Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENYELESAIAN MASALAH

MANAJEMEN
Guna untuk memenuhi tugas Manajemen Keperawatan

Disusun Oleh Kelompok 3:

1. Lailatun Nur (920173119)


2. M. Ali Fauzi (920173112)
3. Nabela Bintan Nafi’a (920173124)
4. Nafi’un Ni’am (920173126)
5. Nur Cholifah (920173127)
6. Nurfaiz Najunda Sari (920173128)
7. Rachmandani Lilik N (920173131)
8. Riki Puspita Sari (920173132)
9. Rini Putri Oktaviani (920173133)
10. Rizqi Lutfi Al Hakim (920173134)
11. Sigit Wahyudi (920173135)

KELAS : 4C

JURUSAN: S1 KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS

TAHUN AJARAN 2019/2020


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..........................................................................................................

DAFTAR ISI ......................................................................................................................

KATA PENGANTAR ........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...........................................................................................
B. Rumusan Masalah......................................................................................
C. Tujuan Penulisan.......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. Apa Saja Konsep Dasar, Tujuan dan Prinsip Pengorganisasian.................


B. Apa Saja Jenis Struktrur Organisasi dalam Keperawatan...........................
C. Bagaimana Perbedaan Budaya dan Iklim Organisasi.................................
D. Bagaimana Implementasi Pengorganisasian Keperawatan Diruang Rawat
dan Puskesmas: Kewenangan Klinik Perawat ...........................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan.................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
KATA PENGANTAR
 
Puji syukur penulis panjatkan atas ke-hadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan
rahmatnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Adapun tujuan penulis
menyelesaikan karya tulis ini adalah untuk memenuhi tugas Manajemen Keperawatan dengan
judul Makalah Proses Penyusunan Rencana Penyelesaian Masalah Manajemen.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada
pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penulisan ini. Semoga Allah membalas
kebaikan semua pihak yang terlibat. Amin yaa robbal’alamin.

Kudus, 10 Maret 2021

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana
aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua
fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain tak akan dapat
berjalan.
Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang buruk adalah suatu hal yang
mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan
dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah
situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan kedalam
pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi atau
peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah
perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan
keuntungan. Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam
pengambilan keputusan. Di kehidupan sehari-hari kita sebenarnya kehidupan yang
selalu bersangkutan dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik
yang diperoleh setelah melakukan musyawarah. Pengambilan keputusan sangat
penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin.
Puskesmas merupakan pusat pengembangan, pembinaan dan pelayanan
kesehatan masyarakat sekaligus merupakan pos terdepan dalam pembangunan
kesehatan masyarakat untuk maksud tersebut, puskesmas berfungsi melaksanakan
tugas teknis dan administrative.
Pusat kesehatan masyarakat berfungsi sebagai penggerak sumber daya
masyarakat dalam bidang kesehatan, motor pembangunan berwawasan kesehatan dan
pelayanan kesehatan stara pertama. Selama ini yang banyak berkembang adalah
puskesmas merupakan pelayanan kesehatan masyarakat stara pertama sehingga fungsi
yang lain seolah ditinggal.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses penyusunan rencana penyelesaian masalah manajemen?
2. Bagaimana standar akreditasi rumah sakit?
3. Bagaimana standar akreditasi puskesmas?

C. Tujuan
1. Mengetahui proses penyusunan rencana penyelesaian masalah manajemen?
2. Mengetahui standar akreditasi rumah sakit?
3. Mengetahui standar akreditasi puskesmas?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Penyusunan Rencana Penyelesaian Masalah Manajemen


