Anda di halaman 1dari 4

3.

2 Menganalisis kelangkaan (hubungan antara sumber daya dengan kebutuhan manusia)

Setiap orang yang masih hidup pasti memiliki kebutuhan untuk dipenuhi. Kebutuhan hidup
manusia ini pun bisa beragam macamnya dan jumlahnya. Kebutuhan manusia setiap saat
berkembang dan bertambah seiring berjalannya waktu, seolah kebutuhan manusia itu benar-
benar tidak terbatas. Namun apapun yang terjadi manusia selalu berusaha memenuhi
kebutuhannaya dengan berbagai cara

Realitasnya manusia tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya karena sumber daya
ekonomi yang memang terbatas. Jika dipandang dari perspektif ilmu ekonomi, kondisi nilah
yang disebut sebagai kelangkaan.

Pengertian Kelangkaan

Tidak seperti pengertian kelangkaan secara umum, di dalam ilmu ekonomi, kelangkaan tidak
selalu berarti bahwa segala sesuatu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sulit
untuk diperoleh.

Pengertian kelangkaan (scarcity) dalam ilmu ekonomi ini diartikan sebagai bentuk kesenjangan
antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup manusia yang tidak
terbatas.

Timbulnya kelangkaan umumnya lantaran kebutuhan manusia yang terus bertambah. Akibatnya,
sumber daya yang ada tidak lagi cukup untuk dapat memenuhi kebutuhannya.

Dalam keadaan seperti ini, manusia pada umumnya akan terdorong untuk melakukan pilihan di
antara berbagai alternatif yang dianggap paling menguntungkan baginya. Kelangkaan ini
memang jadi suatu hal yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Sebab, kelangkaan hampir pasti
bisa ditemukan di berbagai aspek kehidupan.

Karenaya, sudah selayaknya jika manusia mampu bersikap bijak dan rasional dalam
mengalokasikan sumber daya ekonomi sehingga masalah kelangkaan ini bisa diatasi atau
dihadapi dengan jalan yang terbaik.

Faktor Penyebab Kelangkaan

Masalah kelangkaan sepertinya memang menjadi masalah yang tidak bisa dihindari di dalam
masyarakat. Seringkali, ada sumber daya yang mengalami kelangkaan sehingga menimbulkan
beragam masalah. Lantas, apa kiranya yang menjadi faktor penyebab kelangkaan yang timbul
dalam kehidupan masyarakat ini?

Kelangkaan sumber daya ini pada dasarnya bisa dialami oleh setiap orang, bangsa dan negara.
Meski kondisi masing -masingnya berbeda – beda, namun pokok permasalahan ekonominya
pada dasarnya bisa dianggap sama. Yakni, adalah mengenai cara manusia memenuhi kebutuhan
hidupnya yang beragam, sementara manusia juga dihadapkan dengan ketersediaan alat pemenuh
kebutuhan yang terbatas.

Akibatnya, masalah kelangkaan pun tidak bisa dihindari. Jika diamati, ada beberapa faktor
penyebab kelangkaan yang paling umum terjadi. Faktor penyebab kelangkaan ini meliputi:

A. Keterbatasan Sumber Daya Alam

Lingkungan alam menjadi salah satu sumber daya yang melimpah yang mampu menyediakan
kebutuhan manusia. Meski berlimpah, sumber daya alam ini ada yang merupakan sumber daya
yang dapat diperbarui dan ada juga yang tidak dapat diperbarui.

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui inilah yang jumlahnya sangat terbatas sehingga
penggunaannya harus benar –benar dikontrol. Akan tetapi, jumlah sumber daya alam secara
keseluruhan dapat semakin berkurang akibat sifat manusia yang serakah dan eksploitatif. Alhasil,
sumber daya alam, baik yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui pun bisa
mengalami kelangkaan.

B. Perbedaan Letak Geografis

Letak geografis yang berbeda –beda dapat menyebabkan persebaran sumber daya menjadi tidak
merata. Akibatnya, ada wilayah yang memiliki tanah subur dan kaya akan barang tambang,
namun ada pula wilayah yang tandus dan minim sumber daya alam, bahkan kekurangan air
bersih.

