Anda di halaman 1dari 38

1. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi memotong jaringan blok paraffin.

Pada saat
memotong dengan mikrotom dihasilkan potongan jaringan blok paraffin yang rapuh dan
hancur seperti gambar di bawah.

Apa yang menyebabkan jaringan tersebut rapuh dan hancur saat dipotong?
a. Proses fiksasi dengan formalin buffer 10% yang tidak sempurna
b. Proses embedding menggunakan parafin terlalu panas
c. Proses clearing menggunakan xylol yang terlalu lama
d. Proses floating dengan air di atas suhu 60°C
e. Proses perendaman menggunakan larutan dekalsifikasi terlalu lama
2. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi telah selesai melakukan proses embedding. Setelah
beberapa saat didiamkan diperoleh hasil blok parafin seperti gambar dibawah.

Apa yang menyebabkan jaringan yang di-embedding tersebut mengalami penyusutan ?


a. Proses dehidrasi dengan etanol yang tidak sempurna
b. Proses clearing dengan xylol yang tidak sempurna
c. Proses infiltrasi dengan parafin yang tidak sempurna
d. Proses fiksasi dengan formalin buffer 10% yang tidak sempurna
e. Proses dehidrasi dengan etanol terkontaminasi oleh xylol
3. Gambar dibawah ini menunjukkan tekstur blok dengan kualitas rendah dimana jaringannya
memiliki konsistensi tekstur yang buruk (lembek).

Apakah penyebab masalah tersebut ?


a. Proses dehidrasi dengan etanol yang terkontaminasi dengan air
b. Proses clearing dengan xylol yang terkontaminasi dengan etanol
c. Proses infiltrasi/impregnasi parafin yang terkontaminasi xylol
d. Proses embedding dengan parafin tidak pada suhu tinggi
e. Proses dehidrasi dengan etanol terkontaminasi oleh xylol
4. Gambar berikut ini menunjukkan biopsi endoskopi yang telah diorientasikan secara tidak
benar dan hanya menunjukkan tingkat permukaan mukosa saja.

Bagaimanakah solusi yang harus dilakukan seorang teknisi lab. Patologi Anatomi sehingga
dihasilkan orientasi jaringan yang representatif untuk diperiksa/didiagnosis?
a. Fiksasi diulang
b. Dehidrasi diulang
c. Clearing diulang
d. Embedding diulang
e. Pewarnaan diulang
5. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi ingin melakukan pewarnaan Papanicolaou pada
spesimen pap smear, sebelumnya teknisi tersebut perlu melakukan proses fiksasi. Apa jenis
larutan yang digunakan untuk proses fiksasi tersebut ?
a. Formalin buffer 10%
b. Xylol
c. Etanol 96%
d. Metanol
e. Aseton
6. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi diminta oleh dokter Sp.PA untuk melakukan
pewarnaan pada spesimen sitology yang dapat memperlihatkan morfologi inti sel yang lebih
detail.

Apakah jenis pewarnaan yang tepat dilakukan oleh teknisi tersebut ?


a. Hematoksilin & eosin
b. Diff quick
c. Periodic Acid Schiff
d. Giemsa
e. Papanicolaou
7. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan pewarnaan Hematoksilin & Eosin pada
potongan jaringan paru.Hasil pewarnaan memperlihatkan warna pada bagian sitoplasma
yang terbentuk pada potongan tersebut sangan lemah/terlalu tipis.

Apa yang harus dilakukan oleh teknisi tersebut untuk dapat menghasilkan warna pada
bagian sitoplasma menjadi lebih terang dan jelas ?
a. Memonitor pH larutan Eosin agar tetap dalam kondisi asam pH 5
b. Mengencerkan larutan Eosin dengan aquadest agar tidak pekat
c. Menambahkan senyawa alkali agar larutan eosin dalam kondisi basa
d. Mengontrol larutan hematoxilin setiap akan dilakukan pewarnaan
e. Mengulang pewarnaan hematoxilin dengan waktu lebih lama
8. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi mengerjakan pewarnaan Papanicolaou pada spesimen
hasil pemeriksaan Pap smear. Hasil pengamatan mikroskop terlihat mikrograf seperti di
bawah ini.

Apakah jenis sel pada gambar tersebut?


a. Sel parabasal
b. Sel intermediet
c. Sel superficial
d. Sel endoservical
e. Sel kertotic
9. Dokter Sp.PA meminta teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan pewarnaan khusus
(histokimia) Fontana Masson pada potongan jaringan untuk mendeteksi keberdaan pigmen
melanin.Manakah dari gambar di bawah ini yang menunjukkan mikrograf hasil pewarnaan
Fontana Masson?
a.

b.

c.

d.

e.

10. Gambar berikut merupakan potongan bagian limpa dengan pewarnaan HE yang
menunjukkan banyak garis-garis halus (bagian A). Pada potongan jaringan yang diflotasi
juga terlihat garis-garis yang menembus jaringan (bagian B).
Apakah penyebab cacat pada hasil pewarnaan dan pemotongan yang tampak pada flotasi
tersebut?
a. Sudut kemiringan mikrotom yang tidak tepat
b. Pisau mikrotom yang tidak tajam
c. Suhu air untuk floating terlalu dingin
d. Pemotongan blok parafin dalam kondisi hangat
e. Jaringan blok parafin terlalu keras
11. Ganbar berikut menunjukkan beberapa rangkaian potongan jaringan dimana ukurannya
lebih pendek dari ukuran jaringan pada blok parafinnya. Bagian yang dipotong dari blok
dingin ini menunjukkan kompresi yang cukup besar(30-40%).

Apa penyebab terjadinya kesalahan tersebut?


a. Sudut kemiringan mikrotom yang tidak tepat
b. Pisau mikrotom yang tidak tajam
c. Suhu blok parafin saat dipotong tidak dingin
d. Pemotongan blok parafin dalam kondisi hangat
e. Jaringan blok parafin terlalu keras
12. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan tahapan flotasi pada jaringan yang sudah
dipotong. Potongan bagian-bagian jaringan kulit di bawah ini jelas menunjukkan retakan
dan pemisahan lapisan yang berlebihan saat diflotasi.
Apa penyebab retaknya potongan jaringan tersebut?
a. Suhu air dibak flotasi (waterbath) terlalu dingin
b. Pisau mikrotom tidak tajam
c. Potongan jaringan berada dalam waterbath lebih dari 15 detik
d. Blok parafin tidak didekalsifikasi sebelum dipotong
e. Lilin/parafin terlebih dahulu meleleh saat flotasi
13. Seorang teknisi leb. Patologi Anatomi akan melakukan proses potong bekun pada jaringan
segar dari pasien yang sedang dioperasi. Sebelumnya jaringan tersebut sudah dipotong kecil
dan tipis oleh seorang residen Sp.PA yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan proses
potong beku. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh teknisi sebelum melakukan proses
potong beku tersebut?
a. Jaringan segar terlebih dahulu dibekukan di lemari pendingin
b. Jaringan segar terlebih dahulu difiksasi engan formalin buffer 10%
c. Jaringan segar terlebih dahulu ditambahkan dengan gel cyromatrix pada cetakan
d. Jaringan segar terlebih dahulu dibuat blok menggunakan larutan parafin
e. Jaringan segar terlebih dahulu difiksasi dengan etanol 96%
14. Dokter Sp.PA sedang melakukan proses aspirasi/FNAB pada pasien yang memiliki benjolan
dipayudara. Hasil aspirasi dibuat apusan pada slide, kemudian seorang teknisi lab. Patologi
Anatomi diminta dokter tersebut untuk segera melakukan proses pewarnaan Diff quick.
Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh teknisi terhadap apusan di slide tersebut
sebelum melakukan proses pewarnaan Diff Quick?
a. Merendam apusan pada slide dalam etanol 96%
b. Mengeringkan apusan pada slide dengan diangin-anginkan
c. Merendam apusan pada slide dalam methanol
d. Mengeringkan apusan pada slide di dalam oven suhu 70°C
e. Merendam apusan pada slide dalam xylol
15. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan pewarnaan Hematoxilin Eosin (HE) pada
potongan jaringan, hasil mikrograf terlihat seperti gambar dibawah. Hasil pewarnaan HE
menunjukkan sebagian besar area sebelah kiri tidak terwarnai dengan baik dan beberapa
area yang lebih kecil sebagian terwarnai.
Apakah yang menyebabkan kualitas pewarnaan HE tersebut menjadi tidak optimal ?
a. Pembaruan reagen HE yang tidak dilakukan secara berkala
b. Penggunaan waktu yang tidak akurat dalam proses pewarnaan
c. Proses deparafinasi yang tidak optimal pada proses pewarnaan
d. Proses pencucian dengan air terlalu lama pada proses pewarnaan
e. Tahap pencelupan pada alcohol asam 1% yang terlewati
16. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi akan mengolah spesimen aspirasi/ FNAB dengan
pewarnaan Diff Quick. Sebelum pewarnaan terlebih dahulu dilakukan proses fiksasi,.
Apakah jenis fiksasi yang harus dilakukan oleh teknisi tesebut?
a. Fiksasi etanol
b. Fiksasi metanol
c. Fiksasi aseton
d. Fiksasi basah
e. Fiksasi kering
17. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan proses pewarnaan imunohistokimia (IHC)
pada potongan jaringan karsinoma payudara. Gambar A dan B menunjukkan pewarnaan ER
pada karsinoma payudara. Bagian A terlihat tidak terwarnai dengan baik jika dibandingkan
dengan bagian B.

Apakah faktor yang menyebabkan hasil pewarnaan ER pada jaringan karsinoma payudara
bagian A terlihat kurang baik ?
a. Proses fiksasi tidak sempurna
b. Proses dehidrasi tidak sempurna
c. Proses clearing terlalu lama
d. Proses infiltrasi terlalu cepat
e. Proses clearing terlalu cepat
18. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan proses pewarnaan imunohistokimia (IHC)
pada beberapa sampel potongan jaringan tumor payudara. Gambar menunjukkan pewarnaan
HER2 pada jaringan tumor tersebut dan dihasilkan beberapa tingkatan ekspresi HER2.

