Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL

EFEKTIFITAS PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON


TERHADAP KECEMASAN PADA LANSIA

LITERATURE REVIEW

OLEH:

YOLANDA DWI PUTRI

1710105077

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ALIFAH PADANG

TAHUN 2021
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan

manusia, mulai sejak permulaan kehidupan proses alamiah yang berarti

seseorang telah melalui tahap-tahap kehidupannya (lansia). Lansia adalah

seseorang yang mengalami perubahan biologis, fisik, kejiwaan dan sosial,

Perubahan yang terjadi pada lansia memberikan pengaruh pada seluruh

aspek kehidupan termasuk kesehatan lansia (Fatimah, 2010 dalam Ekaputri,

Rochmawati, dan purnomo, 2016).

Saat ini, jumlah lanjut usia diatas 60 tahun lebih dari 800 juta.

Proyeksi menunjukkan bahwa angka ini akan meningkat menjadi lebih dari

dua miliar pada tahun 2050 (WHO, 2013).

Menurut World Health Organisation (WHO), lansia adalah

seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan

kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase

kehidupannya. Saat ini, diseluruh dunia jumlah orang yang lanjut usia yang

dengan usia rata-rata 60 tahun diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai

1,2 milyar. Negara maju seperti Amerika Serikat pertambahan orang lanjut

usia kurang lebih 1000 perhari.

Populasi lanjut usia di dunia akan bertambah dengan cepat di

bandingkan penduduk seluruhnya, maka relative akan lebih besar di


negaranegara sedang berkembang seperti Indonesia. Populasi lanjut usia di

Indonesia di proyeksikan antara tahun 1990-2025 akan naik 414% suatu

angka yang tertinggi diseluruh dunia (United States Bureau of the Cencus

dalam Darmojo dan Martono, 2011).

Menurut Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera barat jumlah lansia

(60+ tahun) pada tahun 2015 sebanyak 455.733 orang dengan prevalensi

jumlah laki-laki sebanyak 205.049 orang dan prevalensi jumlah perempuan

sebanyak 250.684 orang (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, 2016).

Lanjut usia tidak saja ditandai dengan kemunduran fisik, psikososial,

tetapi dapat pula berpengaruh terhadap kondisi mental seperti stress. Proses

menua di dalam perjalanan hidup manusia merupakan suatu hal yang wajar,

hanya lambat cepatnya proses tersebut bergantung pada masing-masing

individu yang dapat menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik-

biologi, social, mental, maupun social ekonomi. Perubahan psikologis yang

paling sering muncul dan sering dialami lansia adalah kecemasan, depresi,

insomnia dan demensia. (Maryam, 2008)

Kecemasan merupakan masalah yang terjadi sepanjang rentang

kehidupan manusia.Lansia dengan masalah kesehatan jiwa seperti

kecemasan, maka kondisi tersebut dapat menggangu kegiatan sehari-hari

lansia. Kecemasan adalah respon emosional terhadap penialaian yang

menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai

berbagai keluhan fisik. Keadaan tersebut dapat terjadi dalam berbagai

situasi kehidupan maupun gangguan sakit. Kecemasan yang dialami lansia


dapat dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit fisik.Kecemasan

dapat mengakibatkan penurunan daya ingat dan kesulitan dalam mengambil

keputusan.

Di Indonesia prevalensi gangguan mental emosional yang

ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan adalah sebesar 6%

untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta orang. Prevalensi pada usia

55-64 tahun sebanyak 6,9%, usia 65-74 tahun sebanyak 9,7% dan pada usia

lebih dari 75 tahun sebanyak 13,4% (Riskesdas, 2013).

Menurut Flint AJ dalam Forlani et al, (2014) kecemasan yang

dialami lansia dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit

fisik.Selain itu menurut Yochim (2013) kecemasan dapat mengakibatkan

penurunan daya ingat dan kesulitan dalam membuat keputusan. Berdasarkan

hasil penelitian yang dilakukan Andri (2009), tingkat kecemasan lansia yang

ditinggalkan pasangannya 68,9% pada kategori ringan, 31,1% kategori

sedang dan 0% kategori berat. Seorang lansia yang mengalami kecemasan

berat pada satu tahun terakhir setelah kehilangan pasangan mereka beresiko

mengalami kecemasan berat.Lansia yang kehilangan pasangan hidup sudah

lebih dari satu tahun maka cenderung kecemasan berat berkurang Darmojo

dan Martono (2011).

Masalah kecemasan dapat muncul karena adanya faktor risiko yang

dipengaruhi oleh adanya perubahan pada lansia. Faktor risiko yang dapat

menyebabkan kecemasan antara lain jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan,

status perkawinan, ditinggalkan teman atau keluarga, penyakit kronis dan


gangguan fungsional, relokasi di panti, dan kunjungan keluarga (Heningsih,

2014)

Aromaterapi merupakan tindakan terapeutik dengan menggunakan

minyak essensial yang bermanfaat untuk meningkatkan keadaan fisik dan

psikologi sehingga menjadi lebih baik. Setiap minyak essensial

memilikiefek farmakologis yang unik, seperti antibakteri,antivirus, diuretik,

vasodilator, penenang, dan mempengaruhi adrenal. Jenis minyak

essensialyang biasa digunakan untuk mengatasi mual muntah adalah

peppermint, spearmint (tigatetes), lemon dan jahe (dua tetes).(Dwirukma,

2013).

