Anda di halaman 1dari 41

KETERLIBATAN MASYARAKAT DAN

TENAGA KESEHATAN

DALAM UKBM
MANFAAT
1. Dapat Mengetahui Pengertian Keterlibatan
2. Dapat Mengetahui Keterlibatan Masyarakat Dalam Ukbm
3. Dapat Mengetahui Keterlibatan Tenaga Kesehatan Dalam Ukbm
4. Dapat Mengetahui Salah Satu Contoh Pemaparan Hasil Penjaringan
Skrening/Penjaringan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Sekolah
5. Dapat Mengetahui Pengertian Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
6. Dapat Mengetahui Tujuan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
7. Dapat Mengetahui Siapa Saja Peserta Musyawarah Masyarakat Desa
(MMD)
8. Dapat Mengetahui Tempat Dan Waktu Pelaksanaan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)
9. Dapat Mengetahui Cara Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
10.Dapat Mengetahui Siapa Saja Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam
Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
11.Dapat Mengetahui Langkah-Langkahnya Perencanaan Asuhan
Keperawatan Kesehatan Komunitas
PART I

Pengertian
Keterlibatan
Pengertian
Keterlibatan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti
kata keterlibatan adalah keadaan terlibat. Keterlibatan berasal dari
kata dasar libat. Keterlibatan memiliki arti dalam kelas nomina atau
kata benda sehingga keterlibatan dapat menyatakan nama dari
seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang
dibendakan.
PART II
Keterlibatan Masyarakat Dalam UKBM
1). Keterlibatan Individu
Tujuan dilakukannya pemberdayaan individu
terutama adalah untuk memperkenalkan perilaku
baru kepada individu (yang mungkin juga
merupakan pengganti dari perilaku yang selama ini
dipraktikkan oleh individu tersebut).
Misalnya saja perilaku menimbang balita secara berkala untuk
mengetahui perkembangan dan pertumbuhan balita. Perilaku ini
dapat diperkenalkan kepada individu-individu ibu yang membawa
balitanya berobat ke Puskesmas.
` Kepada setiap ibu, setelah selesai diberi pelayanan pengobatan
untuk balitanya, dapat disampaikan informasi tentang manfaat
menimbang balita secara berkala, bagaimana mencatat dan
menggunakan catatan (yaitu KMS), dan di mana si ibu dapat
melakukan penimbangan yang dimaksud (yaitu di Posyandu).
2). Keterlibatan Keluarga
Pemberdayaan keluarga dilakukan oleh petugas intitusi
kesehatan yang melaksanakan kunjungan rumah terhadap
keluarga.
Yaitu keluarga dari individu pengunjung Puskesmas, atau
keluarga-keluarga lain yang berada di wilayah kerja Puskesmas.
3). Keterlibatan Masyarakat
Gerakan pemberdayaan juga dapat dilakukan terhadap
sekelompok individu anggota masyarakat, melalui upaya
penggerakan atau pengorganisasian masyarakat (community
organization/community development).
