Anda di halaman 1dari 13

PELAPORAN SEGMEN

A. LATAR BELAKANG

Penyajian laporan keuangan harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia, mencakup dimuatnya pengungkapan informatif yang memadai atas hal-hal
material. Hal-hal tersebut mencakup bentuk, susunan, dan isi laporan keuangan, serta
catatan atas laporan keuangan, yang meliputi, sebagai contoh, istilah yang digunakan,
rincian yang dibuat, penggolongan unsur dalam laporan keuangan, dan dasar-dasar yang
digunakan untuk menghasilkan jumlah yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
Auditor harus mempertimbangkan apakah masih terdapat hal-hal tertentu yang harus
diungkapkan sehubungan dengan keadaan dan fakta yang diketahuinya pada saat audit.

Bila manajemen menghilangkan dari laporan keuangan, informasi yang seharusnya


diungkapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, termasuk
catatan atas laporan keuangan, auditor harus memberikan pendapat wajar dengan
pengecualian atau pendapat tidak wajar karena alasan tersebut dan harus memberikan
informasi yang cukup dalam laporannya, jika memungkinkan atau praktis; kecuali tidak
disajikannya informasi tersebut adalah sesuai dengan Pernyataan Standar Auditing yang
ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam hubungan ini, istilah "memungkinkan atau
praktis" diartikan bahwa informasi dapat diperoleh secara wajar dari akun dan catatan
manajemen dan bahwa penyajian informasi demikian dalam laporannya tidak
menempatkan auditor sebagai pihak yang menyusun laporan keuangan. Sebagai contoh,
auditor tidak diharapkan untuk menyusun laporan keuangan pokok atau informasi lain
mengenai perusahaan dan memasukkan informasi tersebut ke dalam laporan auditnya, jika
manajemen tidak menyajikan informasi tersebut.

Di dalam mempertimbangkan cukup atau tidaknya pengungkapan dan dalam segala


aspek lain auditnya, auditor menggunakan informasi yang diterima dari kliennya atas
dasar kepercayaan yang diberikan oleh kliennya, bahwa auditor akan merahasiakan
informasi tersebut. Tanpa kepercayaan demikian, auditor akan sulit untuk memperoleh
informasi yang diperlukan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Oleh
karena itu, tanpa izin kliennya, auditor tidak boleh mengungkapkan informasi yang tidak
diharupkan untuk diungkapkan dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia.

B. PELAPORAN SEGMEN

Banyak perusahaan menawarkan berbagai kelompok produk atau jasa atau beroperasi
di berbagai wilayah geografis dengan tingkat keuntungan, peluang pertumbuhan, prospek,
dan risiko berbada. Informasi tentang jenis-jenis produk atau jasa perusahaan dan
operasinya di wilayah geografis berbeda disebut informasi segmen. Informasi ini
dibutuhkan untuk menilai risiko dan imbalan dari suatu perusahaan yang memiliki
diversifikasi usaha atau suatu perusahaan multinasional, namun informasi ini tidak mungkin
diperoleh dari data agregat. Oleh karena itu, informasi segmen merupakan suatu hal yang
dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan para pengguna laporan keuangan.

Terdapat beberapa alternatif untuk menetapkan segmen-segmen suatu perusahaan


guna menghasilkan informasi yang signifikan kepada investor. Tiga alternatif yang penting
adalah

 Divisi geografis (segmentasi yang didasarkan pada letak geografis mungkin sangat
informatif bagi perusahaan, terutama dalam membedakan opersi domestik dan luar
negeri).
 Divisi Lini produk atau industrial (memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai
perbedaan profitabilitas, tingkay risiko, dan peluang pertumbuhan)
 Divisi berdasarkan struktur intern pengendalian manajemen (mengumpulkan data
akurat yang diperlukan dengan biaya tambahan terkecil)

1. Ruang Lingkup Pelaporan Segmen

Pernyataan ini berlaku bagi perusahaan yang menerbitkan surat-surat berharga yang
diperdagangkan kepada publik.Entitas yang secara ekonomi signifikan, termasuk anak
perusahaan, adalah entitas dengan tingkat pendapatan, laba, aktiva atau jumlah tenaga
kerja yang signifikan di negara tempat operasi utama perusahaan dilaksanakan.Apabila
yang disajikan meliputi baik laporan keuangan induk perusahaan maupun laporan
keuangan konsolidasi, maka informasi yang dimaksud dalam Pernyataan ini hanya perlu
disajikan alam bentuk informasi yang dikonsolidasikan.Apabila laporan keuangan anak
perusahaan juga diterbitkan, maka informasi menurut segmen juga perlu disajikan untuk
anak perusahaan.

