Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM BIOLOGI

PENGAMATAN PROSES TERJADINYA TRANSPIRASI

Oleh:

STELLA MARGARETH MALEWA


L I31 19 461

KOLOMPOK III

KHT E

JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Tumbuhan juga melakukan transpirasi, yaitu pelepasan dalam bentuk uap

melalui stomata. Transpirasi ini merupakan salah satu mekanisme pengaturan

fisiologi pada tumbuhan yang terkait dengan berbagai kondisi yang ada di tubuhnya

dan lingkungan sekitarnya. Adanya transpirasi ini menyebabkan terjadinya aliran air

yang berlangsung secara imbas dari akar, batang, dan daun. Aliran air tersebut akan

ikut membantu proses penyerapan dan transportasi air tanah di dalam tubuh

tumbuhan.

Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan. Tumbuhan

merupakan mahluk hidup yang tidak bergerak secara aktif melainkan gerakannya

bersifat pasif. Tumbuhan memang tidak memiliki alat gerak seperti kaki dan tangan

yang terdapat pada hewan dan manusia, tetapi organ-organ mereka sangatlah

kompleks untuk dipelajari. Ada beberapa tumbuhan yang sudah sepenuhnya

berkembang menjadi tumbuhan lengkap yang memiliki daun, akar, batang, bunga dan

buah. Ada juga tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki beberapa organ-organ

tersebut.

Namun, di setiap tumbuhan tersebut pasti ada jaringan pengangkutan terpenting

yang terdiri dari xylem dan floem. Kedua jaringan tersebut berperan sangat penting

bagi proses kehidupan sebuah tanaman dan berperan untuk mengambil air dari dalam

tanah dan kemudian menyebarkannya ke seluruh bagian tanaman agar semua organ
tanaman dapat berkembang secara maksimal. Proses ini yang dinamakan dengan

transportasi pada tumbuhan.

I.2 Tujuan dan Kegunaan

Adapun tujuan dari praktek tentang pengamatan proses terjadinya transpiresi

pada tumbuhan ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi

transpirasi pada tumbuhan dan mengamati proses terjadinya transpirasi pada

tumbuhan.

Adapun kegunaan praktek tentang pengamatan proses terjadinya transpireasi

pada tumbuhan untuk menambah wawasan mahasiswa dan memudahkan mahasiswa

mengerjakan tugas yang di berikan dosen maupun asisten dosen kedepannya.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis tumbuhannya.

Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan menggunakan

metode penimbangan. Sehelain daun segar atau bahkan seluruh tumbuhan beserta

potnya ditimbang. Setelah beberapa waktu yang ditentukan, ditimbang lagi. Selisih

berat antara kedua penimbangan merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi.

Metode penimbangan dapat pula ditujukan kepada air yang terlepas, yaitu dengan

cara menangkap uap air yang terlepas dengan zat higroskopik yang telah diketahui

beratnya. Penambahan berat merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi

(Jayamiharja, Joni B. Ahmad. 2010).

Sel hidup tumbuhan berhubungan langsung dengan atmosfer melalui stomata

dan inti sel sehingga transpirasi terjadi melalui kutikula pada daun tumbuh-tumbuhan.

Sel-sel hidup itu berada dalam keadaan turgid dan sedang dan sedang bertranspirasi

dilapisi oleh lapisan tipis air yang diperoleh dari dalam sel. Sebalikya, persediaan air

ini diperoleh dengan cara trans lokasi air dan unsur-unsur penghantar dari akar

melalui xilem. Akar-akar pohon tersebut memperoleh air dengan cara mengabsorpsi

melalui permukaan yang berhubungan dengan air didalam tanah. Seluruh proses ini

digerakkan oleh energi yang diberikan pada daun dan batang-batang pada tanaman

tersebut  (Wanggai,Frans. 2012).

Tumbuhan, seperti juga hewan memiliki adaptasi evolusioner dalam bentuk

responsfisio logis terhadap perubahan jangka  pendek. Misalnya jika daun pada
tumbuhan mengalami kekurangan air, daun-daun akan menutup stomata, yang

merupakan lubang kecil dipermukaan daun tersebut. Respons darurat ini akan

membantu tumbuhan menghemat air dengan cara mengurangi transpirasi, yaitu

hilangnya air dari daun melalui penguapan (Dwidjo,seputro. 2010).

Meskipun air merupakan penyusun utama tubuh tumbuhan namun sebagian

besar air yang diserapakan dilepaskan kembali keatmosfer dan hanya sebagian kecil

yang digunakan untuk proses metabolism dan mengatur turgor sel. Hilangnya air dari

tubuh tumbuhan akan perpengaruh dalam proses transpirasi dan gutasi

(Soedirokoesoemo, 2012).
III. METODE PRAKTEK

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum biologi tentang pengamatan proses transpirasi tumbuhan dilakukan

pada hari Rabu, 16 Oktober 2019 pukul 13.00-Selesai WITA. Bertempat di

Laboratorium Ilmu-Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Palu.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat yang kami gunakan pada saat praktikum pengamatan proses

terjadinya transpirasi pada tumbuhan ini adalah , tabung reaksi, pipet tetes, gelas ukur

dan alat tulis menulis.