Manakah dari gambar tersebut yang menunjukkan ciri-ciri tingkatan HER2 dengan nilai 2+
a. Tidak ada pewarnaan sama sekali
b. Pewarnaan parsial sangat sedikit kurang dari 10% sel tumor
c. Pewarnaan membrane yang nyaris tak terlihat/ samar di lebih dari 10% sel tumor
d. Pewarnaan membrane sedang dan teramati pada lebih dari 10% sel tumor
e. Pewarnaan membrane lengkap dan kuat pada lebih dari 30% sel tumor
19. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi akan melakukan proses pewarnaan Giemsa pada
spesimen sitologi. Sebelumnya,terlebih dahulu teknisi tersebut melakukan proses fiksasi.
Manakah jenis fiksasi yang dipilih oleh teknisi tersebut ?
a. Fiksasi etanol 96%
b. Fiksasi metanol
c. Fiksasi aseton
d. Fiksasi basah
e. Fiksasi kering
20. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi akan melakukan proses pewarnaan Papanicolaou
pada apusan hasil pemeriksaan pap smear. Salah satu tahapan pewarnaan Papanicolaou yang
biasanya dilakukan adalah adanya proses hidrasi dan juga dehidrasi. Apakah fungsi tahapan
dehidrasi pada proses pewarnaan Papanicolaou?
a. Membantu penyerapan sel terhadap zat warna untuk inti sel (Hematoksilin)
b. Membantu menghasilkan sel yang jernih/ tidak keruh
c. Membantu penyerapan sel terhadap zat warna counterstain yang mewarnai sitoplasma
(OG-6 & EA-50)
d. Membantu menggantikan larutan alkohol dengan larutan xylol
e. Membantu mencegah terjadinya distorsi seluler
21. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi menerima bahan pemeriksaan berupa jaringan uterus
dengan ukuran besar.Sebelum jaringan direndam dalam formalin buffer 10% dilakukan
irisan sejajar pada seluruh jaringan uterus. Mengapa jaringan tersebut perlu dibuat irisan-
irisan sejajar?
a. Mengawetkan jaringan
b. Menilai kualitas jaringan
c. Mempercepat proses fiksasi
d. Mempermudah potong jaringan
e. Mempermudah deskripsi jaringan
22. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan proses fiksasi jaringan yang bertujuan
untuk mencegah proses autolisis, proses pembusukan, mencegah kerusakan struktur
jaringan, dan memadatkan jaringan yang akan diperiksa. Apa cairan yang paling baik untuk
proses fiksasi tersebut ?
a. Alkohol 70%
b. Alkohol 90%
c. Alkohol 96%
d. Formalin 10%
e. Formalin buffer 10%
23. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi diminta oleh dokter untuk membuat sediaan histologi
dari jaringan uterus. Jaringan tersebut sudah didalam blok paraffin dan akan diproses lebih
lanjut dengan pewarnaan rutin. Blok paraffin tersebut harus melalui tahap pemotongan agar
mendapatkan ketebalan yang sesuai dengan alat yang tersedia. Apa alat yang digunakan
pada proses tersebut ?
a. Silet
b. Pisau bedah
c. Mikrotom
d. Cutter
e. Gunting bedah
24. Sebuah sampel pemeriksaan dikirimkan untuk pewarnaan immunohistokimia di lab.
Patologi Anatomi untuk diperiksa dan hasilnya diminta secepatnya. Sebelum pemeriksaan
anda menemukan bahwa nomor identitas pasien tidak tertulis dengan jelas.Anda langsung
melakukan fiksasi supaya jaringan tidak rusak. Apakah tindakan yang selanjutnya anda
lakukan?
a. Mengembalikan sampel yang diterima
b. Melanjutkan langkah pengolahan jaringan
c. Mencari tahu nomor identitas dari petugas sampling
d. Melaporkan kepada dokter yang bertanggung jawab
e. Melimpahkan sampel yang didapat kepada ATLM lain
25. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi menerima jaringan segar yang perlu segera dilakukan
proses fiksasi agar tidak terjadi autolisis pada jaringan tersebut.Teknisi tersebut
memasukkan jaringan kedalam kontainer dan menambahkan larutan formalin buffer 10%
seperti terlihat pada gambar dibawah ini :

Dari gambar tersebut ,apakah proses fiksasi yang dilakukan teknisi sudah tepat?
a. Sudah tepat, karena teknisi segera melakukan fiksasi menggunakan larutan formalin
buffer 10%
b. Kurang tepat,karena kontainer yang digunakan terlalu kecil sehingga larutan fiksatif
yang digunakan tidak cukup untuk proses fiksasi
c. Sudah tepat, karena kontainer yang digunakan tertutup sehingga terhindar dari
kontaminasi
d. Kurang tepat, karena jaringan tidak diiris-iris terlebih dahulu
e. Sudah tepat, karena fiksasi dilakukan selama 24 jam
26. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan pemotongan dan pulasan HE pada
jaringan blok paraffin. Pada saat proses memotong terjadi sedikit kesulitan yang disebabkan
blok paraffin terlalu keras untuk dipotong. Kemudian teknisi melanjutkan proses pulasan
HE dan ditemukan granuloma jaringan mengandung basofilik kalsium hasil pulasan terlihat
rontok dan robek.

Apa tindakan yang harus dilakukan teknisi tersebut dengan hasil pulasan sperti gambar ?
a. Mengulang proses pulasan dengan menambah waktu pencelupan warna hematoksilin
b. Mengulang proses pemotongan dengan menambah ukuran ketebalan potongan blok
paraffin
c. Mengulang embedding dengan menambahkan jumlah paraffin lebih banyak lagi
d. Mengulang proses pemotongan dengan terlebih dahulu blok paraffin direndam dalam
larutan dekalsifikasi
e. Mengulang proses dehidrasi jaringan dengan merendam lebih lama pada larutan alkohol
27. Dokter Sp.PA meminta seorang teknisi lab. Patologi Anatomi melakukan pewarnaan khusus
histokimia untuk mendeteksi adanya amyloidosis pada glomerulonephritis fibrillary.

Apakah jenis pewarnaan yang perlu dilakukan oleh teknisi tersebut?


a. Fontana Masson
b. Grocott’s Mod Gomori Chromic Acid Methanamine Silver Nitrat (GMS)
c. Ziehl Neelsen
d. Silver-Trichrom
e. Congo Red
28. Sampel diterima oleh ATLM dalam bentuk slide yang sudah terfiksasi. Kemudian ATLM
melakukan proses pengecatan dan mengamati terlebih dahulu di bawah mikroskop untuk
memastikan kualitas pengecatan sel. Setelah pengecekan, terdapat beberapa sel yang
nampak agak berkerut dan lebih kecil dari ukuran sel pada umumnya. Apa jenis fiksasi yang
digunakan dan yang terjadi pada sel tersebut?
a. Air drying fixation ; protoplasma mengalama dehidrasi
b. Wet fixation; protein dalam sel mengalami koagulasi
c. Air drying fixation: terjadi evaporasi sehingga udara bergerak ke luar
d. Wet fixation; adanya reaksi cross-infection dengan udara luar
e. Air drying fixation; terdapat udara yang bergerak dari dalam ke luar sel
29. Ketika melakukan pemotongan pada blok parafin, pita yang dihasilkan mengkerut. Setelah
dicek, ternyata terdapat banyak sisa parafin yang menempel pada pisau mikrotom. Yang
harus dilakukan oleh ATLM adalah…
a. Membersihkan pisau dengan larutan netral buffer formalin
b. Mempersihkan pisau dengan larutan alkohol 95%
c. Membersihkan pisau dengan xilol
d. Membersihkan pisau dengan air
e. Membersihkan pisau dengan alkohol 70%
30.
Seorang TLM membuat sediaan jaringan dengan paraffin dan melakukan pengecatan
dengan H & E. Pada proses pengamatan nampak adanya spot berwarna putih seperti gambar
di atas. Apa yang menyebabkan terbentuknya spot putih tersebut?
a. Tidak melakukan pembeningan
b. Perendaman pada parafin wax sebentar
c. Cat H & E yang digunakan expired
d. Perendaman pada cat H & E sebentar
e. Deparafinisasi tidak sempurna
31. Seorang pasien dengan Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) melakukan pemeriksaan
imunohistokimia untuk mengetahui keganasan kanker tersebut. Analis TLM melakukan
pengecatan imunohistokimia dengan metode ABC dengan marker spesifik CD117. CD117
adalah tumor marker pada 95% kasus GIST. Apa antibodi primer dan sekunder yang
digunakan pada pengecatan imunohistokimia di atas?
a. Human monoclonal antibody CD117 – Biotynilated anti-human antibody
b. Human monoclonal antibody CD117 – HRP anti-human antibody
c. Human monoclonal antibody CD117 – Biotynilated anti-rabbit antibody
d. Rabbit monoclonal antibody CD117 – Biotynilated anti-rabbit antibody
e. Rabbit monoclonal antibody CD117 – HRP anti-rabbit antibody
32. Seorang pasien datang ke laboartorium patologi anatomi membawa hasil CT scan dengan
hasil adanya massa tumor merusak dan menembus korteks. Reseksi tumor dilakukan dan
dibuat sediaan jaringan tulang menggunakan parafin. Jaringan tulang segera dimasukkan ke
dalam larutan parafin untuk diproses lebih lanjut
1. Apa yang harus dilakukan oleh TLM pada jaringan tulang tersebut setelah fiksasi?
2. Bagaimana analis melakukan proses tersebut?
Pilihan Jawaban soal 1
a. Grossing
b. Dekalsifikasi
c. Lendrum
d. Dehidrasi
e. Clearing
Pilihan Jawaban soal 2
a. Merendam pada larutan alkohol 70 % - 96 %
b. Merendam pada larutan 1% HCl dalam 70 % alkohol
c. Merendam pada larutan asam format 8 %
d. Merendam pada larutan fenol 4 % selama 1 – 3 hari
e. Merendam pada larutan xylol
33. Seorang pasien dengan kecurigaan kanker darah melakukan pemeriksaan sitogenetik. TLM
menerima sampel aspirasi sumsum tulang pasien dan dilakukan pembuatan pengecatan
sitogenetik. Sampel aspirat ditreatment dengan trypsin dan dicat dengan giemsa. Apa jenis
pengecatan sitogenetik yang dilakukan oleh TLM tersebut?
a. Q-banding
b. G-banding
c. R-banding
d. C-banding
e. T-banding
34. Sebuah sampel jaringan di dalam larutan 10% neutral buffered formalin diterima dengan
keterangan sebagai berikut: pasien wanita dengan usia 57 tahun, hasil FNAB didapatkan
dari aspirasi nodul di payudara berukuran 5 cm dan menunjukkan adanya keganasan. ATLM
membuat sediaan imunohistokimia dengan antibodi anti-estrogen, anti-progesteron, dan anti
HER-2 agar mendapatkan spesifikasi dari kanker tersebut untuk keperluan pengobatan yang
tepat. ATLM melakukan unmasking antigen dengan cara dimasukkan ke dalam waterbath
dengan suhu 90 oC. Hasil pengecatan tidak menunjukkan ekspresi dari ketiga antigen
tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh ATLM?
a. Mengulang pengecatan dengan menggunakan antibodi berbeda
b. Mengulang proses unmasking antigen dengan waktu yang lebih lama
c. Mengulang pengecatan dengan menggunakan antibodi sama tetapi waktu lebih lama
d. Mengulang proses unmasking antigen dengan menggunakan metode pressure cooker
e. Mengulang proses unmasking antigen dengan menggunakan metode microwave
35. Sebuah sampel jaringan biopsi kanker prostat diterima oleh ATLM dari pasien pria yang
menunjukkan hasil FNAB menunjukkan adanya keganasan. Pemeriksaan imunohistokimia
dilakukan oleh ATLM dan menunjukkan ekpresi protein spesifik dengan konsentrasi
rendah. Apa yang dilakukan oleh ATLM untuk meningkatkan hasil imunohistokimia
tersebut?
a. Memperpanjang waktu inkubasi dengan antibodi sekunder yang terlabel kromogen
b. Meningkatkan konsentrasi antibodi primer yang digunakan untuk mengenali antigen
c. Melakukan antigen retrieval dengan beberapa metode berbeda agar antigen dapat
terbuka
d. Mengganti metode imunohistokimia dengan metod Avidin-Biotin Complex (ABC)
e. Mengganti larutan fiksatif 10% neutral buffered formalin dengan larutan Muller
36. Sebuah sampel jaringan biopsi karsinoma dicat dengan menggunakan antibodi anti-
AE1/AE3 sitokeratin oleh ATLM. Sebelum dinilai oleh patolog, ATLM mengecek hasil
pengecatan tersebut dan didapatkan hasil false-positive berupa over-staining. Apa yang
menyebabkan false-positive pada sediaan jaringan tersebut?
a. Terjadi over-digested pada saat menggunakan metode microwave untuk unmasking
antigen
b. Terjadi over-digested pada saat menggunakan metode pressure cooker untuk unmasking
antigen
c. Terjadi over-digested pada saat menggunakan waterbath untuk unmasking antigen
d. Terjadi over-digested pada saat menggunakan autoclave untuk unmasking antigen
e. Terjadi over-digested pada saat menggunakan enzim proteolitik untuk unmasking
antigen
37. Preparat apusan sitologi dari sampel apusan serviks dari pasien wanita berusia 35 tahun
dengan kondisi klinis keputihan dengan intensitas sering serta berwarna kekuningan datang
dalam kondisi terfiksasi dan unstained. ATLM melakukan pengecatan dengan Papaniculaou
stain dan didapatkan hasil mikroskopik seperti di bawah ini. Apa yang ATLM lakukan
selanjutnya?
a. Melakukan post analitik yaitu pencatatan dan pelaporan
b. Mengulang pengecatan kembali dengan jenis pengecatan yang berbeda
c. Mengulang pembuatan sediaan sel kembali
d. Menginformasikan kepada pengirim sampel tentang hasil mikroskopik sampel sediaan
e. Menginformasikan hasil pengecatan kepada pasien
38. Seorang ATLM membuat sediaan apusan serviks dengan menggunakan pengecatan
Papanicolau. Sebelum diserahkan kepada patolog, ATLM mengecek kualitas sediaan di
bawah mikroskop dengan hasil dibawah ini.