2. Definisi Segmen Usaha Dan Segmen Geografis

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam


menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok
produk atau jasa terkait) dan komponen ini memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan risiko dan imbalan segmen lain. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam
menentukan tarkait atau tidaknya produk atau jasa, meliputi :

 Karakteristik produk atau jasa


 Karakteristik proses produksi
 Jenis atau golongan pelanggan (produk dan jasa)
 Metode pendistribusian produk atau penyediaan jasa
 Jika praktis, karakteristik iklim regulasi, misalnya dalam perbankan, asuransi, atau
public utilities.

Segmen geografisadalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam


menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan
komponen itu memiliki resiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada
komponen yang beropersai pada lingkungan (wilayah) ekonmi lain. Faktor-faktor yang
harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasi segmen geografis meliputi :

 Kesamaan kondisi ekonomi dan politik


 Hubungan antar operasi dalam wilayah geografis berbeda
 Kedekatan geografis operasi
 Risiko khusus yang terdapat dalam operasi di wilayah tertentu
 Regulasi pengendalian mata uang
 Risiko mata uang

Ada dua bentuk atau format primer pelaporan segmen, yaitu segmen usaha dan
segmen geografis. Bentuk atau format yang digunakan akan ditentukan oleh karakteristik
dan sumber utama risiko dan imbalan perusahaan.
 Jika risiko dan tingkat imbalan perusahaan terutama dipengaruhi oleh perbedaan
produk atau jasa yang dihasilkan, bentuk primer pelaporan segmen ialah segmen
usaha, dan informasi sekundernya dilaporkan secara geografis diantaranya adalah :

a. Pendapatan segmen dari pelanggan eksternal menurut wilayah geografis yang


ditentukan berdasarkan lokasi geografis pelanggan, jumlah tersebut dilaporkan
untuk tiap segmen geografis yang pendapatan penjualan kepada pelanggan
eksternalnya berjumlah 10 persen atau lebih dari total pendapatan perusahaan yang
diperoleh dari penjualan kepada pelanggan eksternal.

b. Jumlah nilai tercatat aset segmen menurut lokasi geografis aset , jumlah tersebut
dilaporkan untuk tiap segmengeografis yang aset segmennya berjumlah 10 persen
atau lebih dari total aset semua segmen geografis yang ada

c. Jumlah biaya yang dikeluarkan selama suatu periode untuk memperoleh aset
segmen yang diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset
tetap dan aset tidak berwujud), menurut lokasi geografis aset, jumlah tersebut
dilaporkan untuk tiap segmen geografi yang aset segmennya berjumlah 10 persen
atau lebih dari total aset emua segmen geografis.

 Jika risiko dan tingkat imbalan perusahaan terutama dipengaruhi oleh kondisi operasi
yang berbeda di berbagai negara atau wilayah geografis, bentuk primer pelaporan
segmen ialah segmen geografis dan informasi sekundernya dilaporkan berdasarkan
kelompok produk dan jasa diantaranya adalah :
a. Perusahaan harus melaporkan informasi segmen berikut untuk setiap segmen
usaha yang pendapatan penjualan kepada pelanggan eksternalnya berjumlah 10
persen atau lebih dari total pendapatan penjualan perusahaan kepada seluruh
pelanggan eksternal atau untuk tiap segmen usaha yang aset segmennya
berjumlah 10 persen atau lebih dari total aset semua segmen usaha, yaitu :

 Pendapatan segmen dari pelanggan eksternal


 Jumlah nilai tercatat aset segmen
 Jumlah biaya yang terjadi selama suatu periode untuk memperoleh aset segen
yang diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset tetap dan
aset tidak berwujud)
 Jumlah nilai tercatat aset segmen menurut lokasi geografis aset
 Jumlah biaya yang dikeluarkan selama suatu periode untuk memperoleh aset
segmen yang diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset
tetap dan aset tak berwujud) menurut lokasi aset.

