Anda di halaman 1dari 15

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENYUSUNAN AMDAL KAWASAN WISATA KAHAYYA

I. Latar Belakang
Pengembangan sektor Pariwisata dewasa ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya
beragaman kebutuhan manusia, kebutuhan- kebutuhan tersebut bisa berbentuk kebutuhan fisik,
kejiwanaan, dan intelektual. Keterlibatan publik memberikan pengaruh bagi peningkatan sektor pariwisata
sebagai pendorong keterlibatan sektor.

Peranan sektor pariwisata sebagai salahsatu sektor unggulan (leading sektor)dalam perekonomian
nasional perlu senantiasa dikembangka dan ditingkatkan. Pengembanagn dan pendayagunaan pariwisata
secara optimal mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempertimbangkan hal tersebut maka
penanganan yang baik sangat diperlukan dalam upaya pengembangan obyek-obyek wisata di Indonesia.
Para pelaku pariwisata mulai melakukan tindakan pengembangan dengan penelitian, observasi terhadap
obyek-obyek wisata di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui potensi dan permasalahan
yang ada pada setiap obyek untuk kemudian mencari solusinya. Langkah lainnya adalah promosi dengan
media cetak, elektronik, maupun multimedia agar masyarakat juga mengetahui akan keberadaan obyek-
obyek tersebut dan turut berpartisipasi dalam pengembangannya ( Salah Sahab, 1997 ).

Pembangunan kepariwisataan pada umumnya diarahkan sebagai sektor adalan untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, memberdayakan perekonomian masyarakt,
memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta mningkatkan pengenalan dan pemasaran
produk dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan kawasan wisata harus
merupakan pengembangan yang terencana secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh manfaat yang
optimal bagi masyarakat.

Dalam era globalosasi sekarang, bidang pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang
mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menunjang pembangunan perekonomian nasional.
Sektor ini dicanankan sebagai salah satu sumber penghasil devisa yang cukup andal, juga merupakan
sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong perkembangan investasi. Untuk
mengembangkan sektor ini pemerintah berusaha keras membuat rencana dan berbagai kebijakan yang
mendukung kearah kemajuan sektor ini. Salah stu kebijakan tersebut adalah menggali, menginventarisir
dan mengembangkan obyek-obyek wisata yang ada sebagai daya tarik utama bagi wisatawan baik lokal
maupun mancanegara.

Sesuai dengan Undang- Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup pasal 1 ayat (11) Analisis mengenai dampak lingkungan hidup, yang selanjutnya disebut
Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/ atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/ atau kegiatan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yaitu
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana
Usahadan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

II. Maksud dan Tujuan


Maksud Penyusunan AMDAL kawasan wisata kahayya adalah sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi rencana kegiatan pembangunan kawasan wisata kahayya
b. Mengidentifikasi rona lingkungan awal disekitar rencana kegiatan kawasan wisata kahayya
c. Mengidentifikasi rencana kegiatan usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama
yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup.
d. Memprakirakan dan mengevaluasi dampak besar dan potensial serta timbal balik antara
lingkungan dengan rencana kegiatan pengembangan kawasan wisata kahayya
e. Merumuskan Rencana Pengelolaan dan Pemantauan yang akan dilaksanakan oleh Pemrakarsa,
khususnya komponen lingkungan yang diperkirakan terkena dampak dari rencana kegiatan.
f. Merumuskan saran tindak lanjut yang dapat dilaksanakan oleh pihak-pihak dan instansi yang
terkait.

Tujuan Penyusunan AMDAL kawasan wisata kahayya adalah sebagai berikut:


a. Membantu pengambilan keputusan dalam pemilihan alternatif yang layak ditinjau dari segi
lingkungan hidup, teknis dan ekonomis.
b. Sebagai pedoman untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup akibat kegiatan
pengembangan kawasan wisata kahayya
c. Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan hidup dalam tahap perencanaan pembangunan
secara terperinci.
g. Mengetahui lebih dini dampak penting yang ditimbulkan oleh kegiatan pengembangan kawasan
wisata kahayya
d. Bahan acuan penilaian terhadap kelayakan proyek dari segi lingkungan.
e. Acuan dalam pengawasan pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
f. Sebagai informasi penting untuk mengetahui keberadaan proyek dan kualitas lingkungan di sekitar
tempat hidupnya.
h. Pemberi informasi untuk memanfaatkan dampak positif dan mengetahui serta menghindari
dampak negatif yang akan ditimbulkan dari rencana pengembangan kawasan wisata kahayya