Bagaimana kualitas sediaan di bawah ini?


a. Hasil pap smear bagus dan tidak perlu diulang
b. Hasil pap smear diulang karena terdapat sekitar 55% sel yang tidak jelas
c. Hasil pap smear diulang karena terdapat lebih dari 75% sel yang tidak jelas akibat
inflamasi/ darah
d. Hasil pap smear bagus karena adanya sel squamous yang cukup dan tervisualisasi
dengan baik
e. Hasil pap smear kurang bagus karena terdapat banyak sel radang
39. Seorang pasien datang ke laboartorium patologi anatomi membawa hasil CT scan dengan
hasil adanya massa tumor merusak dan menembus korteks. Reseksi tumor dilakukan dan
dibuat sediaan jaringan tulang menggunakan parafin. Jaringan tulang segera dimasukkan ke
dalam larutan parafin untuk diproses lebih lanjut. Apa yang harus dilakukan oleh TLM pada
jaringan tulang tersebut setelah fiksasi?
a. Grossing
b. Deklasifikasi
c. Lendrum
d. Dehidrasi
e. Clearing
40. Seorang ATLM melakukan proses mounting/ perekatan pada sediaan jaringan menggunakan
DPX, sebelum ditutup menggunakan cover glass ternyata DPX sudah mengering terlebih
dahulu. Yang harus dilakukan oleh ATLM adalah…
a. Melakukan proses dari awal lagi yaitu mulai dari tissue processing
b. Melakukan pemotongan blok parafin kembali
c. Melakukan pengecatan kembali
d. Merendamnya pada larutan xilol
e. Membuang preparat tersebut
41. Terdapat sediaan jaringan dengan warna nukleus yang pucat, sementara ATLM yakin telah
melakukan proses pengecatan dengan merendam pada Harris hematoxylin sesuai dengan
waktu yang ditentukan. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?
a. Pencucian dengan air kran mengalir
b. Proses diferensiasi menggunakan alkohol asam terlalu lama
c. Tidak cukup waktu pada tahapan rehidrasi
d. Proses perendaman pada pewarna kurang lama
e. Proses dehidrasi terlalu singkat
42. Seorang analis akan melaksanakan pewarnaan rutin. Dia ingin mengetahui inti sel,
sitoplasma, organel, dan komponen ekstraseluler. Pewarnaan yang tepat digunakan untuk
tujuan tersebut adalah…
a. Hemotoxylin dan Eosin
b. Hematoxylin
c. Eosin
d. Giemsa
e. Alcian Blue
43. Seorang ATLM yang bekerja di laboratorium Patologi Anatomi menerima sampel dari
pasien kanker payudara yang telah dioperasi untuk dilakukan uji histopatologi sesuai
dengan intruksi dokter. ATLM tersebut bermaksud untuk menjaga struktur dan kompone
kimiawi jaringan karena proses pembuatan preparat histology masih dilakukan pada 1
minggu mendatang. Langkah awal apa yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?
a. fiksasi
b. clearing
c. dehidrasi
d. embedding
e. staining
44. Seorang ATLM menerima sampel tulang untuk dilakukan pemeriksaan uji histopatologi.
ATLM tersebut membutuhkan suatu larutan tertentu untuk melakukan tahap dekalsifikasi
terlebih dahulu sebelum dilakukan pemrosesan histoteknik. Apa larutan yang digunakan
pada proses fiksasi sampel tersebut?
a. xylol
b. fenol 4%
c. alkohol 70%
d. formalin 10%
e. asam format 10%
45. Seorang ATLM akan melakukan pembuataan sediaan histopatologi pada jaringan
payudara. Pada salah satu tahapnya, ATLM tersebut melakukan proses perendaman sampel
jaringan payudara dengan menggunakan alkohol dari konsentrasi rendah ke tinggi dengan
waktu tertentu. Apa proses yang dilakukan oleh ATLM tersebut?
a. Fiksasi
b. Dehidrasi
c. Clearing
d. Blocking
e. Staining
46. Seorang ATLM melakukan pembuatan sediaan histologi jaringan hati. Pada salah satu
tahapan histoteknik tersebut terdapat proses untuk mempermudah parafin dapat menyusup
sempurna ke   dalam jaringan. Apa proses yang dilakukan oleh ATLM tersebut?
a. Fiksasi
b. Infiltrasi
c. Dehidrasi
d. Labelling
e. Pembeningan
47. Seorang petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan tahapan blocking pada proses
pembuatan sediaan histopatologi, maka pada tahapan selanjutnya yaitu pemotongan
spesimen jaringan menjadi pita-pita jaringan. Apa alat yang digunakan untuk proses
pemotongan spesimen tersebut?
a. kaset
b. hot plate
c. waterbath
d. mikrotom
e. base mold
48. Seorang petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan tahapan teknik pewarnaan
sederhana pada preparat histopatologi untuk mewarnai inti sel hati. Pewarna apa yang
digunakan oleh petugas Laboratorium tersebut?
a. eosin
b. safranin
c. metilen blue
d. hematoksilin
e. Mason Trichome
49. Sebelum dilakukan proses pewarnaan seorang ATLM melakukan proses deparafinisasi
dengan menggunakan larutan tertentu dengan waktu tertentu untuk menghilangkan paraffin
pada preparat. Apa larutan yang digunakan oleh ATLM tersebut?
a. xilol
b. etanol
c. alkohol
d. aquades
e. buffer formalin
50. Seorang ATLM sedang melakukan proses perendaman preparat dengan menggunakan
alkohol dari konsentrasi tinggi ke rendah dengan waktu tertentu sebelum dilakukan
pewarnaan jaringan. Proses apakah yang dilakukan oleh ATLM tersebut?
a. staining
b. labelling
c. mounting
d. rehidrasi
e. deparafinisasi
51. Pada tahap akhir histoteknik seorang ATLM melakukan tahap mounting. Mounting
dilakukan untuk melindungi dan mengawetkan preparat dengan menggunakan bahan
tertentu. Bahan apakah yang digunakan pada tahapan tersebut?
a. Xylol
b. Entelan
c. Alkohol 95%
d. Alkohol 70 %
e. Larutan HCl 1%
52. Seorang petugas Laboratorium Patologi Anatomi melakukan tahapan teknik pewarnaan
sederhana pada sediaan histopatologi untuk mewarnai sitoplasma sel hati. Pewarna apa
yang digunakan oleh petugas Laboratorium tersebut?
a. eosin
b. safranin
c. metilen blue
d. hematoksilin
e. Mason Trichome
53. Sampel diterima oleh ATLM dalam bentuk slide yang sudah terfiksasi. Kemudian ATLM
melakukan proses pengecatan dan mengamati terlebih dahulu di bawah mikroskop untuk
memastikan kualitas pengecatan sel. Setelah pengecekan, terdapat beberapa sel yang
nampak agak berkerut dan lebih kecil dari ukuran sel pada umumnya. Apa jenis fiksasi
yang digunakan dan yang terjadi pada sel tersebut?
a. Air drying fixation ; protoplasma mengalama dehidrasi
b. Wet fixation; protein dalam sel mengalami koagulasi
c. Air drying fixation: terjadi evaporasi sehingga udara bergerak ke luar
d. Wet fixation; adanya reaksi cross-infection dengan udara luar
e. Air drying fixation; terdapat udara yang bergerak dari dalam ke luar sel
54. Seorang ATLM menerima sampel biopsi intestine. Sampel tersebut akan dilakukan
pengecatan untuk membedakan acid mucin dan neutral mucin pada sediaan intestine.
Hasil akhir yang diinginkan adalah acid mucin akan berwarna biru sementara neutral
mucin akan berwarna pink/magenta. Pewarnaan yang digunakan adalah…
a. kombinasi Perls’ Prussian Blue Iron dan Eosin
b. kombinasi Alcian blue dan Hematoxylin
c. kombinasi Alcian blue dan PAS
d. kombinasi PAS dan eosin
e. kombinasi PAS dan Hematoxylin
55. Seorang ATLM melakukan proses mounting/ perekatan pada sediaan jaringan
menggunakan DPX, sebelum ditutup menggunakan cover glass ternyata DPX sudah
mengering terlebih dahulu. Yang harus dilakukan oleh ATLM adalah…
a. Melakukan proses dari awal lagi yaitu mulai dari tissue processing
b. Melakukan pemotongan blok parafin kembali
c. Melakukan pengecatan kembali
d. Merendamnya pada larutan xilol
e. Membuang preparat tersebut
56. Sifat asam basa dari larutan yang kemudian akan berikatan dengan komponen jaringan
yang mempunyai kecenderungan terhadap sifat asam ataupun basa tersebut sehingga
terjadilah ikatan antara molekul zat warna dengan komponen jaringan. Sebutkan prinsip
pewarnaan apa yang dijelaskan diatas?
a. Diff quik
b. Papanicoloau
c. Alcian Blue (AB)
d. Haematoxylin eosin
e. Periodic Acid Schiff (PAS)
57. Seorang TLM Melakukan pengecekan terhadap preparat yang akan dibaca oleh spesialis
patologi, pada pembacaan TLM tersebut didapatkan Nukleus berwarna biru, Sitoplasma
berwarna pink, serat otot berwarna pink lebih gelap, sel darah merah berwarna orange/
merah. Dimanakah Preparat akan dibacakan, dan pewarna apa yang digunakan ?
a. Ruang Sitologi, Pewarnaan Giemsa
b. Ruang Sitologi, Pewarnaan Papanicoloau
c. Ruang Histologi, Pewarnaan Hematoxylin Eosin
d. Ruang Histologi, Pewarnaan Periodic acid Schiff(PAS)