3. Definisi Pendapatan, Beban, Hasil, Aset, Dan Kewajiban Segmen


a. Pendapatan Segmenadalah pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba
rugi perusahaan secara langsung dapat dikaitkan dengan suatu segmen dan
porsi yang relevan dari pendapatan perusahaan yang dapat dialokasikan
secara rasinal kepada suatau segmen, bak berasal dari penjualan kepada
pelanggan eksternal maupun dari transaksi dengan segmen lainnya dalam
perusahaan yang sama.

Pendapatan segman mencakup bagian perusahaan atas laba atau rugi


perusahaan asosiasi, usaha patungan (joint venture) atau investasi lainnya yang
dilaporkan berdaarkan metode ekuitas, hanya jika pos-pos tersebut dalam
pendapatan konsolidasi atau pendapatan perusahaan keseluruhan.

b. Beban Segmenadalah beban aktivitas operasi suatu segmen yang secara


langsung dapat dikaitkan dengan segmen tersebut dan porsi relevan beban
yang dapat di alokasikan secara rasiona kepada segmen tersebut, termasuk
beban yang berkaitan dengan penjualan kepada pelanggan eksternal dan
beban yang berkaitan dengan transaksi kepada segmen lainnya dalam
perusahaan yang sama.

Beban segmen mencakup bagian peserta usaha patungan (joint


venture) dalam beban pada entitas yang dikendalikan bersama yang dilaporkan
berdasarkan metode konsolidasi secara proporsional sesuai dengan PSAK
No.12 tentang pelaporan keuangan mengenai bagian partisipasi dalam
pengendalian bersama operasi dan asset.
c. Hasil segmen adalah selisih antara pendapatan segmen dan beban segmen
dan umumnya mencerminkan laba usaha, meskipun dasar yang lain sering
lebih cocok.
Penghasilan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil
segmen kecuali kalau operasi segmen terutama bersifat finansial. Juga pajak
penghasilan, hak minoritas (minority interest) dan pos luar biasa
(extraordinary item) lazimnya tidak dimasukkan sebagai hasil segmen.Kalau
pendapatan dan beban tidak dapat langsung ditriibusikan pada suatu segmen
tetapi terdapat dasar alokasi yang layak, maka pendapatan dan beban tersebut
dapat dialokasikan dengan menggunakan dasar yang layak tersebut.Beban
bersama pada banyak perusahaan seperti beban kantor pusat tidak
dialokasikan pada masing- masing segmenkarena beban tersebut
dimanfaatkan bersama sedemikian rupa sehingga alokasi di antara segmen
dipandang tidak bermanfaat.
d. Aktiva dan Kewajiban Segmen

Pengungkapan aktiva segmen memberikan indikasi penggunaan sumber


daya untuk mencapai hasil operasi segmen.Aktiva semacam itu termasuk
semua aktiva berwujud dan tak berwujud yang dapat diidentifikasi pada
segmen tertentu. Aktiva yang dimanfaatkan oleh dua atau lebih segmen harus
dialokasikan di antara segmen-segmen tersebut dengan dasar alokasi yang
layak.Kewajiban biasanya tidak dialokasikan karena dianggap berkaitan
dengan perusahaan secara keseluruhan atau karena dipandang meningkatkan
hasil pembelanjaan dan bukan hasil operasi.

Informasi yang DisajikanUraian kegiatan setiap segmen industri yang


dilaporkan dan indikasi mengenai komposisi setiap wilayah geografis yang
dilaporkan, penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dengan pemisahan
antara pendapatan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari
segmen lain, hasil segmen, dan aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan
baik dalam jumlah uang atau sebagai persentase dari jumlah yang
dikonsolidasikan.
Hubungan antara jumlah dari informasi pada segmen-segmen individual dan
informasi agregat dalam laporan keuangan diperjelas dengan menyajikan
rekonsiliasi.

e. Aset Segmen adalah asset operasi yang digunakan segmen dalam aktivitas
operasinya dan dapat dikaitkan secara langsung dengan segmen tersebut atau
dialokasikan ke segmen tersebut secara rasional.
4. Tujuan Pelaporan Segmen

