Meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggaraan
pemerintahan agar mampu memberi pelayanan yang mudah, cepat, tepat dengan biaya
terjangkau.
• EFISIENSI & EFEKTIVITAS: Menjamin terselenggaranya pelayanan kepada
masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal &
bertanggung jawab.

3. # Generasi Pertama Pengertian HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik, fokus
pemikiran HAM pada geerasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan
situasi Perang Dunia II, totaliterisme dan keinginan negara-negara yang baru merdeka untuk
menciptakan suatu tertib hukum yang baru.
# Generasi kedua Pemikiran HAM tidak hanya menuntut hak-hak Yuridis melainkan juga hak-hak
sosial, ekonomi, sosial dan budaya.
# Generasi ketiga Keadilan dan Pemenuhan hak asasi haruslah dimulai sejak mulainya
pembangunan itu selesai. Agaknya pepatah kuno “Justice delayed, Justice deny” tetap berlaku untuk
kita semua.
# Generasi keempat Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh negara-negara dikawasan
Asia yang pada tahun 1983 melahirkan Deklarasi HAM yang disebut Declaration of The Basic Duties of
Asia People and Goverment, Deklarasi ini lebih maju dari rumusan Generasi ketiga karena tidak
hanhya mencakup tuntunan struktural tetapi juga berpihak pada terciptanya tatanan sosial yang
berkeadilan.

4. mekanisme kerja sistem pemerintahan yang demokratis ( input proses output), bahwasanya sistem
aspirasi rakyat merupakan sistem kedalam Pemerintahan atau input sedangkan tatanan hukum
demokrasi diibaratkan sistem output

Kebijakan Pemerintah pada dasarnya harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai warga
negara. hal tersebut telah diamanatkan oleh nilai UUD 1946. dengan kata lain, apabila masyarakat
tidak dikatakan sejahtera, maka pemerintah tersebut telah melanggar undang-undang dalam
pengambilan kebijakan

Kebijakanyang dilakukan pemerintah dalam pencapaian tujuan mencerdaskan bangsa pada intinya
menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. arti dalam berkualitas yang dimaksud adalah adanya
sistem pelayanan pendidikan yang bermutu seperti sarana prasarana sekolah pendidikan, terutama
biaya keringanan pendidikan bagi masyarakat golongan bawah

5. Berdasarkan uraian-uraian tersebut, maka penulis berkesimpulan dalam hal ini PNS dituntut
kualitasnya dalam bekerja sebagai pelayan publik. PNS harus memiliki kompetensi, integritas,
tanggung jawab serta komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu, seorang PNS
juga harus memiliki perilaku yang baik dan menjadi role model bagi lingkungan sosialnya maupun
dilingkungan kerjanya.

Mewujudkan Good Governance merupakan bagian dari kewajiban Aparatur Sipil Negara dalam
bekerja, namun hal ini (mungkin) tidak mudah untuk dilaksanakan apabila para PNS tidak
memiliki kesadaran atas kewajibannya yaitu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik
dan penuh tanggung jawab. Bekerja cerdas, berintegritas, tuntas dan ikhlas mungkin bisa
menjadi motto bagi para PNS dalam melaksanakan tugasnya di era UU ASN ini, ditengah–
tengah masyarakat yang semakin kritis dan dinamis.
ESSAI hal .217

1.Bagaimana sejarah Ham dan pemikiran ham ?


2.jelaskan perbedaan nilai ham local dan ham universal ?
3. sebutkan pengertian ham dan ciri – ciri pokok hakikat ham ?
4. Apakah penerapan hukum ham di Indonesia sama dengan penerapan hukum ham di negara lain ?
5. Bagaimana jika ham di masukan kedalam metode Pendidikan di negara maju ?

JAWAB :
1. Sejarah Hak Asasi Manusia dimulai dari gagasan hak asasi manusia. Gagasan hak asasi manusia
muncul sebagai reaksi atas kesewenang-wenangan penguasa yang memerintah secara otoriter.
Munculnya penguasa yang otoriter mendorong orang yang tertekan hak asasinya untuk berjuang
menyatakan keberadaannya sebagai makhluk bermartabat. Nah, Zona Siswa pada kesempatan kali ini
akan membahas mengenai Sejarah Hak Asasi Manusia (HAM).

2. HAM UNIVERSAL

Ham Universal adalah sebuah bentuk pandangan yang terbilang sangatlah luas atau yang
dikenal dengna sebutan universal. HAM Universal memiliki artian bahwa sebuah hak asasi
manusia akan dianggap seagai sesuatu yang dianggap paling penting dan juga mendasar yang
berada didalam sebuah kehidupan dari setiap manusia yang sejak telah melekat pada dirinya
sejak sebelum ia lahir hingga ia meninggal di dunia ini tanpa terkecuali.