Adapun bahan yang kami gunakan pada saat praktikum tentang pengamatan

proses terjadinya transpirasi pada tumbuhan ini adalah air, daun tanaman hydrilla

(Hidrilla verticilataI), tanaman gulma (Ageratum conyzoides), ujung batang pohon

kayu jawa (Canneacoromandeica) dan minyak kelapa.

3.3 Langkah Kerja

Adapun langkah-langkah yang kami lakukan pada saat melakukan praktek

pengamatan proses terjadinya transpirasi pada tumbuhan pertama kami memotong

batang atau ranting pada tumbuhan dibawah permukaan air, kemudian kami

menyiapkan tabung reaksi, kemudian kami isi dengan air dengan kapasitas yang

samadan kami isi masing-masing tabung dengan tumbuhan, tabung A kami isi

tumbuhan hydrilla (Hidrilla verticilataI) kemudian tabung B kami isi dengan


tumbuhan gulma (Ageratum conyzoides) kemudian tabung C kami isi dengan

tumbuhan ujung batang kayu jawa (Canneacoromandeica). Kemudian tabung D tidak

kami isi tumbuhan apapun disebut tabung kontrol, kemudian empat tabung tersebut

kami letakan di atas rak kemudian kami menetesinya menggunakan minyak kelapa

sampai permukaan tertutup semua kemudian kami meletakkan empat tabung tersebut

dibawah sinar matahari dan kemudian kami amati selama satu jam dan setiap 5 menit

kami menambahkan air yang hilang dari tabung dan mencatatnya.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil

Tabel 3. Hasil pengamatan proses terjadinya transpirasi pada tumbuhan.

Waktu  Jenis Tumbuhan


(Menit) Tabung A Tabung B Tabung C
10 0 0,8 1
20 1 0,8 0,2
30 0,4 0,5 0,2
40 0,5 0,9 0,2
50 1 0,5 0,2
60 0 0 0,2

Grafik 2. Proses transpirasi pada tumbuhan.


IV.2 Pembahasan

Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari

jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan lain

dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan

yang hilang melalui stomata. Oleh sebab itu, dalam perhitungan besarnya jumlah air

yang hilang dari jaringan tanaman umumnya difokuskan pada air yang hilang melalui

stomata.

Dalam hal ini transpirasi mempunyai arti penting bagi tanaman. Transpirasi

pada dasarnya suatu penguapan air yang membawa garam-garam mineral dari dalam

tanah. Transpirasi jiga bermanfaat di dalam hubungan penggunaan sinar matahari,

kenaikan temperatur yang diterima tanaman digunakan untuk penguapan air.

Kegiatan transpirasi dipengaruhi banyak faktor, baik faktor dalam maupun luar.

Faktor dalam antara lain besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau

tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun, banyak

sedikitnya stomata, bentuk dan letak stomata. Dan faktor luar antara lain:

a. Kelembaban

Bila daun mempunyai kandungan air yang cukup dan stomata terbuka, maka laju

transpirasi bergantung pada selisih antara konsentrasi molekul uap air di dalam

rongga antara sel di daun dengan konsentrasi mulekul uap air di udara.

b. Suhu
Kenaikan suhu cenderung meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Dalam

hal ini akan sangat mempengaruhi tekanan turgor daun dan secara otomatis

mempengaruhi pembukaan stomata.

c. Cahaya

Cahaya memepengaruhi laju transpirasi melalui dua cara pertama cahaya akan

mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi aktifitas transpirasi dan

yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-

tutupnya stomata.

d. Angin

Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap

laju transpirasi. Angin menyapu uap air hasil transpirasi sehingga angin menurunkan

kelembanan udara diatas stomata, sehingga meningkatkan kehilangan neto air.

Namun jika angin menyapu daun, maka akan mempengaruhi suhu daun. Suhu daun

akan menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari pembuatan laporan praktikum

ini adalah :

1. Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari

jaringan tumbuhan melalui stomata. Transpirasi pada dasarnya suatu penguapan

air yang membawa garam-garam mineral dari dalam tanah.

2. Kegiatan transpirasi dipengaruhi banyak faktor, baik faktor dalam maupun luar.

Faktor dalam antara lain besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin

atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun,

banyak sedikitnya stomata, bentuk dan letak stomata.

3. Transpirasi jiga bermanfaat di dalam hubungan penggunaan sinar matahari,

kenaikan temperatur yang diterima tanaman digunakan untuk penguapan air.

4. Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis tumbuhannya.

Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan

menggunakan metode penimbangan. Sehelain daun segar atau bahkan seluruh

tumbuhan beserta potnya ditimbang.

5. Meskipun air merupakan penyusun utama tubuh tumbuhan namun sebagian

besar air yang diserapakan dilepaskan kembali keatmosfer dan hanya sebagian

kecil yang digunakan untuk proses metabolism dan mengatur turgor sel.
V.2 Saran

Sebaiknya pada saat praktikum asisten dosen menjelaskan materinya dengan

jelas dan untuk para praktikan untuk mendengarkan asisten dosen dengan baik agar

tercipta suasana yang kondusif.


DAFTAR PUSTAKA

Dwidjo,Seputro. 2010. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada.

Jaya,miharja, Joni B. Ahmad. 2010. Diktat Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Purwokerto:

Fakultas Pertanian UNSOED.

Soediro,Koesoemo. 2012. Fisiologi Tanamanan Budidaya. Jakarta: Universitas

Indonesia Press.

Wanggai,Frans 2012. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Gramedia.

Anda mungkin juga menyukai