e. Ruang Histologi, Pewarnaan Malory (anilin blue dan orange G)
58. Diperlukan Kontrol kualitas pewarnaan untuk meyakinkan bahwa diagnose atau
pembacaan yang dilakukan benar dan kelayakan zat warna yang digunakan. Misalnya
Pada pembacaan Nukleus zat warna dapat mewarnai nukleus menjadi biru dan dapat
menunjukkan membran nukleus, Nukleoli, Kromatin dan nucleus yang vacuolar atau
hiperkromatik. Apa yang harus dilakukan seorang TLM Supaya bisa mengontrol kualitas
pewarnaan?
a. Seorang TLM harus bisa meminimalisir kerusakan pada jaringan dan memperbaiki
jika terjadi kerusakan.
b. Seorang TLM harus memiliki no telpon pimpinan sehingga bisa cepat melaporkan
kejadian.
c. Seorang TLM harus mempunyai teman yang banyak supaya banyak yang membantu
untuk mengatasi masalah yang terjadi.
d. Seorang TLM harus bisa menghafal semua prinsip pewarnaan yang digunakan di
laboratorium tersebut.
e. Seorang TLM harus mengetahui secara jelas jam kerja sehingga bisa bertindak sesuai
waktu yang ditentukan.
59. Seorang TLM setelah melakukan proses mounting, kemudian melakukan proses staining
dan proses pertama adalah Deparafinisasi. Sebutkan reagen yang digunakan pada proses
diatas !
a. Xylol
b. Parafin
c. Alkohol 70 %
d. Alkohol 80 %
e. Alkohol Absolut
60. Untuk mengurangi warna biru pada inti dan menghilangkan warna biru pada sitoplasma
menggunakan Zat: HCl 0,6% dan Bisa menggunakan air mengalir. Apa nama proses
diatas?
a. Pewarnaan I (Hemtoxylin)
b. BlueingDeparafinisasi
c. Deparafinisasi
d. Differensiasi
e. Rehidrasi
61. Spesimen berupa jaringan diterima petugas laboratorium PA. Jaringan tersebut melalui
proses dehidrasi, clearing dan infiltrasi. Proses staining specimen tersebut dilakukan
dengan pengecatan Hematoxyllin-Eosin. Berapa kali proses deparafinisasi dengan xylol
pada pewarnaan ini ?
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
e. Lima
62. Sebuah sampel hasil dari pemrosesan jaringan histologis yang berasal dari struktur
jaringan yang telah diiris. Kemudian dilakukan pewarnaan yang bertujuan untuk
menganalisis preparat yang diwarnai. Pewarnaan rutin yang sering dikerjakan adalah
haematoxylin-eosin (HE). Tahap awal dari pewarnaan preparat adalah Deparafiniasi.
Berapa menitkah perendaman proses tersebut ?
a. 3x2 menit
b. 3x3 menit
c. 3x4 menit
d. 3x5 menit
e. 3x6 menit
63. Tujuan dari teknik pewarnaan adalah untuk memberikan warna yang kontras pada
komponen selular sehingga dapat dibedakan antar satu sel dengan sel lainnya. Setiap
jenis sel memiliki afinitas yang berbeda terhadap warna, sehingga jenis pewarnaan harus
berbeda untuk tiap jenis sel. Sebutkan faktor yang mempengaruhi pewarnaan?
a. Rendaman
b. Adsorbsi
c. Reaksi asam basa
d. Tingkat kelarutan zat pewarna
e. Reaksi asam basa,Adsorbsi dan tingkat kelarutan pewarna
64. Pewarnaaan didalam praktikum sitohistoteknologi dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Non vital staining = Pewarnaan yang dilakukan setelah jaringan atau material
dimatikan melalui fiksasi
2. Vital staining = Proses pewarnaan dilakukan pada sel atau jaringan didalam
keadaan segar dan warna yang diberikan tidak boleh bersifat toksik.
3. Supra vital staining = Proses pewarnaan dilakukan terhadap jaringan pda saat
kondisi jaringan dalam keadaan transisi.Pewarnaan ini umumnya dilakukan untuk
tujuan percobaan dalam suatu penelitian.
Apa prinsip dari pewarnaan supaya jelas waktu pengamatan ?
a. Memberikan warna yang kontras
b. Memberikan warna yang senada
c. Memberikan warna yang gelap
d. Memberikan warna Merah
e. Memberikan warna Biru
65. Proses Pewarnaan histoteknik yang mempunyai tujuan untuk mengawetkan jaringan yang
telah diwarnai. Apa proses yg dimaksud ?
a. Blueing
b. Fiksasi
c. Dehidrasi
d. Mounting
e. Rehidrasi
66. Seorang petugas Laboratorium Patologi Anatomi ingin mengamati hasil sediaan
histopatologi yang telah dibuat berdasarkan kekontrasan, intensitas konsentrasi dalam sel
dan batas tegas dari bagian-bagian sel. Maka, petugas tersebut melakukan pengamatan
hasil pewarnaan sediaan histopatologi tersebut. Apa alat yang digunakan oleh petugas
tersebut?
a. casette
b. hot plate
c. waterbath
d. mikrotom
e. mikroskop
67. Seorang petugas Laboratorium Patologi Anatomi diminta untuk membuat sediaan
histopatologi jaringan dengan tujuan hasil pengamatan serat kolagen. Jaringan sampel
yang digunakan difiksasi dalam larutan bouin. Apa pewarna yang tepat untuk pembuatan
sediaan histopatologi tersebut?
a. eosin
b. giemsa
c. trichome
d. papanicolou
e. hematoksilin
68. Seorang ATLM yang sedang magang di laboratorium patologi anatomi mendapatkan
tugas untuk membuat sediaan sitologi. Sampel yang akan diolah ternyata telah difiksasi
basah dengan menggunakan alkohol 95-96%. Apa pewarna yang tepat untuk pembuatan
sediaan sitologi tersebut?
a. eosin
b. giemsa
c. trichome
d. papanicolou
e. hematoksilin
69. Seorang dokter spesialis di daerah Banyuwangi melakukan biopsy sampel efusi pleura
pasien X karena diduga mengidap tuberculosis. Sesaat setelah pengambilan sampel
tersebut, dokter dibantu dengan ATLM setempat untuk segera melakukan fiksasi dan
sampel dikirim ke laboratorium patologi anatomi di Surabaya untuk dibuat sediaan
sitologi. Apa jenis fiksasi yang tepat untuk sampel sitologi tersebut?
a. cair
b. basah
c. kering
d. coating
e. carnoy
70. Seorang ATLM melakukan pembuatan sediaan histopatologi jaringan uterus. Pada tahap
awal dilakukan fiksasi, selanjutnya dilakukan proses dehidrasi dengan menggunakan
alkohol dan pembeningan dengan menggunakan xilol. Pada tahapan selanjutnya
dilakukan penanaman jaringan. Apa yang digunakan pada tahapan tersebut?
a. eosin
b. paraffin
c. formalin
d. trichome
e. hematoksilin
71. Dana adalah seorang ATLM yang sedang membuat sediaan histopatologi dari biopsy
otot. Agar hasil pemotongan baik, maka Dana perlu memperhatikan teknik penanaman
jaringan (blocking) otot yang tepat. Bagaimana posisi yang benar untuk pemotongan
specimen jaringan tersebut?
a. potongan bidang pada sudut kanan ke permukaan
b. potongan harus berisi bidang melintang dan longitudinal
c. potongan menunjukkan penampang dinding dan lumen harus terlihat
d. potongan menunjukkan eksisi, penampang epidermis, dermis dan lapisan subkutan
harus terlihat
e. potongan jaringan diposisikan berdampingan dengan permukaan epitel menghadap
ke arah yang sama
72. Seorang ATLM yang sedang membuat sediaan histopatologi dari jaringan kulit. Agar
hasil pemotongan baik, maka ATLM tersebut perlu memperhatikan teknik penanaman
jaringan (blocking) yang tepat. Pada tahap tersebut, specimen diambil dari kaset dan
ditempatkan pada suatu wadah sebagai cetakannya dan kemudian dituangkan paraffin
cair. Apa alat yang digunakan sebagai wadah cetakan tersebut?
a. kaset
b. waterbath
c. mikrotom
d. base mold
e. object glass
73. Seorang ATLM yang sedang membuat sediaan histopatologi dari jaringan kulit. Agar
hasil pemotongan baik, maka ATLM tersebut perlu memperhatikan teknik penanaman
jaringan (blocking) yang tepat. Pada tahap tersebut, specimen diambil dari kaset dan
ditempatkan pada suatu wadah sebagai cetakannya dan kemudian dituangkan paraffin
cair pada suhu panas. Berapa suhu paraffin cair yang dibutuhkan pada tahapan tersebut?
a. 50oC
b. 55oC
c. 60oC
d. 65oC
e. 70oC
74. Pada awal proses pemotongan blok jaringan seorang ATLM melakukan pemotongan
kasar dengan ketebalan 15-30 µm. Hal ini dilakukan oleh ATLM tersebut agar tidak
terbentuk artefak pada pita jaringan. Langkah pemotongan apa yang dilakukan ATLM
tersebut?
a. Potong tipis
b. Potong tebal
c. Potong halus
d. Potong kasar
e. Potong pararel
75. Pada saat penempelan pita specimen menempel pada kaca objek, tahapan selanjutnya
adalah pengeringan dengan menggunakan hotplate atau oven untuk menghilangkan sisa-
sia air yang dibawah pita jaringan. Suhu yang digunakan diatur tidak terlalu panas dan
stabil, cukup pada titik leleh paraffin. Berapa suhu yang digunakan untuk tahap
pengeringan tersebut?
a. 37oC selama 1 jam
b. 40oC selama 1 jam
c. 37oC selama 1 hari
d. 40oC selama 1 hari
e. 56oC selama 1 jam