Contoh HAM Universal adalah:

1. Hak untuk mendapatkan pendidikan


2. Hak untuk memeluk agama
3. Hak untuk memiliki perlindungan pada hukum.

HAM Partikular
HAM Partikular adalah sebuah bentuk dari hal yang dipegang oleh negara yang berada di
wilayah timur. HAM partikular itu snediri akan lebih memperlihatkan sebuah nilai dari
budaya yang berada didalam negara timur itu snediri. Penegakan HAM di wilayah ini
umumnya akan lebih diperlihatkan kepada masing-masing negara.

Contohnya HAM Partikular adalah:

# Di Indonesia berdasarkan UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Indonesia


mendasarkan kepada hak yang dimana berasal dari Tuhan yang dimana akan
memberikan sebuah nilai relatif.

3. beberapa ciri-ciri pokok hakikat Hak Asasi Manusia yaitu :


# HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi.
.HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
# .HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan
politik atau asal-asul sosial dan bangsa.
3.HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak
orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak
melindungi atau melanggar HAM .

4. Pemahaman dan pelaknsanaan HAM di Indonesia tidak sama dengan pelaksanaan HAM di
negara lain. Seperti pemahman dan pelaksanaan HAM di Negara yang menganut paham
liberalisme. Liberalisme diartikan sebagai kebebasan untuk bertindak, berpendapat,
kebebasan untuk memeluk agama dan berbagai bentuk kebebasan yang berkaitan dengan
terpenuhinya tuntutan HAM.Paham liberalisme memandang manusia sebagai makhluk yang
bebas, dimana manusia bebas untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Paham liberalisme
memberikan batasan hak Negara dalam urusan ekonomi, kebudayaan, agama dll. Selain itu
liberalisme juga berpendapat bahwa tunduk kepada otoritas sangat bertentangan dengan
kebebasan hak asasi manusia. Sehingga liberalisme memberikan kebebasan kepada
masyarakatnya untuk melakukan segala sesuatu dengan sebebas-bebasnya. Jadi disini peran
pemerintah sangat kecil dalam mengatur kehidupan masyarakatnya. Hal ini menimbulkan
dampak negative seperti pergaulan bebas, persaingan yang bebas diantara masyarakat satu
dengan masyarakat lainnya, dan kebebasan bagi perempuan untuk menentukan
kehidupannya sendiri, sehingga tidak seorang pun yang boleh memaksa ataupun melarang
untuk melakukan sesuatu sehingga lahirlah kebebasan yang sebebas-bebasnya bagi kaum
perempuan dalam kehidupannya.

5. Berbicara soal sistem pendidikan terpadu tentu tidak bisa lepas dari sistem pendidikan
yang dicanangkan oleh Finlandia. Sudah menjadi rahasia umum jika negara yang berlokasi di
Eropa Utara tersebut dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Berdasarkan hasil dari tes internasional dan penelitian, Finlandia dikenal sebagai negara
dengan kualitas kurikulum pendidikan terdepan. Dengan tingkat kelulusan tes internasional
tertinggi di dunia, Finlandia berhasil memuncaki indeks pendidikan dari negara di seluruh
dunia.

Rahasia dari pencapaian Finlandia tersebut terletak pada reformasi pendidikan yang telah
diteliti dan diterapkan di sekolah formalnya. Oleh karenanya, Finlandia berhasil dengan
konsisten memiliki mutu pendidikan yang jauh lebih baik dibanding negara lainnya.

Tak hanya itu, negara Eropa lain, yakni Britania Raya juga dikenal memiliki sistem
pendidikan yang maju. Di negara tersebut, sistem pendidikan dibagi menjadi 5 tahapan, yaitu
pendidikan awal hingga tinggi. Melalui pembagian tahapan pendidikan tersebut, Britania
Raya mencanangkan kurikulum nasional yang wajib ditaati oleh setiap institusi pendidikan
formal di sana.

Selain itu, Belanda sebagai negara maju mengaplikasikan sistem pendidikan dengan
kurikulum internasional yang disebut International Baccalaureate atau IB. Dengan
menerapkan program pendidikan tersebut, siswa sekolah di Belanda mampu mendapatkan
kurikulum andalan negara lain dan bersaing di perguruan skala global.

Lanjut ke sistem pendidikan di Swiss yang menerapkan program pendidikan desentralisasi.


Artinya, pendidikan di negara tersebut diatur dan dikelola bukan oleh pemerintah pusat,
melainkan oleh tingkat kewilayahan.