Akibat adanya perbedaan letak geografis inilah, maka dapat timbul kelangkaan sumber daya.
Kelangkaan sumber daya karena letak geografis ini umumnya lebih sulit untuk dihindari.

C. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk

Thomas Robert Malthus, seorang pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, menyatakan
bahwa laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi. Masalahnya,
laju pertambahan jumlah penduduk yang cepat ini pada kenyataannya tidak diikuti dengan hasil
produksi.

Akibatnya, hasil produksi yang ada pun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia
yang beragam dan semakin bertambah.

D. Rendahnya Kemampuan Produksi

Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia bisa terpenuhi ketika terdapat orang atau
badan yang melakukan produksi. Sebab, kemampuan produksi ini berpengaruh secara langsung
terhadap ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan.
Namun sayang, kemampuan produksi yang terbatas dapat mengakibatkan rendahnya kapasitas
produksi ini. Rendahnya kapasitas produksi ini pun disebabkan oleh rendahnya kemampuan
sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi.

E. Perkembangan Teknologi yang Lambat

Teknologi juga menjadi faktor penentu dalam upaya manusia memenuhi kebutuhan hidup.
Namun, tekonologi yang digunakan produsen dalam proses produksi ini sering tidak sebanding
dengan pertumbuhan penduduk. Produsen membutuhkan waktu yang relatif panjang guna
menerapkan teknologi produksi yang baru.

Padahal, kebutuhan hidup manusia terus mengalami perkembangan, baik dalam segi kualitas
maupun kuantitas. Lambatnya perkembangan dan penerapan teknologi inilah yang kemudian
menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia atau menyebabkan kelangkaan.

F. Terjadinya Bencana Alam

Bencana alam juga menjadi salah satu faktor alam yang dapat mempengaruhi pemenuhan
kebutuhan hidup manusia. Adanya bencana alam secara langsung dapat menimbulkan kerusakan
lingkungan. Akibatnya, kelangsungan hidup manusia pun ikut terpengaruh.

Sebagai contoh, bencana alam banjir dapat menghambat kelancaran distribusi barang dan jasa.
Keterlambatan ini yang kemudian menyebabkan masyarakat tidak dapat segera mengonsumsi
barang dan jasa sehingga menimbulkan kelangkaan.
TUGAS!

DIKUMPULKAN PADA TANGGAL 28 NOVEMBER 2017

DIKETIK DAN DIBERI NAMA LENGKAP DAN KELAS

Udara cerah berlangit biru/Ingin aku bersenang-senang bersamamu/Bernyanyi-nyanyi dan


menari/Di alam bebas dan segar seperti ini.

Sepenggal lagu anak-anak berjudul Hati Gembira karangan A.T. Mahmud ini sudah jarang
terdengar. Tidak lama lagi akan semakin aneh didengar, khususnya di kota-kota besar. Tidak lain
karena, udara bersih dan segar di kota-kota seperti Jakarta sudah menjadi barang langka.

Simak saja hasil penelitian ini. Dari kota-kota di Indonesia, enam di antaranya (Jakarta,
Surabaya, Bandung, Medan, Jambi, dan Pekanbaru) hanya memiliki udara berkategori baik
selama 22–62 hari dalam setahun atau tidak lebih dari 17%. Di Pontianak dan Palangkaraya
penduduk harus menghirup udara dengan kategori berbahaya, masing-masing selama 88 dan 22
hari. Sementara, penduduk Jakarta hanya menikmati udara sehat selama 22 hari, sedangkan
sisanya berada dalam kategori tidak sehat.

Penyumbang terbesar pencemaran tersebut adalah kendaraan bermotor. Kemacetan yang sering
terjadi menyebabkan pencemaran udara, pemborosan biaya, dan waktu yang luar biasa.

Sumber: www.kompas.com

Udara bersih merupakan kebutuhan pokok seluruh makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.
Ketika pencemaran terus-menerus terjadi, udara bersihpun menjadi barang langka. Bersama
teman sebangku Anda, bahaslah masalah ini.

a. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan udara bersih menjadi barang yang langka di
perkotaan?

b. Apa dampaknya jika udara bersih sulit ditemui di perkotaan? Jelaskan dampak ekonomi dan
nonekonominya?

c. Langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kelangkaan udara bersih di
perkotaan tersebut?