76.

Seorang TLM membuat sediaan jaringan dengan paraffin dan melakukan pengecatan
dengan H & E. Pada proses pengamatan nampak adanya spot berwarna putih seperti
gambar di atas. Apa yang menyebabkan terbentuknya spot putih tersebut?
a. Tidak melakukan pembeningan
b. Perendaman pada parafin wax sebentar
c. Cat H & E yang digunakan expired
d. Perendaman pada cat H & E sebentar
e. Deparafinisasi tidak sempurna
77. Seorang pasien dengan gastrointestinal stromal tumor (GIST) melakukan pemeriksaan
imunohistokimia untuk mengetahui keganasan kanker tersebut. Analis TLM melakukan
pengecatan imunohistokimia dengan metode ABC dengan marker spesifik CD117.
CD117 adalah tumor marker pada 95% kasus GIST. Apa antibodi primer dan sekunder
yang digunakan pada pengecatan imunohistokimia di atas?
a. Human monoclonal antibody CD117 – Biotynilated anti-human antibody
b. Human monoclonal antibody CD117 – HRP anti-human antibody
c. Human monoclonal antibody CD117 – Biotynilated anti-rabbit antibody
d. Rabbit monoclonal antibody CD117 – Biotynilated anti-rabbit antibody
e. Rabbit monoclonal antibody CD117 – HRP anti-rabbit antibody
78. Seorang pasien datang ke laboartorium patologi anatomi membawa hasil CT scan
dengan hasil adanya massa tumor merusak dan menembus korteks. Reseksi tumor
dilakukan dan dibuat sediaan jaringan tulang menggunakan parafin. Jaringan tulang
segera dimasukkan ke dalam larutan parafin untuk diproses lebih lanjut.
Pertanyaan soal:
1. Apa yang harus dilakukan oleh TLM pada jaringan tulang tersebut setelah
fiksasi?
2. Bagaimana analis melakukan proses tersebut?
Pilihan Jawaban soal nomer 1
a. Grossing
b. Dekalsifikasi
c. Lendrum
d. Dehidrasi
e. Clearing

Pilihan Jawaban soal nomer 2


a. Merendam pada larutan alkohol 70 % - 96 %
b. Merendam pada larutan 1% HCl dalam 70 % alkohol
c. Merendam pada larutan asam format 8 %
d. Merendam pada larutan fenol 4 % selama 1 – 3 hari
e. Merendam pada larutan xylol
79. Seorang pasien dengan kecurigaan kanker darah melakukan pemeriksaan sitogenetik.
TLM menerima sampel aspirasi sumsum tulang pasien dan dilakukan pembuatan
pengecatan sitogenetik. Sampel aspirat ditreatment dengan trypsin dan dicat dengan
giemsa. Apa jenis pengecatan sitogenetik yang dilakukan oleh TLM tersebut?
a. Q-banding
b. G-banding
c. R-banding
d. C-banding
e. T-banding
80. Sediaan sitologik datang kelaboratorium patologi anatomi, diberikan fiksasi formalin
namun setelah dibuat preparat terlihat sedian menjadi rusak. Apakah kemungkinan
penyebabnya?
a. Fiksasi yang tidak tepat
b. Pewarnaan yang tidak tepat
c. Tahap pra analitik yang tidak tepat
d. Mikroskop yang tidak baik
e. Pengambilan spesimen yang tidak tepat
81. Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan terhadap jaringan yang diduga
mengalami kelainan. Setelah melakukan sejumlah tahapan teknik pembuatan preparat
histologi, didapatkan preparat berisi sel-sel yang terwarnai namun tampak sitoplasma
sel rusak. Langkah apakah yang kemungkinan menyebabkan hal tersebut?
a. Fiksasi
b. Infiltrasi
c. Clearing
d. Dehidrasi
e. Embedding
82. Pada pewarnaan HE, sebelum dilakukan pewarnaan dalam eosin perlu dikontrol
hasilnya. Jika sediaan terlihat hiperkromatik maka perlu dilakukan usaha agar warna
hematoksilin tidak tebal. Apakah tindakan awal yang dapat dilakukan?
1. Diterima jaringan mamae yang telah dimasukkan dalam larutan fiksatif, kemudian
dilakukan insisi / irisan sejajar seperti pada gambar.
a. Dialiri terus dengan air
b. Mengganti hematoksilin
c. Merendam dalam larutan HCl
d. Mengulang dengan sampel yang baru
e. Waktu diperpanjang pada perlakuan hematoksilin

a. Memudahkan rekonstruksi jaringan


b. Memotong jaringan supaya diperoleh jaringan yang representatif
c. Memudahkan larutan formalin masuk dalam jaringan
d. Memudahkan jaringan dimasukkan dalam wadah
e. Memotong jaringan untuk dimasukkan dalam kaset

Apa tujuannya?
83. Diterima jaringan biopsi usus dari kamar operasi yang telah direndam dalam larutan
fiksatif seperti gambar di bawah

Apa yang harus dilakukan ?