Tujuan dari pelaporan segmen adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip


pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen, yaitu informasi tentang berbagai
jenis produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai jenis produk atau jasa
yang dihasilkan perusahaan dan berbagai wilayah geografis operasi perusahaan dalam
rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam :

 Memahami kinerja masa lalu perusahaan secara lebih baik


 Menilai risiko dan imbalan perusahaan secara lebih baik
 Menilai perusahaan secara keseluruhan secara lebih memadai

5. Kebijakan Akuntansi Segmen

Kebijakan akuntansi segmen, Informasi segmen harus disusun dengan kebijakan


akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi
atau perusahaan. Kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen untuk menyusun laporan
keuangan konsoldasi atau perusahaan dianggap sebagai kebijakan akuntansi yang
diyakini manajemen paling sesuai untuk pelaporan keuangan eksternal. Karena tujuan
informasi segmen ialah untuk membantu pengguna lporan keuangan dalam memahami
dan membuat penilaian yang lebih memadai mengenai perusahaan secara keseluruhan,
pernyataan ini mensyaratka bahwa kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam pelaporan
informasi segmen sama dengan kebijakan akuntansi yang telah dipilih manajemen.
Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa kebijakan akuntansi konsolidasi atau
perusahaan diterapkan kepada segmen dilaporkan seolah-olah segmen tersebut ialah
entitas pelaporan terpisah yang berdiri sendiridalam menerapkan suatu kebijakan
akuntansi pada tingkat perusahaan, perusahaan mungkin melakukan perhitungan secara
terperinci yang kemudian dialokasikan kepada berbagai segmen jika terdapat dasar
rasional untuk melakukan alokasi tersebut. Sebagai contoh, biaya manfaat pensiun sering
kali dihitung unuk perusahaan secara keseluruhan, tetapi angka yang dihitung untuk
tingkat perusahaan itu mungkin dialokasikan ke berbagai segmen berdasarkan data gaji
dan demografis segmen tersebut.

Pernyataan ini tidak melarang pengungkapan informasi tambahan atas segmen


yang disusun berdasarkan kebijakan akuntansi selain yang diterapkan untuk laporan
keuangan konsolidasian atau perusahaan sepanjang :

 Informasi tersebut dilaporka secara internal kepada rgan perusahaan yang


berwenang dalam rangka pegambilan putusan alokasi sumber daya kepada segmen
tersebut dan penilaian kinerja segmen tersebut
 Dasar pengukuran yang digunakan bagi informasi tambahan tersebut dijelaskan
secara memadai

Aset yang digunakan bersama oleh dua segmen atau lebih harus dialokasikan
kepada setiap segmen dan hanya jika pendapatan dan beban terkait juga dialokasikan
kepada segmen-segmen tersebut.

Cara pengalokasian unsur-unsur aset, kewajiban, pendapatan dan beban kepada


berbagai segmen bergantung pada beberapa faktor, seperti karakteristik unsur tersebut,
aktivitas yang dilakukan oleh segmen, dan otonomi segmen tersebut. Satu dasar alokasi
tertentu tidak mungkin atau tidak tepat apabila ditetapkan bagi semua perusahaan.
Demikian juga, tidak tepat apabila unsur-unsur aset, kewajiban, pendapatan, dan beban
yang secara bersama berkaitan dengan dua segmen atau lebih dipaksakan aokasinya, jika
dasar alokasi tersebut ditetapkan secara arbiter atau sulit dipahami. Disampng itu,
definisi pendapatan segmen, beban segmen, aset segmen, dan kewajiban segmen saling
berkaitan dan alokasi dari unsur-unsur tersebut harus dilakukan secara konsisten. Dengan
demikian, aset yang digunakan bersama dialokasikan kepada setiap segmen, dan hanya
jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada
segmen-segmen tersebut. Sebagai contoh, suatu aset dimasukkan sebagai aset segmen
jika penyusutan atau amortisasi aset terkait dikurangkan dalam menghitung hasil
segmen.
Penyajian dalam Pelaporan Segmen

 Perusahaan harus menggambarkan aktivitas masing-masing segmen industri dan


menunjukkan komposisi masing- masing wilayah geografis yang dilaporkan.
 Untuk setiap segmen industri dan geografis yang dilaporkan, informasi keuangan berikut
ini harus diungkapkan: penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dibedakan antara
pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari
segmen lain, hasil segmen, aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan dalam jumlah uang
atau sebagai persentase dari jumlah yang dikonsolidasikan, dan dasar penetapan harga
antar segmen.
 Perusahaan harus menyajikan rekonsiliasi antara informasi segmen-segmen individual dan
informasi keseluruhan dalam laporan keuangan.

