Anda di halaman 1dari 5

BAB XIV

ARUS BOLAK BALIK

sinus tersebut. Nilai yang ditunjukkan


14.1. Persamaan tegangan dan arus AC amperemeter adalah nilai efektif yang
Tegangan bolak-balik dapat diciptakan dari besarnya adalah:
generator. Im ax
Persamaan tegangan bolak-baik adalah: Ieff 
2
V  NBA sin t Atau dapat juga diartikan :
Dari persamaan di atas bentuk kurva
tegangan AC terhadap waktu adalah: Im ax  Ieff 2

I max
V
I eff
t

- I eff
Bentuk kurva tegangan - I max
AC terhadap waktu

Bandingkan bentuk ini dengan tegangan 14.3. Fasor


DC terhadap waktu: Fasor adalah fase vektor. Yaitu suatu
V
diagram yang menggambarkan suatu nilai
tegangan atau arus sekalian dengan
t fasenya.
Contoh
fasor dari i  4 sin 30
Bentuk kurva tegangan
I =4
Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai
tegangan AC berfuktuasi dari – Vmax 30o
sampai + Vmax. Sedangkan untuk
tegangan DC nilainya selalu konstan.
fasor dari i  4 sin 30
Hal yang sama juga berlaku untuk arus AC. V  10sin 90
V =10
14.2. Nilai efektif arus dan tegangan I =4
Akan tetapi jika tegangan suatu sumber
listrik AC diukur dengan menggunakan 30o
voltmeter, ternyata nilai yang ditunjukkan
adalah bukan merupakan nilai maksimal 14.4. Rangkaian AC
kurva sinus tersebut. Nilai yang ditunjukkan A. Rangkaian R murni
voltmeter adalah nilai efektif yang besarnya
adalah:
V max
Veff 
2
Atau dapat juga diartikan :
V max  Veff 2
Pada rangkaian R murni nilai V dan I
Vmax sefase seperti ditunjukkan oleh gambar
Veff fasor di atas; atau dapat juga dituliskan
sebagai:

- Veff
- Vmax

Demikian juga jika arus listrik AC diukur


dengan menggunakan amperemeter,
ternyata nilai yang ditunjukkan adalah
bukan merupakan nilai maksimal kurva
1
I  I max sin t ; dan
V  Vmax sin t
V

I
Berlaku
Vmax  imax X C dan Veff  ieff X C
Dimana XL = reaktansi kapasiitif
1
XL 
C
D. Rangkaian R-L
Berlaku
Vmax  imax R dan Veff  ieff R
B. Rangkaian L murni

Dari pengertian sebelumnya telah


diketahui bahwa VR sefase dengan I;
dan VL mendahului I 90o,
Maka diagram fasornya dapat
Pada rangkaian L murni nilai V digambarkan sebagai:
mendahului I sebesar 90O atau I
terlambat terhadap V sebesar 90O VZ Dimana:
VL
VR = tegangan R
I  I max sin t ; dan VL = tegangan L
VZ = tegangan total
V  Vmax sin(t  90)
VR
V
2 2
I Sehingga VZ  VR  VL

Akan tetapi karena :


VR  i.R
Dimana:
VL  i. X L Z = impedansi
VZ  i.Z
Berlaku
Vmax  imax X L dan Veff  ieff X L Maka berlaku
Dimana XL = reaktansi induktif Maka diagram fasornya dapat
digambarkan sebagai:
X L  L
Z
C. Rangkaian C murni XL

2
Sehingga Z  R2  X L

Pada rangkaian L murni nilai V E. Rangkaian R-C


terlambat terhadap I sebesar 90O atau
I mendahului V sebesar 90O

I  I max sin t ; dan


V  Vmax sin(t  90)

2
Dari pengertian sebelumnya telah - rangkaian bersifat induktif
diketahui bahwa VR sefase dengan I; Bersifat induktif jika XL> XC;
dan VCterlambat terhadap I 90o, sehingga
Maka diagram fasornya dapat XL VL
digambarkan sebagai:
Z VZ
XL-XC VL-VC
VR Dimana:
VR = tegangan R R VR
VC
VC = tegangan C
VZ VZ = tegangan total XC VC

2 2 Berdasarkan rumusan phytagoras,


Sehingga VZ  VR  VC
maka dapat ditentukan :

Akan tetapi karena : Z  R 2  ( X L  X C )2 dan


VR  i.R 2
VZ  VR  (VL  VC ) 2
Dimana:
VL  i. X C Z = impedansi
VZ  i.Z - rangkaian bersifat kapasitif
Bersifat kapasitif jika XL> XC;
Maka berlaku sehingga

XL VL
Maka diagram fasornya dapat
digambarkan sebagai:
R VR

R
XC-XL Z VC-VL VZ
XC
Z XC VC

2
Berdasarkan rumusan phytagoras,
Sehingga Z  R2  X C maka dapat ditentukan :
Z  R 2  ( X C  X L )2 dan
2
F. Rangkaian R-L-C VZ  VR  (VC  VL ) 2

- rangkaian bersifat resistif atau


rangkaian resonansi
bersifat resonansi bila; sehingga

XL VL

Z =R VZ =VR
Dari pengertian sebelumnya telah
diketahui bahwa VR sefase dengan I;
dan VL mendahului I 90o, XC VC
VCterlambat terhadap I 90o,
Maka diagram fasornya dapat
digambarkan sebagai:
Karena XL = XC, maka frekuensi
resonansi dapat ditentukan
XL VL
sebagai:

VR
R

XC VC

Terdapat 3 sifat rangkaian ini:


3
X Li  X C
1
L 
C b. e.
1
2 
LC
1 c.

LC
5. induktor dengan induktansi diri 0,2 H
1 dihubungkan dengan sumber tegangan yang
2f 
LC memiliki frekuensi 50 Hz. Besar reaktansi
1 1 induktif yang timbul adalah …
f  a. 10  d. 100 
2 LC b. 10 e. 100
c. 20
14.5. Daya pada rangkaian AC
Daya pada rangkaian AC adalah 6. sebuah induktor yang reaktansi induktifnya 50
P  i2R ohm dirangkai seri dengan hambatan 120 ohm.
 i 2 Z cos Nilai impedansi rangkaian tersebut adalah
a. 100  d. 130 
Soal latihan. b. 110  e. 170 
c. 120 
1. Jika tegangan PLN kota adalah 220 Volt, maka
nilai maksimum dari tegangan tersebut adalah 7. Jika nilai hambatan 4  diseri dengan induktor
… 3  dan dialiri tegangan 10 volt. Maka arus
a. 110 volt d. 220 2 volt yang melalui hambatan adalah ...
220
a. 1 A d. 3.3 A
b. 220 volt e. volt b. 2 A e. 4 A
2
c. 2.5 A
c. 110 2 volt
8. sebuah kapasitor 100 F dihubungkan dengan
2. Jarum suatu volt meter ketika digunakan sumber tegangan V  20 sin 100 t volt. Nilai
mengukur tegangan bolak-balik menunjukkan reaktansi kapasitif kapasitor tersebut adalah …
angka 110 volt. Hal ini menunjukkan tegangan a. 10  d. 100 
tersebut… b. 20  e. 200 
a. Tetap c. 50 
b. Berubah antara 0 dan 110 V 9. Kapasitor yang reaktansi kapasitifnya 60 ohm
c. Berubah antara 0 dan 110 2 V dihubungkan seri dengan hambatan 80 ohm.
d. Berubah antara -110 dan 110 V Nilai impedansinya adalah
e. Berubah antara -110 2 dan 110 2 V a. 10  d. 100 
3. Jika suatu hambatan 20  dihubungkan b. 20  e. 200 
dengan tegangan AC, maka bentuk kurva c. 50 
tegangan dan artus terhadap waktu nya
adalah… V 10. Perhatikan gambar di bawah. Jika R = 15 ohm
V
a. d. Xc = 20 ohm dan nilai arus maksimum 2 A.
i
maka nilai tegangan maksimum adalah
i
a. 10 V
V b. 15 V
i V c. 25 V
d. 50 V
i
b. e. e. 100 V
V

i 11. Jika diketahui, R = 80 ; XC =100  dan XL =


160, maka besar impedansi yang timbul
adalah
c. a. 80 
b. 100 
4. Sebuah hambatan 50 ohm dipasang seri c. 150 
dengan kapasitor 20 ohm. Diagram fasor yang d. 180 
merepresentasikan hal tersebut adalah … e. 250 
a. d.
50
50 20 4

20
20
12. Perhatikan rangkaian di bawah. Besar  dan XC = 12 , Faktor daya dari rangkain
impedansi dari susunan seri tersebut adalah tersebut adalah
a. 7  12 
2 a. 0,6 d. 0,9
b. 13  b. 0,7 e. 1
7
c. 15  c. 0,8
d. 17 
e. 21  20. Sebuah rangkaian RLC seri. Jika R = 10 ; XL =
22  dan XC = 122 , dan sistem dialiri arus
13. Suatu rangkaian RLC seri dihubungkan dengan efektif 1 A, maka daya yang diserap sistem
sumber tegangan 10 volt. Jika R = 8 ; XL = 6 adalah
 dan XC = 12 , maka arus yang terjadi dalam a. 10 W d. 32 W
rangkaian tersebut adalah … A b. 22 W e. 132 W
a. 1 d. 4 c. 122 W
b. 2 e. 5
c. 3

14. Suatu susunan seri dari dikatakan bersifat


kapasitif apabila …
a. XL> XC
b. XL< XC
c. XL = XC
d. Z  R 2  X C 2
e. Z  R 2  X L 2

15. Suatu rangkaian bersifat induktif jika…


a. Tegangan mendahului arus 90O
b. Tegangan terlambat terhadap arus 90O
c. Tegangan sefase terhadap arus
d. Tegangan mendahului arus
e. Tegangan terlambat terhadap arus
16. Suatu susunan seri dari dikatakan bersifat
resonansi apabila XL = XC , maka nilai
impedansi rangkaian menjadi…
a. Z = R
b. Z = XL
c. Z = XC
d. Z  R 2  X C 2
e. Z  R 2  X L 2
17. Resonansi adalah bergetarnya suatu benda
karena bergetarnya benda lain. Dalam
rangkaian RLC benda lain yang dimaksud
adalah …
a. Cahaya
b. Rangkaian RLC yang lain
c. Suara
d. Gelombang elektromagnetik
e. Getaran garputala

18. Dalam suatu rangkaian RLC yang masing


masing nilainya adalah sebagai berikut: R =
200 , L = 0,01 H dan C = 100 F akan
memiliki nilai frekuensi resonansi sebesar …
500
a. Hz d. 1000  Hz

50
b. 500 Hz e. Hz

1000
c. Hz

19. Suatu rangkaian RLC seri dihubungkan dengan
sumber tegangan 10 volt. Jika R = 8 ; XL = 6
5

Anda mungkin juga menyukai