a. Membiarkan jaringan di dalam kontainer supaya terawetkan dengan baik
b. Mengganti larutan fiksatif
c. Memotong jaringan dan meletakkan dalam kaset jaringan
d. Memindahkan jaringan ke dalam kontainer yang lebih besar dan menambahkan
larutan fiksatif
e. Memotong jaringan supaya larutan fiksatif dapat terserap sempurna ke dalam
jaringan
84. Seorang pasien mengeluh kesakitan pada bagian leher. Hal ini disebabkan pada
lehernya terdapat benjolan dengan diameter 5 cm. Dokter memberikan rekomendasi
rujukan pemeriksaan sitologi yaitu Aspirasi Jarum Halus (AJH) pada Laboratorium
Patologi Anatomi. Setelah mendapatkan sampel dari proses AJH, diperlukan pewarnaan
pada sediaan apus untuk pemeriksaan sitologi agar bisa memberikan gambaran
menyeluruh kondisi morfologi sel yang diperiksa. Apakah pewarnaan yang dapat
digunakan?
a. Periodic Acid Schiff
b. Papanicolaou
c. Alcian Blue
d. Lektin
e. HE
85. Pewarnaan sediaan sitopatologi dengan Papaniculaou menggunakan 3 macam cat yang
masing-masing memiliki fungsi spesifik. Salah satu jenis cat bersifat asam sehingga
mampu memberi warna pada sitoplasma. Larutan apa yang digunakan?
a. EA 50
b. Giemsa
c. Harris Hematoxylin
d. Methylen blue
e. Basic fuchsin
86. Pewarnaan sediaan sitopatologi dengan Papaniculaou menggunakan 3 macam cat yang
masing-masing memiliki fungsi spesifik. Salah satu jenis cat bersifat basa sehingga
mampu memberi warna biru pada inti sel. Cat apa yang dimaksud?
a. Eosin
b. Giemsa
c. Harrist Hematoxylin
d. Orange G
e. Cat EA 50
87. Seorang pasien ingin melakukan pemeriksaan papsmear. Saat dilakukan prosedur
papsmear , pasien tidak tahu apabila prosedur yang dilakukan sedikit invasif dan karena
terdapat peradangan pada vagina petugas tidak jadi melakukan prosedur tersebut.
Akhirnya pemeriksaan akan diulang lain waktu. Prosedur penting apa yang
terlewatkan?
a. Penginformasian pra analisis
b. Penginformasian prosedur
c. Pertanggungjawaban lab
d. Kesediaan Pasien
e. Analisa data
88. Pewarnaan H&E didasarkan pada prinsip sederhana, yaitu sifat asam basa dari larutan
yang kemudian akan berikatan dengan komponen jaringan yang mempunyai
kecenderungan terhadap sifat asam ataupun basa tersebut sehingga terjadilah ikatan
antara molekul zat warna dengan komponen jaringan. Senyawa Hematoxylin yang
dipakai adalah bentuk oksidasinya yaitu Hematin. Hematin akan mengikat komponen
sel yang bermuatan negatif. Komponen apakah yang dimaksud?
a. Sitoplasma
b. Jaringan ikat
c. Jaringan kolagen
d. Kromatin sel
e. Eritrosit
89. Rangkaian pewarnaan HE setelah di warnai dengan hematoksilin preparat dilanjutkan
dengan proses dehidrasi. Proses ini bertujuan untuk mengurangi molekul air yang ada
sebelum di warnai dengan eosin. Mengapa perlu dilakukan hal tersebut?
a. Sifat eosin adalah larut dalam alkohol
b. Sifat eosin adalah larut dalam air
c. Agar jaringan pH nya menjadi basa
d. Agar jaringan pH nya menjadi asam
e. Agar jaringan tampak bersih.
90. Seorang ATLM menerima sampel hepar untuk dilakukan pembuatan preparat
histopatologi. Pada tahap akhir pembuatan preparat adalah pengecatan untuk melihat
adanya serabut retikuler san sel – sel kupfer dengan jelas. Pewarnaan apakah yang
digunakan?
a. HE
b. PAS
c. AgNO3
d. Gomori
e. Malory
91. Proses bluing pada pewarnaan HE. Hasil pewarnaan akan memberikan hasil yang
maksimal jika menggunakan agen bluing pada pH yang optimal. Berapakah pH optimal
yang dimaksud?
a. 4,2 – 6.5
b. 6,5 – 7,5
c. 7,5 – 9,0
d. 9,0 – 10,4
e. 10,4 – 13,5
92. Seorang ATLM mendapatkan sampel potongan jaringan dari ruang operasi, kemudian
diawetkan dengan formalin 10 % dan dilakukan tahapan selanjutnya sampai tahap
pewarnaan. Hasil pewarnaan terhadap sediaan jaringan yang telah dibuat oleh seorang
ATLM menunjukkan hipokromatik pada pewarnaan. Bagaimana cara mengatasi
masalah tersebut?
a. Menambah waktu pewarnaan menjadi dua kali lipat
b. Menggunakan konsentrasi HCl yang lebih tinggi
c. Menambah waktu pembilasan dengan alkohol
d. Menambah waktu pembilasan dengan akuades
e. Menggunakan 3 alkohol konsentrasi 95 % dan mencelupkan masing-masing 10
kali
93. Hasil pengamatan di bawah mikroskop pada preparat histopatologi yang telah diwarnai
Hematoksilin Eosin tampak sejumlah besar daerah yang tidak terwarnai dan beberapa
daerah yang terwarnai namun kurang intens. Mengapa hal tersebut terjadi ?
a. Konsentrasi hemaktosilin dan eosin kurang
b. Waktu perendaman dalam cat yang singkat
c. Irisan jaringan terlalu tebal
d. Tidak sempurnanya proses penghilangan parafin
e. Jaringan rusak sebelum diwarnai
94. Pengamatan mikroskopis pada sediaan jaringan limpa yang diwarnai dengan
hematoksilin eosin menunjukkan warna eosin yang tidak merata akibat masih ada
residu alkali pada sediaan. Untuk menghindari hal ini, apa yang harus dilakukan?
a. Merendam dalam larutan xylol
b. Melakukan proses blueing dan pencucian dalam air mengalir dengan baik
c. Melakukan dekolorisasi dengan alkohol 70% selama 5-10 detik
d. Melakukan dehidrasi dengan alkohol bertingkat
e. Melakukan clearing dalam xylol selama 3-5 menit
95. Preparat jaringan mamae dimasukkan dalam xylol selama 3 menit, lalu direndam dalam
alkohol bertingkat konsentrasi 100%, 95%, 90%, 80% dan 70% masing-masing 2
menit. Preparat kemudian dimasukkan dalam cat hematoxylin selama 15 menit, dibilas
air mengalir dan dicelup dalam asam alkohol selanjutnya dicelupkan sekali dalam
larutan lithium carbonat kemudian diwarnai dengan eosin. Hasil mikroskopis preparat
menunjukkan warna ungu muda pada inti sel. Apa penyebabnya?
a. Diferensiasi kurang sempurna
b. Waktu dekolorisasi kurang lama
c. Waktu blueing yang terllau singkat
d. Pencelupan pada cat hematoxilin tidak sesuai prosedur
e. Preparat tidak dibilas pada air mengalir
96. Teknik Imunohistokimia untuk menentukan keberadaan protein dalam jaringan.
Mempunyai prinsip ikatan protein (antigen) dengan antobodi khususnya. Apakah
molekul utama yang berperan sebagai antigen dalam jaringan?
a. Protein
b. Karbohidrat
c. Lemak
d. Kolesterol
e. Asam nukleat
97. Seorang ATLM sedang melakukan pengecatan imunohistokimia jaringan kanker pasien
sesuai blanko permintaan dokter. Tahap yang sedang dilakukan ATLM tersebut adalah
menuangkan cairan H2O2 3% pada preparat jaringan kanker tersebut. Apakah tujuan
dari penambahan cairan tersebut?
a. Mewarnai label pada ikatan antigen dan antibodi
b. Memperbaiki kerusakan epitop akibat fiksasi
c. Menghilangkan endogenous peroksidase
d. Memberikan counter stain pada preparat
e. Mengikatkan antibodi pada target
98. Dalam pengecatan imunohistokimia diperlukan berbagai jenis reagen, salah satunya
adalah Diaminobenzidine (DAB). Apakah tujuan penggunaan reagen tersebut?
a. Mewarnai label pada ikatan antigen dan antibodi
b. Memperbaiki kerusakan epitop akibat fiksasi
c. Menghilangkan endogenous peroksidase
d. Memberikan counter stain pada preparat
e. Mengikatkan antibodi pada target
99. Seorang ATLM sedang melakukan pengecatan imunohistokimia sesuai blanko
permintaan dokter PA terhadap preparat jaringan kanker. Salah satu tahap yang sedang
ATLM tersebut lakukan adalah tahap pemberian antigen retrieval. Apakah tujuan pada
tahap tersebut?
a. Mewarnai label pada ikatan antigen dan antibodi
b. Memperbaiki kerusakan epitop akibat fiksasi
c. Menghilangkan endogenous peroksidase
d. Memberikan counter stain pada preparat
e. Mengikatkan antibodi pada target
100. Seorang ATLM memberikan pewarna hematoksilin pada tahap akhir pengecatan
imunohistokimia preparat jaringan kanker. Apakah tujuan ATLM tersebut?
a. Mewarnai label pada ikatan antigen dan antibodi
b. Memperbaiki kerusakan epitop akibat fiksasi
c. Menghilangkan endogenous peroksidase
d. Memberikan counter stain pada preparat
e. Mengikatkan antibody pada target
101. Seorang ATLM mendapatkan sampel jaringan dan akan dilakukan pemeriksaan analisa
kromosom. Pada jaringan yang telah dipilih diberi perlakuan dengan menambahkan
sebuah larutan yang menyebabkan sel-sel berhenti membelah pada tahap tersebut, tetapi
tidak mengakibatkan kerusakan, pembengkakan atau penyusutan kromosom, dan tanpa
mengubah unsur pokok dalam struktur sel. Apakah tahap yang dimaksud?
a. Seleksi dan koleksi sel atau jaringan
b. Perlakuan awal dengan kolkisin
c. Perlakuan fiksasi
d. Perlakuan dengan larutan hipotonik
e. Perlakuan pewarnaan
102. Salah satu metode dalam proses pengecatan sitogenetika adalah penggunaan pewarna
giemsa. Teknik pewarnaan apakah yang dimaksud?
a. C-Banding
b. G-Banding
c. Q-Banding
d. R-Banding
e. T-Banding
103. Seorang ATLM diminta untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga
memiliki kelainan pada kromosom pada bagian telometrik (akhir) dari kromosom.
Teknik pewarnaan apakah yang paling tepat dilakukan oleh ATLM tersebut?
a. C-Banding
b. G-Banding
c. Q-Banding
d. R-Banding
e. T-Banding
104. Kehadiran Philadephia chromosome ditemukan pada hampir semua penderita leukimia
akibat pertukaran segmen kromosom nomor 9 dan 22. Untuk melihat adanya
Philadelpia kromosom, dilakukan analisa kromosom dengan teknik FISH. Apa bahan
pemeriksaan yang digunakan ?
a. Urine
b. Air liur
c. Kerokan kulit
d. Sumsum tulang
e. Jaringan biopsy
105. Analisa aberasi kromosom sebagai penyebab beberapa kanker didahului dengan
mengambil spesimen, biasanya darah dan diambil sel leukositnya. Leukosit selanjutnya
dikultur pada media selama 72-96 jam kemudian diteteskan larutan kolkhisin atau
colcemid.Apa tujuan penetesan larutan tersebut?
a. Membunuh leukosit sehingga tidak dapat membelah lagi
b. Menyuburkan media sehingga sel membelah dengan cepat
c. Mewarnai kromosom
d. Menghentikan proses pembelahan sel