III. Sasaran
a. Untuk menyusun Dokumen AMDAL pengembangan kawasan wisata kahayya
sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (RIPDA)

IV. Lokasi Kegiatan


Lokasi kegiatan pengembangan kawasan wisata kahayya terletak d Kecamatan Kindang
Kabupaten Bulukumba
V. Sumber Pendanaan
Sumber pendanaan Kegiatan penyusunan Dokumen AMDAL ini bersumber dari APBD Kab.
Bulukumba TA. 2018

VI. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat komitmen


Satuan Kerja : Dinas Pariwisata Kabupaten. Bulukumba

Data Penunjang

VII. Referensi Hukum


1. Undang- Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
2. Undang- undang RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.
3. Undang-Undang No. 19 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan / atau Pengrusakan
Laut.
4. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.
5. Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang AMDAL
6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup.
7. Peraturan Menteri LH No. 11 tahun 2006 tentang Rencana Usaha dan atau Kegiatan yang wajib
AMDAL.
8. Keputusan Kepala Bapedal No. 8 tahun 2000 tentang keterlibatan Masyarakat dan keterbukaan
informasi dalam proses AMDAL.
9. Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
10. Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air.
11. Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1993 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Tata Ruang
Nasional.
12. Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/Men.Kes/Per/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan
Pengawasan Kualitas Air
13. Kep. Men. LH No. 112 tahun 2003 tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Domestik
14. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2008 tentang
Pedoman Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
15. Peraturan yang terkait dengan B3 dan limbah B3 (penyimpanan,pengelolaan, pemanfaatan, dsb).
16. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP- 45/MENLH/10/1996 tentang Indeks
Standar Pencemaran Udara.
17. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor KEP- 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Mutu
Tingkat Kebisingan.
18. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor KEP- 299/MENLH/11/1996 tentang Pedoman Teknis
Kajian Aspek Sosial dalam AMDAL.
19. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor SH.01/Men/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor
Kimia Udara di Lingkungan Kerja.
20. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2 Tahun 2000 tentang Pedoman Penilaian Dokumen
AMDAL.
21. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 876/Menkes/Sk/VII/2001 tentang Pedoman Teknis ADKL.
22. Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 056 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran
Dampak Penting.
23. Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 124/12/1997 tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan
Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL.
24. Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08 Tahun 2000 tentangKeterlibatan Masyarakat dan
Keterbukaan Informasi dalam ProsesAnalisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

VIII. Lingkup Kegiatan


1. Penyampaian informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan Studi AMDAL melalui media
massa dan papan pengumuman di kantor lurah/kecamatan disekitar rencana lokasi proyek.
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan Penyedia Jasa harus membuat menyampaikan informasi
tentang pelaksanaan Studi Amdal kepada masyarakat. Informasi disampaikan melalui media
massa (koran lokal) yang mempunyai skala pemasaran mencakup daerah provinsi.

2. Survey Lapangan dan Pengambilan Data Sekunder


- Survey lapangan dimaksudkan untuk mengambil data-data visual lapangan dan data
pendukung untuk menunjang proses pelingkupan studi
- Data sekunder terutama yang berkaitan dengan dokumen–dokumen lain yang terkait dengan
pelaksanaan pembangunan serta kegiatan studi.

3. Public Hearing
- Public Hearing dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang
pelaksanaan Studi Amdal dan rencana pembangunan proyek, tujuan pembangunan proyek,
manfaat proyek dan dampak yang akan terjadi akibat adanya kegiatan proyek. Public Hearing
dilaksanakan minimal disetiap Desa dan kecamatan yang akan terkena dampak.