Sasarannya dapat berupa orang dewasa, dapat juga murid-
murid sekolah atau santri-santri. Salah satu hasil dari upaya ini dapat
berujud upaya-upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM)
seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa
(Polindes), Bina Keluarga Balita (BKB), Warung Obat Desa (WOD),
Panti Pemulihan Gizi, Dokter Kecil, Saka Bhakti Husada (SBH), Pos
Kesehatan Pesantren (Poskestren).
Keterlibatan nakes pada
UKBM
Keterlibatan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat merupakan salah satu faktor penting pada kelancaran
jalannya suatu program UKBM. Keterlibatan Nakes antara lain:
1.Memberikan penyadaran kepada masyarakat
2.Menjadi dinamisator atau pembina kegiatan
3.Memberikan dukungan kepada kegiatan yang berlangsung
4.Memberikan dukungan pelayanan pada kegiatan
5.Memonitoring jalannya kegiatan
6.Mengevaluasi jalannya kegiatan
peran nakes dalam UKBM
a. Memfasilitasi masyarakat melalui kegiatan kegiatan mapun
program-program pemberdayaan masyarakat meliputi pertemuan
dan pengorganisasian masyarakat
b. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bekerja sama
dengan melaksanakan kegiatan pemberdayaan agar masyarakat
mau berkontribusi terhadap program kesehatan.
c. Mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi kepada
masyarakat dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang bersifat
peran nakes dalam UKBM
a. Memfasilitasi masyarakat melalui kegiatan kegiatan mapun
program-program pemberdayaan masyarakat meliputi pertemuan
dan pengorganisasian masyarakat
b. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bekerja sama
dengan melaksanakan kegiatan pemberdayaan agar masyarakat
mau berkontribusi terhadap program kesehatan.
c. Mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi kepada
masyarakat dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang bersifat
Gigi Berlubang OHI-S
Resopsi
No Nama TA Karang Gigi Fissure Jumlah Kriteria
Fisiologis ART KME KMD KMP DI CI
1 Ackhmad Rizky Pratama Derajat 2 V V 1,6 0 1,6 Sedang
2 Alexander Na poleon S D Derajat 1 V 0,6 0 0,6 Baik
3 Annisa Dew i Arumsari V 1,5 0 1,5 Sedang
4 Arkan Hilal Abimanyu J V 0,8 0 0,8 Baik
5 Arshana Ang gaini A p V V 1,6 0 1,6 Sedang
6 Callysta Ayudya Khansa Derajat 1 0,5 0 0,5 Baik
7 Faira Alviana Rahma 0 0 0 Baik
8 Ilham Viyan Permana V 1,8 0 1,8 Sedang
2,1 0,3 2,4 Sedang
9 Joesiva Wahyu Ningtyas V Subpragingival
10 Juan Levanino Luvi W V 1,3 0 1,3 Sedang
11 Kenzie Haidar Saputra V 1,5 0 1,5 Sedang
12 Kristabel Aulia G V V 2,5 0 2,5 Sedang
1,1 0,1 1,2 Baik
13 Leonardo Djoyo H Subpragingival
2,1 0,3 2,4 Sedang
14 Muhammad Joan Ra af V Subpragingival
15 Muh Naufal Fabian V 1,3 0 1,3 Sedang
16 Muh Raditya Shifa V 1,5 0 1,5 Sedang