e. Merangsang sel memasuki metafase sehingga kromosom terlihat jelas
106. Suatu laboratorium patologi anatomi menerima lima jaringan dalam satu waktu
kemudian langsung difiksasi dengan bahan fiksatif yang sama. Tiga jaringan berhasil
difiksasi dengan baik dan dua jaringan tidak dapat digunakan. Faktor apa yang
mempengaruhi hal tersebut?
a. Bahan fiksatif dan ukuran jaringan
b. Bahan fiksatif dan jenis jaringan
c. Lama waktu dan ukuran jaringan
d. Lama waktu dan bahan fiksatif
e. Lama waktu dan jenis jaringan.
107. Proses pembuatan sediaan dengan metode parafin memerlukan beberapa tahapan.
Setelah dilakukan pengirisan dengan mikrotom dan masuk waterbat. Tahap selanjutnya
yang dikerjakan adalah penempelan pada objek gelas. Tujuan perendaman dalam
waterbath adalah ?
a. Jaringan mudah menempel
b. Jaringan mengembang
c. Lapisan paraffin larut
d. Mudah menyerap zat warna
e. Awet untuk disimpan
108. Anda menerima sampel yang dikirim dari ruang operasi berupa jaringan tulang dengan
dugaan osteosarkoma. Sebelum dilakukan tissue processing, maka jaringan yang telah
difiksasi dilakukan proses dekalsifikasi terlebih dahulu. Apa tujuannya ?
a. Membuang kulit dan jaringan lunak di sekitar tulang
b. Membuat ukuran tulang menjadi lebih kecil sehingga mudah dipotong
c. Membuka tulang sehingga larutan pada proses dehidrasi dapat terserap dengan
baik
d. Membuang cairan fiksatif, yaitu bufer netral formalin 10%
e. Menghilangkan garam kalsium
109. Spesimen dating ke laboratorium patologi anatomi, kemudian dilakukan prosessing
jaringan, proses pemotongan dilakukan dengan menggunakan alat mikrotom, namun
jaringan didalamnya pada saat dipotong menjadi mudah patah. Hal tersebut terjadi
karena?
a. Proses fiksasi tidak sempurna
b. Proses infiltrasi tidak sempurna
c. Pencucian kurang lama
d. Pemotongan tidak sempurna
e. Rehidrasi terlalu lama
110. Laboratorium Patologi Anatomi merupakan laboratorium yang memberikan pelayanan
pembuatan preparat histopatologi. Sebelum dilakukan pembuatan preparat, terlebih
dahulu dilakukan pemotongan jaringan yang tipis sehingga dapat dibaca dibawah
mikroskop. Proses pemotongan jaringan yang baik akan menghasilkan sediaan jaringan
tipis yang berkualitas baik dan tidak terjadi artifak didalamnya. Bagaimana tahapan
utama pemrosesan jaringan hingga menghasilkan preparat histopatologi yang urut dan
benar?
a. Fiksasi, Dehidrasi, Clearing, Infiltrasi, Embedding, Sectioning dan Staining
b. Fiksasi, Dehidrasi, Clearing, Embedding, Infiltrasi, Sectioning dan Staining
c. Fiksasi, Clearing, Embedding, Dehidrasi, Infiltrasi, Sectioning dan Staining
d. Fiksasi, Dehidrasi, Clearing, Sectioning, Infiltrasi, Embedding dan Staining
e. Dehidrasi, Clearing, Embedding, Infiltrasi, Sectioning, Staining, dan Fiksasi
111. Akan dilakukan pewarnaan Papaniculaou pada sediaan apus pap smear. Sebelum
dilakukan pewarnaan, maka sediaan difiksasi terlebih untuk mempertahankan
morfologi sel. Larutan apa yang digunakan?
a. Eosin
b. Alkohol 95 %
c. Formalin 10%
d. Metanol
e. Kloroform
112. Seorang wanita 41 tahun mengalami keluhan pada organ kewanitaannya. Setelah 2
minggu sejak hari terakhir menstruasi. Pengantar surat keterangan dokter dianjurkan
wanita tersebut diberi tindakan papsmear. Sebagai tenaga laboratorium harus
memahami tahap pertama untuk penanganan sampel tersebut yaitu fiksasi. Apakah
reagen yang dapat digunakan untuk tahapan tersebut?
a. Na ClFisiologis
b. Formalin
c. Alkohol
d. Xilene
e. HCL
113. Seorang analis kesehatan menerima sampel FNAB. Ia kemudian membuat apusan pada
object glass, mengeringkan dan melakukan fiksasi dengan methanol. Teknik pewarnaan
apa yang akan dilakukan?
a. Papaniculou
b. Giemsa
c. Hematoxylin eosin
d. Modified Ziehl Neelsen stain
e. Mucicarmine (mucins)
114. Sampel yang digunakan untuk mempelajari sitologi dapat diambil dari cairan yang
keluar lepas dari organ dan dapat disiapkan dengan mudah serta cairan yang ada dalam
tubuh yang dapat diambil secara aspirasi, seperti cairan ascites, pleura dan dain-lain
.Apakah istilah untuk nama sampel-sampel diatas?
a. Sel-sel skuamous
b. Sel-sel deskuamous
c. Sel-sel embrional
d. Sel-sel muda
e. Sel-sel kanker
115. Salah satu tahap pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) adalah mencelupkan sediaan
sebanyak 3 kali pada larutan HCl 1% dalam alkohol 70% selama 5-10 detik. Apa nama
dari tahapan tersebut?
a. Diferensiasi
b. Fiksasi
c. Decolorisasi
d. Blueing
e. Rehidrasi
116. Pada tahap pewarnaan jaringan dengan Hematoxylin Eosin (HE), setelah diwarnai
dengan hematoxylin maka dilakukan pencucuian dengan air mengalir diikuti
dekolorisasi sitoplasma dan blueing menggunakan larutan lithium carbonat . Apa
tujuannya?
a. Memperjelas warna biru pada inti sel
b. Mewarnai sitoplasma
c. Menghilangkan residu cat hematoxylin
d. Menarik air dari jaringan
e. Melarutkan asam alkohol pada proses dekolorisasi
117. Pewarnaan khusus pada jaringan dilakukan ketika akan mengetahui adanya organela
tertentu. Salah satu pewarnaan yang dilakukan untuk melihat serat kolagen pada hepar
adalah dengan melakukan pewarnaan masson trichrom. Banyak sedikitnya warna yang
Nampak tergantung pada banyaknya serat kolagen tersebut. Zat warna yang berperan
mewarnai kolagen diatas adalah…
a. Bouin
b. Aniline blue
c. Iron hematoksilin
d. Fosfotungstat acid
e. Iodine
118. Suatu sampel jaringan carcinoma diwarnai dengan pewarnaan hematoxylin-eosin (HE).
Ketika dilakukan pembacaan hasil, dokter Patologi Anatomi tidak menemukan p53 dari
hasil pembacaan yang ingin dilihat. Pewarnaan HE hanya mampu menunjukkan inti
dan sitoplasma yang berwarna ungu dan merah muda. Pewarnaan apa yang seharusnya
dilakukan oleh petugas lab. patologi anatomi?
a. Immunohistokimia
b. Mallory-Azam
c. Acid-Fucshin
d. Papaniculou
e. Metylen blue
119. Seorang ATLM melakukan kontrol kualitas hasil pewarnaan terhadap 10 sediaan
jaringan. Saat diamati di bawah mikroskop, pada sediaan pertama terlihat seperti
terdapat banyak gelembung udara. Apakah yang menyebabkan banyaknya gelembung
tersebut ?
a. Kesalahan pada tahap fiksasi
b. Kesalahan pada tahap dehidrasi
c. Proses pewarnaan yang terlalu lama
d. Proses mounting yang kurang tepat
e. Proses sectioning yang tidak tepat
120. Dokter PA meminta seorang ATLM untuk melakukan pengecatan HE ulang terhadap
preparat jaringan ginjal karena secara mikroskopis preparat tersebut tampak gambaran
berkabut, sehingga gambaran morfologi sel tidak jelas. Apakah yang dapat
menyebabkan hal tersebut dapat terjadi?
a. Kualitas Xylol yang digunakan untuk clearing kurang baik.
b. Cat hematoksilin terdapat banyak endapan.
c. Proses deparafinisasi kurang sempurna.
d. Pemberina entelan yang terlalu banyak.
e. Cat Eosin sudah kadaluwarsa.
121. Hasil pewarnaan jaringan dengan hemaksolin eosin ada jaringa intestinal menunjukkan
warna sitoplasma yang terlalu tebal sehingga sediaan sulit diamati. Apa yang harus
dilakukan ?
a. Merendam dalam larutan xylol
b. Dehidrasi dalam alkohol
c. Decolorisasi menggunakan larutan asam alkohol
d. Dealkoholiasi menggunakan etanol 70%
e. Deparafinasi menggunakan larutan xylol
122. Seorang ATLM melakukan pengamatan terhadap hasil pewarnaan HE pada jaringan
hati sebelum diserahkan kepada dokter PA. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui
bahwa dalam preparat tersebut ditemukan adanya artefak berupa bercak warna biru
yang menyebabkan preparat sulit untuk diamati. Apakah yang harus dilakukan oleh
ATLM untuk mengurangi hal tersebut?
a. Mengganti reagen pewarna dengan yang baru untuk tiap preparat
b. Menggunakan pewarna Hematoxilin dengan jenis yang lain
c. Melakukan penyaringan zat warna sebelum digunakan
d. Memperbanyak volume reagen yang digunakan
e. Mengurangi waktu pada proses pewarnaan
123. Salah satu tahap dalam proses pengecatan imunohistokimia adalah penggunaan antibodi
primer. Apakah tujuan tahapan tersebut?
a. Mewarnai label pada ikatan antigen dan antibodi
b. Memperbaiki kerusakan epitop akibat fiksasi
c. Menghilangkan endogenous peroksidase
d. Memberikan counter stain pada preparat
e. Mengikatkan antibodi pada target
124. Dalam pewarnaan preparat imunohistokimia, terlebih dahulu dilakukan deparafinasi
dengan xylol sebanyak 3 kali, masing-masing 3 menit. Preparat kemudian dilakukan
rehidrasi dengan menggunakan alkohol bertingkat 100%, 95% dan 70% lalu membilas
dengan air mengalir selama 1 menit. Selanjutnya preparat direndam dalam H2O2 dalam
kadar yang sesuai selama 1 menit. Berapa persentase kadar yang digunakan?
a. 0,1%
b. 1 %
c. 3%
d. 5%
e. 10%
125. Sediaan imunohistokimia jaringan limfa yang diperiksa di bawah mikroskop
memperlihatkan eritrosit yang tidak terwarnai dengan baik dan beberapa daerah
berwarna coklat. Apa kemungkinan penyebabnya?
a. Masih ada hidrogen peroksidase dalam sel darah merah yang bereaksi
dengan DAB
b. Proses fiksasi kurang matang
c. Masih terdapat sisa parafin dalam preparat sediaan
d. Kualitas cat Mayer’s hematoxylin yang digunakan dalam pewarnaan kurang
optimal
e. Waktu dehidrasi dengan alkohol bertingkat kurang lama
126. Hodgkin’s disease merupakan kelainan yang dapat dideteksi dengan teknik
imunohistokimia, salah satunya dengan melihat kehadiran marker /penanda dalam
preparat jaringan yang diperiksa. Apa markernya?
a. CD 15 dan CD 30
b. CD 117
c. Cytokeratin
d. Carcinoembryonic antigen
e. Alpha fetoprotein
127. Dalam pewarnaan preparat imunohistokimia secara indirect, terlebih dahulu dilakukan
deparafinasi dengan xylol sebanyak 3 kali, masing-masing 3 menit. Preparat kemudian
dilakukan rehidrasi dengan menggunakan alkohol bertingkat 100%, 95% dan 70% lalu