Contoh soal

1. PT. Elnusa memiliki empat segemen usaha yang ditetapkan berdasarkan industri.
Berikut ini adalah data/informasi keuangan pada setiap segmen PT. Elnusa

Pendapatan Pendapatan antar Aktiva segmen Laba(rugi) usaha


dari segmen
pelanggan
eksternal
Produk A $ 165 - $ 210 $ 30
Produk B $ 180 $ 210 $ 275 $ 60
Produk C $ 55 - $ 65 ($ 15)
Produk D $ 70 $ 60 $ 450 $ 55
Diminta : Tentukan segmen PT. Elnusa yang dilaporkan berdasarkan uji pendapatan 10%, uji
aktiva 10% dan uji laba usaha 10%

2. PT Three Second memiliki empat segmen usaha yang ditetapkan berdasar industri.
Berikut adalah informasi keuangan pada setiap segmen PT Three Second:

Pendapatan dari Pendapatan antar Aktiva Segmen Laba (Rugi)


pelanggan eksternal Segmen Usaha

Makanan 165.000 - 210.000 30.000


Kertas 180.000 210.000 275.000 60.000
Tembaga 55.000 - 65.000 -15.000
Keuangan 70.000 60.000 450.000 55.000

Total 470.000 270.000 1.000.000 130.000

Diminta: Tentukan segmen PT Three Second yang perlu dilaporkan berdasarkan uji
pendapatan 15%, aktiva 15%, dan laba usaha 15% serta apakah ada tambahan segmen
laporan dengan penggunaan pengujian pendapatan 75%?
3. Square Ink Corporation beroperasi di bidang manufaktur. Data berikut ini berkaitan
dengan industri yang operasinya dilakukan sampai akhir tahun 2009:

Industri Total Laba Operasi Aktiva yang dapat


Pendapatan diidentifikasi

A 11.500.000 1.800.000 20.500.000

B 8.250.000 1.500.000 17.750.000

C 6.500.000 1.250.000 12.750.000

D 2.500.000 500.000 6.250.000

E 4.500.000 680.000 6.500.000

F 1.750.000 300.000 3.500.000

35.000.000 6.030.000 67.250.000

Diminta: Tentukan segmen Square Ink Corporation yang perlu dilaporkan


berdasarkan uji pendapatan 15%, aktiva 15%, dan laba usaha 15% serta apakah ada
tambahan segmen laporan dengan penggunaan pengujian pendapatan75%? (dengan
asumsi seluruh pendapatan berasal dari pelanggan eksternal)

JAWABAN
1. Uji Pendapatan (PT Elnusa)

Pendapatan dari Pejualan antar Nilai Uji Perlukah


Keterangan
pelanggan eskternal segmen 10% x 740 dilaporkan

Produk A $ 165 - > 74 YA


Produk B $ 180 $ 210 > 74 YA
Produk C $ 55 - < 74 TIDAK
Produk D $ 70 $ 60 > 74 YA

Uji Aktiva (PT Elnusa)


Nilai Uji 10%
Keterangan Aktiva Segmen Perlukah dilaporkan
x 1000
Produk A $ 210 > 100 YA
Produk B $ 275 > 100 YA
Produk C $ 65 < 100 TIDAK
Produk D $ 450 > 100 YA
JUMLAH $ 1.000  

Uji Laba Usaha (PT Elnusa)

Laba (Rugi) Rugi Operasi Nilai Uji Perlukah


Keterangan
Usaha Segmen Usaha 10% x 14,5 dilaporkan
Produk A $ 30   > 100 YA
Produk B $ 60   > 100 YA
Produk C   $ (15) < 100 TIDAK
Produk D $ 55   > 100 YA
JUMLAH $ 145 $ (15)  