17 Naswan Raka Maulana 0 0 0 Baik

18 Nava Oc ta Laury Ni' ma V V 2,3 0 2,3 Sedang

19 Nayla Afra Almira K V 1,6 0 1,6 Sedang

20 Nayla As yifa H udiono Derajat 4 V 1,1 0 1,1 Baik


0 0 0 Baik
21 Raditya Ashfaq Abdullah

22 Shafa Raesa Parsa V 0,8 0 0,8 Baik

23 Shafira Nurin Najwa 0 0 0 Baik

24 Silvana Wahyu S V 1,1 0 1,1 Baik

25 Silviana Ramadani J 0 0 0 Baik

26 Wahyu Jaya Kusuma V 0,8 0 0,8 Baik

27 Xavio El nino Derajat 3 V 0,5 0 0,5 Baik

28 Ragil Syarif Maulana V 2,1 0 2,1 Sedang

29 Rasya Naufalino V 0,6 0 0,6 Baik

30 Alena V V 2,5 0 1,5 Sedang

Jumlah 5 7 1 16 4 3 1,4 0,23 1,2 Baik


MMD adalah pertemuan perwakilan warga desa untuk
membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan merencanakan
penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil
SMD (Wrihatnolo, 2007).
Masyarakat mengenal masalah kesehatan diwilayahnya
a.Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah
kesehatan melalui pelaksanaan desa siaga dan poskesdes.
b.Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi
masalah kesehatan, melaksanakan desa siaga dan poskesdes
a.Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya.
b.Masyarakat sepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan.
c.Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi
masalah kesehatan.
MMD harus dihadiri oleh pemuka masyarakat desa,
petugas Puskesmas, dan sektor terkait di tingkat desa
dan kecamatan (seksi-seksi pemerintahan dan
pembangunan, BKKBN, Pertanian, Agama, dan lain-
lain).
MMD dilaksanakan di Balai Desa atau tempat
pertemuan lain yang ada di desa, MMD dilaksanakan
segera setelah SMD dilaksanakan.
PART IX
Cara Pelaksanaan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)
1.Pembukaan dilakukan oleh Kepala Desa dengan menguraikan
tujuan MMD dan menghimbau seluruh peserta agar aktif
mengemukakan pendapat dan pengalaman sehingga
membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama.
2.Perkenalan peserta yang dipimpin oleh kader untuk
menimbulkan suasana keakraban.
3.Penyajian hasil survei oleh kader selaku tim pelaksana MMD.
4.Perumusan dan penentuan prioritas masalah kesehatan atas
dasar pengenalan masalah kesehatan dan hasil SMD
dilanjutkan dengan rekomendasi teknis dari petugas
kesehatan di desa / bidan di desa.
5.Menggali dan menemukenali potensi yang ada di masyarakat
untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
6.Penyusunan rencana kerja penanggulangan masalah
kesehatan yang dipimpin oleh kepala desa.
7.Penyimpulan hasil MMD berupa penegasan tentang rencana
kerja oleh Kepala Desa.
PART X
Hal Yang Harus Diperhatikan
Dalam Pelaksanaan Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD)
1.Musyawarah Masyarakat Desa harus dihadiri oleh pemuka
masyarakat desa, petugas puskesmas, dan sektor terkait
kecamatan (seksi pemerintahan dan pembangunan, BKKBN,
pertanian, agama, dll).
2.Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan di balai desa atau
tempat pertemuan lain yang ada di desa.
3.Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan segera setelah
SMD dilaksanakan.
PART XI
Langkah-Langkahnya
Perencanaan Asuhan
Keperawatan Kesehatan
Komunitas
1.Menentukan prioritas
Melalui pengkajian, perawat mampu mengidentifikasi respons
komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu
tindakan. Dalam menentukan perencanaan perlu disusun
suatu sistem untuk menentukan diagnosis yang akan diambil
tindakan pertama kali. Salah satu sistem yang bisa digunakan
adalah hierarki kebutuhan komunitas.
2.Menentukan kriteria hasil
Penentuan kriteria hasil (outcomes) harus ditujukan untuk
komunitas. Kriteria hasil harus menunjukkan “apa yang akan
dilakukan komunitas serta kapan dan sejauh mana tindakan
akan bisa dilaksanakan”. Kriteria hasil harus spesifik, dapat
diukur, dapat dicapai, rasional, dan ada batas waktu.
3.Menentukan rencana tindakan
Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk
membantu komunitas dalam mencapai kriteria hasil. Rencana
tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari
diagnosis keperawatan. Oleh sebab itu, rencana
mendefinisikan suatu aktivitas yang diperlukan untuk
membatasi faktor-faktor pendukung terhadap suatu
permasalahan.
4.Dokumentasi
Rencana tindakan keperawatan ditulis dalam suatu bentuk
yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang
meliputi perawatan individu, keluarga, dan komunitas; perawat
yang kontinu (berkesinambungan); komunikasi; dan evaluasi.
KESIMPULAN
Keterlibatan masyarakat dan tenaga kesehatan merupakan
faktor penting dalam keberlangsungan program pemberdayaan
masyarakat melalui pengembangan UKBM. Keterlibatan
masyarakat penting agar program tersebut sukses berjalan,
keterlibatan masyarakat dibagi menjadi keterlibatan individu,
keterlibatan keluarga, dan keterlibatan masyarakat. Demikian
dengan keterlibatan tenaga kesehatan pada UKBM yaitu
sebagai pemberi penyadaran kepada masyarakat, dinamisator
KESIMPULAN
Keterlibatan masyarakat dan tenaga kesehatan merupakan
faktor penting dalam keberlangsungan program pemberdayaan
masyarakat melalui pengembangan UKBM. Keterlibatan
masyarakat penting agar program tersebut sukses berjalan,
keterlibatan masyarakat dibagi menjadi keterlibatan individu,
keterlibatan keluarga, dan keterlibatan masyarakat. Demikian
dengan keterlibatan tenaga kesehatan pada UKBM yaitu
sebagai pemberi penyadaran kepada masyarakat, dinamisator
TERIMA KASIH