4. Penyusunan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA - ANDAL)


- KA ANDAL adalah ruang lingkup studi analisis dampak lingkungan yang merupakan hasil
pelingkupan yang disepakati oleh Pemrakarsa/Penyusun Amdal dan Komisi Penilai Amdal.
Tujuan KA ANDAL adalah merumuskan lingkup dan kedalaman studi Amdal dan mengarahkan
studi Amdal agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan biaya, tenaga dan waktu
yang tersedia. Pelingkupan merupakan proses awal untuk menentukan lingkup Proses
pelingkupan meliputi :
a. Pelingkupan Dampak Penting
- Identifikasi dampak sosial
- Evaluasi dampak potensial
- Klasifikasi dan prioritas dampak penting.

b. Pelingkupan Batas Wilayah Studi


Penetapan lingkup batas wilayah studi dimaksudkan untuk membatasi luas wilayah studi
ANDAL sesuai hasil pelingkupan dampak potensial, dengan memperhatikan keterbatasan
sumber daya, waktu dan tenaga serta saran/pendapat dari masyarakat yang
berkepentingan.

Pelingkupan berdasarkan batas ruang antara lain:


- Pelingkupan batas proyek
- Pelingkupan batas ekologi.
- Pelingkupan batas sosial.
- Pelingkupan batas administrasi.
- Batas ruang lingkup wilayah studi ANDAL.
Pelingkupan berdasarkan batasan waktu rencana kegiatan:
Adalah batas waktu kajian yang akan digunakan dalam melakukan prakiraan dan evaluasi
dampak dalam kajian ANDAL. Batas waktu tersebut minimal dilakukan selama umur
rencana usaha/kegiatan berlangsung.

c. Penentuan rona lingkungan hidup (uji lab), meliputi:


- Aspek fisik kimia
1. Kondisi fisiografi.
2.Kondisi hidrologi.
3.Kondisi Topografi
- Aspek biologi
- Aspek sosial.
1.Kondisi demografi
2.Kondisi perekonomian.
3.Kondisi budaya masyarakat.
- Aspek Kesehatan Masyarakat
Hal tersebut diatas termasuk pengambilan sample dan uji laboratorium yang menyangkut
kualitas air,tanah, dan udara serta survey sosial ekonomi dan budaya.

d. Komponen – komponen lingkungan yang harus diperhatikan


- Komponen lingkungan hidup yang dipertahankan kelestariannya
1. Hutan lindung, hutan konsevasi, cagar biosfer
2. Sumber daya air
3. Keanekaragaman hayati
4. Kualitas udara
5. Warisan alam dan warisan budaya
6. Kenyamanan lingkungan hidup
7. Nilai-nilai budaya yang selaras dengan lingkungan hidup
- Komponen lingkungan hidup yang berubah secara mendasar :
1. Fungsi ekosistem
2. Pemilikan dan penguasaan lahan
3. Kesempatan kerja dan usaha
4. Taraf hidup masyarakat
5. Kesehatan masyarakat

5. Penyusunan Dokumen ANDAL


Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang
dampak penting suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
Dokumen ANDAL berisi uraian sebagai berikut:
a. Pendahuluan, yang menjelaskan mengenai latar belakang dilaksanakannya rencana
usaha/kegiatan; Tujuan dan manfaat rencana usaha/kegiatan; dan Peraturan-peraturan yang
terkait rencana usaha/kegiatan.
b. Rencana Usaha/Kegiatan, yang berisi : Identitas pemrakarsa dan penyusun; Uraian rencana
usaha dan kegiatan mulai dari tahap prakonstruksi, konstruksi, operasi dan pasca operasi
termasuk dampak yang ditimbulkan setiap tahap kegiatan; Alternatif-alternatif yang dikaji
dalam ANDAL; Keterkaitan rencana usaha/kegiatan dengan kegiatan lain disekitarnya.
c. Rona Lingkungan Hidup, meliputi : Rona lingkungan hidup di wilayah studi; Kondisi kuantitatif
dan kualitatif berbagai sumber daya alam yang ada di wilayah studi; Data dan informasi rona
lingkungan hidup.
d. Ruang Lingkup Studi, meliputi: Dampak penting yang ditelaah; Wilayah studi dan batas waktu
kajian.
e. Prakiraan Dampak Potensial, meliputi: Prakiraan secara cermat besaran dampak di setiap
tahap kegiatan; Penentuan sifat penting dampak mengacu pada peraturan yang berlaku;
Identifikasi dampak yang bersifat langsung dan tidak langsung; Kajian dampak potensial pada
setiap alternatif-alternatif yang akan dipilih; Metode analisis prakiraan besaran dampak
potensial.
f. Evaluasi Dampak Penting, meliputi: Telaahan terhadap dampak penting; Pemilihan alternatif
terbaik; Telaahan sebagai dasar pengelolaan; Rekomendasi penilaian kelayakan lingkungan.

6. Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)


RKL adalah upaya pengelolaan dampak penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan
akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
Upaya pengelolaan lingkungan hidup harus mencakup 4 aktivitas,yaitu:
a. Menghindari/mencegah dampak negatif lingkungan hidup melalui pemilihan atas alternatif,
tata letak lokasi, dan rancang bangun proyek.
b. Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang meliputi pendekatan teknologi, pendekatan
sosial ekonomi, dan pendekatan institusi.
c. Meningkatkan dampak positif sehingga dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang
lebih besar baik kepada pemrakarsa maupun masyarakat.
d. Memberikan pertimbangan ekonomi lingkungan sebagai dasar memberikan kompensasi atas
sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau rusak sebagai akibat usaha dan/atau kegiatan.

Dokumen RKL harus memuat hal-hal sebagai berikut:


a. Pendahuluan, mencakup : Masud dan tujuan RKL; Pernyataan kebijakan lingkungan; Uraian
tentang kegunaan RKL.
b. Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang meliputi pendekatan teknologi, pendekatan
sosial ekonomi, dan pendekatan institusi.
c. Rencana pengelolaan lingkungan hidup, yang meliputi :
- Dampak potensial dan sumber dampak.
- Tolak ukur dampak
- Tujuan rencana pengelolaan lingkungan hidup
- Pengelolaan lingkungan hidup
- Lokasi pengelolaan lingkungan hidup
- Periode pengelolaan lingkungan hidup
- Instustusi pengelolaan lingkungan hidup

7. Penyusunan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)


RPL adalah upaya penanganan dampak penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan
akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan. Pemantauan merupakan kegiatan yang berlangsung
terus menerus, sistematis dan terencana. Pemantauan dilakukan terhadap komponen lingkungan
yang relevan untuk digunakan sebagai indikator penaatan (compliance), kecenderungan (trendline)
dan tingkat kritis (critical level) dari suatu pengelolaan lingkungan hidup:
a. Jenis data yang dikumpulkan.
b. Lokasi pemantauan
c. Frekuensi dan jangka waktu pemantauan.
d. Metode pengumpulan data (termasuk peralatan dan instrumen yang digunakan untuk
pengumpulan data).
e. Metode analisis data

Dokumen RPL memuat hal-hal sebagai berikut :


Pendahuluan, berisi tentang latar belakang rencana pematauan lingkungan hidup, uraian singkat
tentang tujuan pemantauan lingkungan, uraian tentang kegunaan pemantauan lingkungan.
a. Rencana Pemantauan Lingkungan, yang meliputi : Dampak penting yang dipantau; Sumber
dampak; Parameter lingkungan yang dipantau; Tujuan rencana pemantauan lingkungan;
Metode pemantauan; Institusi pemantauan lingkungan.
b. Institusi Pemantauan Lingkungan yang perlu diutarakan meliputi: Pelaksana pemantauan
lingkungan; Pengawas pemantauan lingkungan; Pelaporan hasil pemantauan lingkungan.

8. Penyusunan Ringkasan Eksekutif


Ringkasan eksekutif berisi hal-hal sebagai berikut:
a. Pendahuluan, menguraikan tentang: Latar belakang kegiatan; Rencana usaha dan/atau
kegiatan; Alternatif-alternatif yang dikaji dalam ANDAL; Rekomendasi kelayakan lingkungan;
Waktu pelaksanaan; Pemrakarsa kegiatan.
b. Dampak Potensial terhadap lingkungan, menguraikan secara singkat tentang dampak penting
yang harus dikelola sesuai hasil evaluasi dampak.
c. Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan, menguraikan secara singkat dan jelas
pengelolaan dan pemantau lingkungan dalam rangka mengantisipasi dampak-dampak
penting lingkungan hidup yang ditimbulkan.