Seluruh aspek pendidikan, seperti, durasi sekolah, kurikulum, hingga metode pembelajaran
dicanangkan oleh pemerintah daerah. Yang menjadi titik berat di sistem pendidikan Swiss
adalah penerapan ilmu serta nilai-nilai yang berhubungan dengan pendidikan. Jadi, siswa tak
hanya mendapatkan pendidikan formal saja, namun juga softskill yang amat penting
dibutuhkan di dunia kerja nantinya.
ESSAI hal.228
1.jelaskan sejarah lahirnya masyarakat madani
2.jelaskan bagaimana ciri – ciri karakteristik masyarakat madani ?
3.Bagaimana jika negara Indonesia menjadi negara maju ? apa dampak negative dan positif terhadap
masyarakat dan sistem perekonomian Indonesia ?
4. Bagaimana dampak bagi Indonesia jika 25 tahun mendatang negara Indonesia tidak berubah dari
segi ekonomi ?
5. Tuliskan dalil naqli yang relevan dengan konsep masyarakat madani ?

Jawab :
1. Konsep masyarakat madani sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu kala. Kosep ini berasal dari
perjuangan politik sertan sejarah masyarakat Eropa Barat yang menjalani proses peralihan atau
pergantian dari pola kehidupan feodal ke kehidupan masyarakat industri yang kapitalis. Konsep
masyarakat madani, jika dipelajari, sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Jika dicari akar sejarahnya,
perkembangan konsep masyarakat madani sudah ada sejak zaman Aristoteles yaitu sekitara tahun
384-322 SM. Pada saat itu, masyarakat madani dipahami sebagai suatu sistem negara dengan
menggunakan istilah 'koinoniah politike', sebuah komunitas politik dimana warga masyarakat dapat
terlibat langsung dalam berbagai konteks politik dan pengambilan keputusan. Istilah ini juga
digunakan untuk menjelaskan masyarakat politik serta etika di mana warga atau masyarakat di
dalamnya setara di depan hukum.

2. Karakteristik masyarakat madani menjelaskan bagaimana cara merealisasikan rencana masyarakat.


Berikut karakteristik Masyarakat Madani :

# Free Public Sphere (Wilayah Publik yang Bebas), adalah masyarakat memiliki ruang yang bebas untuk
berpendapat, berorganisasi, memilih agama, besuku.
# Demokrasi, merupakan karakteristik yang penting bagi masyarakat madani. Demokrasi adalah
tatanan sosial politik masyarakat madani, mereka dapat menyuarakan pendapat mereka secara bebas
dan aman.

# Toleransi, merupakan ciri khas dan menjadi komponen penting bagi masyarakat madani. Toleransi
adalah sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain antar masyarakat.

# Pluralism, merupakan syarat penting masyarakat madani. Pluralism merupakan sikap mengakui dan
menerima kenyataan di masyarat majemuk dengan nilai positif.

# Keadilan Sosial (Social Justice), yaitu keseimbangan dalam tatanan sosial masyarakat yang
mencangkup, ekonomi, polotik, dan pengetahuan.

3. ketika Indonesia menjadi negara maju harus ada pembiasaan pola kehidupan dan pola daya fikir
masyarakat dan dampak – dampak dalam perekonomian Indonesia :
dampak negatif :
# banyak industri kecil yang gulung tikar
# adanya persaingan yg tdk sehat dlm perdagangan internasional
# adanya pola konsumsi masyarakat yg meniru konsumsi negara yg lebih maju
# timbul penjajahan ekonomi oleh negara maju
# neraca perdagangan dan pembayaran

dampak positif :
# menambah kemakmuran negara
# sumber pemasukan kas negara
# menciptakan efisiensi dan spesialisasi
# mendorong kemajuan iptek
# menambah kesempatan kerja

4.akan tertinggal karena semakin majunya teknologi

5. Karena yang terkahir ini akan sangat krusial dan relevan dengan kehidupan umat dan
bangsa Indonesia saat ini. Kelima, bahwa ummatan wasathan atau masyarakat madani dalam
perspektif Al-Qur’an itu berwawasan “al-ishlaah” (perbaikan). Jika pada pada tataran
individu Al-Qur’an memproses terbentuknya manusia yang saleh atau baik maka pada
tingkatan masyarakat diharapkan dari manusia-manusia itu tidak saja baik, tapi juga
membawa perbaikan kepada alam sekitarnya. Orang yang baik pada dirinya disebut “shaleh”
(orang baik). Tapi ketika orang baik tersebut menransfer kebaikan itu pada orang lain, atau
kebaikannya itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam masyarakat maka orang
tersebut disebut “mushlih” (pembawa kebaikan). Ketika ummatan wasathan terbentuk dan
hadir dalam kehidupan manusia, maka manusia akan merasakan “perbaikan-perbaikan” itu.
Di bidang ekonomi, misalnya, masyarakat madani (ummatan wasathan) akan membawa
sistem perekonomian dari sistem yang kerap mencekik dan manipulaif ke sistem yang
bermoral dan berkeadilan. Karena sesungguhnya, sistem ekonomi Islam (syariah) senantiasa
menjaga nilai-nilai moralitas dan keadilan. .

Anda mungkin juga menyukai