2. Uji Pendapatan (PT Three Second)

Pendapatan
dari pelanggan Penjualan Antar Nilai Uji 15% x Perlukah
Keterangan eksternal Segmen 740.000 dilaporkan
Makanan Rp165.000 - > 111.000 YA
Kertas Rp180.000 Rp210.000 > 111.000 YA
Tembaga Rp55.000 - < 111.000 TIDAK
Keuangan Rp70.000 Rp60.000 > 111.000 YA
Total Rp470.000 Rp270.000  

Uji Aktiva (PT Three Second)

Nilai Uji 15% x Perlukah


Keterangan Aktiva Segmen
1000.000 dilaporkan
Makanan Rp210.000 > 150.000 YA
Kertas Rp275.000 > 150.000 YA
Tembaga Rp65.000 < 150.000 TIDAK
Keuangan Rp450.000 > 150.000 YA
Total Rp1.000.000  

Uji Laba Usaha (PT Three Second)


Nilai Uji Perlukah
Keteranga Laba (Rugi) Rugi Operasi Segmen 15% x dilaporka
n Usaha Usaha 145.000 n
Makanan Rp30.000   > 21.750 YA
Kertas Rp60.000   > 21.750 YA
Tembaga (Rp15.000 < TIDAK
  ) 21.750
Keuangan Rp55.000   > 21.750 YA
Total Rp145.000 (Rp15.000
)  

Tambahan Segmen (PT Three Second)


Karena sektor tembaga tidak memenuhi kriteria 10% maka perlu adanya
penambahan dan penelaahan ulang terkait pelaporan, maka dari itu perlu
dilaporkan 75% dari total pendapatan konsolidasi.
Pendapatan
Nilai Uji
dari Penjualan antar Perlukah
Keterangan 75% x
pelanggan segmen dilaporkan
470.000
eksternal
  Rp 415.000 - > Rp 352.500 YA
Total Rp 415.000 Rp -  

3. Uji Pendapatan (Square Ink Corp.)

Pendapatan dari pelanggan Nilai Uji 15% Perlukah


Keterangan eksternal x 35.000.000 dilaporkan
A Rp11.500.000 > Rp5.250.000 YA
B Rp8.250.000 > Rp5.250.000 YA
C Rp6.500.000 > Rp5.250.000 YA
D Rp2.500.000 < Rp5.250.000 TIDAK
E Rp4.500.000 < Rp5.250.000 TIDAK
F Rp1.750.000 < Rp5.250.000 TIDAK
Jumlah Rp35.000.000  

Uji Aktiva (Square Ink Corp.)


Nilai Uji 15% x Perlukah
Keterangan Aktiva Segmen 67.250.000 dilaporkan
A 20.500.000 > Rp10.087.500 YA
B 17.750.000 > Rp10.087.500 YA
C 12.750.000 > Rp10.087.500 YA
D 6.250.000 < Rp10.087.500 TIDAK
E 6.500.000 < Rp10.087.500 TIDAK
F 3.500.000 < Rp10.087.500 TIDAK
Jumlah 67.250.000  
     

Uji Laba Usaha (Square Ink Corp.)


Nilai Uji
Laba (Rugi) Rugi Operasi Segmen 15% x Perlukah
Keterangan Usaha Usaha 6.030.000 dilaporkan
A Rp1.800.000 - > Rp904.500 YA
B Rp1.500.000 - > Rp904.500 YA
C Rp1.250.000 - > Rp904.500 YA
D Rp500.000 - < Rp904.500 TIDAK
E Rp680.000 - < Rp904.500 TIDAK
F Rp300.000 - < Rp904.500 TIDAK
Jumlah Rp6.030.000    

Tambahan Segmen (PT Three Second)


Karena sektor D, E, F tidak memenuhi kriteria 15% maka perlu adanya penambahan
dan penelaahan ulang terkait pelaporan, maka dari itu perlu dilaporkan 75% dari total
pendapatan konsolidasi (dengan asumsi seluruh pendapatan berasal dari pelanggan
eksternal).

.
Nilai Uji
Keteranga Pendapatan dari 75% x Perlukah
n pelanggan eksternal 35.000.000 dilaporkan
  Rp26.250.00 Rp26.250.00 TIDAK
0 < 0
Jumlah Rp26.250.00
0  

Anda mungkin juga menyukai