membilas dengan air mengalir selama 1 menit. Preparat direndam dalam H 2O2 selama 1
menit. Apa tujuannya ?
a. Memberi label antigen
b. Menghilangkan alkohol dari jaringan
c. Menarik air dari jaringan
d. Menghentikan aktivitas peroksidase dalam jaringan
e. Menambahkan zat kontras pada jaringan
128. Untuk melihat adanya aberasi kromosom sebagai penyebab kanker, dapat dilakukan
teknik Giemsa banding. Sampel darah pasien yang telah diiradiasi dimasukkan ke
dalam media biakan RPMI-1640 yang diperkaya dengan Fetal Bovine Serum dan
stimulan pembelahan sel phytohemagglutinin (PHA) dan antibiotik serta disimpan
dalam inkubator 37ºC selama 72 jam. Tiga jam sebelum selesai waktu di inkubator, ke
dalam kultur ditambah dengan agent yang berfungsi untuk menghentikan pembelahan
sel. Apakah zat yang dimaksud?
a. Kolkisin
b. Larutan Carnoy
c. KCl 0,075M
d. Thymidine
e. Giemsa
129. Akan dilakukan analisa kromosom pada penderita Chronic Myeloid Leukimia (CML)
untuk melihat adanya translokasi resiprok kromosom lengam pendek nomor 9 dan 22.
Slide apusan berisi kromosom dihibridisasi dengan cara meneteskan probe pada slide
yang telah didenaturasi untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Apa nama
teknik yang dilakukan?
a. Q banding
b. G banding
c. C banding
d. Reverse banding
e. FISH
130. Penderita penyakit Chronic Myeloid Leukimia (CML) mengalami peningkatkan
aktivitas Tyrosine kinase yang memicu sel menjadi sel kanker sebagai akibat adanya
pertukaran segmen pada kromosom homolog antara kromosom nomor 9 dan kromosom
nomor 22. Disebut apakah proses ini?
a. Translokasi
b. Inversi
c. Substitusi
d. Insersi
e. Duplikasi
131. Salah satu teknik pemeriksaan keganasan yang terjadi pada kasus hematologi adalah
menggunakan metode FISH (Flourescence In Situ Hybridization) yang akan
memperlihatkan adanya fusi antara gen BCR dan ABL1 pada kromosom 22 yang
berwarna merah. Keganasan apakah yang dimaksud padda kasus tersebut?
a. Juvenile Chronic Myelegenous Leukemia (JCML)
b. Atypical Chronic Myelegenous Leukemia (aCML)
c. Chronic Myelegenous Leukemia (CML)
d. Chronic Neutrophilic Leukimia (CNL)
e. Myelodysplastic Syndrome (MDS)
132. Seorang ATLM diminta untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga
memiliki kelainan pada kromosom pada bagian heterokromatik dari kromosom. Teknik
pewarnaan apakah yang paling tepat dilakukan oleh ATLM tersebut?
a. C-Banding
b. G-Banding
c. Q-Banding
d. R-Banding
e. T-Banding
133. ATLM menerima jaringan untuk dilakukan pemeriksaan patologi anatomi. Untuk
mencegah agar jaringan tersebut tidak rusak dipastikan bahwa jenis dan volume cairan
fiksasi sudah sesuai. Selanjutnya jaringan ditempatkan dalam ruangan pengumpulan
sampel sampai proses fiksasi selesai. Bagaimanakah menilai bahwa proses tersebut
sudah selesai sempurna?
a. Jaringan tetap utuh
b. Jaringan tidak membusuk
c. Konsistensi seluruh jaringan keras
d. Jaringan tenggelam dalam cairan fiksasi
e. Dapat dimasukkan dalam alat prosesing
134. ATLM menerima jaringan untuk dilakukan pemeriksaan patologi anatomi. Pada
formulir permintaan pemeriksaan, dituliskan jenis cairan fiksasi yang digunakan adalah
alkohol 96%. Untuk mencegah kerusakan jaringan, ATLM melakukan penggantian
cairan fiksasi. Apakah cairan yang paling baik digunakan untuk tujuan tersebut?
a. Aceton
b. Zenkers
c. Methanol
d. Formalin 10%
e. Buffer phosphate
135. Dokter meminta dilakukan pemeriksaan urine sitologi pada pasiennya. Setelah ATLM
menerima sampel urine, untuk mendapatkan sedimen yang cukup untuk pembuatan
sediaan apus selanjutnya dilakukan sentrifugasi menggunakan alat cytospin. Berapakah
kecepatan sentrifugasi untuk bahan tersebut?
a. 1000 rpm.
b. 2000 rpm.
c. 3000 rpm.
d. 4000 rpm.
e. 5000 rpm.
136. Seorang ATLM menerima bahan pemeriksaan berupa jaringan uterus dengan ukuran
besar. ATLM dilakukan irisan sejajar pada seluruh jaringan uterus, selanjutnya
direndam kembali dalam cairan fiksasi sampai proses fiksasi sempurna. Apakah tujuan
dari tindakan tersebut ?
a. Mengawetkan jaringan
b. Menilai kualitas jaringan
c. Mempercepat proses fiksasi
d. Mempermudah potong jaringan
e. Mempermudah deskripsi jaringan
137. Seorang ATLM menerima bahan pemeriksaan berupa jaringan uterus dengan ukuran
besar. ATLM dilakukan irisan sejajar pada seluruh jaringan uterus, selanjutnya
direndam kembali dalam cairan fiksasi sampai proses fiksasi sempurna. Berapakah
Ketebalan irisan tersebut?
a. 1-1,5 cm
b. 2-2,2 cm
c. 3-3,5 cm
d. 4-4,5 cm
e. 5-5,5 cm
138. Sebelum dilakukan potong gross terhadap jaringan mammae untuk pemeriksaan
histopatologi, ATLM melakukan fiksasi jaringan. Agar jaringan terfiksasi sempurna,
jaringan ditempatkan dalam wadah yang sesuai dan diberi cairan fiksasi. Berapakah
perbandingan volume cairan fiksasi dengan jaringan?
a. 1:2 atau 1:4
b. 1:3 atau 1:6
c. 1:4 atau 1:8
d. 1:5 atau 1:10
e. 1:6 atau 1:12
139. Pada saat ATLM melakukan potong microtom, jaringan dalam blok paraffin tidak dapat
dipotong. Untuk mengetahui penyebab tersebut, dilakukan pengamatan pada sisa blok
jaringan. Dari bekas potongan blok parafin diketahui penyebab tersebut karena
jaringan dalam blok parafin tidak kering. Apakah tahapan proses yang tidak sempurna
pada kasus tersebut?
a. Fiksasi
b. Clearing
c. Dehidrasi
d. Rehidrasi
e. Embedding
140. Pada saat ATLM melakukan potong microtom, jaringan dalam blok paraffin tidak dapat
dipotong. Untuk mengetahui penyebab tersebut, dilakukan pengamatan pada sisa blok
jaringan. Dari bekas potongan blok parafin diketahui penyebab tersebut karena
jaringan dalam blok parafin tidak kering. Apakah Tindakan yang harus dilakukan?
a. Fiksasi ulang
b. Mengganti parafin
c. Mengecek suhu parafin
d. Mengganti larutan dehidrasi
e. Menambah waktu prosesing jaringan
141. ATLM melakukan prosesing jaringan menggunakan alat prosesing jaringan. Agar hasil
proses dapat sempurna, dilakukan pengecekan bahan dan larutan yang diperlukan.
Salah satu bahan yang dipastikan kualitasnya masih baik adalah larutan yang berfungsi
untuk proses clearing. Apakah larutan yang digunakan untuk prose tersebut ?
a. Xylol
b. Etanol
c. Parafin
d. Formalin
e. Buffer Phospat
142. ATLM menerima bahan pemeriksaan urine sitologi. Agar mendapatkan endapan untuk
pembuatan sediaan apus dilakukan sentrifugasi menggunakan cytospin, selanjutnya
dilakukan pengecatan. Apakah pewarnaan yang digunakan pada sediaan tersebut ?
a. Eosin
b. Giemsa.
c. Papanicolau.
d. Haematoksillin.
e. Methylen Blue.
143. ATLM melakukan penggantian parafin pada alat prosesing jaringan, sebelum
melakukan prosesing jaringan baru. Setelah selesai mengganti parafin dipastikan bahwa
suhu pada wadah parafin tidak melebihi 60 0C. Apakah akibat yang dapat terjadi
apabila suhu terlalu tinggi?
a. Jaringan menjadi lunak
b. Jaringan menjadi keras
c. Mempercepat tahap kliring
d. Menghambat proses embedding
e. Mempercepat proses embedding
144. ATLM menerima telfon dari rumah sakit rekanan yang akan mengirimkan cairan pleura
untuk dilakukan pemeriksaan sitologi. Diperkirakan untuk sampai ke laboratorium
membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Untuk menjaga agar sampel tidak rusak,
ATLM menyampaikan bahwa pada wadah yang berisi cairan pleura harus ditambah
larutan fiksasi. Berapakah perbandingan volume sampel dan cairan fiksasi ?
a. 1:1
b. 1:2
c. 1:3
d. 1:4
e. 1:5
145. ATLM menerima telfon dari rumah sakit rekanan yang akan mengirimkan cairan pleura
untuk dilakukan pemeriksaan sitologi. Diperkirakan untuk sampai ke laboratorium
membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Untuk menjaga agar sampel tidak rusak,
ATLM menyampaikan bahwa pada wadah yang berisi cairan pleura harus ditambah
larutan fiksasi. Apakah cairan fiksasi yang tepat untuk tujuan tersebut?
a. Aceton
b. Methanol
c. Alkohol 50%
d. Formalin 10%
e. Alkohol absolut
146. ATLM melakukan evaluasi hasil pewarnaan haematoxylin eosin secara mikroskopis.
Hasil pengamatan diketahui inti kurang terwarnai dengan baik. Maka pada pewarnaan
selanjutnya untuk mempercepat proses pewarnaan inti ditambahkan kombinasi zat
warna. Apakah zat warna yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut?
a. Carmin
b. Neutral red
c. Toluidin blue
d. Methyline blue
e. Mayer haematoxylin
147. Untuk mendapatkan sediaan histologi, ATLM melakukan pemotongan blok parafin
jaringan menggunakan alat microtom. Sebelum melakukan pemotongan dipastikan
kemiringan pisau mikrotom sudah sesuai. Berapakah derajat sudut kemiringan yang
harus diatur?
a. 20 -30 derajat
b. 30-40 derajat
c. 40-45 derajat
d. 45-50 derajat
e. 60-90 derajat
148. Untuk mendapatkan sediaan histologi, ATLM melakukan pemotongan blok parafin
jaringan kelenjar getah bening menggunakan alat microtom. Sebelum melakukan
pemotongan dilakukan pengecekan dan seting alat agar ketebalan pita jaringan yang
dihasilkan sesuai. Berapakah ketebalan untuk jaringan tersebut ?
a. 1-2 mikron.
b. 2-4 mikron.
c. 3-4 mikron.
d. 4-5 mikron.
e. 6-7 mikron.
149. Untuk mendapatkan sediaan histologi, ATLM melakukan pemotongan blok parafin
jaringan colon menggunakan alat microtom. Sebelum melakukan pemotongan
dilakukan pengecekan dan seting alat agar ketebalan pita jaringan yang dihasilkan
sesuai. Berapakah ketebalan untuk jaringan tersebut ?
a. 1-2 mikron.
b. 2-4 mikron.
c. 3-4 mikron.
d. 4-5 mikron.
e. 6-7 mikron.
150. Untuk pengambilan sampel pap smear, ATLM mempersiapkan alat dan bahan untuk
keperluan tersebut. Salah satunya cairan fiksasi yang akan digunakan agar didapatkan
sediaan sitologi yang baik. Berapa lamakah fiksasi tersebut dilakukan ?
a. 0,5 jam.
b. 1 jam
c. 6 jam
d. 12 jam.
e. 24 jam

Anda mungkin juga menyukai