Proses manajemen merupakan proses yang holistic, melibatkan banyak sisi
yang akan saling berinteraksi. Sebagai langkah awal dari proses ini, langkah teknis
yang dapat dipelajari adalah bagaimana keperawatan mampu memetakan masalah
dengan suatu metode analisis tertentu seperti mengguanakan analisis SWOT dan
TOWS. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuat perencanaan adalah:
1. Pengumpulan data.
2. Analisis lingkungan
a. Analisis Situasi
Jika keperawatan ingin berhasil, jangan takut untuk berpikir besar. Oleh
karena itu, keperawatan harus memulai bertindak berdasarkan tujuan.
Perawat sebagai manusia seringkali melewatkan hal-hal semestinya perawat
lakukan dan melakukan hal-hal yang mestinya perawat lewatkan. Hal ini
terjadi karena sebagian besar perawat lupa merumuskan tujuan dari setiap
langkah yang diambilnya sehingga sering kali terjadi perawat tersesat
ditengah jalan dan hanya berputar-putar. Selalu diperlukan upaya untuk
memusatkan konsentrasi organisasi layanan keperawatan untuk melihat apa
yang diinginkanya, bagaimana cara mencapainya dan melakukan evaluasi
sejauh mana hal tersebut terlaksana.
Proses manajemen merupakan proses yang holistik, melibatkan banyak
sisi yang akan saling berinteraksi. Sebagai langkah, langkah teknis yang
dapat dilaksanakan adalah bagaimana keperawatan dapat memetakan
masalah dengan suatu metode analisis tertentu seperti SWOT< TOWS dan
analisis “tulang ikan”.
b. Analisis SWOT: Strenght, Weakness, Opportunities, Threats.
Analisis SWOT adalah bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat
deskriptif (memberi gambaran). Analisis ini menempatkan situasi dan
kondisi sebagai sebagai factor masukan, yang kemudian di kelompokkan
menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus di ingat baik –
baik oleh para pengguna analisis SWOT bahwa analisis SWOT adalah
semata – mata alat analisis yang di tujukan untuk menggambarkan situasi
yang sedang di hadapi atau yang mungkin akan di hadapi oleh organisasi,
dan bukan sebuah alat analisis “ajaib” yang mampu memberikan jalan keluar
yang “ajaib” bagi masalah – masalah yang di hadapi oleh organisasi layanan
keperawatan. Analisis tersebut terbagi atas empat komponen dasar berikut:
1) Srength (S) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari
keperawatan pada saat ini.
2) Weakness (W) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan
dari keperawatan atau program layanan asuhan keperawatan pada saat
ini.
3) Opportunity (O) adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang
berkembang bagi layanan keperawatan di masa depan.
4) Threat (T).

Tabel 2.1 contoh pasangan kekuatan dan kelemahan dalam analisis situasi.
Komponen Subkomponen Kompon Subkomponen
en
S Perawat di ruangan W Jumlah anggota yang
saat ini memiliki besar menurunkan
jumlah anggota yang tingkat efektivitas
sangat besar. koordinasi dan
komunikasi antar –
anggota

Tabel 2.2 Contoh pasangan kesempatan dan ancaman dalam analisis situasi.
Kompone Subkomponen Kompon Subkomponen
n en
O Tersedianya T Lulusan perawat
pendidikan yang di hasilkan
keperawatan membuat tidak sesuai dengan
makin banyak perawat kompetensi yang di
yang bersekolah harapkan dari
hingga perguruan seorang perawat.
tinggi.
Tabel 2.3 Contoh analisis SWOT model kualitatif
Kompone Subkomponen Kompon Subkomponen
n en
S 1. Organisasi W 1. Budaya
memiliki anggota organisasi adalah
yang banyak. budaya tradisional
2. Organisasi yang menghambat
memiliki cadangan tercapainya
dana yang besar. kondisi kerja yang
3. Organisasi efisien.
memiliki peraturan 2. Keinginan
yang lengkap. anggota untuk
4. Organisasi belajar dari
memiliki sekertariat kesalahan sangat
yang representatif. rendah.

