Anda di halaman 1dari 3

Nama : Bernadhetta Ira

Kelas : XII MIPA-2

SOAL KRITIK DAN ESEI

1. Dalam karya lwan Simatupang, Ziarah misalnya setiap peristiwa yang menimpa tokoh kita
terjalin dalam rangkaian yang tidak mununjukkan hubungan kualitas, karena peristiwa itu
hanya terjadi dalam pikiran atau batin tokoh itu. Khayalan dan imajinasi tumpang tindih
dengan kejadian yang dialami oleh tokoh ini. teknik penceritaan tersebut juga digunakan oleh
Putu Wijaya, hampir semua novelnya bercirikan teknik penceritaan demikian. Dalam publik,
misalnya Putu Wijaya bercerita banyak tokoh dan para tokoh mengembangkan peristiwa
sendiri.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan dalam paragraf tersebut adalah...
a. di sini hadir banyak tokoh yang seolah-olah dia berada dalam diri tokoh yang lain
b. di sini hadir banyak tokoh, tetapi tidak jelas siapa nama tokoh yang menjadi tokoh utama
c. pikiran pengarang digunakanoleh tokoh-tokoh yang dihadirkan dan berbagai
tingkat dan lingkungan
d. peristiwa- peristiwa yang terjadi dalam impian para tokoh cerita tidak boleh dianggap
sebagai peristiwa nyata
e. karena banyak tokoh dalam sebuah cerita dan membingungkan seyogyanya dijadikan
cerpen

2. Mahasiswa yang satu ini gayanya lain.Ia tidak meledak-ledak. Kalem, menurut keyakinannya
adalah cermin pribadi berpengetahuan mumpuni. Dan ia pasti meniru gaya seorang profesor
karatan di Jawa dengan mengayun suku kata terakhir dari setiap kata yang dikhotbahkannya.
Sungguh intelek kedengarannya.
"Bapak-bapak, kita harus belajar mengomersialkan intellectual commodlytl Artinya kita
harus bersaing dengan daerah lain dengan mulai menjual keahlian, kepandaian, dan berbagai
jasa. Kapasitas intelektual kita harus kita tingkatkan secara signifikan. Kita tidak boleh hanya
bergantung pada laut, tambang dan tanl yang resources-nya terbatas. Dengan begitu,
pembangunan desa ini dapat berkembang secara simultan dan sustainable di semua bidang!”
Dikutip dari: AndreHirata, Sang Pemimpi, Yogyakarta, Bentang, 2008.
Kalimat kritik yang sesuai kutipan tersebut adalah....
a. Latar yang tidak jelas membuat cerita dalam novel tidak menarik pembaca
b. Novel tersebut sulit dipaharni karena memakai kata mengomersialkan dan kata asing
lainnya
c. Cerita dalam novel itu kurang menarik karena anunya berbelit-belit
d. Kutipan karya tersebut sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan
mementingkan keindahan
e. Penyajian konflik dalam certa dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran pikran
tokoh
3. Ada sebuah pertanyaan besar yang sampai sekarang belum ada jawaban yang memuaskan.
Benarkah sastra Indonesia lahir pada tahun 1920? Tidak sedikit pakar sastra Indonesia yang
masih berpendapat bahwa kelahiran sastra Indonesia dimulai pada tahun 1920 dengan
sejumlah argumentasi yang sekilas tampak mantap. Tanpa mengulang kembali apa yang telah
disampaikan A.Teeuw, Ajip Rosidi. Yudiono K.S. Maman S Mahayana Bakri Siregar,
Bahkan Umar Junus dan Slamet Moeljana, saya mencoba melihat upaya yang dilakukan para
pakar sastra lainnya dalam merekontruksi sejarah sastra Indonesia pada era reformasi ini.
Sumber: http://www.dunia esai.com/sastra/sastra3
Pokok masalah yang terdapat pada kutipan esai di atas adalah....
a. Banyak pakar yang bertanya tentang kelahiran sastra Indonesia
b. Kesimpangsiuran para pakar atas kelahiran sastra Indonesia
c. Ketidakjelasan kelahiran sastra Indonesia menjadi perdebatan banyak paka
d. Ketidakpastian kelahiran sastra Indonesia membuat para pakar berupaya mereformasi
e. Perbedaan pendapat membuat para pakar berupaya merekontruksi sejarah sastra
Indonesia.

4. Hingga sekarang aku masih selau mendambakannya. Benakku penuh diisi keputusan
menceraikan dan tidak menceraikan Asmah. Aku ragu, Apakah Asmah benar-benar
terlindung dari derita bila berada ditangan Bahrum.Aku tak mau membuat penderitaan baru
dalam kehidupan Asmah, di samping dituduh orang melepaskan Asmah ke mulut harimau.
Mungkin salah niat Bahrum merujuki Asmah karena kesepiannya dan setelah kesepian
tersebut hilang ia melemparkan Asmah begitu saja. Aku punya hak untuk tidak melepaskan
Asmah alias menceraikannya.
Kawin Sementara, Taufik Ismail Jamil
Perbaikan kalimat yang tercetak miring pada kutipan cerpen di atas adalah
a. Sampai pagi aku tak bisa tidur
b. Hingga larut malam aku masih memikirkan dia
c. Keputusanku untuk menceraikan dia sudah bulat
d. Aku berpikir perkawinanku dengan dia telah kandas
e. Perkawinanku tidak dapat dipertahankan lagi

5. Matahari sudah mulai condong ke barat. Aku membuang puntung sigaretku yang kesekian.
Kemudian aku berdiri dan menepuk debu dari pantat celanaku.
"Engkau boleh senyum lega,"kataku kepada makam, "Tuti sudah kelas 3 sekarang, "Dan aku
berjalan menuruni bukit, disambut oleh bocah kecil yang lahir ketika Jon mati. Kepalanya
bulat lucu. Aku sedih melihat keadaan ini. Senyum zaman yang penuh harapan.
Kalimat narasi yang sesuai untuk memperbaiki kalimat yang tercetak miring di atas adalah...
a. Dan ia tersenyum juga
b. Senyum manisnya membuat aku terpesona
c. Aku lega mengatakan keadaan yang sebenarnya
d. Matahari tersenyum bahagia
e. la bahagia walaupun hatinya menangis