Salah satu cara untuk menghilangkan kecemasan yaitu dengan

pemberian aromaterapi (Bulecheck, Gloria M, Dkk, 2013). Aromaterapi

adalah istilah modern yang dipakai untuk proses penyembuhan kuno yang

menggunakan sari tumbuhan aromatic murni yang tujuannya adalah untuk

meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan tubuh, pikiran dan jiwa. Sari

tumbuhan aromatic yang dipakai diperoleh melalui berbagai macam cara

pengolahan dan dikenal dengan nama minyak esensial. Suatu penelitian

telah membuktikan bahwa aromaterapi terbukti dapat secara efektif

menmgurangi stress dan cemas. (Primadiati dan Rachmi, 2012).

Aromaterapi lemon juga berperan menyegarkan pikiran,

menurunkan depresi, dan menurunkan emosi (Najmuddin 2011).Minyak

perasan dari familia citrus memiliki aroma menyegarkan dan berkhasiat

antiseptik, stimulan serta tonikum dengan efek yang bermakna pada


keseluruhan saluran pencernaan. Aroma yang bersifat stimulan seperti bau

minyak Citrus Limon akan mempengaruhi lokus seruleus yang kemudian

melepaskan noradrenalin, serotonin dan endorfin (Price 2008).

Aromaterapi lemon yang sari minyaknya diambil dari bagian buah.

Efeknya dapat menjernikan dan menstimulasi dimana dapat menibgkatkan

ketegangan, perasaaan bahagia, pandangan positif, motivasi, keyakinan

dalam mengambil keputusan dan stabilitas serta dapat mengurangi masalah

pernapasan, stress dan pikiran negative. Zat yang terkandung dalam lemon

salah satunya adalah linalool yang berguna menstabilkan saraf sehingga

dapat menimbulkan efek tenang pada siapapun yang menghirupnya. (Wong,

2010)

Metode secara inhalasi merupakan cara yang cepat, sederhana, dan

efektif untuk mendapatkan manfaat pengobatan. Menurut Primidiati dan

Rachmi (2012), penggunaan aromaterapi melalui penghirupan setiap hari

juga sangat baik uhntuk meningkatkan kualitas indra penciuman dan

kesehatan tubuh. Suatu penelitian telah membuktikan bahwa aromaterapi

terbukti dapat secara efektif mengurangi stress.

Hasil penelitian Sri Puguh yang di publikasikan dalam Jurnal

Kesehatan Poltekkes Kemenkes Surakarta (2011:166) dengan judul

Pengaruh aromaterapi lemon dan relaksasi otot progesif terhadap intensitas

mual muntah setelah kemoterapi pada pasien kanker payudara di dapatkan

hasil bahwa 92,86 % dari responden mengalami penurunan mual muntah

setelah diberikan aromaterapi lemon. Akan tetapi sebanyak 7,14%


responden setelah diberikan aromaterapi lemon masih mengalami rasa mual,

namun frekuensi mualnya berkurang. Hal ini meunjukkan bahwa ada

pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap frekuensi mual

muntah.hasil studi pendahuluan yang dilakukan Kecemasan Lansia.

Berdasarkan data diatas maka penulis akan melakukan penelitian

dengan judul “Efektifitas Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap

Kecemasan Lansia.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, maka rumusan masalah ini adalah

Efektifitas Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Kecemasan Lansia?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi lemon

terhadap kecemasan lansia.

2. Tujuan Khusus

a. Diketahui kecemasan lansia sebelum diberikan aromaterapi lemon

berdasarkan artkel ilmiah.

b. Diketahui kecemasan lansia setelah diberikan aromaterapi lemon

berdasarkan artkel ilmiah.

c. Diketahui efektifitas pemberian aromaterapi lemon sebelum dan

sesudah terhadap kecemasan lansia berdasarkan artkel ilmiah.


D. Manfaat Penelitian

Penilitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada :

1. Bagi Peneliti

Menambah wawasan dan pengalaman peneliti dalam perkebangan ilmu

keperawatan serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh khususnya

tentang efektifitas pemberian aromaterapi lemon terhadap kecemasan

pada lansia.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Dapat manjadi bahan bacaan serta menambah wawasan bagi

mahasiswi dan mahasiswa STIKes ALIFAH Padang.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Sebagai bahan acuan dan perbandingan untuk penelitian lebih lanjut

sehingga dapat meningkatkan dan menambah wawasan dalam

mengembangkan ilmu pengetahuan.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitan ini membahas tentang Efektifitas Pemberian Aromaterapi

Lemon Terhadap Kecemasan Pada Lansia. Variabel independen pada

penelitian ini adalah Pemberian aromaterapi lemon, dan variabel dependen

kecemasan pada lansia.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2021, dan populas pada

penelitian ini adalah kecemasan pada lansia.