Adalah situasi yang merupakan ancaman bagi keperawatan yang datang dari
luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi layanan keperawatan di masa depan.
Selain empat komponen dasar analisis SWOT ini, berkembang pula beberapa
subkomponen hasil proses analisis yang jumlahnya bergantung pada kondisi
organisasi. Sebenarnya masing – masing subkomponen adalah pengejawatahan dari
masing – masing komponen, seperti komponen Strength mungkin memiliki 12
subkomponen, komponen weakness mungkin memiliki 8 subkomponen, dan
seterusnya. Terdapat 2 model analisis SWOT yang umum di gunakan dalam
melakukan analisis situasi antara lain model kuantitatif dan model kualitatif.
a. Model kualitatif
Suatu asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S
dan W serta O dan T. kondisi berpasangan ini terjadi karena di asumsikan bahwa
dalam setiap kekuatan, selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap
kesempatan yang terbuka, selalu ada ancaman yang harus di waspadai. Ini
berartibahwa setiap satu rumusan Srength (S), harus selalu memiliki satu pasangan
Weakness (W), dan setiap satu rumusan Opprtunity (O) harus memiliki pasangan
satu Threat (T).
b. Model kualitatif,
unit urutan dalam membuat analisis SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh
dengan urut – urutan model kuantitatif. Perbedaan besar di antara keduanya adalah
pada saat pembuatan subkomponen dari masing – masing komponen. Apabila pada
model kuantitatif, setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan
satu subkomponen T. Akan tetapi, dalam model kualitatif hal tersebut tidak terjadi.
Selain itu, subkomponen pada masing – masing komponen (S-W-O-T) adalah
berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain.
Matriks TOWS Strenghts Weaknesses
Opportunities Srategi SO Srategi WO
Susun daftar Gunakan kekuatan Tanggulangi
peluang untuk memanfaatkan kelemahan dengan
peluang memanfaatkan
peluang
Threats Strategi ST Strategi WT
Susun daftar Gunakan kekuatan Perkecilan
ancaman untuk menghindari kelemahan dan
ancaman hindari ancaman

Sebagai alat analisis, analisis SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan


peta. Ketika berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak
menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan
yang dapat di temput jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna
jika tujuan telah di tetapkan. Tujuan dapat di tetapkan dengan membangun visi –
misi atau program dalam layanan keperawatan yang akan di bahas. (Simamora,
2012). Pada analisis SWOT ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Pengisian Item Internal Dactors (IFAS) dan External factors (EFAS)
Cara pengisian IFAS dan EFAS disesuaikan dengan komponen yang
ada dalam pengumpulan data (bisa merujuk pada data fokus dan contoh
pengumpulan data pada bagian lain di dalam buku ini).Data tersebut dibedakan
menjadi dua, yaitu IFAS yang meliputi aspek kelemahan (weakness) dan
kekuatan (strength) dan EFAS yang meliputi aspek peluang (opportunity) dan
ancaman (Threatened).
2. Bobot
Beri bobot masing-masing faktor mulai 1,0 (paling penting) sampai
dengan 0,0 tidak penting, berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap
strategi perusahaan.
3. Peringkat (Rating)
Hitung peringkat masing-masing faktor dengan memberikan skala
mulai 4 (sangat baik) sampai dengan 1 (kurang) berdasarkan pengaruh faktor
tersebut. Data peringkat didapatkan berdasarkan hasil pengukuran baik secara
observasi, wawancara, pengukuran langsung. Faktor kekuatan dan peluang
menggambarkan nilai kinerja positif, sebaliknya faktor kelemahan dan
ancaman menggambarkan nilai kinerja yang negatif. Kemudian, bobot dikali
dengan peringkat untuk mendapatkan nilai masing-masing faktor.
4. Setelah didapatkan nilai masing-masing faktor, untuk mendapatkan nilai IFAS
adalah: kekuatan dikurangi kelemahan (S – W) dan EFAS adalah peluang
dikurangi ancaman (O – T). Hasil dari nilai IFAS dan EFAS kemudian
dimasukkan di dalam diagram layang (Kit Kuadran) untuk mengetahui masalah
dan strategi perencanaan berdasarkan letak kuadran.
a. Pada kuadran WO, strategi perencanaan bersifat progresif/turn around
dengan tujuan meningkatkan kelemahan internal untuk mendapatkan
kesempatan (peluang).
b. Pada kuadran SO, strategi perencanaan bersifat agresif dengan tujuan
mengembangkan kekuatan internal yang ada untuk mendapatkan peluang
yang lebih dalam menghadapi persaingan.
c. Pada kuadran ST, strategi perencanaan bersifat diversifikasi dengan tujuan
merubah kekuatan internal yang ada untuk mengantisipasi faktor ancaman
dari luar.
d. Pada kuadran WT, strategi perencanaan bersifat bertahan dnegan tujuan
mempertahankan eksistensi supaya institusi/perusahaan tetap ada dan
dapat menjalankan fungsinya secara minimal.
c. Analisis TOWS
Menurut Simamora (2012) model ini di kembangkan oleh david (1989)
yang tidak menggunakan singkatan SWOT seperti yang lazimnya, namun
menggunakan TOWS David tampaknya ingin mendahulukan analisis ancaman
dan peluang, untuk kemudian melihat sejauh mana kapabilitas internal sesuai
dan cocok dengan factor – factor eksternal tersebut. Terdapat empat strategi
yang tampil dari hasil analisis TOWS tersebut.
Strategi SO digunakan untuk menarik keuntungan dari peluang yang
tersedia dalam lingkungan eksternal. Para manager tidak akan meninggalkan
kesempatan untuk memanfaatkan kekuatannya mengejar peluang yang di
maksud. Strategi WO bertujuan memperbaiki kelemahan internal dengan
memanfaatkan peluang dari lingkungan luar. Sering di jumpai dilema bahwa
ada peluang terlihat, namun organisasi tidak mampu mengejarnya. Strategi ST
akan di gunakan organisasi untuk menghindari, setidaknya memperkecil
dampak ancaman yang datang dari luar. Strategi WT adalah taktik pertahanan
yang di arahkan pada usaha memperkecil kelemahan internal dan menghindari
ancaman eksternal. Dalam hal ini, aktivitas organisasi mungkin harus
menghentikan sementara dan membubarkannya, lalu organisasi yang baru atau
melebur masuk ke organisasi sejenis yang lain, mengadakan rasionalisasi, dan
lain – lain
Matriks TOWS Strenghts Weaknesses
Opportunities Srategi SO Srategi WO
Susun daftar Gunakan kekuatan Tanggulangi kelemahan
peluang untuk memanfaatkan dengan memanfaatkan
peluang peluang
Threats Strategi ST Strategi WT
Susun daftar Gunakan kekuatan Perkecilan kelemahan dan
ancaman untuk menghindari hindari ancaman
ancaman

