Anda di halaman 1dari 6

BAB II

PERCOBAAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH

A. Maksud Percobaan
Maksud percobaan adalah mengadakan percobaan pengolahan air
limbah domestik dengan menggunakan instalasi Tripikon-S. Tripikon-S
dapat dipakai untuk menangani limbah organik dari rumah tangga, maupun
limbah organik lainnya. Dari analisa laboratorium dapat diketahui
perbedaan antara kandungan organik limbah yang masuk dan keluar
sehingga dapat digunakan untuk menilai efektifitas alat tersebut.

B. Dasar Teori
Penanganan limbah rumah tangga saat ini dirasakan semakin sulit
terutama di daerah pemukiman padat dan di daerah rawa dan
sungai/selokan. Tangki septik konvensional yang cukup efisien sebagai
prasarana penyehatan lingkungan sulit dibuat untuk daerah-daerah tersebut
karena tiadanya lahan atau karena lahan yang selalu tergenang air.
Bertempat di laboratorium Teknologi Tradisional Teknik Sipil Fakultas
Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Hardjoso Prodjopangarso telah
menemukan salah satu alternatif teknik penanganan limbah domestik dan
limbah rumah tangga yang murah dan mudah pembuatannya yang disebut
dengan “TRIPIKON-S” singkatan dari Tri (tiga) Pi (pipa) Kon (konsentris) - S
(septik).
Konstruksi Tripikon-S terdiri dari tiga buah pipa konsentris dengan
prinsip kerja proses perombakan yang serupa dengan tangki septik
konvensional. Limbah padat dan cair masuk melalui pipa kecil dan
mengalami perombakan di dalam pipa sedang. Bagian atas dari pipa sedang
merupakan tempat terjadinya proses aerobik, bagian tengah merupakan
lintasan, dan bagian bawah merupakan tempat terjadinya proses anaerobik.
Selama melintas di pipa tengah, limbah akan terurai menjadi gas, air, dan
lumpur mineral. Pada tangki septik konvensional, lintasan terjadi secara
horisontal, sedangkan pada Tripikon-S lintasan terjadi secara vertikal.

1
Bagian pertama lintasan adalah ke bawah dan bagian kedua adalah di atas.
Waktu melintas sekurang-kurangnya 3 hari.

C. Alat Dan Bahan

1. Alat / instalasi percobaan


a. Instalasi Tripikon-S.
b. Ember limbah.

2
2. Alat laboratorium
a. Beaker wadah sampel.
b. Termometer.
c. pH stick.
d. DHL meter.
e. Gayung.
f. Gelas ukur.
g. Buret dan statif.
h. Pipet tetes.
i. Pengukur waktu.
j. Kompor.

3. Bahan
a. Air simulasi limbah.
b. Aquadest.
c. Larutan H2SO4 4 N.
d. Larutan KMnO4 0,01 N.
e. Larutan Asam Oksalat 0,01N.

3
D. Pelaksanaan

1. Pengoperasian alat / instalasi


a. Pemasukan limbah
Limbah dimasukkan sebanyak 1/3 dari volume tripikon-S ke dalam
Tripikon-S lewat bowl. Limbah yang ada di dalam instalasi yang sudah
mengeram tiga hari akan keluar dengan adanya limbah baru yang
dimasukkan.

b. Pengambilan sampel.
Limbah yang akan dimasukkan diambil sebagai sampel inlet. Limbah
yang keluar dari tripikon diambil sebagai sampel outlet. Masing-masing
sampel diukur nilai atau kandungan parameternya seperti berikut.
1) pH.
2) DHL.
3) Suhu.
4) Warna.
5) Bau.
6) Total dissolved solids (TDS).

2. Pemeriksaan di laboratorium
Kandungan bahan organik sebagai KMnO4
a. Ambil 2 ml sampel dari sampel inlet, masukkan ke dalam gelas ukur
100 ml. Tambah aquadest hingga menjadi 100 ml (pengenceran 50
kali),
b. Sampel yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer
yang telah bebas dari bahan organik, tambahkan 5 ml H 2SO4 4N,
c. Tambahkan KMnO4 0,01N dengan buret hingga larutan menjadi
merah muda,
d. Panaskan dengan kompor hingga mendidih,
e. Tambahkan 10 ml KMnO4 0,01 N, panaskan lagi selama 10 menit,
f. Tambahkan 10 ml Asam oksalat 0,01 N, larutan menjadi bening,

4
g. Dalam kondisi masih panas, lakukan titrasi dengan KMnO 4 0,01 N
hingga warna jambon yang timbul tidak larut lagi ( tidak hilang ). Catat
berapa ml KMnO4 0,01 N yang keluar dari buret sebagai t,
h. Ulangi untuk sampel outlet.

E. Data

DHL angka
Suhu t TDS
Sampel pH (μmhos/c KMnO4 Warna Bau
(°C) (ml) (mg/l)
m) (mg/l)

Inlet

Outlet

F. Hitungan

Kandungan zat organik (angka KMnO4 ) =

1000/v x {[10+(t x f) ]-10} x 0,316 mg/l


dengan :
v = volume sampel ( 2 ml )
t = banyak titrasi, ml
f = faktor koreksi, diambil ≈ 1

G. Pembahasan
Hasil dari percobaan dan perhitungan dibandingkan untuk inlet dan
outlet. Jika ada penyimpangan dari teori yang didapatkan hendaklah
dikemukakan alasan yang menyebabkannya. Pembahasan disertai dengan
penyajian grafik.

5
H. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari hasil pembahasan dibandingkan dengan teori yang
didapat, dan hasilnya dibandingkan dengan standar kualitas baku mutu.
Kesimpulan dapat berupa angka ataupun pernyataan.
Saran dapat berupa usulan mengenai pelaksanaan percobaan secara
khusus ataupun penyelenggaraan praktikum pada umumnya

I. Lampiran
� gambar alat percobaan

� laporan sementara.