9. Pembahasan dokumen KA ANDAL dan pembahasan dokumen ANDAL, RKL, RPL bersama
Komisi Penilai Amdal daerah hingga mendapat rekomendasi/persetujuan dari Pejabat Yang
Berwenang.

IX. KELUARAN – KELUARAN


Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini
selanjutnya akan diatur dalam surat perjanjian tersendiri, yang meliputi :
a. Laporan Pendahuluan
Terdiri dari pemaparan jadwal dan rencana kerja konsultan, maksud dan tujuan, serta kondisi
awal lokasi pekerjaan. Laporan ini dibuat dan digandakan sebanyak 10 (sepuluh) rangkap dan
diserahkan selambat-lambatnya 30 hari setelah terbit SPMK.

b. Draft KA ANDAL
Draft Dokumen KA Andal ini akan dipresentasikan di hadapan Tim Komisi Penilai. Digandakan
sebanyak 15 (Lima Belas)) rangkap dan diserahkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum
tanggal presentasi.
c. Draft Dokumen ANDAL, RKL dan RPL
Draft dokumen ANDAL, RKL dan RPL ini akan dipresentasikan dihadapan Tim Komisi Penilai.
Digandakan sebanyak 15 (Lima Belas)rangkap dan diserahkan selambat-lambatnya 7 hari
sebelum tanggal presentasi.
d. Dokumen Final KA ANDAL
Dokumen ini berisi dokumen KA ANDAL yang telah disempurnakan berdasarkan masukan dan
revisi hasil presentasi dihadapan Tim Komisi Penilai. Dibuat 15 (Lima Belas)rangkap dan
diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal berakhir kontrak.
e. Dokumen Final ANDAL, RKL, dan RPL
Dokumen ini berisi dokumen ANDAL, RKL, dan RPL yang telah disempurnakan berdasarkan
masukan dan revisi hasil presentasi dihadapan Tim Komisi Penilai. Dibuat dalam 15 (Lima
Belas)rangkap dan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal berakhir kontrak.
f. Ringkasan Eksekutif
Dokumen Ringkasan Eksekutif berisi ringkasan terhadap dokumen AMDAL pengembangan
kawasan wisata kahayya dibuat sebanyak 15 (Lima Belas) rangkap dan diserahkan selambat-
lambatnya pada tanggal berakhir kontrak.
g. CD Pelaporan
Seluruh pelaporan Penyusunan AMDAL Kawasan Wisata kahaya di rekam di dalam CD
pelaporan dan digandakansebanyak 5 (lima) copy serta diserahkan selambat-lambatnyapada
tanggal kontrak berakhir.

Sistematika penulisan Dokumen AMDAL mengacu pada Permen LH No.16 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
X. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pengguna Anggaran Kegiatan
Tidak Ada
XI. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi
1. Kendaraan yang diperlukan untuk mobilisasi personil dan peralatan ke lokasi.
2. Peralatan untuk survey lapangan, dokumentasi, pengukuran, pengambilan sampel dan uji
laboratorium.
3. Peralatan untuk keperluan kantor selama pelaksanaan kegiatan antara lain; komputer/software,
printer, media sarana presentasi.

XII. Lingkup Kewenangan Pemrakarsa Kegiatan


1. Menyiapkan bahan/data di Lingkungan Satuan Kerjanya sesuai yang dibutuhkan.
2. Menyediakan surat pengantar survey ke SKPD terkait untuk inventarisasi data sekunder dan data
lapangan.

XIII. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan


Waktu Pelaksanaan Kegiatan 4 (Empat) bulan kalender atau 120 (Seratus Dua Puluh) hari
kalender.