d. Analisis Tulang Ikan


Analisis tulang ikan digunakan untuk mengategorikan berbagai sebab
potensial dari satu masalah atau pokok persoalan dengan cara yang mudah
dimengerti dan rapi. Cara ini juga membantu dalam menganalisis apa yang
sesungguhnya terjadi dalam proses, yaitu dengan cara memecah proses
menjadi sejumlah kategori yang berkaitan dengan proses, mencakup manusia,
material, mesin, prosedur, kebijakan, dan lain-lain. Menfaat analisis tulang
ikan adalah memperjelas sebab-sebab suatu masalah atau persoalan. Langkah-
langkah dalam membuat analisis tulang ikan:
1) Mengidentifikasi akibat atau masalah. Tulis akibat atau masalah yang
akan ditangani pada kotak paling kanan diagram tulang ikan, misalnya
laporan keperawatan akhir bulan terlambat
2) Mengidentifikasi berbagai kategori sebab utama. Dari garis horizontal
utama, terdapat empat garis diagonal yang menjadi “cabang”. Sebab tipa
cabang mewaliki “sebab utama” dari masalah yang ditulis.
3) Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saram. Setiap
kategori memiliki penyebab yang perlu diuraikan dengan
menggunanakan curah pendapat. Bila penyebab dikemukakan, tentukan
bersama-sama karena penyebab tersebut harus ditempatkan pada
diagram tulang ikan. Sebab-sebab dituliskan pada garis horizontal
sehingga banyak “tulang” kecil keluar dari garis horizontal utama.
4) Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama. Setelah setiap kategori
diisi, cari sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori. Sebab
sebab inilah yang merupakan petunjuk :sebab yang tampaknya paling
mungkin”. Catat jawabanya pada kertas flipchart terpisah
5) Mencapai kesepakatan atas sebab yang paling mungkin. Di antara sebab
sebab harus dicari sebab yang paling mungkin. Kaji kembali sebab yang
telah didaftarkan dan tanyakan, “mengapa ini sebabnya?”. Tanyakan
mengapa sampai pertanyaan itu tidak dapat dijawab lagi, dan pada tahap
ini sebab pokok teridentifikasi.

Unsur manajemen atau sumber daya bagi manajemen adalah hal-hal yang
merupakan modal bagi pelayanan anajemen, dengan modal itu akan lebih menjamin
pencapaian tujuan yang terdiri dari 6M yaitu:
a. M1 (Man) : Ketenagaan/sumber daya manusia.
b. M2 (Material) : Sarana dan prasarana.
c. M3 (Method) : Metode asuhan keperawatan.
d. M4 (Money) : Pemasukan.
e. M5 (Mutu) : Keselamatan pasien, kepuasan pasien, kenyamanan, kecemasan,
perawatan diri, pengetahuan/perilaku pasien.
f. M6 (Machine) : Alat, mesin.
1) Pengorganisasian data: memilih data yang mendukung dan data yang
menghambat.
2) Pembuatan rencana: tentukan objektif, uraian kegiatan, prosedur, target,
waktu, penanggung jawab, sasaran, biaya, peralatan, metode yang digunakan.

B. Standar Akreditasi Rumah Sakit


Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga
independen baik dari dalam maupun dari luar negeri, biasanya non pemerintah,
melakukan assesmen terhadap Rumah Sakit berdasarkan standar akreditasi yang
berlaku. Rumah Sakit yang telah terakreditasi akan mendapat pengakuan dari
pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan manajemen yang
ditetapkan.
Proses akreditasi dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan dan
budaya mutu di rumah sakit, sehingga Rumah Sakit senantiasa berusaha
meningkatkan mutu dan keamanan pelayanannya.
KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) merupakan lembaga independen
dalam negeri sebagai pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan
non-struktural. Standar Akreditasi Nasional terangkum dalam Standar Nasional
Akreditasi Rumah Sakit.
Keselamatan Pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih
aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan
dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya

C. Standar Akreditasi Puskesmas


Akreditasi Puskesmas adalah suatu pengakuan terhadap hasil dari proses
penilaian eksternal, oleh Komisioner Akreditasi terhadap Puskesmas, apakah sesuai
dengan standar akreditas yang ditetapkan.
Standar Akreditasi Puskesmas terdiri dari 3 bagian dan 9 bab
a. Standar Administrasi dan Manajemen, terdiri dari:
Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP)
Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas(KMP)
Bab III. Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP)
b. Standar Program Puskesmas
Bab IV. Program Puskesmas yang Berorientasi Sasaran (PPBS)
Bab V. Kepemimpinan dan Manajemen Program Puskesmas (KMPP)
Bab VI. Sasaran Kinerja dan MDG’s (SKM)
c. Standar Pelayanan Puskesmas
Bab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP)
Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK)
Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP)
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional bersifat
humanistik, menggunakan pendekatan holistik, dilakukan berdasarkan ilmu dan kiat
keperawatan, berorientasi kepada kebutuhan objektif klien. Pelayanan keperawatan di
rumah sakit dan Puskesmas adalah salah satu jenis pelayanan profesional yang
dilaksanakan oleh rumah sakit dan Puskesmas untuk melayani kebutuhan Masyarakat
khususnya dalam bidang keperawatan yang diorganisir melalui pelayanan
keperawatan. Perencanaan keperawatan adalah suatu proses di dalam pemecahan
masalah yang merupakan keputusan awal tentang sesuatu apa yang akan dilakukan,
bagaimana dilakukan, kapan dilakukan, siapa yang melakukan dari semua tindakan
keperawatan. Perencanaan manajemen keperawatan diawali dengan perumusan tujuan
institusi/ organisasi yang dijelaskan dalam visi misi, filosofi dan tujuan sebagai arah
kebijakan organisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Butar-butar,Junita.,Roymon H Simamora.2016. Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan


Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Pandan Kabupaten Tapanuli
Tengah.Jurnal Ners Indonesia, Vol 6 (1),51-64. 3. 

Dermawan,D.2012. Proses Keperawatan Penerapan Konsep dan Kerangka Kerja (1st ed).
Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Putra, Chandra Syah. (2017). Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Bogor: In Media

Robeiro G., Jack L.,Scully N., Wilson D., Novieastari E., Supartini Y. (2015). Keperawatan
Dasar: Manual Ketrampilan Klinis. Edisi Indonesia. Elsevier ( Singapore) Pte.Ltd

Anda mungkin juga menyukai