XIV. Personil
1. Team Leader / Ketua Tim Studi
2. adalah Sarjana Teknik Lingkungan (S1) sebanyak 1 (satu) orang yang berpengalaman minimal 5
tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 3 tahun dalam bidang penyusunan AMDAL dan studi
lingkungan, mempunyai sertifikasi sebagai ketua tim penyusun AMDAL (sertifikat AMDAL B).
3. Anggota Tim Studi
• Ahli Biologi - 1 (satu) orang
• Ahli Sosial Ekonomi - 1 (satu) orang
• Ahli Geologi - 1 (satu) orang
• Ahli Sipil - 1 (satu) orang
Masing-masing anggota tim diatas adalah sarjana (S1) sesuai dengan bidang dan
keahlianya dengan pengalaman minimal 3 tahun khususnya dalam penyusunan AMDAL dan studi
lingkungan. Minimal 4 tenaga ahli dari 7 anggota tim diatas harus mempunyai sertfikat amdal A
dengan kualifikasi sebagai anggota tim penyusun AMDAL.
4. Tenaga Pendukung
1. Surveyor
2. Sekretaris
3. Operator CAD
4. Operator Komputer
Dengan kualifikasi sarjana muda (D3) dengan pengalaman sejenis minimal 2 tahun.
Setiap tim penyusun wajib melibatkan tenaga ahli sesuai dengan dampak penting yang diakibatkan
dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
- Standar kompetensi untuk kualifikasi Ketua tim penyusun AMDAL.
a. Adalah anggota tim penyusun dokumen AMDAL yang diberi tugas sebagai penanggung
jawab dan koordinator untuk seluruh kelompok kajian teknis untuk kajian AMDAL tertentu.
b. Syarat pendidikan minimal S1 atau sederajat dan memiliki pengalaman minimal 5x sebagai
anggota tim.
Persayaratan diatas berdasarkanPeraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 07
tahun 2010Tentang Sertifikasi Kompetensi Penyusunan Dokumen AMDAL danPersyaratan
Lembaga Pelatihan Kompetensi Penyusun DokumenAMDAL:

XV. Rencana Kerja


1. Persiapan
Kegiatan Persiapan meliputi kegiatan kantor dan persiapan lapangan. Kegiatan persiapan
lapangan meliputi kegiatan :
- Pengurusan Perijinan
Kegiatan penyusunan Dokumen AMDAL memerlukan beberapa perijinan baik dari pemerintah
setempat maupun dari instansi atau departemen terkait. Beberapa ijin yang dibutuhkan untuk
kegiatan proyek tersebut antara lain ijin pelaksanaan survey, ijin prinsip, ijin lokasi, ijin
gangguan (HO) dan ijin – ijin lainnya yang dibutuhkan.
- Penginformasian kepada instansi – instansi terkait
i. Sebelum Pelaksanaan penyusunan studi, pemrakarsa dan penyusun studi wajib
menginformasikan rencana kegiatan studi AMDAL pengembangan kawasan wisata kahayya
kepada instansi terkait.
- Inventarisasi dan kolekting data sekunder
Pengambilan data baik primer maupun sekunder dilakukan sebagai kelengkapan kajian
AMDAL yang disusun. Untuk data sekunder didapatkan dari instansi pemerintah diantaranya
data dari PLN berupa data survei, data kependudukan dari Badan Pusat Statistik (BPS), data
kesehatan dari Puskesmas Kecamatan atau dari studi yang telah dilakukan sebelumnya.
- Inventarisasi Data Lingkungan
j. Inventarisasi data lingkungan diperoleh dari survei lapangan.Selain Untuk mengetahui lokasi
pengembangan kawasan wisata kahayya Survey lapangan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi
lingkungan yang ada di sekitar lokasi kegiatan.
- Penyusunan Dokumen KA – ANDAL
Setelah data diambil dan dianalisa maka dilakukan penyusunan
dokumen KA-ANDAL. Penyusunan dokumen KA-ANDAL mengacupada Peraturan Menteri
Negara Lingkungan Hidup Permen LH No.16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup.
- Pendaftaran dokumen KA-ANDAL
Pendaftaran dokumen KA-ANDAL dilakukan untuk mendapatkan jadwal pelaksanaan
pembahasan draft dokumen KA-ANDAL.
- Pembahasan Dokumen KA- ANDAL
Pembahasan Draft Dokumen KA-ANDAL Pembangunan Pelabuhan Kassi Kajang akan
dilaksanakan oleh Komisi Penilai AMDAL dengan melibatkan instansi lain yang terkait.
- Hasil Arahan
Berdasarkan sidang pembahasan draft KA-ANDAL Pembangunan Pelabuhan Kassi Kajang
Komisi Penilai AMDAL akan memberikan arahan dan masukan untuk perbaikan dokumen KA-
ANDAL.
- Perbaikan dokumen KA-ANDAL
Dokumen KA-ANDAL akan diperbaiki atau direvisi sesuai dengan saran dan masukan serta
arahan yang didapatkan pada saat presentasi/pembahasan draft KA-ANDAL
- Rekomendasi Dokumen KA-ANDAL dan penggandaan
Dokumen KA-ANDAL yang telah diperbaiki akan mendapatkan rekomendasi atau persetujuan
layak lingkungan dan digandakan untuk didistribusikan ke instansi terkait.
- Pengambilan sampel dan analisa data
Setelah mendapatkan persetujuan dokumen KA-ANDAL selanjutnya dilakukan pengambilan
sampel fisika-kimia, biologi, sosial serta dilakukan analisa data.
- Penyusunan Dokumen ANDAL,RKL,RPL dan RE
Setelah data diambil dan dianalisa maka dilakukan penyusunan dokumen ANDAL, RKL, RPL
dan RE. Penyusunan dokumen ANDAL RKL, RPL dan RE mengacu pada Peraturan Menteri
Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
- Pendaftaran dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE
Pendaftaran dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE dilakukan untuk mendapatkan jadwal
pelaksanaan pembahasan draft dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE. Pembahasan Draft
Dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE Pembangunan Pelabuhan Kassi Kajang akan
dilaksanakan oleh Komisi Penilai AMDAL dengan melibatkan instansi lain yang terkait.
- Hasil Arahan
Berdasarkan sidang pembahasan draft ANDAL, RKL, RPL dan RE pengembangan kawasan
wisata kahayya Komisi Penilai AMDAL akan memberikan arahan dan masukan untuk
perbaikan dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE.
- Perbaikan dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE
Dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE akan diperbaiki atau direvisi sesuai dengan saran dan
masukan serta arahan yang didapatkan pada saat presentasi/pembahasan draft ANDAL, RKL,
RPL dan RE.
- Rekomendasi layak lingkungan
Dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE yang telah diperbaiki atau direvisi sesuai dengan saran
dan masukan serta arahan yang didapatkan pada saat presentasi/pembahasan studi AMDAL
pengembangan kawasan wisata kahayya
akan mendapatkan rekomendasi / persetujuan layak lingkungan
- Penggandaan Dokumen
Dokumen ANDAL, RKL, RPL dan RE yang telah mendapatkan rekomendasi/persetujuan
digandakan dan selanjutnya didistribusikan ke instansi terkait.

XVI. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara
Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri.

XVII. PERSYARATAN KERJA SAMA


Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa
konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi :
a. Ditentukan pihak penyedia jasa sebagai lead firm yang bertanggung jawab terhadap hasil
pekerjaan keseluruhan kepada Pemberi Tugas
b. Ditentukan pola kerjasama kedua belah pihak dan diketahui oleh Pemberi Tugas.
c. Besaran persentase modal atau pembagian kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan diketahui
Pemberi Tugas.

XVIII. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut:
a. Tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada.
b. Tidak mengganggu kondisi masyarakat sosial di lokasi.
c. Menghormati kearifan lokal.
d. Berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan instansi terkait.

XIX. ALIH PENGETAHUAN


Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan
dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada Pemberi Tugas.

Bulukumba, 1 Maret 2018

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

MUH. ALI SALENG,SH,.M.Si


NIP : 19681231 199403 1 051
PEMERINTAH KABUPATEN BULUKUMBA

DINAS PARIWISATA
Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 31 (0413) 83700 Fax (0413) 83700

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

PENYUSUNAN AMDAL KAWASAN


WISATA KAHAYYA